Claim Missing Document
Check
Articles

Empowering the potential of local cultural wisdom in the packaging of performing arts: a force for forming community identity in the Kampung Seni Edas Bogor City Nurjatisari, Trimulyani; Narawati, Tati; Nugraheni, Trianti; Riyadi, Lanang
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v21i2.4734

Abstract

Foreign culture has become a significant polemic for today's millennials, leading to a tendency to overlook their nation's identity and the robust cultural potential inherent in their own country. This article seeks to enhance the potential of local cultural wisdom in the packaging of art as a force for shaping community identity. A qualitative approach is employed to provide a detailed and careful description of the art packaging methods in Kampung Seni Edas. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with the research conducted in Kampung Seni Edas, Bogor City. Data validity was ensured through source triangulation and informant review techniques. Data analysis utilized interactive techniques involving data reduction, data display, and verification steps. The results underscore the necessity of elevating the potential of local wisdom in Kampung Seni Edas as an alternative model for empowerment and art packaging, contributing to character building and community identity, ultimately facilitating preservation through innovative performing arts. The implication is that the millennial generation needs to recognize, understand, and study culture as an essential achievement that must be embraced by millennials as the successors of the nation.
KEKUATAN DALAM KELEMBUTAN WANITA SUNDA PADA TARI NYI KUJANG WADON Kurniati, Fitri; Dimyati, Deliana Maharani Putri; Nugraheni, Trianti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65297

Abstract

Tari Nyi Kujang Wadon memancarkan keanggunan dan kelembutan yang memikat, namun di balik setiap gerakan lembutnya terdapat sebuah kekuatan yang menakjubkan. Tarian ini menceritakan kekuatan dalam kelembutan wanita Sunda dengan kemahirannya memainkan senjata Kujang Wadon dengan berbagai tabuhan tepakan kendang yang dipadukan dengan gerakan silat serta jurus kujang dengan mengeksplorasi gerakan mincid ketuk tilu dan gerakan bajidoran yang diusung oleh para Wanoja sehingga membentuk pola Tari Nyi Kujang Wadon. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan menganalisis dengan fokus pada koreografer, rias, busana, dan musik pengiring tarian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui pengamatan langsung terhadap pertunjukan tari, wawancara dengan penari dan koreografer, serta studi pustaka terkait seni pertunjukan Sunda. Tarian ini mempunyai tiga kategori ragam gerak yaitu, pure movement (gerak murni), gesture (gerak maknawi), serta locomotion (gerak berpindah). Koreografi tarian ini memadukan gerakan yang cepat dan berenergi dengan ekspresi yang menunjukkan kekuatan dan keberanian wanita Sunda, menciptakan sebuah pertunjukan yang hidup dan menggugah. Rias yang digunakan adalah rias corrective atau rias aksen yang berfungsi untuk menebalkan garis-garis wajah serta menonjolkan kelebiha dan menutupi kekurangan pada wajah penari. Busana yang dikenakan yaitu kabaya, pangsi, kewer, apok/kemben, stagen, sampur dengan warna-warna yang tidak terlalu cerah serta menggunakan aksesoris yang simple tetapi terlihat elegan mencerminkan seorang Wanoja. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami nilai-nilai budaya lokal dan peran seni pertunjukan dalam melestarikan warisan budaya Sunda.
The Effect of Project Based Learning in Realizing Performing Arts on Entrepreneurial Motivation in Art Learning in Vocational School Students Anggraeni, Reni; Juju Masunah; Trianti Nugraheni
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 4 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i4.2010

Abstract

The competence that must be possessed by Vocational School (VS) students is to be able to find business opportunities independently. Related to the subjects of art and culture, it is hoped that VS students have the motivation that can be carried out by the presence of performing arts in the form of performances that can be used as opportunities for entrepreneurship. Thus, VS students must have entrepreneurial motivation to have business opportunities in the arts and culture sector. One of the learning strategies that can be used is to use PBL. PBL can increase students' learning motivation and also facilitate students' problem-solving abilities. This study aimed to determine how the implementation of PBL in realizing performances and the influence of PBL on entrepreneurial motivation in art learning for VS students. The research method uses an experimental research method with a one-group pretest-posttest design. Participants in this study were 37 students in one of the VS in the Indramayu district, and the study was conducted using a systematic sampling technique. The research instrument used an entrepreneurial motivation questionnaire. Data analysis techniques using statistical descriptions and Paired-Sample T-Test. This study concludes that PBL affects VS students' entrepreneurial motivation in art learning. PBL can motivate students to reflect on what they learn in an actual project and provide opportunities for students to think and be creative when realizing a project in the arts and culture. Students can understand that in the performance, various job descriptions can be used for business opportunities or jobs in arts and culture to conduct further research with more participants so that the results of this study can be more generalized.
Pemberdayaan komunitas seni melalui produksi pertunjukan berbasis kearifan lokal untuk penguatan desa wisata Juju Masunah; Trianti Nugraheni; Ayo Sunaryo
Jurnal Abmas Vol. 21 No. 1 (2021): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v21i1.35470

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melaporkan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka pemberdayaan komunitas seni melalui produksi karya inovasi pertunjukan seni wisata di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Subang. Metode yang digunakan adalah participatory action research. Tahapan kegiatan adalah: 1) membuat perencanaan dan perancangan produksi karya seni wisata berbasis kearifan lokal; 2) mengimplementasikan rancangan produksi karya inovasi; 3) melakukan observasi dan refleksi. Kelompok sasarannya adalah seniman muda Subang yang tergabung dalam Komunitas LIKA 04. Hasil kegiatan PkM ini adalah karya pertunjukan berjudul "Rampak Buluh". Rampak artinya permainan secara bersama, buluh berarti bambu, dengan kata lain rampak buluh artinya memainkan alat musik bambu secara bersama. Rampak buluh disusun secara medley mulai dari helaran, rampak kohkol, perkusi jembatan, rampak toleat, ansambel angklung, dan jaipongan. Melalui kegiatan ini diharapkan komunitas seni dan masyarakat di Desa Cibuluh, Subang mendapatkan nilai tambah secara sosial, budaya, dan ekonomi.
Integrasi Generative AI dalam Transformasi Pedagogi Tari: Studi Eksploratif Penggunaan Google Gemini sebagai Tutor Nurcahya Nurcahya; Zakaria S Soeteja; Trianti Nugraheni; Elwi Ismail Izz
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i5.7755

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan generatif, seperti Google Gemini, telah membuka peluang baru dalam transformasi pedagogi seni, termasuk dalam pembelajaran tari yang selama ini sangat bergantung pada interaksi fisik langsung dengan instruktur. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi Generative Artificial Intelligence (AI), khususnya Google Gemini, dalam transformasi pedagogi tari di era digital. Fokus utama studi ini adalah menganalisis potensi Google Gemini sebagai tutor virtual yang mampu menyediakan instruksi kinestetik, deskripsi gerakan, dan struktur koreografi secara mandiri. Menggunakan metode studi eksploratif dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi interaksi prompt-to-movement dan analisis konten terhadap akurasi deskripsi gerak yang dihasilkan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Gemini efektif dalam memfasilitasi pemahaman konseptual dan memberikan stimulus kreatif bagi pembelajar tari, terutama dalam aspek pemecahan struktur gerak dan penyediaan scaffolding instruksional. Namun, AI ini masih memerlukan validasi fisik dari instruktur manusia untuk detail teknis yang bersifat kompleks dan aspek estetika-emosional (rasa) yang tidak dapat diobjektifikasi secara tekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Google Gemini tidak menggantikan peran pendidik, melainkan berfungsi sebagai asisten pedagogis yang memperluas aksesibilitas literasi tari, dengan catatan bahwa supervisi manusia tetap diperlukan untuk menjamin keutuhan nilai artistik dan filosofis dalam pembelajaran tari tradisional.
Internalization of Gapura Pancawaluya Values through Community Based Creative Dance Learning in Angklung Sered Balandongan Rivaldi Indra Hapidzin; Trianti Nugraheni; Tati Narawati; Agus Ahmad Wakih
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4642

Abstract

Community-based dance learning plays an important role in character education and the strengthening of cultural identity. This study aims to examine the pedagogical process, representations of cultural values, and the learning implications of Creative Dance in Angklung Sèrèd Balandongan within a community context. The research employed a qualitative case study approach grounded in ethnopedagogy and was conducted in Balandongan Village, Tasikmalaya, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation across different age groups. The findings indicate that the learning of Creative Dance in Angklung Sèrèd Balandongan functions as a socio-cultural learning ecosystem that integrates embodied experience, the symbolic meanings of dance properties, and local Sundanese values. Aesthetic transformation is reflected in the development of movement quality and expressive engagement among participants, while the internalization of the Gapura Pancawaluya values cageur, bageur, bener, pinter, singer, and pangger is realized through the symbolic interpretation of the umbrella, kolotok, and Hihid. These findings affirm that community-based creative dance pedagogy contributes significantly to character formation in education and to the sustainability of local culture.
Tourism Edupreneur: Pembinaan Wirausaha Seni untuk Wisata Pendidikan Masunah, Juju; Sunaryo, Ayo; Nugraheni, Trianti; Dyani, Putri Lilis; Kurniawati, Leli
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.65274

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2020 telah menghasilkan kelompok-kelompok wirausaha mahasiswa yang memiliki produk karya seni tari dan permainan anak-anak. Namun demikian, pengelolaan produk tersebut belum optimal dalam penyajian untuk segmen pasar anak-anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membina kembali mahasiswa dalam mengelola usaha di bidang seni pertunjukan, dan pembelajaran seni untuk anak-anak dalam rangka mendukung program pengembangan wisata pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Metode yang digunakan adalah project-based approach atau pendekatan berbasis proyek. Partisipan adalah tujuh mahasiswa S1 dan seorang alumni Program Studi Pendidikan Seni Tari, UPI dan dua orang mahasiswa program studi Pendidikan Seni jenjang Master. Langkah kegiatan diawali dengan mendiagnosis partisipan, mendesain proyek, mengimplementasikan proyek, dan mengevaluasi. Data kegiatan dikumpulkan melalui partisipasi observasi, studi dokumentasi, dan kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisis secara triangulasi. Hasil pengabdian ini adalah terbangunnya kelompok wirausaha baru mahasiswa bernama Projek Seni Anak company atau Prosean Co. yang menjalankan model bisnis canvas. Prosean Co. mengelola produk dan jasa seni pertunjukan, dan pembelajaran seni untuk anak-anak, serta memasarkannya melalui sosial media dan pertunjukan Virtual yang disebut Virevale melalui TV UPI digital. Prosean Co. sebagai kelompok wirausaha baru berhasil mengelola produk karya seni tari dan permainan anak dalam alur cerita dan desain visual yang dapat diapresiasi oleh anak-anak.Kata Kunci: pendidikan seni; tari anak; wisata pendidikan; wirausaha seni
KREATIVITAS PENCIPTAAN BUSANA TARI NUSANTARA DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI Nurcahya Nurcahya; Agus Budiman; Agus Sudirman; Trianti Nugraheni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10554

Abstract

This study aims to describe the creativity involved in creating Indonesian dance costumes in dance learning at SMAN 5 Cimahi. The study is based on the importance of dance education, which not only introduces cultural values but also provides students with opportunities to express creativity through costume creation. This research used a qualitative descriptive approach. The participants were 36 students of class XI IPA 4, the subject teacher, the principal, and the vice principal for student affairs. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using data triangulation through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that students were able to demonstrate creativity in dance costume creation through learning activities that included understanding the material, sketching designs, selecting materials, and producing collaborative works. The learning process was carried out in three meetings and ran smoothly with active student participation. The uniqueness of the material, group collaboration, and teacher guidance were the main factors supporting the emergence of student creativity. This study indicates that participatory dance learning can serve as an effective means to develop creativity, self confidence, and appreciation for Nusantara culture. The findings may also inspire teachers to design more innovative and meaningful arts learning experiences. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kreativitas penciptaan busana tari Nusantara dalam pembelajaran seni tari di SMAN 5 Cimahi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pembelajaran seni tari yang tidak hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk berkreativitas melalui penciptaan busana tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 36 siswa kelas XI IPA 4, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui triangulasi data dengan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu menunjukkan kreativitas dalam penciptaan busana tari melalui proses mengenal materi, menggambar desain, menentukan bahan, dan mewujudkan karya secara berkelompok. Pembelajaran berlangsung dalam tiga pertemuan dan berjalan lancar dengan keterlibatan aktif siswa. Keunikan materi, kerja sama kelompok, serta bimbingan guru menjadi faktor utama yang mendukung munculnya kreativitas siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari yang dirancang secara partisipatif dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, dan apresiasi terhadap budaya Nusantara. Temuan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi guru dalam merancang pembelajaran seni yang lebih inovatif dan bermakna.    
Revisiting McCutchen’s Teaching Dance as Art in Education: Bridging Embodied Learning and Digital Archives Rivaldi Indra Hapidzin; Juju Masunah; Trianti Nugraheni; Ayo Sunaryo
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1395

Abstract

This article critically reviews Brenda Pugh McCutchen’s Teaching Dance as Art in Education (2006) to recontextualize its pedagogical framework within discussions of embodied learning, ethnopedagogy, and digital archives. Using a qualitative critical book review approach, the study examines the book’s four cornerstones: Dancing and Performing; Creating and Composing; Knowing History, Culture, and Context; and Analyzing and Critiquing. The review finds that McCutchen’s framework remains pedagogically relevant because it integrates embodied practice, creativity, cultural understanding, and critical reflection. However, it also reveals limitations, particularly its Euro-American orientation, limited ethnopedagogical perspective, and lack of attention to digital technologies. To address these gaps, the article proposes a conceptual extension that links embodied learning with digital archives as complementary tools for documentation, preservation, accessibility, and cultural transmission. While digital archives cannot replace lived bodily experience, their integration with McCutchen’s framework may strengthen dance education by supporting preservation and critical engagement with dance knowledge. As a conceptual study based on a single primary text and selected literature, this review does not include empirical data or practical implementation. Nevertheless, it suggests that combining embodied learning and digital archives offers a valuable direction for dance education in the digital era.
Pendampingan Perancangan Produksi Film Dokumenter Penghijauan Desa Pasir Biru, Sumedang Sebagai Branding Kampus Merdeka Salsa Solli Nafsika; Zakarias S Soeteja; Tri Karyono; Trianti Nugraheni; Sukanta Sukanta; Dedi Warsana; Defrizaldi Defrizaldi; Jihan Winarti
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.3.603-615

Abstract

This service is a support activity for exchange students program “pertukaran Mahasiswa Merdeka” (PMM) from various provinces through environmental campaigns using artistic video content to deal with the impact of infrastructure development and accessibility that affects changes in airflow and heat distribution. This environmental impact is the main focus for independent exchange student participants in realizing social contribution programs through reforestation activities in desa Pasir Biru Rancakalong Sumedang.  Through this reforestation program, we aim to increase environmental awareness, educate the public about the importance of protecting ecosystems, and reduce the impact of climate change resulting from National Infrastructure Development. So it is hoped that environmental campaigns through documentary films can inspire and motivate the wider community to participate in environmental conservation efforts. The research method uses a Base Research Design based on Documentary Film Production in the Reforesting Program involving research targets and community service targets  student of the Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) programs as the development of aesthetic skills in creating documentary films, service partners from the Department of Environment and Forestry (DLHK) , plant seed cultivation entrepreneurs, village governance, and all elements of society. The output of this service is in the form of a sustainable impact felt by the community and a documentary film from the development of artistic production design through video content to elaborate the brand image of the Kampus Merdeka Program in the environmental and temperature revitalization campaign in the area. 
Co-Authors Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agung Nugraha Agus Ahmad Wakih Agus Budiman Agus Budiman Agus Sudirman Agus Supriatna Amanda, Nadiya Amelia, Natasya ANGGRAENI, RENI Anindri, Mutia Anisa Cahya Kemala Putri Anisa Yudia Putri Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben dalatina peloggia gustianingsih Dedi Warsana Defrizaldi Defrizaldi Deliana Maharani Putri Dimyati Deti Lindiana Dewi Rachmawati Dimyati, Deliana Maharani Putri Dini Oktavia Dwiyanti, Yulia Eko Purnomo Elwi Ismail Izz Fadillah, Fauziah Nur Fazriah, Siti Sarah Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitriani Rahmawati Ganda Prawira, Nanang Heny Rohayani Hikmah Nurulbaeti ilam Anugrah Indah Gina Khaeni Irma Rachmawati Irna Khaleda Nurmeta Jihan Winarti Juju Masunah Julianti, Hanifah Kemala Dwina Putri Lanang Riyadi LELI KURNIAWATI Mawar Siswanto Meyliyani, Ibnu Siti Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Muhamad Caesar Jumantri muhammad iklil Muhammad Rifky Padilla Munsan, Sri Dinar Nana Ganda Nur Winda Sari Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurjatisari, Trimulyani Nurul Oktavianti Pangesti, Widya Purnomo Purnomo Putri Lilis Dyani Rahma Tiara Lestari Ratu Moja Kachita Ria Handayani Ria Sabaria Rivaldi Indra Hapidzin Sabaria, Ria Saian Badaruddin Salsa Solli Nafsika Sarah Sampepadang Selvi Amalia Selvi Rahmadani Pratiwi Sri Dinar Munsan Sukanta Sukanta Sunaryo, Ayo Supriatna, Agus Taryana, Tatang Tati Narawati Tati Narawati Tati Narawati Tri Karyono Triana Pramadanti Trimulyani Nurjatisari uus karwati Vitria Mega Utami Wanda Wilandari Yoyoh Siti Mariyah Yudi Sukmayadi Zakaria S Soeteja Zakarias S Soeteja