Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Transformasi Limbah Organik Menjadi Eco enzyme Dalam Upaya Perbaikan Kualitas Udara Untuk Mencegah Stunting di Kabupaten Malaka Syafei, Arie Dipareza; Assomadi, Abdu Fadli; Febrianto, Arry; Muzakky, Achmad; Ahmad, Imam Safawi; Parmawati, Rita; Wulandari, Prisca Kiki; Nugroho, Agung Murti; Sudarmaji, Sudarmaji; Adriyani, Retno; Arfiani, Novi Dian
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.8309

Abstract

Kabupaten Malaka, NTT, menghadapi krisis pengelolaan sampah akibat tidak adanya TPA. Timbulan yang dihasilkan hingga 27.885,12 juta ton pertahun. Masyarakat membakar sampah untuk mengurangi volume sampah yang ada. Pembakaran sampah melepaskan polutan berbahaya, seperti partikel halus PM2.5, karbon monoksida (CO), dioksin, furan, sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan senyawa organik volatil (VOC). Polutan ini meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan stunting. Pengabdian masyarakat ini memperkenalkan eco-enzyme solusi penjernih udara alami. Metode kegiatan menggabungkan sosialisasi dampak polusi udara dan demonstrasi pembuatan eco-enzyme. Sebanyak 30 peserta terlibat dalam demonstrasi langsung pengolahan sampah organik. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan. Peserta yang memahami hubungan pembakaran sampah dan polusi udara meningkat dari 67% menjadi 90%. Selain itu, keterampilan praktis pembuatan eco-enzyme meningkat dari 13% menjadi 93%. Kegiatan ini membuktikan bahwa eco-enzyme tidak hanya menjadi solusi sederhana untuk mengurangi polusi udara dan sampah organik, tetapi juga strategi efektif untuk pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat, mencegah stunting, dan dapat mengurangi volume sampah. Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka guna mendistribusikan eco-enzyme sebagai pembersih udara kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan evaluasi dan pemantauan hasil secara hybrid untuk memudahkan komunikasi dan menangani kegagalan dalam pembuatan eco-enzyme.
Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Edukasi Sanitasi Lingkungan di Pesantren : Pengabdian Yudhastuti, Ririh; Notobroto, Hari Basuki; Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma; Diyanah, Khuliyah Candraning; Pawitra, Aditya Sukma; Adriyani, Retno; Sulistyorini, Lilis; Prasasti, Corie Indria; Azizah, R.; Lestari, Kusuma Scorpia; Sudarmaji, Sudarmaji; Lusno, Muhammad Farid Dimjati; Husnina, Zida; Astuti, Ratna Dwi Puji; Arfiani, Novi Dian; Murti, I Gde Raju Sathya; Jassey, Babucarr
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3682

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di lingkungan pondok pesantren yang padat penghuni dan memiliki keterbatasan sanitasi, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran santri terhadap kebersihan dan pengendalian lingkungan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang pentingnya sanitasi lingkungan dalam pencegahan DBD melalui penyuluhan interaktif di Pondok Pesantren Al Amin, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 82 santri berpartisipasi, dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 7,72 menjadi 8,55 (p=0,000), disertai perubahan sikap dan perilaku positif dalam menjaga kebersihan serta pemeriksaan jentik mandiri. Edukasi sanitasi lingkungan berbasis partisipatif terbukti efektif dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pemberdayaan kesehatan di lingkungan pendidikan berasrama.
GEMAH: Gerakan Menanam Tanaman Anti Hipertensi untuk Cegah Hipertensi Kabupaten Ponorogo Nadira Gadis Safa Ianda Putri; Arfiani, Novi Dian; Avrellia, Leyli
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ponorogo yang mencatat angka kasus sebesar 57,03% pada tahun 2024. Pendahnya aktivitas fisik dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan hipertensi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus tersebut. Program pengabdian masyarakat GEMAH dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta memperkenalkan aktivitas fisik sederhana melalui praktik menanam tanaman timun sebagai tanaman anti hipertensi. Kegiatan dilakukan pada 29 Januari 2025 dan melibatkan 34 peserta melalui rangkaian edukasi, demonstrasi dan praktik penanaman, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, yaitu sebesar 60,58% menjadi 92,35%. Program ini membuktikan bahwa integrasi edukasi kesehatan dengan aktivitas fisik berbasis penanaman dapat menjadi pendekatan yang efektif, terjangkau, dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan hipertensi.  Namun, kegiatan ini memiliki keterbatasan, yaitu belum dilakukannya pemantauan jangka panjang dan belum diterapkannya analisis statistik inferensial. Ke depan, diperlukan pendampingan lanjutan agar perubahan perilaku sehat dapat berlangsung lebih berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Infused water Sebagai Alternatif Minuman Sehat di Ponorogo: Pengabdian Putri Naswa, Auxilya; Novi Dian Arfiani; R. Azizah; Claradea Rizkiana; Tantra Dipta Prawira
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.4832

Abstract

Konsumsi minuman tinggi gula atau sugar weetened beverages (SSB) merupakan salah satu perilaku yang berkontribusi dalam peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, resistensi insulin, dan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengganti minuman manis adalah infused water. Namun, masyarakat masih banyak yang belum mengenal infused water. Sehingga dilakukan pelatihan infused water di Kelurahan Kertosari, Ponorogo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi, dan memperkenalkan infused water sebagai pengganti minuman manis dan berkafein, pada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakn pada Januari 2025 dan dihadri oleh 34 peserta yang terdiri dari masyarakat dan kader kesehatan setempat. Metode pelaknsanaan kegiatan meliputi tahapan persiapan, perencananaan, pelaksanaan berupa edukasi tanya jawab, dan praktik pembuatan, serta evaluasi melalui diskusi. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan menapatkan respon positif dari peserta. 6 dari 34 masyarakat aktif bertanya ketika sesi tanya jawab dengan tujuan memperdalam pengetahuan terkait infused water serta 2 peserta aktif terlibat dalam sesi praktik pembuatan infused water. Kegiatan pelatihan ini dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang aplikatif sehingga dapat mendorong masyarakat untuk memilih alternatif minuman sehat dan mengubah pola hidup sehingga dapat mengurangi konsumsi minuman tinggi gula.
Correlation between Physical and Chemical Indoor Air Quality with Respiratory Health Sudarmaji; Donny Ardyan; Fitri Anisai Rohmah; Novi Dian Arfiani; Dayinta Annisa Syaiful
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 18 No. 2 (2026): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v18i2.2026.171-178

Abstract

Introduction: Indoor air quality (IAQ) refers to the quality of air within enclosed spaces, which makes up most of the air inhaled daily. Pneumonia is reported to be 17.33 times more common in children living in unhealthy households than those in healthy homes. This study examined the relationship between physical and chemical indoor air quality and children's respiratory health in the working area of the South Krembangan Community Health Center in Krembangan Subdistrict, Surabaya City. Methods: This study employed an analytical observational design utilizing a case-control approach. Samples were selected through purposive sampling. A total of 54 respondents participated in this study, consisting of 27 cases and 27 controls. Results and Discussion: The findings demonstrated a strong correlation between the prevalence of pneumonia in children and air quality parameters including room temperature, humidity, PM2.5 concentration, lighting intensity, and ventilation area. Room temperature (p = 0.029), humidity (p = 0.049), PM2.5 (p = 0.014), lighting intensity (p = 0.006), and ventilation area (p = 0.028) all showed statistically significant correlations. Formaldehyde (HCHO), on the other hand, did not significantly correlate with the incidence of pneumonia (p = 0.569). Additionally, total volatile organic compounds (TVOCs) and carbon monoxide (CO) were found to be below the Environmental Health Quality Standards. Conclusion: Although many housing conditions already fulfil established criteria, it is advised that factors potentially affecting indoor air quality be taken into consideration.
Implementasi Program PELANGI Sebagai Upaya Peningkatan PHBS Pada Siswa UPT SDN 265 Gresik: Pengabdian Kezia Dwira Alexandra; Satriyo Dwi Suryantoro; Novi Dian Arfiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5634

Abstract

Program PELANGI (Peduli Langkah Cuci Tangan yang Higienis) dilaksanakan di UPT SDN 265 Gresik sebagai upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa sekolah dasar. Latar belakang program ini adalah rendahnya kesadaran anak dalam mencuci tangan dengan benar, padahal kebiasaan tersebut dapat menurunkan risiko penyakit menular seperti diare dan ISPA. Kegiatan ini dilakukan oleh tim mahasiswa Universitas Airlangga dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) melalui metode edukasi interaktif, jingle enam langkah cuci tangan, praktik langsung dengan pendampingan fasilitator serta pemberian penghargaan kepada siswa terbaik. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, sikap, dan keterampilan siswa dalam menerapkan cuci tangan yang benar. Program ini sejalan dengan teori kesehatan masyarakat seperti Health Belief Model dan Theory of Planned Behaviour, yang menekankan manfaat, norma sosial, dan kontrol perilaku dalam membentuk kebiasaan sehat. Kesimpulannya, Program PELANGI efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa dan mendukung pembentukan budaya hidup sehat di sekolah dasar.
Social Determinants and Hypertension Incidence in Productive-Age Adults: A Literature Keyza Cynthia Putri Priono; Novi Dian Arfiani
VISIKES Vol. 25 No. 1 (2026): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/visikes.v25i1.15396

Abstract

Hypertension, commonly known as high blood pressure, is a blood disorder characterized by an increase in blood pressure above the normal threshold of 140/90 mmHg during two measurements within a five-minute period in a calm state. Hypertension is one of the non-communicable diseases that causes high mortality rates in various countries. Increased blood pressure puts a heavier workload on the heart in pumping blood and circulating it throughout the body. Therefore, a person with high blood pressure is at high risk of developing serious complications. According to the WHO, most people with hypertension worldwide live in low- and middle-income countries. Although the prevalence of hypertension is greater in older age groups, it does not mean that younger age groups are immune to hypertension. The purpose of this study was to determine the social determinants of health on the incidence of hypertension in productive age groups. This study used a literature review method. This study concluded that the risk factors for hypertension in productive age are lifestyle factors, which include low physical activity, high sodium consumption, low fiber consumption, smoking, and alcohol consumption; psychosocial factors, which include knowledge, attitude, and stress levels; and host factors, which include age, genetics, nutritional status, and history of comorbidities.
Co-Authors Abdu Fadli Assomadi Abdul Aziz Aditya Sukma Pawitra Agung Murti Nugroho Agustin, Avita Fitri Anggraeni, Jasmine Sukma Apriliya Ariyanti, Laily Auxilya Cahaya Putri Naswa Avita Fitri Agustin Avrellia, Leyli Bian Shabri Putri Irwanto Claradea Rizkiana Corie Indria Prasasti Dani Nasirul Haqi Dayinta Annisa Syaiful Desi Listianingsih Donny Ardyan Endang Dwiyanti Eny Rohmawati Fadholi, Firda Azkiya Nisa' Febrianto, Arry Firda Azkiya Nisa' Fadholi Fitri Anisai Rohmah Hafid, Indang Fauziah Hana’ Izdihar Hari Basuki Notobroto Husein Umarush Shiddiq Imam Safawi Ahmad, Imam Safawi Indang Fauziah Hafid Irwanto, Adella Saninah Putri Izdihar, Hana’ J Mukono J. Mukono J.Mukono Jassey, Babucarr Jati Pamungkas, Kurniawan Juliana Binti Jalaludin Juliana Jalaludin Keyza Cynthia Putri Priono Kezia Dwira Alexandra Kharisma, Immanuel Khuliyah Candraning Diyanah Kresnaya, Wildy Ariabima Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Lilis Sulistyorini Mahmudah Mahmudah Mohammad Apriyan Nugroho Muhammad Farid Dimjati Lusno Murti, I Gde Raju Sathya Muzakky, Achmad Nadira Gadis Safa Ianda Putri Naser, Mhd. Izzan Nastiti Ivory Putri Anggriyanto Nuzulul Kusuma Putri Parmawati, Rita Pradnyana Putra, I Dewa Gede Deva Prasetyo, Purnomo Tri Prawira, Tantra Dipta Purnomo Tri Prasetyo Putri Anggriyanto, Nastiti Ivory Putri Naswa, Auxilya Putri Naswa, Auxilya Cahaya R Azizah R Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah R. Azizah R.Azizah Ratna Dwi Puji Astuti Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani Retno Adriyani Ririh Yudhastuti Rizaldi, M Addin Rizkiana, Claradea Rosika Hartanto, Aldyan Saleh, Tania Ardiani Shinta Arta Mulia Soedjajadi Keman Sudarmaji SUDARMAJI SUDARMAJI Sudarmaji Sudarmaji Suryantoro, Satriyo Dwi Syafei, Arie Dipareza Tantra Dipta Prawira Valentara, Jelita Septy Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wulandari, Prisca Kiki Yeni Dhamayanti Yulfa Tiara Kencana Zida Husnina