p-Index From 2021 - 2026
8.711
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Jurnal Pelita Pendidikan Jurnal Pendidikan Indonesia Quagga Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Indonesian Journal of Biotechnology Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Pedagogi Hayati Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Bioedukatika Jurnal SOLMA Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi BULETIN AL-RIBAATH Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) SAP (Susunan Artikel Pendidikan) JURNAL BIOEDUCATION Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Community Empowerment ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Journal of Biology Learning Report of Biological Education Jurnal Borneo Akcaya : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Publik Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Jurnal Pendidikan MIPA Berita Biologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Kelayakan Media Pembelajaran Flipbook Digital Nepenthes spp. Kalimantan Barat Untuk Pembelajaran Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X: (Feasibility of Digital Flipbook Learning Media Nepenthes spp. West Kalimantan for Learning Biodiversity Materials for Class X) Nurhayati , Nurhayati; Rahayu, Hanum Mukti; Qurbaniah, Mahwar
BIODIK Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i1.40266

Abstract

Digital flipbook learning media can be used on material examples of biodiversity because it can display descriptions and images needed in the exploration of Indonesia's biodiversity, and in this study, researchers provided information on the diversity of Nepenthes spp. in the forests of West Kalimantan, the purpose of the study was to determine the feasibility of digital flipbook media Nepenthes spp. The form of research used in this study is research and development or research and development (R&D). This research and development adopts the development model developed by Alessi and Trollip, which refers to the production of a multimedia product for learning. In this study, three aspects are assessed by experts, namely media aspects, material aspects, and language aspects; the percentage of validator assessments in the media aspect is 91% with very valid criteria, in the material aspect is 90% with very valid criteria, and in the language aspect is 83% with very valid criteria, and based on the research that has been done, it can be concluded that the digital flipbook learning media on biodiversity material has very valid criteria and is suitable for use as a learning medium. Abstrak. Media pembelajaran flipbook digital dapat digunakan pada materi contoh keanekaragaman hayati karena dapat menampilkan deskripsi dan gambar yang diperlukan dalam eksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia, dan dalam penelitian ini peneliti memberikan informasi keanekaragaman Nepenthesspp. yang ada di hutan Kalimantan Barat, tujuan penelitian untuk mengetahui kelayakan media flipbook digital Nepenthes spp. kalimantan barat sebagai media pembelajaran pada materi Keanekaragaman Hayati  di kelas X SMA, Bentuk penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D), Penelitian dan pengembangan ini mengadopsi model pengembangan yang dikembangkan oleh Alessi dan Trollip, dimana model pengembangan ini merujuk pada menghasilkan suatu produk multimedia untuk pembelajaran. Pada penelitian ini terdapat tiga aspek yang jadi penilaian para ahli yaitu aspek media, aspek materi dan aspek bahasa, persentase penilaian validator pada aspek media yaitu 91% dengan kriteria Sangat Valid, pada aspek materi yaitu 90% dengan kriteria Sangat Valid, dan pada aspek bahasa yaitu 83% dengan kriteria Sangat Valid, dan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media pebelajaranFlipbook digital materi keaneragaman hayati memiliki kriteria sangat validdan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
PENGEMBANGAN BUKU SAKU ETNOBOTANI JAMU PASCA MELAHIRKAN PADA MASYARAKAT MELAYU KETAPANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Pranata, Arya; Rahayu, Hanum Mukti; Qurbaniah, Mahwar
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2025): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v9i1.451

Abstract

Selama bertahun-tahun, masyarakat Melayu Ketapang telah memanfaatkan jamu yang terbuat dari berbagai jenis tumbuhan untuk mempercepat pemulihan setelah melahirkan. Sebagai upaya untuk mengenalkan dan memperkenalkan tradisi tersebut, proses edukasi dilakukan melalui media buku saku. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan dan menilai respons siswa terhadap media buku saku yang dikembangkan. Analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation) merupakan lima langkah yang membentuk model ADDIE yang digunakan dalam Research and Development (R&D). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 5 Simpang Hilir. Dengan menggunakan skala Likert dengan rentang 1-5, analisis deskriptif digunakan untuk memeriksa hasil penelitian dengan melihat skor lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan materi mencapai 91,95% dengan kategori sangat layak, kevalidan bahasa 92,22% juga termasuk dalam kategori sangat layak, dan kevalidan media 97,33% dinilai sangat layak. Uji coba skala kecil menunjukkan respons sebesar 84,25%, sementara uji coba skala besar mencatatkan angka 87,75%. Berdasarkan temuan yang sangat positif ini, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran tersebut layak digunakan oleh pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Inovasi Produk: Pelatihan Diversifikasi Olahan Makanan Berbasis Fermentasi di Institut Kemahiran Islam Malaysia Sarawak Rahayu, Hanum Mukti; Qurbaniah, Mahwar; Lostari, Linda
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 6 No 1 (2025): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v6i1.29646

Abstract

Telaga Air Village in Kuching, Sarawak, possesses abundant fisheries and aquaculture resources. The Institut Kemahiran Islam Malaysia Sarawak (IKMAS), as a center for education and community engagement, can foster students’ entrepreneurial spirit by leveraging these local potentials. One concrete effort is providing training in the diversification of fermented food products. This program included the introduction of fish-based fermented products, practical training in fermented sambal production, packaging techniques, sterilization, and evaluation through participant response surveys. Results showed that 100% of participants had never attended similar training. About 83% found the material new and insightful, 72.5% considered it easy to replicate, and 87.5% rated the material delivery as clear. Additionally, 87.5% appreciated the accessibility of the venue, and the organizing committee received a 90% satisfaction rating. Overall, the average participant satisfaction level was 83.75%, categorized as excellent.
Pengembangan Media Pembelajaran Booklet Berbasis Etnobotani Sayuran Lokal Di Kecamatan Semitau: (Development of a Booklet-Based Learning Media on Local Vegetable Ethnobotany in Semitau District) Hadini, Dayang Nur; Amri, Ahmad Faisal; Rahayu, Hanum Mukti
BIODIK Vol. 11 No. 03 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i03.46880

Abstract

This study aims to develop an instructional medium in the form of a booklet based on the ethnobotany of local vegetables found in Semitau District, to be used as a learning resource on biodiversity for tenth-grade high school students. The background of this research is rooted in the lack of integration of local potential into the biology learning process in schools, which has resulted in students’ limited understanding of the importance of conserving biological resources in their surroundings. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the 4-D model, which was modified into a 3-D model consisting of define, design, and develop stages. The research procedure included needs analysis of teachers and students, identification of local vegetable species, and the design and validation of the booklet. Validation results by experts indicated that the developed booklet had a high level of validity, with an average score of 87.22% from media experts, 84.44% from material experts, and 78.44% from language experts. Trials conducted with students on a small and large scale showed highly positive responses, with percentages of 84.61% and 87.72%,respectively. Therefore, the ethnobotany-based local vegetable booklet developed in this study is considered highly valid and feasible to be used as a learning medium for biodiversity material.  Key words: Booklet, Ethnobotany, Local Vegetables, Biodiversity, Learning Media
Ethnobotany of traditional games in kapuas hulu regency as a source of biology learning Mariska, Sonia; Sunandar, Ari; Rahayu, Hanum Mukti
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bioedukatika.v13i2.29482

Abstract

Traditional games are a valuable resource for studying biology. Traditional games in Kapuas Hulu, such as bamboo toy guns (Dendrocalamus asper), wooden spinning tops, and necklace toys made from cassava stems (Manihot esculenta), illustrate how simple tools and plant-based materials are utilized in play activities. The purpose of this study is to identify the plants used in traditional games, the specific plant parts involved, and the potential of these games as learning tools for secondary and high school biology education. This research employs a qualitative descriptive method, including observation, interviews, and documentation. A total of 45 traditional games were examined, involving 29 different plant species. Bamboo (Dendrocalamus asper) and cassava (Manihot esculenta) were among the most frequently used plants in these games. The study found that traditional games hold high potential as biology learning resources, with a score of 99.47%.
Etnobotani Tanaman Aromatik Suku Melayu Sambas Sebagai Sumber Belajar Kontekstual Biologi SMA: (Ethnobotany of Aromatic Plants of The Malay Sambas Tribe as a Conetxtual Learning Resource for High School Biology) Sandi, Friti May; Rahayu, Hanum Mukti; Sunandar , Ari
BIODIK Vol. 10 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v10i4.38636

Abstract

The Sambas Malay tribe utilizes aromatic plants for traditional, medicinal, and culinary purposes. This research aims to identify the aromatic plant species used by the Sambas Malay tribe and evaluate their potential as a biology learning resource. Using an ethnographic approach with qualitative methods, data were collected through interviews, observations, documentation, identification, and questionnaires. The results revealed 26 species from 18 plant families that are used in the traditional, medicinal, and culinary practices of the Sambas Malay tribe. These aromatic plants were considered valuable as a biology learning resource, receiving a score of 72% based on responses from teachers. This material can be applied in biodiversity lessons for 10th-grade high school students (SMA). Abstrak. Suku Melayu Sambas memanfaatkan tanaman aromatik untuk tradisi, pengobatan, dan kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tanaman aromatik yang digunakan oleh suku Melayu Sambas dan menilai potensinya sebagai sumber belajar biologi. Menggunakan pendekatan etnografi dengan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, identifikasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 spesies dari 18 famili tumbuhan teridentifikasi dalam tradisi adat, pengobatan, dan kuliner suku Melayu Sambas. Tanaman aromatik tersebut dinilai layak menjadi sumber belajar biologi dengan skor 72% berdasarkan angket respon dari guru. Materi ini dapat diterapkan dalam pembelajaran keanekaragaman hayati untuk kelas X SMA.
Komparasi Pendekatan Brainstorming Teknik Round-Robin dengan Pendekatan Saintifik Metode Diskusi terhadap Kemampuan Berpikir Kritis & Keaktifan Siswa Rifa, Maryani Sabda; Rahayu, Hanum Mukti; Setiadi, Anandita Eka
Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2023): Bioedusiana
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi - Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bioed.v8i1.6386

Abstract

Pembelajaran daring di SMA Negeri 2 Simpang HIlir selama  pandemi covid-19 menyebabkan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan belajar siswa berkurang.  Belajar tatap muka baru dilaksanakan pada semester ganjil TA 2022/2023. Hal tersebut terlihat dari  kemampuan berpikir kritis dan keaktifan belajar siswa tersebut masih kurang, dihat dari kemampuan menyampaikan pendapat, melakukan tanya jawab, dan diskusi. Sehingga diperlukan pendekatan dan metode pembelajaran yang dapat memacu kemampuan berpikir kritis dan keaktifan siswa.  Salah satunya  menggunakan pendekatan brainstorming teknik round-robin dan pendekatan saintifik metode diskusi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan siswa dengan kedua pendekatan dan metode tersebut. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan  bentuk nonequivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik sample random sampling dengan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen 1 dan  XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen 2. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan siswa di kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Nilai Gain kemampuan berpikir kritis  kelas eksperimen 1 lebih tinggi (10,19) disbanding  kelas eksperimen 2 (5,36) dengan hasil uji U Mann-Whitney 0,825 (tidak terdapat perbedaan). Keaktifan siswa kelas eksperimen 1 lebih tinggi (70,45) dibandingkan kelas eksperimen 2 (54,45) dengan hasil uji U Mann-Whitney yaitu 0,914 (tidak terdapat perbedaan). Dapat disimpulkan terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan siswa yang ajar menggunakan pendekatan brainstorming teknik round-robin dibandingkan dengan yang diajar menggunakan pendekatan saintifik metode diskusi, tetapi dari hasil uji statistik menunjukan kedua pendekatan tidak menunjukan perbedaan yang signifikan.
The Potential of Sambas Malay Saprahan Tradition as a Culture-Based Biology Learning Resource Andayani, Fitri; Setiadi, Anandita Eka; Rahayu, Hanum Mukti
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 25, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of modernisation makes a person forget his identity and identity as an Indonesian nation, so that it can result in the loss of noble cultural values and local traditions that risk resulting in the loss of cultural identity, one of which is saprahan which is a tradition of eating together in the Sambas Malay tribe. This study aims to identify plants and animals in the Malay saprahan tradition as a culture-based biology learning resource and analyse the potential of the saprahan tradition as a learning resource. The research method used is descriptive-explorative method, data collection through interviews, observation, identification, and response questionnaire. The results showed that there were 11 dishes in the saprahan tradition that used 20 types of plants and 5 types of animals. The results of the study are in accordance with the material classification of living things, food production, biodiversity. Diversity in the Sambas Malay saprahan tradition has the potential as a culture-based biology learning resource with an average score of 85% (Very Feasible).        Keywords: malay tribe sambas, learning resources, sarahan tradition.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v25i3.pp1532-1548
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI PREZI SEBAGAI MEDIA PRESENTASI DENGAN PENDEKATAN ELABORASI PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DI KELAS XI SMA Ririn, Asma; Sunandar, Ari; Rahayu, Hanum Mukti
BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 16, No 2 (2025): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v16i2.9919

Abstract

One of the main obstacles in the teaching and learning process at MA Darul Ulum is the low student interest in learning due to the use of conventional and abstract media, such as textbooks. This study aims to determine the validity and student responses toward learning media developed using the Prezi application with an elaboration approach. The research employed a Research and Development (R&D) design based on the 4D model, which consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. Data analysis was conducted descriptively based on expert validation and student response questionnaires. The results of the media validation showed scores of 87.96% from media experts, 85% from material experts, and 91.67% from language experts, all of which fall into the “very valid” category. Field test results indicated that the elaboration-based Prezi media effectively enhanced students’ learning outcomes. Student response questionnaires obtained percentages of 91.91% in the small-scale trial and 89.89% in the large-scale trial, both categorized as “very good.” Based on these findings, the elaboration-based Prezi media is considered valid, practical, and effective for use in teaching the human respiratory system topic in senior high school biology.
INVENTARISASI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA TENUN CORAK INSANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Airlangga, Liyu Vani Aji; Rahayu, Hanum Mukti; Sunandar, Ari
BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 16, No 2 (2025): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v16i2.8963

Abstract

The gill-pattern woven fabric is a traditional textile originating from Pontianak City. However, the use of chemical dyes in the dyeing process has negative impacts on the environment. As a result, natural dyes have regained popularity due to their environmentally friendly properties. Natural dyes are generally derived from various plant parts, such as wood, bark, roots, root bark, seeds, seed coats, leaves, and flowers.  This study employed a descriptive research design with an exploratory approach, aiming to collect data on the types of plants used in producing natural dyes for gill-pattern woven fabrics. Data were collected through interviews with traditional weaving artisans in Batulayang Village, Gang Sambas. The research also included the documentation and inventory of natural dye sources used in the past. The findings showed that the gill-pattern woven fabric has great potential as a local learning resource, with a feasibility percentage of 93.5%. Furthermore, eight plant species were identified as traditional sources of natural dyes historically used in the weaving process. These results highlight the cultural and educational value of gill-pattern weaving and the potential of natural dyes in supporting sustainable textile production.
Co-Authors . Khairawati ., kusnani Abduh Ridha Adi Pasah Kahar Adi Pasah Kahar Agistha Wulandari agung setiawan Ahmad Faisal Amri Ahmad Faisal Amri Airlangga, Liyu Vani Aji Amboni Amri, Ahmad Faisal Ananda, Dea Putri Anandita Eka Setiadi Andayani, Fitri Anis Uswatun Khasanah Apriani, Resti Ari Sunandar Ari Sunandar Ari Sunandar Ari, Sunandar Arif Didik Kurniawan Arif Didik Kurniawan Arif Didik Kurniawan Asif Alexander Aulia, Fitri Dayanti Aulianti, Dita Dede Sunarya Dedeh Kurniasih Dedeh Kurniasih Delva Hernanda Diana Diana Diana Diana Eka Rahmawati Danu Putri Febriyanti, Nisa Fiqih, Febriana Nur Fitria Amalia Fitriani Fitriani Hadini, Dayang Nur Hayadi, Arif Ergi Helda Susanti Herditiya, Herditiya HUSNUL KHOTIMAH Ibrahim, Khairunnisa Ike Viki Dwi Astuti Ismawati Ismawati Julianti Julianti, Julianti Karmila Karmila Kessi Hafsah Khairul Mubarak Khasanah, Novita Uswatun Khastuti, Dilla Khoirun Nisa Khozizah Khozizah Langkah Sembiring LANGKAH SEMBIRING Linda Lostari Lostari, Linda Mahwar Qurbaniah Mahwar Qurbaniah Mahwar Qurbaniyah Mardhatillah, Machicha Icha Mardjan Mardjan Mariska, Sonia Marlenywati Marlenywati Masashi Kawaichi Mauri Adisti Mediani Meli Maria Mitha Gita Isvida Mizan, Mizan Mubarak, Khairul Muldayanti, Nuri Dewi Mutia ulyanti Mutia Muzdhalifah Nabila Nengsih Nengsih Ningsih, Sri Hadi Nur Hafiza Nurdiana Nurdiana Nurhayati , Nurhayati Nurliza Nurliza Nurul Fahriza pangesty, anggy tia Pranaka, Resky Nanda Pranata, Arya Pratama Amanda Puspita, Avisha Putri, Wahyu Aristyaning Qurbaniah, Mahwar Qurbaniah, Mahwar Raden Salwa Rahmah, Adnin Riandi, Dirga Mahardika Rifa, Maryani Sabda RINI RINI Ririn, Asma Rusiana, Maya Safitri Anggraeni Sandi, Friti May Sari, Wita Kusuma Sarinah Sarinah Selviana Setadi, Anandita Eka Setiawati, Ety Siti Ardiyanti siti Ardiyanti, siti Sonia Srihanaty Srihanaty Sudarti Sunandar , Ari Sunandar, Ari Sunandar, Ari Susilowati Susilowati Tania, Rahmayana Dwi Vivi Julia Kartika Wahyu Aristyaning Putri Widiya Puji Astuti Winda Rahman Witri Saidini mukti Melani Yekti Asih Purwestri yudiaztu panca