Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Manajemen Mutu dalam Peningkatan Kinerja Guru untuk Mewujudkan Lulusan SMA Swasta yang Unggul Agung Hardianto Wibowo; Nana Herdiana Abdurrahman; Agus Mulyanto; Imam Asrofi
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan gambaran tentang Manajemen Mutu dalam Peningkatan Kinerja Guru untuk Menghasilkan Lulusan yang Unggul dan Berdaya Saing di SMA Islam Al Kahfi Bogor dan SMA Mentari Ilmu Karawang. Penelitian ini didasarkan pada teori manajemen mutu Deming, konsep peningkatan kinerja, dan prinsip pengembangan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, di mana informan utama terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan yang memiliki peran dalam pengelolaan mutu pendidikan di kedua sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen untuk mendapatkan data yang komprehensif mengenai strategi peningkatan kinerja guru. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik, yang melibatkan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategis telah disusun dengan matang melalui rencana kerja sekolah yang terstruktur dan mencakup berbagai program peningkatan mutu guru. Organisasi dan pengelolaan tenaga pendidik dilakukan melalui pembentukan tim pelaksana yang bertanggung jawab atas peningkatan kinerja guru. Pelaksanaan program mencakup pendampingan guru secara rutin, seminar motivasi, serta evaluasi berkala. Tantangan internal dan eksternal telah diidentifikasi, disertai dengan strategi penyelesaian masalah yang sesuai. Keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program diperkuat, dengan menekankan transparansi dan akuntabilitas sebagai prinsip utama dalam evaluasi dan pelaporan kinerja.
Teknik Humor Paronomasia dalam Konten Tiktok @daffaariqqqq dan Kaitannya dengan Bahan Ajar Teks Anekdot Mulyanto, Agus; Firmansyah, Arif; Khoiriyah, Syifa Zulfatul; Lestari, Sri Ayu
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1617

Abstract

This study aims to describe the paronomasia humor technique in the TikTok content of the @daffaariqqqq account and its relationship to anecdotal text teaching materials in Indonesian language learning in high school. This research method is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of documentation and note-taking. The research data source is a TikTok video of the @daffaariqqqq account containing paronomasia-based humor elements, including polysemy and homonymy. Data were analyzed through data reduction and categorization to identify the forms of paronomasia that emerged. The results show that the paronomasia humor techniques used include word shifts and expansions, the use of figurative and literal language, foreign language influences, absolute homonymy, and partial homonymy. This technique has the potential to be used as anecdotal text teaching materials, helping students understand the double meaning of language, enhancing language creativity, and presenting contextual and relevant humor. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik humor paronomasia dalam konten TikTok akun @daffaariqqqq serta kaitannya dengan bahan ajar teks anekdot pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan catat. Sumber data penelitian adalah video TikTok akun @daffaariqqqq yang mengandung unsur humor berbasis paronomasia, meliputi polisemi dan homonimi. Data dianalisis melalui reduksi dan kategorisasi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk paronomasia yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik humor paronomasia yang digunakan meliputi pergeseran dan perluasan kata, penggunaan bahasa figuratif dan literal, pengaruh bahasa asing, homonimi absolut, dan homonimi parsial. Teknik ini berpotensi dijadikan bahan ajar teks anekdot, membantu peserta didik memahami makna ganda bahasa, meningkatkan kreativitas berbahasa, serta menghadirkan humor yang kontekstual dan relevan.
Implementing Total Quality Management to Enhance Vocational School Graduates' Competitiveness: A Case Study in West Java Deddy Hermadi; Endang Komara; Agus Mulyanto; Ahmad Khori
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i4.4437

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the implementation of Total Quality Management (TQM) in increasing the competitiveness of Vocational High School (SMK) graduates in West Java. This topic is important because it is a strategic effort to bridge the gap between vocational education and the needs of dynamic industries. This study uses a qualitative approach to deeply understand how industrial internship programs are integrated into the curriculum and their impact on students and the school's relationship with industry. Data was collected through observation, interviews with the vice principal for curriculum, and document analysis. The data source came from SMK Negeri 9 Bandung City and SMK Negeri 1 Cimahi City which were selected using purposive sampling techniques. Data analysis is carried out interactively and continuously through data reduction, data presentation, and conclusions drawn. Case studies in two vocational schools show that the PDCA (Plan, Do, Check, Action) cycle has been implemented systematically. However, challenges still arise in terms of synchronizing the curriculum with industry needs and resource limitations. The findings show a significant increase in the readiness of graduates to enter the world of work. This study concludes that TQM can be an effective framework for improving the quality of vocational education, provided that it is supported by conducive policies and stronger collaboration between schools, industry, and the government.
Antusiasme dan Kreativitas Siswa Kelas X Sekolah Penggerak dalam Menulis Cerpen melalui Meniru dan Memodifikasi Asep Nurjamin; Agus Mulyanto; Lucky R. Nurjamin; Yustika Nur Fajriah
Anufa Ikaprobsi Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v3i1.106

Abstract

Rendahnya antusiasme dan kreativitas siswa kelas X dalam menulis cerpen, bahkan di Sekolah Penggerak yang seharusnya menjadi pusat inovasi pembelajaran, menunjukkan adanya permasalahan serius dalam strategi pengajaran sastra. Banyak siswa kesulitan memulai tulisan, mengembangkan alur, serta mengekspresikan ide secara orisinal, yang mengakibatkan rendahnya kualitas karya. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan model meniru dan memodifikasi dalam meningkatkan antusiasme dan kreativitas siswa menulis cerpen. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif, melibatkan siswa kelas X di satu Sekolah Penggerak sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes menulis cerpen, dan dokumentasi karya siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif dan komparatif untuk melihat perubahan sebelum dan sesudah penerapan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap peniruan terhadap teks teladan memberikan stimulus awal yang efektif, sementara tahap modifikasi mendorong siswa mengintegrasikan ide pribadi ke dalam kerangka cerita yang telah dipahami. Peningkatan terlihat pada aspek kohesi, koherensi, kekayaan kosakata, serta variasi ide cerita. Selain itu, antusiasme siswa meningkat signifikan, tercermin dari partisipasi aktif dalam diskusi dan kolaborasi kreatif. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa model meniru dan memodifikasi efektif sebagai strategi pembelajaran menulis cerpen, sekaligus relevan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kreatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.
PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL PADA LEMBAGA KAZAMA Endang Komara; Agus Mulyanto; Zahra Zahra; Muhammad Herlingga; Aldi Putra Pangestu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.%p

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Lembaga KAZAMA Kabupaten Bekasi dengan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran berbasis digital bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan kemampuan pendidik, terapis, dan pendamping dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan anak. Padahal, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan inklusif memiliki peran penting dalam membantu proses belajar menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan fleksibel. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam merancang serta menggunakan media pembelajaran digital sederhana untuk mendukung proses pembelajaran ABK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-aplikatif melalui pelatihan, workshop, diskusi, simulasi, praktik langsung, dan pendampingan. Peserta kegiatan terdiri atas guru, terapis, pendamping, serta orang tua di lingkungan Lembaga KAZAMA. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kompetensi peserta dalam penggunaan media digital, tersusunnya modul pelatihan, terciptanya contoh media pembelajaran digital sederhana, serta terbentuknya rencana tindak lanjut penggunaan teknologi dalam pembelajaran secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas layanan pembelajaran bagi ABK di Lembaga KAZAMA menjadi lebih inklusif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan
The Use of Tps in EFL Classroom Activities to Reduce Situation Specific Speaking Anxiety in Delivering Ads Materials Cece Hidayat; Muhammad Andriana Gaffar; Agus Mulyanto; Mustadim Wahyudi; Nenden Ismaurah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7888

Abstract

The possible causes of situation-specific speaking anxiety include fear of making mistakes, lack of confidence, and anxiety about speaking in front of peers or the teacher. Teachers need to find effective strategies to help students reduce speaking anxiety. This study employed qualitative research with a case study method. The data was collected through observations, questionnaires, and interviews. The participants were 18 students from the 10th grade. Based on the research results, the Think-Pair-Share strategy can be used as one of the methods to reduce situation-specific speaking anxiety. The use of this strategy as a teaching method has helped students reduce their anxiety and therefore improve their speaking ability. Students' responses showed that this strategy can: (1) Increase self-confidence, (2) Reduce anxiety, (3) Improve oral communication skills, (4) Provide enjoyable activities, and (5) Increase students' motivation to speak English in class.
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Fonologi Bahasa Indonesia Pada Penutur Bahasa Korea di Media Youtube Agus Mulyanto; Moh Rakhmat; Sri Mulyani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.7835

Abstract

The aim of this research is to analyze language errors in phonetics in the use of Indonesian by foreign speakers and as a guide or reference in learning Indonesian for foreign speakers. The data obtained was taken from one of the video content on the Hello82 YouTube channel with guest star NCT DREAM. The research method uses descriptive qualitative by collecting data analyzing errors in language, recording and describing all the data, analyzing in more detail and describing errors in each data, classifying each data in phonetic studies. Phonetics is a field of study in language that focuses on the mechanisms and speech sounds produced by the speech apparatus. There are 24 Indonesian words that have errors in pronunciation. Language errors made by speakers include the vowel phonemes /a/, /i/, /u/, /e/, /ə/, and /o/ while the consonant phonemes /i/, /k/, /g/ , /n/, /r/, /p/, /t/, and /b/. Based on the form of sound change, it is divided into 18 forms of sound change, 10 forms of adding phoneme sounds, and 4 forms of removing phoneme sounds. From this research, the forms of phoneme sound changes include neutralization, vowel harmonization, assimilation, aspiration, epenthesis anaphtysis, paragog anaptysis, apocope contractions, and syncope contractions. Errors that occur can be influenced by the speaker's native grammar or the speaker's habits. In the rules of the Korean language, there are several phonemes that are pronounced and written the same, following the rules of the language. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan berbahasa dalam fonetik pada penggunaan bahasa Indonesia oleh penutur asing dan sebagai pedoman atau acuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Data yang diperoleh diambil dari salah satu konten video yang ada pada kanal Youtube Hello82 dengan bintang tamu NCT DREAM. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data analisis kesalahan dalam berbahasa, mencatat dan menguraikan keseluruhan data, menganalisis lebih detail dan mendeskripsikan kesalahan setiap data, mengklasifikasikan setiap data dalam kajian fonetik. Fonetik merupakan suatu bidang kajian dalam bahasa yang berfokus pada mekanisme dan bunyi ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap. Terdapat 24 kata bahasa Indonesia yang mengalami kesalahan dalam pengucapan. Kesalahan berbahasa yang diucapkan oleh penutur antara lain pada fonem vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /ə/, dan /o/ sedangkan pada fonem konsonan /i/, /k/, /g/, /n/, /r/, /p/, /t/, dan /b/. Berdasarkan bentuk perubahan bunyi dibagi menjadi 18 bentuk perubahan bunyi, 10 bentuk penambahan bunyi fonem, dan 4 bentuk penghilangan bunyi fonem. Dari hasil analisis pada penelitian ini, terdapat bentuk perubahan bunyi fonem yang berbeda diantara lain adanya netralisasi, harmonisasi vokal, asimilasi, aspirasi, anaptiksis epentesis, anaptiksis paragog, kontraksi apokop, dan kontraksi sinkop. Kesalahan yang terjadi dapat dipengaruhi dari tata bahasa asli penutur ataupun kebiasaan penutur. Pada aturan bahasa Korea terdapat beberapa fonem yang pengucapan dan penulisannya sama, mengikuti aturan bahasanya.
Bentuk dan Jenis Komunikasi Bernada Ujaran Kebencian (Studi Kasus Terhadap Postingan dan Komentar Pada Akun Instagram @Nyinyir_Update_Official) Agus Mulyanto; Aneu Nuraeni; Siska Mareti Maulani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.6099

Abstract

Language is a very important communication tool for humans to interact. One of the tools used to communicate is social media. It is undeniable that at this time on social media there is often the use of language deviations such as hate speech. This research focuses on analyzing the forms and types of hate speech in posts and comments on the @nyinyir_update_official Instagram account. The approach used is a qualitative approach with descriptive methods. The data collection technique was carried out using reading and note-taking techniques. Data is obtained from comments on @nyinyir_update_official Instagram account posts that contain hate speech. The results of the study show that the hate or dislike response is the creative impetus for creative language expression. Creative in finding different ways to berate or blaspheme. The technique used is to use referents that are nuanced with negative meanings. The technique used is to use referents that are nuanced with negative meanings. There are nine types of referents used to express hatred, namely: (1) circumstances 32 utterances, (2) animals 13 utterances, (3) body parts 23 utterances, (4) objects 10 utterances, (5) activities 4 utterances, (6) spirits 6 utterances, (7) kinship 10 utterances, (8) profession 4 utterances, (9) exclamation 2 utterances. Judging from the form, the core of hatred is expressed in words, phrases, and clauses as follows: (1) words as many as 28 hate speeches, (2) phrases 35 hate speeches, and (3) clauses 37 hate speech data. AbstrakBahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi manusia untuk berinteraksi. Salah satu sarana yang digunakan untuk berkomunikasi yaitu media sosial. Tidak dipungkiri pada masa ini di media sosial sering terjadi penggunaan penyimpangan berbahasa seperti ujaran kebencian. Penelitian ini berfokus pada analisis bentuk dan jenis ujaran kebencian pada postingan dan komentar di akun Instagram @nyinyir_update_official. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Data diperoleh dari komentar pada postingan akun instagram @nyinyir_update_official yang mengandung ujaran kebencian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa respons benci atau tidak suka merupakan dorongan kreatif membuat ungkapan bahasa kreatif. Kreatif dalam menemukan berbagai cara mencaci atau menghina. Teknik yang digunakan adalah menggunakan referen yang bernuansa makna negatif. Ada sembilan jenis referen yang digunakan untuk mengungkapkan kebencian, yaitu: (1) keadaan 32 ujaran, (2) binatang 13 ujaran, (3) bagian tubuh 23 ujaran, (4) benda 10 ujaran, (5) aktivitas 4 ujaran, (6) makhluk halus 6 ujaran, (7) kekerabatan 10 ujaran, (8) profesi 4 ujaran, (9) seruan 2 ujaran. Dilihat dari bentuknya, inti kebencian itu diungkapkan dengan kata, frasa, dan klausa sebagai berikut: (1) kata sebanyak 28 ujaran kebencian, (2) frasa 35 ujaran kebencian, dan (3) klausa 37 data ujaran kebencian.
Co-Authors Aa Aman Abdur Rahman M Ilyas Achmad Mudrikah Achmad Sanusi Agung Hardianto Wibowo Agus Nurkholiq Agus Ruswandi Ahmad Khori Ahmad Yani Ai Asiah Ai Dudu Duriawati Ai Sumarni Aldi Putra Pangestu Ali Mustofa Alifah Indalika Mulyadi Razak Amir Supriatna Amit Saepul Malik Andarini Rani Probowati Aneu Nuraeni Arif Firmansyah Arum Maslichah Asep Nurjamin Bagaskoro Barlian, Ujang Cepi Belina Anggia Gustami Budi Hermawan Caridin Caridin Cas Fitrianingsih Cece Hidayat Chikal Anugrah Putra Naisabur Cucu Suwandana Daris Yolanda Sari Deddy Hermadi Dery Jamaludin Basari Dita Humaeroh Eka Yuli Astuti Endang Komara Entin Kartini Entuy Kurniawan Erry Hendriawan Ervin Aulia Rachman F. X. Wibathsuh Bambang Wiedjanarko Fidya Arie Pratama Fuad Rinaldi Gaffar, Muhammad Andriana H Ahd Fauzi H Majeri H Taufikurrahman Hadi Laksono Hanafiah Hani Hadiati Pujawardani Hendi Suhendraya Muchtar Husen Saeful Insan Ihsan Mustofa Iim Wasliman Iin Indra Nuraeni Iis Suryani Ike Kurniati Ikka Kartika Abbas Fauzi Ikka Kartika AF Imam Asrofi Iman Saifullah Ira Gustira Rahayu Ismail Hasim Isnaeni Ina Nur Aina Jalaluddin Jalaluddin Jamaluddin Malik Khoiriyah, Syifa Zulfatul Khoirul Anwar Kingking Muttaqien Kustati Kustati Lestari, Sri Ayu Lilis Mulyani Setiasari Lilis Suandari Lucky R. Nurjamin M Firman S M Matin S Machrus Alie Maesaroh Mahmud Farid Marpuah Marpuah Masyudi Miftahussalam Miftahussalam Moh Rakhmat Mohammad Hasan Muhammad Herlingga Muhammad Nawawi Fathullah Muhammad Nurbih Abdullah Muhammad Saleh Suaidy Muhammad Sanny Mujiyatna Mulyono Mulyono mustadim wahyudi N. Dede Khoeriyah Nana Herdiana Abdurrahman Nani Sintiawati Nenden Ismaurah Neneng Yety Hanurawaty Normansyah, Asep Deni Nunung Kurniasih Nur Devi Yusiawati Gumelar Okke Rosmala Dewi Popi Siti Ichsanniaty Prihatining Tyas Rakhmat, Moh Ratih Purnamasari Reni Marlina Rhani Sri Ervina Rinrin Siti Maemunah Riska Irnawati Ruswandi, Riki Saktika Rohmah Fajarwati Saliha Sebgag Santy Christinawati Sayid Muhammad Rifqi Noval Selvia Saefullah Sevi Lestari Sidiq Aulia Rahman Siska Mareti Maulani Siti Honiah Mujiati Siti Saadah Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Tubillah Noor Suryana Sumantri Sutaryat Trisnamansyah Sylviana Stefanie Tamaulina Br Sembiring Taufik Taufik Teti Ratnawulan Tita Agustini Ulfiah Ulfiah Ulfiah Ulfiah Uus Sopandi Wahyu Purnama Warta, Waska Yoga Budi Santoso Yosephina Ardiani Septoati Yustika Nur Fajriah Zahra Zahra