Putri, Risma Aliviani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

GERAKAN REMAJA SEHAT DAN PRODUKTIF (GERATIF) SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PERILAKU BERESIKO REMAJA Risma Aliviani Putri; Puji Lestari; Ika Nilawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.2 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.629 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i1.519

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa yang ditandai oleh perubahan fisik umum serta perkembangan kognitif dan sosial Remaja mudah dipengaruhi oleh teman sebaya dan media sosial sehingga rawan terpengaruh oleh perilaku yang tidak sehat, atau mendapatkan informasi kesehatan dan gizi yang tidak benar (Perialku beresiko) Pelaksanan kegiatan dilaksnakan di SMK Yasemi Karang Rayung Purwodadi dengan metode pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan tentang perilaku beresiko remaja dan upaya pencegahanya dengan pelaksanaan aktivitas fisik berupa olahraga yoga yang terbagi menjadi 2 tahap   pelaksanaan.   Instrumen   pengumpulan   data  berupa  kuesioner.                                            Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar 77.40 % perempuan dan 22.50% laki-laki,Sebagian  besar berumur < 17 Tahun 81 % dan > 17 tahu 19 %. Pengetahuan tentang perilaku beresiko remaja sebelum diberi pendidikan kesehatan yaitu sebagian besar berpengetahuan kurang (53,8%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar menagalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (67,8%). Perilaku beresiko yang dilakukan remaja adalah yang merokok16.13 %, konsumsi makanan dengan gizi tidak seimbang 79.03%. Kegiatan aktivitas fisik telah diajarkan berupa gerakan yoga dasar dan remaja sangat antusias mempraktikkan dan  melaksanakan yoga dirumah masing-masing.GERATIF merupakan salah satu upaya preventif/pencegahan perilaku beresiko remaja yang dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku beresiko remaja Kata Kunci : GERATIF, Remaja, Perilaku beresiko
Sekolah Zero Bullying dengan Penguatan Pendidikan Karakter di SMK Nusa Persada Tengaran Isfaizah; Risma Aliviani Putri; Ari Widyaningsih
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2281

Abstract

The rise of cases of violence that occur, especially at school age, makes parents and educators worry about their children's future. According to the Program for International Students Assessment (PISA) in Indonesia in 2018 as many as 41% of students had experienced bullying (bullying). In the same year, Indonesia was also in 5th position out of 78 countries with the most bullied students. This figure is truly ironic in the midst of the function of schools as a place to seek knowledge, develop one's potential and achievements, educate personal character, but instead they are used as a place to show off and bully their friends which causes the destruction of our generation. One way to prevent and create schools that have zero bullying is to strengthen character education among students. This community service aims to strengthen and increase students' knowledge about character education. This community service activity was held on March 7 2023 at Nusa Persada Tengaran Vocational School, which was attended by 46 class XI students with great enthusiasm. The methods used are lectures, discussions and character strengthening games. Activities given to strengthen the character of students is to provide strengthening of character education with character development material, forms of juvenile delinquency and bullying. Knowledge of students before being given health education about strengthening character education has a minimum value of 6 and a maximum of 9 and an average value of 7.75, and after being given health education there is an increase in adolescent knowledge about strengthening character education with an average score of 8.85, with a minimum score of 7 and a maximum of 10. This shows that this service activity is able to strengthen and increase students' knowledge about character education. It is hoped that activities that build the character of students like this can be carried out continuously to increase the positive character of students.   ABSTRAK                 Maraknya kasus kekerasan yang terjadi khususnya pada usia anak sekolah membuat kalangan orang tua dan para pendidik khawatir terhadap masa depan anak. Menurut Programme for Internasional Students Assesment (PISA) di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 41% siswa pernah mengalami perundungan (bullying). Di tahun yang sama, Indonesia juga berada pada posisi ke-5 dari 78 negara dengan murid yang mengalami perundungan paling banyak. Angka ini sungguh menjadi ironi di tengah fungsi sekolah sebagai tempat mencari ilmu, mengembangkan potensi dan prestasi seseorang, mendidik karaktek pribadi, namun dijadikan malah menjadi tempat ajang unjuk gigi dan membully temannya yang menyebabkan hancurnya generasi kita. Salah satu cara untuk mencegah dan mewujudkan sekolah yang zero bullying adalah dengan menguatkan pendidikan karakter di kalangan siswa/siswi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan dan meningkatkan pengetahuan siswa/siswi tentang pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini pada tanggal 7 maret 2023 di SMK Nusa Persada Tengaran, yang diikuti oleh 46 siswa/siswi kelas XI dengan antusiasme yang tinggi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan game penguatan karakter. Kegiatan yang diberikan untuk menguatkan karakter siswa/siswi adalah dengan memberikan penguatan pendidikan karakter dengan materi pengembangan karakter, bentuk kenakalan remaja dan bullying.  Pengetahuan siswa/siswi sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang penguatan pendidikan karakter nilai minimal 6 dan maksimal 9 serta nilai rata-rata 7.75, dan setelah diberikan Pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang penguatan Pendidikan karakter dengan rata-rata nilai sebesar 8.85, dengan nilai minimal 7 dan maksimal 10. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini mampu menguatkan dan meningkatan pengetahuan siswa/siswi tentang pendidikan karakter. Diharapkan kegiatan yang membangun karakter siswa/siswi seperti ini dapat dilakukan secara continue untuk meningkatkan karakter positif peserta didik.
Hubungan Pola Pemberian Makan Balita dengan Status Gizi di Posyandu Karang Jati : The Relationship of Toddler Feeding Pattern with Nutritional Status in Karang Jati Posyandu Bergas District Riska Susanti; Risma Aliviani Putri
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.354

Abstract

Feeding pattern is a person's behavior that can affect nutritional status Diet pattern can provide an overview of nutritional intake including the type, amount, and schedule in fulfilling nutrition The pattern of feeding toddlers will affect health in the future. The principle of nutritional needs at each age is different. Children aged 1-3 years are passive consumers, the nutritional needs of children aged 1-3 years depend on the nutrition provided by the mother. The problem of incorrect feeding or improper feeding can impact toddler nutrition. This study aims to determine the relationship between toddler feeding patterns and nutritional status at the Karang Jati Posyandu, Bergas District.Research using analytical methods with cross sectional approach. The population and sample in this study were 47 mothers who had toddlers and 47 toddlers aged 12-60 months in the Karang Teak Posyandu Bergas District. The sampling technique uses total sampling. Data collection tool used a feeding pattern questionnaire that adopted from previous studies that had been valid and reliable, while for nutritional status assessment using digital scales / dancing to measure BB statistical tests were analyzed with chi-square test (x2) with a significant level (α) = 0.05.The results of the study showed an overview of feeding patterns for toddlers in the Karang Jati Posyandu, Bergas sub-district, out of a total of 47 respondents, the majority were in the good category, with a total of 29 people (61.7%). category of good nutritional status with a total of 37 people (78.72%) The chi-square test shows the value of ρ = 0.002 > from the value of α 0.05 there is a relationship between toddler feeding patterns and nutritional status. The conclusion from the results of research that has been done is that there is a relationship between toddler feeding patterns and nutritional status. It is expected that mothers in providing a diet pay attention to efforts to improve their diet, by providing unique foods to attract the attention of toddlers (nutritious).   ABSTRAK Pola pemberian makan merupakan perilaku seseorang yang dapat mempengaruhi status gizi Pola makan dapat memberikan gambaran asupan gizi mencakup jenis, jumlah, dan jadwal dalam pemenuhan nutrisi Pola pemberian makan balita akan berpengaruh terhadap kesehatan dimasa depan Prinsip kebutuhan nutrisi setiap usia berbeda-beda. Anak pada usia 1–3 tahun bersifat konsumen pasif, kebutuhan nutrisi anak usia 1-3 tahun tergantung pada nutrisi yang disediakan oleh ibu. Masalah pemberian makan yang salah ataupun pemberian makan yang tidak sesuai dapat berdampak gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan balita dengan status gizi di posyandu karang jati kecamatan bergas. penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah adalah 47 ibu yang mempunyai balita dan 47 balita usia 12-60 bulan diposyandu karang jati kecamatan bergas. Adapun teknik sampling menggunakan total sampling. . Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pola pemberian makanan yang mengadopsi dari penelitian sebelumnya yang telah valid dan reliabel, sedangkan untuk penilaian status gizi mengguanakan timbangan digital/dancing untuk mengukur BB uji statistik  dianalisis dengan uji chi-square (x2) dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Hasil penelitian didapatkan gambaran pola pemberian makan pada balita di posyandu karang jati kecamatan bergas dari total 47 responden sebagian besar kategori baik dengan jumlah 29 orang (61,7%) gambaran status gizi pada balita di posyandu karang jati kecamatan bergas dari total 47 responden sebagian besar kategori status gizi baik dengan jumlah 37 orang sa(78,72%)Uji chi-square menunjukkan nilai ρ = 0,002 > dari nilai α 0,05 ada hubungan antara pola pemberian makan balita dengan status gizi. Kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan adalah ada hubungan antara pola pemberian makan balita dengan status gizi.Diharapkan kepada ibu dalam memberikan pola makan memperhatikan  upaya-upaya untuk meningkatkan pola makannya, dengan memberikan makanan yang unik untuk menarik perhatian balita(bergizi).
Peningkatan Pengetahuan Yoga Rileksasi Ibu Hamil untuk Mengurangi Gangguan Psikologis (Kecemasan) di Desa Bringin Renny Anjelina; Bunga Asmara; Dian Cahya Putri; Masruroh; Risma Aliviani Putri; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnant women during their pregnancy will experience some physical changes as well as psychological changes. This can cause discomfort that occurs most often in the second and third trimesters of pregnancy. The purpose of this community service activity is to improve the health of pregnant women physically, mentally and spiritually until the delivery process This community service is carried out in 5 steps, namely the first step is to find respondents, the second stage is counseling about psychological disorders and prenatal yoga, the third stage is counseling training assistance on psychological disorders and prenatal yoga, the fourth stage is the implementation of prenatal yoga, the fifth stage is evaluation by filling out post-natal questionnaires test. The results obtained are pregnant women can understand about psychological disorders during pregnancy and how to prevent them. There was an increase in knowledge of pregnant women based on the results of the pre-test questionnaire the average obtained was 9.8 and from the post-test results the average obtained was 11.1. There was an average increase of 1.8. Community service activities that have been carried out with PMB Bidan Suciati, S.Tr.Keb have been carried out well. Service activities for pregnant women and cadres regarding Relaxation Yoga for Pregnant Women in Bringin Village received enthusiastic responses from pregnant women and cadres in Bringin Village. The increasing knowledge of pregnant women in Bringin Village about psychological disorders in pregnant women and relaxation yoga for pregnant women is known from the increase in the average pretest and posttest scores. And it is hoped that service activities like this can be carried out routinely both in the same location and in different locations with the target of pregnant women who really need health services. AbstrakIbu hamil selama kehamilannya akan mengalami beberapa perubahan fisik dan juga perubahan secara psikologis. Hal ini dapat menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang terjadi paling sering pada kehamilantrimester II dan III. Di Indonesia sebesar 28,7% ibu hamil mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan (Siallangan dan Lestari, 2018). Kecemasan lebih banyak dialami ibu primigravida daripada multigravida sebesar 66,2% (Novitasari, 2013). Sebesar 59,4% subjek penelitian terjadi kecemasan dan berdampak terjadinya persalinan lama (kala I - kala II) sebesar 56.2%, dengan nilai OR= 12,5 kali (Sunarno dkk, 2013) Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat di desa Bringin ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil secara fisik, mental dan spiritual sampai proses persalinannya nanti. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 5 langkah yakni Langkah pertama tahap mencari responden, tahap kedua penyuluhan tentang gangguan psikologis dan prenatal yoga, tahap ketiga pendampingan pelatihan penyuluhan tentang gangguan psikologis dan prenatal yoga, tahap keempat pelaksanaan prenatal yoga, tahap kelima evaluasi dengan pengisian kuesioner post-test. Hasil yang diperoleh adalah ibu hamil dapat memahami tentang gangguan psikologis pada masa kehamilan dancara pencegahannya. Terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil berdasarkan hasil kuisioner pre-test rata-rata yang diperoleh yaitu 9,8 dan dari hasil post test rata-rata yang diperoleh yaitu 11,1. Terjadi peningkatan rata-rata sebanyak 1,8. Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan bersama PMB Bidan Suciati, S.Tr.Keb telah terlaksana dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada ibu hamil dan kader mengenai Yoga Rileksasi Untuk Ibu Hamil di Desa Bringin mendapatkan respon yang antusias dari para ibu hamil dan kader di Desa Bringin. Adanya peningkatan pengetahuan dari Ibu Hamil di Desa Bringin tentang gangguan psikologis pada ibu hamil dan yoga rileksasi untuk ibu hamil diketahui dari meningkatnya skor rata-rata pretest dan post test. Dan dihrapkan kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda dengan sasaran ibu hamil yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan
Terapi Akupresur untuk Mengurangi Sakit Kepala pada Lansia di RT.12/RW.05 Desa Langensari Barat Sri Muji Wahyuni; Risma Aliviani Putri; Syifa Nur Akmar
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Old age is a time when individuals can feel the unity of integrity and reflection of their lives, this will lead to inequality and can even lead to pathological, this kind of mental illness occurs and the condition of society is also disrupted, where the elderly as reinforcement transformers of values and norms are reduced, both in quality and quantity. Prevalence studies estimate that half to three quarters of adults aged 18-65 years in the world have suffered from headaches in the previous year. In the world about 50 percent of people who experience headaches choose to self-medicate without using health facilities and personnel. Independent acupressure is a way of overcoming health problems with one's own ability through pressing acupuncture points using fingers or the help of a blunt object (Kemenkes RI, 2014). The implementation of the activity was carried out in the RT.12/RW.05 area of Langensari Village with the method of implementing health education counseling with the help of health promotion media in the form of booklets and materials.The pain scale before being given acupressure therapy to reduce headaches in the elderly mostly felt the headache pain scale with a mild category of 10 people (77%) felt a headache pain scale with no pain category as many as 3 people (23%). The pain scale after being given acupressure therapy to reduce headaches in the elderly mostly felt the headache pain scale with no pain category as many as 13 people (100%). AbstrakMasa lanjut usia adalah masa dimana individu dapat merasakan kesatuan integritas dan refleksi dari kehidupannya ini akan menimbulkan ketimpangan dan bahkan dapat mengakibatkan patologis, semacam penyakit kejiwaan ini terjadi makan keadaan masyarakat juga terganggu, dimana lansia sebagai penguat transformator nilai dan norma berkurang, baik secara kualitas dan kuantitas. Studi prevalensi memperkirakan setengah sampai tiga perempat orang dewasa berusia 18-65 tahun di dunia telah menderita sakit kepala pada tahun sebelumnya. Di dunia sekitar 50 persen orang yang mengalami nyeri kepala memilih untuk mengobati sendiri tanpa menggunakan fasilitas dan tenaga kesehatan. Akupresur mandiri adalah suatu cara mengatasi gangguan kesehatan dengan kemampuan diri sendiri melalui penekanan titik akupunktur menggunakan jari atau bantuan benda tumpul (Kemenkes RI, 2014).Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di Wilayah RT.12/ RW.05 Kelurahan Langensari dengan metode pelaksanaan penyuluhan pendidikan kesehatan dengan bantuan media promosi kesehatan berupa Booklet dan Materi. Skala nyeri sebelum diberikan terapi acupressure untuk mengurangi sakit kepala pada lansia sebagian besar merasakan skala nyeri sakit kepala dengan kategori ringan sejumlah 10 orang (77%) merasakan skala nyeri sakit kepala dengan kategori tidak nyeri sejumlah 3 orang (23%). Skala nyeri sesudah diberikan terapi akupressure untuk mengurangi sakit kepala pada lansia sebagian besar merasakan skala nyeri sakit kepala dengan kategori tidak nyeri sejumlah 13 orang (100%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 dengan Sikap Siswa Siswi Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan Sekolah MAN 2 Jepara Wahyu Kristiningrum; Risma Aliviani Putri; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 cases in Indonesia until February 2022 continue to grow. The increase in Covid-19 cases is due to the emergence of a new variant of the corona virus, namely Omicron. By following the Circular Letter of the governor of Central Java, face-to-face learning (PTM) is limited to 1 (one) class, only 50% of which enter every day. COVID-19 can be suppressed with a good level of knowledge and a positive attitude from students during school learning. to determine the relationship of the level of knowledge of students in schools about COVID-19 with the attitude of students in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic.this study used a descriptive correlation design with a cros-sectional approach carried out in February 2022 at MAN 2 Jepara. The population in this study were all students of Class XII who attended the PTM amounted to 34 students. The sample in this study using a total sampling of 34 respondents. most of the students ' knowledge levels about COVID-19 were categorized as good, there were 24 respondents (70.6%), enough knowledge level as many as 2 respondents (5.9%) and those with less knowledge level were 8 respondents (23.5). Most of the students ' attitudes in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic were categorized as positive as 22 respondents (64.7%) and adolescents with negative attitudes as many as 12 respondents (35.5%). there is a relationship between the level of knowledge of students in schools about COVID-19 and the attitude of students in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic at MAN 2 Jepara. AbstrakKasus Covid-19 di Indonesia hingga Februari 2022 terus bertambah banyak. Peningkatan kasus Covid-19 ini dikarenakan munculnya virus corona varian baru, yaitu Omicron. Dengan mengikut surat edaran Gubernur Jawa tengah maka pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan terbatas dalam 1 (satu) kelas, hanya 50% yang masuk setiap harinya. COVID- 19 dapat ditekan dengan tingkat pengetahuan yang baik serta sikap yang positif dari siswa-siswi selama mengikuti pembelajaran di sekolah. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswa-siswi di sekolah tentang COVID-19 dengan sikap siswa-siswi dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cros-sectional dilaksanakan pada bulan Febuari 2022 di MAN 2 Jepara. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas XII yang hadir mengikuti PTM berjumlah 34 siswa. Sampel dalam penelitian ini mengunakan total sampling sejumlah 34 responden. sebagian besar tingkat pengetauan siswa-siswi tentang COVID-19 berkategori baik terdapat 24 responden (70,6%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 2 responden (5,9%) dan yang memiliki tingkat pengetahuan kurang 8 responden (23,5). Sebagian besar sikap siswa-siswi dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 berkategori positif sebanyak 22 responden (64, 7%) dan siawa-siswi dengan sikap negatif sebanyak 12 responden (35,5%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan siswa-siswi di sekolah tentang COVID-19 dengan sikap siswa-siswi dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 di MAN 2 Jepara.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Desa Kemawi Kecamatan Sumowono Malisa; Risma Aliviani Putri; Mila Elvi Ekayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding is a natural process for a mother to support and prosper her child after giving birth (Kemenkes RI, 2014). Breast milk is the only best food for babies up to 6 months because it has the most complete and ideal nutritional composition for the growth and development of babies that can meet the nutritional needs of babies for the first 6 months. Endorphine massage in the form of an emphasis on the back helps to expedite the production and release of breast milk, so that the mother feels relaxed, the feeling of fatigue after giving birth will disappear so that it helps stimulate the release of the hormone oxytocin . This Community Service activity aims to benefit breastfeeding mothers in the village of Kemawi. All breastfeeding mothers can obtain information on ways to increase milk production with endorphine massage. The method used in the implementation is to determine the target of breastfeeding mothers, to conduct a pre-test on endorphine massage on breast milk production, to provide information on endorphine massage to to breast milk production, to demonstrate endorphine massage, to distribute leaflets and posttests. The results of this service show that there is a difference between the pre-test and post-test given the questionnaire, namely breastfeeding mothers before being given the questionnaire who had good knowledge of 6 people (60%), enough knowledge of 3 people (30%), and less knowledge of 1 person (10%) ) while breastfeeding mothers after being given a questionnaire who had good knowledge were 9 people (90%), enough knowledge was 1 person (10%) and knowledge was lacking 0 people (0%). Abstrak Menyusui adalah proses alami bagi seseorang ibu untuk menghidupi dan mensejahterakan anak pasca melahirkan (Kemenkes RI, 2014). ASI merupakan satu-satunya makan terbaik bayi sampai 6 bulan karena mempunyai komposisi gizi yang paling lengkapdan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama (Bakara, 2019). Pijat Endorphine berupa penekanan pada punggung membantu melancarkan produksi dan pengeluaran ASI, sehingga ibu merasa rileks, rasa lelah setelah melahirkan akan hilang sehingga membantu merangsang keluarnya hormon oksitosin (Wahyuningsih, 2018) Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuanmemberi manfaat ibu menyusui didesa kemawi.Seluruh ibu menyusui dapat memperoleh informasi cara untuk meningkatkan produksi ASI dengan pijat endorphine. Metode yang di gunakan dalam pelaksanaan pijat endorphine terhadap peningkatan produksi ASI, yaitu melakukan penyuluhan dan demostrasi. Meliputi, pre test, memberikan informasi tentang pijat endorphine terhadap peningkatan produksi ASI, mendemontrasikan pijat endorphine, dan postest. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre test dan pos test diberikan kuesioner yaitu ibu menyusui sebelum diberikan kuesioner yang berpengetahuan baik sebanyk 6 orang (60%), pengetahuan cukup sebanyak 3 orang(30%), dan pengetahuan kurang 1 orang (10%) sedangkan ibu menyusui sesudah diberikan kuesioner yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 9 orang (90%), pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (10%) dan pengetahuan kurang 0 orang (0%).
Upaya Meningkatkan Produksi ASI Melalui Pijat Oksitosin Suliani Dano; Risma Aliviani Putri; Elvira A. Goncalves; Yunita T.Pidhi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk is the best baby food in terms of quality and quantity for babies aged 0-6 months. So the World Health Organization (WHO) recommends that every newborn get exclusive breastfeeding for six months. Based on the Performance Report of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, presenting the implementation of the healthy living community movement policy by districts/cities. The percentage of babies less than 6 months receiving exclusive breastfeeding reached 45.14% of the target of 35% or the proportion of performance coverage of 128.97%. The coverage of exclusive breastfeeding for the province of NTT in 2021 is 81.18% and the coverage of exclusive breastfeeding in Belu district is 87.5%. The problems experienced by partners related to 16 babies who were not breastfed at the UPTD Puskesmas Ainiba so that they could affect the health status, growth and development of babies and could be one of the factors influencing the increase in the number of toddlers with stunting. For this reason, action is needed to support breastfeeding again to the 16 babies by providing non-pharmacological therapy, namely oxytocin massage. The methods used in community service activities are lectures, presentation of material using power point media and leaflets as well as simulations of oxytocin massage techniques. Abstrak Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling baik dari segi kualitas maupun kuantitas bagi bayi yang berumur 0 – 6 bulan. Sehingga oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar setiap bayi baru lahir mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan. Berdasarkan Laporan Kinerja Kemenkes Repubik Indonesia, presentase penerapan kebijakan gerakan masyarakat hidup sehat oleh kabupaten/kota. Presentasi bayi kurang dari 6 bulan mendapat ASI Ekslusif tercapai 45,14% dari target 35% atau persentase pencapaian cakupan kinerja sebesar 128,97%. Cakupan ASI Ekslusif untuk provinsi NTT pada tahun 2021 sebesar 81,18% dan cakupan ASI Ekslusif di Kabupaten Belu adalah 87,5%. Permasalah yang dialami oleh mitra yang berkaitan dengan 16 bayi yang tidak mendapat ASI di UPTD Puskesmas Ainiba, sehingga dapat berpengaruh pada status kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi serta dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi bertambahnya angka balita dengan stunting. Untuk itu diperlukan tindakan yang mendukung pemberian ASI kembali bagi 16 bayi tadi dengan memberikan therapy non farmakologi yaitu pijat oksitosin. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah ceramah, memaparkan materi dengan media power point dan leaflet dan simulasi tehnik pijat oksitosin.
Yoga Anak untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar di Paud Ceria Desa Sruwen Enjes Sita, Sang Ayu Putu; Yuliance Kabak; Risma Aliviani Putri; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childhood is a sensitive time.   At this time, all aspects of child development will later become the basis for further development. Children's abilities cannot just be present, there are processes or stages that must be passed. Stimulus from the environment is needed to support its development optimally, namely through a good parenting pattern.  Stimulus or support can have a positive impact on themselves and the child's environment, not only optimizing every aspect of development (Rakhmawati, D., Ismah, I., & Lestari, F. W. 2020). The goal to stimulate gross motor so that children can get good growth and development.  As expressed by Asana, yoga movements have benefits for the physical and psychological, among others, can strengthen the mind or concentration, train self-discipline, provide a relaxing effect and strengthen the body (Widya Sena, 2018). The means in this activity are cheerful early childhood children in Sruwen Village, the media used in this community service is power points and leaflets. The results of the activity were known that after being given counseling and children's yoga methods to increase learning concentration, the children experienced an increase, good knowledge was 8 children (72.7%) and enough as many as 30 children (27.3%). This shows that there is an increase in children's knowledge after being given counseling   Abstrak Masa kanak-kanak   adalah   masa sensitif.   Pada   masa   ini, seluruh aspek perkembangan    anak    yang    nantinya    menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya. Kemampuan anak tidak dapat hadir begitu saja, ada proses atau tahapan yang harus dilalui.Diperlukan stimulus dari lingkungan untuk mendukung perkembangannya secara optimal, yaitu    melalui pola    pengasuhan    yang    baik.  Stimulus atau      dukungan dapat berdampak positif bagi diri dan lingkungan anak, tidak hanya mengoptimalkan setiap aspek perkembangan yang dilalui (Rakhmawati, D., Ismah, I., & Lestari, F. W. 2020). Tujuannya untuk menstimulasi motorikkasar sehingga anak dapat memperoleh tumbuh kembang yang baik.  Sesuai yang diungkapkan oleh Asana yaitu Gerakan -gerakan yoga memiliki manfaat bagi fisik maupun psikis antara lain, dapat menguatkan fikiran atau konsentrasi, melatih disiplin diri, memberikan efek rileksasi dan menguatkan tubuh (Widya Sena, 2018). Sarana dalam kegiatan ini adalah anak-anak paud ceria di desa sruwen, media yang digunakan dalam pengabdian masyarkat ini adalah power point dan leaflat. Hasil kegiatan diketahui bahwa sesudah diberi penyuluhan dan cara yoga anak terhadap peningkatan konsentrasi belajar, anka-anak mengalami peningkatan, pengetahuan baik sebanyak 8 anak (72,7%) dan cukup sebanyak 30 anak (27,3%). Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan anak setelah diberikan penyuluhan
Yoga untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak Ardilla; Nor Jannah, Siti; Farah Diba; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is a solution as well as a cause of various problems that occur in Indonesia, various problems that occur in Indonesia. One of the causes of the occurrence of crimes that involve early childhood perpetrators is the chaos of the education system in Indonesia. Likewise with children who cannot read or write, education is a solution that can help them overcome this. Education is a place that can help children to develop their potential more deeply to be useful in the future. The knowledge that children get at school does not only apply at that time, but nowadays, the education provided also implicitly helps children to better understand their surroundings and how to deal with their problems. Learning concentration is one aspect that can improve student achievement. This was also expressed by Kintari (2014), namely learning concentration can significantly increase student achievement in class. The process of teaching and learning in schools requires students to sit in class and listen to explanations from the teacher. Through the explanation by the teacher, students can absorb information and learn it well. Indirectly, if a child can absorb information well, he will also have superior academic achievement. Relaxation is one of the easiest techniques to implement for children. According to Margolis (1990), relaxation training can reduce anxiety, impulsivity, hyperactivity, ability to be distracted, and emotional stability for children, besides that relaxation can also positively improve self-concept, learning achievement, and positive behavior in the classroom. Relaxation is generally known as the process of regulating your breath so that it is more regular in a sitting position and your head is straight ahead. However, nowadays an activity that focuses on uniting the body and mind through movement and relaxation is becoming known, namely Yoga. Yoga is an activity that directs a person to concentrate, regulate breathing, calm the mind, with certain poses. Yoga is done based on a realistic recognition of one's current psychological state (Chidananda, 1991). Many benefits can be obtained from yoga, namely improving posture, improving blood flow, reducing stress, increasing strength, and increasing concentration. Besides being able to be done on adults, Yoga can also be applied to children. Research by Peck, Bray and Theodore (2005), revealed that yoga can be an alternative that guarantees an increase in positive behavior and a substitute for medical intervention in children with concentration problems. The yoga method is an option because it contains instructions.   Abstrak Pendidikan merupakan sebuah solusi sekaligus sebab dari berbagai masalah yang terjadi di Indonesia berbagai masalah yang terjadi di Indonesia. Salah satu penyebab terjadinya kriminalitas yang menyeret pelaku anak usia dini adalah kekacauan sistem pendidikan di Indonesia. Begitu juga dengan anak yang tidak bisa membaca maupun menulis, pendidikan menjadi solusi yang dapat membantu mereka mengatasi hal tersebut. Pendidikan merupakan sebuah wadah yang dapat membantu anak untuk mengembangkan potensinya secara lebih dalam untuk kelak berguna di masa depannya. Ilmu yang didapatkan oleh anak di bangku sekolah tidak hanya berlaku pada saat itu saja, namun dewasa ini, pendidikan yang diberikan juga secara implisit membantu anak untuk lebih memahami lingkungan sekitar serta bagaimana menghadapi masalah-masalahnya. Konsentrasi belajar menjadi salah satu aspek yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini juga diungkapkan oleh Kintari (2014), yaitu konsentrasi belajar secara signifikan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas. Proses belajar mengajar di sekolah mengharuskan siswa untuk duduk di dalam kelas dan mendengarkan penjelasan dari guru. Melalui penjelasan oleh guru tersebut, siswa dapat menyerap informasi dan mempelajarinya dengan baik. Secara tidak langsung apabila anak dapat menyerap informasi dengan baik, maka ia juga memiliki prestasi akademik yang unggul. Relaksasi adalah salah satu teknik yang mudah untuk diterapkan untuk anak-anak. Menurut Margolis (1990), pelatihan relaksasi dapat mengurangi kecemasan, impulsivitas, hiperaktif, kemampuan terdistraksi, dan kestabilan emosi untuk anak, selain itu relaksasi juga secara positif dapat meningkatkan konsep diri, prestasi belajar, dan perilaku positif di dalam kelas. Relaksasi umumnya dikenal sebagai proses pengaturan nafas agar lebih teratur dengan posisi duduk dan kepala lurus ke depan. Namun, dewasa ini mulai dikenal sebuah aktivitas yang berfokus pada penyatuan tubuh dan pikiran melalui gerakan dan relaksasi, yaitu Yoga. Yoga adalah sebuah aktivitas yang mengarahkan seseorang untuk berkonsentrasi, mengatur nafas, menenangkan pikiran, dengan pose-pose tertentu. Yoga dilakukan berdasarkan rekognisi realistis dari keadaan psikologis seseorang saat ini (Chidananda, 1991). Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari yoga, yaitu memperbaiki postur tubuh, melancarkan aliran darah, mengurangi stress, menambah kekuatan, dan meningkatkan konsentrasi. Selain dapat dilakukan pada orang dewasa, Yoga juga bisa diterapkan pada anak. Penelitian oleh Peck, Bray dan Theodore (2005), mengungkapkan bahwa yoga dapat menjadi alternatif yang menjamin peningkatkan perilaku positif dan pengganti intervensi medis pada anak dengan masalah konsentrasi. Metode yoga menjadi pilihan karena mengandung instruks.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afiatna, Puji Agnes Bien Alfina Damayanti Alya Fernanda Khairani Ana Zully Astuti Angelina Chika Pury Putri Anisa Puspitasari Anjelina, Renny Ardila Ardilla Ari Andayani Ari Widyaningsih Bela Catur Sakti Rahayu Bhisma Murti Bien, Agnes Boki, Maryeni R. Bunga Asmara Dayu Kartikasari R Dewi Maryani Dian Cahya Putri Dono Indarto Dwi Yuliana Wati Soeyono Eka Sularsih Elvira A. Goncalves Enjes Sita, Sang Ayu Putu Ernanda, Rika Yunita Estiningtyas, Christia Eti Salafas Fanggi, Windy Anisa Veryany Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani Hanum, Puspita Harina Noviyanti Heni Setyowati Hesti Setyowati Ika Nilawati Indri Mulyasari Isfaizah Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kumalasari, Kafita Lailatur Rohmah Latri Lestari Lestari, Puji Malisa Maryeni R. Boki Masruroh Masruroh . MAYA MAIYANISA Melly Kurnia Sari Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Luthfi Munawaroh - Muzayarah Nafa Nofitasari Nilawati, Ika Nor Jannah, Siti Nova Harianti Nova Oktaviani Nurul Purniyati Qonitatun, Anisa Renny Anjelina Riska Susanti RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliana Isna Rosida Rumisih Samsi Rohmini septiana, Ayun Rizqi Septiana Setyowati Shinta Lutfiani Silvia Fitri Eva W Siswati Sodiyah Soesilowati, Peni Sofiyanti, Ida Sri Astuti Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Muji Wahyuni Sugeng Maryanto Suharti Suliani Dano Susanti Rahayu Syifa Fauziah Syifa Fauziah Syifa Nur Akmar TATI NURHAYATI Veftisia, Vistra Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yeni Susanti Yuliana, Rambu Lika Yuliance Kabak Yulinda Yasa Putri Yunita T.Pidhi