Putri, Risma Aliviani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Umur 26 Tahun dengan Anemia Alya Fernanda Khairani; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are key indicators used to evaluate the success of maternal and child health programs in Indonesia. One effective approach to reducing MMR and IMR is the provision of comprehensive and continuous midwifery care, known as Continuity of Care (COC), which spans from pregnancy through childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. The OSOC (One Student One Client) program implemented by health education institutions supports sustainable, coordinated care by enabling early detection and timely management of complications and risk factors. This study aims to describe the implementation of COC midwifery care for Mrs. S, a 26-year-old multigravida (G2P1A0) at 34 weeks of gestation. The study used a descriptive method with a case study approach. The midwifery care was carried out at the client’s home between April and May 2025, including two antenatal visits, one childbirth assistance, two postpartum visits, two newborn care visits, and one family planning consultation. Primary data were collected through direct observation and interviews. Results indicated that during pregnancy, the client experienced mild anemia with a hemoglobin level of 9.9 g/dL but received Antenatal Care (ANC) according to the 10 T standard. Delivery was conducted via Cesarean Section at Puri Asih General Hospital without complications. The baby was born healthy, weighing 3000 grams and measuring 48 cm in length. During the postpartum period, the client reported common complaints such as sleep disturbance and itching at the incision site, which were addressed through appropriate education, wound care, and postpartum counseling. Newborn care included the administration of vitamin K, eye ointment, hepatitis B0 immunization, breastfeeding support, and umbilical cord care. For family planning, the client opted for a 3-month injectable contraceptive after receiving thorough counseling and reaching a mutual decision with her spouse. Throughout the care process, no discrepancies were found between theoretical knowledge and practical application. Each stage of care was delivered accurately, comprehensively, and in accordance with midwifery service standards. The implementation of COC significantly contributed to improved care quality and client satisfaction, while also playing a vital role in reducing maternal and infant mortality through intensive and educational support.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan program kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam menurunkan AKI dan AKB adalah asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan atau Continuity of Care (COC), mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Program OSOC (One Student One Client) yang dilaksanakan oleh institusi pendidikan kesehatan menjadi salah satu upaya pendampingan yang berkelanjutan dan terkoordinasi yang memungkinkan deteksi dini risiko dan komplikasi, serta penanganan yang cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan secara COC pada Ny. S, usia 26 tahun, G2P1A0, dengan usia kehamilan 34 minggu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Asuhan dilakukan secara langsung di rumah pasien pada bulan April hingga Mei 2025, meliputi dua kali kunjungan kehamilan, satu kali asuhan persalinan, dua kali kunjungan nifas, dua kali kunjungan bayi baru lahir, serta satu kali kunjungan asuhan keluarga berencana. Data diperoleh melalui pengkajian data primer. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa selama masa kehamilan, Ny. S mengalami anemia ringan dengan kadar hemoglobin 9,9 g/dL, namun telah mendapatkan pelayanan Antenatal Care (ANC) sesuai standar 10 T. Persalinan dilakukan secara Sectio Caesarea di RSU Puri Asih tanpa komplikasi. Bayi lahir dalam kondisi sehat dengan berat badan 3000 gram dan panjang badan 48 cm. Pada masa nifas, ibu mengalami keluhan umum berupa gangguan tidur dan gatal pada luka SC, yang ditangani melalui edukasI, manajemen nyeri, dan pemantauan kondisi luka, serta dilakukan pijat laktasi untuk melancarkan ASI. Asuhan bayi baru lahir dilakukan dengan baik, termasuk pemberian vitamin K, salep mata, imunisasi Hb0, konseling menyusui dan perawatan tali pusat, serta dilakukan pijat sehat bayi. Pada tahap keluarga berencana, Ny. S memilih kontrasepsi suntik 3 bulan atas kesepakatan dengan suami, setelah mendapatkan konseling menyeluruh mengenai pilihan kontrasepsi. Selama proses asuhan, tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dengan praktik. Setiap tahapan asuhan kebidanan dilakukan secara terencana, tepat, dan komprehensif sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang berlaku. Pelaksanaan COC terbukti mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, serta berkontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB melalui pendampingan yang intensif dan edukatif.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. D Umur 30 Tahun G2P1A0 dengan Riwayat SC di Desa Karanggondang Kecamatan Pabelan Estiningtyas, Christia; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out with one of them, namely continuous care or Continuity Of Care (COC) which starts from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. Pregnancy accompanied by a history of surgery or cesarean section in previous deliveries has a high risk, therefore it is advisable to carry out regular ANC examinations with special supervision. This is expected to be able to detect early the risk of complications in pregnancy. The purpose of this study was to provide midwifery care to Mrs. D aged 30 years G2P1A0 With a history of comprehensive CS starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning. The method used was a case study. The research instrument used a descriptive approach method and was documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted on November 25, 2024-May 29, 2025. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother experienced discomfort in the second trimester of pregnancy, namely nausea, so Acupressure care was given at point P6 (Nei Guan) to reduce her nausea. During the CS delivery process, everything went normally without complications and Mrs. D was allowed to go home on the 3rd day. In newborn care, all examinations were found to be within normal limits, SHK and PJB Screening were carried out and HB0 immunization was given. In postpartum care, a problem was found with the mother complaining of pain in the post-CS wound, so deep breathing relaxation techniques were given. While in family planning care, Mrs. D decided to use an IUD. It is hoped that health workers will be more proactive in providing education to mothers and families regarding pregnancy care, preparation for childbirth, postpartum care, newborns and family planning.   Abstrak Angka  kematian  ibu  dan  bayi  merupakan  salah  satu indikator  untuk  mengukur  derajat  kesehatan  bagi  suatu negara.  Kegiatan  upaya  deteksi  dini  untuk  mengatasi kesakitan  maupun  kematian  baik  ibu,  bayi  dan  balita tersebut  dapat  dilakukan  dengan  salah  satunya  yaitu asuhan  berkelanjutan  atau  Continuity  Of Care    (COC)   yang    dimulai    dari   masa    kehamilan, persalinan,  nifas,  bayi  baru  lahir,  sampai  dengan  KB. Kehamilan yang disertai riwayat pembedahan atau sectio caesaria pada persalinan sebelumnya memiliki resiko yang tinggi, oleh karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan ANC secara teratur dengan pengawasan khusus. Hal ini di harapkan agar dapat mendeteksi dini terjadinya resiko komplikasi pada kehamilan.Tujuan   penelitian   ini   mampu   memberikan   asuhan kebidanan  pada  Ny.  D umur 30 tahun G2P1A0 Dengan Riwayat SC secara  komprehensif  mulai  dari kehamilan,  bersalin,  nifas,  bayi baru lahir dan KB. Metode yang  digunakan  adalah  case  study.  Instrumen  penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk   SOAP.Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang,  studi  dokumentasi  dan  studi  daftar  pustaka. Penelitian  ini  dilakukan  pada  bulan 25 November 2024-29 Mei 2025. Dari   hasil   pemberian   asuhan   kehamilan   ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamanan kehamilan trimester II yaitu mual sehingga diberikan asuhan Akupresure pada titik P6 (Nei Guan) untuk mengurangi mualnya. Selama proses persalinan SC semua berjalan normal tidak ada komplikasi dan Ny. D diperbolehkan pulang pada hari ke 3. Pada  asuhan  bayi  baru  lahir  didapatkan  semua pemeriksaan  dalam batas normal, dilakukan SHK dan Skrining PJB serta pemberian imunisasi HB0. Pada asuhan masa nifas ditemukan masalah ibu mengeluh nyeri pada luka post SC, sehingga diberikan teknik relaksasi nafas dalam. Sedangkan  pada  asuhan  KB  Ny.  D  memutuskan  untuk menggunakan  KB  AKDR yaitu IUD. Diharapkan   tenaga   kesehatan   lebih   proaktif   dalam memberikan  edukasi  kepada  ibu  dan  keluarga  terkait perawatan  kehamilan,  persiapan  persalinan,  perawatan masa nifas, bayi baru lahir dan KB.
Pengaruh Senam Prental Yoga terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III di PMB Fatmah Baradja Kumalasari, Kafita; Yeni Susanti; Angelina Chika Pury Putri; Lailatur Rohmah; Vistra Veftisia; Risma Aliviani Putri; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A woman's life includes an important phase: pregnancy, which requires special attention to both physical and mental health in order to positively impact the wellbeing of both the mother and the fetus. Psychological issues such as anxiety and stress are also commonly encountered among pregnant women in many countries. These discomforts not only affect the mother's well-being, but can also have an impact on fetal development and the childbirth process. Prenatal yoga has proven to be an effective approach to reducing physical and psychological symptoms during pregnancy.   Abstrak Kehidupan seorang wanita terdapat fase penting yaitu kehamilan yang memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan fisik dan mental sehingga dapat mempengaruhi kesejahteraan ibu dan janin. Keluhan psikologis seperti kecemasan dan stress juga sering ditemui pada ibu hamil, di berbagai negara. Ketidaknyamanan ini tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan ibu, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan janin dan proses persalinan. Praktik prenatal yoga terbukti menjadi pendekatan efektif mengurangi gejala fisik dan psikologis selama kehamilan (Miller & Thompson, 2023). Tujuan : Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema prenatal yoga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan ketidaknyamanan fisik dan kecemasan psikologis pada ibu hamil. Pengabdian  ini dilakukan di TPMB Fatmah Baradja  pada hari Minggu tanggal 08 Juni 2025 pukul 08.00-10.00 sebanyak 8 ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema prenatal yoga memberikan dampak positif terhadap pengurangan ketidaknyamanan fisik dan kecemasan psikologis pada ibu hamil. Dengan hasil yang menjanjikan, kegiatan ini dapat diintegrasikan sebagai salah satu alternatif intervensi untuk mendukung kesehatan ibu hamil. Dari kegiatan ini ibu hamil TM III dapat menerapkan prenatal yoga secara mandiri dirumah, sehingga ibu dapat mengontrol kecemasan dalam diri ibu.
POLA ASUH POSITIF MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BALITA Isfaizah, Isfaizah; Putri, Risma Aliviani
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 1 (2024): MEI 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i1.11085

Abstract

Orang tua merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam pemantauan dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak pada lima tahun pertama kehidupan (Golden Periods). Kualitas hubungan antara orang tua dan anak (pola asuh) sangat menentukan perkembangannya. Pengasuhan yang salah berisiko terhadap keterlambatan perkembangan pada anak. Keterlambatan perkembangan umum (Global Development Delay) pada anak di Indonesia diperkirakan sebesar 5-10%, dengan 1-3% pada usia kurang dari 5 tahun. Tujuan penelitian untuk menentukan hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan balita. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Populasi adalah seluruh orang tua dan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa sebanyak 717 balita. Sampel dipilih berdasarkan tehnik purposive sampling sejumlah 95. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian sebagian besar responden menerapkan pola asuh positif sebesar 70.5% dan perkembangan balita yang normal sebesar 62,1% serta terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan perkembangan balita (p=0.020). Pola asuh positif berpengaruh positif terhadap perkembangan yang normal pada balita. Orang tua sebaiknya menerapkan pola asuh positif agar balita berkembang sesuai tahapan usianya. 
Edukasi "Food Fear of Missing Out (FOMO)" dan Ancaman Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja Sofiyanti, Ida; Putri, Risma Aliviani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4713

Abstract

The phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) toward viral food on social media encourages the excessive consumption of high-sugar and high-calorie foods among adolescents. This trend significantly increases the risk of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at a young age. This community service project aimed to raise awareness among students at SMA Muhammadiyah Sumowono regarding the dangers of "food FOMO" and its correlation with T2 DM. The method employed was interactive counseling utilizing PowerPoint presentations and concise flyers or posters. To measure the impact, pre-tests and post-tests were administered to 78 students from grades X and XI. The evaluation results showed a significant increase in student knowledge, with the average score rising from 65 in the pre-test to 88 in the post-test. This activity successfully provided a deep understanding of the health risks associated with impulsive eating patterns, emphasizing the urgency of school-based health education interventions to prevent a surge in Diabetes cases in the future. A recommendation for the school is to distribute digital copies of the flyers or a summary of the activity's findings to parents via WhatsApp groups.   ABSTRAK Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) terhadap makanan viral di media sosial mendorong konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan kalori pada remaja, fenomena tersebut meningkatkan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) di usia muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa SMA Muhammadiyah Sumowono mengenai bahaya food FOMO dan korelasinya dengan DM Tipe 2. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan media ppt dan flyer atau poster ringkas, dan dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman kegiatan pada siswa kelas X dan XI yang berjumlah 78 mahasiswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa, dari rata-rata 65 pada saat pretest menjadi 88 pada saat posttest. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko kesehatan akibat pola makan impulsif, menekankan urgensi intervensi edukasi kesehatan berbasis sekolah untuk mencegah lonjakan kasus DM di masa mendatang. Saran untuk sekolah yaitu menyebarkan salinan digital flyer atau ringkasan hasil kegiatan kepada grup WhatsApp orang tua siswa.
Gerakan “Smart Eating Teen" Membangun Kebiasaan Makan Sehat pada Remaja Akhir Isfaizah; Risma Aliviani Putri; Ida Sofiyanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5161

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat, termasuk kebiasaan makan. Namun, rendahnya literasi gizi, tingginya konsumsi Ultra-Processed Food (UPF), serta kebiasaan melewatkan sarapan masih menjadi permasalahan utama pada remaja sekolah menengah kejuruan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pola makan sehat melalui program “Gerakan Smart Eating Teen”. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Jambu dan SMK-SPP Dharma Lestari Salatiga dengan melibatkan 114 siswa kelas XI dan XII serta 7 guru pendamping. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, edukasi interaktif berbasis literasi gizi, kampanye optimalisasi pangan lokal, pemberdayaan guru sebagai health monitor, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang ditunjukkan dari kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 62 menjadi 88 pada post-test. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami pentingnya pemilihan makanan sehat, pembatasan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta pentingnya sarapan untuk mendukung konsentrasi belajar. Keterlibatan guru juga menjadi faktor pendukung keberhasilan program dalam mengawasi perilaku konsumsi siswa secara berkelanjutan. Program “Gerakan Smart Eating Teen” terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan membangun kesadaran makan sehat pada remaja akhir di lingkungan sekolah. Kata kunci: smart eating, remaja, literasi gizi, pola makan sehat, ultra-processed food ABSTRACT Adolescence is an important period in the development of healthy lifestyle behaviors, including eating habits. However, low nutritional literacy, high consumption of Ultra-Processed Food (UPF), and the habit of skipping breakfast remain major problems among vocational high school students. This community service activity aimed to improve students’ knowledge and awareness of healthy eating patterns through the “Smart Eating Teen Movement” program. The program was implemented at SMKN 1 Jambu and SMK-SPP Dharma Lestari Salatiga involving 114 students from grades XI and XII and 7 accompanying teachers. The implementation methods included pre-tests, interactive nutrition literacy-based education, local food optimization campaigns, teacher empowerment as health monitors, question-and-answer sessions, and post-tests. The results showed an increase in students’ knowledge, indicated by the improvement in the average pre-test score from 62 to 88 in the post-test. In addition, students demonstrated high enthusiasm in understanding the importance of healthy food choices, limiting foods high in sugar, salt, and fat, and the importance of breakfast to support learning concentration. Teacher involvement also became a supporting factor for the success of the program in continuously monitoring students’ eating behaviors. The “Smart Eating Teen Movement” program proved effective in improving nutritional literacy and building healthy eating awareness among late adolescents in the school environment. Keywords: smart eating, adolescents, nutritional literacy, healthy eating patterns, ultra-processed food
The Relationship Between Knowledge and Compliance in Consuming Iron (Fe) Tablets with The Incidence of Anemia Among Female Adolescents at SMA N 1 Suruh Daimatus Sholikhah; Risma Aliviani Putri
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4592

Abstract

Anemia remains a significant health problem among adolescent girls, primarily due to low hemoglobin levels. Although the prevalence has declined in recent years, it is still considered relatively high according to global health standards. In several regions, from provincial to local levels, the proportion of adolescent girls affected by anemia remains substantial. In some primary healthcare service areas, the prevalence has even shown an increasing trend. One of the key contributing factors is the low level of knowledge and adherence among adolescents in consuming iron (Fe) supplements. Despite the increasing national coverage of iron tablet distribution, the proportion of adolescents who consume the recommended amount remains very low. Common reasons for non-compliance include discomfort after consumption, forgetfulness, lack of perceived benefits, and concerns about side effects. Iron supplementation programs have long been implemented as a government intervention to prevent anemia. However, their effectiveness largely depends on the behavior, awareness, and consistency of adolescents in taking the supplements regularly. = This study aims to determine the relationship between knowledge and compliance in consuming Fe tablets with the incidence of anemia among female adolescents at SMA N 1 Suruh. Research. This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 89 female students in grade XI at SMA N 1 Suruh who had undergone anemia screening. Sampling was conducted using purposive sampling. Data were collected through questionnaires to assess knowledge and compliance levels, and secondary hemoglobin data from Suruh Public Health Center. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had low knowledge and low compliance in consuming Fe tablets. There was a significant relationship between knowledge and the incidence of anemia (p-value = 0.022, OR = 0.301), and between compliance in consuming Fe tablets and the incidence of anemia (p-value = 0.045, OR = 2.764). There is a significant relationship between the level of knowledge and compliance in consuming Fe tablets with the incidence of anemia among female adolescents. Strengthening education and consistent monitoring of Fe tablet consumption are essential to reduce anemia rates in this population.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. K Umur 26 Tahun di Puskesmas Jumo Kabupaten Temanggung Tri Mulyati; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MMR in Temanggung Regency in 2021 experienced an increase compared to 2020. In 2020 there were 10 cases and in 2021 there were 17 cases. The highest causes of death occurred during childbirth due to heart disease and preeclampsia. Other causes of maternal death are bleeding, infection, anemia, and COVID-19. IMR in Temanggung Regency in 2022 experienced an increase compared to 2021. In 2021 the Infant Mortality Rate was 12.72 and in 2022 it was 13.23 per 1,000 births (123 cases), with the main causes being asphyxia, low birth weight (LBW), and congenital abnormalities. This requires more attention from the Health Office and the Temanggung Regency Government in an effort to reduce the Infant Mortality Rate. The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can consist of 1 person, a group of residents affected by a problem. The researchers monitored pregnant women 4 times, 2 times in the second trimester and 2 times in the third trimester. The results of the monitoring obtained were complaints in the second trimester in the form of slight nausea to fishy foods and also back pain but what the mother experienced was physiological. In the third trimester, Mrs. K had no complaints, only did not know about the danger signs of TM III and signs of labor. Delivery by CS at Temanggung Regional Hospital on November 11, 2025 at 08.59 WIB, female gender. The researchers carried out KF 2 to KF 4 care well without any problems. The mother used MAL KB and no problems were found. Care for Mrs. K at the Jumo Community Health Center was provided comprehensively and the delivery was carried out at Temanggung Regional Hospital because the baby's head had not entered the pelvis and the amniotic fluid ultrasound results were cloudy. The provision of care to Mrs. K was appropriate and there were no gaps between theory and case.     Abstrak AKI di Kabupaten Temanggung pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020. Tahun 2020 sebanyak 10 kasus dan tahun 2021 menjadi 17 kasus. Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat ibu bersalin disebabkan penyakit jantung dan preeklamsia. Adapun penyebab kematian ibu lainnya yaitu perdarahan, infeksi, anemia, dan covid-19. AKB di Kabupaten Temanggung Tahun 2022 megalami meningkat dari tahun 2021. Tahun 2021 Angka Kematian Bayi sebesar 12,72 dan tahun 2022 sebesar 13,23 per 1.000 KH (123 kasus), dengan penyebab utamanya adalah asfiksia, BBLR dan juga kelainan kongenital. Hal ini membutuhkan perhatian lebih dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam upaya penurunan Angka Kematian Bayi. Metode dalam penelitian ini diskriptif yang berupa studi penelaahan kasus (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan peneliti sebanyak 4x, 2x di trimester II dan 2x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester II berupa agak mual pada makanan yang amis dan juga nyeri punggung tetapi yang dialami ibu merupakan hal yang fisiologis. Pada trimester III Ny. K tidak ada keluhan, hanya belum mengetahui tentamg tanda bahaya TM III dan tanda- tanda persalinan. Persalinan secara SC di RSUD Temanggung pada tanggal 11 November 2025 pukul 08.59 WIB, jenis kelamin perempuan. Asuhan KF 2 sampai KF 4 peneliti laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB MAL dan tidak ditemukan masalah. Asuhan pada Ny. K di Puskesmas Jumo telah diberikan secara komprehensif dan persalinan dilaksanakan di RSUD Temanggung karena kepala bayi belum masuk panggul dan hasil USG ketuban sudah keruh. Pemberian asuhan pada Ny. K sudah sesuai dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. I Umur 30 Tahun G2P1A0 di Desa Kesongo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Dhini Kusumastuti; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to improve maternal health and reduce maternal mortality cannot be carried out alone by the Government, it requires cross-program and cross-sector collaboration. Government efforts are made so that midwives as health workers carry out continuity of care. The type of method in continuity of care care used is a Case Study Review (Care Study). This case study was conducted in Kesongo Village, Tuntang Health Center. In this case study, the subject used was a sample of a pregnant woman, followed through the process of labor, postpartum, newborn and family planning by Mrs. I in Kesongo Village, Tuntang Health Center. The techniques and data collection used were interviews, observations, and examinations. The following results were obtained: Midwifery care for Mrs. I's pregnancy showed no complaints during each visit. Objective data showed that all results were normal. It is known that Mrs. I has a high-risk pregnancy. The problem arose because the interval between this pregnancy and her first child was 10 years. The management provided for Mrs. I's pregnancy care was appropriate. Midwifery care for Mrs. I's delivery was appropriate. I was given by providing normal delivery care (APN) according to standards. The mother gave birth on November 8, 2025 at 05.25 WIB. Postpartum midwifery care for Mrs. I was given by conducting visits that did not meet the standards, namely only 2 times. Namely the first visit on November 14, 2025 with no complaints of TFU mid-center-symphysis, PPV blood brownish red (Lochea sanguinolenta) the second visit on November 22, 2025 with no complaints, normal TFU, did not issue PPV. The management provided was in accordance with the patient's needs. In midwifery care By. Mrs. I was given by conducting data assessments, namely subjective data and objective data, conducting management including planning, implementation and evaluation. So there was no gap between theory and practice. During the newborn period, visits were not according to standards, namely only 2 visits. Family planning care is provided by conducting data assessments, namely subjective data and objective data, determining assessments, carrying out management including planning, implementation and evaluation, so that there is no gap between theory and practice.   Abstrak Upaya peningkatan kesehatan ibu dan penurunan angka kematian ibu mustahil dapat dilakukan sendiri oleh Pemerintah, diperlukan kerja sama lintas program dan lintas sektor terkait. Upaya pemerintah dibuat sehingga bidan sebagai tenaga kesehatan melakukan continuity of care. Jenis metode dalam asuhan contuinity of care yang digunakan adalah Study Penelaah kasus (Care Study).  Studi kasus ini dilaksanakan di Desa Kesongo Puskesmas Tuntang. Pada studi kasus ini subjek yang digunakan yakni diambil satu sampel seorang ibu hamil, diikuti sampai proses persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB oleh Ny. I di Desa Kesongo Puskesmas Tuntang. Teknik dan Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan pemeriksaan. Didapatkan hasil sebagai berikut: Asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. I data subjektif pada setiap kunjungan tidak ada keluhan. Pada data objektif didapatkan hasil semua dalam keadaan normal. Diketahui bahwa Ny. I termasuk hamil resiko tinggi. Masalah yang muncul karena jarak kehamilan ini dengan anak pertama yaitu 10 tahun. Penatalaksanaan yang diberikan pada asuhan kehamilan Ny. I sudah sesuai. Asuhan kebidanan persalinan pada Ny. I diberikan dengan memberikan Asuhan pelayanan persalinan normal (APN) sesuai dengan standart. Ibu melahirkan tanggal 8 November 2025 Jam 05.25 WIB. Asuhan kebidanan Nifas pada Ny. I diberikan dengan melakukan kunjungan belum memenuhi dengan standar yaitu baru dilakukan sebanyak 2 kali. Yaitu kunjungan pertama pada tanggal 14 November 2025 dengan tidak ada keluhan TFU pertengahan pusat-symphisis, PPV darah berwarna merah kecoklatan (Lochea sanguinolenta) kunjungan kedua pada tanggal 22 November 2025 dengan tidak ada keluhan, TFU normal, tidak mengeluarkan PPV. Penatalaksanaan yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan pasien. Pada asuhan kebidanan By. Ny. I diberikan dengan melakukan pengkajian data yaitu data subjektif dan data objektif, melakukan penatalaksanaan meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sehingga tidak didapatkan kesenjangan antara teori dan praktik. Selama masa bayi baru lahir dilakukan kunjungan belum sesuai standar yaitu kunjungan hanya 2 kali. Pada asuhan keluarga berencana diberika dengan melakukan pengkajian data yaitu data subjektif dan data objektif, menentukan assessment, melakukan penatalaksanaan meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, sehingga tidak didapatkan kesenjangan antara teori dan praktik.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care ( COC ) pada Ny. N Usia 29 Tahun G2P1A0 dengan Riwayat Sc dan Jarak Kehamilan Terlalu Dekat di Kelurahan Candirejo Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran Nur Khasanah; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, and the neonatal period are physiological conditions that can threaten the life of the mother and baby and can even lead to death. One of the efforts that can be made is by applying a comprehensive midwifery care model to optimize the detection of high maternal and neonatal risks. The purpose of comprehensive midwifery care for Mrs. N is to provide midwifery care to pregnant women, during childbirth, postpartum, newborns, and family planning for Mrs. N, G2P1A0. The method used in this case study on comprehensive care for pregnant women, childbirth, newborns, and postpartum is the descriptive method. The type of descriptive research used is a case study. The sample in this study is a pregnant woman in her second trimester, 17 weeks of gestation, G2P1A0. The research was conducted from May 20, 2025, to November 11, 2025, in the Candirejo sub-district, RT 04 RW 02. The research instrument used the SOAP documentation method. Data collection techniques used primary data through interviews, observation, physical examinations, and the maternal and child health book (KIA). The results of the care showed that Mrs. N, at 17 weeks of gestation, had a physiological pregnancy with no complaints, but with a history of cesarean section and a pregnancy interval that was too short (less than 2 years). The delivery received antibiotics and also pain relief. The postpartum period went well, with no bleeding and good uterine contractions. In the newborn, the results of the anthropometric examination were normal and the SHK examination was negative. Mrs. N decided to use the 3-month injectable contraception. The results obtained indicate that comprehensive midwifery care was provided starting from the pregnancy period at 17 weeks of gestation until she became a contraception acceptor, and SOAP documentation was carried out. Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisioligis yang dapat mengancam keselamatan jiwa ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menerapkan model asuhan kebidanan komperhensif untuk mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal neonatal. Tujuan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N untuk melakukan asuhan kebidanan Continuity Of Care ( COC ) Pada Ny. N Usia 29 Tahun G2P1A0 Dengan Riwayat Sc Dan Jarak Kehamilan Terlalu Dekat Di Kelurahan Candirejo Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran. Metode yang digunakan pada penelitian studi kasus asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode deskriptif. Jenis penelitian diskiptif yang digunakan adalah penelaah kasus (Case Study) sampel pada penelitian ini yaitu seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 17 minggu, G2P1A0. Waktu penelitian 20 Mei 2025 - 11 November 2025 di wilayah Kelurahan Candirejo RT 04 RW 02. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentassi SOAP. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan buku KIA. Hasil Asuhan didapatkan Ny. N usia kehamilan 17 minggu hamil fisiologis tidak ada keluhan dengan riwayat SC dan jarak kehamilan terlalu dekat ( kurang dari 2 tahun ). Persalinan mendapatkan antibiotik dan juga anti nyeri. Masa nifas berlangsung baik, tidak ada perdarahan dan juga kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antopometri normal dan pemeriksaan SHK negative. Ny. N memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan asuhan kebidanan komprehensif mulai dari masa kehamilan dengan usia kehamilan 17 minggu sampai dengan menjadi akseptor KB dan dilakukan pendokumentasi SOAP.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afiatna, Puji Agnes Bien Alfina Damayanti Alya Fernanda Khairani Ana Zully Astuti Angelina Chika Pury Putri Anggun Puspita Dewi Anisa Puspitasari Anjelina, Renny Ardila Ardilla Ari Andayani Ari Widyaningsih Bela Catur Sakti Rahayu Bhisma Murti Bien, Agnes Boki, Maryeni R. Bunga Asmara Daimatus Sholikhah Dayu Kartikasari R Dewi Maryani Dhini Kusumastuti Dian Cahya Putri Dono Indarto Dwi Yuliana Wati Soeyono Eka Sularsih Elvira A. Goncalves Enjes Sita, Sang Ayu Putu Ernanda, Rika Yunita Estiningtyas, Christia Eti Salafas Fanggi, Windy Anisa Veryany Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani Gabriella Jesicca Eriesti Gabriella Jessica Eriesti Gita Fitrya Hanum, Puspita Harina Noviyanti Heni Setyowati Hesti Setyowati Ika Nilawati Indri Mulyasari Isfaizah Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kumalasari, Kafita Kurniawati Tri Utami Lailatur Rohmah Latri Lestari Lestari, Puji Lintang Wening Pembayun Malisa Maryeni R. Boki Masruroh Masruroh . MAYA MAIYANISA Melly Kurnia Sari Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Luthfi Munawaroh - Muzayarah Nafa Nofitasari Nilawati, Ika Nita Amalia Nur Azizah Nor Jannah, Siti Nova Harianti Nova Oktaviani Nur Khasanah Nurjanah Nurul Nurul Firdaus Purniyati Qonitatun, Anisa Renny Anjelina Rifatul Maulidina Rini Susanti Riska Susanti RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliana Isna Rosida Rumisih Samsi Rohmini septiana, Ayun Rizqi Septiana Setyowati Shinta Lutfiani Silvia Fitri Eva W Siswati Sodiyah Soesilowati, Peni Sofiyanti, Ida Sri Astuti Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Muji Wahyuni Sugeng Maryanto Suharti Suliani Dano Susanti Rahayu Syifa Fauziah Syifa Fauziah Syifa Nur Akmar TATI NURHAYATI Tri Mulyati Tuti Emawati Veftisia, Vistra Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yeni Susanti Yuliana, Rambu Lika Yuliance Kabak Yulinda Yasa Putri Yunita T.Pidhi