Putri, Risma Aliviani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Meditasi Untuk Mengurangi Nyeri Pre Menstruasi Sindrom Pada Remaja Putri Widyaningsih, Ari; Ernawati, Sri; Fanggi, Windy Anisa Veryany; Bien, Agnes; Boki, Maryeni R.; Krismonita, Krismonita; Isfaizah, Isfaizah; Putri, Risma Aliviani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.713 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1300

Abstract

Menstruation which is usually accompanied by discomfort in activities is called premenstrual syndrome, including physical, psychological and emotional symptoms associated with hormonal changes that can cause a teenager to feel uncomfortable in his body, especially in the abdomen and breast area. Premenstrual syndrome can be prevented by therapy, one of which is meditation. Meditation is a diversion of attention to a deeper level of thought to enter the deepest level of thought and reach the source of thought, meditation is able to inhibit the negative effects of the sympathetic system that causes aggressive behavior in humans if they are disturbed. This community service activity is carried out online/online media to increase the knowledge and understanding of teenagers about meditation on reducing premenstrual syndrome pain and provide tutorials on relieving premenstrual syndrome pain through meditation. The implementation time of the activities in weeks 1 and 2. After counseling this community service activity is expected to increase the knowledge and skills of adolescents in practicing meditation to relieve premenstrual syndrome. The method used is online/online media and then conduct counseling about meditation on reducing premenstrual syndrome in adolescents using leaflets and videos. The results of this community service program are able to provide benefits for teenagers who experience premenstrual syndrome pain online in their respective regions during the Covid-19 pandemic who are the targets of this service. This form of online discussion is an effective form of providing new insights to adolescents who experience premenstrual syndrome pain, and this learning is accepted by teenagers in the implementation of community service programs, namely through Whatsapp Group by providing Power Points, videos of materials and practices, and obstacles. when doing community service online this is a network disturbance in their respective regions that hinders the discussion process.ABSTRAKMenstruasi yang biasa disertai ketidaknyamanan dalam beraktivitas disebut dengan pra menstruasi sindrom diantaranya seperti gejala fisik, psikologi dan emosional yang terkait dengan perubahan hormonal yang dapat menyebabkan seorang remaja merasakan tidak nyaman pada tubuhnya, terutama di area perut dan payudara. Pra menstruasi sindrom dapat dicegah dengan terapi, salah satu terapinya adalah meditasi. Meditasi merupakan pengalihan perhatian ketingkat pemikiran yang lebih dalam hingga masuk ke tingkat pemikiran yang paling dalam dan mencapai sumber pemikiran, meditasi mampu menghambat efek negative dari system simpatis yang menimbulkan sikap agresif pada manusia jika medapat gangguan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan secara daring/media online untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang meditasi terhadap penurunan nyeri pra menstruasi sindrom sertamemberikan tutorial meringankannyeri pra menstruasi sindrom melalui meditasi. Waktu pelaksanaan kegiatan pada minggu ke 1 dan 2. Setelah penyuluhan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mempraktikan meditasi untuk meringankan pra menstruasi sindrom. Metode yang dilakukan adalah dengan cara daring/ media online kemudian melakukan penyuluhan tentang meditasi terhadap penurunan pra menstruasi sindrom pada remaja menggunakan leaflet dan video. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat bagi remaja-remaja yang mengalami nyeri premenstruasi sindrom secara daring diwilayah masing-masing selama masa pandemi Covid-19 yang menjadi sasaran pengabdian ini. Bentuk diskusi secara daring ini merupakan bentuk yang efektif untuk memberikan wawasan baru kepada remaja yang mengalami nyeri premenstruasi sindrom, dan pembelajaran ini diterima oleh remaja-remaja dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat yaitu melalui Whatsapp Group dengan memberikan Power Point, video materi dan praktik, dan kendala saat melakukan pengabdian masyrakat secara daring ini adalah gangguan jaringan pada daerah masing - masing yang menghambat selama proses diskusi .
Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Perilaku Asertif sebagai Upaya Mengurangi Kecenderungan Kenakalan Remaja Putri, Risma Aliviani; Kristiningrum, Wahyu; Nilawati, Ika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.191 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1626

Abstract

The period of transition or transition from childhood to adulthood is called adolescence. During this time there are various changes both physical and psychological that require new mental adjustments, attitudes and interests that can have a positive and negative impact, especially on juvenile delinquency. Prevention of juvenile delinquency behavior should be suppressed and minimized by various efforts made both by the family, school and the surrounding environment. Assertive behavior is one of the behaviors of adolescents that contains the ability to express themselves without hurting others. The implementation of activities is carried out at MAN 2 Jepara with the method of implementing health promotion on juvenile delinquency and assertive behavior. Data collection instruments in the form of questionnaires Adolescent characteristics by gender are mostly women 71.8% and males 28.13%. Knowledge of adolescent delinquency and assertive behavior before being given health promotion was mostly knowledgeable enough (50.0%) and after being given health promotion largely prevented the improvement of being knowledgeable (59.38%). Assertive behavior is one of the preventive efforts / prevention of juvenile delinquency.ABSTRAKMasa peralihan atau transisi dari masa kanak-kanak menuju kemasa dewasa disebut masa remaja. Pada masa ini terjadi berbagai perubahan baik fisik maupun psikologis yang memerlukan penyesuaian mental, sikap dan minat yang baru yang dapat berdampak positif dan negatif terutama pada kenakalan remaja. Pencegahan perilaku kenakalan remaja seharusnya dapat ditekan dan diminimalisir dengan berbagai upaya yang dilakukan baik oleh keluarga, sekolah maupun lingkungan disekitarnya. Perilaku asertif merupakan salah satu perilaku remaja yang berisikan kemampuan mengekspresikan diri tanpa menyakiti orang lain. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di MAN 2 Jepara dengan metode pelaksanaan pemberian promosi kesehatan tentang kenakalan remaja dan perilaku asertif. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan 71,8% dan laki-laki 28,13 %. Pengetahuan tentang kenakalan remaja dan perilaku asertif sebelum diberi promosi kesehatan yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup (50,0%) dan setelah diberikan promosi kesehatan sebagian besar menagalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (59,38%). Perilaku Asertif merupakan salah satu upaya preventif/pencegahan kenakalan remaja
Edukasi dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Putri, Risma Aliviani; Ida Sofiyanti; Isfaizah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2678

Abstract

The behavior of clean and healthy life (PHBS) is a health effort carried out because of personal awareness so that families and all members are able to help themselves in the health sector and have an active role in health activities. The importance of PHBS knowledge at school is a must for children, because they almost every day carry out activities at school.  So that with the education and implementation of PHBS in schools, they can know, train and apply a healthy lifestyle to create a clean and healthy environment, improve the teaching and learning process and students, teachers to the school environment community become healthy. The implementation of the activity was carried out at SDN Sumurrejo 01 Semarang City.  The method used is counseling which begins with opening, perception, provision of material, evaluation and conclusion. Data collection instruments are in the form of questionnaires while the media used are visual media. Children's knowledge after being given PHBS education increased from 43.24% to 68.92% with good knowledge, while knowledge was less than 28.38% to 5.40%. The correct application of PHBS in CTPS 86.49%, most children consume nutritious food 83.78%, dispose of garbage according to its correct place 90.54 and 100% of children take deworming regularly. Children’s knowledge about PHBS has increased after education and most children implement PHBS in school well.   ABSTRAK                 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya kesehatan yang dilakukan karena adanya kesadaran pribadi agar keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan. Pentingnya pengetahuan PHBS di sekolah merupakan suatu keharusan bagi anak, karena mereka hampir setiap hari melakukan aktivitas di sekolah.  Sehingga dengan adanya edukasi dan implementasi PHBS di sekolah, mereka dapat mengetahui, melatih dan menerapkan pola hidup sehat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan proses belajar mengajar dan peserta didik, guru hingga masyarakat lingkungan sekolah menjadi sehat. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SDN Sumurrejo 01 Kota Semarang.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang di awali dengan pembukaan, apersepsi, pemberian materi, evaluasi dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sedangkan media yang digunakan adalah  media visual. Pengetahuan anak sesudah  diberikan edukasi PHBS mengalami peningkatan dari 43,24% menjadi 68,92 % berpengatuan baik, sedangkan pengetahuan kurang dari 28,38% menjadi 5,40%. Penerapan PHBS pada Cuci tangan pakai sabun CTPS yang benar 86,49%, sebagian besar anak mengkonsumsi makanan bergizi 83,78%, membuang sampah sesuai tempatnya yang benar 90,54 dan 100% anak minum obat cacing secara berkala. Pengetahuan anak mengenai PHBS mengalami peningkatan setelah dilakukan edukasi dan anak-anak sebagian besar menerapkan PHBS di sekolah dengan baik.
Pelatihan Massage Kebugaran, Kesehatan, dan Kecantikan untuk Menciptakan Peluang Kerja pada Ibu-Ibu Pkk di Desa Pringsari Nilawati, Ika; Wahyu Kristiningrum; Risma Aliviani Putri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.2720

Abstract

Massage is a natural science of society that is developing rapidly, this is a result of the enormous benefits of massage itself on human physical and psychological well-being. Massage is a form of body care using both hands on the palms and fingers. Massage in Indonesia is better known as massage which was originally intended as body therapy which eventually developed to achieve greater body beauty. Massage can provide benefits in the form of relaxation, reducing pain, repairing body organs, and maintaining fitness. The aim of this community service activity is to provide knowledge and competence to Pringsari Village PKK women regarding massage, fitness, health and beauty to improve and create new job opportunities. The target to be achieved in this community service is increasing knowledge, competence and creating new job opportunities for PKK women in Pringsari Village. The method for this activity is in the form of training for PKK women in Pringsari Village by providing theoretical material, basic knowledge and direct practice. This Community Service Method involves presenting material, questions and answers, discussions. Training is carried out twice in theory and practice, this is done so that participants do not just understand the theory. Based on the results of community service activities, data was obtained with a good percentage of 56.52%, fair 17.39%, poor 73.91%. The conclusion of this service activity was that PKK mothers in Pringsari village experienced increased knowledge and additional soft skills regarding massage, fitness, health and beauty.   ABSTRAK                 Massage merupakan suatu ilmu alami masyarakat yang berkembang dengan pesat, hal itu merupakan akibat dari manfaat massage itu sendiri yang begitu besar terhadap fisik dan psikologis manusia. Massage adalah salah satu perawatan tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun jari-jari tangan. Massage di Indonesia lebih dikenal dengan pijat yang pada awalnya bertujuan sebagai theurapetic tubuh yang akhirnya berkembang untuk lebih mencapai kecantikan tubuh. Dengan massage dapat memberikan manfaat berupa relaksasi, mengurangi nyeri, memperbaiki organ tubuh, dan memelihara kebugaran. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan, kompetensi ibu-ibu PKK Desa Pringsari tentang massage kebugaran, kesehatan, kecantikan untuk meningkatan dan menciptakan peluang kerja baru. Target yang ingin dicapai dalam pengabdian kepada masyarkat ini adalah meningkatan pengetahuan, kompetensi, dan menciptakan peluang kerja baru bagi ibu-ibu PKK Desa Pringsari. Metode dalam kegiatan ini berupa pelatihan kepada ibu-ibu PKK Desa Pringsari dengan cara memberikan materi teori, pengetahuan dasar, dan praktek secara langsung. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini dengan pemaparan materi, tanya jawab, diskusi, Pelatihan dilaksanakan sebanyak 2 kali secara teori dan praktek, hal ini dilakukan agar peserta tidak hanya sekedar memahami teorinya saja. Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh data dengan persentase baik 56,52%, cukup 17,39%, kurang 73,91%. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada bahwa ibu-ibu PKK di desa Pringsari mengalami peningkatan pengetahuan dan penambahan kemampuan soft skill tentang massage kebugaran, Kesehatan, dan kecantikan. 
Stop Bullying Melalui Edukasi, Attitude Change dan Empathy di Sekolah Ida Sofiyanti; Risma Aliviani Putri; Isfaizah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3152

Abstract

Bullying is an imbalance of power that can make others feel uncomfortable, scared, and hurt that is often done due to differences in appearance, culture, race, religion, sexual orientation and gender identity of people. Bully behavior is not only treated physically but can be in the form of words (verbal) either directly or indirectly. Schools are places where children learn, socialize, play, but schools can also be places where children experience bullying or bullying. The lack of knowledge of children about bullying makes children can accidentally bully their themes so that children become perpetrators and victims of bullying. The implementation of the activity was carried out at SDN Sumurrejo 01 Semarang City.  The method used is counseling which begins with opening, perception, provision of material, evaluation and conclusion. Data collection instruments are in the form of questionnaires while the media used are visual media. Education about bullying given to students increased their knowledge with an increase in the percentage of knowledge quite good by 36 students (46.75%), good knowledge 30 students (38.96%) and knowledge less 11 students (14.29%). Children’s knowledge about bullying behavior must be known early so as not to have a greater impact in the future because children become perpetrators or victims of bullying.    ABSTRAK Perundungan atau Bullying adalah ketidakseimbangan kekuasaan yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, takut, dan sakit hati yang sering dilakukan dikarenakan adanya perbedaan pada penampilan, budaya, ras, agama, orientasi seksual dan identitas gender orang. Perilaku Bully tidak hanya perlakukan secara fisik namun bisa berupa perkataan (verbal) baik secara langsung maupun tidak langsung. Sekolah menjadi tempat anak-anak belajar, bersosialisasi, bermain, namun sekolah bisa juga menjadi tempat bagi anak-anak mengalami perundungan atau bullying. Kurangnya pengetahuan anak mengenai bullying menjadikan anak bisa saja secara tidak sengaja melakukan perundungan pada temanya sehingga anak-anak menjadi pelaku dan korban bullying. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SDN Sumurrejo 01 Kota Semarang.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang diawali dengan pembukaan, apersepsi, pemberian materi, evaluasi dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sedangkan media yang digunakan adalah  media visual. Edukasi tentang bullying yang diberikan kepada siswa meningkatkan pengetahuan mereka dengan terjadinya kenaikan prosetase pengetahuan cukup baik sejumlah 36 siswa (46,75%), pengetahuan baik 30 siswa (38,96%) dan pengetahuan kurang 11 siswa (14,29%). Pengetahuan anak mengenai perilaku bullying harus diketahui sejak dini agar tidak memberikan dampak yang lebih besar dikemudian hari karena anak menjadi pelaku atau korban bullying.
Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Afiatna, Puji; Sugeng Maryanto; Indri Mulyasari; Risma Aliviani Putri; Anisa Puspitasari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3187

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in children under five resulting from chronic malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life. In the body of a stunted child, there are impediments to physical growth and mental development. This is the body's adaptation to malnutrition. The underlying causes of stunting must be addressed so that the impact of stunting is not experienced until adulthood. In 2022, Sragen Regency, Central Java, was identified as a key location for stunting intervention. One of the strategies to accelerate stunting reduction is the provision of assistance to families at risk of stunting. This is carried out by the family support team (TPK) Cadre. The Sragen Regency TPK cadres have provided communication, information, and education to the target group. However, the implementation of this strategy has not been optimised. The cadres lack the requisite skills to prepare materials, create media, and provide education to the target group. They are constrained in their ability to educate target groups about alternative nutrient-dense foods, particularly those derived from local sources in the supplementary feeding program for target groups. Training activities utilize a combination of lecture, discussion, and hands-on preparation of materials and creation of communication, information, and education media according to the target group, video screenings, and demonstrations of nutrient-dense supplementary foods. The activity was attended by 71 representatives of TPK cadres from 10 villages focused on handling stunting in Sragen Regency. The results obtained were increased knowledge and skills of cadres in providing communication, information and education and the provision of nutrient-dense supplementary food. It is recommended that cadres disseminate information about the preparation of materials, the creation of communication, information and education media and alternative nutrient-dense supplementary foods to other cadres in the village. ABSTRAK                 Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita sebagai akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Di dalam tubuh anak yang stunting terjadi hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental. Hal ini sebagai penyesuaian tubuh terhadap kondisi kekurangan gizi. Akar penyebab stunting harus diatasi agar dampak stunting tidak dialami hingga dewasa. Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tahun 2022 menjadi salah satu lokasi fokus intervensi stunting. Salah satu program percepatan penurunan stunting adalah pendampingan keluarga berisiko stunting yang dilaksanakan oleh Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK). Kader TPK Kabupaten Sragen telah memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pada kelompok sasaran, namun belum dilaksanakan dengan optimal. Kader TPK belum terampil dalam menyusun materi, membuat media dan memberikan edukasi kepada kelompok sasaran. Kader TPK memiliki keterbatasan dalam memberikan edukasi kepada kelompok sasaran mengenai alternatif makanan padat gizi terutama yang berbahan dasar pangan lokal dalam program Pemberian Makan Tambahan (PMT) kelompok sasaran. Kegiatan pelatihan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik penyusunan materi dan pembuatan media KIE sesuai kelompok sasaran, pemutaran video dan demonstrasi untuk PMT pada gizi. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Kader TPK dari 10 Desa fokus penanganan stunting di Kabupaten Sragen sebanyak 71 orang. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan, dan keterampilan kader TPK dalam memberikan KIE dan PMT padat gizi. Saran bagi kader TPK adalah meneruskan informasi mengenai penyusunan materi dan pembuatan media untuk KIE dan alternatif PMT padat gizi kepada kader TPK yang anggota kader TPK lain di desanya.
POLA ASUH POSITIF MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BALITA Isfaizah, Isfaizah; Putri, Risma Aliviani
Jurnal Sains Kebidanan Vol 6, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i1.11085

Abstract

Orang tua merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam pemantauan dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak pada lima tahun pertama kehidupan (Golden Periods). Kualitas hubungan antara orang tua dan anak (pola asuh) sangat menentukan perkembangannya. Pengasuhan yang salah berisiko terhadap keterlambatan perkembangan pada anak. Keterlambatan perkembangan umum (Global Development Delay) pada anak di Indonesia diperkirakan sebesar 5-10%, dengan 1-3% pada usia kurang dari 5 tahun. Tujuan penelitian untuk menentukan hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan balita. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Populasi adalah seluruh orang tua dan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa sebanyak 717 balita. Sampel dipilih berdasarkan tehnik purposive sampling sejumlah 95. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian sebagian besar responden menerapkan pola asuh positif sebesar 70.5% dan perkembangan balita yang normal sebesar 62,1% serta terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan perkembangan balita (p=0.020). Pola asuh positif berpengaruh positif terhadap perkembangan yang normal pada balita. Orang tua sebaiknya menerapkan pola asuh positif agar balita berkembang sesuai tahapan usianya. 
Pengetahuan Orang Tua Tentang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) terhadap Balita di Desa Gogik: Parental Knowledge About Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in Toddlers in Gogik Village Qonitatun, Anisa; Putri, Risma Aliviani
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.489

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is an abnormal behavioral disorder that can occur in children characterized by excessive activity or what we usually call hyperactivity. Apart from excessive activity, children with ADHD will tend to have low concentration. To find out the description of parents' knowledge about Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) among toddlers in Gogik Village. This research uses quantitative descriptive methods. The population and sample in this study were parents of toddlers aged 1-5 years at posyandu roses in Gogik Village, West Ungaran District, totaling 41 respondents. The data collection tool in this research used a questionnaire. Univariate analysis showed that the level of knowledge of parents at posyandu rose 1 in Gogik Village had insufficient knowledge, namely 41 (19%) respondents. Most of the knowledge of parents of toddlers is in the poor knowledge category, namely 19 people (46.3%). It is hoped that parents will increase information about Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) through health people, social media, and via the internet. So you can find out if your child has ADHD and can do further treatment.   ABSTRAK Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku tidak ormal yang bisa terjadi pada anak ditandai dengan aktivitas yang berlebih atau biasa kita sebut hiperaktif, selain aktivitas yang berlebih anak dengan ADHD akan cenderung memiliki konsentrasi yang rendah. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua tentang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) terhadap balita di Desa Gogik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah orang tua balita umur 1-5 tahun di posyandu mawar Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat sebanyak 41 responden. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa univariat menunjukkan tingkat pengetahuan orang tua di posyandu mawar 1 di Desa Gogik memiliki pengetahuan yang kurang yaitu 41 (19%) responden. Sebagian besar pengetahuan orang tua balita dalam kategori pengetahuan kurang yaitu sebanyak 19 orang (46,3%). Diharapkan orang tua untuk lebih meningkatkan informasi tentang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) melalui orang kesehatan, media sosial, dan bisa melalui internet. Sehingga dapat mengetahui anaknya bila mengalami ADHD dan dapat dilakukan penanganan lebih lanjut.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care dengan Letak Sungsang, Oligohidramnion dan Kalsifikasi Plasenta Astuti, Sri; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonates is a physiological condition that may threaten the life of the mother, baby and even cause death. One effort that can be done is to apply a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high-risk neonatal maternal. The aim of the research was to analyze midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Analytical descriptive observational research method. A case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample was a second trimester pregnant woman, gestation age 27-28 weeks, G2P1A0. Research time Mei 2024 – November2024 in the working area of RSIA Asih Balikpapan. The research instrument uses the SOAP documentation method with a varney management mindset. The collection technique uses primary data through    interviews, observation, physical examination, MCH handbook. Research results Mrs. P G2P1A0 gestational age 27-28 weeks with breech position.Based on the results of a comprehensive case study (Continuity Of Care ) on Mrs P from the two trimester of pregnancy, the third pregnancy visitis2Childbirt 1 time,postpartum 4 time period,newborn and neonatus 3 time wereobtained Mrs.P aged 24 years G2 P1 A0 gestational age 39-40 week with the location of the buttocks,ligohidarmnion and Calsifikasi plasenta Chilbirth in Mrs P took place in the hospital,the pospartum period took place normally, at 6 hours postpartum, the mother complained that there was stil very little breast milk then given provided midwifery care Complementer Oxytocin massage, there was no ab normal bleeding,Uterin contractions are good.In newborns,the resuls of antropometric examinations are normal, and Mrs.P decides to use IUD post plasenta contraception.It is hoped that the midwifery care (Contuuinity Of Care ) will always imlement midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standars.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif analitik. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB).Sampel adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 27-28 minggu, G2P1A0 dengan Letak Sungsang,. Waktu penelitian Mei- November 2024 di RSIA Asih Balikpapan. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny.P Umur 24 tahun G2P1A0 usia kehamilan 27-28 minggu dengan masalah Letak Sungsang Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif (Continuity Of Care ) pada Ny. P dari kehamilan TM II dilakukan1 kali kunjugan,TM III dilakukan 1 kali kunjungan, persalinan 1 kali kunjungan, nifas 4 kali kunjungan,BBL dan Neonatus 3 kali kunjungandan KB 1 kali kunjungan di dapatkan Ny. P usia 24 tahun G2P1 A0  UK 27-28 minggu dengan kehamilan letak sungsang dan pada TM III UK 39-40 minggu dengan letak sungsang presentasi bokong , Oligohidramnion dan Calcifikasi plasenta,Persalinan pada Ny. P berlangsung di RSIA Asih Balikpapan yang awalnya di rencanakan SC dan akhirnya lahir secara pervaginam, masa nifas berlangsung normal, pada nifas 6 jam ibu mengeluh ASI masih sangat sedikit maka di berikan asuhan kebidanan komplementer yaitu pijat oksitsin, selama nifas tidak ada perdarahan dan kontraksi uterus baik, pada BBL hasil pemeriksaan antropometri normal, dan Ny.P memutuskan untuk mengunakan KB IUD pasca salin.Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan ( Cotiunity Of Care ) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan,mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 22 Tahun G1P0A0 di UPTD Puskesmas Sumowono Suharti; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of public health. MMR describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after delivery) so that comprehensive care is carried out to prevent maternal death during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2019). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in Continuity of Care (COC) to Mrs. A at the Sumowono Health Center UPTD with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and at the time of choosing contraceptives and documenting using SOAP. While health services for babies are carried out during neonatal home visits and counseling on how to care for the umbilical cord to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, childbirth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive research method and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. The results obtained from comprehensive assistance in Continuity of Care (COC) on Mrs. A are from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns to mothers using contraceptives, which occurs physiologically and there are no complications. The conclusion obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care in Continuity Of Care (COC) on Mrs. A is that as health workers, especially midwives, they can apply comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab     kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2019). Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. A di UPTD Puskesmas Sumowono dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi serta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehan pada bayi dilakukan pada saat kunjungan rumah neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. A adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. A adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif untuk menurunkan AKI dan AKB 
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afiatna, Puji Agnes Bien Alfina Damayanti Alya Fernanda Khairani Ana Zully Astuti Angelina Chika Pury Putri Anggun Puspita Dewi Anisa Puspitasari Anjelina, Renny Ardila Ardilla Ari Andayani Ari Widyaningsih Bela Catur Sakti Rahayu Bhisma Murti Bien, Agnes Boki, Maryeni R. Bunga Asmara Dayu Kartikasari R Dewi Maryani Dian Cahya Putri Dono Indarto Dwi Yuliana Wati Soeyono Eka Sularsih Elvira A. Goncalves Enjes Sita, Sang Ayu Putu Ernanda, Rika Yunita Estiningtyas, Christia Eti Salafas Fanggi, Windy Anisa Veryany Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani Gabriella Jesicca Eriesti Gabriella Jessica Eriesti Hanum, Puspita Harina Noviyanti Heni Setyowati Hesti Setyowati Ika Nilawati Indri Mulyasari Isfaizah Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kumalasari, Kafita Kusumastuti, Dhini Lailatur Rohmah Latri Lestari Lestari, Puji Lintang Wening Pembayun Malisa Maryeni R. Boki Masruroh Masruroh . Maulidina, Rifatul MAYA MAIYANISA Melly Kurnia Sari Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Luthfi Munawaroh - Muzayarah Nafa Nofitasari Nilawati, Ika Nita Amalia Nur Azizah Nor Jannah, Siti Nova Harianti Nova Oktaviani Nur Khasanah Nurjanah Nurul Nurul Firdaus Purniyati Qonitatun, Anisa Renny Anjelina Rini Susanti Riska Susanti RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliana Isna Rosida Rumisih Samsi Rohmini septiana, Ayun Rizqi Septiana Setyowati Shinta Lutfiani Silvia Fitri Eva W Siswati Sodiyah Soesilowati, Peni Sofiyanti, Ida Sri Astuti Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Muji Wahyuni Sugeng Maryanto Suharti Suliani Dano Susanti Rahayu Syifa Fauziah Syifa Fauziah Syifa Nur Akmar TATI NURHAYATI Tuti Emawati Veftisia, Vistra Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yeni Susanti Yuliana, Rambu Lika Yuliance Kabak Yulinda Yasa Putri Yunita T.Pidhi