Putri, Risma Aliviani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Smartpunktur untuk Meningkatkan Daya Ingat pada Anak Prasekolah Nova Oktaviani; Eti Salafas; Nafa Nofitasari; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preschool-age children are children between the ages of 3 and 6 years, during this period physical growth slows down and psychosocial and cognitive development increases. Children begin to develop their curiosity, and are able to communicate better. Games are a way that children use to learn and develop relationships with other people (DeLaune & Ladner 2011). Smartpuncture is part of acupressure, a legal alternative complementary therapy, in accordance with the RI Minister of Health Regulation No. 1109/Menkes/PER/IX/2007 concerning the administration of alternative complementary medicine in health care facilities (Sudijayana 2012). This community service activity is carried out through direct counseling. At Kuncup Mawar Kindergarten, several stages are carried out, namely observing children's learning in the classroom, licensing to the school principal, implementing activities for teachers and children. Smartpuncture is part of acupressure, which is an alternative complementary therapy that has a legal legal basis. Smartpuncture massage is a technique of stimulation to improve the flow of blood, nerves and meridians towards the head and brain. This community service activity is carried out through counseling taking place at the Kuncup Mawar Ngrawan Getasan Kindergarten. Participants in this activity were 18 children aged 5-6 years who attended Kuncup Mawar Ngrawan Getasan Kindergarten. Smartpuncture is carried out 1 time by explaining it to the child and the teacher. All children do smartpuncture well. Parents and teachers get information about martpuncture in children. Children who are selected to participate in community service can practice smartpuncture. Children can follow the instructions from the servant to do smartpuntur and can practice it at home.   Abstrak Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun, pada periode ini pertumbuhan fisik melambat dan perkembangan psikososial serta kognitif mengalami peningkatan. Anak mulai mengembangkan rasa ingin tahunya, dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik. Permainan merupakan cara yang digunakan anak untuk belajar dan mengembangkan hubungannya dengan orang lain (DeLaune & Ladner 2011). Smartpunktur merupakan bagian dari akupresur, salah satu terapi komplementer alternatif yang legal, sesuai dengan Permenkes RI No.1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer alternatif di fasilitas pelayanan kesehata (Sudijayana 2012). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung Di TK Kuncup Mawar  dilaksanakan beberapa tahapan yaitu pengamatan pembelajaran anak diruang kelas, perizinan kepada pihak kepala sekolah, pelaksanaan kegiatan pada guru dan anak. Smartpunktur  merupakan  bagian  dari  akupresur, merupakan  salah  satu  terapi komplementer  alternatifyang legal  dasar  hukumnya. Pijat  mencerdaskan otak (Smartpunktur)  adalah  suatu  teknik  rangsangan  untuk melancarkan  aliran  darah,  syaraf  dan meridian   yang   menuju   kearah      kepala   dan   otak. Kegiatan Pengabdian  masyarakat  ini  dilakukan  melalui  penyuluhan berlangsung  di  TK Kuncup Mawar Ngrawan Getasan.  Peserta dalam  kegiatan  ini  berjumlah  18  anak  berusia  5-6  tahun yang  bersekolah  di  TK  Kuncup Mawar Ngrawan Getasan. Smartpunktur diakukan  1  kali dengan  menjelaskan  kepada  anak  dan guru. Semua  anak  melakukan  smartpunktur  dengan  baik. Orang  tua  dan  pengajar  mendapatkan  informasi  tentang martpunktur pada anak. Anak-anak yang terpilih mengikuti pengabdian   kepada   masyarakat   dapat   mempraktikkan smartpunktur. Anak-anak   dapat   mengikuti   instruksi   dari pengabdi untuk melakukan smartpunktur dan dapat mempraktikkannya saat di rumah.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “A” Usia 22 Tahun di PMB Diyah Tawangmangu Surani; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality rate and infant mortality rate are important indicators of public health status, therefore it is important for health workers to provide ongoing health services to mothers to monitor maternal health from pregnancy, childbirth, postpartum to the selection ofcontraceptives. Meanwhile, health services for children are started at the first neonatal visit according to the Newest Management Standards for Young Infants (MTBM) and counseling for newborn care including exclusive breastfeeding and umbilical cord care. The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive Continuity Of Care (COC) midwifery care for Mrs. A at PMB Diyah Tri Wardani Tawangmangu with a descriptive approach carried out by history taking and observing patients from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, and families. planned and documented with the SOAP model. The results obtained from the COC assistance to Mrs. A is in pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning that runs physiologically and there is no gap between theory and case. The conclusion of this study is that as health workers, midwives can apply COC midwifery care in improving the quality of services that require continuous relationships between patients and health workers, namely monitoring the condition of pregnant women from early pregnancy to delivery to health workers, monitoring newborns. from signs of infection, postnatal complications as well as facilitators for couples of childbearing age in family planning services.   Abstrak Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah dengan melihat jumalh kematian ibu dan bayi dalam suatu negara, oleh karena itu pelayanan kesehatan kepada ibu secara berkelanjutan penting dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mengawasi kesehatan ibu dari masa kehamilan, persalinan, nifas sampai saat pemilihan alat kontrasepsi. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan pada anak dimulai pertama kali pada kunjungan neonatus sesuai Standar Manajemen Terbaru Bayi Muda (MTBM) dan konseling tentang bagaimana merawat bayi baru lahir yang didalamnya diberikan edukasi tentang ASI Ekslusif dan bagaimana merawat tali pusat. Tujuan asuhan kebidanan ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif secara Continuity Of Care (COC) pada NY. A di PMB Diyah Tri Wardani Tawangmangu dengan pendekatan secara diskriptif yang dilakukan dengan anamnesa dan observasi kepada pasien dari masa kehamilan, bersalin, nifas sampai saat pemilihan alat kontrasepsi. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan pada anak dimulai pertama kali pada kunjungan neonatus sesuai Standar Manajemen Terbaru Bayi Muda (MTBM) dan konseling tentang bagaimana merawat bayi baru lahir yang didalamnya diberikan edukasi tentang ASI Ekslusif dan bagaimana merawat tali pusat. Tujuan asuhan kebidanan ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif secara Continuity Of Care (COC) pada NY. A di PMB Diyah Tri Wardani Tawangmangu dengan pendekatan secara diskriptif yang dilakukan dengan anamnesa dan observasi kepada pasien dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana dan didokumentasikan dengan model SOAP. Hasil yang didapat dari pendampingan secara COC pada Ny. A adalah dari masa kehamilan hingga masa persalinan kemudian nifas serta bayi baru lahir hingga ibu menggunakan kontrasepsi berjalan secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai tenaga kesehatan bidan dapat menenerapkan asuhan kebidanan secara COC dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dan tenaga kesehatan, yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai proses persalinan ke bidan , serta memantau perkembangan bayi baru lahir, adakah komplikasi setelah melahirkan serta fasilitator untuk pasangan usia subur dalam pelayanan keluarga berencana.
Akupresur untuk Mengatasi Sakit Kepala Hanum, Puspita; Muzayarah; Nurul; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Headaches are a common complaint faced by everyone and usually subside if we take analgesic medication. Headache is a symptom or symptom of a disease. Headaches are caused by active pain nerves in the head. Active pain nerves can occur due to chemical activity in the brain, problems with certain structures or parts of your head, disorders in other parts of the body, or a combination of these factors. Headaches are a feeling of pain or discomfort throughout the head area. with the lower border from the chin to the back of the head. Prevalence studies estimate that half to three quarters of adults aged 18-65 years in the world have suffered from headaches in the previous year. In the world, around 50 percent of people who experience headaches choose to treat themselves without using health facilities and personnel. Headaches called migraines are headaches with pain attacks that last 4-72 hours. The pain is usually unilateral, throbbing in nature, the intensity of the pain is moderate to severe and exacerbated by activity, and can be accompanied by nausea, vomiting, photophobia and phonophobia. This headache is caused by blood vessels leading to the brain experiencing vasoconstriction caused by an increase in serotonin levels and then experiencing vasodilation. In one study, massage at the right acupressure points can gradually reduce pain in the head. If participants initially experienced headaches seven times a week, their headache recurrence tended to decrease to only twice a week. Non-pharmacological treatment is a form of complementary medicine. Acupressure therapy is a complementary therapy in the form of physiotherapy with massage and stimulation of special points on the body, including simple and effective actions. Currently, not much is known about the benefits of acupressure for health. So this study aims to conduct a literature review regarding the use of acupressure therapy in treating various health problems. The activities were carried out at the Al Khoiriyah Taklim Council, Sepinggan Baru Village. The Method used is counselling which begins with opening, apperception, providing material, evaluation and conclusions. The data collection instrument was questionnaire, while the media used were booklets and material selivery via PPT. The knowledge of mothers at the Al Khoiriyah Taklim Council after being given information and education regarding acupressure for treating headaches has increased After providing information and applying appropriate acupressure to the correct points, it can be effective in reducing headaches.   Abstrak Sakit Kepala adalah keluhan yang lazim dihadapi oleh semua orang dan biasanya akan reda bila kita mengkonsumsi obat analgetik. Sakit kepala merupakan gejala atau symptomps dari suatu penyakit. Sakit kepala disebabkan oleh aktifnya saraf nyeri di kepala. Aktifnya saraf nyeri ini bisa terjadi karena aktivitas zat kimiawi di otak,  masalah pada struktur atau bagian tertentu di kepala Anda, gangguan di bagian tubuh lain, atau kombinasi dari faktor-faktor ini.Nyeri kepala adalah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan di seluruh daerah kepala dengan batas bawah dari dagu sampai daerah belakang kepala. Studi prevalensi memperkirakan setengah sampai tiga perempat orang dewasa berusia 18-65 tahun di dunia telah menderita sakit kepala pada tahun sebelumnya. Di dunia sekitar 50 persen orang yang mengalami nyeri kepala memilih untuk mengobati sendiri tanpa menggunakan fasilitas dan tenaga kesehatan. Nyeri kepala yang disebut migrain adalah nyeri kepala dengan serangan nyeri yang berlangsung 4-72 jam. Nyeri biasanya unilateral, sifatnya berdenyut, intensitas nyerinya sedang sampai berat dan diperhebat oleh aktivitas, dan dapat disertai mual muntah, fotofobia dan fonofobia. Nyeri kepala ini diakibatkan pembuluh darah yang menuju otak mengalami vasokontriksi yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar serotonin dan kemudian mengalami vasodilatasi. Dalam suatu studi, pijatan di titik-titik akupresur yang tepat dapat mengurangi rasa sakit di kepala secara bertahap. Jika pada awalnya peserta mengalami sakit kepala tujuh kali seminggu, kekambuhan sakit kepalanya cenderung berkurang menjadi hanya dua kali seminggu. Pengobatan non farmakologis merupakan salah satu bentuk pengobatan komplementer. Terapi akupresur salah satu terapi komplementer berupa fisioterapi dengan pemijatan dan stimulasi terhadap titik-titik khusus pada tubuh, termasuk tindakan yang sederhana dan efektif. Saat ini belum banyak diketahui manfaat akupresur untuk kesehatan. Sehingga studi ini bertujuan untuk melakukan literature review mengenai pemanfaatan terapi akupresur dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di Majelis Taklim Al Khoiriyah Kelurahan  Sepinggan Baru. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang di awali dengan pembukaan, apersepsi, pemberian materi, evaluasi dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sedangkan media yang digunakan adalah  media booklet dan penyampaian materi melalui PPT. Pengetahuan ibu ibu di Majelis Taklim Al Khoiriyah sesudah  diberikan Informasi dan  edukasi mengenai Akupresur untuk menangani sakit kepala mengalami peningkatan pengetahuan   Setelah diadakan Pemberian Informasi dan Penerapan Akupresur yang sesuai dengan titik-titik yang benar dapat efektif menurunkan nyeri kepala.
Upaya Peningkatan Kualitas Ante Natal Care dengan Senam Hamil Maryam di Puskesmas Tawangmangu Surani; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy exercise is a method of relaxation and exercise for pregnant women which is a regular program in antenatal care, purpose to make pregnant women mentally and physically ready for the birth process. Based on a preliminary survey of 10 pregnant women with a gestational age of more than 20 weeks who attended pregnancy exercise classes, there were 9 pregnant women who said that as long as ANC had never participated in pregnancy exercise, they only received material about pregnancy exercise. The purpose of this community service is: to provide health education to pregnant women about improving the quality of ANC with pregnancy exercise and to teach pregnant women to do pregnancy exercise safely and healthily. Prenatal class participants are mothers at more than 20 weeks' gestation, because at this gestational age the mother's condition is strong and she is not afraid of miscarriage. The number of prenatal class participants was 15 people. The implementation of this community service is carried out at Puskesmas Tawangmangu, in the form of: weighing, measuring blood pressure, physical examination during pregnancy, counseling about the needs of pregnant women, pregnancy exercise. The results of this activity are from the pretest and posttest that have been carried out in the education class for pregnant women, there is a  increase in the knowledge of pregnant women. And there are no obstacles to this pregnancy exercise, so it can be carried out continuously once a month.   Abstrak Senam hamil merupakan metode relaksasi dan latihan pada ibu hamil yang menjadi program tetap pada pelayanan antenatal, bertujuan agar ibu hamil siap mental dan jasmani dalam menghadapi proses persalinan. Berdasarkan survey pendahuluan ibu hamil sebanyak 10 ibu hamil dengan umur kehamilan lebih dari 20 minggu yang mengikuti kelas senam ibu hamil terdapat 9 ibu hamil yang mengatakan bahwa selama ANC belum pernah mengikuti senam hamil hanya mendapat materi tentang senam hamil. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah: memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang peningkatan kualitas ANC dengan senam hamil dan mengajari ibu hamil melakukan senam hamil dengan aman serta sehat. Peserta kelas prenatal adalah ibu pada umur kehamilan lebih dari 20 minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi ibu sudah kuat dan tidak takut terjadi keguguran. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Tawangmangu, berupa: penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan fisik hamil, penyuluhan tentang kebutuhan ibu hamil, senam hamil. Hasil kegiatan ini adalah dari pretest dan posttes yang telah dilakukan edukasi pada kelas senam ibu hamil ini terdapat kenaikan pengetahuan ibu hamil. Dan kegiatan senam hamil ini tidak ada kendala, sehingga dapat dilaksanakan secara kontinu sebulan sekali.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny L G2P1A0 dengan Pijat Oksitoksin Anjelina, Renny; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal is a physiological condition that can threaten the safety of the life of the mother and baby and can even cause death. One of the efforts that can be made is to apply a comprehensive midwifery care model to optimize the detection of neonatal maternal high risk. The purpose of Comprehensive Obstetric Care (CoC) for Mrs. L is to provide obstetric care for pregnant women, childbirth, postpartum, BBL, and family planning for Mrs. L G2P1A0. The method used in the case study of comprehensive care in pregnant women, childbirth, newborns and postpartum is a descriptive method. The type of discreet research used is a case study sample in this study, namely a pregnant woman in the third trimester of 30 weeks gestation, G2P1A0. The research time is November 11, 2023 - February 22, 2024 in the Langensari Village area RT 12/RW06. The research instrument uses the SOAP documentation method. The collection technique uses primary data through interviews, observations, physical examinations, and KIA books. The results of the care were obtained by Mrs. L, 38 weeks pregnant, physiologically pregnant, no complaints. Childbirth gets anti-biotic and also anti-pain. The postpartum period went well, there was no bleeding and also uterine contractions were good. In newborns, the results of normal antopometric examination, apgar score 8/9/10 and SHK examination are negative. Mrs. L decided to inject birth control for 3 months before using birth control implants.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisioligis yang dapat mengancam keselamatan jiwa ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menerapkan model asuhan kebidanan komperhensif untuk mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal neonatal. Tujuan Asuhan Kebidanan Komperhensif (CoC) pada Ny. L untuk melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB pada Ny. L G2P1A0. Metode yang digunakan pada penelitian studi kasus asuhan komperhensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode deskriptif. Jenis penelitian diskiptif yang digunakan adalah penelaah kasus (Case Study) sampel pada penelitian ini yaitu seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 30 minggu, G2P1A0. Waktu penelitian 11 November2023 - 22 Februari 2024 di wilayah Desa Langensari RT 12/RW06. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentassi SOAP. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dab buku KIA. Hasil Asuhan didapatkan Ny L usia kehamilan 38 minggu hamil fisiologis tidak ada keluhuan. Perssalinan mendapatkan anti biotik dan juga anti nyeri. Masa nifas berlangsung baik, tidak ada perdarahan dan juga kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antopometri normal, apgar score 8/9/10 dan pemeriksaan SHK negative. Ny.L memustukan untuk KB suntik 3 bulan sebelum akan menggunakan KB implan. Dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komperhensif pada Ny. L dari kehamilan, persalinan, BBL, dan nifas, Saran: Diharapkan asuhan komperhensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi terpantau.Bulan sebelum.
Upaya untuk Mengurangi Batuk Pilek pada Balita dengan Pijat Common Cold Alfina Damayanti; Fitriyani; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toddlers are children who have reached the age of over one year or more popularly known as children under five years old. The most common problem experienced by a toddler is a cough and cold caused by respiratory tract irritation, allergies, weakened immune system and poor environment. Initial symptoms include a bad feeling from the nose or throat. Then start sneezing, runny nose and feel mild pain. It is sometimes accompanied by a mild cold. There are methods that can be used to treat a cold cough, namely pharmacological and non-pharmacological methods. Non-pharmacological treatments are safer to use because they do not have the side effects of drugs because non-pharmacological therapies use physiological processes. One of them uses cough and cold massage. Common cold massage is a very effective therapy for babies or children suffering from cough and colds. One of the common cold massage therapy movements is by patting and vibrating the data and back to bring mucus to the large tract so that the child will automatically cough and mucus will come out. In children, mucus usually comes out with faeces. Community service is carried out in 4 stages, namely the first stage is education about the management of common cold, the second stage is a demonstration of how to massage common cold, the third stage is the assistance of parents in the application of common cold massage management, the fourth stage is the evaluation of activities. The activity was carried out in Branjang, Lerep Village, West Ungaran District, Semarang Regency. It can be seen from the results of demonstrations conducted common cold massage mothers who have never done before began to try with the results of many skilled mothers. In conclusion, common cold massage is a massage that can be done to treat or prevent cough and cold in toddlers, and can be done by mothers at home.   Abstrak Balita adalah anak yang telah menginjak usia diatas satu tahun atau lebih popular dengan pengertian anak dibawah lima tahun. Masalah yang paling kerap dialami seorang balita adalah batuk pilek yang disebabkan oleh iritasi saluran pernapasan, alergi, melemahnya system kekebalan tubuh dan lingkungan yang kurang baik.. Gejala awal berupa rasa  tidak enak dari hidung atau tenggorokan. Kemudian mulai bersin-bersin, hidung meler dan merasa sakit ringan. Kadang disertai denam ringan. Terdapat metode yang dapat dilakukan untukmengobati batuk pilek, yaitu metode farmakologi dan non farmakologi. Penanganan batuk pilek secara non farmakologi lebih aman digunakan karena tidak menggunakan efek samping seperti obat obatan karena terapi nonfarmakologi menggunakan proses fisiologis. Salah satunya menggunakan pijat batuk pilek. Pijat common cold adalah therapy sangat efektif untuk bayi atau anak yang menderita batük pilek salah satu gerakan common cold massage therapy dengan menepuk- nepuk dan menggetarkan data serta punggung untuk membawa lendir ke saluran besar sehingga anak akan otomatis batuk-batuk dan lendir akan keluar. Pada anak biasanya lendir akan keluar bersama kotoran. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu Tahap Pertama adalah edukasi tentang penatalaksanaan commoncold, tahap kedua demonstrasi cara pemijatan commoncold, tahap ketiga adalah pendampingan orang tua dalam penerapan penatalaksanaan pijat common cold, Tahap keempat adalah evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Branjang Kelurahan Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Dapat dilihat dari hasil demonstrasi yang dilakukan pijat commoncold ibu yang belum pernah melakukan sebelumnya mulai mencoba dengan hasil banyak ibu yang terampil. Kesimpulan pijat comoncold merupakan pijat yang dapat dilakukan untuk penanganan atau pencegahan batuk pilek pada balita, serta dapat dilakukan oleh ibu dirumah.
Asuhan Kebidanan Continuty Of Care (COC) pada Ny”J” Umur 20 Tahun di Puskesmas Kota Atambua Dwi Yuliana Wati Soeyono; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after delivery) so that comprehensive care is provided to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum. The MMR in Belu Regency in 2022 is trending downward compared to 2020. In 2020 the MMR was 12 cases, and in 2022 it dropped to 6 cases). However, it is still relatively high compared to the maternal mortality rate (MMR) target for Belu district, namely 0 maternal deaths by 2022. The highest proportion of maternal deaths is during the postpartum period and the highest cause of death occurs when it is caused by hypertension and is followed by the second highest cause, namely bleeding and infection. , IMR in Belu Regency in 2022 decreased compared to 2020. In 2022, the infant mortality rate was 48 cases, while the infant mortality rate (IMR) in 2020 was 66 cases. Direct causes of infant death include low birth weight (LBW), postnatal infections (neonatal tetanus, sepsis), hypothermia and asphyxia. Meanwhile, infant deaths from indirect causes are influenced by the external environment and the mother's activities during pregnancy, such as: socio-economic factors, health services, the mother's condition during pregnancy, and environmental influences. Descriptive and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. The Single Unit here can contain one person, a group of residents affected by a problem. Monitoring of pregnant women is carried out author 3 times, namely 1 time in the second trimester and 2 times in the third trimester, the monitoring results obtained were the mother's complaints in the third trimester of pregnancy, the mother often had dizziness, felt that the child was moving more and more, the complaint experienced by the mother was anemia in pregnant women and mothers with multiple pregnancies (Gemelly), anemia which is one of the complications of twin pregnancies according to theory, then there is no gap. On February 22 2024, the mother gave birth via SC at Mgr Regional Hospital. Gabriel Manek, SVD, at 10.01 WIT the first baby was born, and at 10.02 WITA the second baby was born, the gender of both babies was male, the baby was healthy but LBW. Newborn baby care was carried out three times from the time they were still being cared for at the regional hospital until they visited twice at the mother's house with care for twins and new babies with LBW. Mother's care at KF 1-KF 4 went well by providing good surgical wound care. The mother used implant birth control and found no problems. Care has been provided comprehensively. There is no gap between theory and cases in Comprehensive Midwifery Care for Mrs. J and By. Mrs. J twins 1 and 2 at UPTD Puskesmas Atambua City.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas. AKI di Kabupaten Belu Tahun 2022 trennya mengalami penurunan bila dibandingkan Tahun 2020. Bila di Tahun 2020 AKI sebanyak 12 kasus, dan di Tahun 2022 turun menjadi 6 kasus). Namun masih tergolong tinggi dibanding dengan target angka kematian ibu (AKI) kabupaten Belu yaitu 0 kematian ibu pada tahun 2022. Proporsi kematian Ibu tertinggi yaitu pada masa Nifas dan Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat disebabkan karena Hipertensi dan diikuti penyebab tertinggi kedua yaitu Perdarahan dan Infeksi, AKB di Kabupaten Belu Tahun 2022 menurun bila dibandingkan Tahun 2020. Pada Tahun 2022, Angka Kematian Bayi sebesar 48 kasus, sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) Tahun 2020 sebesar 66 kasus. Penyebab langsung kematian bayi antara lain berat bayi lahir rendah (BBLR), infeksi pasca lahir (tetanus neonatorum, sepsis), hipotermia dan asfiksia. Sedangkan kematian bayi oleh penyebab tidak langsung dipengaruhi oleh lingkungan luar dan aktivitas ibu ketika hamil, seperti: faktor sosial ekonomi, pelayanan kesehatan, keadaan ibu selama kehamilan, dan pengaruh lingkungan. Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit Tunggal disini dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 3 kali yaitu 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimester III, hasil pemantauan yang didapatkan ialah keluhan ibu pada kehamilan trimester III ibu sering pusing, merasa pergerakan anak semakin banyak, keluhan yang di alami ibu merupakan gecaja anemia pada ibu hamil dan ibu dengan kehamilan ganda (Gemelly), anemia yang merupakan salah satu komplikasi dari kehamilan kembar sesuai dengan teori, maka tidak terjadi kesenjangan. Pada tanggal 22 Februari 2024 Ibu melahirkan secara SC di RSUD Mgr. Gabriel Manek,SVD, pukul 10.01 Wita bayi pertama lahir, dan Jam 10.02 Wita Bayi ke dua lahir, jenis kelamin kedua bayi adalah laki-laki, keadaan bayi sehat namun dengan BBLR. Asuhan Bayi baru lahir dilakukan tiga kali sejak masih dirawat diRSUD sampai kunjungan 2 kali kerumah ibu dengan asuhan perawatan bayi kembar dan bari dengan BBLR. Asuhan pada KF 1- KF 4 pada ibu berjalan dengan baik dengan memberikan asuhan perawatan luka operasi yang baik. Ibu menggunakan KB Implan dan tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara komprehensif. Tidak terdapat kesenjagan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. J dan By. Ny. J kembar 1 dan 2 di UPTD Puskesmas Kota Atambua.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny M G3P2A0 dengan Pijat Counter Presure Yuliana, Rambu Lika; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal is a physiological condition that can threaten the safety of the life of the mother and baby and can even cause death. One of the efforts that can be made is to apply a comprehensive midwifery care model to optimize the detection of neonatal maternal high risk. The purpose of Comprehensive Obstetric Care (CoC) for Mrs. L is to provide obstetric care for pregnant women, childbirth, postpartum, BBL, and family planning for Mrs. L G2P1A0. The method used in the case study of comprehensive care in pregnant women, childbirth, newborns and postpartum is a descriptive method. The type of discreet research used is a case study sample in this study, namely a pregnant woman in the third trimester of 30 weeks gestation, G2P1A0. The research time is November 11, 2023 - February 22, 2024 in the Langensari Village area RT 12/RW06. The research instrument uses the SOAP documentation method. The collection technique uses primary data through interviews, observations, physical examinations, and KIA books. The results of the care were obtained by Mrs. L, 38 weeks pregnant, physiologically pregnant, no complaints. Childbirth gets anti-biotic and also anti-pain. The postpartum period went well, there was no bleeding and also uterine contractions were good. In newborns, the results of normal antopometric examination, apgar score 8/9/10 and SHK examination are negative. Mrs. L decided to inject birth control for 3 months before using birth control implants.   Abstrak Asuhan kebidanan komperhensif bertujuan untuk mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal neonatal. Tujuan Asuhan Kebidanan Komperhensif (CoC) pada Ny. M untuk melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB pada Ny. M G3P2A0. Metode yang digunakan pada penelitian studi kasus asuhan komperhensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode deskriptif. Jenis penelitian diskiptif yang digunakan adalah penelaah kasus (Case Study) sampel pada penelitian ini yaitu seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 25-26 minggu, G3P2A0. Waktu penelitian 31 Oktober 2023 – 12 Maret 2024 di wilayah kelurahan Manumutin RT 13/RW004 Tujuan penelitian ini memberikan asuhan kebidanan pada Ny M secara komprehensif dari asuhan kehamilan ,persalinan.Nifas bayi baru lahir, neonatus dan asuhan KB sesuai Management Varney, Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentassi SOAP. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, data buku KIA. Hasil Asuhan didapatkan Ny M usia kehamilan 39 minggu hamil fisiologis tidak ada keluhuan. Persalinan mendapatkan anti biotik dan juga anti nyeri secara komplementer yaitu counter Presure. Masa nifas berlangsung baik, tidak ada perdarahan dan juga kontraksi uterus baik. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antopometri normal, apgar score 8/9/10 dan pemeriksaan Bayi baru lahir normal . Ny.M memilih untuk KB suntik 3 Bulan.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita dengan Status Gizi Balita di Desa Padaan Wilayah Kerja Puskesmas Pabelan Kabupaten Semarang: The Relationship Between Mothers' Knowledge About Toddler Nutrition and the Nutritional Status of Toddlers in Padaan Village, Pabelan Community Health Center Working Area, Semarang Regency Samsi Rohmini; Risma Aliviani Putri
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.388

Abstract

Nutritional status is a condition caused by a balance between the intake of nutrients from food with the needs of nutrients needed for the body's metabolism. One of the factors that affect toddler nutrition is maternal knowledge. The results of interviews conducted on 10 mothers who had toddlers in Cikalan obtained results from 4 out of 10 mothers lacking knowledge, 3 good knowledge and 3 sufficient knowledge. The issue of maternal knowledge is very important in determining food intake because a person's level of nutritional knowledge affects behavior in choosing foods that have an impact on the nutritional intake of their children. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge about toddler nutrition with the nutritional status of toddlers in the village of padaan. The study used analytical methods with a cross sectional approach. The population of mothers who have toddlers aged 12-60 months in padaan village is 212 and the sample in this study is 68 mothers who have toddlers and 68 toddlers aged 12-60 months in padaan village. The sampling technique uses proportionate random sampling. The data collection tool used a questionnaire on maternal knowledge about toddler nutrition, while for nutritional status assessment using the Z-Score (BB/U) table. The statistical test was analyzed by chi-square test with a significant level (α) = 0.05. The results of the study obtained a picture of maternal knowledge about toddler nutrition in the village of padaan from a total of 68 respondents, most of whom had less knowledge as many as 46 mothers (67.6%), a picture of nutritional status in toddlers in the village in the category of nutritional status was lacking with a total of 36 toddlers (53%). The chi-square test showed a value of ρ = 0.169 α value = 0.05, there was no relationship between maternal knowledge of toddler nutrition and nutritional status. It is expected that mothers pay more attention to the importance of nutrition for toddlers, and seek information about meeting nutritional needs such as attending counseling and counseling from puskesmas and other mass media.   ABSTRAK Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Faktor yang mempengaruhi gizi balita salah satunya adalah pengetahuan ibu. Hasil wawancara yang dilakukan pada 10 ibu yang memiliki balita di cikalan didapatkan hasil 4 dari 10 ibu pengetahuan kurang, 3 pengetahuan baik dan 3 pengetahuan cukup. Masalah pengetahuan ibu sangat penting peranannya dalam menentukan asupan makanan karena tingkat pengetahuan gizi seseorang berpengaruh terhadap perilaku dalam memilih makanan yang berdampak pada asupan gizi anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan status gizi balita di desa padaan. Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi ibu yang mempunyai balita usia 12-60 bulan di desa padaan yaitu 212 dan sampel dalam penelitian ini adalah 68 ibu yang mempunyai balita dan 68 balita usia 12-60 bulan di desa padaan. Teknik sampling menggunakan proportionate random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan ibu tentang gizi balita, sedangkan untuk penilaian status gizi menggunakan tabel Z-Score (BB/U). Uji statistic dianalisis dengan uji chi-square dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang gizi balita di desa padaan dari total 68 responden sebagian besar mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 46 ibu (67,6%), gambaran status gizi pada balita di desa padaan kategori status gizi kurang dengan jumlah 36 balita (53%). Uji chi-square menunjukkan nilai ρ = 0,169 nilai α = 0,05, tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dengan status gizi. Diharapkan kepada ibu lebih memperhatikan kan pentingnya gizi untuk balita, dan mencari informasi tentang pemenuhan kebutuhan gizi seperti mengikuti penyuluhan dan konseling dari puskesmas serta media massa lainnya.
Penguatan Literasi Media Sosial Bagi Perkembangan Anak Usia Dini Putri, Risma Aliviani; Diah, Moneca; Fauziah, Syifa
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.822 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.1108

Abstract

 Technology is getting more and more developed well such as gadgets, laptops, household electronics, electronic devices to work and so on, for the last few most trending at this time is gadgets. It seems that gadged itself can have such a huge impact on value and culture. Social media literacy must be planted early, because with social media literacy, children will understand what the benefits and impacts of social media and children are farthest from the negative impacts.  Implementation of activities held at TK Pelangi Nusantara 05 with the method of providing health education and strengthening about early childhood development and social media divided into 2 stages of implementation. Data collection instruments in the form of questionnaires.  The knowledge of parents after being given early childhood development information mostly has good knowledge of 27 people (69.23%) and enough knowledge of 12 people (30.77%). knowledge of parents after being given social media education is mostly knowledgeable 28 (71.8%)  (28.2%).  This social media literacy strengthening activity becomes a means of communication, education and discussion that is able to provide education and forgiveness for parents in efforts to supervise, mentor and provide solutions for the use of social media that is appropriate and effective for early childhood development.AbstrakTeknologi semakin lama semakin berkembang dengan baik seperti gawai, laptop, alat elektronik rumah tangga, alat elektronik untuk bekerja dan lain sebagainya, untuk beberapa terakhir yang paling trend pada saatini adalah gawai. Sepertinya gadged sendiri dapat memberikan dampak yang begitu besar pada nilai dan kebudayaan.Literasi media sosial harus ditanam sejak dini, karena dengan adanya literasi media sosial, anak akan memahami apa manfaat dan dampak dari media sosial dan anak pun terjauh dari dampak negatifnya.  Pelaksanan kegiatan dilaksnakan di TK Pelangi Nusantara 05 dengan metode pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan dan penguatan  tentang perkembangan anak usia dini dan media sosial yang terbagi menjadi 2 tahap pelaksanaan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner.  Pengetahuan orang tua sesudah  diberikan informasi perkembangan anak usia dini sebagian besar memiliki pengetahuan baik sejumlah 27 orang  (69,23%) dan  pengetahuan cukup 12 orang (30,77%). pengetahuan orang tua sesudah  diberikan edukasi media sosial sebagian besar berpengetahuan baik 28 (71,8%)  cukup (28,2%).  Kegiatan penguatan literasi media sosial ini menjadi sarana komunikasi, edukasi dan diskusi  yang  mampu  memberikan edukasi dan maafaat bagi orangtua dalam  upaya pengawasan, pendampingan dan memberikan solusi penggunaan media sosial yang tepat dan efektif bagi perkembangan anak usia dini.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afiatna, Puji Agnes Bien Alfina Damayanti Alya Fernanda Khairani Ana Zully Astuti Angelina Chika Pury Putri Anggun Puspita Dewi Anisa Puspitasari Anjelina, Renny Ardila Ardilla Ari Andayani Ari Widyaningsih Bela Catur Sakti Rahayu Bhisma Murti Bien, Agnes Boki, Maryeni R. Bunga Asmara Dayu Kartikasari R Dewi Maryani Dian Cahya Putri Dono Indarto Dwi Yuliana Wati Soeyono Eka Sularsih Elvira A. Goncalves Enjes Sita, Sang Ayu Putu Ernanda, Rika Yunita Estiningtyas, Christia Eti Salafas Fanggi, Windy Anisa Veryany Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani Gabriella Jesicca Eriesti Gabriella Jessica Eriesti Hanum, Puspita Harina Noviyanti Heni Setyowati Hesti Setyowati Ika Nilawati Indri Mulyasari Isfaizah Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kumalasari, Kafita Kusumastuti, Dhini Lailatur Rohmah Latri Lestari Lestari, Puji Lintang Wening Pembayun Malisa Maryeni R. Boki Masruroh Masruroh . Maulidina, Rifatul MAYA MAIYANISA Melly Kurnia Sari Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Luthfi Munawaroh - Muzayarah Nafa Nofitasari Nilawati, Ika Nita Amalia Nur Azizah Nor Jannah, Siti Nova Harianti Nova Oktaviani Nur Khasanah Nurjanah Nurul Nurul Firdaus Purniyati Qonitatun, Anisa Renny Anjelina Rini Susanti Riska Susanti RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliana Isna Rosida Rumisih Samsi Rohmini septiana, Ayun Rizqi Septiana Setyowati Shinta Lutfiani Silvia Fitri Eva W Siswati Sodiyah Soesilowati, Peni Sofiyanti, Ida Sri Astuti Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Muji Wahyuni Sugeng Maryanto Suharti Suliani Dano Susanti Rahayu Syifa Fauziah Syifa Fauziah Syifa Nur Akmar TATI NURHAYATI Tuti Emawati Veftisia, Vistra Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yeni Susanti Yuliana, Rambu Lika Yuliance Kabak Yulinda Yasa Putri Yunita T.Pidhi