Putri, Risma Aliviani
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. D Usia 34 Tahun di Puskesmas Gedangan Soesilowati, Peni; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) is a service that is achieved when there is an ongoing relationship between a woman and a midwife. Continuing care relates to the quality of service over time which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Obstetric services should be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth and delivery up to the first six weeks postpartum which can reduce maternal and infant mortality rates for the health status of a nation. The aim of providing comprehensive midwifery care to Mrs D (Continuity of Care) includes pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates up to family planning. In this research method, the author used a data collection method, namely using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research started from Maret 15 2024 to July 3 2024, the research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs F from pregnancy, labor, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs. D 34 years old G1P0A0 39 weeks 2 days pregnant normally, gave birth to Mrs. D is carried out at the Community Health Center. The postpartum period progressed with problems with breast milk dams, no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In newborns the results of anthropometric examinations were normal. Mrs. D decided to use contraceptive injections for 3 months.   Abstrak Article History Submitted, Accepted, Published, Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga profesional kesehatan. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai enam mingggu pertama postpartum yang dapat menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi untuk derajat kesehatan suatu bangsa. Keywords: Midwifery Care, Comprehensive Normal Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Komprehensif Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny D secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan 15 Maret 2024 sampai dengan 3 Juli 2024 instrumen               penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny F dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. D Umur 34 tahun G1P0A0 hamil 39 minggu 2 hari dengan normal , Persalinan pada Ny. D   dilakukan di Puskesmas. Masa nifas berlangsung dengan masalah bendungan ASI, tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. D memutuskan menggunakan KB Suntik 3 bulan.   
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. M Umur 25 Tahun di Balikpapan Sodiyah; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate are one of the indicators of health development in the National Medium Term Development Plan. One effort to reduce MMR and IMR is to provide continuous midwifery care starting from pregnancy, delivery, postpartum. The aim of the research is to provide midwifery care to Mrs. M comprehensively from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning care. The research method used is analytical descriptive observational. The sample was pregnant women in the second trimester, 26 weeks of gestation, G1P0A0, 25 years old. Research time 25 May to 24 August 2024 at RSIA Asih Balikpapan. The research instrument uses the SOAP documentation method and the KIA book. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. During pregnancy care in the second and third trimesters, the mother complained of frequent urination, was given IEC regarding the discomfort of the second and third trimesters of pregnancy, recommended personal hygiene. In the first stage of labor, the mother experienced PROM and was advised to take bed rest. The care provided is to help reduce pain and anxiety during childbirth while reducing medical intervention by providing complementary counter pressure massage therapy. Then a CTG examination was carried out with Fetal Low Variability results, Sectio Ceserea Cito surgery doctor's advice with an indication of 6 hour PROM and Fetal Low Variability, there was a gap in delivery care. During the care of newborns and postpartum babies, no defects or danger signs were found, everything went normally. The mother had used post-placental contraception, then was given IEC after IUD installation. Conclusion From the management, comprehensive care has been provided to the mother through pregnancy, childbirth and postpartum which were physiological without complications   Abstrak Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi  menjadi salah satu indicator dari pembangunan kesehatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Salah satu upaya untuk menekan AKI dan AKB itu adalah memberikan asuhan kebidanan yang berkesinambungan mulai dari hamil, bersalin, nifas. Tujuan penelitian memberikan Asuhan Kebidanan Pada Ny. M secara komprehensif dari asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif analitik. Sampel adalah ibu hamil trimester II usia kehamilan 26 minggu, G1P0A0 umur 25 tahun. Waktu penelitian  25 Mei sampai 24 Agustus 2024 di RSIA Asih Balikpapan. Instrument penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dan buku KIA. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Pada Asuhan kehamilan di trimester  II dan III ibu mengeluh sering BAK, diberikan KIE mengenai ketidaknyamanan kehamilan trimester II dan III, menganjurkan personal hygiene. Pada persalinan Kala I ibu mengalami KPD  dan menganjurkan untuk  bedrest. Asuhan yang di berikan untuk membantu mengurangi nyeri dan  kecemasan dalam persalinan sekaligus mengurangi intervensi medis dengan memberikan terapi komplementer massage’’Counter Pressure’’. Kemudian dilakukan pemeriksaan CTG dengan hasil Fetal Low Variability, Advis dokter operasi Sectio Ceserea Cito dengan indikasi KPD 6 jam dan Fetal Low Variability, dalam asuhan persalinan terdapat kesenjangan. Pada asuhan bayi baru lahir dan nifas tidak ditemukan adanya cacat serta tanda bahaya, semua berjalan normal. Ibu sudah menggunakan kontrasepsi post plasenta, kemudian di berikan KIE post pemasanga IUD. Kesimpulan Dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komprehensif pada ibu dari kehamilan, persalinan, dan nifas yang fisiologis tanpa penyulit.
Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui septiana, Ayun Rizqi Septiana; Harina Noviyanti; Latri Lestari; Siswati; Setyowati; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk is defined as milk produced by the mother's mammary glands after childbirth, which provides complete nutrition and immune protection for the baby, especially in the first 6 months of life. Exclusive breastfeeding is one of the main recommendations in breastfeeding because breast milk contains nutrients and antibodies that are important for the baby's growth and immunity. This Community Service aims to increase the knowledge and understanding of breastfeeding mothers and families about oxytocin massage techniques. This Community Service was carried out in Mukiran Village, Kaliwungu District, Semarang Regency, to 15 breastfeeding mothers, on November 20, 2024. This community service technique uses demonstrations. The results of community service found that the knowledge of breastfeeding mothers about breastfeeding and oxytocin massage mostly had less than 5 people (50%), enough knowledge of 2 people (20%) and good knowledge of 2 people (30%). and about the knowledge of the participants after being educated, most of the participants had good knowledge 6 (60%), enough 3 (30%) and less than 1 (10%). This shows an increase in participants' knowledge after the provision of the education.   Abstrak ASI didefinisikan sebagai susu yang dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu setelah melahirkan, yang menyediakan nutrisi lengkap dan perlindungan imun untuk bayi, terutama pada 6 bulan pertama kehidupan.Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah salah satu rekomendasi utama dalam pengasuhan bayi karena ASI mengandung nutrisi dan antibodi yang penting bagi pertumbuhan dan kekebalan tubuh bayi. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu menyusui dan keluarga tentang Teknik pijat oksitosin. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Desa Mukiran, Kecamatan Kaliwungu, Kab. Semarang, pada Ibu Menyusui sejumlah 15 Orang, tanggal 20 November 2024. Teknik pengabdian Masyarakat ini menggunakan demonstrasi. Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI dan pijat oksitosin sebagian besar memiliki pengetahuan kurang 5 orang (50%), pengetahuan cukup 2 orang (20%) dan pengetahuan baik 2 orang (30%). dan tentang pengetahuan peserta yang sesudah diberikan edukasi peserta sebagian besar berpengetahuan baik 6 (60%) cukup 3 (30%) dan kurang 1 ( 10%). Ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah pemberian edukasi tersebut.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. D Umur 29 Tahun dengan Preeklamsia Ringan Ardila; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to accelerate the achievement of the target of reducing maternal mortality and infant mortality, Indonesia has a program that focuses on continuous midwifery services (Continuity of Care). (Mariana, 2021). According to the World Health Organization (WHO), the maternal mortality rate (MMR) is still very high, around 810 women die worldwide due to complications related to pregnancy or childbirth, and around 295,000 women die during 462/100,000 live births. The maternal mortality rate in developing countries. Meanwhile, the maternal mortality rate and infant mortality rate in developed countries is 11/100,000 live births, which is high due to several factors, such as heavy bleeding, infection, complications from childbirth, unsafe abortions and one of them is preeclampsia and eclampsia (Hairuddin Safaat, 2018)The type of research method (implementing the final assignment) used is a case study. Case studies are carried out by examining a problem through a case consisting of a single unit, here which can mean one person.The author made 7 visits from pregnancy to birth control. The author carried out monitoring of pregnant women once in the second trimester and once in the third trimester. The results of the monitoring obtained were that the mother had no complaints in the second trimester and in the third trimester the mother had complaints of a sore waist and aching legs, which was physiological and the author provided complementary non-pharmacological care, namely body mechanics, namely pregnancy yoga and collaborative pharmacological therapy with a doctor providing therapy. nefedipine taken 3x1. Delivery by Sectio Caesarea (Sc) on October 5 2024 at 19.36 WIB, male gender. The author carries out postpartum care by monitoring the mother's food intake well without any problems. The author's care for neonates carries out daily virginity with the result that the mother already knows about daily care for neonates, the mother uses interrupted coitus contraception and is still discussing with her husband about using long-term contraception, the results are that there are no problems found. Care has been provided comprehensively and there is no gap between theory and cases in Mrs. Continuity Of Care Midwifery Care. D and By. Mrs. D at TPMB Komariyah West Ungaran   Abstrak Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). (Mariana, 2021). Menurut World Health Organization (WHO)  Angka  kematian  ibu  (AKI) masih sangat tinggi, sekitar 810 wanita meninggal diseluruh dunia akibat komplikasi terkait kehamilan atau persalinan,   dan   sekitar   295000   wanita meninggal  selama 462/100.000  kelahiran hidup angka   kematian   ibu di   negara berkembang. Sedangkan angka  kematian ibu  dan  angka  kematian  bayi  di  negara maju sebesar  11/100.000  kelahiran  hidup tingginya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perdarahan hebat, infeksi, komplikasi   dari   persalinan,   aborsi  tidak aman dan salah satunya adalah preeklampsia dan eklampsia (Hairuddin Safaat, 2018). Jenis metode penelitian (pelaksanaan tugas akhir) yang digunakan adalah Study penelahan kasus (Case Study). Study kasus di lakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal disini dapat berarti satu orang. Penulis melakukan kunjungan dari hamil sampai kb sebnyak 7x kunjungan. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 1x di trimester II dan 1x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah ibu tidak ada keluhan pada trimester II dan pada trimester III ibu mempunyai keluhan pinggang sakit dan kaki pegel-pegel merupakan  hal fisiologis dan penulis memberikan asuhan non farmokologi komplementer yaitu body mekanik yaitu yoga hamil dan terapi farmokologi kolaborasi dengan dokter memberi terapi nefedipine diminum 3x1. Persalinan secara Sectio Caesaria (Sc) tanggal 5 Oktober 2024 pukul 19.36 WIB, jenis kelamin laki-laki. Asuhan Nifas penulis melakukan pemantauan maknanan ibu laksanakan dengan baik tanpa masalah. Asuhan neonates penulis melakukan perawan sehari-hari dengan hasil ibu sudah mengetahui perawatan seharihari pada neonatus, Ibu menggunakan KB koitus interuptus dan masih diskusi sama suami untuk menggunakan kb jangka panjang, mendapatkan hasil tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara komprehensif  dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus  pada Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Ny. D dan By. Ny. D di TPMB Komariyah Ungaran Barat
Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI Ardila; Melly Kurnia Sari; Risma Aliviani Putri; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of lack of breast milk production in postpartum mothers is very often found. This is due to postpartum mothers' lack of knowledge about oxytocin massage. Apart from that, the hospital has never carried out education or counseling regarding oxytocin massage for postpartum mothers to facilitate or increase breast milk production. This service aims to carry out oxytocin massage activities for postpartum mothers and evaluate knowledge of oxytocin massage for postpartum mothers.This community service method is pre-test, practice and post-test. The target of this service research uses a sample of 10 postpartum mother respondents at Tidar Hospital, Magelang City. This service will be held from 2 September to 8 September. The aim of this community service is to increase post partum mothers' knowledge about oxytocin massage to overcome breast milk problems and increase breast milk production after being given health education or health counseling. The implementation of activities is carried out in three stages, namely problem, solution and evaluation. Based on the results of the pre-test and post-test, the results showed that there was an increase in post-partum mothers' knowledge about oxytocin massage to overcome breastfeeding problems and increase breast milk production after being given health education or health counseling. The suggestion for continuing this activity at the next stage is to coordinate with the head of the room to provide oxytocin massage training in an effort to overcome the problem of lack of breast milk production more effectively, efficiently and comprehensively.   Abstrak Permasalahan kurangnya produksi ASI pada ibu postpartum sangat sering ditemukan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu postpartum tentang pijat oksitosin. Selain itu pelaksanaan edukasi atau penyuluhan tentang pijat oksitosin pada ibu nifas untuk memperlancar atau meningkat produksi ASI belum pernah dilakukan oleh pihak rumah sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan pijat oksitosin pada ibu post partum dan melakukan evaluasi pengetahuan pijat oksitosin pada ibu postpartum. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu pre test, praktik dan post tes. Sasaran Penelitian pengabdian ini menggunakan sampel sebayak 10 responden ibu postpartum di RSUD Tidar Kota Magelang. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan 2 September- 8 september 2024. Tujuan dari pengambdian masyarakat ini apakah terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan tiga tahap yaitu permasalahn, solusi dan evaluasi. Berdasarkan hasil pre test dan post test menunjukkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin untuk mengatasi permasalahan ASI dan meningkatkan produksi ASI sesudah diberikan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan. Saran untuk kelanjutan kegiatan ini pada tahapan berikutnya yaitu dengan mengkoordinasikan dengan kepala ruang untuk dapat memberikan pelatihan pijat oksitosin dalam upaya mengatasi permasalah kurangnya produksi ASI secara lebih efektif, efisien dan menyeluruh.
Pola Asuh Positif Berhubungan dengan Perkembangan Anak Balita di Dusun Gintungan Desa Gogik: Positive Parenting Patterns Related to Toddler Development in Gintungan Hamlet, Gogik Village Ernanda, Rika Yunita; Risma Aliviani Putri
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.490

Abstract

Parenting is an effort made by parents to guide, direct, teach and provide encouragement to children. Parental care greatly contributes to child development. One of the causes of delays or disruptions in children's development is the lack of active role of parents in supporting children's development. From the results of a preliminary study conducted in Gintungan hamlet, it was found that 4 out of 10 toddlers were left behind at work by their parents and entrusted to their grandmothers every day with the child's development according to their age, 2 out of 10 toddlers were not allowed to play outside the house except Saturdays and Sundays with the toddler's development they are still not clear in speaking and cannot make straight lines, 2 toddlers are still not clear in speaking a few sentences while they are already 36 months old and 2 toddlers out of 10 toddlers are cared for directly by their parents and can speak according to their age and can walk without a handrail.To determine the relationship between parenting patterns and the development of children under five in Gintungan Des Gogik Hamlet. This research uses a Correlation Analytical design using a cross sectional approach. The population in this study was 126 toddlers with a total sample of 56 parents and toddlers aged 12-60 months (1-5 years) at the posyandu in Gintungan hamlet. The sampling technique was qauta sampling. Data collection tools in this study used parenting style questionnaires and KPSP, data analysis tests used the chi-square test with p<a 0.05. From the research results, it was found that the p value was (0.041) < a (0.05), with the univariate test results mostly positive parenting patterns (66.1%) and appropriate development, namely (97.3%), and the test results Bivariately, it was found that the relationship between parenting styles and the development of children under five was p value (0.041), so Ha was accepted and Ho was rejected. This means that there is a relationship between parenting styles and the development of children under five. Parenting patterns are related to the development of children under five in Gintungan Hamlet, Gogik Village. It is hoped that parents will consider the parenting styles applied to their children more so that toddler development is optimal.   ABSTRAK  Pola asuh merupakan usaha yang dilakukan orang tua dalam membimbing, mengarahkan, mengajarkan serta memberikan dorongan kepada anak. Pengasuhan orang tua sangat berkontribusi dalam kaitannya dengan perkembangan anak. Keterlambatan atau gangguan perkembangan anak salah satu penyebabnya adalah peran aktif dari orangtua yang kurang dalam mendukung perkembangan anak. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di dusun Gintungan didapatkan 4 dari 10 balita ditinggal kerja oleh orang tuanya dan dititip kan ke  neneknya sehari-hari dengan perkembangan anak sesuai dengan usianya,  2 dari 10 balita tidak diperbolehkan main diluar rumah kecuali hari sabtu minggu dengan perkembangan balita masih kurang jelas dalam bicara dan belum bisa membuat garis lurus,  2 balita masih kurang jelas dalam bicara beberapa kalimat sementra usianya sudah 36 bulan dan 2 balita dari 10 balita diasuh lansung oleh orang tuanya dan sudah bisa berbicara sesuai umurnya dan bisa berjalan tanpa pegangan.Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak balita di Dusun Gintungan Des Gogik.Penelitian ini menggunakan desain Analitik Korelasi yang menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 126 balita dengan jumlah sampel 56 orang tua dan balita yang berusia 12-60 bulan (1-5 tahun) di posyandu dusun gintungan. Teknik pengambilan sampel dengan qauta sampling, Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner pola asuh dan KPSP, uji analisa data menggunakan uji chi-square  dengan p< a 0.  Dari hasil penelitian didapatkan hasil nilai p value (0,041) < a (0,05) dengan hasil uji univariat sebagian besar berpola asuh positif (66,1%) dan perkembangan yang sesuai yaitu (97,3%), dan hasil uji Bivariat didapatkan hubungan pola asuh dengan perkembangan anak balita yaitu p value (0,041) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat hubungan antara pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak balita. Pola asuh orang tua berhubungan terhadap perkembangan anak balita di Dusun Gintungan Desa Gogik.Diharapkan orang tua lebih mempertimbangkan pola asuh yang diterapkan pada anak agar perkembangan balita optimal.
Massage Counterpressure untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I di RS Puri Asih Salatiga Nova Harianti; Ruliana Isna Rosida; Yulinda Yasa Putri; Vistra Veftisia; Risma Aliviani Putri; Wahyu Kristiningrum; Wening Dwijayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pain is an unpleasant sensation caused by stimulation of special nerve endings. During labor and vaginal birth, pain is caused by uterine contractions, cervical dilation, and perineal distension. Pain during labor is uterine contraction pain that can result in increased activity of the sympathetic nervous system, changes in blood pressure, heart rate, respiration and skin color and if not treated will increase feelings of worry, tension, fear, and stress. One of the midwifery care provided to reduce pain in mothers in labor is counterpressure. Counterpressure is a strong pressure massage by placing the heels of the hands or flat parts of the hands, or also using a tennis ball on the lumbar area where she is experiencing back pain. Based on the problems that arise, community service activities are needed to overcome this. The activity began with a pre-test related to counterpressure then the delivery of material using the pre-test and post-test methods to 5 mothers in labor. From this activity, it was found that there was an increase in knowledge of pregnant women after being given counseling about counterpressure to reduce pain in mothers in labor.   Abstrak Nyeri adalah rasa tidak enak akibat perangsangan ujung-ujung saraf khusus. Selama persalinan dan kelahiran pervaginam, nyeri disebabkan oleh kontraksi rahim, dilatasi serviks, dan distensi perineum. Rasa nyeri pada persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktivitas system saraf simpatis, perubahan tekanan darah, denyut jantung, pernafasan dan warna kulit dan apabila tidakditangani akan meningkatkan rasa khwatir,tegang, takut, dan stress, Salah satu asuhan kebidanan yang diberikan untuk mengurangi nyeri pada ibu bersalin tersebut adalah counterpressure. Permasalahan yang masih banyak ditemui yakni nyeri punggung pada ibu bersalin.   Counterpresurre adalah pijatan tekanan kuat dengan cara meletakkan tumit tangan atau bagian-bagian datar dari tangan, atau juga menggunakan bola tenis pada daerah lumbal dimana ia sedang mengalami sakit punggung. Berdasarkan  masalah yang muncul, Maka diperlukanlah kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan diawali dengan pre-tes yang berkaitan dengan counterpressure kemudia penyampaian materi menggunakan metode penyuluhan, pemantauan skala nyeri, pre test dan post test pada 25 ibu bersalin Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah setelah diberikan penyuluhan tentang counterpressure untuk mengurangi nyeri pada ibu bersalin.
Edukasi Gangguan Psikologis dan Prenatal Yoga untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil di Kelas Ibu Hamil Puskesmas Paninggaran Kabupaten Pekalongan Yuliati; Susanti Rahayu; Rumisih; Dayu Kartikasari R; Purniyati; Dewi Maryani; Hesti Setyowati; Silvia Fitri Eva W; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychological disorders during pregnancy, such as anxiety and stress, are common health issues experienced by pregnant women and can negatively impact both maternal and fetal well-being. One non-pharmacological approach that can help alleviate these disorders is prenatal yoga. This community service activity aimed to increase pregnant women’s knowledge about psychological disorders and the benefits of prenatal yoga as a safe relaxation method. The activity was conducted on May 30, 2025, in Paninggaran Village, Pekalongan Regency, involving 22 pregnant women and a village midwife. The methods used included active learning-based education, small group discussions, hands-on yoga practice, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed that the participants were able to perform prenatal yoga movements after the session. This program was found to be effective in enhancing pregnant women’s understanding and preparedness in facing pregnancy both physically and psychologically, and it is suitable to be replicated in ongoing maternal class activities.   Abstrak Gangguan psikologis selama kehamilan, seperti kecemasan dan stres, merupakan masalah kesehatan yang umum dialami ibu hamil dan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan ibu dan janin. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat membantu meredakan gangguan tersebut adalah yoga prenatal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gangguan psikologis dan manfaat yoga prenatal sebagai metode relaksasi yang aman. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Mei 2025 di Desa Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, dengan melibatkan 22 ibu hamil dan bidan desa. Metode yang digunakan mencakup edukasi berbasis active learning, diskusi kelompok kecil, praktik langsung yoga, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan ibu dapat mempraktekan gerakan prenatal yoga setelah mengikuti kegiatan. Program ini dinilai efektif dalam memperluas pemahaman dan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan secara fisik dan psikologis, serta layak untuk direplikasi dalam kegiatan kelas ibu hamil secara berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Teknik Menyusui yang Benar “AMUBIDA” pada Ibu Menyusui di RS Puri Asih Salatiga Shinta Lutfiani; Alya Fernanda Khairani; Heni Setyowati; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding plays a vital role in supporting infant growth and stability. Infants who receive exclusive breastfeeding are 1.62 times more likely to grow normally compared to those who do not. In addition, exclusive breastfeeding supports the baby’s development in accordance with their age. Providing exclusive breastfeeding for up to six months contributes to achieving a child's optimal intellectual potential. According to data from the Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar), only 30.2% of infants in Indonesia receive exclusive breastfeeding until the age of six months. At Puri Asih Hospital in Salatiga, many breastfeeding mothers still lack knowledge about proper breastfeeding techniques, leading to delays in initiating breastfeeding for newborns and causing mothers to doubt themselves, often believing that their baby refuses to nurse. The instrument used in this study consisted of pre-test and post-test observation sheets. The method applied was a community service activity focusing on correct breastfeeding techniques using the "AMUBIDA" method. This community service activity was carried out through direct counseling sessions for breastfeeding mothers at Puri Asih Hospital in Salatiga. A total of 25 breastfeeding mothers participated in the activity, which was conducted from February 11 to February 25, 2025. All participants enthusiastically practiced correct breastfeeding techniques using the "AMUBIDA" method. Observations showed that during practice, there were no smacking sounds while the baby nursed, and the mothers did not experience nipple soreness, which aligned with the content of the educational material delivered. From these findings, it can be concluded that counseling accompanied by hands-on training is highly effective in improving the knowledge and skills of breastfeeding mothers. This type of health education intervention is essential to implement more widely, especially in healthcare facilities that have not adopted rooming-in systems or that still face challenges related to formula milk promotion. The success of exclusive breastfeeding requires adequate knowledge, proper skills, and stable maternal psychological conditions. Therefore, training in correct breastfeeding techniques should be an integral part of postpartum care services to increase the coverage of exclusive breastfeeding and ensure optimal infant growth and development.   Abstrak Pemberian ASI Eksklusif memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan kestabilan bayi. Bayi yang memperoleh ASI Eksklusif memiliki peluang 1,62 kali lebih besar untuk tumbuh secara normal dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif. Selain itu, ASI Eksklusif juga turut mendukung perkembangan bayi sesuai usianya. Pemberian ASI secara eksklusif hingga usia 6 bulan berkontribusi terhadap pencapaian potensi kecerdasan anak secara optimal. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, hanya 30,2% bayi di Indonesia yang menerima ASI Eksklusif hingga usia 6 bulan. Di RS Puri Asih Salatiga, masih banyak ibu menyusui yang belum memahami teknik menyusui yang tepat, sehingga pemberian ASI pada bayi baru lahir (BBL) menjadi tertunda dan membuat ibu merasa ragu karena mengira bayinya tidak mau menyusu. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pre dan post test. Metode yang dilakukan yaitu pengabdian masyarakat terkait teknik menyusui yang benar dengan menggunakan metode “AMUBIDA”. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada para ibu menyusui di RS Puri Asih Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh 25 ibu menyusui di RS Puri Asih Salatiga yang dilaksanakan pada tanggal 11-25 Februari 2025, seluruh peserta dengan antusias mempraktikkan teknik menyusui yang benar menggunakan metode "AMUBIDA" dan dilihat dari cara mempraktikannya tidak terdengar suara seperti mengecap saat bayi menyusu serta pasien tidak mengalami puting lecet hal ini sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang disertai pelatihan langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu menyusui. Intervensi berbasis edukasi kesehatan ini penting untuk diterapkan secara luas, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memberlakukan rawat gabung atau yang masih menghadapi kendala promosi susu formula. Keberhasilan menyusui secara eksklusif memerlukan dukungan pengetahuan, keterampilan, serta kondisi psikologis ibu yang stabil. Oleh karena itu, pelatihan teknik menyusui yang benar perlu menjadi bagian integral dari layanan pasca-persalinan guna meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dan memastikan tumbuh kembang bayi secara optimal.
Pencegahan Anemia Remaja Putri Melalui GEENZI (Gerakan Edukasi, Skrining dan Intervensi Gizi) Shinta Lutfiani; Ana Zully Astuti; Alfina Damayanti; Bela Catur Sakti Rahayu; Eka Sularsih; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls are a group that is vulnerable to anemia due to rapid growth and unbalanced nutrient intake. Anemia that is left untreated can have a negative impact on reproductive health and reduce the quality of future generations. Low knowledge about nutrition and lack of consumption of Blood Addition Tablets (TTD) also worsen the condition and adolescents aged 12-17 years who experience mild anemia as many as 9 people have Hb <11 gr/dl. The implementation method used in this community service is health counseling given to 4 targets, namely pregnant women, postpartum mothers, toddlers and adolescents. However, the priority problem in RT 5 of Gedangank Village, namely the lack of knowledge about anemia in adolescents. This community service was carried out in Gedanganak Village, East Ungaran District, Semarang Regency, on adolescent girls aged 13-17 years totaling 20 people, on June 14, 2025. The results of community service obtained pretest results most of the knowledge of adolescent girls about anemia have less knowledge 10 people (50%), sufficient knowledge 6 people (30%), good knowledge 4 people (20%). And about the knowledge of adolescents after given education from the results of the post test most of the knowledge of adolescent girls about anemia has good knowledge 12 people (60%), sufficient knowledge 4 people (20%), less knowledge 4 people (20%). These results show an increase in knowledge of participants after providing this education and an increase in Hb levels after being given Fe teblet. It is expected that health facilities should be active in counseling and monitoring. Schools should support the habit of taking TTD, and adolescents are expected to increase awareness of healthy eating patterns and regular consumption of TTD.     Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat pertumbuhan yang pesat serta asupan zat gizi yang kurang seimbang. Anemia yang tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan menurunkan kualitas generasi mendatang. Rendahnya pengetahuan tentang gizi dan kurangnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) turut memperburuk kondisi dan remaja usia 12-17 tahun yang mengalami anemia ringan sebanyak 9 orang memiliki Hb <11 gr/dl. Metode pelaksanaan     yang     digunakan     dalam     pengabdian masyarakat   ini   adalah   penyuluhan   kesehatan   yang diberikan pada 4 sasaran yakni ibu hamil, ibu nifas, balita dan  remaja.  Namun  prioritas  masalah  di  RT  5 Kelurahan Gedangank,   yakni    kurangnya pengetahuan  tentang  anemia  pada  remaja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada remaja putri usia 13-17 tahun sejumlah 20 orang, tanggal 14 Juni 2025. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan hasil pretest sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang anemia memiliki pengetahuan kurang 10 orang (50%), pengetahuan cukup 6 orang (30%), pengetahuan baik 4 orang (20%). Dan tentang pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dari hasil post test sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang anemia memiliki pengetahuan baik 12 orang (60%), pengetahuan cukup 4 orang (20%), pengetahuan kurang 4 orang (20%). Hasil ini menunjukkan peningkatan   pengetahuan   peserta   setelah   pemberian edukasi tersebut dan peningkatan kadar Hb setelah diberikan teblet Fe. Diharapkan fasilitas kesehatan diharapkan aktif dalam penyuluhan dan pemantauan. Sekolah sebaiknya mendukung kebiasaan minum TTD, dan remaja diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap pola makan sehat dan konsumsi TTD secara teratur.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afiatna, Puji Agnes Bien Alfina Damayanti Alya Fernanda Khairani Ana Zully Astuti Angelina Chika Pury Putri Anisa Puspitasari Anjelina, Renny Ardila Ardilla Ari Andayani Ari Widyaningsih Bela Catur Sakti Rahayu Bhisma Murti Bien, Agnes Boki, Maryeni R. Bunga Asmara Dayu Kartikasari R Dewi Maryani Dian Cahya Putri Dono Indarto Dwi Yuliana Wati Soeyono Eka Sularsih Elvira A. Goncalves Enjes Sita, Sang Ayu Putu Ernanda, Rika Yunita Estiningtyas, Christia Eti Salafas Fanggi, Windy Anisa Veryany Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani Hanum, Puspita Harina Noviyanti Heni Setyowati Hesti Setyowati Ika Nilawati Indri Mulyasari Isfaizah Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kumalasari, Kafita Lailatur Rohmah Latri Lestari Lestari, Puji Malisa Maryeni R. Boki Masruroh Masruroh . MAYA MAIYANISA Melly Kurnia Sari Mila Elvi Ekayanti Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Luthfi Munawaroh - Muzayarah Nafa Nofitasari Nilawati, Ika Nor Jannah, Siti Nova Harianti Nova Oktaviani Nurul Purniyati Qonitatun, Anisa Renny Anjelina Riska Susanti RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliana Isna Rosida Rumisih Samsi Rohmini septiana, Ayun Rizqi Septiana Setyowati Shinta Lutfiani Silvia Fitri Eva W Siswati Sodiyah Soesilowati, Peni Sofiyanti, Ida Sri Astuti Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Muji Wahyuni Sugeng Maryanto Suharti Suliani Dano Susanti Rahayu Syifa Fauziah Syifa Fauziah Syifa Nur Akmar TATI NURHAYATI Veftisia, Vistra Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yeni Susanti Yuliana, Rambu Lika Yuliance Kabak Yulinda Yasa Putri Yunita T.Pidhi