Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN JUMLAH GARDU PADA TOL PASURUAN-PROBOLINGGO Khairul Arifin, Devina Candra Puspita Rini,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan tol Pasuruan-Probolinggo dibangun guna meningkatkan perekonomian di wilayah Jawa Timur. Sebelum pembangunan, diperlukan analisis tarif tol ideal berdasarkan sudut pandang pengguna serta analisis potensi pengguna jalan eksisting yang berpindah ke jalan tol dan juga diperlukan perencanaan jumlah gardu tol ideal agar sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum. Penelitian ini menggunakan metode Ability to Pay-Willingness to Pay untuk menentukan besar tarif tol. Selain itu, juga menggunakan metode Stated Preference untuk mengetahui besarnya perpindahan moda. Untuk mencari jumlah gardu ideal menggunakan perbandingan antara tingkat kedatangan dengan tingkat pelayanan gardu tol. Sedangkan model antrian First in First Out digunakan untuk menganalisis sistem pelayanan gardu tol. Berdasarkan hasil analisis, tarif tol ideal (Rp/km) adalah sebesar Rp 870 (golongan I), Rp 1.305 (golongan II), Rp 1.305 (golongan III), Rp 1.740 (golongan IV), dan Rp 1.740 (golongan V).  Penentuan tarif tol tersebut berdasarkan hasil perhitungan penghasilan (revenue) tertinggi yakni sebesar Rp9.953.100/km per hari.  Potensi pengguna jalan yang akan beralih menggunakan jalan tol Pasuruan-Probolinggo seksi IV secara berturut-turut pada tahun 2021, 2025, 2030, 2035, dan 2040 untuk kendaraan golongan I adalah 9200, 11393, 14883, 19443, dan 25399 kendaraan/hari; potensi kendaraaan golongan II adalah sebesar 1776, 2199, 2837, 3753, dan 4902 kendaraan/hari; potensi kendaraaan golongan III adalah sebesar 330, 409, 535, 698, dan 912 kendaraan/hari.  Perhitungan jumlah gardu tol disesuaikan dengan perhitungan potensi pengguna jalan tol Pasuruan-Probolinggo seksi IV pada tahun 2025, 2030, 2035, dan 2040 dengan tingkat kedatangan kendaraan 1541, 2012, 2629, dan 3434 kendaraan/jam.  Maka, jumlah gardu ideal yang diperlukan pada tahun 2025 adalah sebanyak 3 buah, pada tahun 2030 sebanyak 4 buah, pada tahun 2035 sebanyak 5 buah, dan pada tahun 2040 sebanyak 7 buah.
MANAJEMEN PARKIR PADA KAYUTANGAN HERITAGE Anisa Faray, Afifah Mauludiah ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data primer yakni survei inventaris parkir,wawancara, jumlah pengunjung, dan plate-matching. Sedangkan data sekunder seperti PDRB, layout lokasi,dan volume parkir didapatkan dari instansi terkait. Untuk mendapatkan pemodelan tarikan pengunjung tiaptata guna lahan digunakan metode analisis regresi berganda. Kemudian nilai kebutuhan parkir didapatkandari hasil perhitungan model analisis regresi berganda yang selanjutnya di masukan kedalam rumus lajupertumbuhan. Perencanaan parkir ini dianalisis untuk kebutuhan 5 tahun kedepan yang dihitung denganmenggunakan tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hasil analisis kebutuhan parkir (tidak termasuktata guna lahan Bank) didapatkan kebutuhan luas lahan parkir 5 tahun ke depan sebesar 2.928 m2 dimanaluas lahan parkir on-street saat ini hanya sebesar 2453,9 m2. Maka dapat disimpulkan bahwa luas lahanparkir eksisting tidak dapat mencukupi kebutuhan lahan parkir di Kayutangan Heritage untuk 5 tahunmendatang. Maka direkomendasikan solusi yakni perluasan lahan parkir secara vertikal ataupun horizontalyang dapat dibangun diantaranya di lahan/area kosong yang berada di sisi barat Hotel Trio Indah 2 dan lahanparkir off-street PT. PLN (Persero) seluas ±3.300 m2, lahan bekas Gedung Bioskop Merdeka yang beradadi Jl. Jenderal Basuki Rahmat seluas ±1.300 m2, dan di area bekas Gedung Dinas Lingkungan Hidup yangberada di Jl. Majapahit seluas ±170 m2.Kata Kunci: Kapasitas Parkir, Kebutuhan Parkir, Analisis Regresi.
STUDI EVALUASI KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI), PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI), DAN ROAD CONDITION INDEX (RCI) Alva Afriza Putra P, Donny Bagas W. ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan merupakan salah satu permasalahan transportasi di Kota Malang. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukanlah proses penilaian kualitas layanan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), Pavement Condition Index (PCI), Dan Road Condition Index (RCI) guna mengetahui seberapa tingkat kerusakan jalan yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kota dan Kabupaten Malang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kota dan Kabupaten Malang, serta membuktikan bahwa adanya hubungan antara ketiga metode tersebut dalam penilaian kualitas jalan yang telah dilakukan. Wilayah studi ini bertempatan pada beberapa ruas jalan di Kota dan Kabupaten Malang, yaitu Jalan Candi Mendut, Jalan Saxophone dan Jalan Tegalgondo Kota Malang. Dipilihnya 3 ruas jalan tersebut dikarenakan kondisi jalan yang merupakan rangkaiasn ruas jalan alternatif yang sering dilalui kendaraan bermotor sehingga kedepanya sangat rentan mengalami kerusakan jika tidak ditangani dan diperbaiki secara berkala dan tepat. Untuk mengetahui nilai kerusakan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), Pavement Condition Index (PCI), Dan Road Condition Index (RCI), dilakukan survei dalam penelitian ini meliputi survei lokasi dan kerusakan jalan yang dilakukan selama 1 minggu menggunakan alat survei berupa meteran roda dan straigth edge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kerusakan di Jalan Candi Mendut untuk metode SDI bernilai 28.95 atau dalam kondisi baik, Metode RCI menunjukan nilai 5.94 dalam kondisi baik dan metode PCI bernilai 62.579 atau dalam kondisi fair atau cukup. Sedangkan pada jalan Tegalgondo-Saxophone, nilai SDI bernilai 29.74 atau dalam kondisi baik, nilai RCI menunjukan nilai 5.79 atau dalam kondisi baik dan nilai PCI menunjukan nilai 68.77 yang berarti dalam kondisi fair atau cukup. Sementara untuk model hubungan antara metode SDI dan RCI mendapatkan persamaan y = -0.03076 x + 6.5221 dengan R² = 0.5283 untuk ruas jalan Candi Mendut, sedangkan untuk ruas Jalan Tegalgondo-Saxophone mendapatkan persamaan model hubungan y = - 0.053816x + 7.44685 dengan R² = 0.613. Sementara untuk model hubungan metode RCI dan PCI untuk jalan Candi Mendut didapatkan persamaan y = 0.0363x + 3.3604 dengan R² = 0.7457, sedangkan untuk jalan Tegalgondo-Saxophone didapatkan persamaan y = 0.05174x + 2.288023 dengan R² = 0.654. Sementara untuk model hubungan SDI dan PCI untuk ruas jalan Candi Mendut didapatkan nilai persamaan y = -0.7864x + 78.158 dengan R² = 0.6273, sedangkan untuk ruas jalan Tegalgondo-Saxophone didapatkan persamaan y = -0.6529x + 74.644 dengan R² = 0.4919. Kata Kunci: Transportasi, Analisis Regresi, Jalan Raya, Indeks Tekanan Permukaan (SDI), Indeks Kondisi Trotoar (PCI), Indeks Kondisi Jalan (RCI), Kerusakan Jalan, Malang
PENGARUH SUHU PEMADATAN DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN CPHMA MENGGUNAKAN ASBUTON B50/30 Nur Hilmy Dhiya Ul’Aziz, Nur Hamidah &; Bowoputro, hendi; Djakfar, ludfi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pengelolahan asbuton adalah LGA (Lawele Granular Asphalt), LGA merupakanaspal alam buton yang memiliki kadar antara 25% hingga 35%. Kelebihan utama LGA yaitutahan terhadap perubahan suhu dari titik lembek lebih tinggi dibandingkan dengan aspalminyak. Beberapa penelitian mengenai LGA memerlukan bahan peremaja sebagai pelunakbitumen asbuton sehingga memiliki sifat fisik dan ketahanan mendekati aspal minyak. Padapenelitian ini dilakukan proses pengujian marshall dengan metode Two Way Anova. Variabelbebas (independen) merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat (dependen).Variabel bebas dalam penelitian ini adalah suhu pencampuran (250C, 50 0C, 75 0C, dan 1000C)dan lama pemeraman (1 hari, 3 hari, 5 hari, 9 hari). Variabel terikat (dependen) merupakanvariabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (independen). Yang merupakan variabel terikatdalam penelitian ini adalah nilai stabilitas, nilai kelelehan plastis (flow), nilai VIM, nilai VFB,dan nilai VMA.Variabel kontrol adalah variabel yang dianggap konstan untuk mendapatkannilai antara dua hubungan variabel terikat dan variabel bebas. Variabel kontrol dalam penelitianini adalah kadar aspal dalam campuran sebesar 6%, asal dan kondisi agregat, benda uji, carapengujian benda uji, suhu perendaman benda uji, dan keausan agregat. Hasil yang diperolehdari penelitian ini adalah suhu pemadatan berpengaruh terhadap nilai stabilitas, VFB, VMAdan VIM. Lama pemeraman berpengaruh terhadap stabilitas, VFB, VIM dan VMA. Interaksiantara dua variabel bebas signifikan pada stabilitas, VMA, VFB dan VIM, Sedangkan flowtidak dipengharui signifikan oleh suhu pemadatan, lama pemeraman maupun interaksi antarasuhu pemadatan dan lama pemeraman.Rentang variasi yang memenuhi semua spesifikasiadalah benda uji dengan variasi lama pemeraman 4-5 hari pada variasi suhu pemadatan 88-910C.Kata Kunci : Keausan, Suhu Pemadatan, Lama Pemeraman, Marshall, Two Way Anova
ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SDI (SURFACE DISTRESS INDEX) PADA RUAS JALAN SENGON - SIRAH KENCONG KABUPATEN BLITAR Fitri Rachmawati; Febrianto, lham Bimo; Djakfar, ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan beban lalu lintas yang melewati ruas jalanSengon-Sirah Kencong Kabupaten Blitar, diperlukan adanya proses monitoring untukmemastikan bahwa ruas jalan dalam kondisi yang memuaskan. Salah satu caranya adalahdengan melakukan survei kondisi jalan. Berdasarkan pedoman dari Kementerian PUPR, dasarevaluasi kondisi jalan adalah dengan menggunakan metode SDI (Surface Distress Index) danperlu mengambil dokumentasi yang diambil setiap 200 meter untuk proses verifikasi.Verifikasi dilakukan secara sampling dan acak dengan mereview hasil foto dokumentasidengan hasil SDI yang didapat dari analisis. Didapatkan hasil bahwa nilai SDI antara surveidan foto dokumentasi terdapat perbedaan yang signifikan, sehingga banyak ruas jalan yangtidak terverifikasi. Pada penelitian ini, dicari jarak efektif yang dapat digunakan untuk kegiatanfoto dokumentasi sehingga perbedaan nilainya tidak terlalu signifikan dan ruas jalan dapatterverifikasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa jarak efektif yang digunakan adalahsejauh 100 m. Hasil ini didapatkan setelah melakukan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitneyantara nilai SDI survei dan Foto 100 m. Untuk itu pengambilan foto dokumentasi dengan jarak100 meter cukup untuk dijadikan jarak efektif agar ruas jalan yang disurvei dapat terverifikasi.Kata Kunci: Survei kondisi jalan, SDI, jarak efektif foto
ANALISIS KINERJA PENGEMBANGAN TERMINAL MADYOPURO SEBAGAI REST AREA Yashinta Petrina Sari, Fredda Setya H. A. A. ,; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi wisata yang ada di sekitar Kota Malang menyebabkan banyaknya wisatawan yang datangbaik dengan kendaraan pribadi maupun dengan bus, terutama wisatawan yang datang melewati pintu tolMadyopuro. Sehingga Terminal Madyopuro berpotensi menjadi terminal wisata Rest Area. Tujuan daridilakukannya penelitian ini adalah melakukan analisis kinerja Terminal Madyopuro untuk dijadikan RestArea di daerah tersebut dan mengidentifikasi fasilitas yang diperlukan dalam pengembangan TerminalMadyopuro menjadi Rest Area.Data penelitian ini didapatkan dari wawancara untuk mengetahui kondisi dan kinerja fasilitasTerminal hingga saat ini. Jumlah responden 100 orang dengan kriteria masyarakat Kota Malang yangberumur 17 tahun ke atas dan pernah menggunakan terminal minimal satu kali. Metode IPA (Importance –Performance Analysis) digunakan untuk mengolah data untuk mengukur hubungan antara persepsipengguna Terminal dan tingkat penerapan terhadap fasilitas yang ada pada Terminal Madyopuro. Penelitianini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 40 Tahun 2015 Tentang Standar PelayananTerminal Penumpang. Penelitian ini didefinisikan 2 variabel, yaitu variabel Kepentingan dan variabelKinerja Penerapan (Aspek Keselamatan, Keamanan, Keteraturan, Kenyamanan, Kemudahan, Kesetaraan).Hasil analisis didapatkan kondisi fasilitas Terminal Madyopuro kurang memuaskan karena kurang berfungsidengan baik dan beberapa tidak tersedia seperti Lajur pejalan kaki, Pos dan petugas kesehatan, Pos danpemeriksaan kendaraan umum, Pos dan petugas perbaikan kendaraan umum, Petugas keamanan, jadwalkedatangan dan keberangkatan serta tarif kendaraan umum, Jadwal kendaraan umum dalam trayek lanjutan,Kantor penyelenggara terminal, Petugas operasional Terminal, Tempat ibadah/ Mushola, lampu peneranganruangan, petugas kebersihan, informasi layanan dan Ruang ibu menyusui. Dengan metode IPApengembangan Terminal Madyopuro pada kuadran IV, beberapa kinerja fasilitas sudah sesuai fungsi namunmasih belum sesuai harapan responden seperti Alat pemadam Kebakaran, Petugas Keamanan, JadwalKedatangan dan Keberangkatan serta tarif secara tertulis, Ruang Tunggu, Toilet, Tempat Ibadah, Ruang IbuMenyusui.Kata Kunci: Terminal, Rest Area, Metode IPA, Fasilitas, Terminal Madyopuro, Terminal Tipe C.
PENGARUH PENGGUNAAN MATERIAL CETAK TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SEJAHTERA TAPAK (RST) Imam Wahyudi; Ludfi Djakfar; Arief Rachmansyah
Media Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2014): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v12i2.2285

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN MATERIAL CETAK TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PROYEK PEMBANGUNANRUMAH SEJAHTERA TAPAK (RST) Product Innovation Effect Of Housing Housing Consumer Confidence To Developer (A Case Study Of Housing In Jember )Imam Wahyudi1, Ludfi Djakfar2, Arief Rachmansyah31,2Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya MalangJl. MT. Haryono No 167 Malang, IndonesiaAbstractThe purpose of this study was to determine the effect of the use of printed materials to the time and cost of development projects Tread Welfare House in Malang and determine the ratio of the time and expense . The method used to analyze the cost and time by using earmed value concept . Estimated completion of aspects of the schedule obtained approximate completion time ( TE ) was 70 days with the use of conventional materials , while using printed material is for 64 days . This case shows the project using print materials to accelerate approximately 8 days of the 72 -day plan . The conclusion of this study is the effect of the use of conventional materials based on the use of earned value schedule states that a plan with almost the same execution time by 72 days to 100 houses , while the performance in terms of cost , is effective for less than the cost of implementing the plan , so there are advantages Rp.72,396,667.04 amounted to 100 houses . While using print materials faster implementation 8 days from the time the plan is as much as 64 days to 100 houses , while the performance is analyzed in terms of costs with earned value concept can be assessed effectively with a gain of Rp.125,139,788.80 to 100 housing units .Keywords : Home Prosperous Tread , Conventional Materials , Materials PrintAbstrakAdapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan material cetak terhadap waktu dan biaya proyek pembangunan Rumah Sejahtera Tapak di kota Malang dan mengetahui perbandingan terhadap waktu dan biaya. Metode yang digunakan untuk menganalisis biaya dan waktu yaitu dengan menggunakan earmed value concept. Perkiraan penyelesaian dari aspek jadual didapat perkiraan waktu penyelesaian pekerjaan (TE) adalah 70 hari dengan menggunakan material konvensional, sedangkan menggunakan material cetak adalah sebesar 64 hari. Hal Ini menunjukkan proyek dengan menggunakan material cetak akan mengalami percepatan kurang lebih 8 hari dari waktu rencana 72 hari. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengaruh penggunaan material konvensional berdasarkan penggunaan earned value schedule menyatakan bahwa waktu rencana dengan waktu pelaksanaan hampir sama yaitu sebesar 72 hari untuk 100 unit rumah, sedangkan kinerja dari segi biaya dinilai efektif karena biaya pelaksanaan lebih kecil dari rencana, sehingga ada keuntungan sebesar Rp.72,396,667.04 untuk 100 unit rumah. Sedangkan dengan menggunakan material cetak pelaksanaan lebih cepat 8 hari dari pada waktu rencana yaitu sebanyak 64 hari untuk 100 unit rumah, sedangkan kinerja dari segi biaya yang dianalisa dengan earned value concept dapat dinilai efektif dengan keuntungan sebesar Rp.125,139,788.80 untuk 100 unit rumah.Kata Kunci : Rumah Sejahtera Tapak, Material Konvensional, Material Cetak
EVALUASI DAN POTENSI PENGOPERASIAN BUS SEKOLAH (STUDI KASUS : BUS HALOKES KOTA MALANG) Tony Prasetyo; Ludfi Djakfar; Sobri Abusini
Media Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v13i2.2565

Abstract

EVALUASI DAN POTENSI PENGOPERASIAN BUS SEKOLAH (STUDI KASUS : BUS HALOKES KOTA MALANG)Evaluation And Potential Operation Of School Bus(Case Study: Bus Halokes Poor Town)Tony Prasetyo1, Ludfi Djakfar2, Sobri Abusini31,2,3 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas TeknikUniversitas BrawijayaAlamat korespondensi : Jln. MT. Haryono, Malang, Jatimemail: tony_ayu@yahoo.co.idAbstractMalang is a city with a high population density about 8129 people /km2. Malang city is known as a tourism and educational city. The high population and many activities causes a traffic jam in Malang. To reduce the traffic jam and help students reduce using private motorcycle, Malang goverment provide some free school bus for students. The method used in this research is descriptive quantitative analysis with the description of public transport operational performance analysis and analysis of vehicle operating costs. It also used SWOT method to determine the performance of the school bus, potential, problems and strategies used to develop a school bus. The results showed that operational performance is good with load factor value less than 1 every segment. The travel speed average is 40 km / hour about 40 until 60 minutes. The service time is about two times in every morning and afternoon and the waiting time of passengers between 5 to 10 minutes. The results of BOK calculation is Rp145.579,- a day which is subsidized by the government of Malang city. Based on the user’s perception of school buses, the most important factors considered are comfort, safety and reliability. Based on SWOT calculations, the development strategy contained in a space that is rapid growth strategy that harnesses the strength and the opportunities.Keyword : School buses, operational performance, BOK, SWOT, development strategyAbstrakKota Malang merupakan kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi mencapai 8.129 jiwa/km2. Selain sebagai kota wisata, kota Malang juga dikenal sebagai kota pendidikan. Tingginya kepadatan penduduk Kota Malang sejalan dengan beragamnya aktifitas yang ada menyebabkan terjadinya kemacetan di Kota Malang. Untuk mengurangi kemacetan dan membantu pelajar mengurangi penggunaan kendraan pribadi, pemerintah Kota Malang menyediakan bus sekolah gratis bagi para pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk Evaluasi kinerja bus sekolah menggunakan metode Analisis Deskriptif serta analisis biaya operasional kendaraan serta metode SWOT untuk mengetahui kinerja dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional kendaraan cukup baik dengan nilai load factor kurang dari 1 per segmen dengan kecepatan perjalanan rata-rata 40 km/jam dan waktu tempuh 40-60 menit. Waktu pelayanan 2 kali yakni berangkat dan pulang sekolah dengan waktu tunggu penumpang antara 5 sampai 10 menit. Sementara itu hasil perhitungan BOK adalah Rp 145.579,- per hari yang disubsidi pemerintah. Berdasarkan persepsi pengguna bus sekolah kenyamanan, keamanan dan keandalan adalah faktor yang dirasa paling penting. Berdasarkan hasil perhitungan SWOT, strategi pegembangan terdapat pada ruang A yaitu rapid growth strategy yakni strategi pertumbuhan cepat dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada.Kata Kunci : Bus sekolah, kinerja operasional, BOK, SWOT, strategi pengembangan
STUDY OF IMPROVING PERFORMANCE OF RAPID TRANSIT (BRT) BUS IN YOGYAKARTA Abdul Samad; Achmad Wicaksono; Harnen Sulistyo; Ludfi Djakfar
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7771

Abstract

The implementation of the Rapit Transit Bus (BRT) requires evaluation of performance, by exploring service quality. Because service quality is important for the success of Trans Jogja. The purpose of this study was to determine the existing conditions of bus rapid transit (BRT) service and performance in the city of Yogyakarta, and to find out the priority strategies for implementing bus rapid transit (BRT) management at the study site.  The method used in this study was the Science and QFD methods. The results of the research on the existing level of BRT performance in Yogyakarta, the arrival and departure times of Trans Jogja buses are good and can satisfy passengers, but the waiting time and operating time still need handling. The research results of the priority strategies for implementing BRT management management that need to be addressed are ease of location from the community living environment to the Trans Jogja bus stop, ease of change of mode, and management of cost compliance.
PERMODELAN KEBUTUHAN TRANSPORTASI MASSAL GUIDED BUSWAY MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING Dadang Supriyatno; Harnen Sulistio; Ludfi Djakfar; Achmad Wicaksono
Jurnal Transportasi Vol. 12 No. 2 (2012)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.997 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v12i2.484.%p

Abstract

Transportation problem is complex because the growth of road infrastructure is not proportional to the increase in the number of travels. This is indicated by the increasing levels of private vehicle ownership, numer of trips, insufficient of public transport services, and limited road infrastructure. In this study, the pattern of mass transit, as stated in Law No. 22 of 2009, was examined. Analyses were performed using Confirmatory Factor Analysis and Structural Equation Modeling. The results showed that the variables of Travel Origin and Destination, Travel Patterns, Willingness, and Ability to Pay explained approximately77.0% of the variation in the Guided Busway Needs variable. In addition, Travel Origin and Destination, Travel Patterns, and Willingness and Ability to Pay have positive and significant impact on the Guided Busway Needs.Keywords: mass transit, guided busway, origin destination travel, travel patterns, willingness and ability topay.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Samad Abdul Wahid Hasyim Abdullah Azzam Abdulmenaam Khamies Abid Haritsah Rahman Abiel Cahya Nugraha, R. Cakra Bagaskara, Achfas Zacoeb Achmad Efendi Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Acramanila Magha Rastra Adif WIldan Waladilmawa Adventus Kristian Tambunan Agus Dwi Wicaksono Agus Suharyanto Agus Suharyanto Akbariawan, Ricky Akhriadi, Akhriadi Alfan Baharuddin, Alfan Alighan, Ahmad Ricky Aloysius Gregorius Lake Alva Afriza Putra P, Donny Bagas W. , Alwafi Pujiraharjo Alwafi Pujiraharjo Amaliyah, Ela Firda Amelia Azzahro Mardhatillah Amelia Azzzahro Mardhatillah Amelia Kusuma Indriastuti Andi Kumalawati Andy Agung Wahyu Utama Anisa Faray, Afifah Mauludiah , Anugerah Cahya Syahputra Ari Wibowo Ari Wibowo Ari Wibowo Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arifin, Andy Samsul Armanu Thoyib Arung, Vrischa Natalia Asep Akbar Hikmana Atik Wahyuni Aushilna Rahma Rabbani Avista Candra Dewi S Bagus, Gabriel Baisa, Havizh Lukman Baisa, Havizh Lukman Bonifasius Raditya Cakranegara, Pandu Adi Chen-Yu Hsu Chikita, Randha Alief Cleoputri Yusainy Curiosita Malate Asrenaate Dadang Supriyatno Dadang Supriyatno Damayanti, Fifka Amalia Della Dwi Nuariningsih Devina Candra Puspita Rini Dewa Ketut Sudarsana Dewi Yuniar Dhena Arthamevia Diah Anggun Novita Sari Dian Agung Saputro Dilla Ananda Octaviani Dio Adelian Putra Eddu Pandika Erwin Aras G F, Bestananda Fabianus J. S. Nope Fadiansyah, Rendi Fatkhul Ardy Arista, Ongki Pranata , Fazri Rochmawati Dewi, Fazri Rochmawati Febrianto, lham Bimo Felicia Larasati Firdausy, Nuur Annisa Firstyan, Frigi Fitri Rachmawati Frando Simon Hukom Gagoek Soenar P. Gerardus Ignasius A Ghifarulloh, Abzar Gina Martina Grenaldi, Angeli Gladis Harimurti . Harimurti Harimurti Harnen Sulistio Harnen Sulistio Harnen Sulistio Harnen Sulistio Harnen Sulistyo Harnen Sulistyo, Harnen Haryo, Alan Havizh Lukman Baisa Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hendrig Sudradjat Hermawan Santiko Hermawan, Yoga Himawan Wisnu Pratama Husein, Fahry I Kadek Adit Putra I., M.Iqbal Ravanelli , Ida Bagus Ananta Wijaya Indradi Wijatmiko Iswara, Ade Yudha Jannah, Novia Miftakhul Jatmiko Budi Antoro, Jatmiko Budi Jossie Mutiara Putri Justitia, Riztya Jyh-Dong Lin Kartika Puspa Negara Kartika, Irdwi Khairul Arifin Khairul Arifin, Devina Candra Puspita Rini, Khairunnisa, Rahmasari Krisna Arya Kusuma Kusumadewi, Intan Rosma Laksono Trisnantoro Lasmini Ambarwati M, Jundina Syifa’ul M. Fahmi Lutfi, Bagus Akbar M. , M. Rum Raekhan M. Ruslin Anwar M. Ruslin Anwar M. Ruslin Anwar M. Ruslin Anwar M. Ruslin Anwar M. Syaiful Rachman, M. Syaiful M. Zainul Arifin M. Zainul Arifin Machsus Machsus Majesticha, Aidha Deo Maliq, Tatang Maulana Margareth E. Bolla Marhaeni, Bunga Mega Martin Paidotua Pangaribuan Mashudman Mashudman Mashudman Mashudman Maulana, Luthfi Farhan Miftahulkhair, Muh Muh Syauqi Al Maghfirah Muhamad Iqbal Muslim Muhamad Panji Danisworo Muhammad Bisri Muhammad Fajri Almunawar Muhammad Hanif Muhammad Ibnu Shina, Herdian Yunihartanto , Muhammad Insanul Qolby Muhammad Juniar Revanska Kusuma Muhammad Wahyu Hidayat Muhammad Zainul Arifin Mukhammad Mukhlis Mukhammad Yusuf Mashuri Nafiis Wirdiyan Nasution, Akhmad Sya’ban Natrisye Wahyuning Septiana Naufal Fadhlurrahman Novyana, Teofani Rizkhy Nugraha Pasca Ogenta Tarigan Nugroho Panji Triatmojo Nur Hilmy Dhiya Ul’Aziz, Nur Hamidah & Pangeran Khar, Muhammad Jupri Permana, Satria Pingkan Pratasis Pratama R, Alfandi Rizki Pratama, Kukuh Pratiwi, Kholis Hapsari Prawiro, Bangun Prayuda Krisna S, Riky Pradana Trisilvana Priskila Dorothy, Ayu Anisa, Putranto, Yonandika Pandu Putri Adhitana Paramitha R, Rakmat Andi R, Tri Angga Prakoso Rachmad Reza B, Nizar Ramadhan, Rachmawati, Desy Dwi Raekhan, M. Rum Raekhan, Mohammad Rum Rahayu K Rahayu K., Rahayu Rahayu Kusumaningrum Rahayu Kusumaningrum Rahayu Kusumaningrum Rahayu Kusumaningrum Rahman, Fuad Izzatur Rakhmad, Nova Nur Ratih Artanti Regina Apituley Ridwansyah, Achmad Miraj Rindah Intansari Mukti Ristradianti Dwi A. Riyana, Ratu Eka Rizal Afriansyah Rizky Mubarak Robby Fredyanto, MuhammadIqbal Zuhdi Rohman, Saiful Rolobessy, Alfandi Rizki Pratama Rusman Prihatanto, Rusman Saleh, Arbillah Salsabila Putri, Nadya Santoso, Ahmad Ardi Setiono, Arief Rakhman Sheva Akbar Rafliansyach Shinta Ariani Archila, Prambudi Katon Kusuma , Sholihah, Rafidatus Sobri Abusini Sonya Sulistyono Sugeng P. Budio Sugianto, Agus Suharto, Lechyana Zahra Sumantri, Bambang Sumantri, Rifky Wijaya Surjono Surjono susanto, Bagus Syahrir, Hardiyansah Syaviq, Muhammad Fahrus T.D, Mokhamad Afila Taqwa Rizaldi Teges Prameswari Puspa Amara Theo Adhitya Kusuma TONY PRASETYO Tyas Ayu Widiningrum Vita Dwi Rahmawati Wicaksono, A Wicaksono, Achmad Wicaksono, Ahcmad Widyastuti, Ika Wieke Yuni Christina Winardy, Chanza Islamy Wisnumurti . Wiwit Adisatria Wiyanta, Yogi Kurnia Wiyanta, Yogi Kurnia Wullan Agustia Yashinta Petrina Sari, Fredda Setya H. A. A. , Yasmin Nabilah Asyam Yogi Kurnia Wiyanta Yudha Rahmadhani Fais Fais, Yudha Rahmadhani Fais Yulvi Zaika