Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENURUNAN KINERJA JALAN FUNGSIONAL TERHADAP BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (STUDI KASUS RUAS JALAN KAWASAN LUAR UB) Shinta Ariani Archila, Prambudi Katon Kusuma ,; Djakfar, Ludfi; K., Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.391 KB)

Abstract

Semakin tingginya jumlah pergerakan kendaraan pada suatu daerah secara tidak langsung akan mendorong terjadinya berbagai masalah lalu lintas yang perlu ditangani secara berkesinambungan. Permasalahan tersebut timbul karena terjadinya pertambahan jumlah kendaraan secara terus menerus pada suatu daerah sedangkan kapasitas jalan yang tersedia tidak mengalami perubahan. Hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya kenaikan terhadap bangkitan dan tarikan pada suatu titik dan waktu tertentu serta meningkatkan kebutuhan terkait biaya operasional kendaraan, khususnya pada kendaraan pribadi roda 4. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besaran biaya operasional kendaraan yang dibutuhkan dengan membandingkan biaya operasional yang didapatkan pada kondisi eksisting sesuai hasil survei dilapangan dengan biaya operasional yang seharusnya dibutuhkan pada kondisi ideal yang mengacu pada fungsi jalan berdasarkan metode Pacific Consultant International(PCI) 1987. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka didapatkan kesimpulan bahwa telah terjadi kerugian terkait biaya operasional kendaraan saat jam puncak pada masing–masing ruas jalan kajian studi. Kerugian terbesar terdapat pada ruas Jl. Soekarno Hatta dengan kebutuhan biaya sebesar Rp.6.081.717.600/tahun hingga Rp.8.394.751.800/tahun dan kerugian terkecil terdapat pada ruas Jl. Mayjend Panjaitan dengan kebutuhan biaya sebesar Rp.2.741.433.240/tahun hingga Rp.3.784.071.070/tahun. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa hal ini dapat terjadi akibat tingginya jumlah moda transportasi sedangkan nilai kapasitas jalan rendah sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kinerja pada ruas jalan, kemudian ditambah oleh rendahnya kinerja simpang akibat terjadinya tundaan serta antrian kendaraan yang cukup panjang pada simpang – simpang yang menghubungkan jalan kajian studi.   Kata Kunci: Penurunan kinerja jalan, Biaya Operasional Kendaraan, PCI 1987, Ruas jalan kawasan luar Universitas Brawijaya.
PENENTUAN TARIF JALAN TOL SARADAN-KERTOSONO BERDASARKAN ANALISIS ATP DAN WTP Fatkhul Ardy Arista, Ongki Pranata ,; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.079 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan perekonomian di daerah Jawa Timur cukup tinggi, sehingga aktivitas dan pergerakan warga semakin meningkat. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi maka berdampak pada peningkatan pergerakan dan angka lalulintas harian, bahkan kemacetan tidak bisa dihindari di Jawa Timur khususnya di ruas Saradan-Kertosono yang merupakan penghubung daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Solusi untuk memperlancar dan meningkatkan mobilitas saat berkendara adalah pengalihan dari jalan eksisting ke jalan tol. Jalan Tol Saradan-Kertosono merupakan jalan tol baru, sehingga perlu dilakukan analisis tarif untuk menentukan tarif tol yang ideal dan efisien. Kondisi penentuan tarif jalan tol di Indonesia untuk sektor transportasi masih banyak diwarnai oleh keputusan politis. Penetapan tarif jalan tol umumnya berorentasi kepada analisis finansial baik dari investor maupun pengguna jalan sehingga keberadaan tarif terkadang tidak sesuai dengan keinginan dan kemampuan masyarakat sebagai calon pengguna dari jalan tol tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan suatu studi mengenai penentuan tarif jalan tol Saradan-Kertosono dan potensi pengguna jalan tol tersebut. Objek yang diteliti adalah semua pengguna atau pengendara kendaraan golongan I, II, III, IV dan V yang melewati ruas jalan Saradan-Kertosono. Dengan menggunakan metode Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) penentuan jumlah responden secara random sampling atau acak sebanyak 420 responden yang di dapat dari perhitungan rumus slovin, kemudian dengan mengisikan kuisioner berisikan beberapa atribut diantaranya: pendapatan perbulan, jenis pekerjaan, status kepemilikan kendaraan, pengeluaran perbulan, pengeluaran untuk ransportasi perhari, frekuensi penggunaan jalan tol, frekuensi penggunaan rute, alasan menggunakan jalan tol, kebermanfaatan tol Saradan-Kertosono, dan kemauan membayar tarif tol. Sedangkan untuk metode Stated Preference responden hanya mengisi kuisioner yang berisikan atribut tarif tol pada beberapa kondisi jalan eksisting yaitu saat kondisi lancar, kondisi padat lancar, kondisi padat, kondisi padat merayap, kondisi macet, dan kondisi macet total. Penelitian juga meninjau terhadap tarif ideal masa mendatang yang dipengaruhi pertumbuhan inflasi 3 tahun terakhir serta pengaruh perkembangan wilayah dengan perbandingan nilai PDRB Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berdasarkan grafik hubungan antara ATP & WTP dan grafik hubungan antara potensi dan total pendapatan didapatkan tarif ideal tol Saradan-Kertosono sebagai berikut : tarif golongan I sebesar Rp 36.000, tarif golongan II sebesar Rp 54.000, tarif golongan III Rp 72.000, tarif golongan IV Rp 90.000, dan tarif golongan V Rp 108.000. Berdasarkan tarif ideal tersebut dan dengan kondisi VCR aktual Saradan-Kertosono sebesar 0,375 dan VCR aktual Kertosono-Saradan sebesar 0,380 maka potensi pengguna yang akan berpindah menggunakan jalan tol Saradan-Kertosono pada semua jenis golongan kendaraan adalah sebanyak 15235, sehingga didapatkan nilai keuntungan sebesar Rp 619.118.498,- perhari. Kata Kunci: ATP, WTP, Stated Preference, Tarif, Tol, Total Pendapatan, Potensi.
STUDI POTENSI PENUMPANG DAN RUTEPADA RENCANA PEMBANGUNANMONORELDI KOTA MALANG Robby Fredyanto, MuhammadIqbal Zuhdi; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.874 KB)

Abstract

Kota Malang adalah kota terbesar kedua di provinsi Jawa Timur, Indonesia, dengan jumlah penduduk mencapai 908.395 jiwa.  Kemacetan merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari di Kota Malang.  Masalah tersebut menyebabkan masyarakat mencari alternatif moda transportasi lain yang berkualitas, aman, nyaman dan efisien, yaitu berupa Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM).  Untuk menciptakan Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) yang berkualitas maka akan dibangun Monorel di Kota Malang.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik umum dan karakteristik perjalanan pengguna kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) di Kota Malang saat ini, untuk mengetahuirutepotensialmodatransportasiMonoreldiKotaMalang,danuntukmengetahui potensipenumpang pada moda transportasi Monorel di Kota Malang. Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data primer berupa karakteristik umum, karakteristik perjalanan, pemilihan moda, dan rute Monorel dengan menggunakan kuesioner Stated Preference dan wawancara kepada responden.  Jumlah kebutuhan sampel pada penelitian ini dihitung dengan rumus Slovin dan didapatkan jumlah kebutuhan sampel sebanyak 400 responden pengguna kendaraan pribadi.  Survei dilakukan pada pusat keramaian di Kota Malang pada hari kerja dan akhir pekan, yaitu disekitar Jl. Veteran, Jl. Soekarno Hatta, Stasiun Malang, Terminal Arjosari, dan daerah Pasar Besar Kota Malang.  Setelah mendapatkandata yang dibutuhkan, kemudian data diolah dengan analisis statistik deskriptifuntuk   karakteristikperjalanan,modelLogitBinomialuntukprobabilitaspemilihan moda, dan garis keinginan perjalanan (Desire Line) untuk rute potensial Monorel. Dari hasil analisis statistik deskriptif diketahui bahwa mayoritas pengguna mobil dan sepeda motor pribadi adalah laki-laki, dengan pendidikan terakhir SMA dan pekerjaan sebagai pelajar / mahasiswa, dengan rata-rata pendapatan perbulan ≤ Rp. 1.000.000,-.Maksud perjalanan mayoritas untuk pendidikan, dan mayoritas responden setuju akan pembangunan Monorel di Kota Malang.  Dari hasil analisis MAT dan Desire Line didapatkan rute yang paling potensial serta realistis untuk dibangun Monorel di Kota Malang, yaitu rute Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari – Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang – MOG – Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta.  Prediksi jumlah penumpang Monorel yang berpindah dari mobil pribadi pada rute potensial Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari sebanyak 1.633 penumpang (6,85%), Terminal Arjosari – Stasiun Malang sebanyak 1.427 penumpang (5,48%), Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang sebanyak 2.225 penumpang (9,59%), Alun-Alun Merdeka Malang – MOG sebanyak 1.267 penumpang (5,48%), MOG – Jl. Veteran sebanyak 1.607 penumpang (6,85%), dan rute Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta sebanyak 1.307 penumpang (5,48%).  Prediksi jumlah penumpang Monorel yang berpindah dari sepeda motor pribadi pada rute potensial Jl. Soekarno Hatta – Terminal Arjosari sebanyak 4.429 penumpang (2,45%), Terminal Arjosari – Stasiun Malang sebanyak 6.467 penumpang (3,36%), Stasiun Malang – Alun-Alun Merdeka Malang sebanyak 6.458 penumpang (3,67%), Alun-Alun Merdeka Malang – MOG sebanyak 3.739 penumpang (2,14%), MOG – Jl. Veteran sebanyak 2.703 penumpang (1,53%), dan rute Jl. Veteran – Jl. Soekarno Hatta sebanyak 10.954 penumpang (6,12%). Kata kunci : Kota Malang, Monorel, Stated Preference, Logit Binomial, Desire Line
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT AKSES JALAN TOL MALANG – PANDAAN PADA KAWASAN KARANGLO, MALANG I Kadek Adit Putra I., M.Iqbal Ravanelli ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.592 KB)

Abstract

Kawasan Karanglo merupakan jaringan jalan yang bisa menghubungkan Batu, Surabaya, dan Malang . Namun, dikarenakan kondisi jalan eksisting buruk dengan nilai VCR (Volume Capacity Ratio) yang  tinggi (dengan rata-rata 1),direncanakan adanya akses tol pada kawasan tersebut untuk mempercepat rute perjalanan dari Kota Surabaya menuju Kota Malang. Maka perlu analisis  terhadap perpindahan pergerakan dari jalan eksisting menuju jalan tol dan analisis dampak yang dhasilkan. Analisis perpindahan pergerakan dilakukan dengan survey asal tujuan, sedangkan untuk analisis dampak dilakukan perbandingan kinerja jaringan jalan mulai dari skenario simpang bersinyal 4 kaki dengan nilai VCR 1,15 dan tundaan 321,2 (F), skenario bundaran dengan nilai VCR rata-rata 1,25 dan tundaan 70,13 (F), skenario flyover dengan nilai VCR 0,90 dan tundaan 57,83 (E), skenario underpass dengan nilai VCR 0,64 dan tundaan 44,79 (E), skenario perbaikan underpass dengan pelebaran jalan dengan nilai VCR rata-rata 0,40 dan tundaan 14,53 (B). Untuk prediksi kinerja pada tahun mendatang dihitung dari tahun beroperasi (2018) hingga 5 tahun mendatang (2023), dengan VCR 0,55 dan tundaan 14,92 (B). Kata kunci :Kinerja Simpang, Kinerja Ruas, Akses Jalan Tol, Analisis Dampak Lalu Lintas, Underpass
PERENCANAAN JUMLAH GARDU DAN RAMP DI AKSES KARANGLO PADA TOL PANDAAN-MALANG Abiel Cahya Nugraha, R. Cakra Bagaskara,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Tol diselenggarakan untuk mendukung pergerakan lalu lintas secara optimal serta meningkatkan efisiensi pelayanan jasa distribusi guna menunjang ipeningkatan pertumbuhan ekonomi terutama di wilayah yang tingkat perkembangan ekonominya tinggi. Pembangunan jalan tol yang sedang berlangsung adalah jalan tol iPandaan-Malang. Tol yang juga terhubung dengan jalan tol Gempol-Pandaan ini nantinya diharapkan akan mampu mengurai simpul kemacetan yang ada di jalan arteri dan dapat memangkas waktu tempuh dari Malang menuju Pandaan dan sebaliknya. Maka perlu analisis yang bertujuan untuk mengetahui potensi pengguna jalan tol, merencanakan desain geometrik pada ramp dan merencanakan jumlah gardu tol. Potensi pengguna jalan tol dianalisis dengan survey asal-tujuan dan stated preference. Berdasarkan hasil analisis potensi pengguna jalan tol pada tahun 2020,2025,2030, 2035 untuk golongan I secara berturut-turut adalah 10145,13596,18220 dan 24417 kendaraan/hari; kendaraan golongan II adalah 1186,1590,2130 dan 2885 kendaraan/hari. Perencanaan geometrik ramp menggunakan Peraturan Standar Geometrik Jalan Bebas Hambatan untuk Jalan Tol No.007/BM/2009dihasilkan 3 tikungan horizontal dengan 2 tipe tikungan SCS (Spiral-Circle-Spiral) dan 1 tikungan SS (Spiral-Spiral). Kecepatan rencana sebesar 60 km/jam dengan jari-jari 110 meter. Perhitungan jumlah gardu tol dengan model antrian FIFO pada tahun 2025 dan 2035 adalah sejumlah 6 dan 8 gardu tol dengan tingkat kedatangan 1883 dan 3273 kendaraan/jam.   Kata Kunci: Jalan Tol, Potensi Pengguna Tol, Stated Preference (SP), Asal-Tujuan, Geometrik, Ramp, Gardu Tol
PENGARUH SUHU PEMADATAN TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN CPHMA MENGGUNAKAN LGA DAN ASPAL MINYAK PENETRASI 60/70 Firstyan, Frigi; Bagus, Gabriel; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal buton merupakan salah satu aspal alam yang hanya terdapat di Indonesia dan akhir akhir ini banyak dimanfaatkan. Jumlahnya yang banyak dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengisi kekurangan produksi aspal minyak di Indonesia. Salah satu produk dari asbuton yang dapat dimafaatkan sebagai alternatif pengganti aspal minyak adalah LGA (Lawelle Granular Asphalt). Kajian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan aspal minyak pada campuran CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) dan suhu pemadatan terhadap karakteristik Marshall dari campuran CPHMA.Pembuatan benda uji menggunakan Lawelle Granular Asphalt (LGA) dan aspal minyak sesuai dengan proporsi yang telah ditentukan serta ditambah agregat lokal dari Purwosari dan modifier. Digunakan dua macam perlakuan yaitu suhu pemadatan 25oC, 37,5oC, 50oC, 67,5oC dan penambahan aspal minyak sebesar 5%, 10%, 15%, 20%. Dari hasil analisis didapatkan suhu pemadatan optimum sebesar 900C dan penambahan aspal minyak sebesar 7,653% yang didapatkan dari hasil iterasi persamaan VIM(z = 25.0323-0,13041x-0,45944y+0,000225x2+0,047268y2-0,005576xy-0,00000111x2y2). Berdasarkan nilai suhu optimum dan penambahan aspal minyak optimum diatas didapatkan nilai stabilitas, flow, marshall quotient, VIM, Void in Mineral Agregat (VMA),danVoid Filled with Bitumen(VFB) berturut turut sebesar 1468,770 kg; 3,875mm; 419,273; 15,834%; 26,399%; dan 41,610%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan suhu pemadatan yang divariasi hingga suhu 900C sesuai dengan hasil iterasi yang sudah didapatkan. Dan perlu diperhatikan dalam pembuatan rancangan percobaan. Diharapkan penelitian selanjutnya melakukan pengujian terhadap berat jenis campuran dari aspal minyak dan LGA sesuai dengan proporsi tiap rancangan percobaan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penentuan suhu pemadatan optimum dikarenakan suhu pemadatan optimum yang diperoleh dari proses iterasi melebihi batas suhu pemadatan yang diteliti.   Kata Kunci: Aspal Minyak Penetrasi 60/70, Karakteristik Marshall,  Aspal Buton, Lawelle Granular Asphalt, CPHMA.
PENGGUNAAN MATERIAL LOKAL MADURA TERHADAP KINERJA CAMPURAN CPHMA (COLD PAVING HOT MIX ASBUTON) Akbariawan, Ricky; Fadiansyah, Rendi; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madura merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi material yang sangat besar. Namun dalam pembangunan infrastruktur jalan dibeberapa wilayah di Pulau Madura masih menggunakan material dari Pulau Jawa. Sedangkan untuk bahan aspal sendiri masih menggunakan aspal minyak. Namun penggunaan aspal minyak dirasa kurang memperhatikan potensi aspal alam Asbuton. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan material lokal Madura dan suhu pemadatan terhadap kinerja CPHMA. Pembuatan benda uji menggunakan Lawelle Granular Asphalt (LGA) yang ditambah agregat dan modifier. Dengan perlakuan suhu pemadatan 25oC, 37,5oC, 50oC, 67,5oC dan prosentase agregat Madura terhadap agregat lokal yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Dari hasil analisis didapatkan suhu pemadatan optimum sebesar 81,748oC dan proporsi agregat Madura optimum sebesar 82.927% yang diperoleh dari hasil iterasi persamaan Void In Mix (VIM). Persamaan VIM (z = 21,86049-0,172988x+0,106850y +0,001388x2-0,000323y2-0,000653xy), Berdasarkan suhu pemadatan dan proporsi agregat Madura optimum tersebut didapatkan nilai dari stabilitas, flow, marshall quotient, VIM, Void in Mineral Agregat (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB) berturu-turut adalah sebesar 1038,19Kg; 3,943mm; 269,317; 19,22%; 29,031%; 33,311%. Nilai VIM dan VFB tidak memenuhi standar spesifikasi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penentuan suhu pemadatan optimum dikarenakan suhu pemadatan optimum yang diperoleh dari proses iterasi melebihi batas suhu pemadatan yang diteliti.   Kata Kunci: Penggunaan Material Madura, Karakteristik Marshall,  Aspal Buton, Lawelle Granular Asphalt, CPHMA.
KAJIAN LAIK FUNGSI JALAN (Studi Kasus pada Jalan Provinsi Nomor Ruas 171 Pare - Kediri Km 8 - Km 22) M, Jundina Syifa’ul; F, Bestananda; Bowoputro, Hendi; Djakfar, Ludfi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan di Kabupaten Kediri sebagian besar belum teruji laik fungsi salah satunya yaitu ruas jalan Pare - Kediri Km 8 - Km 22. Menurut data Polres Kabupaten Kediri bahwa pada tahun 2013 jumlah peristiwa kecelakaan tiap bulannya dirata - rata yaitu 18 kejadian. Demi mengurangi jumlah kecelakaan, tidak mungkin dilakukan dengan cara mengurangi keinginan untuk melakukan perjalanan. Sesuatu yang memungkinkan adalah dengan cara melaksanakan uji dan evaluasi serta penetapan laik fungsi jalan agar tercipta jalan yang memenuhi ketentuan keselamatan, kelancaran, ekonomis, dan ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui kategori kelaikan fungsi teknis Ruas Jalan Pare - Kediri Km 8 - Km 22 berdasarkan parameter perencanaan laik fungsi jalan, dan (2) Mengetahui tindak lanjut yang perlu dilakukan apabila Ruas Jalan Pare -Kediri Km 8 - Km 22 belum memenuhi kategori kelaikan jalan secara teknis. Pengambilan data di lapangan menggunakan Metode Uji dengan cara pengamatan dan pengukuran kondisi ruas jalan Pare - Kediri Km 8 - Km 22 terhadap standar teknis, meliputi: (1) teknis geometrik jalan; (2) teknis struktur perkerasan jalan; (3) teknis struktur bangunan pelengkap jalan; (4) teknis pemanfaatan bagian - bagian jalan; (5) teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas; (6) teknis perlengkapan yang terkait langsung dengan pengguna jalan maupun yang tidak terkait langsung dengan pengguna jalan. Dari hasil uji lapangan dilakukan analisis laik fungsi jalan secara teknis menggunakan  Metode Evaluasi yaitu membandingkan dengan parameter perencanaan laik fungsi jalan (Peraturan Menteri Nomor: 11/PRT/M/2010 dan Panduan Teknis Pelaksanaan Laik Fungsi Jalan Tahun 2012). Hasil analisis kelaikan fungsi jalan pada ruas jalan Pare - Kediri Km 8 - Km 22 yaitu laik fungsi bersyarat dengan rekomendasi (LS). Tindak lanjut yang dilakukan pada ruas jalan Pare - Kediri Km 8 – Km 22 yaitu dengan memberikan rekomendasi sesuai dengan kondisi fisik lingkungan jalan yang dapat memenuhi ketentuan keselamatan, kelancaran, ekonomis, dan ramah lingkungan. Kata kunci: Ruas Jalan Kediri, Laik Fungsi Jalan, Standar Teknis
KINERJA PELAYANAN BARANG DI PELABUHAN UMUM GRESIK Raekhan, Mohammad Rum; Djakfar, Ludfi; Pujiraharjo, Alwafi
Media Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.287 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v15i2.7675

Abstract

Volume bongkar muat barang di Pelabuhan Umum Gresik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Lamanya proses bongkar muat barang berpengaruh terhadap lamanya turn round time kapal dan juga tingginya biaya operasional. Banyaknya waktu yang masih terbuang saat kapal sudah berada di tambatan menyebabkan rendahnya waktu efektif kapal dalam melakukan proses bongkar muat. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja bongkar muat di Pelabuhan Umum Gresik khususnya pada Dermaga 265, Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 serta penyebab terjadinya idle time. Dalam melihat tingkat kinerja bongkar muat eksisting digunakan standar yang telah ditetapkan oleh Dirjen Hubla. Tingkat kepuasan dan kepentingan variabel-variabel terkait bongkar muat juga diukur dari persepsi pengguna. Untuk menganalisa kinerja eksisting dan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan idle time digunakan metode analisis deskriptif sedangkan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan pelanggan terhadap kinerja operasional bongkar muat digunakan metode Importance Performance Analysis. Hasil analisis kinerja eksisting operasional bongkar muat menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas bongkar muat dan efektifitas waktu efektif time:berthing time (ET:BT) dari kapal-kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat di Dermaga 265 masih kurang baik dan berada di bawah standar kinerja yang telah ditetapkan, sedangkan Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70 masuk kriterria pencapaian yang baik. Faktor yang banyak menghambat proses bongkar muat dan sering menyebabkan idle time diantaranya kerusakan alat bongkar muat, menunggu truk, menunggu muatan, ketersediaan tenaga kerja bongkar muat dan masalah cuaca. Dari analisis kepuasan pengguna didapatkan variabel-variabel yang masuk dalam kuadran 1 dan memerlukan prioritas penanganan, yang menurut pengguna jasa tingkat kepentingannya tinggi namun performanya masih belum memuaskan, diantaranya lamanya waktu dalam proses bongkar muat, kapasitas lapangan penumpukan, kesiapan truck, kebersihan pelabuhan dan masalah penerangan.
STUDY OF IMPROVING PERFORMANCE OF RAPID TRANSIT (BRT) BUS IN YOGYAKARTA Samad, Abdul; Wicaksono, Achmad; Sulistyo, Harnen; Djakfar, Ludfi
Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.621 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7771

Abstract

The implementation of the Rapit Transit Bus (BRT) requires evaluation of performance, by exploring service quality. Because service quality is important for the success of Trans Jogja. The purpose of this study was to determine the existing conditions of bus rapid transit (BRT) service and performance in the city of Yogyakarta, and to find out the priority strategies for implementing bus rapid transit (BRT) management at the study site.  The method used in this study was the Science and QFD methods. The results of the research on the existing level of BRT performance in Yogyakarta, the arrival and departure times of Trans Jogja buses are good and can satisfy passengers, but the waiting time and operating time still need handling. The research results of the priority strategies for implementing BRT management management that need to be addressed are ease of location from the community living environment to the Trans Jogja bus stop, ease of change of mode, and management of cost compliance.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Samad Abdul Wahid Hasyim Abdullah Azzam Abdulmenaam Khamies Abid Haritsah Rahman Abiel Cahya Nugraha, R. Cakra Bagaskara, Achfas Zacoeb Achmad Efendi Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Acramanila Magha Rastra Adif WIldan Waladilmawa Adventus Kristian Tambunan Agus Dwi Wicaksono Agus Suharyanto Agus Suharyanto Akbariawan, Ricky Akhriadi, Akhriadi Alfan Baharuddin, Alfan Alighan, Ahmad Ricky Aloysius Gregorius Lake Alva Afriza Putra P, Donny Bagas W. , Alwafi Pujiraharjo Alwafi Pujiraharjo Amaliyah, Ela Firda Amelia Azzahro Mardhatillah Amelia Azzzahro Mardhatillah Amelia Kusuma Indriastuti Andi Kumalawati Andy Agung Wahyu Utama Anisa Faray, Afifah Mauludiah , Anugerah Cahya Syahputra Ari Wibowo Ari Wibowo Ari Wibowo Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arifin, Andy Samsul Armanu Thoyib Arung, Vrischa Natalia Asep Akbar Hikmana Atik Wahyuni Aushilna Rahma Rabbani Avista Candra Dewi S Bagus, Gabriel Baisa, Havizh Lukman Baisa, Havizh Lukman Bonifasius Raditya Cakranegara, Pandu Adi Chen-Yu Hsu Chikita, Randha Alief Cleoputri Yusainy Curiosita Malate Asrenaate Dadang Supriyatno Dadang Supriyatno Damayanti, Fifka Amalia Della Dwi Nuariningsih Devina Candra Puspita Rini Dewa Ketut Sudarsana Dewi Yuniar Dhena Arthamevia Diah Anggun Novita Sari Dian Agung Saputro Dilla Ananda Octaviani Dio Adelian Putra Eddu Pandika Erwin Aras G F, Bestananda Fabianus J. S. Nope Fadiansyah, Rendi Fatkhul Ardy Arista, Ongki Pranata , Fazri Rochmawati Dewi, Fazri Rochmawati Febrianto, lham Bimo Felicia Larasati Firdausy, Nuur Annisa Firstyan, Frigi Fitri Rachmawati Frando Simon Hukom Gagoek Soenar P. Gerardus Ignasius A Ghifarulloh, Abzar Gina Martina Grenaldi, Angeli Gladis Harimurti . Harimurti Harimurti Harnen Sulistio Harnen Sulistio Harnen Sulistio Harnen Sulistio Harnen Sulistyo Harnen Sulistyo, Harnen Haryo, Alan Havizh Lukman Baisa Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hendi Bowoputro Hendrig Sudradjat Hermawan Santiko Hermawan, Yoga Himawan Wisnu Pratama Husein, Fahry I Kadek Adit Putra I., M.Iqbal Ravanelli , Ida Bagus Ananta Wijaya Indradi Wijatmiko Iswara, Ade Yudha Jannah, Novia Miftakhul Jatmiko Budi Antoro, Jatmiko Budi Jossie Mutiara Putri Justitia, Riztya Jyh-Dong Lin Kartika Puspa Negara Kartika, Irdwi Khairul Arifin Khairul Arifin, Devina Candra Puspita Rini, Khairunnisa, Rahmasari Krisna Arya Kusuma Kusumadewi, Intan Rosma Laksono Trisnantoro Lasmini Ambarwati M, Jundina Syifa’ul M. Fahmi Lutfi, Bagus Akbar M. , M. Rum Raekhan M. Ruslin Anwar M. Ruslin Anwar M. Ruslin Anwar M. Ruslin Anwar M. Ruslin Anwar M. Syaiful Rachman, M. Syaiful M. Zainul Arifin M. Zainul Arifin Machsus Machsus Majesticha, Aidha Deo Maliq, Tatang Maulana Margareth E. Bolla Marhaeni, Bunga Mega Martin Paidotua Pangaribuan Mashudman Mashudman Mashudman Mashudman Maulana, Luthfi Farhan Miftahulkhair, Muh Muh Syauqi Al Maghfirah Muhamad Iqbal Muslim Muhamad Panji Danisworo Muhammad Bisri Muhammad Fajri Almunawar Muhammad Hanif Muhammad Ibnu Shina, Herdian Yunihartanto , Muhammad Insanul Qolby Muhammad Juniar Revanska Kusuma Muhammad Wahyu Hidayat Muhammad Zainul Arifin Mukhammad Mukhlis Mukhammad Yusuf Mashuri Nafiis Wirdiyan Nasution, Akhmad Sya’ban Natrisye Wahyuning Septiana Naufal Fadhlurrahman Novyana, Teofani Rizkhy Nugraha Pasca Ogenta Tarigan Nugroho Panji Triatmojo Nur Hilmy Dhiya Ul’Aziz, Nur Hamidah & Pangeran Khar, Muhammad Jupri Permana, Satria Pingkan Pratasis Pratama R, Alfandi Rizki Pratama, Kukuh Pratiwi, Kholis Hapsari Prawiro, Bangun Prayuda Krisna S, Riky Pradana Trisilvana Priskila Dorothy, Ayu Anisa, Putranto, Yonandika Pandu Putri Adhitana Paramitha R, Rakmat Andi R, Tri Angga Prakoso Rachmad Reza B, Nizar Ramadhan, Rachmawati, Desy Dwi Raekhan, M. Rum Raekhan, Mohammad Rum Rahayu K Rahayu K., Rahayu Rahayu Kusumaningrum Rahayu Kusumaningrum Rahayu Kusumaningrum Rahayu Kusumaningrum Rahman, Fuad Izzatur Rakhmad, Nova Nur Ratih Artanti Regina Apituley Ridwansyah, Achmad Miraj Rindah Intansari Mukti Ristradianti Dwi A. Riyana, Ratu Eka Rizal Afriansyah Rizky Mubarak Robby Fredyanto, MuhammadIqbal Zuhdi Rohman, Saiful Rolobessy, Alfandi Rizki Pratama Rusman Prihatanto, Rusman Saleh, Arbillah Salsabila Putri, Nadya Santoso, Ahmad Ardi Setiono, Arief Rakhman Sheva Akbar Rafliansyach Shinta Ariani Archila, Prambudi Katon Kusuma , Sholihah, Rafidatus Sobri Abusini Sonya Sulistyono Sugeng P. Budio Sugianto, Agus Suharto, Lechyana Zahra Sumantri, Bambang Sumantri, Rifky Wijaya Surjono Surjono susanto, Bagus Syahrir, Hardiyansah Syaviq, Muhammad Fahrus T.D, Mokhamad Afila Taqwa Rizaldi Teges Prameswari Puspa Amara Theo Adhitya Kusuma TONY PRASETYO Tyas Ayu Widiningrum Vita Dwi Rahmawati Wicaksono, A Wicaksono, Achmad Wicaksono, Ahcmad Widyastuti, Ika Wieke Yuni Christina Winardy, Chanza Islamy Wisnumurti . Wiwit Adisatria Wiyanta, Yogi Kurnia Wiyanta, Yogi Kurnia Wullan Agustia Yashinta Petrina Sari, Fredda Setya H. A. A. , Yasmin Nabilah Asyam Yogi Kurnia Wiyanta Yudha Rahmadhani Fais Fais, Yudha Rahmadhani Fais Yulvi Zaika