Claim Missing Document
Check
Articles

KEBUTUHAN PERBEKALAN MELAUT PADA KAPAL BOUKE AMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA Julia Eka Astarini; Domu Simbolon; Agustin Indrayanto
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 3 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.3.315-330

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan pada kapal bouke ami yang berbasis di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta membutuhkan berbagai komponen perbekalan. Akan tetapi, perbekalan yang dibawa selama ini sering tidak mencukupi karena trip operasinya cukup lama, yaitu hingga 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis perbekalan, menghitung kebutuhan perbekalan, dan mendeskripsikan penanganan perbekalan pada kapal bouke ami. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei melalui pengamatan langsung terhadap aktivitas sampel kapal. Sampel kapal ditetapkan melalui stratified random sampling dengan memilih 13 kapal berukuran <30 GT, 5 kapal berukuran 31-50 GT dan 19 kapal berukuran 51-100 GT. Analisis data dilakukan secara deskriptif, baik secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perbekalan yang dibutuhkan terdiri dari perbekalan operasional kapal (solar, air bersih, dan pelumas) dan perbekalan konsumsi (bahan konsumsi, obat-obatan, dan lain-lain). Kebutuhan perbekalan yang paling besar terdapat pada armada ukuran 51-100 GT yaitu Rp798.765.000/unit/tahun, yang dialokasikan untuk solar 78,87%, air bersih 0,38%, pelumas 2,93%, perbekalan konsumsi 17,82%. Penanganan perbekalan pada kapal bouke ami sudah berjalan dengan baik dengan cara menyimpan perbekalan operasional kapal di bagian belakang kapal sedangkan perbekalan konsumsi disimpan pada palkah pendingin, dapur, dan kamar nakhoda. Tindakan yang dilakukan jika perbekalan tidak mencukupi selama kegiatan penangkapan yaitu pengiriman perbekalan dari fishing base ke fishing ground oleh pemilik kapal. Adapun tindakan saat perbekalan berlebih dibagikan kepada rombongan tim lain saat menuju fishing base. Kata kunci: bouke ami, konsumsi, penanganan, perbekalan, PPSNZJ
ANALISIS PEMANFAATAN DATA KUALITAS PERAIRAN UNTUK PERENCANAAN ZONASI PESISIR Handy Chandra; Domu Simbolon; Budy Wiryawan; Budhi H. Iskandar; Am Azbas Taurusman
Jurnal Kelautan Nasional Vol 11, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.5 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v11i3.6119

Abstract

Perairan pesisir pulau Wangi-wangi di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara telah mengalami tekanan aktifitas manusia (antropogenik) sejak menjadi kabupaten baru tahun 2003. Tekanan antropogenik diukur menggunakan parameter kualitas air (suhu dan oksigen terlarut). Tujuan riset ini adalah menganalisis pemanfaatan data pemonitoran waktu serial dan pemanfaatannya untuk perencanaan zonasi perairan, yang dikaitkan dengan data parameter kualitas air. Dinamika perairan pesisir telah terjadi pada musim angin timur dan barat, pada kedalaman 5 meter dan 25 meter. Hasil menunjukkan kegunaan data waktu serial untuk dinamika zonasi perairan pesisir. Bagian timur dan utara perairan direkomendasikan untuk zona konservasi, sementara zona pemanfaatan lainnya dialokasikan buat sub-zona perikanan berkelanjutan (rumput laut)
DAMPAK PENGGUNAAN RUMPON PORTABEL TERHADAP PRODUKTIVITAS, DEGRADASI SUMBER DAYA IKAN DAN POTENSI KONFLIK SOSIAL PERIKANAN PANCING ULUR Domu Simbolon; Roza Yusfiandayani; Dandi Rahmad Putra; Mario Limbong
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.28.1.2022.7-17

Abstract

Pancing ulur merupakan salah satu alat tangkap yang dominan digunakan di Kepulauan Seribu, khususnya di Pulau Panggang. Penggunaan rumpon portabel diharapkan dapat mengoptimalkan operasi penangkapan ikan karena rumpon ini dapat mengkonsentrasikan ikan target tangkapan di suatu area yang diinginkan nelayan (catchable area), sehingga terbentuk daerah penangkapan baru (artificial fishing ground) dalam perikanan pancing ulur. Namun demikian, penggunaan rumpon ini diharapkan tidak menimbulkan degradasi sumber daya ikan dan ekosistem laut serta tidak menimbulkan konflik sosial di antara nelayan sebagaimana sering ditemukan dalam penggunaan rumpon konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membandingkan produktivitas pancing ulur di sekitar pengoperasian rumpon dan tanpa rumpon portabel, (2) membandingkan tingkat kelayaktangkapan ikan di sekitar rumpon dan tanpa rumpon portabel, dan (3) menganalisis dampak pengoperasian rumpon portabel terhadap degradasi daerah penangkapan ikan dan konflik sosial. Metode penelitian dilakukan dengan teknik wawancara dan kegiatan experimental fishing sebanyak 16 trip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas pancing ulur dengan rumpon portabel tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan tanpa rumpon, namun laju tangkap serta jumlah individu ikan yang tertangkap lebih tinggi dengan menggunakan rumpon portabel. Ikan yang dominan tertangkap pada dua jenis perlakuan (menggunakan rumpon portabel dan tanpa rumpon) relatif sama, dimana hasil tangkapan didominasi oleh ikan kategori layak tangkap, sehingga tidak berpeluang menciptakan degradasi sumber daya ikan di Pulau Panggang. Sebagian besar responden nelayan (94%) memiliki persepsi bahwa rumpon portabel dapat meningkatkan produktivitas tangkapan, namun terdapat juga 60% di antara responden yang beranggapan bahwa penggunaan rumpon portabel berpotensi menciptakan konflik sosial.Handlines are one of the dominant fishing gear used in Pulau Panggang waters. The use of portable FADs is expected to optimize fishing operations because these FADs can concentrate the captured target fish in the catchable area so that a new artificial fishing ground is formed in handlines fisheries. However, it is hoped that using FADs will not cause degradation of fisheries resources and will not cause social conflicts among fishers as is often found in using conventional FADs. This study aimed to (1) compare the productivity of handline catches around FAD operations and without FADs, (2) compare the level of biologically feasible catches around FADs and without FADs, and (3) analyze the impact of portable FAD operations on fishing grounds degradation and social conflict. The research method was carried out using interviews and experimental fishing activities on as many as 16 trips. The results showed that the productivity of handlines using portable FADs was not significant, but the catch rate and the number of individual fish caught were higher using portable FADs. The dominant fish caught in the two types of treatment were relatively similar. Biologically feasible categories dominated the catch, so there was no chance of creating degradation of fish resources in Pulau Panggang waters. Most fishermen respondents have a perception that portable FADs can increase catch productivity. Still, there are also 60% of respondents think that the use of portable FADs has the potential to create social conflict.
Terbentuknya Daerah Penangkapan Ikan dengan Light Fishing Rita L Bubun; Domu Simbolon; Tri Wiji Nurani; Suro Hari Wisudo
Jurnal Airaha Vol 4 No 1: Juni 2015
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.943 KB)

Abstract

This study aims to formulate the formation procces fishing ground in the fisheries light fishing. The method used in this research is survey method. The research object have been using the catch in purse seine and “bagan apung” units. Data analysis have been using descriptive quantitative analysis and trophic level analysis. The result showed that formulation of the formation fishing ground by light fishing are : (1) interaction physical between species by light fishing create the composition are Stolephorus sp, Euthynnus affinis, Sardinella gibbosa, Scomberoides commersonnianus, Caranx sexfasciatus, Carangoides praeustus, Sphyraena jello, Leptojulis cyanopleura, Parastromateus niger, Penaeus indicus, and Loligo sp; (2) the interaction biology between one species with other species create the composition are Katsuwonus pelamis, Sardinella lemuru, Selar crumenophthalmus, Selaroides leptolepis, Decapterus macrosoma, Rastrelliger kanagurta, Thunnus albacares and Coryphaena hippurus.
PENANGANAN RAJUNGAN OLEH PELAKU RANTAI PASOK, KAITANNYA DENGAN PENERAPAN SISTEM TRACEABILITY DALAM PERIKANAN SKALA KECIL DI CIREBON, INDONESIA Domu Simbolon; Thomas Nugroho; Widya Angela Fajrin; Daniel Julianto Tarigan
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 3 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.3.353-370

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah penghasil rajungan di Provinsi Jawa Barat, meskipun dengan menggunakan usaha penangkapan skala kecil. Rajungan ini merupakan komoditas ekspor andalan Indonesia pada bidang perikanan. Kasus penolakan produk rajungan masih sering terjadi dari pelaku eksportir karena usaha perikanan skala kecil belum bisa memenuhi persyaratan pelaku ekspor terkait dengan ecolabelling dan keamanan produk. Permasalahan ini perlu diatasi melalui analisis rantai pasok dari setiap pelaku agar mereka dapat memahami mekanisme penjaminan keamanan produk sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, pelaku rantai pasok juga perlu menyadari akan pentingnya informasi terkait dengan traceability yang menjadi syarat produk ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses rantai pasok dan penerapan sistem traceability dalam perikanan rajungan skala kecil di Cirebon. Metode penelitian adalah survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Analisis data menggunakan teknik dekskriptif dan pendekatan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan rajungan pada tingkat nelayan (bubu dan gillnet) dan perusahaan pasteurisasi telah memenuhi kriteria, dengan nilai kesesuaian adalah 13,53 untuk nelayan bubu, 12,83 untuk nelayan jaring dan 12 untuk perusahaan pasteurisasi. Pelaksanaan traceability internal hanya dilakukan oleh perusahaan pasteurisasi, sedangkan traceability eksternal baru dimulai dari pedagang pengumpul dan pengupas, dan perusahaan pasteurisasi. Kata kunci: Cirebon, kesesuaian, rantai pasok, rajungan, traceability
Distribusi Muatan Kapal Trammel Net di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, Jawa Tengah Siti Istiqomah; Budhi Hascaryo Iskandar; Domu Simbolon; Dwi Putra Yuwandana; Yopi Novita
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2040

Abstract

Perairan Cilacap seringkali mengalami kondisi yang ekstrim dengan gelombang yang cukup besar karena perairan ini berhubungan langsung dengan Samudera Hindia. Kondisi perairan ini akan berdampak terhadap peristiwa kecelakaan kapal trammel net di sekitar perairan Cilacap. Kecelakaan kapal sebagai akibat faktor lingkungan ini memang sulit dikendalikan, akan tetapi faktor teknis seperti tata letak muatan yang mempengaruhi keseimbangan kapal trammel net dapat diperbaiki. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap, menentukan pengaruh penempatan muatan terhadap keberadaan titik berat kapal dan memberikan rekomendasi distribusi muatan yang baik. Analisis yang digunakan yaitu analisis tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap, analisis pengaruh penempatan muatan terhadap keberadaan titik berat kapal, dan rekomendasi distribusi muatan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi atau tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap sebagian besar berada di atas lantai dek kapal. Nilai titik berat secara vertikal pada semua kondisi ketiga kapal yang diteliti tidak jauh berbeda karena adanya kompensasi dari hasil tangkapan dan perbekalan sedangkan titik berat secara horizontal sebagian besar ke arah haluan kapal. Penempatan muatan di bawah dek dan mendekati midship dapat meningkatkan keseimbangan kapal. Oleh karena itu, penempatan muatan berlebih di atas dek kapal sebaiknya dihindari. Berdasarakan analisis nilai KG pada 3 kondisi distribusi muatan, kapal I memiliki kondisi stabilitas lebih baik dibandingkan dengan kapal lainnya.
ZONASI PERIKANAN PASI UNTUK KEPENTINGAN PEMANFAATAN SECARA BERKELANJUTAN SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH DI KEPULAUAN LEASE (Pasi Zone for Interest Sustainable Utilization of Red Snapper Resources in Lease Islands) Delly Dominggas Paulina Matrutty; Sulaeman Martasuganda; Domu Simbolon; Ari Purbayanto
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 21, No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18562

Abstract

ABSTRAKPasi adalah daerah penangkapan spesifik ikan kakap merah di Kepulauan Lease. Eksploitasi terhadap sumberdaya ikan kakap merah cenderung tinggi akhir-akhir ini karena sangat disukai di pasar lokal, regional maupun internasional, selain dijadikan sebagai objek wisata pancing. Kondisi ini akan mengancam kelestarian sumberdaya jika tidak dikelola dengan baik. Penetapan zonasi merupakan salah satu alternatif pengelolaan sumberdaya perikanan yang baik, dan jika dilakukan dengan benar akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tanpa mengganggu kelestariannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan zonasi perikanan pasi untuk kepentingan pemanfaatan berkelanjutan sumberdaya ikan kakap merah di Kepulauan Lease. Data yang digunakan meliputi hasil kajian potensi sumberdaya ikan kakap merah, kondisi oseanografi  daerah penangkapan (pasi), dan sistem nilai perikanan pasi yang meliputi komponen nilai dasar ekologi, sosial dan teknologi, serta metode Participatory Rural Appraisal (PRA).  Berdasarkan kriteria yang dibangun dari seluruh aspek tersebut  maka dibuat zonasi khusus untuk kawasan pasi di Kepulauan Lease.  Berdasarkan hasil  analisis  diperoleh 4 (empat) dari  25  pasi  ditetapkan sebagai zona lindung, 21 pasi ditetapkan sebagai zona perikanan berkelanjutan sub-zona perikanan tangkap, sedangkan 13 di antaranya ditetapkan sebagai zona pemanfaatan sub-zona wisata pancing.ABSTRACTPasi is a specific fishing ground for Red Snapper in Lease Islands.  Recently, the exploitation of the red snapper population is tend to increase due to high demand of local, regional and international market as well as object for fishing tourism. This condition will threat the sustainability of the resources as if it is unmanaged in good way.  Zone determination is one of the alternatives of good fisheries resources management. If it is done in a right way, it will add value to community without disturbing the sustainability. The objectives of the present study were to determine fisheries pasi zone to the sustainability importance of red snapper resources in Lease Islands.  Data used included study of potential of red snapper resources, oceanographically condition, fishing ground (pasi), and fisheries value system namely basic value of ecological component, social and technology as well as PRA method (Participatory Rural Appraisal).  Based on the criteria which were formulated of all aspects, specific zonation was made for pasi region in Lease Islands.  The analysis showed that there were 4  out of 25 pasi determined as shelter zone, 21 pasi was for sustainable fisheries zone sub-zone of catch whereas 13 pasi was determined as utilization zone sub-zone fishing tourism.
Fishing Ground Ikan Layang (Decapterus spp) di Perairan Utara Aceh Febri, Suri Purnama; Iskandar, Budhi Hascaryo; Simbolon, Domu; Harahap, Antoni
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v6i1.9802

Abstract

Accurate determination of fishing zone gives an abundance result of fish capturing. However, fishermen in the north water of Aceh have difficulties in deciding such position and are resulting to the minimum yields. This thesis uses MODIS satellite imaging to overcomes such problem by (1) determining the spreading and SPL variation, and a-chlorophyll in the north water of Aceh, (2) finding the composition quantity and size of fish (Decapterus spp.) from fishing zone, and (3) predicting fishing zone in the north water of Aceh. This study uses survey methodology consist of field data (in-situ) and satellite image data (ex-situ). It is performed by three steps, (1) field surveying in the study location, (2) collecting field data, and (3) downloading SPL image and a-chlorophyll from MODIS satellite. Results found that relationship between SPL and a-chlorophyll toward yields and sizes are non linear, with least square (R2) of about 0.012 and 0.002. Furthermore, SPL and chlorophyll are varied in each seasonal period at the range from 27.53oC to 29.05oC and from 0.20 mg/m3 to 0.26 mg/m3. Sizes of fish captured using purse seine are not complying with the current standard and are included under category of restricted to be captured. Fishing ground Indian Scad (decapterus spp) in North water of Aceh on Pulo Beras and is a potential area, while Sabang, Pulo Nasi, Lhok Nga, Laot Aceh dan Peukan Bada included to medium potential area.
PRODUKTIVITAS DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN CAKALANG DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN 572 Simbolon, Domu; Wahju, Ronny Irawan; Purwangka, Fis
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.2.2024.99-109

Abstract

Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan ikan ekonomis penting di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572. Informasi mengenai produktivitas ikan cakalang penting sebagai dasar untuk meningkatkan efektivitas operasi penangkapan serta memperoleh keuntungan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas tangkapan atau catch per unit effort (CPUE) perikanan cakalang berdasarkan unit penangkapan ikan yang ada di Wilayah Pengelolaan Perikanan 572 yaitu handline, rawai tuna, purse seine, dan mini purse seine;  menghitung produktivitas penangkapan secara temporal; dan menghitung indeks musim penangkapan (IMP) perikanan cakalang di WPP 572. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder dengan menggunakan metode analisis CPUE. Hasil penelitian produktivitas hasil tangkapan ikan cakalang unit penangkapan handline, rawai tuna, purse seine, dan mini purse seine tiap bulannya yaitu 6,89 ton/trip, 5,81 ton/trip, 5,91 ton/trip, 4,85 ton/trip, 6,93 ton/trip, 6,52 ton/trip, 7,29 ton/trip, 6,41 ton/trip, 5,29 ton/trip, 6,50 ton/trip, 5,92 ton/trip,  dan 5,59 ton/trip. Produktivitas secara temporal 811,0563 ton pada musim barat; 665,75 ton pada musim peralihan bulan April-Mei; 885,3938 ton pada musim timur; dan 960,75 ton pada musim peralihan bulan Oktober-November. Nilai Indeks Musim Penangkapan (IMP) ikan cakalang di WPP 572 Musim penangkapan puncak terjadi pada bulan Mei, Juni, Juli, Oktober, Desember. Musim sedang terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, April, Agustus, September, November.
PERSEPSI NELAYAN LONGLINE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP TERHADAP PENGGUNAAN PETA PRAKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN Huwaida, Hanifah; Wahyuningrum, Prihatin Ika; Komarudin, Didin; Simbolon, Domu
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 3 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.3.333-347

Abstract

Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) mengembangkan teknologi informasi dalam bentuk Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) untuk membantu nelayan dalam penentuan daerah penangkapan ikan yang akurat. Penggunaan PPDPI oleh nelayan longline belum efektif dikarenakan minimnya informasi yang diperoleh nelayan serta permasalahan tingkat keakuratan peta. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi persepsi nelayan terhadap penggunaan PPDPI serta merekomendasikan alternatif strategi untuk meningkatkan penggunaan PPDPI oleh nelayan di PPS Cilacap. Penelitian dilakukan di PPS Cilacap menggunakan metode survei dengan responden nakhoda kapal longline. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan persepsi nelayan terhadap penggunaan PPDPI ditinjau dari aspek ekologi, teknologi, sosial ekonomi, serta kelembagaan belum memberikan manfaat secara nyata terhadap nelayan. Ditinjau dari jumlah ikan tertangkap serta pengetahuan nelayan terhadap kondisi daerah penangkapan yang didominasi persepsi tidak mengalami perubahan, kesulitan akses PPDPI serta keakuratan titik penangkapan pada PPDPI yang masih diragukan, serta kurangnya kontribusi dan partisipasi pemerintah setempat dalam mendukung pengembangan pemanfaatan PPDPI di PPS Cilacap. Strategi yang direkomendasikan untuk mengembangkan pemanfaatan penggunaan PPDPI yaitu pemerintah harus melakukan validasi PPDPI dengan pengecekan lapang kepada nelayan longline dan menyediakan perangkat yang dapat mendistribusikan informasi PPDPI secara otomatis kepada nelayan selaku pengguna PPDPI. Kata kunci: nelayan longline, persepsi, PPDPI, PPS Cilacap, strategi alternatif
Co-Authors Agung Nugraha Agus Atmadipoera Agustin Indrayanto Alberth Ch Nanlohy Alfa F.P Nelwan Alfi Sahri Remi Baruadi Am Azbas Taurusman Amiruddin Amiruddin Aprianti , Eka Apriela, Huryn Najmi Ari Purbayanto Arif Febrianto Asep Priatna Asep Priatna Azis, Ravy Nur Bambang Murdianto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bawole, Dionisius Benediktus Jeujanan Bubun, Rita L. Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Wiryawan Budy Wiryawan Charles Bohlen Purba Charles Bohlen Purba D. Ernaningsih Dandi Rahmad Putra Daniel Monintja Daniel R Minintja Daniel R. Monintja Darmawan Delly Dominggas Paulina Matrutty Delly Dominggas Paulina Matrutty deni sarianto Didik Santoso Dwi Ernaningsih Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono Emma Suri Yanti Siregar, Emma Suri Yanti Endratno Endratno Fardilah, Muhammad Fajar Fajri Febri, Suri Purnama Fedi Alfiadi Sondita Fis Purwangka Gogo Kamargo Handy Chandra Hanifa, Irfan Harahap, Antoni Harry Satriyanson Girsang Hartrisari Hardjomidjojo Hendro Wahyudi Hestirianoto, Totok Hidayani, Putri Azzahra Hutagalung, Revica Rosye Huwaida, Hanifah Indra Jaya Irfan Yulianto Iwan Gunawan Jacomina Tahapary Jacomina Tahapary John Haluan John Haluan Jonson Lumban Gaol Julia E. Astarini Julia Eka Astarini Khairul Amri Kresna Handoyo Lucien Pahala Sitanggang M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi A. Sondita M. Fedi Sondita Made Mahendra Jaya Mario Limbong Meizar Malanesia Mohammad Imron Mohammad Khotib Muhamad RE Prayitno Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Syahdan Muklis Muklis Mulyono S. Baskoro Muslim Tadjuddah Mustaruddin Nanda Rizki Purnama Nur Atika Hasibuan Nurwijayanti Onesimus Dhyas Dwi Atmajaya Prasetiyo, Shidiq Lanang Prihatin Ika Wahyuningrum Putra, Demo Buana Rahmad, Adrul Rahmat Rizqi Raihan, M. Reza Retno Muninggar Ridwan Sala Rika Rizkawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Ririn Irnawati Robert Tambun Ronny I. Wahju Roza Yusfiandayani Rudy C. Tarumingkeng Ruslan Husen Saban Tawari Sabila, Fathiha Rizki Samsul Bahri Santausa, Imam Teguh Santausa, Teguh Silvanus Maxwel Simange Silvia Silvia Siti Istiqomah Sri Yulina Wulandari Sugeng H. Wisudo Sugeng Hari Wisodo Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Sulaeman Martasuganda Supartono Supartono Suro Hari Wisudo Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo T. Ersti Yulika Sari Tarigan, Daniel Julianto Thomas Nugroho Tiara, Tiara Titien Sofiati Toharo, Kasab Tri Wiji Nurani Ully Wulandari, Ully Victor P. H. Nikijuluw Victoria E. N. Manoppo Vincentius P Siregar Violitta, Susanti Rahayu Wahdati, Fajriyah Cahyani Wazir Mawardi Weni Damayanti Wesley Simanungkalit Widya Angela Fajrin Wikanti Asriningrum Wisudo, Suro Hari Yopi Novita Yopi Novita Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain