Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Gerak Dasar Lari, Lompat, dan Lempar melalui Media Outdoor Education pada Siswa Sekolah Dasar Akbar, Ahmad Jailani; Yusuf, Putra Muhammad; Rindawan, Rindawan
Sportify Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i1.5056

Abstract

Rendahnya hasil belajar gerak dasar lari, lompat, dan lempar pada siswa kelas III MI NW Batu Pengilik menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran pendidikan jasmani yang lebih aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar gerak dasar atletik melalui penggunaan media outdoor education. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek 20 siswa kelas III. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, tes keterampilan gerak dasar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dari 70% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Nilai rata-rata gerak dasar lari meningkat dari 55,5 menjadi 81,5; lompat dari 52,2 menjadi 79,8; dan lempar dari 51,25 menjadi 75,6. Seluruh siswa mencapai KKM pada siklus II. Penelitian menyimpulkan bahwa outdoor education efektif meningkatkan hasil belajar gerak dasar. Improving Learning Outcomes in Basic Running, Jumping, and Throwing Skills through Outdoor Education Media for Elementary School Students Abstract The low learning outcomes in basic running, jumping, and throwing skills among third-grade students of MI NW Batu Pengilik indicate the need for more active, enjoyable, and contextual physical education learning. This study aimed to improve students’ basic athletic movement skills through the use of outdoor education media. The research employed Classroom Action Research conducted in two cycles, involving 20 third-grade students. Data were collected through student activity observation, basic movement skill tests, and documentation, and were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results showed an increase in student activity from 70% in Cycle I to 90% in Cycle II. The average score for running improved from 55.5 to 81.5, jumping from 52.2 to 79.8, and throwing from 51.25 to 75.6. All students achieved the minimum mastery criterion in Cycle II. The study concludes that outdoor education effectively improves basic movement learning outcomes.
Pengaruh Latihan Standing Triple Jump dan Lateral Jump Over Barrier terhadap Kemampuan Smash Pemain Bola Voli Hilman, M; Rindawan, Rindawan; Suwarli, Suwarli
Sportify Journal Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i2.5064

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan Standing Triple Jump dan Lateral Jump Over Barrier terhadap kemampuan smash pemain bola voli Portema Masbagik. Penelitian menggunakan desain eksperimen pretest–posttest two-treatment design. Sampel berjumlah 20 pemain aktif yang dipilih melalui total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok menggunakan ordinal pairing berdasarkan kemampuan awal smash. Kelompok pertama memperoleh latihan Standing Triple Jump, sedangkan kelompok kedua memperoleh latihan Lateral Jump Over Barrier selama 12 pertemuan. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan smash bola voli. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil menunjukkan Standing Triple Jump meningkatkan rerata smash dari 10,50 menjadi 12,00, p = 0,000, sedangkan Lateral Jump Over Barrier meningkat dari 10,90 menjadi 12,40, p = 0,002. Uji antarkelompok menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua latihan, p = 0,470. Kedua latihan dapat digunakan sebagai variasi plyometric untuk meningkatkan kemampuan smash. The Effects of Standing Triple Jump and Lateral Jump Over Barrier Training on Volleyball Smash Ability Abstract This study aimed to analyze the effects of Standing Triple Jump and Lateral Jump Over Barrier training on volleyball smash ability among Portema Masbagik players. A pretest–posttest two-treatment experimental design was applied. The sample consisted of 20 active players selected through total sampling and divided into two balanced groups using ordinal pairing based on initial smash ability. The first group received Standing Triple Jump training, while the second group received Lateral Jump Over Barrier training over 12 sessions. Smash ability was measured using a volleyball smash performance test. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, paired sample t-tests, and independent sample t-tests. The results showed that Standing Triple Jump increased mean smash score from 10.50 to 12.00, p = .000, while Lateral Jump Over Barrier increased it from 10.90 to 12.40, p = .002. Between-group testing showed no significant difference, p = .470. Both drills can be used as plyometric variations to improve volleyball smash ability.
Keterampilan Teknik Dasar Gyaku Tsuki Siswa Ekstrakurikuler Karate SMPN 1 Narmada Azhari, Ahmad Aji; Rindawan, Rindawan; Prasetyo, Dian Estu
Sportify Journal Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v4i1.5073

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keterampilan teknik dasar gyaku tsuki siswa ekstrakurikuler karate SMPN 1 Narmada tahun 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei tes. Sampel penelitian adalah seluruh populasi, yaitu 37 siswa ekstrakurikuler karate, sehingga teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen berupa tes keterampilan gyaku tsuki yang menilai tiga tahap gerak: sikap awal, pelaksanaan, dan gerak lanjutan. Setiap siswa melakukan dua kali percobaan, kemudian skor dirata-ratakan dan dikategorikan menjadi baik, cukup, dan kurang. Data dianalisis menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan 10 siswa (27,03%) berada pada kategori baik, 8 siswa (21,62%) pada kategori cukup, dan 19 siswa (51,35%) pada kategori kurang. Mayoritas siswa belum menguasai gyaku tsuki secara optimal, sehingga diperlukan program latihan teknik dasar yang lebih terstruktur dan berulang. Basic Gyaku Tsuki Technique Skills among Extracurricular Karate Students at SMPN 1 Narmada Abstract This study aimed to determine the level of basic gyaku tsuki technique skills among extracurricular karate students at SMPN 1 Narmada in 2024. A descriptive quantitative design with a performance-test survey method was used. The sample included the entire population of 37 extracurricular karate students; therefore, total sampling was applied. The instrument was a gyaku tsuki skill test assessing three movement phases: initial stance, execution, and follow-through. Each student performed two trials, and the scores were averaged and classified into good, sufficient, and poor categories. Data were analyzed using frequencies and percentages. The results showed that 10 students (27.03%) were in the good category, 8 students (21.62%) were in the sufficient category, and 19 students (51.35%) were in the poor category. Most students had not mastered gyaku tsuki optimally, indicating the need for a more structured and repetitive basic technique training program.
UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN BERMAIN LOMPAT DAN LONCAT PADA SISWA SD Reza Maenadi; Lalu Sapta Wijaya Kusuma; Rindawan Rindawan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i4.10450

Abstract

ABSTRACT Low student engagement and the suboptimal mastery of fundamental squat-style long jump skills in elementary schools indicate a gap between the objectives of physical education and actual classroom practices. This study aims to improve the quality of both the learning process and outcomes through the implementation of a contextually designed play-based approach. The research employed a classroom action research design conducted in two cycles involving fifth-grade students of SD Negeri 2 Sambelia in the 2022/2023 academic year. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques based on percentages to identify changes in learning outcomes and student engagement. The results revealed a consistent improvement in fundamental movement skills, particularly in the phases of approach, take-off, and landing, accompanied by increased active participation during the learning process. The play-based approach, combined with variations of jumping and hopping activities, created a more interactive and adaptive learning environment suited to students’ characteristics. Furthermore, there was a notable improvement in instructional quality from the first to the second cycle, as indicated by the predominance of students achieving good performance levels. In conclusion, the play-based approach has proven effective in enhancing both learning outcomes and student engagement. These findings highlight that the integration of structured play activities can serve as an innovative and relevant strategy in elementary physical education. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan siswa dan belum optimalnya penguasaan keterampilan dasar lompat jauh gaya jongkok di sekolah dasar menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pembelajaran pendidikan jasmani dan praktik di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan pendekatan bermain yang dirancang secara kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan classroom action research yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas V SD Negeri 2 Sambelia tahun ajaran 2022/2023. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif berbasis persentase untuk melihat perubahan hasil belajar dan keaktifan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten pada keterampilan gerak dasar, terutama pada aspek awalan, tolakan, dan pendaratan, disertai peningkatan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran. Pendekatan bermain yang dikombinasikan dengan variasi aktivitas lompat dan loncat mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan adaptif terhadap karakteristik siswa. Selain itu, terjadi perbaikan kualitas pembelajaran dari siklus pertama ke siklus kedua yang ditandai dengan dominasi capaian kategori baik. Dengan demikian, pendekatan berbasis permainan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar sekaligus keterlibatan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi aktivitas bermain yang terstruktur dapat menjadi strategi inovatif dan relevan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar.