Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Model Literasi Berimbang di Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kota Surabaya Kartika Nuswantara; Gita Widi Bhawika; Ni Wayan Suarmini; Marsudi
Sewagati Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.77 KB)

Abstract

Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kota Surabaya didirikan oleh Pemerintah Kota tengah-tengah masyarakat dengan harapan masyarakat memiliki akses yang mudah terhadap sumber bacaan. Dengan demikian tujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat dapat segera terwujud dan upaya meningkatkan indeks literasi nasional dapat meningkat. Selain berfungsi sebagai layaknya perpustakaan umum, TBM menjadi tempat belajar dan bermain anak-anak sepulang mereka dari sekolah. Diperlukan ketrampilan dan kemampuan yang memadai bagi seorang petugas TBM untuk dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat pengunjung TBM. Petugas TBM yang direkrut oleh pemerintah Kota Surabaya dengan tugas pokok yang meliputi tugas administrasi, kepustakaan, dan tugas pengajaran. Multi tugas ini membutuhkan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mumpuni, akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa hanya 33.3% petugas TBM memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan diskripsi tugas tersebut. Mengingat peran penting petugas TBM maka diperlukan upaya untuk meningkatkan ketrampilan petugas sehingga kebutuhan literasi masyarakat dapat terlayani dengan baik. Dalam pengabdian kali, tim mencoba memperkenalkan model literasi berimbang yang telah disesuaikan dengan kondisi umum di TBM. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu Tahap pemotretan kondisi eksisting sehingga problematika di TBM dapat diselesaikan melalui kegiatan pengabdian; dan langkah kedua dilakukan dalam format modeling yang dapat dilanjutkan implementasinya di masing-masing TBM.
Implementasi Program Penguatan Literasi Masyarakat di Wilayah Eks-Lokalisasi Dolly Kelurahan Putat Jaya Surabaya Kartika Nuswantara; Ismaini Zain; Nasori; Nisfu Asrul Sani; Nugrahardi Ramadhani; Gita Widi Bhawika
Sewagati Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.243 KB)

Abstract

Penguatan literasi bagi masyarakat dengan cara pengembangan lingkungan literat. Sehingga sejalan dengan makna literasi sebagai instrument untuk menyelesaikan segala bentuk persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Silkus Deming yang dikenal dengan konsep PLAN-DO-CHECK-ACTION menjadi kerangka dalam melaksanakan kegiatan abmas yang dilatar belakangi oleh penguatan literasi bagi masyarakat. FGD dan observasi langsung menjadi pendekatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam masyarakat sehingga selanjutnya dapat disusun sebuah rencana (PLAN). Dengan melibatkan 45 anak dari Kampung Kupang Gunung Timur RT 03 RW06 penelitian ini mengemplimentasikan PLAN kedalam tiga unsur pada tahap DO. Ketiga unsur tersebut meliputi dukungan, pendampingan dan keberlanjutan. Dengan menggunakan kuesioner, CHECK menjadi aktivitas untuk mengkur tingkat keberhasilan program. Akhirnya ACTION menyiapkan umpan balik untuk dimanfaatkan pada penelitian selanjutnya. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi dari sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan mendeskripsikan kegiatan yang telah dilakukan diharapkan penelitian ini menjadi alat untuk mengefaluasi program yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk melanjutkan kegiatan pengabdian tersebut menjadi sebuah program berkelanjutan.
Pelatihan Menulis dan Implementasi Gerakan Literasi Masyarakat di Perpustakaan Desa Begadon - Bojonegoro Kartika Nuswantara; Ratna Rintaningrum; Banu Prasetyo; Hermanto Hermanto; Aurelius Ratu; Ni Wayan Suarmini; Edy Subali; Mohammad Saifullah; Gita Widi Bhawika; Bilqis Amaliah
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3595.287 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.453

Abstract

Perpustakaan Lentera, yang berlokasi di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu perpustakaan desa terbaik di Jawa Timur. Perpustakaan ini pernah memenangkan kategori Perpustakaan Desa (Perpusdes) atas upaya desa yang secara aktif melibatkan masyarakat untuk ikut berperan aktif mendirikan serta mengembangkannya. Perpustakaan ini sebelumnya berkembang dari perpustakaan SDN Begadon. Permasalahan terjadi setelah Perpustakaan Lentera mendapatkan hibah gedung baru dalam upaya keberlanjutan utilitas perpusdes sebagai pusat pengembangan kapasitas masyarakat desa. Perpustakaan Lentera perlu berkembang menjadi menjadi sebuah perpustakaan terpadu, dimana masyarakat dapat memperoleh segala bentuk informasi dari tempat ini dan menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi dan kesejahteraan setelah memperoleh berbagai pengetahuan baru yang tersedia di perpustakaan desa tersebut. Oleh sebab itu, tim pengabdi bersama pengelola desa dan perpusdes bersama-sama berupaya menyelesaikan masalah dengan beberapa metode yaitu Focus Group Discussion, pelatihan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat desa. Hasil yang telah dicapai antara lain peningkatan literasi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan, peningkatan awareness perpusdes melalui publikasi media audio visual, serta pemberian rekomendasi kepada pemangku kepentingan perpusdes untuk menjamin keberlangsungan kegiatan literasi di Desa Begadon.
Pelatihan Peningkatan Akidah Islam bagi Mualaf di Desa Balerejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Moh Saifulloh; Hermanto; Siti Zahrok; Niken Prasetyawati; Enie Hendrajati; Ni Wayan Suarmini; Tony Hanoraga; Kartika Nuswantara; Adi Suryani; Ratna Rintaningrum
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.650

Abstract

Dusun Sekargadung, Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar dikenal dengan sebutan kampung Mualaf karena sebagian besar masyarakatnya yang dahulu beragama non-Islam menjadi mualaf dengan memeluk agama Islam. Dengan status sebagai mualaf yang baru memeluk agama Islam, berarti akidah Islamnya masih rapuh dan rentan terhadap berbagai tantangan dan ujian keimanan sehingga diperlukan upaya-upaya penguatan atau peningkatan akidah. Melalui program kegiatan pengabdian masyarakat (Abmas), para Mualaf di Desa Balerejo ini diberi materi penguatan akidah Islam dengan tujuan untuk membentengi mereka dari rentannya pemurtadan atau pendangkalan akidah yang dilakukan oleh aktifis penganut agama yang mereka peluk sebelumnya di wilayah tersebut. Metode kegiatan Abmas yang dilakukan yakni ceramah dan dialog interaktif, workshop praktek ibadah, dan terakhir pemberian santunan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman Mualaf akan akidah Islam serta meningkatnya kemampuan para Mualaf untuk menunaikan ibadah dengan benar seperti berwudhu dan sholat sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sehingga mereka tidak rentan untuk menjadi murtad (kembali ke ajaran agama sebelumnya), tidak melakukan perbuatan musyrik, dan mampu membentengi akidah Islam mereka supaya tidak mudah luntur dalam situasi dan kondisi apapun. Pada akhir kegiatan, Mualaf mendapat santunan berupa perlengkapan alat sholat, serta sembako untuk meringankan beban ekonomi kehidupan mereka. Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan harapan agar akidah para mualaf meningkat kualitasnya.
Strengthening English Language Learning Through an Independent Curriculum Approach Ratna Rintaningrum; Arfan Fahmi; Kartika Nuswantara; Umi Trisyanti; Khanan Yusuf; Siti Zahrok
International Journal of Science and Society Vol 5 No 5 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i5.875

Abstract

This research aims to investigate the effectiveness of the "Independent Curriculum" approach in strengthening English language learning. The Merdeka Curriculum, which emphasizes student autonomy and an interest-based learning approach, is applied to a number of high school students in Indonesia. The research method used is a qualitative method with observation, in-depth interviews, and document analysis as data collection instruments. The research results show that the Merdeka Curriculum approach is able to increase learning motivation, active involvement of students in the learning process, as well as students' English language skills, especially in the aspects of speaking and writing skills. In addition, students also show an increase in creativity and critical thinking skills. In conclusion, the Merdeka Curriculum approach offers an innovative and effective alternative in learning English, while supporting the formation of independent, creative and critical student character.
Pemanfaatan Rak Buku Bergerak dengan Sistem Wireless Remote Control dengan Motor Penggerak pada Pita Frekuensi 2,4 Ghz di Perpustakaan Sekolah YPAC Surabaya Nuswantara, Kartika; Harseno, Ahmad Rieskha; Arlianti, Irma; Juniastuti, Susi; Buliali, Joko Lianto; Savitri, Eka Dian; Rintaningrum, Ratna; Trisyanti, Umi; Saifulloh, Mohamad; Mahfud, Choirul; Jingga, Azharine Purwa
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.2143

Abstract

Program pengabdian yang dilaksanakan untuk memberikan solusi atas permasalahan mitra abdi, Sekolah YPAC Surabaya. Permasalahan yang meliputi keterbatasan fasilitas perpustakaan berkaitan dengan akses terhadap koleksi bacaan perpustakaan bagi siswa-siswi berkursi roda dan keterbatasan aktivitas literasi sekolah yang menyenangkan. Program pengabdian memberikan solusi melalui inovasi rak buku bergerak yang memungkin siswa-siswi berkursi roda menjangkau akses koleksi buku-buku di perpustakaan. Selain itu, program pelatihan bagi guru dan siswa dirancang bersama mahasiswa KKN untuk menghasilkan aktivitas literasi yang menyenangkan sehingga aktivitas literasi sekolah dapat meningkatkan daya tarik siswa-sisi untuk mencintai buku dan membaca sebagai dukungan terhadap program Gerakan Literasi Nasional. Program mendapatkan respon yang positif dari seluruh guru sekolah YPAC seperti yang ditunjukkan pada hasil angket yang dibagikan kepada guru usai program pengabdian berakhir. Program pengabdian ini memberikan dampak yang baik bagi propaganda kegiatan literasi khususnya di sekolah luar biasa, oleh karena itu, perlu dikembangkan kajian tentang tingkat kebermanfaatan rak buku bergerak sehingga dapat diproduksi lebih banyak dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah-sekolah luar biasa yang lain.
Literasi Kesehatan Lingkungan Hunian bagi Keluarga dengan Anak Stunting dan Pendampingan Hunian Sehat dengan Pemanfaatan Ventilasi Alami Nuswantara, Kartika; Jingga, Azharine Purwa; Setijanti, Purwanita; Utami, Adinda Sih Pinasti Retno; Susilowati, Endang; Prasetyawati, Niken; Aziz, S. Kamilia; Suarmini, Ni Wayan; Nurhayati, Ervin; Rahmawati, Deti; Naura, Zahira Dinda; Syaharani, Nadia Salwa
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.2148

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk menyediakan akomodasi bagi perkembangan motorik anak stunting melalui pendekatan arsitektural. Mitra abdi merupakan anak stunting yang tinggal di perkampungan padat penduduk di wilayah Sidotopo Surabaya, wilayah di Kota Surabaya dengan tingkat prevalensi tertinggi di kota Surabaya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah program edukasi dan revitalisasi hunian. Program edukasi dilakukan melalui model personalized coaching atau pendampingan individual mengingat kasus stunting memiliki persoalan yang spesifik, dan revitalisasi dilakukan dengan membenahi dan menata kembali hunian tempat tinggal anak stunting . Pengabdian ini telah menghasilkan model hunian rumah sehat bagi anak stunting dan memberikan media digital video sebagai materi edukasi terhadap upaya mendorong perkembangan motorik anak stunting melalui pendekatan arsitektural. Dari kegiatan ini, telah dihasilkan beberapa luaran yang meliputi luaran utama yang terdiri dari artikel abmas, model rumah ramah stunting sebagai produk abmas, dan video sosialisasi akomodasi bagi anak stunting melalui pendekatan arsitektural. Selain itu, ada luaran tambahan dalam bentuk buku referensi berISBN yang telah terbit dan siap menjadi rujukan bagi penelitian dan pengabdian pada area yang sama. Peluang keberlanjutan dari program ini adalah terbukanya kesempatan untuk pembenahan sanitasi dan elemen furnitur hunian anak stunting.
Technology Enable Language Learning: Mediating Role of Collaborative Learning Rintaningrum, Ratna; Nuswantara, Kartika; Fahmi, Arfan; Trisyanti, Umi; Zahrok, Siti
Lingeduca: Journal of Language and Education Studies Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pedidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/lingeduca.v3i1.706

Abstract

In the current technological era, language learning has experienced significant changes. The implementation of technology in language learning has enabled the development of innovative learning methods, especially in the context of collaborative learning. Optimizing language and technology skills can be a provision to face the demands of life which are always changing according to the times. Therefore, students need to explore technology in the learning process. This research aims to investigate the role of technology in mediating collaborative learning in the context of language learning. Combining language learning with technology is a relevant solution to mediate collaborative learning. An approach that involves a reciprocal relationship between educators and students to achieve maximum learning goals. The method used in this research is quantitative. The steps are to create a statement related to technologically enabled language learning that can mediate the role of collaborative learning. Then it is formulated into a Google form and filled in by students. Then the data is collected input and processed using the SPSS application. The correctness of the data can be proven by statements made on the Google form which are adjusted to the facts that occur in the world of education. The results of this research state that in language learning, technology plays a very important role in becoming an intermediary for optimizing collaborative learning. Creating a new innovative educational perspective that is increasingly sophisticated, helping students develop more complex and in-depth thinking abilities so that they can provide effective solutions related to all forms of challenges that occur in the world of education. This research concludes that teachers are advised to better understand language learning through technology so they can teach students how to adapt to increasing technological changes. So that it can expand opportunities for creativity in learning and enrich the learning experience through the skills practiced by the teacher.
Students’ Experience in Using Natural Reader Application to Ensure the Accuracy of Their English Pronunciation Purnama, Yulian; Rintaningrum, Ratna; Nuswantara, Kartika; Trisyanti, Umi; Mark, Elladdadi
Journal International of Lingua and Technology Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/jiltech.v3i1.496

Abstract

Since 1960, speech synthesis technology has existed and its applications are now widely available, one of which is the Natural Reader application. Natural Reader is an application that can be used in knowing how to pronounce words in English. This study aims to describe students' experiences with using the Natural Reader application and examine the effect of utilizing the use of the Natural Reader application as a tool to test the accuracy of pronunciation of Mahmud Yunus Batusangkar State Islamic University students, by using the Natural Reader application students can more easily test their English accuracy. The method used by researchers is quantitative method, quantitative research can show data containing numbers that can be obtained by utilizing google form as a means of making a questionnaire. This research shows that the Natural Reader application has the potential to ensure the accuracy of pronunciation in English. So it can be concluded that the Natural Reader device can ensure the accuracy of student pronunciation in English.
MENGHADAPI TANTANGAN INDUSTRI 4.0 MELALUI KONSEP PENGEMBANGAN COMMUNITY LEARNING CENTER (CLC) BAGI MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN YANG TERINTEGRASI DENGAN MULTILITERASI DAN SOCIOENTREPRENEURSHIP Nuswantara, Kartika; Bhawika, Gita Widi
Jurnal Pena Indonesia Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini merupakan konsep solutif bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat miskin perkotaan di wilayah Kedungcowek Surabaya Timur. Dengan mendorong terbentuknya Comunity Learning Center (CL) yang didirikan dengan pilar multiliterasi dan ditopang pondasi socioentrepreurship maka konsep ini akan menjadi sarana untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pengusaha kecil di wilayah kelurahan Kedungcowek. Konsep ini mempersiapkan perubahan masyarakat menjadi masyarakat industri pariwisata yang siap menerima tantangan industri 4.0