Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Prevalensi Newcastle Disease dan Perkiraan Kerugian Ekonomi pada Unggas yang Dinekropsi di Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Maulina, Siti Raudha; Etriwati, Etriwati; Teuku Reza Ferasyi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.2.154-159

Abstract

Newcastle disease (ND) salah satu penyakit dengan laporan kerugian ekonomi yang tinggi karena penyebarannya sangat cepat, tingkat morbiditas dan mortalitasnya mencapai 100%. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data ilmiah tentang prevalensi dan analisis kerugian ekonomi akibat kematian unggas disebabkan oleh penyakit ND. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study dengan purposive sampling yaitu dilakukan dengan mengumpulkan sampel berupa kadaver ayam broiler, layer dan buras yang masuk ke Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yang berasal dari empat pasar tradisional Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yaitu Lambaro, Almahira, Setui dan Ulee Kareng selama 6 bulan penelitian. Sampel cadaver unggas dengan suspek ND yang dipilih adalah sampel yang diamati secara patologi anatomi ditandai dengan petechiae/hemorrhage pada trakea, duodenum, proventrikulus, seka tonsil dan otak dengan konfirmasi positif ND menggunakan organ otak, paru dan proventrikulus. Organ-organ tersebut dibuat sediaan imunohistokimia. Perkiraan kerugian ekonomi akibat penyakit ND dengan menjumlahkan kerugian langsung dan tidak langsung ditambah dengan biaya pengendalian. Hasil konfirmasi dengan pewarnaan imunohistokimia menunjukkan virus ND terekspresi positif sebanyak 120 ekor dari total 326 ekor kadaver. Hasil perhitungan prevalensi ND sebesar 36,80% signifikan dibandingkan hipotesis sebesar 15%. Hasil analisis kerugian ekonomi kejadian positif ND di pasar didapatkan Rp. 9.600.000,00 dan Rp.474.500.000,00 dalam suatu farm periode Juli 2022 sampai dengan Desember 2022
Clinical Outcomes of Autologous Serum Eye Drops in Treating Corneal Ulceration in a Domestic Cat: A Case Base Study Eka Putri, Rahmi; Hilmi, Mulkiah; Rahmi, Ulfa; Zamzami, Rumi Sahara; Etriwati, Etriwati; Erwin, Erwin; Sugito, Sugito; Syah, Nada Yulian; Ferdian, Riyan; Sari, Wahyu Eka; Safitri, Jessica Anggun
Jurnal Medika Veterinaria Vol 19, No 2 (2025): J.Med.Vet
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v19i2.46171

Abstract

Corneal ulceration is a frequent ophthalmic disorder in domestic cats that can cause ocular discomfort, visual impairment, and serious complications if left untreated. Conventional medical management often provides limited support for epithelial regeneration, leading to the need for alternative therapeutic options. This case study reports the clinical outcome of using autologous serum eye drops (ASEDs) in the treatment of corneal ulceration in a domestic cat. A cat presented with severe epiphora, conjunctival hyperemia, and a centrally located corneal ulcer confirmed by fluorescein staining. Autologous serum was prepared by weekly collection of 6 mL of blood from the dorsalis antebrachii vein, followed by centrifugation and aliquoting into sterile eye drop bottles stored at 4 C. The serum was applied topically twice daily, accompanied by supportive therapy consisting of vitamin A supplementation, multivitamin injections, and an Elizabethan collar to prevent self-trauma. Clinical scoring (03) was used to monitor epiphora, conjunctival hyperemia, and corneal opacity over the treatment period. Marked improvement was observed within 14 days: epiphora and conjunctival hyperemia resolved completely, while corneal opacity improved from moderate to mild, with fluorescein staining becoming negative, indicating complete epithelial closure. No adverse effects were recorded during therapy. This case highlights the potential of autologous serum eye drops as a safe and effective adjunct treatment for feline corneal ulceration, warranting further investigation in larger cohorts to establish standardized protocols for veterinary ophthalmology
Histopathologic Features of Trachea and Lungs in Chickens with Chronic Respiratory Disease Annisa, Aiza; Darmawi, Darmawi; Etriwati, Etriwati; Balqis, Ummu; Salim, M. Nur; Nazaruddin, Nazaruddin; Aliza, Dwinna; Aisyah, Siti; Awaluddin, Awaluddin; Hasan, Denny Irmawati; Akmal, Muslim; Helmi, T. Zahrial; Asmilia, Nuzul
Jurnal Medika Veterinaria Vol 18, No 1 (2024): J.Med.Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v18i1.37429

Abstract

The purpose of this case study is to determine the changes that exist in chickens infected with Chronic Respiratory disease (CRD). A broiler male chicken aged 40 days was found dead in a chicken basket at Ulee Kareng chicken slaughterhouse in a state of feather loss and feces attached to cloaca, on January 6th, 2023. The chicken was brought to pathology laboratory of Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Syiah Kuala for necropsy and organ collection. Organs associated with CRD cases were trachea and lungs and histopathological preparations were carried out, stained with Haematoxylin Eosin, and observed under a microscope. The results of histopathological examination showed hemorrhage and hyperplasia of the tracheal epithelium. Hemorrhage was caused by edema which causes increased vascular permeability and epithelial cell hyperplasia occured due to the body's response to infection or inflammation. In the lungs there was bleeding due to damage to the blood vessel wall which caused increased vascular permeability, so that fluid and blood plasma come out of the blood vessels. Fibrinogen then underwent polymerization which resulted in fibrinous thrombi. Congestion happened as the result of fluid accumulation in a location that occured in a passive process so the fluid failed to escape. Because of the accumulation of fluid (congestion), the blood supply to the lung tissue is interrupted, resulting in several points of necrosis in the lungs.
Newcastle Disease Case in Broiler Chicken Angreini, Meliyantika; Balqis, Ummu; Etriwati, Etriwati; Hasan, Denny Irmawati; Aisyah, Siti; Salim, M. Nur; Nazaruddin, Nazaruddin; Darmawi, Darmawi
Jurnal Medika Veterinaria Vol 17, No 2 (2023): J.Med.Vet
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v17i2.35151

Abstract

Newcastle Disease (ND) is a highly contagious disease with a high mortality rate, infecting poultry, and chickens are very susceptible to ND infection. The purpose of this case report is to find out how to diagnose ND disease in chickens. A 30-day-old white male broiler cadaver obtained from Pasar Lambaro, Aceh Besar was found dead in a holding cage with conjunctival hemorrhage and hair loss. Based on the physical examination of the external condition of the cadaver, it can be seen that the eye membranes are experiencing hemorrhage. There was nasal mucosa hemorrhage and mucous exudate in the nasal cavity. The oral mucosa was also found to have mucous exudate, while the cloaca was bleeding and there was residual green feces. The results of anatomic pathology examination found ptechie in the proventriculus and ventricles, swollen lungs with blackish red color and hemorrhage,with the presence of cheese. There was hemorrhage in other organs including trachea, intestines and tonsils, whilst the brain experienced hyperemia. The spleen was swollen and there were foci of necrosis. Based on the anamnesis, external examination, pathological anatomical examination, and histopathology, the diagnosis of the cause of death of broiler chickens was Newcastle Disease (ND).
EKSPRESI INSULIN PADA PANKREAS MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DENGAN STREPTOZOTOCIN BERULANG E, Erwin; E, Etriwati; M, Muttaqien; Pangestiningsih, Tri Wahyu; Widyarini, Sitarina
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.900

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ekspresi insulin pada pankreas mencit (Mus musculus) yang diinduksi streptozotocin berulang dengan pewarnaan imunohistokimia yang berguna sebagai hewan model diabetes melitus. Tiga puluh ekor mencit jantan galur Balb-C, umur 12-14 minggu dengan bobot badan 30-40 g dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri atas 15 ekor. Kelompok 1 (K1) diberikan pelarut streptozotocin, sedangkan kelompok 2 (K2) diberikan streptozotocin dengan dosis 40 mg/kg bobot badan dalam 50 mM natrium sitrat bufer pH 4,5 secara intraperitoneal sebanyak 0,5 ml selama 5 hari berturut-turut. Hewan percobaan dari masing-masing kelompok dieutanasia sebanyak 2 ekor pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28 setelah perlakuan, selanjutnya mencit diperfusi dan dinekropsi untuk mengambil jaringan pankreas sebagai sampel pemeriksaan imunohistokimia dengan metode streptavidin peroksidase menggunakan antibodi mouse anti-insulin (1:300). Berdasarkan uji statistik menggunakan analisis varian, ekspresi insulin pada sel beta Langerhans pankreas K1 lebih tinggi dibandingkan K2 (P0,05). Waktu pengamatan dan interaksi antara kelompok dan waktu pengamatan menunjukkan perbedaan yang signifikan (P0,05). Induksi dosis rendah streptozotocin secara berulang dapat menurunkan jumlah ekspresi sel beta Langerhans pankreas yang imunoreaktif terhadap insulin.
EKSPRESI INSULIN PADA PANKREAS MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI DENGAN STREPTOZOTOCIN BERULANG E, Erwin; E, Etriwati; M, Muttaqien; Pangestiningsih, Tri Wahyu; Widyarini, Sitarina
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 1 (2013): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i1.899

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ekspresi insulin pada pankreas mencit (Mus musculus) yang diinduksi streptozotocin berulang denganpewarnaan imunohistokimia yang berguna sebagai hewan model diabetes melitus. Tiga puluh ekor mencit jantan galur Balb-C, umur 12-14 minggu dengan bobot badan 30-40 g dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri atas 15 ekor. Kelompok 1 (K1) diberikan pelarut streptozotocin, sedangkan kelompok 2 (K2) diberikan streptozotocin dengan dosis 40 mg/kg bobot badan dalam 50 mM natrium sitrat bufer pH 4,5 secara intraperitoneal sebanyak 0,5 ml selama 5 hari berturut-turut. Hewan percobaan dari masing-masing kelompok dieutanasia sebanyak 2 ekor pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28 setelah perlakuan, selanjutnya mencit diperfusi dan dinekropsi untuk mengambil jaringan pankreas sebagai sampel pemeriksaan imunohistokimia dengan metode streptavidin peroksidase menggunakan antibodi mouse anti-insulin (1:300). Berdasarkan uji statistik menggunakan analisis varian, ekspresi insulin pada sel beta Langerhans pankreas K1 lebih tinggi dibandingkan K2 (P0,05). Waktu pengamatan dan interaksi antara kelompok dan waktu pengamatan menunjukkan perbedaan yang signifikan (P0,05). Induksi dosis rendah streptozotocin secara berulang dapat menurunkan jumlah ekspresi sel beta Langerhans pankreas yang imunoreaktif terhadap insulin.
MENCIT (Mus musculus) GALUR BALB-C YANG DIINDUKSIKAN STREPTOZOTOSIN BERULANG SEBAGAI HEWAN MODEL DIABETES MELITUS e, Erwin; e, Etriwati; r, Rusli
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i1.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase peningkatan sel beta Langerhans pankreas yang mengalami nekrosis setelah diinduksistreptozotosin berulang.Tiga puluh ekor mencit jantan galur Balb-c, umur 12-14 minggu dengan bobot badan 30-40 g dikelompokkan menjadi 2kelompok perlakuan.Kelompok I (KI)diberikan pelarut streptozotosin danKelompok II (KII) diberikan streptozotosin dengan dosis 40 mg/kg bbdalam 50 mM natrium sitrat buffer pH 4,5.Semua perlakuan diberikan secara intraperitoneum selama 5 hari berturut-turut. Pemeriksaan kadarglukosa darah dan berat badan dilakukan pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28 sesudah pemberian perlakuan. Hewan percobaan dari masing-masingkelompok dieutanasiasebanyak 2 ekor pada hari ke-7, 14, 21, dan 28 setelah pemberian perlakuan untuk pewarnaan Gomori. Data pengamatanberat badan adalah42,862,3 vs 32,787,4 gdan kadar glukosa darah puasa 95,892,5 vs 255,7787,60 mg/dl menunjukkan perbedaan yangsignifikan (P0,05) antara kedua kelompok perlakuan, sedangkan persentase sel beta yang mengalami nekrosis antara kedua kelompok perlakuan4,570,47 vs 64,114,10juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (P0,05). Induksi dosis rendah streptozotosin secara berulang dapatmenyebabkan peningkatan persentase nekrosis sel beta Langerhans pankreas.
Diagnosis sitologi tumor venereal menular anjing pada seekor anjing domestik jantan yang belum dikebiri. Abellisa, Abellisa; Etriwati, Etriwati; Erwin, Erwin; Ajis, Fikri Alsidik
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.4.101-102

Abstract

Canine transmissible venereal tumors (CTVT) are one of the few naturally occurring transmissible cancers in mammals and pose a significant challenge to canine populations worldwide. Transmitted through coitus, this contagious round-cell neoplasm affects the external genitalia of dogs, highlighting the importance of early diagnosis to prevent tumor progression and limit transmission. Cytological evaluation provides a rapid, reliable, and minimally invasive diagnostic approach that enables the definitive identification of CTVT based on its cellular morphology. A two-year-old intact male domestic dog presented with chronic preputial discharge and genital discomfort. Physical examination revealed a reddish, cauliflower-like mass at the base of the penis. Cytological analysis of the preputial exudate revealed numerous round lymphoblast-like cells with a high nuclear-to-cytoplasmic ratio, prominent nucleoli, and frequent mitotic figures, consistent with CTVT. No therapeutic interventions were performed. This case reinforces the value of cytological examination as a diagnostic tool for genital tumors in dogs, facilitating prompt clinical decision-making and supporting disease management in endemic regions.
Peran Plasma Kaya Trombosit dan Perban Lembab dalam Perawatan Transplantasi Kulit pada Kucing Zamzami, Rumi Sahara; Hasan, Muhammad; Daud, Razali; Daniel, Daniel; Sabri, Mustafa; Jamin, Faisal; Etriwati, Etriwati; Sirait, Muhammad Alfajri Erutama; Erwin, Erwin
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.85600

Abstract

Plasma Kaya Trombosit (PKT) mengandung konsentrasi fibrin dan faktor pertumbuhan yang tinggi, yang berperan penting dalam regenerasi jaringan selama proses penyembuhan transplantasi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian PKT yang dikombinasikan dengan balutan lembap terhadap keamanan dan hasil penyembuhan transplantasi kulit pada kucing domestik melalui penilaian subjektif dan objektif. Penelitian ini menggunakan enam ekor kucing domestik jantan berumur 1–2 tahun dengan bobot badan 2–3 kg yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Defek kulit full-thickness berukuran 2 × 2 cm dibuat pada ekstremitas anterior dan ditutup d engan transplantasi kulit empat hari kemudian. Kelompok I (K-I) diberi balutan lembap, sedangkan Kelompok II (K-II) diberi PKT pada dasar luka sebelum pemasangan transplantasi kulit dan selanjutnya ditutup dengan balutan lembap. Penilaian subjektif pada area defek pasca skin graft meliputi perubahan warna kulit, respons nyeri, dan uji perdarahan, sedangkan penilaian objektif meliputi absorpsi NaCl dan respons terhadap agen simpatomimetik yang diamati pada hari ke-18 pasca-transplantasi. Hasil menunjukkan bahwa warna kulit dan respons nyeri pada K-II secara signifikan lebih baik dibandingkan K-I (P < 0,05). Area transplantasi menunjukkan warna menyerupai kulit sekitarnya pada hari ke-9 dan ke-12 dengan perbedaan signifikan antar waktu pengamatan (P < 0,05), sementara respons nyeri tidak berbeda signifikan seiring waktu (P > 0,05). Penilaian objektif menunjukkan keluarnya darah merah terang secara segera setelah insisi serta absorpsi NaCl dan respons obat simpatomimetik yang lebih cepat pada K-II (P < 0,05). Disimpulkan bahwa aplikasi PKT yang dikombinasikan dengan balutan lembap secara signifikan mempercepat proses pemulihan trasnplantasi kulit pada kucing domestik.
Co-Authors . Amiruddin . Erwin . Erwin . Muttaqien . Rusli . Rusli Abdul Harris Abdullah Hamzah Abellisa Abellisa Abellisa, Abellisa Afif Yuda Kusuma Ajis, Fikri Alsidik Aminuddin Aminuddin Amiruddin . Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Anak Agung Gede Sugianthara Angreini, Meliyantika Annisa, Aiza Arman Sayuti Asnita Purnama Awaluddin Awaluddin Azhari Azhari Baehaqi Cut Erika Ramadhana Daniel Daniel Darmawi . Dasrul Dasrul Dian Masyitha Dirga Rizki Imanda divina dinda hayati Dwinna Aliza Ekowati Handharyani Erina Erina Erwin E Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Erwin Evan Kurniawan Faisal Jamin Faisal Mustafa Ferdian, Riyan Hafifatul Aini Hanif Fadli Hanni Aninaidu Hasan, Denny Irmawati HEFRI YUNALDI Helmi, T. Zahrial Hilmi, Mulkiah Jessica Anggun Safitri Langga Mora Lian Varis Riandi M Daud AK M Hasan M Isa M Jalaluddin M Jalaluddin M Nur Salim M Nur Salim M. Nur Salim Mahdi Abrar Maulina, Siti Raudha Muhammad Hasan muhammad isa Muhammad Isa Mulyadi Adam Muslim Akmal Muttaqien M Muttaqien Muttaqien N. Nazaruddin Nazaruddin Nazaruddin Nazaruddin Nazaruddin Novredha Rahmadita Nuzul Asmilia Nuzul Asmilia pani noveliani lubis Rahmi Eka Putri Rahmi, Ulfa Rastina Rastina Razali Daud Razali Daud Rezeki Indah Sari Roslizawaty Roslizawaty Rusli r Rusli r Rusli Rusli Rusli Rusli Rusli Rusli Sari, Wahyu Eka Seftia Yolanda Sirait, Muhammad Alfajri Erutama Sitarina Widyarini Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyiah Sugito - Sugito Sugito Surachmi Setiyaningsih Syah, Nada Yulian t fadrial karmil T Reza Ferasyi Teuku Fadrial Karmil Teuku Reza Ferasyi Teuku Zahrial Helmi Tri Wahyu Pangestiningsih Ummu Balqis Winaruddin Winaruddin Winaruddin Winaruddin Yula Astuti Zainuddin Zainuddin Zamzami, Rumi Sahara Zuhrawaty Zuhrawaty