Claim Missing Document
Check
Articles

Induksi Perakaran Anggrek (Dendrobium sp.) Secara In Vitro dengan Penambahan Indole Butyric Acid (IBA) dan Bubur Pisang Raja (Musa paradisiaca L) Harahap, Fauziyah; Sudibyo, Mufti; Sari, Elvira Nanda; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Panggabean, Nurul Huda; Daulay, Abdul Hakim
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.15402

Abstract

This study aims to obtain a good concentration of IBA and plantain and is suitable for root induction in Dendrobium sp. The benefit of this study is to provide information about the successful root induction of orchid plantlets Dendrobium sp. In vitro culture and creating formulations using IBA hormones and organic plantain ingredients in in vitro culture media optimally. This research has been carried out at the YAHDI Plant Tissue Culture Laboratory. Rooting orchids Dendrobium sp. In vitro using MS basic media which was added with IBA (Indole 3 Butyric Acid) 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, and 6 ppm, and added with plantain pulp with levels of 0 g/l, 100 g/l. and 200 g/l. This study was a factorial experiment with 2 factors compiled based on a 4 x 3 Complete Random Design (RAL) with 12 treatment combinations. The data obtained was analyzed for variance analysis (ANOVA). If there are results that have a real effect, it is followed by the DMRT (Duncan Multiple Range Test) test at the level of 5%. (1) The results of the study showed that the treatment of the variables of the number of roots, plant height, and root length was influenced by IBA. (2) The treatment of the variables of the number of buds, the number of leaves, the number of roots, the height of the plant, and the length of the roots is influenced by plantains. (3) The treatment of the variables on the number of roots, root length, and leaf width were influenced by the interaction of IBA and banana pulp.
Pengaruh Model PBL terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Sistem Ekskresi Kelas XI IPA SMAS Budi Mulia Pematangsiantar Prayeni Margaretha Hutabalian; Syahmi Edi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3221

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis di kalangan peserta didik Indonesia, khususnya dalam pembelajaran biologi, memerlukan solusi melalui penerapan strategi pembelajaran yang lebih responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dan efektivitas model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA di SMAS Budi Mulia Pematangsiantar T.P 2024/2025. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan dua kelompok peserta didik. Satu kelompok berperan sebagai kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL), sementara kelompok lainnya bertindak sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran melalui metode langsung. Data diperoleh melalui tes awal dan akhir berbentuk pilihan ganda, serta pemantauan terhadap keaktifan siswa dan keterlaksanaan proses pembelajaran. Analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok; nilai N-Gain kelompok eksperimen mencapai 0,71 yang diinterpretasikan tinggi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai 0,58 yang diinterpretasikan sedang. Rata-rata keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model PBL mencapai 94,14%, yang menandakan bahwa proses pembelajaran berjalan sangat baik serta mendorong peningkatan keaktifan siswa secara terus-menerus. Berdasarkan hasil tersebut, model pembelajaran PBL terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan direkomendasikan kepada guru biologi untuk digunakan sebagai metode dalam memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah secara sistematis.
Pengaruh 2,4-D dan BAP Terhadap Induksi Kalus Ciplukan Secara In Vitro Sinurat, Asri; Edi, Syahmi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12125

Abstract

Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan memiliki potensi besar untuk tanaman obat, salah satunya adalah ciplukan (Physalis angulata L.) yang mengandung senyawa bioaktif penting seperti flavonoid dan alkaloid. Namun, pemanfaatannya masih bergantung pada tanaman liar dengan kualitas yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek regulator pertumbuhan 2,4-D dan BAP terhadap pembentukan kalus daun ciplukan secara in vitro sebagai alternatif untuk produksi metabolit sekunder yang lebih terkontrol. Penelitian menggunakan Rancangan Faktor Acak Lengkap dua faktor, dengan kombinasi konsentrasi 2,4-D (0–4 mg/L) dan BAP (0–2 mg/L), masing-masing diulang tiga kali. Media Murashige dan Skoog digunakan untuk kultur dalam kondisi steril, dengan pengamatan dilakukan selama 60 hari, termasuk waktu munculnya kalus, persentase eksplan yang membentuk kalus, serta tekstur dan warna kalus. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi 1 mg/L 2,4-D dan 2 mg/L BAP menghasilkan waktu munculnya kalus tercepat (±15 hari) dan persentase kalus tertinggi (9%). Perbandingan yang seimbang antara auksin dan sitokinin sangat penting untuk induksi kalus. Kalus yang terbentuk memiliki tekstur padat dan warna hijau hingga kecokelatan, menunjukkan kondisi fisiologis optimal dan aktivitas metabolik yang baik
RISET BIOLOGI BERBASIS STEM DI ERA METAVERSE Harahap, Fauziyah; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Parasetya, Eko; Kamal, Samsul; Zahara, Nurlia; Armaniar, Armaniar
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 11 No. 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pbio.v11i1.19410

Abstract

Revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0 saat ini sedang kita hadapi. Seiring dengan hal tersebut, maka riset biologi juga berkembang pesat. STEM berperan penting dalam menggali potensi Biodiversitas dan riset biologi melalui berbagai model pembelajaran yang mengasah kemampuan berfikir kritis, berfikir kreatif, berkomunikasi dengan baik, berfikir tingkat tinggi (HOTS), berkolaborasi dalam proses pendidikan. Pelaksanaan Project base learning, Problem Base Learning, inquiry learning, Discovery Learning, Case Methode menjadi terintegrasi dengan proses pendidikan melalui STEM. Metaverse menawarkan cara baru bagi pengguna khusunya pada bidang pendidikan  untuk berkolaborasi secara virtual dan berperan didalamnya. Di dunia riset dan edukasi, metaverse membawa dampak, khusunya pada Biodiversitas Indonesia yang dapat divisualisasikan secara virtual.Kata kunci: Revolusi Industri 4.0, STEM, Metaverse
Pembentukan dan Penguatan Kelompok Sebaya Remaja di Desa Sena, Deli Serdang herkules; Syahmi Edi; Nasirwan; Amalia Akita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4632

Abstract

Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Kelompok Sebaya Remaja di Desa Sena bertujuan untuk mengatasi masalah penyalahgunaan NAPZA, pengangguran, dan kurangnya aktivitas produktif di kalangan remaja. Melalui pendekatan intervensi yang terstruktur, kegiatan ini mencakup pembentukan kelompok sebaya untuk edukasi terkait bahaya NAPZA dan rokok, pendampingan kewirausahaan melalui pembentukan usaha remaja, serta pendampingan intensif dalam kegiatan pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam membentuk kelompok remaja yang proaktif dan peduli terhadap lingkungan serta membangun usaha yang berkontribusi pada perekonomian lokal. Keberhasilan ini tercermin dari peningkatan keterlibatan remaja dalam aktivitas positif, penurunan tingkat pengangguran, dan kemandirian finansial mereka. Kelemahan dari program ini adalah konsistensi partisipasi remaja yang perlu terus dipantau dan keterbatasan sumber daya. Dengan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak, program ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas dan menjadi model untuk komunitas lain.
Pemanfaatan Whatsapp dalam Meningkatkan Aspek Non Kognisi pada Mahasiswa Jurusan Biologi Herkules, Herkules; Edi, Syahmi; Nusyirwan, Nusyirwan; Akita, Amalia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan WhatsApp grup dalam meningkatkan aspek non-kognisi mahasiswa Jurusan Biologi di Universitas Negeri Medan. Aspek non-kognisi yang diukur meliputi konsep diri, etos belajar, motivasi belajar, sikap, dan kreativitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan desain one group pra dan pos tes. Sampel adalah mahasiswa jurusan Biologi yang mengikuti mata kuliah fisiologi tumbuhan yang berjumlah 32 responden. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner dengan Teknik pengumpulan data pengujian sebelum dan sesudah pemberian Intervensi WhatsApp. Analisis data menggunakan uji Wicoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan WhatsApp grup secara signifikan meningkatkan semua aspek non-kognisi yang diukur. Peningkatan yang paling signifikan terlihat pada aspek kreativitas mahasiswa (p=0,001), diikuti oleh sikap (p=0,001) dan etos belajar (p=0,001), konsep diri (p=0,001) dan motivasi belajar (p=0,011). Penelitian ini menyimpulkan bahwa WhatsApp grup adalah alat yang efektif untuk meningkatkan aspek non-kognisi mahasiswa dan dapat digunakan secara lebih luas dalam konteks pendidikan. Dosen perlu dilatih untuk menggunakan WhatsApp grup secara optimal dalam mendukung pembelajaran.
Development of Tissue Culture Textbook Based on Project Based-Learning to Improve Science Process Skills of Biology Department Students Universitas Negeri Medan Harahap, Salamah; Harahap, Fauziyah; Hasanah, Dwi; Sembiring, Gres Anjelia; Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi; Nadhilla, Annisa; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Daulae, Abdul Hakim
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13786

Abstract

The research on the development of this textbook was carried out based on the results of the analysis of student needs, namely that there are no teaching materials that can improve students' science process skills in the Tissue Culture course at the Department of Biology, State University of Medan. This textbook is compiled based on the learning syntax of Project-Based Learning (PjBL). This study aims to develop a Project-Based Learning-based tissue culture textbook to improve students' science process skills. This research method uses the Research and Development (R&D) with Thiagarajan's 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). The population of this study was students of the Biology Department of Universitas Negeri Medan with a sample of 47 people who were given a PjBL-based tissue culture textbook. The results showed that (1) the textbooks have been tested for feasibility by material experts (87,73) (2) instructional design experts (92) with a very feasible category, (3) the response of tissue culture lecturers (92) and (4) students based on individual tests (95.1), small group tests (93,75), and limited group tests (90.02) with a very good category and (5) the results of the calculation of N-Gain for science process skills were obtained at 0.66 which is in the medium category.
Optimasi Sterilisasi Eksplan Biji Manggis (Garcinia mangostana L.) Menggunakan Natrium Hipoklorit Secara In vitro Harahap, Fauziyah; Asri, Elita; Hasairin, Ashar; Edi, Syahmi; Suriani, Cicik; Daulae, Abdul Hakim; Panggabean, Nurul Huda
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15281

Abstract

This study evaluates the effects of NaOCl concentration and immersion time on contamination levels and viability of in vitro mangosteen seed explants, aiming to identify the optimal sterilization protocol. Conducted at YAHDI Tissue Culture Laboratory, Medan, Indonesia, a Randomized Complete Block Design tested three treatment combinations: (1) 15% and 10% NaOCl for 5 minutes, (2) 20% and 15% NaOCl for 15 minutes, and (3) 30% and 20% NaOCl for 25 minutes. After immersion, explants were rinsed three times with sterile distilled water. Observations spanned 12 MST, with data analyzed using ANOVA and Games-Howell post hoc tests; contamination sources were qualitatively described. Results showed the first combination had the lowest effectiveness, the second was better but suboptimal, while the third significantly delayed contamination and yielded the highest explant survival rate of 86.1%. The third treatment also prolonged the contamination-free period compared to others. Fungal and bacterial contaminants were predominant, highlighting the need for effective disinfectants against both. These findings indicate that the third combination is a promising sterilization protocol for mangosteen seed explants, especially for hard endocarp tissues prone to contamination.
Variasi Waktu Dan Sterilisasi Untuk Anggrek Cattelya sp. Sebelum Penanaman In-Vitro Harahap, Fauziyah; Br Bangun, Edmy Febriani; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Nusyirwan, Nusyirwan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8081

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendapatkan teknik sterilisasi yang terbaik untuk eksplan batang anggrek Cattleya sp. muda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan YAHDI Perum Pelabuhan Jl. Lambung No. 8 Tanah 600 Medan Marelan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dalam mencobakan beberapa teknik sterilisasi. Untuk mengetahui teknik sterilisasi yang tepat, penelitian ini menggunakan eksplan lapang anggrek Cattleya Sp. dengan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dianalisis dan ditabulasi menggunakan parameter penelitian hari terkontaminasi, persentase eksplan yang terkontaminasi, persentase eksplan browning, persentase eksplan yang membengkak, persentase eksplan yang membentuk bakal tunas dan persentase eksplan hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 teknik sterilisasi yang optimal dalam sterilisasi eksplan lapang Anggrek Cattleya Sp. yaitu teknik sterilisasi 2 dan 4. Teknik sterilisasi 2 menggunakan zat sterilan deterjen, akuades steril, Tween-20, benomil 50%, agrimicin, NaOCl 15% 10% dan alcohol 70% kemudian teknik sterilisasi 4 dengan zat sterilan Clorox 1,05%, HgCl 0,02% dan akuades steril merupakan teknik sterilisasi yang tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya tingkat kontaminasi eksplan dan tampaknya spot-spot hijau pada eksplan dimana eksplan akan mengalami pertumbuhan tunas. Faktor-faktor yang menyebabkan kontaminasi pada eksplan Anggrek Cattleya Sp. adalah kurangnya kehati-hatian praktikan pada saat melakukan sterilisasi eksplan lapang, kontaminasi endogenus yang tinggi dan penggunaan zat steril yang kurang tepat
THE EFFECT OF KEPOK BANANA PEEL EXTRACT (Musa acuminate balbisiana Colla) AND BAP ON THE GROWTH OF RED POTATO PLANLETS (Solanum tuberosum L.) IN VITRO Edi, Syahmi; Parhusip, Tiropa Oktavia; Panggabean, Nurul Huda
JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v10i1.60290

Abstract

This research aims to determine the effect of from kepok banana peel extract (Musa acuminata balbisiana Colla) and BAP and their interaction on the growth of red potato plantlets (Solanum tuberosum L.) in vitro. This research was conducted in September-October 2023 at the G10 Agrotech Medan Plant Tissue Culture Laboratory Jl. Sei Bahorok No. 47 F Medan Baru. This research used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor is the concentration of Kepok banana peel extract in 3 levels, namely (0, 25 and 50 g/L) and the second factor is BAP which consists of 4 levels, namely (0, 0.5, 1 and 1.5 mg/L). 12 treatment combinations were obtained and each treatment was repeated 3 times to obtain 36 experimental units. The research parameters were plantlet height, number of shoots, number of leaves and number of roots analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and if they were significantly different, further tests would be carried out using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed that the treatment of kepok banana peel extract and BAP had a significant effect on plantlet height, number of shoots, number of leaves and number of roots. The highest average plantlet height was produced by banana peel extract 50gr/L (7.60 cm), BAP 1mg/L (6.70 cm). The highest number of shoots was produced by banana peel extract 50gr/L (6.33 shoots), BAP 1.5 mg/L (6.33 shoots). The highest number of leaves was produced by sweet corn extract 25 gr/L, namely (10.00 leaves), BAP 0.5 mg/L as much as (8.00 leaves). The highest number of roots was produced by the 50gr/L sweet corn extract treatment, namely (12.00 roots), the highest number of roots was produced by BAP 1 mg/L, namely (7.33 roots). The highest average plantlet height, number of shoots and leaves were produced by the A2B1 treatment interaction, namely 7.40 cm plantlet height, 6.33 shoots and 16.33 leaves. The highest number of roots was produced by the A2B2 treatment interaction, namely 8.67 roots.  This is an open-access article under the CC-BY-SA license                                                        
Co-Authors ., Herkules ., Lazuardi Amalia Akita Anggi Wulan Sari Arina Zawani Akmal Armaniar, Armaniar Aryediatami Naura Kamila Manik Ashar Hasairin Asri, Elita Ayu Putri Ningsih Ayu Putri Ningsih Bimbi Nullah Binari Manurung Binari Manurung, Binari Br Bangun, Edmy Febriani Chairany Rizka CICIK SURIANI Cut Badzlina Roza Cut Badzlina Roza, Cut Badzlina Daulae, Abdul Hakim Daulay, Abdul Hakim Dewi Ribreka Br Bangun Dewi Sri Lestari Sigalingging Diana Putri Kamila Tambunan Edmy Febriani Br Bangun Elsa Bunga Dayanti Elsa Bunga Dayanti, Elsa Bunga Ely Djulia Ely Djulia Ely Djulia Eryati Zetkas Eryati Zetkas, Eryati Fauzi Fauzi Fauzi Fauzi Fauziah Harahap Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fazira, Hafizha Fitri Rahmadani Fitri Rahmadani, Fitri Gultom, Novayanti Gunawan, Roni Harahap, Salamah Hariyadi, Itra Harry Prakasa Hary Prakasa Hasanah, Dwi Hasni Periadi Hasibuan Hasruddin Hasruddin Hasruddin Herbert Sipahutar Herbert Sipahutar, Herbert Herkules Herkules Herkules, Herkules Hutri Purnama Sari Lubis Hutri Purnama Sari Lubis, Hutri Purnama Sari Indah Rizka Apriliani Intan Bayati Nasution Intan Bayati Nasution, Intan Bayati Kamila, Aryediutami Naura Karinanta Sembiring, Surya Kelar, Luh Cinta Tarissyah Putri Khairun Nisa' Koko Pribadi Lestari Sigalingging, Dewi Sri Limbong, Forentina Malem Teta Sinulingga Mardhiyah Riswan Hasibuan Maria Cintiana Tambunan Masdiana Sinambela Melva Silitonga Melva Silitonga Melva Silitonga Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Azhari Nadhilla, Annisa Nasirwan Nasirwan Nasution, Marina Azzahra Naura Kamila, Aryediutami Nora, Putri Nurajijah Nurajijah Nurlia Zahara Nursamsu Nursamsu Nusyirwan Nusyirwan Nusyirwan Nusyirwan Panggabean, Nurul Huda Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi Parasetya, Eko Parhusip, Tiropa Oktavia Prayeni Margaretha Hutabalian Putri Amanda Putri Nora Rahmad Husein Restuati, Martina Rifka Febrianti Roro Shofiyah Nur Rahmah Ruth Susanty, Revi Sailana Mira Rangkuti Sailana Mira Rangkuti, Sailana Mira Samsul Kamal Sari, Elvira Nanda Selvia Dewi Pohan Selvia Selvia Selvia Selvia Sembiring, Gres Anjelia Sembiring, Surya Karinanta Sihombing, Josephine Gloria Margareth Sinurat, Asri Sinuraya, Kenari Br Sipahutar , Herbert Siti Aisyah Siti Siti Nuraisah Asma Ujung Situmorang, Berri Sri Susanti Sri Susanti Sri Tia Indah Simamora Suryani, Cicik Susanty, Revi Ruth Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tri Harsono Triputri Br. Samosir, Ayu Veby Emeninta Br Barus Willyana Utari Siahaan Winda Awalina Guci Wulansari, Anggi Yusran Efendi Ritonga Zulpadly Zulpadly Zulpadly Zulpadly, Zulpadly