Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model PBL terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Sistem Ekskresi Kelas XI IPA SMAS Budi Mulia Pematangsiantar Prayeni Margaretha Hutabalian; Syahmi Edi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3221

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis di kalangan peserta didik Indonesia, khususnya dalam pembelajaran biologi, memerlukan solusi melalui penerapan strategi pembelajaran yang lebih responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dan efektivitas model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA di SMAS Budi Mulia Pematangsiantar T.P 2024/2025. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan dua kelompok peserta didik. Satu kelompok berperan sebagai kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL), sementara kelompok lainnya bertindak sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran melalui metode langsung. Data diperoleh melalui tes awal dan akhir berbentuk pilihan ganda, serta pemantauan terhadap keaktifan siswa dan keterlaksanaan proses pembelajaran. Analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok; nilai N-Gain kelompok eksperimen mencapai 0,71 yang diinterpretasikan tinggi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai 0,58 yang diinterpretasikan sedang. Rata-rata keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model PBL mencapai 94,14%, yang menandakan bahwa proses pembelajaran berjalan sangat baik serta mendorong peningkatan keaktifan siswa secara terus-menerus. Berdasarkan hasil tersebut, model pembelajaran PBL terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan direkomendasikan kepada guru biologi untuk digunakan sebagai metode dalam memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah secara sistematis.
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik yang Diajar Menggunakan Model Problem Based Learning dengan Discovery Learning pada Pembelajaran Biologi (Studi Eksperimen Materi Ekosistem di SMA Negeri 6 Medan) Hasibuan, Mardhiyah Riswan; Edi, Syahmi
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.893

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting abad 21 yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi kompleksitas permasalahan dalam kehidupan nyata. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih rendah akibat dominasi model pembelajaran yang hanya berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan model Discovery Learning (DL) pada materi ekosistem di SMA Negeri 6 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design, yang melibatkan dua kelas X sebagai sampel penelitian. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMAN 6 Medan, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling, terdiri atas dua kelas: kelas eksperimen I menggunakan model problem based learning dan kelas eksperimen II menggunakan model discovery learning. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah tes berbentuk esai, lembar observasi berpikir kritis dan lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t independen. Hasil pre test menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama, dengan nilai signifikansi 0,145 > 0,05, sehingga H? diterima. Namun, hasil post test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Nilai rata-rata post-test kelas problem based learning adalah 81,66, sedangkan kelas discovery learning adalah 75,06. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) < 0,001< 0,05, yang berarti H? ditolak dan H? diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan, di mana peserta didik yang diajar menggunakan model problem based learning memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang diajar menggunakan model discovery learning.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Vermikompos dan Eco- enzyme terhadap Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Kelar, Luh Cinta Tarissyah Putri; Edi, Syahmi
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 3 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.3.16424

Abstract

Salah satu kendala utama dalam peningkatan produksi mentimun di Indonesia adalah rendahnya produktivitas tanaman berkualitas. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kandungan hara pada media tanam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh interaksi vermikompos dan eco-enzyme, pada respon pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini dilaksanakan di UPT Pengembangan Benih Hortikultura Kota Medan, penelitian berlangsung dari Agustus hingga November 2024 dengan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah Vermikompos (A0: kontrol, A1: 10%, A2: 20%, A3: 30%), dan faktor kedua adalah Eco-enzyme (B0: kontrol, B1: 10 ml/L, B2: 20 ml/L, B3: 30 ml/L), menghasilkan 16 kombinasi perlakuan. Analisis data dilakukan dengan ANOVA dua arah pada SPSS dan uji DMRT. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi dengan dosis tertinggi yaitu A3B3 (tanah 3.5 kg + vermikompos 1.5 kg + eco-enzyme 30 ml) memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan dengan pemberian perlakuan dengan dosis yang lebih rendah terhadap setiap parameter tanaman mentimun yakni pada tinggi tanaman sebesar 285,33 cm, jumlah daun sebanyak 241 helai, jumlah buah sebanyak 9, berat buah sebesar 2165 gr, dan berat segar tanaman sebesar 100.66 gr. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberian kombinasi unsur hara yang tepat seperti vermikompos dan eco-enzyme, dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman mentimun dan memberikan hasil yang lebih baik, sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas mentimun di Indonesia melalui pembudidayaan yang maksimal Kata kunci : Mentimun, Eco-enzyme, Pupuk Organik, Vermikompos
Induksi Perakaran Anggrek (Dendrobium sp.) Secara In Vitro dengan Penambahan Indole Butyric Acid (IBA) dan Bubur Pisang Raja (Musa paradisiaca L) Harahap, Fauziyah; Sudibyo, Mufti; Sari, Elvira Nanda; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Panggabean, Nurul Huda; Daulay, Abdul Hakim
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.15402

Abstract

This study aims to obtain a good concentration of IBA and plantain and is suitable for root induction in Dendrobium sp. The benefit of this study is to provide information about the successful root induction of orchid plantlets Dendrobium sp. In vitro culture and creating formulations using IBA hormones and organic plantain ingredients in in vitro culture media optimally. This research has been carried out at the YAHDI Plant Tissue Culture Laboratory. Rooting orchids Dendrobium sp. In vitro using MS basic media which was added with IBA (Indole 3 Butyric Acid) 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, and 6 ppm, and added with plantain pulp with levels of 0 g/l, 100 g/l. and 200 g/l. This study was a factorial experiment with 2 factors compiled based on a 4 x 3 Complete Random Design (RAL) with 12 treatment combinations. The data obtained was analyzed for variance analysis (ANOVA). If there are results that have a real effect, it is followed by the DMRT (Duncan Multiple Range Test) test at the level of 5%. (1) The results of the study showed that the treatment of the variables of the number of roots, plant height, and root length was influenced by IBA. (2) The treatment of the variables of the number of buds, the number of leaves, the number of roots, the height of the plant, and the length of the roots is influenced by plantains. (3) The treatment of the variables on the number of roots, root length, and leaf width were influenced by the interaction of IBA and banana pulp.
Pengaruh Model PBL terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Sistem Ekskresi Kelas XI IPA SMAS Budi Mulia Pematangsiantar Prayeni Margaretha Hutabalian; Syahmi Edi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3221

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis di kalangan peserta didik Indonesia, khususnya dalam pembelajaran biologi, memerlukan solusi melalui penerapan strategi pembelajaran yang lebih responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dan efektivitas model PBL terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA di SMAS Budi Mulia Pematangsiantar T.P 2024/2025. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam studi ini dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan dua kelompok peserta didik. Satu kelompok berperan sebagai kelas eksperimen yang mengikuti pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL), sementara kelompok lainnya bertindak sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran melalui metode langsung. Data diperoleh melalui tes awal dan akhir berbentuk pilihan ganda, serta pemantauan terhadap keaktifan siswa dan keterlaksanaan proses pembelajaran. Analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok; nilai N-Gain kelompok eksperimen mencapai 0,71 yang diinterpretasikan tinggi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai 0,58 yang diinterpretasikan sedang. Rata-rata keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model PBL mencapai 94,14%, yang menandakan bahwa proses pembelajaran berjalan sangat baik serta mendorong peningkatan keaktifan siswa secara terus-menerus. Berdasarkan hasil tersebut, model pembelajaran PBL terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan direkomendasikan kepada guru biologi untuk digunakan sebagai metode dalam memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah secara sistematis.
Pengaruh 2,4-D dan BAP Terhadap Induksi Kalus Ciplukan Secara In Vitro Sinurat, Asri; Edi, Syahmi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12125

Abstract

Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan memiliki potensi besar untuk tanaman obat, salah satunya adalah ciplukan (Physalis angulata L.) yang mengandung senyawa bioaktif penting seperti flavonoid dan alkaloid. Namun, pemanfaatannya masih bergantung pada tanaman liar dengan kualitas yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek regulator pertumbuhan 2,4-D dan BAP terhadap pembentukan kalus daun ciplukan secara in vitro sebagai alternatif untuk produksi metabolit sekunder yang lebih terkontrol. Penelitian menggunakan Rancangan Faktor Acak Lengkap dua faktor, dengan kombinasi konsentrasi 2,4-D (0–4 mg/L) dan BAP (0–2 mg/L), masing-masing diulang tiga kali. Media Murashige dan Skoog digunakan untuk kultur dalam kondisi steril, dengan pengamatan dilakukan selama 60 hari, termasuk waktu munculnya kalus, persentase eksplan yang membentuk kalus, serta tekstur dan warna kalus. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi 1 mg/L 2,4-D dan 2 mg/L BAP menghasilkan waktu munculnya kalus tercepat (±15 hari) dan persentase kalus tertinggi (9%). Perbandingan yang seimbang antara auksin dan sitokinin sangat penting untuk induksi kalus. Kalus yang terbentuk memiliki tekstur padat dan warna hijau hingga kecokelatan, menunjukkan kondisi fisiologis optimal dan aktivitas metabolik yang baik
RISET BIOLOGI BERBASIS STEM DI ERA METAVERSE Harahap, Fauziyah; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Parasetya, Eko; Kamal, Samsul; Zahara, Nurlia; Armaniar, Armaniar
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 11 No. 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pbio.v11i1.19410

Abstract

Revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0 saat ini sedang kita hadapi. Seiring dengan hal tersebut, maka riset biologi juga berkembang pesat. STEM berperan penting dalam menggali potensi Biodiversitas dan riset biologi melalui berbagai model pembelajaran yang mengasah kemampuan berfikir kritis, berfikir kreatif, berkomunikasi dengan baik, berfikir tingkat tinggi (HOTS), berkolaborasi dalam proses pendidikan. Pelaksanaan Project base learning, Problem Base Learning, inquiry learning, Discovery Learning, Case Methode menjadi terintegrasi dengan proses pendidikan melalui STEM. Metaverse menawarkan cara baru bagi pengguna khusunya pada bidang pendidikan  untuk berkolaborasi secara virtual dan berperan didalamnya. Di dunia riset dan edukasi, metaverse membawa dampak, khusunya pada Biodiversitas Indonesia yang dapat divisualisasikan secara virtual.Kata kunci: Revolusi Industri 4.0, STEM, Metaverse
Pembentukan dan Penguatan Kelompok Sebaya Remaja di Desa Sena, Deli Serdang herkules; Syahmi Edi; Nasirwan; Amalia Akita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4632

Abstract

Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Kelompok Sebaya Remaja di Desa Sena bertujuan untuk mengatasi masalah penyalahgunaan NAPZA, pengangguran, dan kurangnya aktivitas produktif di kalangan remaja. Melalui pendekatan intervensi yang terstruktur, kegiatan ini mencakup pembentukan kelompok sebaya untuk edukasi terkait bahaya NAPZA dan rokok, pendampingan kewirausahaan melalui pembentukan usaha remaja, serta pendampingan intensif dalam kegiatan pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam membentuk kelompok remaja yang proaktif dan peduli terhadap lingkungan serta membangun usaha yang berkontribusi pada perekonomian lokal. Keberhasilan ini tercermin dari peningkatan keterlibatan remaja dalam aktivitas positif, penurunan tingkat pengangguran, dan kemandirian finansial mereka. Kelemahan dari program ini adalah konsistensi partisipasi remaja yang perlu terus dipantau dan keterbatasan sumber daya. Dengan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak, program ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas dan menjadi model untuk komunitas lain.
Pemanfaatan Whatsapp dalam Meningkatkan Aspek Non Kognisi pada Mahasiswa Jurusan Biologi Herkules, Herkules; Edi, Syahmi; Nusyirwan, Nusyirwan; Akita, Amalia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan WhatsApp grup dalam meningkatkan aspek non-kognisi mahasiswa Jurusan Biologi di Universitas Negeri Medan. Aspek non-kognisi yang diukur meliputi konsep diri, etos belajar, motivasi belajar, sikap, dan kreativitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan desain one group pra dan pos tes. Sampel adalah mahasiswa jurusan Biologi yang mengikuti mata kuliah fisiologi tumbuhan yang berjumlah 32 responden. Instrumen pengukuran menggunakan kuesioner dengan Teknik pengumpulan data pengujian sebelum dan sesudah pemberian Intervensi WhatsApp. Analisis data menggunakan uji Wicoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan WhatsApp grup secara signifikan meningkatkan semua aspek non-kognisi yang diukur. Peningkatan yang paling signifikan terlihat pada aspek kreativitas mahasiswa (p=0,001), diikuti oleh sikap (p=0,001) dan etos belajar (p=0,001), konsep diri (p=0,001) dan motivasi belajar (p=0,011). Penelitian ini menyimpulkan bahwa WhatsApp grup adalah alat yang efektif untuk meningkatkan aspek non-kognisi mahasiswa dan dapat digunakan secara lebih luas dalam konteks pendidikan. Dosen perlu dilatih untuk menggunakan WhatsApp grup secara optimal dalam mendukung pembelajaran.
Development of Tissue Culture Textbook Based on Project Based-Learning to Improve Science Process Skills of Biology Department Students Universitas Negeri Medan Harahap, Salamah; Harahap, Fauziyah; Hasanah, Dwi; Sembiring, Gres Anjelia; Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi; Nadhilla, Annisa; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Daulae, Abdul Hakim
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13786

Abstract

The research on the development of this textbook was carried out based on the results of the analysis of student needs, namely that there are no teaching materials that can improve students' science process skills in the Tissue Culture course at the Department of Biology, State University of Medan. This textbook is compiled based on the learning syntax of Project-Based Learning (PjBL). This study aims to develop a Project-Based Learning-based tissue culture textbook to improve students' science process skills. This research method uses the Research and Development (R&D) with Thiagarajan's 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). The population of this study was students of the Biology Department of Universitas Negeri Medan with a sample of 47 people who were given a PjBL-based tissue culture textbook. The results showed that (1) the textbooks have been tested for feasibility by material experts (87,73) (2) instructional design experts (92) with a very feasible category, (3) the response of tissue culture lecturers (92) and (4) students based on individual tests (95.1), small group tests (93,75), and limited group tests (90.02) with a very good category and (5) the results of the calculation of N-Gain for science process skills were obtained at 0.66 which is in the medium category.
Co-Authors ., Herkules ., Lazuardi Amalia Akita Arina Zawani Akmal Armaniar, Armaniar Ashar Hasairin Asri, Elita Ayu Putri Ningsih Bimbi Nullah Binari Manurung Binari Manurung, Binari Br Bangun, Edmy Febriani CICIK SURIANI Cut Badzlina Roza Cut Badzlina Roza, Cut Badzlina Daulae, Abdul Hakim Daulay, Abdul Hakim Dewi Sri Lestari Sigalingging Elsa Bunga Dayanti Elsa Bunga Dayanti, Elsa Bunga Ely Djulia Ely Djulia Eryati Zetkas Eryati Zetkas, Eryati Fauzi Fauzi Fauzi Fauzi Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fitri Rahmadani Fitri Rahmadani, Fitri Gultom, Novayanti Gunawan, Roni Harahap, Salamah Hariyadi, Itra Harry Prakasa Hary Prakasa Hasanah, Dwi Hasibuan, Mardhiyah Riswan Hasruddin Hasruddin Hasruddin Herbert Sipahutar Herbert Sipahutar, Herbert Herkules Herkules Herkules, Herkules Hutri Purnama Sari Lubis Hutri Purnama Sari Lubis, Hutri Purnama Sari Intan Bayati Nasution Intan Bayati Nasution, Intan Bayati Kamila, Aryediutami Naura Karinanta Sembiring, Surya Kelar, Luh Cinta Tarissyah Putri Khairun Nisa&#039; Lestari Sigalingging, Dewi Sri Limbong, Forentina Malem Teta Sinulingga Melva Silitonga Melva Silitonga Mufti Sudibyo, Mufti Nadhilla, Annisa Nasirwan Nasirwan Nasution, Marina Azzahra Naura Kamila, Aryediutami Nora, Putri Nurajijah Nurajijah Nursamsu Nursamsu Nusyirwan Nusyirwan Panggabean, Nurul Huda Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi Parasetya, Eko Parhusip, Tiropa Oktavia Prayeni Margaretha Hutabalian Rahmad Husein Rizka, Chairany Roro Shofiyah Nur Rahmah Ruth Susanty, Revi Sailana Mira Rangkuti Sailana Mira Rangkuti, Sailana Mira Samsul Kamal Sari, Anggi Wulan Sari, Elvira Nanda Sembiring, Gres Anjelia Sembiring, Surya Karinanta Sihombing, Josephine Gloria Margareth Simanjuntak, Maria Meita Sinurat, Asri Sinuraya, Kenari Br Sipahutar , Herbert siti, siti aisyah Situmorang, Berri Sri Susanti Sri Susanti Sri Tia Indah Simamora Suryani, Cicik Susanty, Revi Ruth Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Veby Emeninta Br Barus Willyana Utari Siahaan Winda Awalina Guci Yusran Efendi Ritonga Zahara, Nurlia Zulpadly Zulpadly Zulpadly Zulpadly, Zulpadly