Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN SEKOLAH RAMAH ANAK BAGI GUGUS GAJAH MADA KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG Egar, Ngasbun; Nugrahani, Dyah; Werdiningsih, Yuli Kurniati
WIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya Dharma Vol. 4 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Widya Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54840/widharma.v4i02.233

Abstract

The program is aimed at developing child friendly school for some schools belong to Gajah Mada Group in Batang Region. The team gives some trainings to the teachers. The materials of the training are the child friendly education concept (provision, protection, and participation); the indicators of child friendly school; and the management to develop the child friendly school. The training examines some methods, they are lecturing, discussion, accompaniment, and monitoring. After the training was done, it can be achieved that 1) all the teachers joined the lecturing on child friendly education principle; 2) a hundred precent or all the teachers take part in discussion on developing child friendly school; 3) 80% of the teachers understand the concept of child friendly education; 4) 80% of the teachers have the sufficient knowledge of child friendly school; and 5) the teachers have implemented the principles of child friendly education through the school’s program.
MANAJEMEN PROYEK SUDUT BACA DIGITAL: STUDI KASUS IMPLEMENTASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SISWA Binarum, Bangun Anggit; Egar, Ngasbun; Wuryandini, Endang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i2.22552

Abstract

Literasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan produktif yang sangat dibutuhkan peserta didik di era abad ke-21. Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini melalui program yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen proyek Sudut Baca Digital (SuBaDi) dalam meningkatkan keterampilan literasi produktif siswa di SD Negeri Tambakrejo 01 Kota Semarang. Fokus penelitian mencakup empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, keabsahan data dengan kondensasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tahap perencanaan dilakukan dengan mengintegrasikan program SuBaDi dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berdasarkan data Rapor Pendidikan; (2) pengorganisasian dilaksanakan dengan membentuk tim pelaksana dan pembagian tugas yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua; (3) pelaksanaan program menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam membaca dan menghasilkan karya digital berbasis bacaan; dan (4) pengawasan dilakukan melalui evaluasi rutin dan analisis Rapor Pendidikan. Program ini berhasil meningkatkan skor literasi siswa dari 50 (tahun 2022) menjadi 88,89 (tahun 2024), serta memperkuat budaya literasi digital di lingkungan sekolah. Dengan demikian, manajemen proyek SuBaDi dinyatakan efektif dalam mendukung peningkatan literasi produktif siswa sekolah dasar.
PERBANDINGAN KURIKULUM 1947, 1964, 1968 DAN KURIKULUM MERDEKA DALAM KONTEKS PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER Pujiono, Eko; Rohbiyatun, Haidar; Sulistiyahati, Afina; Tristiandari, Hana; Nurhayati, Rina; Agustin, Tri Fena Susi; Listyowati, Listyowati; Egar, Ngasbun
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i2.23166

Abstract

Pendidikan karakter merupakan bagian esensial dalam pembentukan kepribadian dan moralitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendidikan karakter dalam tiga kurikulum nasional Indonesia Kurikulum 1947, 1964, dan 1968 serta Kurikulum Merdeka sebagai pendekatan terbaru. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (library research), dengan teknik analisis konten terhadap literatur historis, kebijakan pendidikan, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap kurikulum mencerminkan dinamika sosial-politik zamannya dan memiliki pendekatan berbeda dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Kurikulum 1947 menekankan nasionalisme dan keterampilan praktis; Kurikulum 1964 fokus pada Pancawardhana sebagai sistem pendidikan karakter yang menyeluruh; Kurikulum 1968 menegaskan pembentukan manusia Pancasila dengan integrasi nilai moral, kewarganegaraan, dan keterampilan. Sementara itu, Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas lebih bagi sekolah dan guru dalam mengembangkan karakter sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendekatan antar kurikulum, kesamaan tujuan utama tetap terlihat, yaitu membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman. Penerapan pendidikan karakter yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
MANAJEMEN TEACHING FACTORY DALAM PENINGKATAN MUTU KONSENTRASI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO Ngusman, Ngusman; Egar, Ngasbun; Wuryandini, Endang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i3.16245

Abstract

ABSTRAKLatar belakang masalah bahwa tujuan SMK adalah mencetak sumber daya manusia lulusan SMK yang kompeten dan siap memasuki ke DUDIKA serta menciptakan lapangan kerja sendiri.  Maka SMK dituntut mampu memebekali lulusannya dengan kompetensi yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di DUDIKA. Kenyataannya data tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 9 November 2022 menyatakan tahun 2021 pengangguran dari lulusan SMK paling tinggi yaitu 11,13%. Kompetensi yang dipelajari di sekolah belum sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di DUDIKA. Maka perlu adanya link match antara sekolah dengan DUDIKA, salah satu programnya adalah penerapan teaching factory. Dalam tata kelola teaching factory, perlu ada manajemen teaching factory yang baik sehingga bisa meningkatkan mutu konsentrasi keahlian di SMK. Untuk itu SMK Negeri 2 Bawang Kabupaten Banjarnegara menerapkan manajemen teaching factory yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan untuk meningkatkan mutu konsentrasi keahlian. Tujuan penelitian ini berdasarkan pada fokus dan sub fokus penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis manajen teaching factory yang meliputi perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pengawasan untuk meningkatkan mutu Konsentrasi Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Bawang Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan) meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa perencanaan (planning) teaching factory secara umum sudah dilaksanakan dengan baik. Organisasi (organizing) teaching factory sudah dilaksanakan sesuai SOP. Pelaksanaan (actuating) sudah dilaksanakan sesuai SOP. Pengawasan (controlling) secara umum sudah dilakukan dengan baik. Temuan dari penelitian ini adalah dalam perencanaan belum ada perencanaan keterserapan lulusan di DUDIKA. Produk berupa lampu LED dan speaker aktif baru memenuhi 3 Capaian Pembelajaran (CP) dari 5 CP di KOSP Kurikulum Merdeka. Produk tersebut juga sudah menghantarkan pencapaian kompetensi pada skema KKNI level II kompetensi keahlian Teknik Audio Video. Tata kelola pemasaran produk teaching factory belum menggunakan BLUD. Dalam pelaksanaannya, produk belum dibuat secara kontinyu, penerapan budaya 5R belum dilaksanakan semuanya di Konsentrasi Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Bawang. Kata kunci: manajemen teaching factory, produk, kompetensi.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI Rowaji, Muhamad; Nurkolis, Nurkolis; Egar, Ngasbun
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i3.15457

Abstract

ABSTRAK: Rumusan masalah penelitian 1) adakah pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri di Kabupaten Batang; 2) adakah pengaruh yang signifikan budaya kerja terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri di Kabupaten Batang; 3) adakah pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah dan budaya kerja terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri di Kabupaten Batang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji prasyarat meliputi uji normalitas, linieritas, uji heteroksidasitas, dan uji hipotesis meliputi uji korelasi, uji dimensi dan uji regresi sederhana dan ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) gaya kepemimpinan Kepala Sekolah berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Batang, berdasarkan nilai F-hitung 541,181 Ftabel 3,98 dan nilai sig 0,000 0,05 dengan nilai korelasi 0,928. menunjukkan bahwa antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja guru memiliki keeratan hubungan yang kuat. Gaya kepemimpinan memiliki kontribusi pengaruh 86,2% terhadap motivasi kerja guru.2)                          Budaya kerja berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Batang, memiliki keeratan hubungan yang sangat kuat. Hasil koefisien determinasi 0,885. menunjukkan budaya kerja memiliki kontribusi pengaruh sebesar 88,5%. 3) Secara bersama-sama gaya kepemimpinan dan budaya kerja berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Batang, dengan nilai korelasi 0,956 menunjukkan bahwa antara gaya kepemimpinan dan budaya kerja secara bersama-sama dengan motivasi kerja guru memiliki keeratan hubungan sangat kuat. Hasil koefisien determinasi 0,913 menunjukkan gaya kepemimpinan dan budaya kerja secara bersama-sama memiliki kontribusi pengaruh 91,3% terhadap motivasi kerja guru.Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah dan budaya kerja terhadap motivasi kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Se-Kabupaten Batang. Saran: para pemangku kebijakan perlu meningkatkan secara bersama sama gaya kepemimpinan dan budaya kerja untuk dapat mendorong  motivasi kerja guru. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Budaya Kerja dan Motivasi Kerja Guru
Kontribusi Kompetensi Kepala Sekolah dan Ketersediaan Sarana Prasarana terhadap Peningkatan Mutu Akademik Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bulu Mugirah; Egar, Ngasbun; Abdullah, Ghufron
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5964

Abstract

Mutu akademik sekolah dasar merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan sistem pendidikan dasar di Indonesia. Peningkatan mutu akademik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal peserta didik, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti kompetensi manajerial kepala sekolah dan ketersediaan sarana serta prasarana pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kontribusi kompetensi kepala sekolah terhadap mutu akademik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena berorientasi pada pengukuran hubungan antar variabel dengan menggunakan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Guru pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang berjumlah 156 Guru. Sampel penelitian diambil secara acak berjumlah 118 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional kepala sekolah dan sarana prasarana secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu akademik. Kompetensi kepala sekolah (X1) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap mutu akademik sekolah dasar. Setiap peningkatan 1 unit kompetensi kepala sekolah akan meningkatkan mutu akademik sebesar 0,512 unit. Dengan nilai t hitung 9,842 (p < 0,05), variabel X1 terbukti sebagai faktor dominan dalam model, dibandingkan dengan sarana prasarana (X2) yang memiliki koefisien 0,374. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional kepala sekolah dan ketersediaan sarana prasarana berkontribusi signifikan terhadap mutu akademik Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bulu. Kebaruan studi terletak pada pendekatan simultan dua faktor dalam konteks pendidikan dasar di daerah non-perkotaan dengan analisis kuantitatif. Secara teoritis, hasil ini memperkuat konsep manajemen berbasis mutu, dan secara praktis merekomendasikan penguatan kompetensi kepala sekolah serta pemerataan sarana prasarana oleh pemerintah.
Causal Model of the Influence of Instructional Leadership, Teacher Competence, and Work Culture for Educational Quality in Public Junior High Schools Widayati, Wiwik; Maryanto; Egar, Ngasbun
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 8 No. 2 (2025): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v8i2.101968

Abstract

Despite extensive process improvement efforts, educational quality often lags, indicating a gap between managerial routines and uneven learning outcomes. Closing this gap requires an integrated perspective that links instructional leadership, teacher professional competence, and work culture as a single quality system. This study aimed to analyze the causal model of the influence of instructional leadership, teacher competence, and work culture on educational quality in public junior high schools. This study used a quantitative correlational design with proportional random sampling of 173 teachers. Data were collected through validated and reliable questionnaires and analyzed using descriptive statistics, correlation, multiple regression, and path analysis; all analytical assumptions were met. The results showed that all three constructs were positively and significantly associated with educational quality; simultaneously, the model explained a significant portion of the variation, with teacher competence emerging as the strongest predictor. The path analysis showed that leadership influences operate directly and indirectly through teacher competence and work culture, making synergy between constructs key. This study validates the integrated causal model of school quality. Theoretically, the findings clarify the pathways of influence between components. In practical terms, the implication is that the quality improvement agenda needs to combine programmed leadership routines, practice-based professional development, and the cultivation of collaboration, innovation, and disciplined, sustainable, and accountable follow-up.
The Influence of the Roles of School Supervisors, Principals, and School Committees on the Quality of Public Elementary Schools in Rembang District Rembang Regency Dianti, Wahyuni Rahma; Egar, Ngasbun; Abdullah, Ghufron
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.5.p.3652-3663

Abstract

The quality of public elementary schools in Rembang District, Rembang Regency, varies considerably, with some schools achieving high performance while others continue to face challenges in literacy, numeracy, and character development. This situation underscores the importance of examining the contributions of school supervisors, principals, and school committees to school quality. This study aims to analyze the influence of these three roles on the quality of public elementary schools. A quantitative approach with a survey method was used, involving 188 teachers from 42 schools selected through proportional random sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire and analyzed with simple and multiple regression techniques. Results show that, partially, the roles of school supervisors and principals significantly influence school quality (p = 0.001 and p = 0.004), but with negative regression coefficients, while the school committee’s role is not significant (p = 0.800). Simultaneously, the three roles significantly affect school quality (p = 0.000) with an R² of 8.8%. Strengthening leadership, supervision, and committee involvement is essential for sustainable improvement.
Collaborative Communication Patterns of Parents and Teachers in Strengthening Students’ Learning Motivation: A Case Study at SD Muhammadiyah 01 Kandang Panjang Nafiaty, Ida; Egar, Ngasbun; Soedjono, Soedjono
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.5.p.3997-4009

Abstract

This study aims to explore the communication patterns between parents and teachers in fostering students’ learning motivation at SD Muhammadiyah 01 Kandang Panjang, Pekalongan City. Employing a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, class teachers, and parents. The findings reveal three main communication channels: formal (monthly class parent association meetings), semi-formal (digital media such as WhatsApp), and informal (drop-off/pick-up interactions, personal phone calls, and home visits). These channels operate synergistically, enabling the timely exchange of information, strengthening emotional bonds, and enhancing parental involvement in the learning process. Effective communication was characterized by openness, message clarity, prompt feedback, and consistency, which contributed to increased student motivation, as indicated by improved participation, discipline, confidence, and active engagement in class. Challenges, including time constraints, low digital literacy, and limited parental participation, were addressed through flexible scheduling, home visits, and parental digital literacy training. The novelty of this study lies in the integration of three communication channels adapted to the sociocultural context of a faith-based elementary school. This model offers practical insights for developing adaptive school–home collaboration to foster students’ intrinsic and extrinsic motivation.
The Influence of Instructional  Leadership and Data-Based Planning on School Quality: A Study of Public Elementary Schools in Gunem District Rembang Regency Fibrianti, Ummil Makarim; Egar, Ngasbun; Abdullah, Ghufron
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.5.p.4010-4021

Abstract

Improving the quality of basic education is an essential foundation for developing competitive human resources. However, many schools face persistent challenges, particularly related to leadership effectiveness and the limited use of data in planning. This study aims to examine the influence of instructional leadership and data-based planning on the quality of public elementary schools in Gunem District, Rembang Regency. The research employed a quantitative explanatory approach with a sample of 108 respondents, consisting of principals and teachers selected through proportional random sampling. Data were collected using a validated Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results show that both instructional leadership and data-based planning have a positive and significant effect on school quality, both individually and simultaneously. The simultaneous test revealed that the two variables together explained 35.6% of the variance in school quality, demonstrating their complementary impact. In conclusion, strong instructional leadership combined with systematic data-driven planning substantially improves school quality, while other external factors also play a role in achieving sustainable educational improvement.  
Co-Authors A.Y. Soegeng Ysh Abdul Majid Agustin, Tri Fena Susi Akhmad Sodiq Aryo Andri Nugroho Astuti, Anastasia Nana Astuti, Ima Puji Astutiningtyas, Dewi Nur Laksmi Azifah, Nurul Binarum, Bangun Anggit Dewi Ratnawati Dhananjaya, Putu Aditya Dianti, Wahyuni Rahma Dini Lestari, Dini Dwi Setyaningsih Dyah Nugrahani EKAWATI, HERLINA Eko Pujiono Endang Wuryandini, Endang Entika Fani Prastikawati Fadilah, Memik Nor Fandholi, Fandholi Fibrianti, Ummil Makarim Ghufron Abdullah Ginting, Rosalina Br. Hadi, Isman Hakim, Abdul Malik Ismiati, Nanik Juliejantiningsih , Yovitha Juliejantiningsih, Yovitha Karima, Festi Himatu Khoirurriza, Muhammad Kristiani, Bibiana Kurniasari, Lusi Kurniawati, Annisa Listyowati Listyowati Maryanto Maryanto - Maylano F, Reza Minawati, Madinatun Mubariyin, Mubariyin MUCHAMMAD FAIZIN Mugirah Mujib, Ali Munadhiroh, Siti Nafiaty, Ida Nazla Maharani Umaya Negoro, Sriwari Ngatini Ngatini, Ngatini Ngurah Ayu Nyoman Murniati Ngusman Ngusman Nurhayati, Rina Nurkolis Nurkolis, Nurkolis Pujiastuti, Prasetiyani Purwosaputro , Supriyono Putri, Dania Rahmawati Sukmaningrum Rasini, Rasini Riyatiningrum, Riyatiningrum Rohbiyatun, Haidar Rowaji, Muhamad Rudiyanto, Sigit Ruri Wijayanti Sari, Nur Inda Setyaningsih, Wuri Nurkhayati Siah, Ina Siti Musarokah Soedjono Soedjono Sugiyanto - Sulistiyahati, Afina Tri Winarti Tristiandari, Hana Usriyah, Endang Utami, Kurnia Sari Widyawati, Wiwik Dwi Wiwik Widayati Wiyaka Wiyaka Yovitha Yuliejantiningsih, Yovitha Ysh, AY Soegeng Yuli Kurniati Werdiningsih, Yuli Kurniati Yuliyanti, Aida