Claim Missing Document
Check
Articles

PROFESIONALISME GURU DAN TANTANGANYA DI ERA KURIKULUM DEEP LEARNING: PROFESIONALISME GURU DAN TANTANGANYA DI ERA KURIKULUM DEEP LEARNING Faizin, Faizin; Egar, Ngasbun; Wuryandini, Endang
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 9 No. 2 (2025): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes partially and simultaneously the influence of principal leadership, work culture, and motivation on the professionalism of junior high school teachers in sub-rayon 01 Grobogan Regency in the Deep Learning Curriculum Era. This study uses a quantitative approach with an explanatory research type. The study population was 292 teachers, with a sample of 166 teachers selected using proportional random sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The results showed that respondents' perceptions of principal leadership and work culture were in the good category, while perceptions of work motivation and teacher professionalism were in the very good category. Hypothesis testing showed that principal leadership, work culture, and work motivation partially influenced teacher professionalism. Principal leadership was strongly correlated and contributed 60.7%. Work culture was strongly correlated and contributed 61.4%. Motivation was very strongly correlated and contributed 73.2% to teacher professionalism. Together, principal leadership, work culture, and work motivation were very strongly correlated and contributed 82.5% to teacher professionalism. In conclusion, optimizing teacher professionalism in the deep learning curriculum era requires a holistic and integrated approach. Transformational, communicative and appropriate leadership of the principal in making decisions, a work culture that includes behavioral values, norms and organizational climate, and high internal and external motivation of teachers are important factors that are interrelated and influence teacher professionalism. By paying attention to these three aspects, it is hoped that the quality of teachers and education in Indonesia can continue to improve.
PENGEMBANGAN SEKOLAH RAMAH ANAK BAGI GUGUS GAJAH MADA KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG Egar, Ngasbun; Nugrahani, Dyah; Werdiningsih, Yuli Kurniati
WIDHARMA - Jurnal Pengabdian Widya Dharma Vol. 4 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Widya Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54840/widharma.v4i02.233

Abstract

The program is aimed at developing child friendly school for some schools belong to Gajah Mada Group in Batang Region. The team gives some trainings to the teachers. The materials of the training are the child friendly education concept (provision, protection, and participation); the indicators of child friendly school; and the management to develop the child friendly school. The training examines some methods, they are lecturing, discussion, accompaniment, and monitoring. After the training was done, it can be achieved that 1) all the teachers joined the lecturing on child friendly education principle; 2) a hundred precent or all the teachers take part in discussion on developing child friendly school; 3) 80% of the teachers understand the concept of child friendly education; 4) 80% of the teachers have the sufficient knowledge of child friendly school; and 5) the teachers have implemented the principles of child friendly education through the school’s program.
MANAJEMEN PROYEK SUDUT BACA DIGITAL: STUDI KASUS IMPLEMENTASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SISWA Binarum, Bangun Anggit; Egar, Ngasbun; Wuryandini, Endang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i2.22552

Abstract

Literasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan produktif yang sangat dibutuhkan peserta didik di era abad ke-21. Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini melalui program yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen proyek Sudut Baca Digital (SuBaDi) dalam meningkatkan keterampilan literasi produktif siswa di SD Negeri Tambakrejo 01 Kota Semarang. Fokus penelitian mencakup empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, penyajian data, keabsahan data dengan kondensasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tahap perencanaan dilakukan dengan mengintegrasikan program SuBaDi dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berdasarkan data Rapor Pendidikan; (2) pengorganisasian dilaksanakan dengan membentuk tim pelaksana dan pembagian tugas yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua; (3) pelaksanaan program menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam membaca dan menghasilkan karya digital berbasis bacaan; dan (4) pengawasan dilakukan melalui evaluasi rutin dan analisis Rapor Pendidikan. Program ini berhasil meningkatkan skor literasi siswa dari 50 (tahun 2022) menjadi 88,89 (tahun 2024), serta memperkuat budaya literasi digital di lingkungan sekolah. Dengan demikian, manajemen proyek SuBaDi dinyatakan efektif dalam mendukung peningkatan literasi produktif siswa sekolah dasar.
PERBANDINGAN KURIKULUM 1947, 1964, 1968 DAN KURIKULUM MERDEKA DALAM KONTEKS PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER Pujiono, Eko; Rohbiyatun, Haidar; Sulistiyahati, Afina; Tristiandari, Hana; Nurhayati, Rina; Agustin, Tri Fena Susi; Listyowati, Listyowati; Egar, Ngasbun
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i2.23166

Abstract

Pendidikan karakter merupakan bagian esensial dalam pembentukan kepribadian dan moralitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendidikan karakter dalam tiga kurikulum nasional Indonesia Kurikulum 1947, 1964, dan 1968 serta Kurikulum Merdeka sebagai pendekatan terbaru. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (library research), dengan teknik analisis konten terhadap literatur historis, kebijakan pendidikan, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap kurikulum mencerminkan dinamika sosial-politik zamannya dan memiliki pendekatan berbeda dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Kurikulum 1947 menekankan nasionalisme dan keterampilan praktis; Kurikulum 1964 fokus pada Pancawardhana sebagai sistem pendidikan karakter yang menyeluruh; Kurikulum 1968 menegaskan pembentukan manusia Pancasila dengan integrasi nilai moral, kewarganegaraan, dan keterampilan. Sementara itu, Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas lebih bagi sekolah dan guru dalam mengembangkan karakter sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendekatan antar kurikulum, kesamaan tujuan utama tetap terlihat, yaitu membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman. Penerapan pendidikan karakter yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
MANAJEMEN TEACHING FACTORY DALAM PENINGKATAN MUTU KONSENTRASI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO Ngusman, Ngusman; Egar, Ngasbun; Wuryandini, Endang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i3.16245

Abstract

ABSTRAKLatar belakang masalah bahwa tujuan SMK adalah mencetak sumber daya manusia lulusan SMK yang kompeten dan siap memasuki ke DUDIKA serta menciptakan lapangan kerja sendiri.  Maka SMK dituntut mampu memebekali lulusannya dengan kompetensi yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di DUDIKA. Kenyataannya data tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 9 November 2022 menyatakan tahun 2021 pengangguran dari lulusan SMK paling tinggi yaitu 11,13%. Kompetensi yang dipelajari di sekolah belum sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di DUDIKA. Maka perlu adanya link match antara sekolah dengan DUDIKA, salah satu programnya adalah penerapan teaching factory. Dalam tata kelola teaching factory, perlu ada manajemen teaching factory yang baik sehingga bisa meningkatkan mutu konsentrasi keahlian di SMK. Untuk itu SMK Negeri 2 Bawang Kabupaten Banjarnegara menerapkan manajemen teaching factory yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan untuk meningkatkan mutu konsentrasi keahlian. Tujuan penelitian ini berdasarkan pada fokus dan sub fokus penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis manajen teaching factory yang meliputi perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pengawasan untuk meningkatkan mutu Konsentrasi Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Bawang Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan) meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa perencanaan (planning) teaching factory secara umum sudah dilaksanakan dengan baik. Organisasi (organizing) teaching factory sudah dilaksanakan sesuai SOP. Pelaksanaan (actuating) sudah dilaksanakan sesuai SOP. Pengawasan (controlling) secara umum sudah dilakukan dengan baik. Temuan dari penelitian ini adalah dalam perencanaan belum ada perencanaan keterserapan lulusan di DUDIKA. Produk berupa lampu LED dan speaker aktif baru memenuhi 3 Capaian Pembelajaran (CP) dari 5 CP di KOSP Kurikulum Merdeka. Produk tersebut juga sudah menghantarkan pencapaian kompetensi pada skema KKNI level II kompetensi keahlian Teknik Audio Video. Tata kelola pemasaran produk teaching factory belum menggunakan BLUD. Dalam pelaksanaannya, produk belum dibuat secara kontinyu, penerapan budaya 5R belum dilaksanakan semuanya di Konsentrasi Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 2 Bawang. Kata kunci: manajemen teaching factory, produk, kompetensi.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI Rowaji, Muhamad; Nurkolis, Nurkolis; Egar, Ngasbun
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i3.15457

Abstract

ABSTRAK: Rumusan masalah penelitian 1) adakah pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri di Kabupaten Batang; 2) adakah pengaruh yang signifikan budaya kerja terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri di Kabupaten Batang; 3) adakah pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah dan budaya kerja terhadap motivasi kerja guru di SMK Negeri di Kabupaten Batang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji prasyarat meliputi uji normalitas, linieritas, uji heteroksidasitas, dan uji hipotesis meliputi uji korelasi, uji dimensi dan uji regresi sederhana dan ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) gaya kepemimpinan Kepala Sekolah berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Batang, berdasarkan nilai F-hitung 541,181 Ftabel 3,98 dan nilai sig 0,000 0,05 dengan nilai korelasi 0,928. menunjukkan bahwa antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja guru memiliki keeratan hubungan yang kuat. Gaya kepemimpinan memiliki kontribusi pengaruh 86,2% terhadap motivasi kerja guru.2)                          Budaya kerja berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Batang, memiliki keeratan hubungan yang sangat kuat. Hasil koefisien determinasi 0,885. menunjukkan budaya kerja memiliki kontribusi pengaruh sebesar 88,5%. 3) Secara bersama-sama gaya kepemimpinan dan budaya kerja berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Batang, dengan nilai korelasi 0,956 menunjukkan bahwa antara gaya kepemimpinan dan budaya kerja secara bersama-sama dengan motivasi kerja guru memiliki keeratan hubungan sangat kuat. Hasil koefisien determinasi 0,913 menunjukkan gaya kepemimpinan dan budaya kerja secara bersama-sama memiliki kontribusi pengaruh 91,3% terhadap motivasi kerja guru.Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah dan budaya kerja terhadap motivasi kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Se-Kabupaten Batang. Saran: para pemangku kebijakan perlu meningkatkan secara bersama sama gaya kepemimpinan dan budaya kerja untuk dapat mendorong  motivasi kerja guru. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Budaya Kerja dan Motivasi Kerja Guru
THE INFLUENCE OF THE ROLES OF SCHOOL SUPERVISORS AND PRINCIPALS ON THE QUALITY OF PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL: A CASE STUDY IN REMBANG DISTRICT REMBANG REGENCY Dianti, Wahyuni Rahma; Egar, Ngasbun; Abdullah, Ghufron
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6021

Abstract

This study aims to examine the influence of the roles of school supervisors and principals on the quality of public elementary schools in Rembang District, Rembang Regency. Using a quantitative correlational approach, data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 188 teachers from 45 public elementary schools. The research focuses on three main variables: school quality (dependent), the role of school supervisors, and the role of principals (independent). The results indicate that both school supervisors and principals have a statistically significant influence on school quality, both partially and simultaneously. However, the direction of influence is negative, suggesting that increased perception of their roles tends to appear in schools experiencing lower performance. Factor analysis reveals that managerial supervision by supervisors and the supervisory role of principals are the most dominant dimensions perceived by teachers. The novelty of this study lies in its finding that strong perceived leadership roles do not always correlate positively with school quality, especially when such roles are implemented as responses to existing problems. The study is limited by its use of perception-based data and cross-sectional design. Future research is recommended to adopt mixed methods, include objective school quality indicators, and use longitudinal data for broader and deeper insights
The Motivational Trifecta: Empirical Study Of Industrial Culture, Internships, And Learning Community In Vocational Teacher Engagement Waryanto, Waryanto; Maryanto, Maryanto; Egar, Ngasbun
Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam ARJMPI Vol 4, No 3, August 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/rosikhun.v4i3.32921

Abstract

Teachers’ work motivation is a critical factor directly impacting their performance, job satisfaction, and a school's overall success. Furthermore, the integration of Seiri industrial culture, which emphasizes organization and efficiency, with teacher internship programs is a key strategy for vocational schools to prepare graduates with the practical competencies and professional work ethic needed by modern industries. This research was designed to analyze the influence of industrial culture, productive teacher internship programs, and learning communities on the work motivation of vocational high school (Sekolah Menengah Kejuruan, SMK) teachers across Kendal Regency, both partially and simultaneously. Employing a quantitative approach with an explanatory research design, the study encompassed all public and private vocational high schools in Kendal Regency, Central Java Province, totaling 29 institutions. The population of this research comprised 315 productive teachers. A sample of 176 teachers was determined through the application of the Slovin formula. Proportional sampling was the technique utilized for sample selection. Data collection was conducted via questionnaires. The data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The findings of this research indicate that industrial culture, productive teacher internship programs, and learning communities exert a positive and significant influence on the work motivation of vocational high school teachers in Kendal Regency, both partially and simultaneously. This research significantly contributes to the fields of educational psychology and human resource management by providing a robust theoretical framework and empirical evidence on the factors influencing teacher work motivation in vocational education.
Kontribusi Kompetensi Kepala Sekolah dan Ketersediaan Sarana Prasarana terhadap Peningkatan Mutu Akademik Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bulu Mugirah; Egar, Ngasbun; Abdullah, Ghufron
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5964

Abstract

Mutu akademik sekolah dasar merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan sistem pendidikan dasar di Indonesia. Peningkatan mutu akademik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal peserta didik, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti kompetensi manajerial kepala sekolah dan ketersediaan sarana serta prasarana pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kontribusi kompetensi kepala sekolah terhadap mutu akademik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena berorientasi pada pengukuran hubungan antar variabel dengan menggunakan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Guru pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang berjumlah 156 Guru. Sampel penelitian diambil secara acak berjumlah 118 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional kepala sekolah dan sarana prasarana secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu akademik. Kompetensi kepala sekolah (X1) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap mutu akademik sekolah dasar. Setiap peningkatan 1 unit kompetensi kepala sekolah akan meningkatkan mutu akademik sebesar 0,512 unit. Dengan nilai t hitung 9,842 (p < 0,05), variabel X1 terbukti sebagai faktor dominan dalam model, dibandingkan dengan sarana prasarana (X2) yang memiliki koefisien 0,374. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional kepala sekolah dan ketersediaan sarana prasarana berkontribusi signifikan terhadap mutu akademik Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bulu. Kebaruan studi terletak pada pendekatan simultan dua faktor dalam konteks pendidikan dasar di daerah non-perkotaan dengan analisis kuantitatif. Secara teoritis, hasil ini memperkuat konsep manajemen berbasis mutu, dan secara praktis merekomendasikan penguatan kompetensi kepala sekolah serta pemerataan sarana prasarana oleh pemerintah.
The Influence of Principal’s Instructional Leadership, Infrastructure, and Teacher Professional Development on the Quality of Learning in Senior High School Retnawati, Lina; Egar, Ngasbun; Br Ginting, Rosalina
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.557

Abstract

This study aims to analyze the influence of principal instructional leadership, infrastructure, and teacher professional development on learning quality in public senior high schools (SMA Negeri) in Blora Regency. A quantitative approach with an associative research design was employed to examine the relationship between these variables. The research involved 200 teachers as respondents, selected through proportional random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using descriptive and inferential statistical methods, with the assistance of SPSS Statistics Version 26. The findings reveal that all three independent variables significantly influence learning quality. Principal instructional leadership has a strong positive effect on learning quality, with a correlation coefficient of 0.918 and an impact of 84.2%. Infrastructure also plays a crucial role, showing a correlation coefficient of 0.872 and contributing 76% to learning quality. Teacher professional development demonstrates a strong correlation of 0.890, influencing 79.2% of learning quality. The multiple regression analysis indicates that these three factors simultaneously explain 86.6% of the variance in learning quality, while the remaining 13.4% is influenced by other factors outside the model. The study concludes that effective principal instructional leadership, adequate infrastructure, and continuous teacher professional development are key determinants in enhancing learning quality. Schools with strong leadership, well-maintained facilities, and active teacher training programs tend to achieve higher educational outcomes. These findings emphasize the importance of a holistic approach in improving learning quality through leadership empowerment, facility enhancement, and professional teacher development. Future research is recommended to explore additional factors affecting learning quality, such as curriculum implementation, student motivation, and parental involvement. Policymakers and school administrators should prioritize leadership training, facility investment, and professional development programs to optimize the quality of education in Blora Regency and beyond.
Co-Authors A.Y. Soegeng Ysh Abdul Majid Agustin, Tri Fena Susi Andri, Aryo Astuti, Anastasia Nana Astuti, Anita Yuli Astuti, Ima Puji Astutiningtyas, Dewi Nur Laksmi Azifah, Nurul Binarum, Bangun Anggit Br Ginting, Rosalina Dewi Ratnawati Dhananjaya, Putu Aditya Dianti, Wahyuni Rahma Dini Lestari, Dini Dwi Setyaningsih Dyah Nugrahani EKAWATI, HERLINA Eko Pujiono Endang Wuryandini, Endang Entika Fani Prastikawati Fadilah, Memik Nor Fandholi, Fandholi Faradella, Niken Emiria Fibrianti, Ummil Makarim Fitri Yulianti Ghufron Abdullah Ginting, Rosalina Br. Hadi, Isman Hakim, Abdul Malik Ismiati, Nanik Juliejantiningsih , Yovitha Juliejantiningsih, Yovitha Karima, Festi Himatu Khoirurriza, Muhammad Kristiani, Bibiana Kurniawati, Annisa Linarto Listyowati Listyowati Maryanto Maryanto - Maylano F, Reza Minawati, Madinatun Mubariyin, Mubariyin MUCHAMMAD FAIZIN Mugirah Mujib, Ali Munadhiroh, Siti Nafiaty, Ida Nazla Maharani Umaya Negoro, Sriwari Ngatini Ngatini, Ngatini Ngurah Ayu Nyoman Murniati Ngusman Ngusman Nurhayati, Rina Nurkolis Nurkolis, Nurkolis Pujiastuti, Prasetiyani Purwosaputro , Supriyono Putri, Dania Rahmawati Sukmaningrum Rasini, Rasini RETNAWATI, LINA Riyatiningrum, Riyatiningrum Rohbiyatun, Haidar Rowaji, Muhamad Rudiyanto, Sigit Sari, Nur Inda Setyaningsih, Wuri Nurkhayati Siah, Ina Siti Musarokah Soedjono Soedjono Sugiyanto - Sulistiyahati, Afina Tri Winarti Tristiandari, Hana Usriyah, Endang Utami, Kurnia Sari Warsiyatun, Warsiyatun Waryanto, Waryanto Widyawati, Wiwik Dwi Wiwik Widayati Wiyaka Wiyaka Yovitha Yuliejantiningsih, Yovitha Ysh, AY Soegeng Yuli Kurniati Werdiningsih, Yuli Kurniati