Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Ekplorasi Etnomatematika Dalam Gerakan Silek Tuo Minangkabau di Bengkulu Hidayat, Rachmat; Ramadianti, Winda; Kashardi, Kashardi
Jurnal Pendidikan Matematika : Judika Education Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika:Judika Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/hsnpxm05

Abstract

This study aims to explore the ethnomathematic elements contained in the traditional martial arts movements of Silek Tuo Minangkabau which developed in Bengkulu. The method used is a qualitative approach with ethnographic methods, which includes problem formulation, case selection, information gathering from reliable sources, data collection through direct observation at Silek Tuo schools, in-depth interviews with professors and students, as well as visual documentation and in-depth data analysis. The results of the study indicate that several movements such as horse stances, salutes, hand strikes, baling atas, baling bawah, and batuang contain mathematical concepts, especially the concept of angles (acute, obtuse, right) and geometric shapes such as triangles. In conclusion, the movements in Silek Tuo not only represent cultural and martial values, but also have the potential as contextual media in local culture-based mathematics learning.   Keywords : Exploration, Ethnomathematics, Traditional, Silek Tuo, Minangkabau
Analysis of Mathematical Concepts in the Traditional Palak Babi Game of Bengkulu Province Harahap, Mardhatillah Hafidzah; Risnanosanti, Risnanosanti; Kashardi, Kashardi
Unnes Journal of Mathematics Education Vol. 13 No. 1 (2024): Reguler Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rqwssw44

Abstract

Analysis of Mathematical Concepts in the Traditional Palak Babi Game of Bengkulu Province. Culture is the identity of a nation that is formed from values, beliefs, customs, and norms that are held firmly and passed down from generation to generation. The culture of a region is reflected in various aspects of people's lives, one of which is through traditional games in Bengkulu Province. The traditional game is the traditional Palak Babi game, which effectively contributes to building mathematical concepts. Mathematical concepts appear in society and culture. Ethnomathematics is the study of mathematical concepts in traditional games as a culture. The purpose of this research was to analyze the mathematical concepts that were naturally involved in the traditional Palak Babi game. The method used in this research was the descriptive qualitative method. The concepts include measurement, comparison, addition, multiplication, and angles. Thus, the traditional Palak Babi game as part of culture contains valuable ethnomathematical values. Therefore, it can provide new insights into developing more contextualized mathematics learning strategies and expand understanding of mathematics.
STRATEGI GERAKAN CEGAH STUNTING MENGGUNAKAN METODE PENYULUHAN DI DESA LUBUK BELIMBING 1 BENGKULU Riwayati, Selvi; Lestari, Teri; Ariani, Nyayu Masyita; Masri, Masri; Kashardi, Kashardi; Ramadianti, Winda; Syofiana, Mardiah
JE (Journal of Empowerment) Vol 3, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v3i1.2095

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi masalah dunia karena implikasinya menentukan masa depan bangsa. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki tingat prevalensi stunting tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka prevalensi stunting tercatat 8,7 juta (30,7%) bayi berumur bawah lima tahun (balita) stunting. Angka ini masih jauh dari angka target yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), seharusnya angka stunting tidak lebih dari 20%. Kendala pelaksanaan pencapaian target penurunan stunting antara lain belum tersedianya strategi komprehensif untuk dijabarkan dalam pelaksanaan program intervensi mendukung pencegahan stunting, mulai perbaikan gizi dan kesehatan ibu dan anak balita pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Metoda ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik Ceramah Penyuluhan, Analytical Hierarchy Process (AHP) dan SWOT penentuan alternatif program intervensi dan strategi yang efektif untuk percepatan penurunan stunting. Hasil menunjukkan program intervensi sasaran utama peningkatan pola asuh anak balita/bawah dua tahun (baduta) melalui program intervensi peningkatan status gizi.ABSTRACTStunting is a global problem because of its implications for determining the nation's future. Indonesia as a developing country has a high prevalence of stunting. According to Basic Health Research (Riskesdas) data in 2018, the prevalence of stunting was recorded at 8.7 million (30.7%) infants under five years of age (toddlers) experiencing stunting. This figure is still far from the target figure set by the WHO, the stunting rate should not be more than 20%. Obstacles in achieving the stunting reduction target include the unavailability of a comprehensive strategy to be described in the implementation of intervention programs to support stunting prevention, starting with improving nutrition and health of mothers and children under five in the first 1,000 days of life (1,000 HPK). This method uses a descriptive qualitative approach with the technique of Counseling Lectures, Analytical Hierarchy Process (AHP) and SWOT to determine alternative intervention programs and effective strategies to accelerate stunting reduction. The results show that the main target of the intervention program is to improve the parenting pattern of children under two years old (baduta) through an intervention program to improve nutritional status. 
PENGGUNAAN ALAT PERAGA OBIBUL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIB Siswanto, Rangga; Jumri, Rahmat; Ariani, Nyayu Masyita; Masri, Masri; Riwayati, Selvi; Kashardi, Kashardi; Adriadi, Rekho
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.24411

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas VIIB SMPN 25 Bengkulu Utara. Kegiatan pembelajaran ini di lakukan secara luring di awal semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 dengan melibatkan siswa kelas VIIB. Metode yang digunakan oleh penulis untuk membuat jurnal ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi. Artikel ini akan membahas penggunaan alat peraga obibul untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIB SMPN 25 Bengkulu Utara pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat
Model Pendidikan Di Negara Maju dan Berkembang Marleni, Linna; Pardini, Aan Soka; kristian, Deddi; Yudisman, Afrien; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4161

Abstract

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam membangun sumber daya manusia dan mendorong perkembangan sosial-ekonomi suatu bangsa. Penelitian ini membahas perbandingan sistem pendidikan antara negara maju dan negara berkembang dengan fokus pada enam aspek utama, yaitu akses pendidikan, kurikulum dan kualitas pembelajaran, profesionalisme dan kesejahteraan guru, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, pendanaan pendidikan, serta sistem evaluasi dan penilaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan telah menerapkan kebijakan pemerataan pendidikan secara efektif, didukung oleh sistem pendanaan yang kuat serta distribusi sarana prasarana yang merata. Kurikulum berbasis kompetensi, STEM, dan pembelajaran kontekstual menjadi pendekatan utama dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Guru memperoleh pelatihan profesional berkelanjutan serta kesejahteraan yang tinggi sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital semakin memperkuat model pembelajaran inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan siswa. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia, Nigeria, dan Filipina masih menghadapi ketimpangan akses pendidikan akibat kondisi geografis, ekonomi, dan infrastruktur yang belum merata. Kurikulum yang berorientasi hafalan, keterbatasan pelatihan guru, rendahnya literasi digital, serta ketergantungan pada ujian nasional menjadi tantangan utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Pendanaan yang terbatas serta rendahnya investasi pada riset pendidikan menyebabkan inovasi belum berkembang optimal. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi kebijakan secara komprehensif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan global.
Sistem Evaluasi dan Asesmen Pendidikan Perbandingan Indonesia dan Negara Lain Rahmadania, Rianti; Rahma, Isni Dwi; Iswandi, Wedi; Oktara, Yogi Rizki; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4163

Abstract

Sistem evaluasi dan asesmen pendidikan memegang peran penting dalam memastikan keberhasilan proses pembelajaran serta peningkatan kualitas pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif model evaluasi pendidikan di Indonesia dan beberapa negara maju, terutama terkait filosofi asesmen, instrumen, kebijakan tata kelola, serta dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal internasional, laporan kebijakan OECD dan UNESCO, serta dokumen resmi terkait asesmen nasional dan global, termasuk PISA. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara maju cenderung menerapkan asesmen holistik yang menekankan perkembangan kompetensi abad ke-21, karakter, kreativitas, dan kemampuan problem-solving melalui asesmen formatif dan autentik. Sebaliknya, praktik asesmen di Indonesia masih didominasi oleh ujian sumatif dan nilai akhir sebagai tolok ukur keberhasilan akademik. Implementasi ANBK menjadi langkah awal menuju asesmen yang lebih komprehensif, namun masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan fasilitas digital, kompetensi guru dalam asesmen formatif, dan kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan kualitas asesmen nasional, diperlukan penguatan kebijakan, pemerataan akses teknologi, dan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan. Hasil dari kajian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan asesmen yang lebih inklusif, adaptif, dan sejalan dengan kebutuhan global guna mendukung pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia.
Peran Pemerintah dan Kebijakan Pendidikan Perbandingan dengan Negara Lain Ningrum, Tri Rahayu Setya; Edwar, Yoni; Wibowo, Ari Isnu; Sularni, Sularni; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4280

Abstract

Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang cepat pada abad ke-21 menuntut setiap negara untuk memperkuat kebijakan pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan literat teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah dalam kebijakan pendidikan melalui perspektif perbandingan internasional dengan mengkaji model kebijakan di negara maju dan berkembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang menghimpun sumber ilmiah dari jurnal, buku, laporan internasional, dan dokumen resmi pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola kebijakan, efektivitas implementasi, serta praktik terbaik yang dapat dijadikan rujukan bagi Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura berhasil membangun sistem pendidikan berkualitas melalui tata kelola yang konsisten, profesionalisasi guru, pendanaan berbasis kebutuhan, serta integrasi digital yang kuat. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia dan India masih menghadapi tantangan kesenjangan pendidikan, keterbatasan infrastruktur, dan variasi kualitas guru. Meskipun Indonesia telah melaksanakan reformasi melalui Kurikulum Merdeka, digitalisasi sekolah, dan program peningkatan kompetensi guru, implementasinya belum merata. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan pemerataan kualitas guru, memperluas infrastruktur digital, serta memperkuat kolaborasi multisektor untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan kompetitif secara global. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Konsep dan Teori Perbandingan Sistem Pendidikan Rhomadoni, Indra Nur; Sugirad, Anang Erma Dona; Dahliah, Jeli; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4266

Abstract

Kajian mengenai sistem pendidikan global semakin penting seiring meningkatnya tuntutan abad ke-21 terhadap kualitas pembelajaran. Transformasi digital, globalisasi ekonomi, dan kebutuhan keterampilan kompleks menuntut adaptasi cepat dari guru dan peserta didik. Digitalisasi pendidikan menghadirkan ekosistem pembelajaran daring, platform interaktif, dan kecerdasan buatan yang mampu meningkatkan efektivitas proses belajar, namun juga menimbulkan tantangan pemerataan akses, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. Analisis komparatif sistem pendidikan memungkinkan identifikasi keunggulan dan kelemahan kebijakan, kurikulum, kualitas guru, serta sistem asesmen antarnegara, sehingga memberikan wawasan strategis bagi peningkatan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju menekankan pemerataan kualitas layanan, peningkatan kompetensi pendidik, kurikulum berbasis kompetensi, serta integrasi teknologi dalam praktik pembelajaran. Sebaliknya, negara berkembang masih berhadapan dengan kesenjangan kompetensi guru, keterbatasan akses teknologi, disparitas geografis, serta minimnya dukungan sarana pembelajaran. Transformasi digital dan penguatan profesionalisme guru menjadi faktor kunci dalam peningkatan hasil belajar. Selain itu, sistem asesmen yang berfokus pada literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dinilai mampu memperkuat proses evaluasi serta mendukung pengambilan keputusan pendidikan yang lebih akurat. Implementasi praktik terbaik dari negara maju yang disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan infrastruktur Indonesia menjadi strategi efektif dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan komparatif sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika dan tantangan global yang terus berkembang.
Studi Kasus Kebijakan Pendidikan Global hamida, elis; fauzan, fauzan; latifah, haniyatul; aroma, nellys; asmara, adi; kashardi, kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4097

Abstract

Perbandingan pendidikan antarnegara dalam konteks studi kasus kebijakan pendidikan global merupakan kajian yang sangat penting untuk memahami bagaimana proses globalisasi memengaruhi arah, struktur, dan praktik sistem pendidikan di berbagai negara. Globalisasi mendorong negara-negara untuk mengadopsi standar pendidikan internasional, seperti penguatan literasi global, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan indikator mutu pendidikan yang bersifat universal. Selain itu, globalisasi juga membuka ruang terjadinya pertukaran praktik terbaik (best practices) antarnegara sebagai upaya meningkatkan daya saing pendidikan di tingkat global. Melalui pendekatan pendidikan komparatif, kajian ini berupaya mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta bentuk adaptasi kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh berbagai negara dalam merespons tuntutan global sekaligus kebutuhan lokal yang beragam. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana kebijakan pendidikan global diinterpretasikan dan diimplementasikan sesuai dengan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik masing-masing negara. Studi ini juga menyoroti peran pendidikan internasional dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman global yang semakin relevan di era digital dan mobilitas tinggi. Selain itu, penelitian ini mengkaji perkembangan kebijakan pendidikan di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi dampak globalisasi, dengan fokus pada inovasi kurikulum, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan perbandingan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis dan praktis bagi para pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing internasional tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal dan tujuan pembangunan nasional.
Hubungan Ekonomi dan Sistem Pendidikan Perbandingan Dengan Negara Lain B, Andre Nofriady; Firmansyah, Hendri; Heri, Septen; Christiana , Yona; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4283

Abstract

Hubungan antara pembangunan ekonomi dan sistem pendidikan menjadi isu strategis dalam diskusi global, khususnya dalam lima tahun terakhir. Pendidikan dipandang sebagai motor utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Investasi pendidikan terbukti meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing nasional melalui penciptaan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks perubahan ekonomi global yang ditandai transformasi digital dan percepatan perkembangan teknologi, negara dituntut memiliki sistem pendidikan yang relevan, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan industri modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis keterkaitan antara perkembangan ekonomi dan sistem pendidikan melalui perbandingan internasional antara negara maju dan negara berkembang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara dengan investasi pendidikan tinggi, kurikulum terkini, kualitas pendidik yang baik, serta pemerataan akses pendidikan cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi stabil dan struktur tenaga kerja kompetitif. Perbandingan dengan Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Estonia menunjukkan bahwa kebijakan pemerataan, digitalisasi pendidikan, peningkatan literasi teknologi, serta penguatan pendidikan vokasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan akses pendidikan, skill mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri, pendanaan yang belum efisien, serta kesiapan pendidik dalam menghadapi era digital. Kajian ini menegaskan urgensi integrasi kebijakan pendidikan dengan strategi pembangunan ekonomi agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing di tengah dinamika global.
Co-Authors Ade Putra Tri Prima Adriadi, Rekho Ali Syahbana Aminuyati Aroma, Nellys Asbani Asbani Asmara, Adi Asmara, Adi Astuti, Asmi Atika Suri B, Andre Nofriady Bella Nandita Christiana , Yona Dahliah, Jeli Depi Fibriyanti Desiningsih, Rina Dewi Kurnia Edwar, Yoni Elmiana, Lisa Eriyanto, Eriyanto Erliya Ramayana Fauzan . Ferasinta Ferasinta Firmansyah, Hendri Fuadi, Diyoba Azhar Hadi, Janes Kurnia Hamida, Elis Harahap, Mardhatillah Hafidzah Hartati, Merri Sri Heri, Septen Idham Kamil Irwandi Irwandi Isnaeni Rofiah Istiana, Farika Iswandi, Wedi Jalaluddin Mahali Junita, Shinta Kristian, Deddi Latifah, Haniyatul Lestari, Teri Lisa Elmiana Mardiah Syofiana Mardiah Syofiana Marleni, Linna Masri Masri Masri Masri Merri Sri Hartati Mustika Indah Baitul Susanti Neti Kesumawati, Neti Ningrum, Tri Rahayu Setya Novita Sari Novita Sari Nyayu Masyita Ariani Oktara, Yogi Rizki Olivia Faradila Pardini, Aan Soka Poppy Lariski RACHMAT HIDAYAT Rahayu, Irmaning Rahma, Isni Dwi Rahmadania, Rianti Rahmat Jumri Rhomadoni, Indra Nur Rika Handayani Rina Desiningsih Risnanosanti Risnanosanti Ristontowi, Ristontowi Riwayati, Selvi Rizky Oka Sasmaya Sasmaya, Rizky Oka Selvi Riwayati Shinta Junita Siswanto, Rangga Soeviatulfitri Soeviatulfitri Sugirad, Anang Erma Dona Sularni, Sularni Suwarno Suwarno Syahbana, Ali Syahfitri, Jayanti Syofiana, Mardiah Wahyu Setyo Utomo Wibowo, Ari Isnu Winda Ramadianti, Winda Yandrizal Yandrizal Yolanda, Helpa Yossi Novita Yudisman, Afrien Yuriska Destania Zachriwan Zachriwan Zachriwan, Zachriwan