Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pemerintah dan Kebijakan Pendidikan Perbandingan dengan Negara Lain Ningrum, Tri Rahayu Setya; Edwar, Yoni; Wibowo, Ari Isnu; Sularni, Sularni; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4280

Abstract

Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang cepat pada abad ke-21 menuntut setiap negara untuk memperkuat kebijakan pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan literat teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah dalam kebijakan pendidikan melalui perspektif perbandingan internasional dengan mengkaji model kebijakan di negara maju dan berkembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang menghimpun sumber ilmiah dari jurnal, buku, laporan internasional, dan dokumen resmi pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola kebijakan, efektivitas implementasi, serta praktik terbaik yang dapat dijadikan rujukan bagi Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura berhasil membangun sistem pendidikan berkualitas melalui tata kelola yang konsisten, profesionalisasi guru, pendanaan berbasis kebutuhan, serta integrasi digital yang kuat. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia dan India masih menghadapi tantangan kesenjangan pendidikan, keterbatasan infrastruktur, dan variasi kualitas guru. Meskipun Indonesia telah melaksanakan reformasi melalui Kurikulum Merdeka, digitalisasi sekolah, dan program peningkatan kompetensi guru, implementasinya belum merata. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan pemerataan kualitas guru, memperluas infrastruktur digital, serta memperkuat kolaborasi multisektor untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan kompetitif secara global. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Konsep dan Teori Perbandingan Sistem Pendidikan Rhomadoni, Indra Nur; Sugirad, Anang Erma Dona; Dahliah, Jeli; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4266

Abstract

Kajian mengenai sistem pendidikan global semakin penting seiring meningkatnya tuntutan abad ke-21 terhadap kualitas pembelajaran. Transformasi digital, globalisasi ekonomi, dan kebutuhan keterampilan kompleks menuntut adaptasi cepat dari guru dan peserta didik. Digitalisasi pendidikan menghadirkan ekosistem pembelajaran daring, platform interaktif, dan kecerdasan buatan yang mampu meningkatkan efektivitas proses belajar, namun juga menimbulkan tantangan pemerataan akses, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. Analisis komparatif sistem pendidikan memungkinkan identifikasi keunggulan dan kelemahan kebijakan, kurikulum, kualitas guru, serta sistem asesmen antarnegara, sehingga memberikan wawasan strategis bagi peningkatan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju menekankan pemerataan kualitas layanan, peningkatan kompetensi pendidik, kurikulum berbasis kompetensi, serta integrasi teknologi dalam praktik pembelajaran. Sebaliknya, negara berkembang masih berhadapan dengan kesenjangan kompetensi guru, keterbatasan akses teknologi, disparitas geografis, serta minimnya dukungan sarana pembelajaran. Transformasi digital dan penguatan profesionalisme guru menjadi faktor kunci dalam peningkatan hasil belajar. Selain itu, sistem asesmen yang berfokus pada literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dinilai mampu memperkuat proses evaluasi serta mendukung pengambilan keputusan pendidikan yang lebih akurat. Implementasi praktik terbaik dari negara maju yang disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan infrastruktur Indonesia menjadi strategi efektif dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan komparatif sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika dan tantangan global yang terus berkembang.
Studi Kasus Kebijakan Pendidikan Global hamida, elis; fauzan, fauzan; latifah, haniyatul; aroma, nellys; asmara, adi; kashardi, kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4097

Abstract

Perbandingan pendidikan antarnegara dalam konteks studi kasus kebijakan pendidikan global merupakan kajian yang sangat penting untuk memahami bagaimana proses globalisasi memengaruhi arah, struktur, dan praktik sistem pendidikan di berbagai negara. Globalisasi mendorong negara-negara untuk mengadopsi standar pendidikan internasional, seperti penguatan literasi global, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan indikator mutu pendidikan yang bersifat universal. Selain itu, globalisasi juga membuka ruang terjadinya pertukaran praktik terbaik (best practices) antarnegara sebagai upaya meningkatkan daya saing pendidikan di tingkat global. Melalui pendekatan pendidikan komparatif, kajian ini berupaya mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta bentuk adaptasi kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh berbagai negara dalam merespons tuntutan global sekaligus kebutuhan lokal yang beragam. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana kebijakan pendidikan global diinterpretasikan dan diimplementasikan sesuai dengan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik masing-masing negara. Studi ini juga menyoroti peran pendidikan internasional dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman global yang semakin relevan di era digital dan mobilitas tinggi. Selain itu, penelitian ini mengkaji perkembangan kebijakan pendidikan di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi dampak globalisasi, dengan fokus pada inovasi kurikulum, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan perbandingan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis dan praktis bagi para pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing internasional tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal dan tujuan pembangunan nasional.
Hubungan Ekonomi dan Sistem Pendidikan Perbandingan Dengan Negara Lain B, Andre Nofriady; Firmansyah, Hendri; Heri, Septen; Christiana , Yona; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4283

Abstract

Hubungan antara pembangunan ekonomi dan sistem pendidikan menjadi isu strategis dalam diskusi global, khususnya dalam lima tahun terakhir. Pendidikan dipandang sebagai motor utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Investasi pendidikan terbukti meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing nasional melalui penciptaan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks perubahan ekonomi global yang ditandai transformasi digital dan percepatan perkembangan teknologi, negara dituntut memiliki sistem pendidikan yang relevan, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan industri modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis keterkaitan antara perkembangan ekonomi dan sistem pendidikan melalui perbandingan internasional antara negara maju dan negara berkembang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara dengan investasi pendidikan tinggi, kurikulum terkini, kualitas pendidik yang baik, serta pemerataan akses pendidikan cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi stabil dan struktur tenaga kerja kompetitif. Perbandingan dengan Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Estonia menunjukkan bahwa kebijakan pemerataan, digitalisasi pendidikan, peningkatan literasi teknologi, serta penguatan pendidikan vokasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan akses pendidikan, skill mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri, pendanaan yang belum efisien, serta kesiapan pendidik dalam menghadapi era digital. Kajian ini menegaskan urgensi integrasi kebijakan pendidikan dengan strategi pembangunan ekonomi agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing di tengah dinamika global.
Pendidikan Inklusif dan Aksesibilitas Indonedia dan Negara Lain Fuadi, Diyoba Azhar; Istiana, Farika; Eriyanto, Eriyanto; Hadi, Janes Kurnia; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5087

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menjamin hak belajar seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus, kelompok marginal, serta peserta didik dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi pendidikan inklusif dan aksesibilitas pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, dengan fokus pada kebijakan, kurikulum, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pendanaan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menganalisis buku ilmiah, artikel jurnal bereputasi, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional dan global. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan praktik pendidikan inklusif antarnegara. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju memiliki sistem pendidikan inklusif yang terintegrasi secara sistemik, didukung kebijakan yang kuat, pendanaan berkelanjutan, kurikulum adaptif, serta pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur ramah disabilitas, kesenjangan kompetensi pendidik, distribusi sumber daya yang belum merata, serta kesenjangan akses teknologi pembelajaran. Di Indonesia, meskipun kebijakan pendidikan inklusif telah dikembangkan melalui Kurikulum Merdeka, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan kontekstual, khususnya di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pendidikan inklusif, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi teknologi pendidikan adaptif, serta pendanaan yang berkeadilan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.
The Use of Problem-Based Learning (PBL) and Inquiry Models to Develop Critical Thinking Skills and Improve Cognitive Learning Outcomes of Students at SMP Negeri 13 Lebong Poppy Lariski; Siti Darwa Suryani; Kashardi Kashardi
International Journal of Educational Research Vol. 2 No. 3 (2025): International Journal of Educational Research
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijer.v2i3.480

Abstract

This study aims to determine the effect of Problem Based Learning (PBL) and Inquiry learning models on students’critical thinking skills and cognitive learning outcomes on the topic of the human respiratory system. This research used a quasi-experimental design with a Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The research subjects were three eighth-grade classes at SMP Negeri 13 Lebong, consisting of two experimental classes taught using the PBL and Inquiry models and one control class using conventional methods. The research instruments included essay tests to measure critical thinking and multiple-choice tests to assess cognitive learning outcomes. Data were analyzed using ANOVA and LSD tests. The results showed significant differences among the three groups. The PBL model produced the highest improvement in both variables, followed by Inquiry, and lastly the control group. Therefore, PBL is proven to be the most Effective model inimproving students' critical thinking and cognitive learning outcomes in science education.
Ethnomathematics Mencak at Traditional Wedding Ceremonies in Seluma Regency Sari, Lorenza Puspita; Ariani, Nyayu Masyita; Kashardi, Kashardi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2026): January - March 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v6i1.3562

Abstract

Mathematics not only developed as an abstract science, but it was also present and rooted in the cultural practices of society. One form of this linkage can be studied through an ethnomathematical approach, which plays an important role in the preservation of local culture as well as the development of cultural-context-based mathematics learning. This research aims to identify and describe the ethnomathematical concepts contained in the mencak tradition as the cultural heritage of the community. This research uses a qualitative method with research subjects consisting of traditional leaders and practitioners of the mencak tradition who understand the process and meaning of the implementation of the tradition. Data was obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model which included data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that in the movements and formations in the mencak tradition there are mathematical concepts in the form of taper angles, right angles, blunt angles, straight angles, and reflex angles. These concepts arise from the position of the body, the direction of movement, and the patterns of interaction between traditional actors, which reflect mathematical understanding that is naturally integrated in cultural practice. These findings show that the mencak tradition has potential as a source of ethnomathematics-based mathematics learning.
Model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPA Kelas VII Astuti, Asmi; Kashardi, Kashardi; Hartati, Merri Sri
Journal of Natural Sciences Vol 7, No 1 (2026): Journal of Natural Sciences Maret
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jonas.v7i1.1135

Abstract

Critical thinking ability is one of the important competencies that need to be developed in science learning. However, learning that is still dominated by conventional methods causes students' critical thinking abilities to not develop optimally. This study aims to determine the differences in the effects of Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), and conventional models on students' critical thinking abilities in science learning for grade VII at SMP Negeri 01 Lebong. This study is a quasi-experimental study with a Pre-Test Post-Test Control Group Design. The research sample was taken using a simple random sampling technique consisting of two experimental classes using the PBL and PjBL models and one control class using the conventional model. Data collection was carried out using an essay test to measure students' critical thinking abilities. Data were analyzed using the One Way ANOVA test. The results of the study showed a significant difference in students' critical thinking abilities in the three treatment classes. The Project Based Learning (PjBL) model was proven to be more effective in improving students' critical thinking abilities compared to the PBL and conventional models.
Perbedaan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Model Pembelajaran PJBL dan PBL pada Pembelajaran IPA di SMP Negeri 02 Seberang Musi Jalaluddin Mahali; Kashardi Kashardi; Irwandi Irwandi; Merri Sri Hartati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 1 No. 3 (2023): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v1i3.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains pada pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) di SMP Negeri 02 Seberang Musi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII sebanyak 2 kelas. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampel. Kelas dibagi menjadi 3 kelas secara purposive sampling. Desain penelitian menggunakan non-equivalent control group pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan lembar tes dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tidak terdapat perbedaan Keterampilan Proses Sains menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL), serta terdapat perbedaan terhadap pembelajaran Konvensional pada pembelajaran IPA di SMP Negeri 02 Seberang Musi.
Exploration of Ethnomathematics on the Traditional Musical Instrument Serunai in Bengkulu Wahyu Setyo Utomo; Kashardi Kashardi; Selvi Riwayati
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1036

Abstract

This study aims to explore the ethnomathematical concept embedded in the traditional musical instrument Serunai Bengkulu, with a focus on its geometric and symmetrical elements. Serunai, a local cultural heritage, has a physical form that reflects mathematical concepts, such as a cylinder, a truncated cone, and a circle. Using a descriptive qualitative approach with ethnographic methods, data were collected through direct observation, interviews with cultural experts, and visual documentation. The results show that parts of the Serunai, such as the funnel, stem, and ornaments, exhibit vertical and rotational symmetry, as well as geometric shapes consistent with mathematics learning materials at the Junior High School (SMP) level. Integrating local cultural elements into mathematics learning can provide a contextual learning experience, increase student interest, and bring mathematics closer to everyday life. These findings support the importance of implementing ethnomathematics in education, particularly in efforts to preserve local culture and to strengthen understanding of mathematical concepts in more meaningful ways. This study also recommends using cultural objects, such as musical instruments. traditional in learning as a contextual medium to introduce the concepts of geometry and symmetry to students.
Co-Authors Ade Putra Tri Prima Adriadi, Rekho Ali Syahbana Aminuyati Andik Purwanto Aroma, Nellys Asbani Asbani Asmara, Adi Asmara, Adi Astuti, Asmi Atika Suri B, Andre Nofriady Bella Nandita Christiana , Yona Dahliah, Jeli Depi Fibriyanti Desiningsih, Rina Dewi Kurnia Dwi Ismawati Edwar, Yoni Elmiana, Lisa Eriyanto, Eriyanto Fauzan . Firmansyah, Hendri Fuadi, Diyoba Azhar Hadi, Janes Kurnia Hamida, Elis Harahap, Mardhatillah Hafidzah Hartati, Merri Sri Haryana, Lia Heri, Septen Hutauruk, Lenni Mantili Idham Kamil Irwandi Irwandi Isnaeni Rofiah Istiana, Farika Iswandi, Wedi Jalaluddin Mahali Junita, Shinta Kristian, Deddi Latifah, Haniyatul Lestari, Teri Lisa Elmiana Mantili, Lenni Mardiah Syofiana Mardiah Syofiana Marleni, Linna Masri Masri Masri Masri Medriati, Rosane Merri Sri Hartati Mustika Indah Baitul Susanti Neti Kesumawati, Neti Ningrum, Tri Rahayu Setya Novita Sari Novita Sari Nyayu Masyita Ariani Oktara, Yogi Rizki Oktavia, Fina Olivia Faradila Pardini, Aan Soka Poppy Lariski Putri , Desy Hanisa RACHMAT HIDAYAT Rahayu, Irmaning Rahma, Isni Dwi Rahmadania, Rianti Rahmat Jumri Rhomadoni, Indra Nur Rika Handayani Rina Desiningsih Risnanosanti Risnanosanti Ristontowi, Ristontowi Riwayati, Selvi Rizky Oka Sasmaya Sari, Lorenza Puspita Sasmaya, Rizky Oka Selvi Riwayati Shinta Junita Siswanto, Rangga Soeviatulfitri Soeviatulfitri Sugirad, Anang Erma Dona Sularni, Sularni Suwarno Suwarno Syahbana, Ali Syahfitri, Jayanti Syofiana, Mardiah Wahyu Setyo Utomo Wibowo, Ari Isnu Winda Ramadianti, Winda Yolanda, Helpa Yossi Novita Yudisman, Afrien Yuriska Destania Zachriwan Zachriwan Zachriwan, Zachriwan