Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL MATERI DERIVATIF PADA MATA KULIAH ANALISIS REAL Sitinjak, Angelica Dameria; Naibaho, Angelika; Sinaga, Gabriel; Silalahi, Johanna Dameria Gracia; Elfitra, Elfitra
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 2 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i2.113-120

Abstract

Tujuan yang dimiliki penelitian ini yaitu untuk mengkaji jenis kesalahan yang terjadi dialami oleh mahasiswa menyelesaikan soal turunan pada mata kuliah Analisis Real. Penelitian ini berfokus pada klasifikasi jenis kesalahan merujuk pada terori Newman Error Analysis, melihat pola kesalahan yang paling sering dilakukan, serta menganalisis faktor penyebab kesalahan tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran pada mata kuliah Analisis Real. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis jenis kesalahan yang dilakukan mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa universitas negeri medan kelas A dan B PSPM 2021 Program Studi Pendidikan Matematika. isntrumen yang digunakan adalah tes uraian mata kuliah Analisis Real yang disebarkan melalui Google Form. Data dianalisis berdasarkan kategori kesalahan menurut Newmann Error Analysis. Mahasiswa kerap mengalami kesulitan untuk memahami ide-ide dan menggunakannya dalam praktik, terutama saat melakukan pembuktian matematis. Kesalahan yang sering terjadi meliputi kesalahan dalam membaca, memahami informasi, mentransformasikan konsep, keterampilan prosedural, dan dalam menarik kesimpulan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa pengajaran materi turunan perlu lebih menekankan pada pengembangan pemahaman konseptual dan penalaran matematis mahasiswa. Metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis masalah dapat membantu mahasiswa dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi. Selain itu, hasil analisis kesalahan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan bagi para pendidik dalam merancang metode pembelajaran yang lebih tepat guna demi meningkatkan mutu pengajaran.
Analisis Pembelajaran Persamaan Diferensial dengan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Teknologi Sinaga, Sinta Marintan; Andini, Putri; Masita, Nurul; Fadilla, Nia; Waniza, Elva; Elfitra, Elfitra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi, seperti perangkat lunak pemodelan matematika dan alat numerik, telah terbukti membantu mahasiswa dalam memahami dan menyelesaikan persamaan diferensial dengan lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai teknologi yang paling sesuai digunakan pada pembelajaran persamaan diferensial. Penelitian kualitatif ini menganalisis efektivitas penggunaan teknologi dalam pembelajaran persamaan diferensial. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi teknologi yang digunakan dan hasil pembelajaran. Berdasarkan studi literatur terhadap 10 artikel penelitian, disimpulkan bahwa pembelajaran persamaan diferensial menggunakan berbagai media berbasis teknologi. Video tutorial adalah media yang paling efektif, karena memberikan efek signifikan dalam membantu mahasiswa menyelesaikan masalah persamaan diferensial dan menyediakan latihan soal.
Philosophical Harmony: Understanding the Influence of Pedagogical Philosophy in Mathematical Teaching Elfitra, Elfitra; Dewi, Izwita; Ahyaningsih, Faiz
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 8 No 1 (2024): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v8i1.2973

Abstract

This article investigates the profound implications of the application of pedagogical philosophy in mathematics teaching. Highlighting the key roles of constructivist philosophy, humanism, and ethics, the study discusses how these principles shape the way teachers approach mathematics teaching and influence student learning experiences. Through in-depth analysis, this article underlines the importance of philosophical harmony in creating an inspiring and effective learning environment. The integration of constructivist concepts emphasizes the active role of students in building their own knowledge, while the humanistic approach highlights aspects of creativity and personal development. In addition, this article explores how ethics can be integrated into mathematics learning, creating students who are not only technically skilled but also morally responsible. In conclusion, this article provides a deeper understanding of how pedagogical philosophy becomes a catalyst for positive transformation in mathematics teaching
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Diferensial Linear Orde Satu Simanjuntak, Rosi Ade Putri; Siregar, Dea Athalia; Sitorus, Grace Elicia; Tanjung, July Yanty; Samosir, Martha Indah; Elfitra, Elfitra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11795

Abstract

Kesalahan dalam penyelsaian soal merupakan ketidaksesuaian dengan jawaban sebenarnya. Analisis kesalahan merupakan proses mengamati, menemukan, dan mengklasifikasikan kesalahan melalui cara khusus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang terdapat pada mahasiswa dalam mengerjakan soal persamaan dieferensial orde satu. Subjek penelitian yang dilakukan adalah sebanyak 5 responden mahasiswa semester 4 pendidikan matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada analisis kesalahan materi persamaan diferensial orde satu ini adalah terdapat 3 mahasiswa memiliki kesalahan dalam pengerjaan soal dan dijadikan sampel analisis kesalahan. Sehubungan dengan kesalahan yang diperbuat oleh responden yaitu kesalahan pada menyusun persamaan, kesalahan dalam menghitung faktor pengintegrasi, kesalahan dalam penyederhanaan, kesalahan dalam integrasi, kesalahan dalam menyelesaikan soal.
Analisis Kesalahan Mahasiswa Pendidikan Matematika Pada Soal Persamaan Diferensial Orde Satu Nainggolan, Gustia Louisa; Manurung, Hendra Cahyadi; Berutu, Jhosua; Turnip, Leonardo; Sinurat, Putra Paulus Glen Niel; Elfitra, Elfitra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12010

Abstract

Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami dan mengevaluasi kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal persamaan diferensial orde satu. Kajian ini melibatkan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Medan sebagai subjek penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 5 orang. Metodologi yang diterapkan meliputi penggunaan teknik dokumentasi, dimana data diperoleh dari hasil tes yang berisikan empat soal deskriptif terkait persamaan diferensial orde satu. Analisis Kesalahan mahasiswa terhadap persamaan diferensial orde satu menunjukkan bahwa masih terdapat kekurangan dalam pemahaman mereka terhadap materi tersebut. Hal ini dibuktikan dengan persentase kesalahan yang mencapai 60%, sementara hanya 40% jawaban yang benar. Penyebab utama dari kesalahan ini adalah rendahnya kemampuan penalaran mahasiswa dalam memecahkan soal-soal yang berkaitan dengan persamaan diferensial orde satu, berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis.
DEVELOPMENT OF TECHNOLOGY-BASED ASSESSMENT INSTRUMENTS IN SCIENCE LEARNING: A NARRATIVE REVIEW (2015-2025) Tanjung, Yul Ifda; Siregar, Tiur Malasari; Frisnoiry, Suci; Elfitra, Elfitra; Ramadhan, Taufiq; Mansyur, Abil; Sihombing, Rizky Agassy
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Australia, Taiwan, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i1.8226

Abstract

Purpose - This study critically synthesizes research on the development of technology-based assessment instruments in secondary science education (junior and senior high school) through a structured Narrative Literature Review (NLR). This review therefore identifies instrument types, implementation contexts, research dimensions examined, and learning impacts, while highlighting gaps in equity, teacher readiness, and longitudinal outcomes.Methodology - Articles were systematically retrieved from Google Scholar and Mendeley within the 2015–2025 publication range using predefined keywords related to technology-based assessment and science learning. Inclusion criteria required peer-reviewed empirical studies focusing on secondary-level science and reporting instrument development or evaluation. Fourteen eligible articles were analyzed using structured content analysis, with emphasis on instrument characteristics, evidence of validity and reliability, implementation contexts, methodological approaches, and reported limitations.Findings - The synthesis indicates that research predominantly centers on Computer-Based Testing (CBT), Computerized Adaptive Testing (CAT), gamified assessments, two-tier diagnostic tests, and LMS-based e-portfolios. Overall, these instruments demonstrate satisfactory validity and reliability and effectively measure higher-order thinking skills and conceptual understanding. They also enhance student motivation and accelerate feedback processes. However, most evidence is based on short-term, small-scale implementations, with limited attention to equity issues, teacher readiness, and sustained learning effects.Contribution - This review integrates psychometric, pedagogical, and technological perspectives into a coherent analytical framework for technology-based assessment in science education. It clarifies existing research gaps and underscores the need for broader contextual validation, stronger methodological rigor, and the integration of learning analytics to ensure sustainable and evidence-based digital assessment practices.
Digital Learning Transformation through AWBIT: A Case Study on the Department of Mathematics Education, State University of Medan Elfitra, Elfitra; Syahputra, Edi; Darari, Badzlan; Frisnoiry, Suci; Khairani, Nerli
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 31, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v31i2p%p

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Adaptive Web-Based Interactive Tutoring (AWBIT) in transforming digital learning and improving students' digital literacy in the Calculus course at the Department of Mathematics Education, State University of Medan. The study used a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design, involving two classes as experimental and control groups. The experimental group used AWBIT, while the control group used conventional learning. The instruments used include pretest and posttest tests, student response questionnaires, and validation of material and media experts. The validation results showed that AWBIT was very feasible to use with an average score of 3.38 from material experts and 3.43 from media experts. Students responded positively to AWBIT with an average questionnaire score of 3.35 and an practicality of use at 3.75 high.Statistical tests show that the data is distributed normally and homogeneously. The results of the t-test showed a significant difference between the learning outcomes of the experimental and control groups, with a gain score of 0.61 in the experimental group and 0.34 in the control group. These findings show that AWBIT is effective in improving students' learning outcomes and digital literacy. This system provides adaptive, interactive, and personalized learning, according to the individual needs of students. This research supports the integration of technology in learning and is in line with the implementation of the Independent Curriculum and the Outcome-Based Education (OBE) approach in higher education.
Penerapan Pendekatan SDGs dalam Penguatan Literasi dan Numerasi untuk Guru PAUD di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat Frisnoiry, Suci; Srinahyanti, Srinahyanti; Surya, Edi; Khairani, Nerli; Frimaulia, Sara; Siregar, Tiur Malasari; Elfitra, Elfitra
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22738

Abstract

Background: Literacy and numeracy are fundamental competencies in fostering critical thinking skills in early childhood; however, early childhood education teachers in Stabat District, Langkat Regency, face limitations in integrating literacy and numeracy instruction with the values of the Sustainable Development Goals (SDGs). Objective: This community service program aimed to enhance teachers’ competencies in implementing SDGs-based literacy and numeracy learning in a contextual and meaningful manner. Methods: The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach over three months, comprising stages of socialization, training, and workshops; implementation of educational technology; mentoring; and evaluation. Data were collected using pre-test and post-test instruments, classroom observations, and teacher reflections, and were analyzed descriptively by comparing pre- and post-intervention conditions. Results: The findings indicate a significant improvement in teachers’ average understanding of literacy (from 56.4 to 82.1), numeracy (from 53.8 to 80.6), and the integration of the SDGs (from 48.2 to 79.3). In addition, one-way instructional practices decreased from 72.5% to 20.0%, while interactive learning increased to 80.0%, and the use of innovative learning media reached 85.0%. Conclusion: The SDGs-based literacy and numeracy approach effectively strengthened teachers’ pedagogical competencies and promoted more interactive, contextual, and sustainable early childhood learning practices.