Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Organoleptik dan Rendemen Produk Crackers Berbahan Baku Hidrolisat Ikan Tongkol Asih Imer Rita; Danu Indra Wardhana; Andika Putra Setiawan
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4.2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tongkol memiliki kandungan protein tinggi dan ketersediaan melimpah, menjadikannya bahan baku potensial untuk inovasi pangan bergizi. Salah satu bentuk pengolahan bernilai gizi adalah hidrolisat protein ikan tongkol, yang dapat diaplikasikan pada produk seperti crackers. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rendemen dan mutu organoleptik crackers dengan penambahan hidrolisat protein pada konsentrasi berbeda. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, dengan analisis data menggunakan Two Way ANOVA dan Uji Duncan untuk mengetahui perbedaan nyata antar perlakuan. Proses konversi hidrolisat cair menjadi bubuk melalui metode freeze drying menghasilkan rendemen sebesar 16,14% dari volume cair dan efisiensi total 21,44% dari berat fillet awal. Uji organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi 10% merupakan formulasi paling disukai panelis untuk atribut aroma, tekstur, rasa, dan penilaian keseluruhan, sedangkan atribut warna terbaik diperoleh pada konsentrasi 15%. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan hidrolisat protein ikan tongkol dapat meningkatkan mutu sensori crackers, dan konsentrasi 10% menjadi formulasi paling optimal secara keseluruhan. Formulasi ini berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional berbasis protein ikan yang bernilai tambah.
Strategi Pengembangan Agroindustri Mengkudu di Kabupaten Jember Setiawan, Andika Putra; Wardhana, Danu Indra; Nalawati, Ara Nugrahayu; Rismawati, Rizki
Jurnal Agroteknologi Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jagt.v20i1.60003

Abstract

Jember Regency is one of the largest noni-producing regions in East Java Province. However, the development of noni agroindustry has not yet reached its full potential. Various constraints related to raw material management, processing technology, business capital, and market access have limited the growth and competitiveness of the sector. This study was conducted in Jember Regency, East Java, Indonesia, to formulate an appropriate strategy for developing the noni agroindustry. The research employed the Hayami method to analyze value added, the Exponential Comparison Method to determine superior agroindustrial products, Interpretative Structural Modeling to identify key development elements, and the Analytical Hierarchy Process to prioritize development strategies. The results showed that processing 336,000 kg of noni fruit generated 168,000 L of liquid extract, 56,000 kg of chips, and 16,800 kg of noni coffee. Among the evaluated products, noni extract beverage was identified as the most prospective product for agroindustrial development. The key development elements included creating business opportunities for micro, small, and medium enterprises, strengthening processing technology from upstream to downstream, overcoming capital constraints, enhancing the role of buyers, and intensifying extension and promotional activities through conventional and digital channels. The priority strategy identified was improving market access, with a priority value of 0.254. The findings contribute to the development of a sustainable noni agroindustry model by integrating value-added enhancement, institutional strengthening, technological improvement, and market-oriented strategies. Practically, the results can serve as a reference for local governments, agroindustry actors, and stakeholders in designing policies and programs to increase the competitiveness of noni-based products, expand employment opportunities, strengthen rural enterprises, and support regional economic development in Jember Regency. Keywords: development strategy, market access, noni agroindustry, rural agroindustry
Strategi Pengembangan Agroindustri Mengkudu di Kabupaten Jember Setiawan, Andika Putra; Wardhana, Danu Indra; Nalawati, Ara Nugrahayu; Rismawati, Rizki
Jurnal Agroteknologi Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jagt.v20i1.60003

Abstract

Jember Regency is one of the largest noni-producing regions in East Java Province. However, the development of noni agroindustry has not yet reached its full potential. Various constraints related to raw material management, processing technology, business capital, and market access have limited the growth and competitiveness of the sector. This study was conducted in Jember Regency, East Java, Indonesia, to formulate an appropriate strategy for developing the noni agroindustry. The research employed the Hayami method to analyze value added, the Exponential Comparison Method to determine superior agroindustrial products, Interpretative Structural Modeling to identify key development elements, and the Analytical Hierarchy Process to prioritize development strategies. The results showed that processing 336,000 kg of noni fruit generated 168,000 L of liquid extract, 56,000 kg of chips, and 16,800 kg of noni coffee. Among the evaluated products, noni extract beverage was identified as the most prospective product for agroindustrial development. The key development elements included creating business opportunities for micro, small, and medium enterprises, strengthening processing technology from upstream to downstream, overcoming capital constraints, enhancing the role of buyers, and intensifying extension and promotional activities through conventional and digital channels. The priority strategy identified was improving market access, with a priority value of 0.254. The findings contribute to the development of a sustainable noni agroindustry model by integrating value-added enhancement, institutional strengthening, technological improvement, and market-oriented strategies. Practically, the results can serve as a reference for local governments, agroindustry actors, and stakeholders in designing policies and programs to increase the competitiveness of noni-based products, expand employment opportunities, strengthen rural enterprises, and support regional economic development in Jember Regency. Keywords: development strategy, market access, noni agroindustry, rural agroindustry
Analisis Kinerja Pengeringan dan Kelayakan Finansial Usaha Teh Bunga Mawar Berbasis Oven Berbahan Bakar LPG Prawitasari, Saptya; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra; Aulia, Anisa Nurina; Pangestu, Dzhakwan Putra; Eryani, Nanda Putri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.19

Abstract

Pengeringan merupakan tahap kritis dalam pengolahan teh bunga mawar karena menentukan pencapaian kadar air, penggunaan energi, dan biaya produksi. Penggunaan oven berbahan bakar Liquefied Petroleum Gas (LPG) berpotensi menjadi teknologi pengeringan yang aplikatif bagi usaha kecil dan menengah, tetapi kinerja termal dan kelayakan ekonominya perlu dievaluasi secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pengeringan bunga mawar menggunakan oven LPG dan mengevaluasi kelayakan finansial usaha teh bunga mawar. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan satu perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi perubahan kadar air, rendemen, susut bobot, waktu pengeringan, kebutuhan energi, efisiensi pengeringan, kapasitas efektif, dan konsumsi LPG, sedangkan kelayakan finansial dievaluasi menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Break Even Point (BEP), Payback Period (PBP), dan analisis sensitivitas. Hasil menunjukkan kadar air menurun dari 88,31 ± 0,18% menjadi 8,80 ± 0,17% selama 313 ± 3 menit pada suhu rata-rata 46,40 ± 0,40°C, dengan rendemen 15,00 ± 0,22% dan efisiensi pengeringan 8,62%. Kebutuhan energi sebesar 6.769,16 ± 67,34 kJ, kapasitas efektif 0,09 ± 0,002 kg/jam, dan konsumsi LPG 0,08 ± 0,002 kg/jam. Secara finansial, usaha layak dengan NPV Rp7.873.614, IRR 50,93%, Net B/C 2,19, dan PBP 2 tahun 5 bulan. Namun, kadar air akhir masih sedikit di atas batas maksimum SNI 3836:2013 sehingga diperlukan optimasi waktu dan kondisi pengeringan.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PRODUK OLAHAN BUNGA MAWAR KELOMPOK WANITA TANI NAWASENA DI DESA KARANG PRING Anisa Nurina Aulia; Andika Putra Setiawan; Danu Indra Wardhana; oktaarina; Henik Prayuginingsih; Imelita Nasya Diantha; Dhiaz Ari Priyandana; Gini Asaiswati
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v10i2.14537

Abstract

The Nawasena Women Farmers Group (KWT) in Karangpring Village, Jember Regency, has developed various rose-based processed products. However, product marketing has remained limited to word-of-mouth and local sales, resulting in low public brand awareness and limited market reach. This community service initiative aimed to enhance KWT members' understanding of brand awareness and digital marketing, while also providing guidance on developing product identity and digital-based marketing strategies. The methods employed included a participatory communication approach and direct mentoring, encompassing discussions on partner needs, material preparation, pre-testing, sessions on brand awareness and digital marketing, and assistance with creating logos, labels, product catalogs, and e-commerce accounts on Shopee and Instagram. The program concluded with a post-test to evaluate the improvement in participants' knowledge. The results demonstrated an increase in the capacity of Nawasena KWT members to build brand identity and utilize digital media for marketing purposes. Products that previously featured simple packaging were upgraded with more attractive and informative labels. Furthermore, marketing efforts were successfully expanded via social media and online marketplaces, leading to an approximately 20% increase in product demand compared to pre-program levels. An evaluation of the 26 participants showed improved learning outcomes, with the average pre-test score rising from 60 to a range of 80–100 in the post-test. These findings indicate that the outreach and mentoring methods were effective in enhancing the knowledge and skills of the KWT members..
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TEMBAKAU NON ROKOK DI KABUPATEN JEMBER Danu Indra Wardhana; Anisa Nurina Aulia; Asih Imer Rita; Rizki Rismawati; Syahroni Riskiyono
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.1.53-67

Abstract

Agroindustri tembakau sangat berpotensi untuk dikembangkandi Indonesia, dapat diketahui bahwaIndonesia menjadisalah satu negara penghasiltanamantembakau terbesar di dunia. Tanamantembakau dan produk rokokmemiliki nilai jual yang tinggi sehingga memiliki peransebagai sumber penerimaan pemerintah (pajak/cukai), devisanegara, pendapatan petani, dan penyedia lapangan pekerjaanpada sektor pertanian maupun industri pascapanen. Dibalik signifikasi peran tersebut, perkembangan agroindustri tembakau juga memiliki kontroversi, yaitu dengan semakin berkembangnya produk rokok yang banyak ditentang oleh masyarakat sejalan dengan semakin meningkatnya kepedulian dari masyarakat pada kesehatan serta lingkungan. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan diversifikasi produk olahan tembakau menjadi produk turunanselain rokok yang memberikannilai tambahdanmemilikimanfaat bagi masyarakat. Namunusahapengembangan agroindustri tembakau non rokok memiliki beberapa masalahyaknibiaya yang tinggi pada teknologi proses, pengetahuan teknis petani, permodalan, kebijakan pemerintah daerah, persaingan dengan daerah lain, dan belum adanya strategi yang konkritdan terstrukturdari pemerintah dalammendukung pengembangan agroindustri tembakau non rokok. Selain itu, kemampuan kompetitifdari agroindustri tembakau non rokok saat ini masih relatifrendah, sehingga dibutuhkan suatu strategi pengembangan agroindustri tembakau non rokok. Penelitian ini memiliki tujuanuntuk merumuskanstrategi pengembangan agroindustri tembakau non rokok di Kabupaten Jember. Data hasil penelitian dianalisismenggunakanMetode Perbandingan Eksponensial, Interpretative Structural Modellingdan Analytical Hierarchy Process. Hasil prioritas utama pemilihan produk unggulan agroindustri tembakau non rokok adalah parfum tembakau. Sub-elemen kunci pada elemen kebutuhan yaitusarana prasarana agroindustri tembakau non rokok serta investasi dan akses permodalan bagi petani dan pengusaha; sub-elemen kunci pada elemen kendala adalah terbatasnyamodal dan teknologi agroindustri tembakau non rokok; sub-elemen kunci pada elemen pelaku/institusi yaitupemerintah daerah; dan sub-elemen kunci pada elemen aktivitas yaitupeningkatanakses pasar dan kemitraan produk olahan tembakau non rokok. Alternatif strategi meningkatkan akses pasar dan kemitraan memiliki prioritas paling tinggi dalam pemilihan strategi pengembangan agroindustriparfum tembakau.
Co-Authors Ade Galuh Rakhmadevi Afan Bagus Mananda Afifutoyyiba, Muhhammad Ahmad Nafi Aisyah Yuristianti Utami Alandi Mursalin Alda Wata Alim Alda Wata Alim Ronita Andi Setiawan Andika Putra Anggi Mediana Muchta Anggi Rahmadhanisa, Novita Anisa Nurina Aulia Anisa Nurina Aulia Anisa Nurina Aulia Aprilian Firmansyah Ara Nugrahayu Nalawati Asih Imer Rita Asih Imer Rita Asrori, Muchammad Imam Awatiful Azza Ayu Lestari, Shafira Bejo Suroso Cipto Susilo Devika Firta Triana Dhiaz Ari Priyandana Diana Dwi Anggraeni Dwi Affandi, Salman EKA RURIANI Emy Kholifah Eryani, Nanda Putri Fina Syafia Fina Syafia Fina Syafia Firlana Rosa Firmansyah, Aprilian Firmanto, Hendi Gini Asaiswati Hamry Nur Ramadhani Hasanah, Iraudatul Henik Prayuginingsih Henik Prayuginingsih Ihza Alfarizhi Yudha Pratama Imelita Nasya Imelita Nasya Diantha Indrian, Oppy Valencia Insan Wijaya Iraudatul Hasanah Isya Lestari Triyudhani Jadid Abda Sabillah Juvitasari Katherine, Nadila Maosi Kholifah, Emy Kholifah Kumara Hadi, Danang Lucky Wahyu Parsetyo Maafi, Alfin Mediana Muchtar, Anggi Muhammad Andrian Maulana Muhammad Fareza Hidayat Muliasari, Risa Martha Murtianingsih, Hidayah Murwanti, Retno Nadiatul Uzhma Nafi, Ahmad Nanda Putri Eryani Nugraha Edhi Suyatma Nuriyatul, Mega Saniya Juli oktaarina Oktarina Oktarina Oktarina Oktarina, Oktarina Oppy Valencia Oppy Valencia Indrian Oppy Valencia Indrian Pamungkas, Teguh Putra Pangestu, Dzhakwan Putra Prasetyo, Lucky Wahyu Prawitasari, Saptya Rafiq, Muhammad Ainur Rahayu, Yeni Dwi Ramadhani, Shinta Artamevia Renandi, Berino Riskiyono, Syahroni Rismawati, Rizki Rizki Rismawati Rizki Rismawati Rizki Rismawati Ronita, Alda Wata Alim Rosa, Firlana Royhansyah Saputra Ryan Setiadi Plaikol Sabillah, Jadid Abda Saputra, Andrean Savira Nurfitasari Setiawan, Andika Putra Shinta Artamevia Ramadhani Siska Aula Alfianti Suwasono, Sony Syafia, Fina Syahroni Riskiyono Syahroni Riskiyono Tarissa Issa Septiana Teguh Hari Santosa Teguh Hari Santosa Tini Dwi Lestari Trias Setyowati Valencia, Oppy Yuli Wibowo Yuliarti, Norita Zidan Eka Widianto