Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Flipped Classroom Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Sejarah Siswa SMAI Almaarif Singosari Malang Nahdia Riza Sania; Joko Sayono; Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim
PATTINGALLOANG Vol. 9, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i2.35703

Abstract

Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk memaparkan pengaruh model flipped classroom terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran sejarah siswa kelas X SMAI Almaarif Singosari Malang. Alasan penelitian ini dilaksanakan adalah bersumber pada permasalahan yang didapatkan ketika pengamatan awal, yaitu aspek berpikir siswa pada pembelajaran sejarah masih berada pada tingkat pengetahuan dan menghafal belum pada aspek berpikir kritis. Selama proses pembelajaran sejarah sebenarnya mengarahkan siswa untuk memaknai serta memahami peristiwa sejarah. Melalui hal tersebut, upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah dengan diterapkannya model flipped classroom pada pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang dipilih adalah metode kuantitatif jenis kuasi ekperimen dengan desain kelompok kontrol tidak setara. Teknik pengumpulan data memakai instrumen tes dengan bentuk soal pilihan ganda beralasan. Teknis analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitan menunjukkan bahwa peningkatan data nilai kelas eksperimen pada nilai pre-test ke nilai post-test yaitu meningkat sebesar 53,29 % dengan nilai gain 22,68. Berbeda dengan data nilai kelas eksperimen, data nilai kelas kontrol mengalami peningkatan sebesar 32,27 % pada nilai pre-test ke nilai post-test-nya dengan nilai gain 13,07. Berdasarkan analisis data, didapatkan hasil thitung 4,135 > ttabel 2,012 dengan sig. 0,000 < sig α 0,05. Melalui hal tersebut kesimpulan yang didapatkan adalah model flipped classroom berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH “ZAPRA” BERBASIS POP UP BOOK PADA MATERI TEKNOLOGI HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN PRAAKSARA DI INDONESIA UNTUK KELAS X IIS 3 SMA DARUT TAQWA PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN Mutiara Syafira Anastasia; Joko Sayono; Arif Subekti
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i2.16722

Abstract

Abstract: This research aims to produce a pop-up book-based history learning media about the technology results of prehistoric culture in Indonesia for Darut Taqwa Purwosari High School, Pasuruan Regency class X IIS 3. The limited use of information technology-based learning media and the prohibition of the use of gadgets in Islamic education-based schools have caused history teachers in conveying and explaining historical material become unattractive, even though teachers must respond to technological advances that may lead to automation of the world of education. The research method used in this research uses research and development methods. The results of the research that resulted from the development of pop up book learning media based on the results of the feasibility test obtained a percentage value of 89.7% by material expert validators and 92.3% by media expert validators. The development of pop up book learning media is made with an attractive design, a practical and efficient form and is effective for the use of history learning activities in the classroom. Keywords: Development of Learning Media, Pop Up Books, Technology Results of Prehistoric Culture in Indonesia Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran sejarah berbasis pop up book tentang teknologi hasil kebudayaan zaman praaksara di Indonesia untuk SMA Darut Taqwa Purwosari, Kabupaten Pasuruan kelas X IIS 3. Terbatasnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan pelarangan penggunaan gadget di sekolah berbasis pendidikan Islam menyebabkan guru sejarah dalam menyampaikan dan menerangkan materi sejarah menjadi tidak menarik, padahal guru harus merespon kemajuan teknologi yang mungkin terjadinya otomatisasi dunia pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Hasil penelitian yang dihasilkan dari pengembangan media pembelajaran pop up book berdasarkan hasil uji kelayakan didapatkan nilai persentase sebesar 89,7% oleh validator ahli materi dan 92,3% oleh validator ahli media. Pengembangan media pembelajaran pop up book dibuat dengan desain yang menarik, bentuk yang praktis dan efisien serta efektif bagi penggunaan kegiatan proses pembelajaran sejarah di kelas. Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Pop Up Book, Teknologi Hasil Kebudayaan Zaman Praaksara di Indonesia
perancangan PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN EBOS (E-BROSUR SEJARAH) BERBASIS MUSEUM MPU PURWA UNTUK SISWA KELAS X PERHOTELAN 1 SMKN 1 BATU Yuli Fitriani; Joko Sayono; Wahyu Djoko Sulistyo
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol. 10 No. 2 (2022): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/judika.v10i2.5207

Abstract

Desain media pembelajaran ini dilakukan sesuai dengan analisi masalah dan potensi di SMKN 1 Batu. Berdasarkan hasil analisis masalah yang dilakukan menunjukkan bahwa minat belajar sejarah di SMKN 1 Batu pada masa pandemi Covid-19 sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Dengan menghadirkan koleksi Museum Mpu Purwa ke dalam aplikasi EBOS (E-Brosur Sejarah) bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran sejarah pada materi peninggalan kebudayaan Hindu-Budha. Desain media pembelajaran ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah yaitu: Analysis, Design, Development dan Evaluation.  Hasil dari desain media pembelajaran ini berupa brosur elektronik yang dikemas dalam bentuk aplikasi yang berisi rangkuman materi, gambar, video serta kuis dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun tanpa menggunakan paket data internet sehingga memudahkan siswa belajar sejarah dari rumah. Dengan keterbatasan waktu dan biaya serta adanya peraturan protokol kesehatan Covid-19 media pembelajaran EBOS berbasis koleksi Museum Mpu Purwa efektif digunakan karena siswa tidak perlu berkunjung ke Museum.
ANALISIS BUTIR SOAL UJIAN MAPEL SEJARAH (PEMINATAN) KELAS XII DI MAN SUMENEP TAHUN AJARAN 2021/2022 Mochammad Ronaldy Aji Saputra; Joko Sayono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v5i2p171-190

Abstract

PThis study aims to determine the quality of the Madrasah Final Examination (UAM) questions in the History subject (Specialization) at MAN Sumenep through item analysis. This research is a type of quantitative descriptive research. Analysis of the items to be examined are the results of tests of validity, reliability, level of difficulty, discriminating power, and deceptive power with the help of Microsoft Excel and SPSS 16.0. The results showed that the types of questions based on cognitive level were 10 percent LOTS questions, 18 percent MOTS questions, and 72 percent HOTS questions. Then based on the subject matter, it is 25 percent for class X and XI, and 50 percent for class XII. The level of validity (exceeding r-table) totaled 32 valid questions and 8 invalid items. The data reliability level of 0.409 is still inconsistent because it is still lacking 0.50. The level of difficulty resulted in 2 decisions, namely being rejected/revised because it was very easy with 12 questions and being accepted in the moderate category with 28 questions. The level of discriminating power resulted in 2 decisions, which were totally revised with an unsatisfactory category of 8 questions and totally revised/rejected by 32 questions. The distractor function works well because the multiple choices A, B, C, D, and E in questions are more than 5 percent. The results of the item analysis recommend that the UAM History Questions (Specialization) still need to be revised again with better quality questions.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas soal Ujian Akhir Madrasah (UAM) pada mapel Sejarah (Peminatan)di MAN Sumenep melalui analisis butir soal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis butir soal yang akan diteliti adalah hasil uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan daya pengecoh dengan berbantuan microsoft excel dan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis soal berdasarkan tingkatan kognitifnya 10 persen soal LOTS, 18 persen soal MOTS, dan 72 persen soal HOTS. Kemudian berdarsarkan mapelnya sebanyak 25 persen kelas X dan XI, dan 50 persen kelas XII. Tingkat validitas (melebihi r-tabel) berjumlah 32 butir soal valid dan 8 butir soal tidak valid. Tingkat reliabilitas data sebesar 0,409 masih kurang konsisten karena masih kurang 0,50. Tingkat kesukaran menghasilkan 2 keputusan yaitu ditolak/direvisi karena sangat mudah sebanyak 12 soal dan diterima kategori sedang sebanyak 28 soal. Tingkat daya pembeda menghasilkan 2 keputusan yaitu direvisi total dengan kategori tidak memuaskan sebanyak 8 soal dan direvisi total/ditolak sebanyak 32 soal. Fungsi distraktor (pengecoh) dapat berfungsi baik karena pilihan ganda A, B, C, D, dan E pada soal lebih dari 5 persen. Hasil analisis butir soal merekomendasikan bahwa Soal UAM Sejarah (Peminatan) masih perlu direvisi kembali dengan kualitas soal yang lebih baik.
Pemetaan potensi wisata berbasis ecotourism di Ampelgading: Langkah menuju model wisata ramah lingkungan Joko Sayono
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Ampelgading District, Malang Regency. The objectives of the research were to: (1) explain the concept of ecotourism and its correlation with nature conservation efforts and the empowerment of local communities, (2) identify the socio-economic profile of the region for ecotourism development, and (3) map the potential level of ecotourism development at tourist attractions in the Ampelgading District. This research used a qualitative-descriptive approach and employed observation, interview, and documentation methods for data collection. Data were analyzed using Miles and Huberman-style descriptive analysis. The participants of the research included district and village officials, tourism operators, and business people in the tourism area. The results showed that: (1) there is a strong relationship between ecotourism and efforts to preserve nature and improve the welfare of local communities, (2) the socio-economic conditions of the Ampelgading region support the development of ecotourism, and (3) there is potential for the development of three types of tourism as ecotourism attractions in the Ampelgading region. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menjelaskan konsep ecotourism dan korelasinya dengan upaya konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat lokal, (2) mengidentifikasi profil sosial-ekonomi wilayah untuk pengembangan ecotourism, dan (3) memetakan tingkat potensi pengembangan ecotourism pada obyek-obyek wisata di Kecamatan Ampelgading. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Analisis deskriptif ala Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data. Partisipan penelitian ini meliputi perangkat kecamatan dan desa, pengelola pariwisata, dan pelaku usaha di kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang kuat antara ecotourism dengan upaya pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, (2) kondisi sosial ekonomi wilayah Ampelgading mendukung untuk pengembangan ecotourism, dan (3) terdapat potensi pengembangan tiga jenis wisata di wilayah Ampelgading sebagai objek ecotourism.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERBASIS NILAI KEPAHLAWANAN GUSTI KETUT JELANTIK UNTUK MENUNJANG MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 11 IPS DI SMAN 2 BUSUNGBIU Nurul Hidayat; Joko Sayono; Aditya Nugroho Widiadi
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i1p80-91

Abstract

This article is written developed with the first objective, produce digital modules based on I Gusti Ketut Jelantik's heroic values to support motivation and lerning outcomes at SMAN 2 Busungbiu. Second, testing effectiveness of digital module products for support motivation and learning outcomes in class 11 IPS at SMAN 2 Busungbiu. TIn this research useding development model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjects experiment in this research is  11 IPS 1 as control class and 11 IPS 2 as experimental class. Material developed use Kurikulum 2013 with Subject History in KD 3.2. for 11th grade.  Digital modules that have been developed and tested show data on improvements in learning motivation and learning outcomes. increased motivation using digital modules reached 85.5 percent6% with the criteria of "Highly Motivated". Data on improving learning outcomes has score 83.87 percent% that is category "satisfactory". Analyze effectiveness of digital modules in general through validation of teaching materials experts and material experts is known to reach 90 percent % and 92.4 percent% which are categorized as "Valid" with a little revision. The small group tryout was conducted on 9 people as a sample, showing data acquisition of 90.78 percent% which was categorized as "practical" as a teaching material. Meanwhile, average score in large trial is 87.77 percent. %. Effectiveness data analysis results used evaluation test with multiple choice is 20 items. There was an incrase after given treatment using digital module based on I Gusti Ketut Jelantik's heroic values.Artikel ini ditulis dengan tujuan dengan tujuan Pertama, menghasilkan produk dalam bentuk modul digital berbasis nilai kepahlawanan Gusti Ketut Jelantik untuk menunjang motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik di SMAN 2 Busungbiu. Kedua, menguji keefektifan produk modul digital dalam menunjang motivasi belajar dan hasil belajar di kelas 11 IPS pada SMAN 2 Busungbiu. Adapun model pengembangan yang digunakan mengacu pada model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Adapun subjek coba pada penelitian dan pengembangan ini adalah menggunakan kelas kontrol yakni 11 IPS 1 dan kelas eksperimen yakni 11 ips 2. Materi yang dikembangkan menggunakan kurikulum 2013 mata pelajaran sejarah dengan KD 3.2. untuk kelas 11. Modul digital yang telah dikembangkan dan diujicobakan menunjukkan data peningkatan pada motivasi belajar dan hasil belajar. peningkatan motivasi dengan menggunakan modul digital mencapai angka 85,5 persen dengan kriteria “Sangat Termotivasi”. Hasil belajar peserta didik diperoleh data dengan skor 83,87 persen  yang dikategori “memuaskan”. Adapun analisa keefektifan modul digital secara umum melalui validasi ahli bahan ajar dan ahli materi diketahui mencapai angka 90 persen  dan 92,4 persen yang dikategorikan “Valid” dengan sedikit revisi. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 9 orang sebagai sampel menunjukkan perolehan data sebesar 90,78 persen yang dikategorikan “praktis” sebagai bahan ajar. Sedangkan rerata skor pada uji coba kelompok besar menunjukkan persentase angka 87,77 persen. Analisa data keefektifan diperoleh dari hasil tes evaluasi dengan mengerjakan soal sebanyak 20 butir pilihan ganda. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan modul digital berbasis nilai kepahlawanan I Gusti Ketut Jelantik terdapat peningkatan.
Pengembangan Produk Wall Decor Interaktif dengan Pendekatan Edusociopreneurship: Studi Kasus Madrasah Aliyah (MA) Ibadurrochman Abdul Rahman Prasetyo; Joko Sayono; Ahmad Mursyidun Nidhom; Ilham Fatkhu Romadho; Nila Rahmawati; Mohamad Firzon Ainur Roziqin; Alby Aruna; Eka Putri Surya
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini mempunyai tujuan dalam pengembangan produk wall decor interaktif. Prosesnya, dilakukandi Madrasah Aliyah (MA) Ibadurrochman. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pasar sertastrategi pengembangan produk yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan partisipasi siswa.Melalui pendekatan berbasis aset (aset based comunnity development). Kegiatan ini mengimplementasikanpendekatan edusociopreneurship dalam membantu mengidentifikasi peluang pasar, menciptakan modelpengembangan produk wall decor interaktif, dan mengembangkan sistem pemasaran yang inovatif.Hasilnya, sinergi antara pendidikan, inovasi, dan kewirausahaan dalam konteks pengabdian kepadamasyarakat berasis melakukan pengembangan produk edukatif yang berkelanjutan dan inovatif melaluiproduk unggulan wall decor interaktif.Kata Kunci: Pengembangan, Walldecor, Interaktif, MA Ibadurrochman
SPARKOL VIDEOSCRIBE HISTORICAL ANIMATION VIDEOS TO ENHANCE INTEREST AND LEARNING OUTCOMES OF TENTH GRADE AT MA ASWAJA NGUNUT Muhammad Khoirul Anam; Joko Sayono; Dewa Agung Gede Agung
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 2 (2023): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) DECEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v15i2.51621

Abstract

The present issue in history education is the insufficient utilization of instructional media that could effectively serve as tools for teachers to convey materials to students. Consequently, history lessons in the classroom tend to lack engagement and become monotonous. A viable solution is to implement instructional media that align with the potential and learning characteristics of students at MA Aswaja Ngunut. The required form of instructional media is historical videos based on Sparkol Videoscribe, with a focus on prehistoric site content in Tulungagung. This research and development initiative aims to ascertain the effectiveness of historical video instructional media based on Sparkol Videoscribe in enhancing students' interest and learning outcomes. This research model adapts the ADDIE development model developed by Robert Maribe Branch. The objective of this research is to create a learning media containing prehistoric site content from Tulungagung and to assess the effectiveness of this media on student interest and learning outcomes. Based on the research outcomes, it can be concluded that historical video instructional media based on Sparkol Videoscribe yields valid, effective, practical, and engaging results, leading to increased student interest and learning outcomes. Students' strong preference for audiovisual media is the primary reason for their heightened interest in this product. Therefore, it can be deduced that the product is effective in boosting student interest and learning outcomes. 
Multicultural Education Through Material on the Basic Formulation of the Republic of Indonesia as an Effort to Cultivate an Attitude of Tolerance Saputri, Oktavia Wahyuni; Utami, Indah Puji; Sayono, Joko
Lingeduca: Journal of Language and Education Studies Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pedidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/lingeduca.v3i1.777

Abstract

Indonesia is a country that has different cultures, ethnicities, customs, religions, languages, and customs. The existence of multiculturalism in Indonesia is a challenge for the Indonesian people to maintain Indonesian unity. Often conflicts that contain elements of SARA occur in Indonesia, if this continues to occur it will divide Indonesian unity. To reduce SARA conflicts, you can start from an attitude of tolerance which can be learned through material on the basic formulation of the Indonesian state. In this research, the literature review method was used. The research results show that an attitude of tolerance can be instilled through multicultural education in schools through the values in the basic formulation of the Indonesian state.
Hubungan Karakter Semangat Kebangsaan dengan Motivasi dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Sejarah kelas XI Prasety, Ella Jayahuda; Widiadi, Aditya Nugroho; Sayono, Joko
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i3.25033

Abstract

Abstrak: Penelitian ini penting dilakukan karena memberikan wawasan tentang peran pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan yang kuat serta kesadaran sosial yang tinggi. Di tengah arus globalisasi, menanamkan karakter nasionalisme di sekolah menjadi semakin relevan untuk mempertahankan identitas bangsa dan mempersiapkan warga negara yang aktif dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara indikator hasil belajar siswa, motivasi belajar, dan karakter semangat kebangsaan dalam membentuk warga negara yang aktif serta terlibat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional, dan data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang diisi oleh siswa dari berbagai program studi di MAN 1 Kota Malang. Kuesioner ini dirancang untuk mengukur tiga variabel utama: hasil belajar siswa, motivasi belajar, dan karakter semangat kebangsaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara indikator hasil belajar, motivasi belajar, dan karakter semangat kebangsaan. Nilai korelasi antara hasil belajar dan semangat kebangsaan adalah r = 0.45, sedangkan antara motivasi belajar dan semangat kebangsaan sebesar r = 0.52. Hal ini menunjukkan adanya hubungan moderat antara ketiga variabel tersebut, yang memperkuat dugaan bahwa peningkatan motivasi dan hasil belajar berperan dalam menumbuhkan semangat kebangsaan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa program pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dapat membantu membentuk individu yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan komitmen terhadap kemajuan komunitas.Abstract: This research is important because it provides insight into the role of education in shaping a generation that is not only academically superior, but also has a strong national spirit and high social awareness. In the midst of globalisation, instilling the character of nationalism in schools is becoming increasingly relevant to maintain the nation's identity and prepare active and responsible citizens. This study aims to identify the relationship between indicators of student learning outcomes, learning motivation, and national spirit character in shaping active and engaged citizens. The method used is a quantitative approach with correlational techniques, and data was collected through a survey using a questionnaire filled out by students from various study programmes at MAN 1 Malang City. The questionnaire was designed to measure three main variables: student learning outcomes, learning motivation, and national spirit character. The results showed a significant positive relationship between the indicators of learning outcomes, learning motivation, and national spirit character. The correlation value between learning outcomes and national spirit is r = 0.45, while between learning motivation and national spirit is r = 0.52. This indicates a moderate relationship between the three variables, which reinforces the notion that increased motivation and learning outcomes play a role in fostering national spirit. The implication of this study is that educational programmes that integrate nationalism values can help shape individuals who not only excel academically but also have high social awareness and commitment to the betterment of the community. 
Co-Authors Aditya Nugroho Widiadi Afandi, Mahrus AGUSTIN, DWI Alby Aruna Alby Aruna Anam, M Syaeful Anam, Muhammad Khoirul Antania Hanjani Febriyanti Antisna, Ika Wara Yuni Ari Sapto Arif Mahya Fanny Ariwianto, Edwin Ariyani, Novi Asmaul Husna, Layya Aulia Herdiani Blasius Suprapta, Blasius Daya Negri Wijaya Deny Yudo Wahyudi Desy Ratna Syahputri Dewa Agung Gede Agung Dhika, Dhika Maha Putri Eka Putri Surya Endang Sri Andayani Ery Tri Djatmika RWW Febri Irwandi Febriani, Shovi Wiranata Hadi Sumarsono Ilham Fatkhu Romadho Indah Wahyu Puji Utami, Indah Wahyu Iziq Eafifi Bin Ismail Kartika, Adelea Wardah Khakim, Moch Nurfahrul Lukmanul Kholifah, Adin Lely Jayanti Lutfiah Ayundasari Lutfiya Ayundasari Maha Putri, Dhika Mahiroh, Nanik Malik Huda, Robbi Maulana Maulidah, Alvin Mochammad Ronaldy Aji Saputra Mohamad Firzon Ainur Roziqin Mohd Al-ikhsan Ghazali Muhammad &#039;Afaf Hasyimy Muhammad Khoirul Anam Muhtiya Wahyu Afi Mutiara Syafira Anastasia Nadhiva Amalia Frihatna Nadiya Faydinda Putri Ishlah Nafi'ah, Ulfatun Nahdia Riza Sania Nasikh Nidhom, Ahmad Mursyidun Niken Puspa Nofitra Niki Dwi Ayuningtyas Nila Rahmawati NILA RAHMAWATI Nila Rahmawati Norliza Bt Mohd Isa Novrianto, Muhammad Isro' Nurul Hidayat Oktavia Wahyuni Saputri Prasety, Ella Jayahuda Prasetyo, Abdul Rahman Pratiwi, Emilia Rahmawati, Rahmawati Ramli Akhmad Reza Hudiyanto Ridhoi, Ronald Robby Hidajat Rohana, Melda Amelia Santi, Dwijayati Ari Novia Saputri, Oktavia Wahyuni Sidyawati, Lisa Siti Faizatun Nisa&#039; Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Sri Andayani, Endang Subekti, Arif Sulistyo, Wahyu Djoko Suryansyah, Ronni Suyono Suyono Swastika Dhesti Anggriani Syed Ahmad Iskandar Utami, Indah Puji Vira Herlinda Wijanarko, Ario Setyo Winata, Arif Pandu Yuli Fitriani Yunani Yunani Zahrotul Firdaus Zainul Hasan