Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI SISWA KELAS XI MIPA TERHADAP PEMBERIAN TUGAS MIND MAPPING PADA MATERI PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN PADA AWAL KEMERDEKAAN INDONESIA DI SMA NASIONAL MALANG Kholifah, Adin; Ariwianto, Edwin; Malik Huda, Robbi Maulana; Sayono, Joko; Agustin, Dwi; Mahiroh, Nanik
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 2 No. 1 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Keilmuan Sejarah
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.784 KB) | DOI: 10.22437/jejak.v2i1.19672

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengetahui persepsi siswa kelas XI MIPA di SMA Nasional Malang mengenai penugasan membuat mind map pada KD 3.8 yaitu Pembentukan Pemerintahan pada Awal Kemerdekaan Indonesia sebagai inovasi dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan trianggulasi atau gabungan, penelitian diawali dengan observasi dan wawancara kemudian setelah tindakan dilakukan dilakukan penyebaran angket. Dimaksudan gabungan karena dalam pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan juga penyebaran angket. Pemberian tugas mind map pada awalnya adalah bentuk solusi dari permasalahan siswa tidak memiliki sumber belajar, dan karakteristik siswa yang senang mencatat banyak materi daripada diberi PPT. Adapun hasil dari penelitian ini adalah siswa berpandangan bahwa penugasan membuat mind map efisien untuk tugas, membuat jadi mudah memahami materi, cocok dengan materi yang diajarkan. Siswa yang menjadi responden juga memandang dengan mengerjakan tugas mind map dapat menambah kemampuan serta keterampilan dalam hal mendesain, mudah dikerjakan, dan juga cocok diterapkan di KD yang lain serta mata pelajaran yang lain juga.
PERSEPSI GURU SEJARAH TERHADAP IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER TOLERANSI PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA KABUPATEN MALANG Santi, Dwijayati Ari Novia; Sayono, Joko; Agung, Dewa Agung Gede
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p440-450

Abstract

Abstract: The Hindu-Buddhist heritage sites in Indonesia, dating back to the kingdom era, bear witness to the diverse religious practices coexisting among the people. These historically significant sites are frequently utilized in history lessons to underscore the nation's tradition of tolerance. However, questions arise about the extent of teachers' awareness regarding the tolerance content within these heritage sites and their effective incorporation of such content into history classes. Recent phenomena, such as children mocking each other and using religious symbols for jokes, emphasize the need for a comprehensive understanding of tolerance in history education. This descriptive qualitative research focuses on exploring history teachers' perceptions of implementing tolerance character education in high schools in SMA Malang Regency, examining their knowledge of tolerance content within Hindu-Buddhist sites in Malang Raya and the teaching methods employed for Hindu-Buddhist material. Conducted through interviews and research documentation with history teachers at SMA Malang Regency, the study ensures data validity through source triangulation. This research also employs data reduction, presentation, and verification in the analysis. The findings reveal that history teachers possess a reasonably good understanding of Hindu-Buddhist heritage sites in Greater Malang. Notably, teachers are knowledgeable about the tolerance content found in sites like Singosari Temple, Sumberawan Stupa, and Jago Temple, connecting this content to architectural features, religious practices of the past, and their relevance to contemporary society. In terms of teaching methods, some history teachers use cooperative learning and contextual teaching, emphasizing the importance of incorporating tolerance character education into the curriculum. All informants unanimously stress the significance of imparting tolerance education in the classroom as a crucial measure to prevent national disintegration, considering Indonesia's diverse conditions.Abstrak:Situs peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia yang berasal dari masa kerajaan menjadi saksi beragamnya praktik keagamaan yang hidup berdampingan di kalangan masyarakat. Situs-situs bersejarah yang penting ini sering digunakan dalam pelajaran sejarah untuk menekankan pentngnya tradisi toleransi bangsa Indonesia. Namun, muncul pertanyaan tentang sejauh mana kesadaran guru mengenai konten toleransi dalam situs warisan tersebut dan efektivitas penggabungan konten tersebut ke dalam kelas sejarah. Fenomena terkini, seperti anak-anak yang saling mengejek dan menggunakan simbol agama untuk bercanda, menekankan perlunya pemahaman komprehensif tentang toleransi dalam pendidikan sejarah. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menggali persepsi guru sejarah terhadap penerapan pendidikan karakter toleransi di SMA se-Kabupaten Malang, mengkaji pengetahuan konten toleransi dalam situs Hindu-Buddha di Malang Raya, dan metode pengajaran yang digunakan pada materi Hindu-Buddha. Melalui wawancara dan penelitian dokumentasi dengan guru sejarah SMA Kabupaten Malang, penelitian ini menjamin keabsahan data melalui triangulasi sumber. Penelitian ini juga melakukan reduksi data, penyajian, dan verifikasi dalam analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang situs peninggalan Hindu-Buddha di Malang Raya. Khususnya, para guru memiliki pengetahuan tentang konten toleransi yang terdapat di situs-situs seperti Candi Singosari, Stupa Sumberawan, dan Candi Jago, menghubungkan konten tersebut dengan ciri-ciri arsitektur, praktik keagamaan di masa lalu, dan relevansinya dengan masyarakat kontemporer. Dalam hal metode pengajaran, beberapa guru sejarah menggunakan pembelajaran kooperatif dan pengajaran kontekstual, menekankan pentingnya memasukkan pendidikan karakter toleransi ke dalam kurikulum. Seluruh informan sepakat menekankan pentingnya pendidikan toleransi di kelas sebagai langkah penting untuk mencegah disintegrasi bangsa, mengingat kondisi Indonesia yang beragam.
Polygamy and early marriage in the Dutch East Indies Maulidah, Alvin; Agung, Dewa Agung Gede; Sayono, Joko
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.19633

Abstract

The article discusses the role of Poetri Mardika in suppressing early marriage and polygamy during the colonial period in the Dutch East Indies. Poetri mardika was the first women's organization in 1912 during the national movement by boedi oetomo. The organization consisted of women and men who cared about the fate of women. They voiced their ideas through magazines. The position of women who are shackled by customary support makes them powerless to voice their rights. The research aims to examine polygamy and early marriage in colonial society using historical methods, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. Heuristics were conducted by collecting primary sources from magazines and secondary books and journals with the keywords polygamy and early marriage. Criticism of primary and secondary data is internally selected to determine the authenticity of the source. Interpretation uses the lewis coser conflict approach. The result of the research is that the practice of early marriage occurs because the social system of society shackles and there is no power for women to reject the system. Meanwhile, polygamy that occurred in the 1900s had different intensities in each region. This practice had a negative impact on women, so Poetri Mardika tried to raise their status by paying attention through education and teaching. Through education, women can be independent and no longer depend on men so that they can express their rights and obligations without being hindered by the confinement of men.
PEMANFAATAN BUKU PASUKAN M SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MEMBANGUN KESADARAN SEJARAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPS DI SMAN 1 GLAGAH Suryansyah, Ronni; Hudiyanto, Reza; Sayono, Joko
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i12022p9-17

Abstract

The book of Pasukan M is a story that tells about the resistance to maintain independence in the Bali Strait, which was spearheaded by Captain Markandi. In this material, students are invited to visualize local historical events that have occurred so that they can examine the struggles of independence figures in defending their territory and encourage the formation of thinking patterns towards rational, critical, empirical, and can also develop attitudes of human values, respect for others, and mutual cooperation. Building historical awareness and critical thinking skills through Pasukan M provides an overview of how local history can have an impact on students in their lives. As a means of building historical awareness and critical thinking skills of students. Finding solutions to existing problems, thinking actively and creatively in developing critical thinking patterns are also included in the skills students need as life skills. Buku Pasukan M merupakan sebuah kisah yang menceritakan tentang perlawanan mempertahankan kemerdekaan yang berada di Selat Bali yang dipelopori oleh Kapten Markandi. Materi ini siswa diajak untuk visualisasi dari kejadian sejarah lokal yang telah terjadi sehingga dapat menelaah perjuangan para tokoh kemerdekaan dalam mempertahankan wilayahnya dan mendorong terbentuknya pemikiran rasional, berpikir kritis dan juga dapat mengembangkan karakter yang menghargai sesama, dan gotong royong. Membangun kesadaran sejarah dan kemampuan berpikir kritis melalui Pasukan M memberikan sebuah gambaran mengenai bagaimana sejarah lokal bisa memberikan dampak pada siswa dalam kehidupannya. Sebagai sarana membangun kesadaran sejarah dan kemampuan berpikir kritis siswa. Menemukan solusi dari masalah yang ada, berpikir secara aktif dan kreatif dalam mengembangkan pola pikir kritis juga termasuk dalam keterampilan yang dibutuhkan siswa sebagai bekal kecakapan hidup.
LANGKAH-LANGKAH HEURISTIK DALAM METODE SEJARAH DI ERA DIGITAL Sayono, Joko
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 15, No 2 (2021): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v15i22021p369-376

Abstract

Penelitian sejarah dilakukan dengan menggunakan metode sejarah, yang terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Heuristik adalah tahap awal yang sangat penting dalam penelitian sejarah, keberhasilan dalam heuristik akan sangat membantu para peneliti menyelesaikan penyusunan historigrafi.  Dalam berbagai referensi yang ada heuristik dijelaskan sebatas mencari dan menemukan sumber, belum dijelaskan secara kongkrit apa sebenarnya yang harus dilakukan pada tahap heuiristik. Bagaimana heuristik harus dilakukan era digital, juga belum banyak dibahas.  Artikel ini menguraikan heuristik lebih terinci, mulai dari pengertian, prasyarat untuk dapat melakukan heuristik dengan baik, langkah-langkah kongkrit dalam melaksanakan heuristik dan bagaimana aplikasinya dalam penelitian sejarah.  Uraian ini akan memberikan pengetahuan dan gambaran   yang nyata bagaimana seseorang melakukan heuristik dalam konteks  metode sejarah  di Era digital.  Secara khusus tulisan ini sangat berguna bagi para mahasiswa yang menekuni bidang sejarah dan bagi para peneliiti pemula maupun peminat bidang sejarah. Heuristik merupakan tahap awal dalam metode sejarah, tetapi pelaksanaannya akan terus berlangsung terintegrasi dengan tahap selanjutnya. Heuristik berhenti dilakukan ketika historiografi dinyatakan selesai oleh penulisnya.
BIOGRAFI DAN STUDI TOKOH SEJARAH Sayono, Joko
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v16i22022p415-426

Abstract

This paper discusses the concept and steps of historical figure studies. The term historical figure has not been widely discussed and used in historical writing. Writing about the life of a figure is often found in biographies, autobiographies, memoirs and festschrift. These writings are considered a form of historical writing. Problems arise when it comes to the rules that must be followed in historical writing. The lives of the people written about in these four types of writing, usually anyone, can be classified as historical figures or not.  Historical figures are very substantial to study, because they are one of the important aspects in the context of driving societal change. The thoughts and actions of historical figures in dealing with various situations can be important lessons and inspiration for others to face the present. It is time to develop the study of historical figures more seriously, with the hope that the results will actually be able to provide more concrete inspiration on how to deal with the situations and conditions that occur around life.Tulisan ini membahas tentang konsep dan langkah-langkah studi tokoh sejarah. Terminologi tokoh sejarah (historical figure)  belum banyak dibincangkan dan digunakan dalam penulisan sejarah. Penulisan tentang kehidupan seorang tokoh banyak dijumpai dalam  biografi, autobiografi, memoir, dan festschrift. Tulisan-tulisan tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk tulisan sejarah.Permasalahan muncul ketika  dikaitkan dengan kaidah-kaidah yang harus diikuti dalam penulisan sejarah. Kehidupan orang yang ditulis dalam empat jenis penulisan tersebut, biasa siapa saja, bisa  tergolong tokoh sejarah atau bukan.  Tokoh sejarah sangat subtansial  untuk dikaji, karena menjadi salah satu aspek penting dalam konteks penggerak perubahan masyarakat. Pemikiran dan tindakan tokoh sejarah  dalam menghadapi berbagai situasi, dapat menjadi pelajaran penting dan inspirasi bagi orang lain untuk menghadapi  masa sekarang. Sudah saatnya dikembangkan kajian tentang tokoh sejarah dengan lebih serius, dengan harapan hasilnya akan betul-betul  mampu memberikan inspirasi yang lebih kongkrit bagaimana seharusnya menghadapi  situasi dan kondisi yang terjadi di sekitar kehidupan
Analisis Pendidikan Karakter Pada Buku Teks Sejarah Kelas XI Kurikulum Merdeka Pratiwi, Emilia; Sayono, Joko
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v7i1.3139

Abstract

This study is based on the discourse that Indonesia will experience a golden age in 2045 so it is necessary to prepare quality human resources so that it can provide positive things in accordance with what is expected. The education unit is the main gate of success. Not only creating quality human resources but education needs to shape character in accordance with national values to face challenges in the future. Based on this analysis, this study aims to describe the character education contained in the history textbook for class XI of the Merdeka Curriculum provided by the government as a learning facility. This study was conducted using content analysis with the history textbook grade XI Merdeka Curriculum as the subject and character education as the object. The existing data is then analyzed in a qualitative way by reducing data, presenting and drawing conclusions. From the study that has been carried out, a connecting line can be drawn that in the history textbook for class XI of the Merdeka Curriculum, which consists of four chapters starting from the colonialism period to the proclamation, there is character education in accordance with the indicators that have been formulated, which include spiritual, nationalist, independent, shoulder to shoulder, and integrity.
PENGGUNAAN MEDIA FILM TOKOH-TOKOH PERGERAKAN NASIONAL UNTUK MENANAMKAN SIKAP NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI MADRASAH ALIYAH (MA) IBADURROCHMAN MALANG Novrianto, Muhammad Isro'; Sayono, Joko; Ridhoi, Ronal
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v10i1.24014

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis penggunaan media film tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk menanamkan sikap nasionalisme melalui pembelajaran sejarah di kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Ibadurrochman Malang. Di era Revolusi Industri 4.0 sekarang, guru sejarah dalam membangunan karakter mendapatkan tantangan dari arus informasi dan teknologi. Pada kasus peserta didik Madrasah Aliyah Ibadurrochman Malang memanfaatkan akses internet bukan digunakan untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran sejarah di kelas tetapi digunakan untuk mengakses drama Korea, media sosial, dan anime. Untuk membendung dampak negatif, maka guru sejarah perlu menanamkan sikap nasionalisme melalui media film tokoh-tokoh pergerakan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan penggunaan media film tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk menanamkan sikap nasionalisme melalui pembelajaran sejarah di kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Ibadurrochman Malang berupa peserta didik belajar dengan sungguh-sungguh, cinta tanah air, mengeluarkan pendapat, mengapresiasi tokoh pergerakan nasional, dan memaknai esensi nilai-nilai dari tokoh pergerakan nasional merupakan bentuk yang positif untuk mengisi kemerdekaan.
PENGEMBANGAN HISTORICAL MODULE AND LAPBOOK (HIMLAP) PERJUANGAN KARAENG GALESONG UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN SEJARAH LOKAL SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 NGANTANG Rohana, Melda Amelia; Sayono, Joko; Utami, Indah Wahyu Puji
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p149-162

Abstract

Abstract:Ngantang, a region in Malang, East Java, is known for its local history detailing the struggle of Karaeng Galesong. Karaeng Galesong, a son of Sultan Hassanuddin from the Kingdom of Gowa in Makassar, actively fought against the Dutch East India Company (VOC) in East Java during the 17th century. After his prolonged struggle, Karaeng Galesong ultimately passed away and was laid to rest in Ngantang. Despite Karaeng Galesong's renown in Ngantang, numerous students in the area remain unfamiliar with the details of his struggle. This unfamiliarity stems from a dearth of references or educational materials pertaining to this particular aspect of local history. To address this issue, researchers developed the 'Historical Module and Lapbook' (HIMLAP) teaching materials, focusing on history of Karaeng Galesong's 17th-century struggle against the VOC in East Java. The objective is to deepen Ngantang students' understanding of their local history and assess HIMLAP's effectiveness as a teaching tool. HIMLAP, an innovative educational tool, merges a module with a lapbook, offering students an engaging and visually appealing learning experience. This research employs Sugiyono's Research and Development (R&D) methodology. However, this research and development phase did not progress to mass production. The validation tests conducted on the materials and teaching resources revealed that the HIMLAP teaching materials, focusing on history of Karaeng Galesong's 17th Century struggle against the VOC in East Java, are exceptionally suitable for pilot testing. In both small and large group trials, an increase in student understanding was observed, as evidenced by the improvement in scores from pretest to posttest. Given these positive outcomes, it can be concluded that the HIMLAP, detailing Karaeng Galesong's struggle, is highly feasible as a local history teaching resource in enhancing student understanding. Abstrak: Ngantang adalah salah satu wilayah di Malang, Jawa Timur yang memiliki sejarah lokal tentang perjuangan Karaeng Galesong. Karaeng Galesong merupakan salah satu anak dari Sultan Hassanuddin dari Kerajaan Gowa (Makassar) yang berjuang melawan VOC di Jawa Timur di abad ke-17. Di akhir perjuangannya, Karaeng Galesong akhirnya meninggal dan dimakamkan di Ngantang. Meskipun tokoh Karaaeng Galesong terkenal di Ngantang, namun banyak siswa di Ngantang yang tidak memahami sejarah perjuangan Karaeng Galesong. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya referensi atau bahan ajar mengenai materi sejarah lokal tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan bahan ajar Historical Modul and Lapbook (HIMLAP) sejarah perjuangan Karaeng Galesong melawan VOC di Jawa Timur abad ke-17. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa di Ngantang mengenai sejarah lokalnya dan menguji efektivitas bahan ajar HIMLAP ini sebagai bahan ajar sejarah lokal. HIMLAP ini merupakan bahan ajar inovatif yang menggabungkan modul dengan lapbook agar memberikan tampilan yang menarik bagi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) Sugiyono, namun peneliti dalam penelitian dan pengembangan ini tidak sampai pada tahap produksi masal. Dari hasil uji validasi materi dan bahan ajar oleh validator, didapatkan hasil bahwa bahan ajar HIMLAP Sejarah Perjuangan Karaeng Galesong Melawan VOC di Jawa Timur Abad ke-17 ini sangat layak untuk di ujicobakan. Dalam ujicoba kelompok kecil maupun ujicoba kelompok besar didapatkan hasil adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil pretest ke posttest. Dengan adanya hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa HIMLAP perjuangan Karaeng Galesong ini sangat layak untuk menjadi bahan ajar sejarah lokal dalam meningkatkan pemahaman siswa.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Kejuruan Febriani, Shovi Wiranata; Ayundasari, Lutfiah; Sayono, Joko; Utami, Indah Wahyu Puji
Indonesian Journal of Instruction Vol. 5 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/iji.v5i3.82766

Abstract

Profil Pelajar Pancasila menjadi aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik, namun implementasi proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah menengah kejuruan masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek kesiapan guru dan perencanaan kegiatan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa di sekolah menengah kejuruan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif, yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila memerlukan kesiapan dalam berbagai aspek, baik dari segi pemahaman maupun penerapan. Kesiapan guru menjadi faktor kunci, karena kekurangan dalam aspek ini dapat menyebabkan pelaksanaan P5 berjalan kurang optimal. Proses perencanaan proyek P5 memerlukan langkah-langkah yang sistematis dan komprehensif untuk menjamin ketercapaian tujuan pembelajaran serta internalisasi nilai-nilai Pancasila. Pelaksanaan P5 menjadi momentum penting dalam pengembangan karakter siswa dan pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila membutuhkan perencanaan yang matang dan kesiapan guru yang memadai untuk memastikan keberhasilan program dalam menciptakan generasi berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
Co-Authors Aditya Nugroho Widiadi Afandi, Mahrus AGUSTIN, DWI Alby Aruna Alby Aruna Anam, M Syaeful Anam, Muhammad Khoirul Antania Hanjani Febriyanti Antisna, Ika Wara Yuni Ari Sapto Arif Mahya Fanny Ariwianto, Edwin Ariyani, Novi Asmaul Husna, Layya Aulia Herdiani Blasius Suprapta, Blasius Daya Negri Wijaya Deny Yudo Wahyudi Desy Ratna Syahputri Dewa Agung Gede Agung Dhika, Dhika Maha Putri Eka Putri Surya Endang Sri Andayani Ery Tri Djatmika RWW Febri Irwandi Febriani, Shovi Wiranata Hadi Sumarsono Ilham Fatkhu Romadho Indah Wahyu Puji Utami, Indah Wahyu Iziq Eafifi Bin Ismail Kartika, Adelea Wardah Khakim, Moch Nurfahrul Lukmanul Kholifah, Adin Lely Jayanti Lutfiah Ayundasari Lutfiya Ayundasari Maha Putri, Dhika Mahiroh, Nanik Malik Huda, Robbi Maulana Maulidah, Alvin Mochammad Ronaldy Aji Saputra Mohamad Firzon Ainur Roziqin Mohd Al-ikhsan Ghazali Muhammad 'Afaf Hasyimy Muhammad Khoirul Anam Muhtiya Wahyu Afi Mutiara Syafira Anastasia Nadhiva Amalia Frihatna Nadiya Faydinda Putri Ishlah Nafi'ah, Ulfatun Nahdia Riza Sania Nasikh Nidhom, Ahmad Mursyidun Niken Puspa Nofitra Niki Dwi Ayuningtyas Nila Rahmawati Nila Rahmawati NILA RAHMAWATI Norliza Bt Mohd Isa Novrianto, Muhammad Isro' Nurul Hidayat Oktavia Wahyuni Saputri Prasety, Ella Jayahuda Prasetyo, Abdul Rahman Pratiwi, Emilia Rahmawati, Rahmawati Ramli Akhmad Reza Hudiyanto Ridhoi, Ronald Robby Hidajat Rohana, Melda Amelia Santi, Dwijayati Ari Novia Saputri, Oktavia Wahyuni Sidyawati, Lisa Siti Faizatun Nisa' Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Sri Andayani, Endang Subekti, Arif Sulistyo, Wahyu Djoko Suryansyah, Ronni Suyono Suyono Swastika Dhesti Anggriani Syed Ahmad Iskandar Utami, Indah Puji Vira Herlinda Wijanarko, Ario Setyo Winata, Arif Pandu Yuli Fitriani Yunani Yunani Zahrotul Firdaus Zainul Hasan