Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Metode Bermain Peran terhadap Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Kelompok B di TK Telkom Buah Batu 10030219001, Nadya Oktaviani; Erhamwilda; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.15338

Abstract

Abstract. This research is based on the existence of obstacles in improving language skills in early childhood. These obstacles are in the form of: there are some children who cannot answer questions with complaints, there are some children who still find it difficult to express what they want, there are some children who find it difficult to use simple sentences. The type of research used by the researcher is PTK research or classroom research to improve the quality of learning in the classroom. The researcher used a random sampling technique to determine the research sample. The population used was 15 children and the sample in this study was children in the BTK Telkom Buah Batu class. The instruments used are cheklis with the assessment categories of undeveloped (BB), starting to develop (MB), developing according to expectations (BSH), developing very well (BSB). The data collection technique is through observation. The researcher used the P. test. Based on the research that the author has conducted 4 times, it consists of: observation (pretest) without being given treatment and after being given treatment with 3 cycles. The results were obtained that before being given treatment to children, the child's language proficiency before being given treatment was 21.4% and after receiving treatment in cycles 1, 2, and 3 through the role-playing method, the average children's ability increased to 88.1%. This proves that the role-playing method can improve language skills in early childhood. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi karena adanyakendala dalam meningkatkan kemampuan bahasa pada anak usia dini. Kendala tersebut berupa: adanya sebagian anak yang belum bisa menjawab pertanyaan dengan komples, adanya sebagian anak yang masih sulit menungungkapkan apa yang diiginkannya, adanya sebagian anak sulit enyusun kalimat sederhana. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian PTK atau penelitian kelas guna meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Peneliti menggunakan teknik random sampling untuk menentukan sampel penelitian. Populasi yang digunakan 15 orang anak dan sampel dalam penelitian ini adalah anak di kelas BTK Telkom Buah Batu. Instrument yang digunakan yaitu cheklis dengan kategori penilaian belum berkembang (BB), mulai berkembang (MB), berkembang sesuai harapan (BSH), berkembang sangat baik (BSB). Teknik pengumpulan datanya yaitu melalui observasi. Peneliti menggunakan uji P. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan sebanyak 4 kali terdiri dari :observasi(pretest) tanpa diberikan perlakuan dan setelah diberikan perlakuan dengan 3 siklus. Diperoleh hasil bahwa sebelum diberikan perlakuan kepada anak kemampaun bahasa anak sebelum diberikan perlakuan sebesar 21,4 % dan setelah mendapatkan perlakuan di siklus 1,2,dan 3 melalui metode bermain peran didapatkan rata-rata kemampuan anak meningkat menjadi 88,1%%. Hal ini membuktikan bahwasanya metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak usia dini.
Efektivitas Media Manipulatif Slime Dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Erhamwilda, Erhamwilda; Rasyid, A Mujahid; Rustini, Rinrin
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 7 No. 2 November 2022
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.361 KB) | DOI: 10.29313/schema.v7i2.11036

Abstract

Ditemukan bahwa kemampuan motorik halus anak kelompok A di TK BPP Malati kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur yang masih belum berkembang secara optimal. Hal ini dikarenakan kesadaran orang tua hanya memperhatikan aspek perkembangan kognitif anak saja pada bidang baca,tulis dan hitung. Salah satu bahan bermain yang mainkan otot-otot halus anak adalah slime. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi objektif kemampuan motorik halus anak kelompok A TK BPP Malati dengan media manipulatif slimeJenis penelitian yang digunakan peneliti menggunakan metode kuantitatif kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan pada TK BPP Malati di kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur tahun ajaran 2018-2019. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa siswi kelompok A (usia 4-5 tahun) berjumlah 20 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah Random sampling. Hasil penelitian menunjukkan penerapan media manipulatif slime dalam meningkatkan motorik halus anak dapat disimpulkan berhasil, hal tersebut dibuktikan pencapaian setelah dilakukan tes pada saat kegiatan.
Peran Ayah dalam Stimulasi Perkembangan Motorik Anak Usia Dini Erhamwilda, Erhamwilda; Adawiyah, Elis
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2024): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v8i1.14048

Abstract

Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab kedua orangtua yakni ayah dan ibu. Peran ayah pun sangat penting dalam perkembangan anak, pengalaman bermain dan gaya asuhan ayah yang akan selalu diingat anak sampai dewasa. Motivasi, interaksi ayah saat memberikan stimulasi perlu berperan aktif sama halnya seperti ibu. Anak yang memiliki stimulasi terarah interaksi yang berkualitas akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang mendapatkan atau bahkan tidak mendapat stimulasi dari orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ayah dalam stimulasi fisik motorik anak usia dini di Kecamatan Parongpong Bandung Barat. Jenis Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan sample 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan peran ayah dalam stimulasi dengan perkembangan fisik motorik anak usia dini. Diharapkan ayah memiliki waktu berkualitas untuk memberikan pengasuhan, bermain bersama anak dalam memberikan stimulasi motorik kasar, motorik halus serta prilaku kesehatan dan keselamatan.
Analisis Pengembangan Kurikulum Merdeka dan Implementasinya Mahabatillah, Kamila; Erhamwilda, Erhamwilda; Agustin, Mubiar
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2024): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v8i1.13591

Abstract

Kurikulum Indonesia berkali-kali mengalami perubahan, transisi perubahan kurikulum 2013 (K-13) ke kurikulum merdeka selain perubahan kurikuler, transfomasi paradigmatic pendidikan nasional juga mengalami perubahan. TK (X) dan (Y) sudah menerapkan kurikulum merdeka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengembangan dan implementasi kurikulum merdeka Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuntitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan orang tua taman kanak-kanak X dan Y. Adapun Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan TK X dan Y sudah menerapkan pengembangan kurikulum merdeka berdasarkan pada pedoman pengembangan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan). Walaupun dalam proses pembelajaran terdapat kegiatan bermain ditemukan TK X sebagian besar kegiatan masih berpusat kepada guru. Projek profil pelajar pancasila TK (X) berlandaskan pada kebutuhan dan realitas lingkungan sekolah "Penanaman rimpang," TK (Y) landasan untuk mengenali nilai-nilai kebangsaan melalui “Perayaan HUT RI ke 78”.
The Role of Early Childhood Education Teachers in Communicating and Managing Schools Safe Afrianti, Nurul; Arif Hakim; Erhamwilda; Masnipal; Ayi Sobarna; Via Eka Lestari
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 2, (December 2023) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i2.2970

Abstract

When a disaster occurs, students are the most vulnerable to the effects, especially if the disaster occurs while the children are at school. With the large number of potential disasters that occur, disaster education is very important to do early on, and this is done by equipping early childhood teachers about disaster education and managing disaster-safe schools. In the end, education and management of disaster-safe schools can be conveyed to children through play activities according to the principles of learning for early childhood. Efforts to provide disaster education from an early age is an important and fundamental action that is not only an act of curriculum development or enrichment alone, but is also a preventive action for the life of every child in dealing with this phenomenon in the future, so that when faced with real events every child has optimal readiness to deal with it.
Analisis Hubungan Antara Pengetahuan Akhlak Terhadap Sesama dan Sikap Siswa Terhadap Bullying Pada Siswa Usia 13-15 Tahun Zahra Putri Rozali; Erhamwilda; Giantomi Muhammad
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v4i2.5341

Abstract

Abstract. The aim of this research is to examine the relationship between students' views on bullying at one of the school in Lembang and their understanding of morals towards others. The background of this research is the problem of bullying in schools, especially verbal bullying. Students' sense of superiority was found to be the main source of bullying behavior. The research method used is quantitative with a descriptive approach. Fifty students at one of the school in Lembang filled out the questionnaire used to collect data. The findings of this research show the influence of moral knowledge on students' perceptions of bullying. With a standard deviation of 2.804, the mean (average) of students' moral knowledge is 38.66. The following categories make up the moral knowledge category: very good (43 and above), good (40–42), quite good (37–39), poor (34–36), and very poor (33 and below). Only 7% of students really understand morals; 10% are good; 17% are excellent; 16% are less; and 0% are very less. Meanwhile, students' attitudes towards bullying have an average score of 42.76, which is in the quite good category. This research found that students with higher moral knowledge tend to have more positive attitudes towards bullying and engage in bullying less often. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara pandangan siswa terhadap bullying di salah satu sekolah di Lembang dengan pemahaman akhlak terhadap sesama. Latar belakang penelitian ini adalah permasalahan bullying di sekolah, khususnya bullying verbal. Rasa superioritas siswa ditemukan menjadi sumber utama perilaku bullying. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Lima puluh siswa di salah satu sekolah di Lembang mengisi kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian ini menunjukkan pengaruh pengetahuan akhlak terhadap persepsi siswa terhadap bullying. Dengan standar deviasi sebesar 2,804 maka mean (rata-rata) pengetahuan moral siswa sebesar 38,66. Kategori-kategori berikut ini membentuk kategori pengetahuan akhlak: sangat baik (43 ke atas), baik (40–42), cukup baik (37–39), kurang (34–36), dan sangat kurang (33 ke bawah). Hanya 7% siswa yang sangat paham moral; 10% bagus; 17% sangat baik; 16% adalah kurang; dan 0% sangat kurang. Sedangkan, sikap siswa terhadap bullying memiliki nilai rata-rata 42,76 yang berada dalam kategori cukup baik. Penelitian ini menemukan bahwa siswa dengan pengetahuan akhlak yang lebih tinggi cenderung memiliki sikap yang lebih positif terhadap bullying dan lebih jarang melakukan tindakan bullying.
Pengaruh Kegiatan Pembacaan Cerita Buku Pilar Karakter terhadap Perilaku Proposial Peserta Didik Nadhira Putri Mulyana; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i2.5106

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses serta hasil pembelajaran menggunakan metode bercerita menggunakan buku pilar karakter untuk dapat meningkatkan perilaku prososial peserta didik disalah satu Taman Kanak-Kanak di Kecamatan Bandung Wetan dengan subjek penelitian berjumlah 8 anak. Indikator perilaku prososial yang diteliti adalah dermawan, jujur, menolong dan bekerja sama. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah action research dengan jenis penelitian collaborative action research dan menggunakan model kemmis & Mc Taggart. Temuan penelitian secara deskriptif kuantitatif, menggambarkan persentase perilaku prososial peserta didik mengalami peningkatan dari 54,01% menjadi 62,05% pada siklus I dan mengalami peningkatan kembali pada siklus II menjadi 76,33%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam proses pengembangan perilaku prososial pada anak dapat berkembang melalui metode bercerita menggunakan buku pilar karakter. Abstract. The purpose of this study is to describe the process and results of learning using the storytelling method using the character pillar book to be able to improve the prosocial behavior of students in one kindergarten in Bandung Wetan District with research subjects totaling 8 children. The indicators of prosocial behavior studied are generous, honest, helpful and cooperative. The method used in this research is action research with the type of collaborative action research and using the Kemmis & Mc Taggart model. The research findings are descriptively quantitative, describing the percentage of students' prosocial behavior has increased from 54.01% to 62.05% in cycle I and has increased again in cycle II to 76.33%. Based on these results, it can be concluded that in the process of developing prosocial behavior in children can develop through storytelling methods using character pillar books.
Developing Children's Self-Control Based on Islamic Values to Prevent the Negative Impacts of Digital Device Usage Erhamwilda, Erhamwilda; Afrianti, Nurul; Hayati, Fitroh
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 40, No. 2, (December 2024) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v40i2.4925

Abstract

Self-control is a critical skill essential for children to navigate the challenges posed by digital devices effectively. This study explores the role of Islamic values in fostering children's self- control to mitigate the negative consequences of modern digital interactions. The research involves a comprehensive literature review encompassing child development theories, Islamic teachings, and the implications of digital technology on young minds. Children's use of digital devices is a certainty for interacting with the online world. The internet offers various benefits but also brings several challenges and risks, especially for children and adolescents who lack strong self-control. Islamic teachings contain commands to develop self-control, which involves restraining oneself from actions prohibited by Allah and striving to follow Allah's commands. This study seeks to answer the following questions: 1) How is the process of developing children's self- control? 2) How is self-control developed according to Islamic guidance? 3) What are the negative impacts of digital device usage on children? A qualitative approach with literature review methods is used in this study. The results show that: 1) Self-control can be fostered through modeling, reinforcement, cognitive-behavioral techniques, delaying gratification, setting clear and consistent expectations and rules, etc.; 2) Parents need to guard their children's sight, hearing, and heart early through digital parenting. Parents play a crucial role in developing their children's conscience and preventing exposure to films, stories, games, and information that could damage their children's faith and morals. In conclusion, integrating Islamic values into children's education regarding self-control offers a holistic approach to safeguarding their well-being amidst the pervasive influence of digital devices. This approach not only supports their moral development but also prepares them to navigate the digital world responsibly and ethically.
Implikasi Pendidikan Akhlak dalam Film My Idiot Brother terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Adillah Siti Azzahra; Erhamwilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v5i1.18366

Abstract

Abstract. Film as a learning medium plays a crucial role in shaping the character and moral values of its viewers. This study aims to analyze the implications of moral education in the film My Idiot Brother for children with special needs using Roland Barthes' semiotic approach. The film illustrates how interactions within a family that includes a child with special needs can serve as a means of moral education for all family members and the surrounding community. The research employs a qualitative approach with semiotic analysis as the primary method. Data were collected through film observation and analyzed based on Barthes' theories of denotation, connotation, and myth. This study identifies various forms of moral education depicted in the film, including morality towards God (hablum minallah), morality towards fellow humans (hablum minannas), and morality towards oneself (hablum minannafs). Furthermore, the study finds that moral education methods such as habituation, role modeling, advice, as well as reward and punishment, are evident in the interactions among the characters in the film. Keywords: Moral education, film, children with special needs. Abstrak. Film sebagai media pembelajaran memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral bagi penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pendidikan dalam film My Idiot Brother terhadap anak berkebutuhan khsusus menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini menggambarkan bagaimana interaksi dalam keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus dapat menjadi sarana pembelajaran akhlak bagi setiap anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika. Data dikumpulkan melalui observasi film dan dianalisis berdasarkan teori denotasi, konotasi, dan mitos yang dikembangkan oleh Barthes. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk pendidikan akhlak dalam film, termasuk akhlak terhadap Allah (hablum minallah), akhlak terhadap sesama manusia (hablum minannas), dan akhlak terhadap diri sendiri (hablum minannafs). Selain itu, metode pendidikan akhlak seperti pembiasaan, keteladanan, nasihat, serta hukuman dan reward juga ditemukan dalam interaksi antar tokoh dalam film ini. Kata Kunci: pendidikan akhlak, film, anak berkebutuhan khusus.
Pengetahuan Akhlak Sosial Sebagai Upaya Mencegah Tindakan Perundungan di Sekolah Muhammad, Giantomi; Rozali, Zahra Putri; Erhamwilda, Erhamwilda
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 17 No 1 (2025): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v17i1.3490

Abstract

The current rampant bullying is accompanied by physical violence, not just verbal. Those who are weak are oppressed by a group of people who feel powerful and have power. There is news circulating on television and social media regarding bullying that leads to death every year. This is a very sad phenomenon amidst Indonesia's hopes of gold in 2045. Therefore, massive efforts are needed to tackle bullying, especially in schools. The aim of this research is to describe knowledge of social morals as an effort to prevent bullying. The research uses a qualitative approach with a case study method. Data sources for students and teachers through interviews, documentation and observation processes. Data analysis techniques through data reduction, data interpretation, data triangulation and data conclusions. The results of the research reveal that the implementation of knowledge of social morals is supported by cognitive, affective and psychomotor understanding in students not to bully, thus assessing it as a form of detrimental negative action. Students take better care of themselves and increase their knowledge of social morals that bind Islamic values ​​in forming an Islamic brotherhood
Co-Authors 10030219001, Nadya Oktaviani 10030220007, Delia Swantiana AA Sudharmawan, AA Adawiyah, Elis Adillah Siti Azzahra Aep Saepudin Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Alma Husnu Ananda Yusfa Rahman Anne Andriane Annisa Ayu Saadah Arif Hakim Arif Hakim Asep Dudi Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Awit Marwati Sakinah Ayi Sobarna Ayunda Fauziah, Najma Cahyani, Novianti Ayu Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Mulyani Diki Gustian Dina Aulia Adiningsih Dinar Nur Inten Dini Aisyah Fauziah Dwi Rizky Eko Surbiantoro Enoh Enoh Enoh Nuroni Fauziyyah Khoirunnisaa Fitroh Hayati Ghina Yusriyah Shidiq Hakim, Arif Hani Handayani Henderia Kustina Hirza Huriah Rachmah Ipah Arianti Iwan Sanusi Khambali Khambali, Khambali M. Noval Asgaf Mahabatillah, Kamila Maryono, Awanis Ghassani masnipal Mubiar Agustin Muhammad Qais Arrasyid Muhammad, Giantomi Mulyati, Husna Nadhira Putri Mulyana Natatsa Syifaul Wardah Niko Apriyanto Nila Nur sinta Nur Aida Fatimah Nuraini, Nabilah Nurdila Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Rafliansyah Khairullah Rani Pratini Rasyid, A. Mujahid Ratu Iqlima Ghasanni Reni Mulyani Reuhulina Putri Perangin Angin Rifa Siti Ayu Bakta Rissa Sahidah Riza Fauzia Rizky Amalia Rozali, Zahra Putri Rustini, Rinrin Salma Hanifa Salma Salsabila Salma Wildani Siti Hafsah Salvia Kemala Sara Aulia Fathin Shinta Mellani Salsabila Sobar Al Ghazal Sri Rosita Surbiantoro, Eko Syakira Kaneisha Zahra Prameswary Syamsiah Iskandar Syifa Aghnia Zaenal Tatat Tarwiah Tazkia, Alma Husnu Via Eka Lestari Viny Apriyantie Winda Sri Asih Rahmanda Yeni Anggraeni Yurika Nur Prasetya Zahra Putri Rozali