p-Index From 2021 - 2026
5.121
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Risiko Produksi Kopi Robusta Di Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar Sahnas Hidayah; Nofialdi Nofialdi; Ifdal Ifdal
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.149

Abstract

Penelitian   ini   dilaksanakan   di   Jorong   Pincuran   Tujuah,   Nagari   Batipuh   Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian adalah 1) Menganalisis risiko produksi  yang  terjadi  pada  kopi  Robusta  di  Jorong  Pincuran  Tujuh,  2)  Mendeskripsikan manajemen risiko yang dilakukan oleh petani pada produksi kopi Robusta di Jorong Pincuran Tujuh. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data deskriptif kualitatif untuk tujuan pertama dan analisis kualitatif untuk tujuan kedua. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 11 sumber risiko produksi Kopi Robusta di Jorong Pincuran Tujuh. Berdasarkan analisis tingkat risiko produksi dengan menggunkan pemetaan risiko, risiko pada kuadran I adalah hama penggerek buah kopi, kurang dalam penyiangan, cuaca saat penjemuran dan semut. Strategi pengelolaan risiko yang dilakukan petani kopi Robusta di Jorong Pincuran tujuh adalah stategi preventif dengan melakukan penyemprotan prekor, penyiangan yang efektif dilakukan oleh beberapa petani, dan berburu.Kata kunci: risiko produksi, sumber risiko, manajemen risikoThis research was conducted in Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Batipuh District, Tanah Datar District. The research objectives were 1) Analyzing the production risk that occurred in Robusta coffee in Jorong Pincuran Tujuh, 2) Describing the risk management carried out by farmers on Robusta coffee production in Jorong Pincuran Tujuh. This study uses a survey method with qualitative descriptive data analysis for the first purpose and qualitative analysis for the second objective. The results revealed that there were as many as 11 risk sources of Robusta Coffee production in Jorong Pincuran Tujuh. Based on an analysis of the level of production risk by using risk mapping, the risk in quadrant I is coffee fruit borer, less weeding, weather during drying and ants. The risk management strategies carried out by Robusta coffee farmers in Jorong Pincuran seven are preventive strategies by spraying precursors, effective weeding carried out by some farmers, and hunting. Keywords: production risk, risk sources, risk management
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi Bubuk di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Ninda Novita; Nofialdi Nofialdi; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan usaha agroindustri kopibubuk di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar (2)Mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi kopi bubuk di Nagari Koto Tuo,Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan diNagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Pemilihanlokasi penelitian dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Metode penelitianyang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan amalisis regresilinearBerganda.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwafaktor-faktoryangmempengaruhi produksi kopi bubuk adalah biji kopi, mesin roasting, kayu bakardantenagakerja.Sedangkanfaktoryangsecarasignifikanmempengaruhiproduksi kopi bubuk adalah bahan baku kopi. Fungsi produksi kopi bubuk diNagariKotoTuoberadadalamkeadaanskalahasilyangnaikdengannilaikoefisienregresi sebesar1,157.
Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Hary Yanto Jailani; Nofialdi Nofialdi; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.444

Abstract

Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi Bubuk di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Ninda Novita; Nofialdi Nofialdi; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan usaha agroindustri kopibubuk di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar (2)Mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi kopi bubuk di Nagari Koto Tuo,Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan diNagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Pemilihanlokasi penelitian dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Metode penelitianyang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan amalisis regresilinearBerganda.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwafaktor-faktoryangmempengaruhi produksi kopi bubuk adalah biji kopi, mesin roasting, kayu bakardantenagakerja.Sedangkanfaktoryangsecarasignifikanmempengaruhiproduksi kopi bubuk adalah bahan baku kopi. Fungsi produksi kopi bubuk diNagariKotoTuoberadadalamkeadaanskalahasilyangnaikdengannilaikoefisienregresi sebesar1,157.
Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Hary Yanto Jailani; Nofialdi Nofialdi; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.444

Abstract

Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 
Analisis Risiko Harga pada Usahatani Tomat di Nagari Alahan Panjang Kabupaten Solok Rihadatul Aisy; Nofialdi; Afrianingsih Putri
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 7 No. 3 (2025): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v7i3.854

Abstract

Tomatoes are valuable horticultural commodities with numerous benefits, but are highly vulnerable to price instability. This study analyzes price risk and management strategies in tomato farming in Nagari Alahan Panjang, Solok Regency. The research aims to identify sources of price risk, measure its level, and formulate effective management strategies. The ARCH/GARCH model is applied to forecast tomato price volatility, while variance, standard deviation, and the coefficient of variation determine the magnitude of risk. Results show that significant price drops and fluctuations occurred in April, September, and October 2022, with a coefficient of variation of 0.53, indicating a high level of price risk. Farmers in Alahan Panjang adopt two main strategies to manage this risk: preventive and mitigation. Preventive measures include better crop maintenance and intercropping, while mitigation efforts involve continuous harvesting, post-harvest processing, crop rotation, and delaying harvests to minimize losses caused by market fluctuations.