Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KESEHATAN FISIK DAN MENTAL IBU HAMIL MELALUI PRENATAL YOGA Dewi Susilawati; Novria Hesti; Nur Fadjri Nilakesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 5 No 3 (2022): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v5i3.2377

Abstract

The results of interviews with the Chair of the Pregnant Women's Group at PMB Midwife Silvia Nova Sari, it was found that the number of pregnant women was 26 pregnant women, pregnant women who visited often complained of body pain, felt weak, short of breath, and sometimes also felt anxious about their pregnancy. The solutions given by midwives regarding the problems of pregnant women are only limited to ordinary education why these things can be experienced by pregnant women, midwives have not provided an education that is very effective in overcoming these problems, one of which is education with prenatal yoga techniques. The midwife also said that the class for pregnant women had never done prenatal yoga because there were no midwives who attended prenatal yoga training. This activity was carried out on September 23-24, 2021 at PMB Silvia Nova Sari, the Working Area of ​​the Air Cold Health Center with a target number of 8 pregnant women. This activity begins with providing education and then ends with the practice of yoga for pregnant women. The result of this service is an increase in the physical and mental health of pregnant women after prenatal yoga is carried out. The results of interviews with pregnant women where they said that after participating in this activity, they felt happy, even the aches they used to feel we're not so pronounced. It is hoped that with this activity pregnant women can apply it at home so that maternal health is maintained.
PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BALITA MELALUI KELAS BALITA DENGAN PIJAT BAYI Dewi Susilawati; Nila Eza Fitria; Aida Minropa; Nur Leny
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 1 No 1 (2021): Jurnal ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jam.v1i1.185

Abstract

Latar Belakang : Kelas Ibu Balita dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada balita. Hasil wawancara dengan wakil pimpinan Klinik MERCUBAKTIJAYA bahwa klinik belum memiliki kelas ibu balita, sementara itu salah satu pelayanan yang diberikan di klinik ini adalah Kesehatan Ibu dan Anak. Tujuan kegiatan ini adalah pembentukan kelas ibu balita sebagai upaya pemantauan dan peningkatan tumbuh kembang bayi atau balita dengan cara mengajari ibu teknik pijat bayi. Metode : Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16 Januari 2021 di Klinik MERCUBAKTIJAYA dengan jumlah sasaran adalah 5 orang ibu beserta anak yang berusia 0-2 tahun. Kegiatan ini diawali dengan pengukuran tumbuh kembang anak, dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pijat bayi kemudian diakhiri dengan mengajari ibu teknik-teknik pijat bayi. Hasil: Berdasarkan pemeriksaan status gizi (BB/TB) dari 5 balita, 3 orang memiliki status gizi normal dan 2 orang memiliki status gizi kurus. Sebelum diberikan edukasi tentang pijat bayi didapatkan dari 5 orang ibu balita 1 orang menjawab semua pertanyaan dengan benar dan setelah diberikan edukasi tentang pijat bayi didapatkan dari 5 orang ibu balita 3 orang menjawab semua pertanyaan dengan benar.
Pemberdayan Ibu Hamil tentang Persiapan Menyusui melalui Aplikasi CAL di Layanan Kesehatan Komunitas Susilawati, Dewi; Nilakesuma, Nur Fadjri; Yusnela, Eza
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1440

Abstract

Indikator kesehatan bayi dengan menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu intervensi yang paling efektif dalam menurunkan AKB yaitu dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Namun, di wilayah kerja puskesmas air dingin cakupan ASI eksklusif masih rendah. koordinator KIA di puskesmas Air Dingin mengatakan bahwa rendahnya pencapaian ASI Eksklusif disebabkan karena banyaknya ibu hamil dan menyusui yang belum memahami pentingnya ASI eksklusif dan teknik menyusui yang benar dan kebanyakan ibu menyusui juga ikut bekerja sehingga saat sudah mulai bekerja bayi ditinggal dengan keluarga dan hanya diberikan susu formula. Selain itu disebabkan juga karena keterbatasan waktu dan sumber daya untuk memberikan edukasi menyusui intensif. Tujuan kegiatan ini adalah mengoptimalkan edukasi menyusui dengan memanfaatkan aplikasi Computer Assisted Learning (CAL) “Sukseskan ASI Eksklusif Berbasis Keluarga” sebagai media pembelajaran interaktif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan penggunaan aplikasi, demonstrasi teknik menyusui, penerapan teknologi dalam aktivitas harian, serta pendampingan melalui forum WhatsApp. Sebanyak 10 ibu hamil trimester III berpartisipasi sebagai sasaran, dan data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana kemampuan ibu hamil menggunakan aplikasi meningkat dari 50% menjadi 100%, dan pengetahuan tentang menyusui meningkat dari kategori di bawah rata-rata (60%) menjadi di atas rata-rata (80%). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi berbasis CAL efektif meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan ibu hamil dalam pelaksanaan menyusui, serta berpotensi menjadi model edukasi digital yang berkelanjutan pada layanan kesehatan komunitas.
Elementary School Physical Education Teachers’ Challenges in Educational Technology Integration: An Urban-Rural Comparison in Subang Regency, Indonesia Yusuf, Pipin Maolana; Susilawati, Dewi; Fauzi, Rizal Ahmad
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2026): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v10i1.3480

Abstract

Technology integration in elementary school physical education may differ between urban and rural settings, yet empirical comparisons in Indonesia remain limited. This study compared teachers’ perceptions of educational technology and barriers to its integration in urban and rural elementary schools in Subang Regency, Indonesia. A quantitative comparative design was used with 84 physical education teachers: 56 from schools in villages classified as urban and 28 from schools in villages classified as rural according to BPS-Statistics Indonesia. Data were collected using a 26-item Likert-scale questionnaire adapted from the Technology Acceptance Model and Ertmer’s First- and Second-Order Barriers framework. Internal consistency was acceptable across the four subscales. Because most subscale distributions departed from normality, between-group differences were examined using the Mann–Whitney U test, with Holm–Bonferroni adjustment for the four primary comparisons. Rural teachers reported significantly greater First-Order Barriers (U = 450.50, adjusted p = .008, r = .35) and Second-Order Barriers (U = 452.00, adjusted p = .008, r = .34) than urban teachers. Rural teachers also reported lower Perceived Usefulness at the unadjusted level (U = 567.50, p = .038, r = .23), but this difference was not statistically significant after adjustment (p = .076). No significant difference was found for Perceived Ease of Use (U = 606.00, p = .089, r = .19). The findings indicate that the most robust urban–rural disparities concern both structural barriers and belief-related barriers to educational technology integration. These results support the need for context-sensitive infrastructure provision and professional development in rural physical education settings.