Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP PRODUKSI COKLAT BUBUK Safrida, Riana; Meriatna, Meriatna; Muhammad, Muhammad; Muarif, Agam; ZA, Nasrul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12120

Abstract

Bubuk cokelat merupakan produk bahan pangan yang biasa diolah menjadi makanan dan minuman. Bubuk cokelat merupakan salah satu olahan biji kakao yang banyak diminati industri. Bubuk cokelat terbuat dari biji kakao yang dipisahkan dari mentega kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan waktu penyangraian terhadap produksi coklat bubuk. Penelitian ini telah banyak dilakukan sebelumnya dan penelitian yang belum pernah dilakukan adalah pengaruh waktu fermentasi  selama 10 hari dan variasi waktu penyangrain selama 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Metode yang digunakan yaitu Ekstraksi, gravimetri, dan spektrofotometri UV/VIS.  Hasil analisa kandungan asam lemak coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 1,40gr, pada coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 2,44gr. Kandungan kadar air coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 0,32gr dan kadar air coklat bubuk fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 3,76gr. Kadar pH coklat bubuk tanpa fermentasi berkisar 6,6-6,7 dan pH coklat bubuk fermentasi berkisar 6,4 - 6,5. Kadar polifenol terbaik yaitu pada coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangrain 10 menit yaitu 20,31mg/gr.
PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN MEMANFAATKAN AMPAS NANAS SEBAGAI ADSOBEN Afra, Khalida; ZA, Nasrul; Sulhatun, Sulhatun; Mulyawan, Rizka; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13402

Abstract

Proses pemisahan produk reaksi degradasi (air, peroksida, asam lemak bebas, aldehida, dan keton) dari minyak goreng dikenal sebagai penyulingan minyak goreng atau minyak goreng bekas. Menggunakan agen penyerap untuk memurnikan minyak goreng bekas adalah metode yang mudah dan efektif. Ampas nanas adalah adsorben yang digunakan dalam penelitian ini. Karena memiliki antioksidan yang dapat mencegah molekul radikal bebas, bahan penyerap ini dapat memurnikan minyak jelantah. Menggunakan ampas nanas sebagai adsorben dan proses aktivasi untuk mengukur kadar asam lemak bebas, bilangan asam, bilangan peroksida, kadar air, dan karakteristik gugus fungsi yang diperoleh setelah adsorbsi, penelitian ini bermaksud untuk melihat pengaruh waktu dan massa terhadap proses penyulingan minyak jelantah. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun yang menjadi pembeda adalah waktu adsorpsi 3, 4, 5, dan 6 hari dan massa adsorben 13, 15, 17, dan 19 g. Dari hasil penelitian didapatkan hasil uji terbaik asam lemak bebas (FFA) sebesar 0,10%, bilangan asam KOH/gr 0,16 mg, bilangan peroksida 1,48 mEq/kg, kadar air 0,01%, dan uji gugus fungsi (FTIR) untuk adsorben aktif, dengan gugus hidroksil OH pada bilangan gelombang 3367,71 cm-1, gugus C=O pada bilangan gelombang 1708,93 cm-1, gugus fungsi C=C pada bilangan gelombang 1.570,06 cm-1, gugus fungsi C-H dengan bilangan gelombang 2.941,44 cm-1, dan golongan fungsional P-OH dengan bilangan gelombang 1.058,92 cm-1.
ANALISA KARAKTERISTIK SEDIAAN MASKER PEEL-OFF DARI LIMBAH CANGKANG TELUR DENGAN PENAMBAHAN BUBUK KULIT BATANG KAYU MANIS Lubis, Muhammad Irvan Maulana; Muarif, Agam; ZA, Nasrul; Azhari, Azhari; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.14679

Abstract

Masker peel-off merupakan masker yang berbentuk gel yang di aplikasikan ke kulit dan dalam waktu tertentu akan membentuk lapisan film transparan yang elastis, setelah kering masker dapat langsung diangkat tanpa perlu dibilas, Masker wajah tentu memiliki banyak manfaat sesuai dengan jenis bahan utama yang terkandung dalam produk tersebut mulai dari mencerahkan wajah, memudarkan bekas jerawat, mengecilkan pori-pori hingga menyamarkan garis-garis halus pada wajah, Pada penelitian ini penulis menambahkan bubuk batang kayu manis sebagai zat aktif, dan dmdm hidantoin sebagai pengawet, pengujian juga dilakukan selama 1 minggu lama penyimpanan untuk mengamati karakteristik sediaan dengan variasi perbandingan PVA (8, 10, 12 gram) dan CMC (0, 1, 3, 5 gram), dari masing-masing sediaan dilakukan uji evaluasi, meliputi: organoleptik, daya sebar, waktu kering, homogenitas, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi massa sediaan memberikan pengaruh pada sifat fisika masker, hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa  sediaan masker dengan perbandingan 10 gram PVA dan 1 gram CMC, merupakan formula yang memenuhi SNI, dengan nilai pH 7,3-7,5, daya sebar 5-5,1 cm, waktu kering 25-26 menit, kestabilan homogenitas yang baik, dan uji organoleptik yang paling banyak disukai.
KARAKTERISASI BIOBRIKET DARI TEMPURUNG KEMIRI Nissah, Khairun; sulhatun, sulhatun; Masrullita, Masrullita; Muarif, Agam; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15088

Abstract

Biobriket adalah padatan yang dibuat melalui kompresi dan tekanan yang menghasilkan sedikit asap saat dibakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sifat-sifat biobriket cangkang kemiri seperti densitas, nilai kalor, kandungan volatil, dan kandungan karbon padat. Penelitian ini sebelumnya telah dilakukan dengan memproduksi biobriket dari cangkang kemiri dengan menggunakan proses pirolisis sebagai bahan bakar alternatif. Oleh karena itu, proses pirolisis tidak digunakan dalam penelitian ini. Bahan dasar cangkang kemiri dijemur di bawah sinar matahari selama 48 jam kemudian digiling dengan crusher. Ukuran partikel cangkang kemiri divariasikan dengan ukuran sebagai berikut: 50 mesh, 60 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh. Biobriket diproduksi dengan perbandingan perekat yang berbeda-beda yaitu 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%. Kemudian keringkan dalam oven dengan suhu 105„ƒ selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan kualitas biobriket cangkang kemiri densitas tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 0,965 g/cm3) dan kandungan volatil tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 14,54%). Kandungan karbon padat tertinggi terdapat pada sampel A1 yaitu 74,923% dan nilai kalor tertinggi terdapat pada sampel D4 yaitu 5239,08 kal/gr.
Pengaruh Metode Penghilangan HCN (Hidrogen Sianida) Secara Organik dan Kimiawi pada Daging Biji Karet Sebagai Bahan Baku Pembuatan Tempe Ritonga, Renanda Pradila; Muarif, Agam; Za, Nasrul; Nurlaila, Rizka; Bahri, Syamsul; Retnowulan, Sri Rahayu
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.16465

Abstract

Biji karet (Hevea brasiliensis) merupakan biji yang dihasilkan dari tanaman karet yang mengandung protein 17,41%, Karbohidrat 6,99%, Abu 3,08%, lemak 68,53%, dan HCN 3,99%. Biji karet dapat dikonsumsi dan dibuat menjadi berbagai olahan seperti keripik, es krim, dan tempe. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hasil perbandingan penghilangan Asam Sianida (HCN) antara proses organik dan proses kimiawi pada biji buah karet, waktu yang digunakan untuk penghilangan Asam Sianida (HCN) pada biji buah karet dan menentukan hasil olahan yang dihasilkan dari biji buah karet yaitu tempe yang aman dikonsumsi. Pada penelitian sebelumnya yaitu dilakukan (Ningsih, 2015) perendaman biji karet dengan penambahan arang aktif dan NaCl, dan penelitian oleh (Wahyu, 2020) menunjukkan keberhasilan penurunan kadar HCN pada biji buah karet dengan menggabungkan konsentrasi abu sekam dengan lama perendaman. Dan pada penelitian ini perendaman hanya menggunakan aquades dan kapur sirih 1%. Uji kadar HCN digunakan menggunakan perak nitrat secara volumetrik, spektrofotometer UV-Vis, dan uji organoleptik pada hasil olahan. Uji kadar HCN menggunakan perak nitrat nilai kadar HCN tertinggi pada organik dan kimiawi yaitu pada perlakuan tanpa perendaman dan perebusan, yaitu sebesar 79,027ml/kg. Kandungan HCN terendah pada organik dan kimiawi yaitu pada perlakuan perendaman selama 18 jam dan perebusan 90 menit, yaitu sebesar 19,120ml/kg dan 19,099ml/kg. Uji kadar HCN menggunakan spektrofotometer UV-Vis hasil kadar HCN tertinggi pada organik dan kimiawi yaitu pada perlakuan tanpa perendaman dan perebusan, yaitu sebesar 160,2 ppm. Dan kandungan HCN terendah pada organic dan kimiawi pada perlakuan perendaman selama 18 jam dan perebusan 90 menit, yaitu sebesar 23,95 ppm dan 23,45 ppm. Semakin lama waktu perendaman dan perebusan pada biji karet maka kandungan HCN pun semakin kecil.Kata Kunci:Asam Sianida, Perendaman, Perebusan, Tempe, Waktu
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR NaOH DAN WAKTU AKTIVASI TERHADAP DAYA SERAP KARBON AKTIF DARI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis) DENGAN PROSES KARBONISASI Sandi, Nazlia Armita; muarif, agam; ibrahim, ishak; za, nasrul; sylvia, novi; Ahmad Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20548

Abstract

Penelitian sebelumnya yaitu jenis aktivator, konsentrasi aktivator dan waktu aktivasi, yaitu menggunakan aktivator H3PO4 dengan konsentrasi 8%, 10%, 12%, dan 14% dengan waktu aktivasi 24 jam. Variasi ini memungkinkan pengujian karbon aktif dari limbah pelepah kelapa sawit menentukan perbandingan yang optimal antara activator dan waktu aktivasi serta variasi konsentrasi dapat mempengaruhi kualitas karbon aktif. Ada empat proses diantaranya: tahap persiapan bahan baku, tahap karbonisasi, tahap aktivasi dan tahap analisa karateristik karbon aktif dari limbah pelepah kelapa sawit. Variabel pada penelitian dalam proses adalah konsentrasi aktivator NaOH (0,5, 1,0, 1,5, 2, dan 2,5 N), dan waktu aktivasi (18, 20, 22, dan 24 jam). Pengujian terhadap sampel meliputi moisture, ash, volatile matter, daya serap iodin, fixed karbon dan uji SEM. Hasil pengujian diperoleh kadar air berkisar antara 0,432-0,874 %, kadar abu berkisar antara 0,713-0,998 %, kadar zat terbang berkisar antara 0,420-0,948% , fixed karbon berkisar antara 97,387-97,907 % daya serap iod berkisar antara 510,17-837,60 mg/g. Citra Permukaan SEM karbon aktif menggunakan NaOH menghasil permukaan objek yang gelap. Gelapnya objek pada hasil uji SEM menunjukan kedalaman . Semakin gelap permukaan maka semakin dalam sehingga mudah dalam menyerap limbah.Kata kunci: Aktivasi, aktivator, karbonasi, karbon aktif, uji SEM
SIMULASI PEMURNIAN HIDROGEN SULFIDA (H2S) DARI BIOGAS BERBASIS PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) DENGAN PENYERAP AIR PADA PEMODELAN ASPEN HYSYS MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) Siri, Danu; Nurlaila, Rizka; ZA, Nasrul; Masrullita, Masrullita; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20554

Abstract

Industri kelapa sawit menghasilkan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang dapat diolah menjadi biogas melalui fermentasi anaerobik. Kandungan hidrogen sulfida (H‚‚S) dalam biogas mencapai >2000 ppm, yang bersifat korosif, menurunkan kualitas biogas, dan berbahaya bagi kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas biogas, diperlukan proses pemurnian H‚‚S yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laju alir air, suhu, dan tekanan terhadap kemurnian metana dan komposisi H‚‚S pada biogas, mengembangkan model matematis hubungan antar variabel menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM), serta menentukan kondisi operasi optimal untuk mencapai kemurnian metana yang tinggi. Simulasi pemurnian H‚‚S dilakukan menggunakan software Aspen Hysys V.11 dengan penyerap air. Analisis Response Surface Methodology (RSM) dengan metode Central Composite Design (CCD), dengan variabel bebas berupa laju alir air (40-80 m³/h), suhu (25-75°C), dan tekanan (7-9 bar). Hasil simulasi menunjukkan kemurnian metana tertinggi sebesar 97,14% dan konsentrasi H‚‚S terendah 0,1448 ppm pada kondisi optimal pada laju alir air 80 m³/h, suhu 25°C, dan tekanan 9 bar. Peningkatan laju alir air dan tekanan terbukti meningkatkan kemurnian metana secara signifikan, sementara suhu yang lebih rendah memberikan efisiensi optimal dalam mengurangi konsentrasi H‚‚S.. Model matematis quadratic dengan desirability 0,984 menggambarkan hubungan antarvariabel. Metode pemurnian menggunakan air sebagai penyerap efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Simulasi dengan Aspen Hysys dan optimasi menggunakan RSM memberikan panduan untuk mengidentifikasi kondisi operasi optimal dalam proses pemurnian H‚‚S, mendukung pengelolaan limbah industri kelapa sawit yang berkelanjutan.
Co-Authors Ade Ikhsan Kamil Adi Setiawan Afra, Khalida Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Al Usrah, Cut Rizka Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Amri Amri Andri Nur rizky Annisa Aulia Ar Razi Arafah, Sadinda Arif Maulana Ashari, Muhammad Rayhan Aulia, Rauzatul Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Bakhtiar Bakhtiar Dedi Fariadi Dennis Eka Syahputra Dewi Kumala Sari Dini Rizki Eddy Kurniawan Elviana, Suci Eva Diana Faisal Faisal Fatnia, Fatnia Fibarzi, Wiza Ulfa Fioza Ozly Erian Firda, Hanisyah Gusti Indah Sari Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Isa, Muzamir Ishak Ibrahim Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khairul Anshar Khairul Anshar Kurniawati Kurniawati Kurniawati Laksita Ika Paksi Laksono Trisnantoro Lubis, Muhammad Irvan Maulana Lukman Hakim Lukman Hakim Mainisa, Mainisa Maizuar Maizuar Marisa Fitria Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana Heru Mulya Medyan Riza Melianda Putri Wulandari Meriatna Meriatna Mhd Azrin Milarahma Yulianti Muhammad Muhammad Fahrur Rozi Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Mujiburrahman Mujiburrahman Mulyawan, Rizka Nabila Adhani Nabila Hamnasia Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Ningtiyas, Dinda Nissah, Khairun Novi Sylvia Nur Aisyah Nur Asiah Indah Rahayu Nurfikasari, Dara Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nursakinah Nurul Islami, Nurul Nurwardina Sofiyani Pandey, Govinda Prashad pradana, ardie surya Purwoko, Agus Putri, Emilya Nirwana putri, intan nanda Ramadani, Fikri Fadli Rati Halimatussakdiyah Razi, Ar Retnowulan, Sri Rahayu Reza Dwi Fani Rini Meiyanti Riska Putri Ritonga, Renanda Pradila Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizki Ramadhan Rizki, Dini Rizzki Andira Roja Andesta Rozanna Dewi S, Syarifuddin Safrida, Riana Sandi, Nazlia Armita Sinta Morina siregar, annisa febrianti Siri, Danu Sofiyani, Nurwardina Sri Rahayu Retnowulan Subhan A Gani Subhan Subhan Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Syahrani, Irma Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tsa Tsa Anindya Rakhim Ahmadi Ulfa, Raudhatul Wawan Atmaja Willy W Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi yanti, eva Yaqinnas, Haqqul Yosi, Andre Yulisda, Desvina Zahara Firda Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri Zulnazri, Z