Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESALAHAN GRAMATIKAL DALAM ABSTRAK BERBAHASA INGGRIS Murti, Fiqih Kartika; Atmoko, Dwi; Rejeki, Desi Sri
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v7i1.16214

Abstract

Penulisan abstrak berbahasa Inggris dalam artikel-artikel hasil penelitian telah menjadi salah satu syarat di berbagai jurnal nasional, walaupun isi artikel tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia. Agar abstrak berbahasa Inggris dapat terbaca maka haruslah menggunakan tata bahasa Inggris yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan gramatikal abstrak berbahasa Inggris pada jurnal di lingkungan Universitas Bhamada Slawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel penelitian juga didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan dan dihasilkan 101 abstrak berbahasa Inggris. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi teori. Selanjutnya, data penelitian dianalisis menggunakan analisis isi meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat 12 kesalahan gramatikal dalam penulisan abstrak berbahasa Inggris pada jurnal di lingkungan Universitas Bhamada Slawi; kata kerja (48,5%), pilihan kata (17,8%), penghilangan kata (14,9%), penyusunan kata (14,9%), penambahan kata (13,9%), kata sandang (13,9%), kata depan (12,9%), pengejaan (9,9%), kesesuaian subjek dan kata kerja (6,9%), kata ganti (5%), kata benda (4%), dan kalimat pasif (3%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata kerja dalam bahasa Inggris menjadi kesalahan gramatikal yang paling sering ditemui dalam abstrak berbahasa Inggris pada jurnal di lingkungan Universitas Bhamada Slawi.
Motivasi sebagai Faktor Pendorong Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis. Rizqiyana, Fika; Widiya Nurhikmah; Desi Sri Rejeki
Journal Pharma Saintika Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober : Jurnal Pharma Saintika
Publisher : Program Studi DIII Farmasi Akademi Farmasi Dwi Farma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51225/jps.v9i1.99

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health concern that requires long-term treatment with Anti-Tuberculosis Drugs (ATDs). The success of therapy largely depends on patient’s adherence to the prescribed regimen, which is influenced by various behavioral and psychosocial factors. This study aimed to determine the level of medication adherence among TB patients taking ATDs and analyze the factors influencing adherence, including knowledge, motivation, and social support. A descriptive quantitative study with a cross-sectional was conducted involving 43 respondents selected through total sampling. Data were collected using the Morisky Medication Adherence Scale 8 (MMAS-8) and questionnaires assessing knowledge, motivation, and social support. The findings showed that 41,9% patients had low adherence, 25,6% had moderate adherence, and 32,6% had high adherence. Of the three factors analyzed, ony motivation exhibited a statistically significant association with adherence (p= 0,038), while knowledge (p=0,757) and social support (p=0,216) did not show significant associations. In conclusion, motivation represents a major determinant of adherence among TB patients. Interventions that emphasize motivational enhancement and educational engangement by healthcare providers should be prioritized to improve adherence and optimize treatment outcomes for tuberculosis.
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Muli (Musa acuminta Colla.) dalam Sediaan Foot Sanitizer Spray Sebagai Antiseptik Alami Amalia, Meli; Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i2.814

Abstract

Kulit pisang muli diketahui memiliki beberapa senyawa aktif diantaranya flavonoid, saponin serta tanin yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sediaan antiseptik alami (foot sanitizer spray). Foot sanitizer spray adalah produk larutan higienis untuk kaki yang diformulasikan guna menjaga kebersihan dan kesehatan kaki, membunuh bakteri, ragi serta jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri serta menentukan konsentrasi optimal dari sediaan foot sanitizer spray dalam menghambat S.aureus. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol kulit pisang muli dapat dibuat menjadi sediaan foot sanitizer spray dibuktikan dengan semua uji fisik sediaan yang dilakukan memperoleh hasil sesuai dengan literatur yang ditentukan, serta dapat menghambat pertumbuhan S.aureus. Formula 3 menunjukkan efektivitas tertinggi dalam menghambat S.aureus, dengan ukuran area hambat mencapai 11 mm yang termasuk dalam klasifikasi daya hambat kuat. Pengolahan data dilakukan menggunakan uji statistik Kruskal- Wallis dan memperoleh hasil adanya perbedaan yang bermakna pada zona hambat masing-masing konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi zat aktif, maka aktivitas antibakteri semakin tinggi.
Efektivitas Ekstrak Daun Kakao (Theobroma cacao L.) Sebagai Penumbuh Rambut Kelinci New Zealand White Satrio Awaariful Haq; Desi Sri Rejeki; Girly Risma Firsty
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.7820

Abstract

Kerontokan rambut merupakan ciri rambut tidak sehat yang disebabkan oleh paparan terik sinar matahari, zat kimia pewarna rambut, dan faktor hormonal. Hair tonic merupakan sediaan rambut yang dapat menjaga kesehatan rambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas pertumbuhan rambut ekstrak etanol daun kakao dalam sediaan hair tonic dengan perbedaan konsentrasi ektrak serta keamanannya. Uji aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengoleskan sediaan pada punggung kelinci dengan parameter pengukuran panjang rambut pada minggu ke-1, 2 dan 3 dan bobot rambut pada minggu ke-3. Uji keamanan dilakukan dengan uji iritasi kulit yang diamati pada jam ke- 24 dan 48. Data yang diperoleh dari hasil uji kemudian dilakukan analisis data menggunakan SPPS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan hair tonic yang mengandung ekstrak etanol daun kakao dengan konsentrasi 15% memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam merangsang pertumbuhan rambut dibandingkan dengan kontrol positif berupa minoxidil 2%. Hasil uji iritasi kulit pada kelinci menunjukkan tidak adanya eritema ataupun edema. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kakao dapat diformulasikan sebagai sediaan hair tonic yang memenuhi syarat fisik serta aman digunakan pada kulit.
Cantik Sehat Tanpa Risiko Sebagai Upaya Edukasi Penggunaan Kosmetik Secara Aman di SMK Bina Nusa Slawi Desi Sri Rejeki; Talita Azaria; Nabilla Fitri Azhari; Aulia Syalfadillah; Shofa Khoirun Nida; Endang Istriningsih; Lailiana Garna Nurhidayati; Ery Nourika Alfiraza; Girly Risma Firsty; Oktariani Pramiastuti; Rima Harsa Atqiya Alquraisi
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v7i1.988

Abstract

Perkembangan tren kecantikan memicu maraknya peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga mengancam kesehatan publik khususnya kalangan remaja. Remaja menjadi target rentan akibat tingginya konsumsi produk kosmetik tanpa didukung literasi digital dan kesehatan yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Cantik Sehat Tanpa Risiko" ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta sikap kritis siswa dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik yang aman, legal, dan sesuai standar kesehatan. Mitra kegiatan adalah 67 siswa kelas XI Program Studi Farmasi di SMK Bina Nusa Slawi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tiga tahapan sistematis, yaitu persiapan, pelaksanaan (ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi pembuatan lip balm), serta evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta pada hampir seluruh indikator yang diukur. Pengetahuan jenis kulit meningkat menjadi 100% benar (50 peserta), pemahaman bahan berbahaya meningkat dari 44 menjadi 50 peserta, dan pemahaman Beyond Use Date (BUD) juga meningkat dari 42 menjadi 47 peserta. Indikator ciri kosmetik tidak layak pakai menjadi materi dengan pemahaman yang masih kurang, namun tetap mengalami kenaikan dari 32 menjadi 38 peserta. Pengecekan legalitas BPOM berhasil mudah dipahami oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi dan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan edukasi ini berhasil mencapai tujuan dalam membekali siswa menjadi konsumen cerdas yang selektif dalam menjaga kesehatan kulit di masa depan.
POTENSI LARVASIDA ALAMI DARI GRANUL EKSTRAK AKAR PULAI TERHADAP LARVA Aedes aegypti Intan Fitrotus Salamah; Desi Sri Rejeki; Ery Nourika Alfiraza
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21569

Abstract

Larvasida alami merupakan pestisida yang mampu membunuh larva. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah pulai (Alstonia scholaris (L) R. Br). Tumbuhan pulai mengandungan senyawa saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50 dan aktivitas larvasida terbaik dari granul ekstrak akar pulai terhadap larva Aedes aegypti. Uji aktivitas larvasida granul dibuat pada konsentrasi 0%:10%:15%:20%. Pengujian dilakukan dengan menambahkan 0,4 gram granul dari semua perlakuan, 0,01 gram kontrol positif serbuk abate dan kontrol negatif granul tanpa ekstrak yang kemudian ditambahkan ke dalam 100 mL aquades. Larva yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III, setiap replikasi menggunakan 10 larva. Nilai LC50 diperoleh melalui analisis regresi probit menggunakan program statistik SPSS. Didapatkan LC50 dari granul ekstrak akar pulai sebesar 14,541% yang memiliki aktivitas cukup beracun. Hal ini menunjukkan bahwa LC50 yang lebih tinggi dapat mengakibatkan aplikasi granul tidak efektif karena toksisitasnya yang rendah, sedangkan LC50 yang lebih rendah menunjukkan granul yang lebih toksik. Aktivitas larvasida terbaik ditunjukkan dengan kematian semua larva Aedes aegypti dengan pengamatan 24 jam pada formulasi 3 granul ekstrak akar pulai dengan konsentrasi 20%. Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi aktivitas granul untuk membunuh larva.
POTENSI LARVASIDA ALAMI DARI GRANUL EKSTRAK AKAR PULAI TERHADAP LARVA Aedes aegypti Intan Fitrotus Salamah; Desi Sri Rejeki; Ery Nourika Alfiraza
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21569

Abstract

Larvasida alami merupakan pestisida yang mampu membunuh larva. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai larvasida alami adalah pulai (Alstonia scholaris (L) R. Br). Tumbuhan pulai mengandungan senyawa saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LC50 dan aktivitas larvasida terbaik dari granul ekstrak akar pulai terhadap larva Aedes aegypti. Uji aktivitas larvasida granul dibuat pada konsentrasi 0%:10%:15%:20%. Pengujian dilakukan dengan menambahkan 0,4 gram granul dari semua perlakuan, 0,01 gram kontrol positif serbuk abate dan kontrol negatif granul tanpa ekstrak yang kemudian ditambahkan ke dalam 100 mL aquades. Larva yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III, setiap replikasi menggunakan 10 larva. Nilai LC50 diperoleh melalui analisis regresi probit menggunakan program statistik SPSS. Didapatkan LC50 dari granul ekstrak akar pulai sebesar 14,541% yang memiliki aktivitas cukup beracun. Hal ini menunjukkan bahwa LC50 yang lebih tinggi dapat mengakibatkan aplikasi granul tidak efektif karena toksisitasnya yang rendah, sedangkan LC50 yang lebih rendah menunjukkan granul yang lebih toksik. Aktivitas larvasida terbaik ditunjukkan dengan kematian semua larva Aedes aegypti dengan pengamatan 24 jam pada formulasi 3 granul ekstrak akar pulai dengan konsentrasi 20%. Hal ini menunjukkan semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi aktivitas granul untuk membunuh larva.
PENENTUAN KADAR ALKOHOL DARI TAPAI UBI UNGU (Ipomoea batatas (L.) Lam) DAN TAPAI SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DENGAN VARIASI WAKTU FERMENTASI Desi Sri Rejeki; Ery Nourika Alfiraza; Alisha Asri Kusuma
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i1.775

Abstract

Tapai merupakan makanan khas Indonesia yang dihasilkan dari fermentasi bahan makanan kaya karbohidrat. Kandungan utama singkong yaitu karbohidrat. Semakin tinggi kandungan karbohidrat dalam suatu bahan fermentasi, maka kadar alkohol yang akan dihasilkan juga lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar akohol pada tapai ubi ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam) dan Tapai Singkong (Manihot esculenta Crantz) dengan variasi waktu fermentasi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Untuk membuktikan kadar alkohol pada tapai ubi ungu dan tapai singkong dilakukan fermentasi menggunakan ragi sebanyak 120 g dengan variasi waktu yaitu 72, 96, dan 120 jam. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar alkohol ubi ungu berturut-turut sebesar 5,4; 12; dan18% dan kadar tapai singkong berturut-turut sebesar 4,9; 11; dan 17%. Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh lama variasi waktu fermentasi pada tapai ubi ungu dan tapai singkong. Data yang diperoleh dianalisis dengan varian (ANOVA) untuk menguji adanya perbedaan kadar (%) akohol tapai ubi ungu dan tapai singkong selama fermentasi dengan perolehan hasil Teat of Normality nilai signifikan sebesar > 0,05 yang menyatakan adanya perbedaan kadar alkohol terhadap variasi waktu fermentasi pada tapai ubi ungu dan tapai singkong.
POTENSI KECAMBAH SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM BODY LOTION MENGGUNAKAN METODE DPPH Shofa Khoirun Nida; Desi Sri Rejeki; Lailiana Garna Nurhidayati; Yasmin Laila Syada
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i1.777

Abstract

Produk perawatan kulit yang mengandung senyawa antioksidan sangat dibutuhkan untuk menangkal radikal bebas. Salah satu tanaman yang mengandung aktivitas antioksidan adalah kecambah kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) atau tauge. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh sediaan body lotion yang memiliki aktivitas antioksidan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil) dengan spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian eksperimental dengan membuat 3 formulasi sediaan. Adapun konsentrasi ekstrak etanol kecambah kacang hijau yang digunakan sebesar 1% (Formula 1), 5% (Formula 2), dan 10 % (Formula 3). Sediaan body lotion kemudian diuji aktivitas antioksidan. Hasil yang didapatkan yaitu sediaan body lotion memiliki aktivitas antioksidan kuat pada formula 1 ( IC50 67,16 ppm) dan formula 2 (IC50 73 ppm), serta sangat kuat pada formula 3 (IC50 37,45 ppm). Formula sediaan body lotion ekstrak etanol kecambah kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) yang memiliki aktivitas antioksidan terbesar yaitu F3.
Pengaruh Waktu Perebusan terhadap Penurunan Kadar Boraks pada Mi Basah Muhammad Fasekh Jamaludin Amin; Ery Nourika Alfiraza; Desi Sri Rejeki
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 4 No 1 (2026): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v4i1.714

Abstract

Boraks merupakan zat kimia berbahaya yang seringkali ditambahkan dalam pembuatan mi basah. Larangan penggunaan boraks pada makanan diperkuat pada permenkes tahun 2012 bahwa asam borat mengklasifikasikan bahan tambahan pada pangan yang terlarang. Dampak yang timbul jika boraks dikonsumsi pada makanan yaitu dapat mengakibatkan diare, gangguan sistem saraf, gangguan ginjal, anemia, hingga dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan juga otak. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui penurunan kadar boraks terhadap variasi lama waktu perebusan mi basah. Metode yang digunakan yaitu uji kertas tumerik, uji nyala api dan uji spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif mi basah yang mengandung kadar boraks 6% pada uji kertas tumerik menghasilkan warna coklat kemerahan pada setiap variasi perebusan yang berarti positif mengandung boraks dan hasil uji nyala api menghasilkan warna nyala api hijau pada setiap variasi perebusan yang berarti positif mengandung boraks. Panjang gelombang yang didapat adalah 543nm. Pada hasil turbulensi baku seri didapat nilai R2 sebesar 0,9955. Hasil pada penelitian ini menunjukkan variasi perebusan dapat menurunkan kadar boraks pada mi basah pada menit 0 ke 2 menit sebesar 15,13%, menit 0 ke 4 menit sebesar 31,57%, dan menit 0 ke 6 menit sebesar 46,87%.
Co-Authors Agung Nur Cahyanta Agung Nur Cahyanta Agung Nur Cahyanta Ainun Mardiah Alfiraza, Ery Nourika Alisha Asri Kusuma Alquraisi, Rima Harsa Atqiya Amalia, Meli Andi Kamal M. Sallo Anggit Pratiwi Anggit Pratiwi Anggraeni, Silvi Anindya, Yuarinda Melly Arifina Fahamsya Atmoko, Dwi Aulia Syalfadillah Azzahra, Tary Christy, Veranita Darsini Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati Dini, Novia Rokmah Djunaedi Djunaedi Dwi Atmoko Eek Safita Endang Istriningsih Erna Agustin Sukmandari Ery Nourika Alfiraza Fahamsya, Arifina Farida Fakhrunnisa Farida Fakhrunnisa, Farida Fauziah, Silvia Novi Nur Febriyanti, Dita Putri Fika Rizqiyana Fiqih Kartika Murti Fiqih Kartika Murti, Fiqih Kartika Firsty, Girly Risma Fitriani, Lisna Annisa Girly Risma Firsty Himatul Azizah Intan Fitrotus Salamah Inul Maghfiroh Isna Azzah Arfiyani isti qomah Istriningsih, Endang Ivan Ananda Aryo Saputra Lailiana Garna Nurhidayati Lailiana Garna Nurhidayati Linto, Ofa Listina, Osie Muhammad Elfani Tasya Muhammad Fasekh Jamaludin Amin Muhammad Fasekh Jamaludin Amin Musaidah Musaidah Muti Aryanti Nabilla Fitri Azhari Nur Inayah Nurhidayati, Lailiana Garna Octariani Pramiastuti Oktariani Pramiastuti Pramiastuti, Oktariani Ramadhani, Berliana Diva Rima Harsa Atqiya Alquraisi Rizqiyana, Fika Safitri . Safitri, Rafika Dwi Saraswati, Adinda Leskiyas Sari, Faustya Ayu Andan Satrio Awaariful Haq Setyo Wulandari, Prihastini Sherly Septia Pramesti Shofa Khoirun Nida Shofa Khoirun Nida Sintiya Ayu Musiyam Siti Lailatul Karimah Talita Azaria Tika Amelia Utiya Nurul Amni Venny Febriani Widiya Nurhikmah Wiweka Wiweka Wulandari, Prihastini Setyo Yasmin Laila Syada