Claim Missing Document
Check
Articles

Karakter Fisik Dan Aktivitas Antibakteri Sabun Padat Ekstrak Kulit Pisang Mas (Musa Acuminata Colla) Terhadap Staphylococcus Aureus Darsini; Desi Sri Rejeki; Endang Istriningsih; Setyo Wulandari, Prihastini
Journal of Chemistry Sciences and Education Vol 2 No 01 (2025): Journal of Chemistry Sciences and Education
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jcse.v2i01.171

Abstract

Solid soap is a type of skin cleanser formulation that functions to remove dirt, oil, and microorganisms such as bacteria. This study aims to formulate a solid bath soap containing ethanol extract of "pisang mas" banana peel (Musa acuminata) and to evaluate its antibacterial effectiveness against Staphylococcus aureus. The "pisang mas" banana peel was selected due to its content of active compounds such as flavonoids, saponins, and tannins, which are known to possess antibacterial properties. The extraction process was carried out by maceration using 96% ethanol, yielding an extract with a yield of 34.4%. The solid soap was formulated with four variations of extract concentrations: 0% (control), 8%, 10%, and 12%. Each formulation was subjected to physical quality tests including organoleptic properties, moisture content, foam height, and pH, in accordance with the Indonesian National Standard (SNI 06-3532-1994). Antibacterial activity was evaluated using the disc diffusion method against Staphylococcus aureus. The results demonstrated that all formulations met the quality standards for solid soap. The antibacterial test showed that extract concentrations of 8%, 10%, and 12% produced inhibition zones of 7.8 mm, 9 mm, and 16 mm, respectively, while the negative control showed an inhibition zone of 8.2 mm. These data indicate that increasing the concentration of "pisang mas" banana peel extract in the solid soap formulation positively correlates with enhanced antibacterial activity. The 12% concentration exhibited the strongest antibacterial effect. Therefore, ethanol extract of "pisang mas" banana peel shows potential as a natural active ingredient in antibacterial solid soap formulations.
Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L) Lam.) Terhadap Aktivitas Staphylococcus aureus Dalam Gel Infusa Wulandari, Prihastini Setyo; Rejeki, Desi Sri; Saraswati, Adinda Leskiyas
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 11 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v11i1.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi efektivitas sediaan gel infusa umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebagai agen antibakteri penyebab bisul. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode infusa dengan suhu 90°C selama 15 menit untuk memperoleh senyawa aktif. Sediaan gel diformulasikan dengan berbagai konsentrasi ekstrak (0,5%, 1% dan 2%) menggunakan HPMC sebagai gelling agent. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, daya lekat, homogenitas, stabilitas, dan uji antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula memenuhi standar uji fisik sediaan gel, dengan Ph berkisar antara 7, viskositas yang sesuai dengan standar SNI, kecuali daya sebar yang tidak sesuai karena konsentrasi gelling agent yang digunakan kecil yang menyebabkan penurunan nilai daya sebar serta daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus terdapat pada formula dengan konsentrasi 2%, dengan zona hambat 13,5 mm. Analisis data yang digunakan yaitu one way anova didapatkan hasil uji anova dengan nilai signifikan 0,004<0,05 yang dapat disimpulkan adanya perbedaan secara signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gel infusa umbi ubi jalar ungu memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan bisul berbasis herbal.
Mengidentifikasi Manajemen Bimbingan Konseling di Sekolah SMP Negeri 11 Medan Linto, Ofa; Rejeki, Desi Sri; Azzahra, Tary; Christy, Veranita; Wiweka, Wiweka
Action Research Literate Vol. 8 No. 12 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i12.2530

Abstract

Manajemen bimbingan dan konseling di sekolah merupakan aspek penting dalam memberikan dukungan holistik kepada siswa yang mencakup akademik, emosional, sosial dan kesejahteraan. Program ini diciptakan untuk membantu siswa mengatasi perkembangan, tekanan akademik dan bisang perilaku positif. Selain itu, bimbingan akademik dapat membantu mengarahkan siswa merencanakan dan mencapai tujuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mengenai pengdentifikasian manajemen bimbingan konseling di Sekolah SMP Negeri 11 Medan. Metode pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Wawancara, observasi dan dokumentasi. SMP Negeri 11 Medan mendukung perkembangan siswa secara holistik, membantu mengatasi tekanan akademik dan masalah interpersonal, serta mempromosikan perilaku positif. Meskipun ada kendala sumber daya, evaluasi menunjukkan perlunya peningkatan metode dan kerjasama dengan orang tua serta komunitas untuk memastikan relevansi layanan dengan kebutuhan siswa.
Aktivitas Antioksidan Daun Mangrove (Rhizophora mucronata Lamk) dengan metode β-Carotene Bleaching Istriningsih, Endang; Rejeki, Desi Sri; Anggraeni, Silvi; Firsty, Girly Risma
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.525

Abstract

Rhizophora mucronata merupakan salah satu jenis mangrove yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun mangrove (Rhizophora Mucronata). Daun diperoleh dari Pantai Alam Indah, Tegal. Kandungan senyawa dalam tumbuhan mangrove diantaranya adalah kelompok senyawa alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid. Ekstraksi daun mangrove menggunakan pelarut etanol 96 % dengan metode maserasi. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode β-caroten bleaching dalam tiga konsentrasi yang berbeda (10 ppm, 30 ppm, 50 ppm) dan hasil aktivitas antioksidan didapatkan dari Inhibitory Concentration (IC50). IC50 yang diperoleh pada penelitian ini adalah 57,831 ppm dengan panjang gelombang 458,5 nm dan tergolong ke dalam antioksidan yang kuat. Hasil dari aktivitas antioksidan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangrove dengan metode β-caroten bleaching lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yaitu aktivitas antioksidan ektrak daun mangrove menggunakan metode DPPH dan diekstraksi secara bertingkat.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika; Sari, Faustya Ayu Andan; Alquraisi, Rima Harsa Atqiya
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 1 (2023): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i1.527

Abstract

Mikroorganisme yang menyebabkan penyakit pada manusia disebut sebagai mikroorganisme patogen, salah satunya bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Daun kelor dan daun sirih hijau memiliki senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri seperti flavonoid, tanin, fenol dan saponin. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan difusi cara sumuran. Larutan uji yang dibuat pada daun kelor dan daun sirih hijau dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% serta kontrol negatif. Larutan uji kombinasi ekstrak daun kelor dan daun sirih hijau dibuat dengan kombinasi 1:1. Hasil uji aktivitas ekstrak tunggal daun kelor dan daun sirih hijau memiliki zona hambat dengan kategori sedang terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sedangkan pada kombinasi ekstrak daun kelor dan daun sirih hijau memiliki zona hambat dengan kategori kuat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dari hasil zona hambat yang didapatkan konsentrasi 75% memiliki daya hambat tertinggi dibandingkan konsentrasi 25% dan 50%. Hasil uji aktivitas antibakteri selanjutnya di analisis data menggunakan SPSS versi 20,0 dengan uji ANOVA (One-way analysis of variance). Sebelumnya tahap pertamadilakukan uji normalitas data yang selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Hasil dari uji normalitas menyatakan bahwa nilai sig <0,05 dan artinya tidak terdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji homogenitas dan hasil yang di dapatkan data tidak homogen. Data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen, maka uji dilanjut dengan Kruskall-Wallis.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Body Scrub Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dan Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai Antioksidan Nurhidayati, Lailiana Garna; Rejeki, Desi Sri; Fauziah, Silvia Novi Nur
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.573

Abstract

Bunga telang merupakan tanaman yang mengandung senyawa fitokimia flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid dan steroid. Sabut kelapa digunakan sebagai scrub karena memiliki tekstur kasar. Antioksidan adalah senyawa yang memiliki kemampuan untuk menangkap atau menetralisasi radikal bebas, sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit yang merusak secara perlahan seperti gangguan jantung, kanker, dan penyakit lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah  ekstrak etanol bunga telang dan sabut kelapa dapat diformulasikan dalam sediaan body scrub dan mengetahui aktivitas antioksidan pada sediaan. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Ekstraksi bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak bunga telang dibuat sediaan body scrub dengan konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15% sedangkan sabut kelapa dengan konsentrasi 0% pada F0 dan 6% pada F1, F2, F3, dan F4. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang berbentuk semi padat, beraroma vanilla, berwarna putih kekuningan pada F0, cokelat pada F1 & F2, cokelat kehijauan pada F3 dan hijau pada F4. Sediaan memenuhi syarat uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat. Tipe emulsi semua sediaan yaitu minyak dalam air (M/A). Hasil uji hedonik sediaan yang paling banyak disukai yaitu F2 pada parameter warna dan tekstur, F0 pada parameter aroma. Penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada panjang gelombang 516,0 nm, dihasilkan ekstrak etanol bunga telang memiliki nilai IC50 34,400 ppm (sangat kuat), F1 132,245 ppm (sedang), F2 77,949 ppm, F3 67,101 ppm dan F4 58,810 ppm (kuat). Sediaan yang paling tinggi memiliki aktivitas antioksidan yaitu F4.
Efektivitas Antibakteri Sediaan Susu Pembersih(Milk cleanser) Ekstrak Ranting Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) terhadap Propionibacterium acne Qomah, Isti; Rejeki, Desi Sri; Listina, Osie
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.590

Abstract

Ranting tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Kandungan metabolit sekunder yang dimiliki ranting patah tulang meliputi flavonoid, steroid, dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan milk cleanser dengan ekstrak etanol ranting tanaman patah tulang dan menguji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 5,10, dan 15% terhadap pertumbuhan Propionibacterium acne. Metode penelitian aktivitas bakteri terhadap Propionibacterium acne dilakukan dengan metode sumuran. Hasil penelitian ranting tanaman patah tulang mengandung senyawa saponin, tannin, alkaloid dan flavonoid. Ekstrak memenuhi kadar air 4,5% dan kadar abu total 0,15%. Hasil aktivitas antibakteri milk cleanser ekstrak ranting tanaman patah tulang mampu menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne dengan konsentrasi F1(5%) daya hambat sedang, konsentrasi F2 (10%) daya hambat kuat dan konsentrasi F3 (15%) daya hambat sangat kuat. Berdasarkan uji One Way Anova pada ekstrak ranting tanaman patah tulang memiliki nilai signifikansi 0,000 dimana nilai F hitung > F tabel atau 216,706 > 4,07. Sedangkan pada uji sediaan milk cleanser memiliki nilai signifikansi 0,000 dimana nilai F hitung > F tabel atau 568,300 > 4,07. Sehingga hipotesis diterima yang berarti ada pengaruh perbedaan daya hambat milk cleanser ekstrak ranting tanaman patah tulang.
Potensi Kulit Jagung (Zea mays L) Dan Sari Lidah Buaya (Aloe vera L) Sebagai Pelembab Dalam Sediaan Lotion Rejeki, Desi Sri; Fahamsya, Arifina; Safitri, Rafika Dwi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.579

Abstract

Ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan sehingga dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas esktrak kulit jagung dan sari lidah buaya sebagai pelembab alami yang diaplikasikan dalam sediaan lotion dan mengetahui mutu fisik serta efek iritasinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan berbagai konsentrasi F0 (0 %), F1 (10 : 3%), F2 (8 : 5%) , dan F3 (6 : 7%). Adapun uji evaluasi lotion diantaranya uji pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji iritasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil lotion menunjukkan ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mampu berpotensi melebabkan kulit dan pada uji mutu fisik memenuhi syarat, serta hasil uji iritasi pada keempat formula tidak menimbulkan efek iritasi eritema maupun edema.  
EDUKASI BAHAYA KANDUNGAN BORAKS PADA MI BASAH DI DESA PEGIRIKAN KECAMATAN TALANG KABUPATEN TEGAL Muhammad Fasekh Jamaludin Amin; Ery Nourika Alfiraza; Desi Sri Rejeki; Agung Nur Cahyanta; Fika Rizqiyana; Shofa Khoirun Nida; Farida Fakhrunnisa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i3.8332

Abstract

Boraks merupakan zat kimia berbahaya yang seringkali ditambahkan dalam pembuatan makanan. Larangan penggunaan boraks sudah diatur dalam permenkes tahun 2012. Konsumsi boraks dalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai penyakit antara lain diare, gangguan sistem syaraf, gangguan ginjal, anemia, hingga dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan juga otak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya kandungan boraks pada makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi kepada masyarakat dengan cara memberikan kuisioner tentang tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bahaya boraks pada makanan. Hasil pengabdian masyarakat yaitu menghasilkan tingkat pemahaman masyarakat yang sangat baik setelah dilakukannya edukasi tentang bahaya boraks pada mi basah.
Eksplorasi Ekstrak Wortel (Daucus Carota L.) Sebagai Tabir Surya pada Analisis SPF (Sun Protection Factor) Sediaan Lotion Muhammad Elfani Tasya; Agung Nur Cahyanta; Desi Sri Rejeki
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): May: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i3.1260

Abstract

Sunlight is the main source of energy for life, but ultraviolet radiation can have negative impacts on the skin, such as sunburn, pigmentation, wrinkles, premature aging, and the risk of skin damage due to excessive exposure. One way to protect the skin from these effects is to use sunscreen. Carrots contain antioxidant compounds that can bind free radicals and prevent cell damage due to oxidation, so they have the potential to be used as a natural ingredient in making sunscreen. This research aims to formulate and test the physical properties of carrot extract lotion as a sunscreen and determine the extract concentration that has the optimal Sun Protection Factor (SPF) value. The method used is experimental by making lotion formulations, testing their physical properties, and measuring the SPF value of each formulation. The research results showed that the KN, F1, F2, and F3 lotion formulations had a semi-solid form which met the formulation requirements. However, KN's SPF value is only 1.23 which does not meet sunscreen standards. Meanwhile, F1 has SPF 8.3 (extra effect category), F2 with SPF 15.06 and F3 with SPF 24.1 (ultra category). F3 shows the best results because with SPF 24.1, this formulation is close to SPF 25 which can protect the skin for up to 4 hours with twice daily use. The higher the concentration of carrot extract, the better its effectiveness in lotion formulation as a sunscreen.
Co-Authors Agung Nur Cahyanta Agung Nur Cahyanta Agung Nur Cahyanta Ainun Mardiah Alfiraza, Ery Nourika Alisha Asri Kusuma Alquraisi, Rima Harsa Atqiya Amalia, Meli Andi Kamal M. Sallo Anggit Pratiwi Anggit Pratiwi Anggraeni, Silvi Anindya, Yuarinda Melly Arifina Fahamsya Atmoko, Dwi Aulia Syalfadillah Azzahra, Tary Christy, Veranita Darsini Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati Dini, Novia Rokmah Djunaedi Djunaedi Dwi Atmoko Eek Safita Endang Istriningsih Erna Agustin Sukmandari Ery Nourika Alfiraza Fahamsya, Arifina Farida Fakhrunnisa Farida Fakhrunnisa, Farida Fauziah, Silvia Novi Nur Febriyanti, Dita Putri Fika Rizqiyana Fiqih Kartika Murti Fiqih Kartika Murti, Fiqih Kartika Firsty, Girly Risma Fitriani, Lisna Annisa Girly Risma Firsty Himatul Azizah Intan Fitrotus Salamah Inul Maghfiroh Isna Azzah Arfiyani isti qomah Istriningsih, Endang Ivan Ananda Aryo Saputra Lailiana Garna Nurhidayati Lailiana Garna Nurhidayati Linto, Ofa Listina, Osie Muhammad Elfani Tasya Muhammad Fasekh Jamaludin Amin Muhammad Fasekh Jamaludin Amin Musaidah Musaidah Muti Aryanti Nabilla Fitri Azhari Nur Inayah Nurhidayati, Lailiana Garna Octariani Pramiastuti Oktariani Pramiastuti Pramiastuti, Oktariani Ramadhani, Berliana Diva Rima Harsa Atqiya Alquraisi Rizqiyana, Fika Safitri . Safitri, Rafika Dwi Saraswati, Adinda Leskiyas Sari, Faustya Ayu Andan Satrio Awaariful Haq Setyo Wulandari, Prihastini Sherly Septia Pramesti Shofa Khoirun Nida Shofa Khoirun Nida Sintiya Ayu Musiyam Siti Lailatul Karimah Talita Azaria Tika Amelia Utiya Nurul Amni Venny Febriani Widiya Nurhikmah Wiweka Wiweka Wulandari, Prihastini Setyo Yasmin Laila Syada