Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN MALTODEKSTRIN DARI TEPUNG SAGU (METROXYLON) MENGGUNAKAN ASAM NITRAT (HNO3) Indah Aprilla; Rizka Nurlaila; Nasrul ZA; Sulhatun Sulhatun; Ishak Ibrahim; Sri Rahayu Retnowulan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i5.12255

Abstract

Maltodekstrin adalah produk hidrolisis pati yang mengandung unit α-D-glukosa yang sebagian besar dihubungkan oleh ikatan 1,4-glikosidik, dengan DE di bawah 20.  Pembuatan maltodekstrin pada penelitian ini dengan menggunakan pati sagu dimana pati sagu banyak mengandung karbohidrat yang cocok untuk dijadikan bahan baku pembuatan maltodekstrin. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan produktivitas tepung sagu menjadi  maltodekstrin dan menganalisa kualitas maltodekstrin dari bahan baku tepung sagu yang sesuai SNI. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah katalis yang digunakan berupa asam nitrat , variasi suhu hidrolisis yaitu  80oC 90oC dan 100 oC serta variasi waktu hidrolisis yaitu 90, 120 dan 150 menit. Pembuatan maltodekstrin dilakukan dengan proses hidrolisis yaitu pertama mensuspensi tepung sagu yang dilarutkan kedalam aquadest lalu ditambahkan CaCl2 100 ppm dan ditambahkan HNO3 , Selanjutnya dipanaskan diatas hot plate dengan variasi suhu dan waktu hidrolisis, maka didapat hasil penelitian dengan kondisi yang terbaik pada suhu hidrolisis 100oC dan waktu hidrolisis 150 menit yaitu rendemen 69,41%, kadar air 1,41%, dan nilai DE 20%. Serta Gugus  fungsi maltodekstrin pada waktu hidrolisis 150 menit dengan suhu 100oC dan terlihat gugus OH pada area bilangan 3371,57 cm-1 dan gugus aldehid (C=O) pada area bilangan gelombang 1736,11 cm-1 telah terbentuk maltodekstrin secara sempurna.
FORMULASI BODY SCRUB SARI UBI JALAR UNGU DAN BERAS KETAN Zahrol Hilmi; Syamsul Bahri; Jalaluddin Jalaluddin; Zulnazri Zulnazri; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.9721

Abstract

Penelitian tentang formulasi body scrub dari sari ubi jalar ungu sebagai bahan pembuatan body scrub  dengan penambahan  scrubber beras ketan putih. Body scrub adalah sediaan farmasi berupa produk kecantikan yang berfungsi untuk menghaluskan kulit tubuh dan mengangkat sel-sel kulit rusak dengan bantuan bahan scrub. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) varietas ayamurasaki banyak mengandung zat warna, terutama pigmen antosianin yang merupakan antioksidan alami yang dapat mencegah penyakit kanker, jantung, tekanan darah tinggi, dan bahkan dapat menghaluskan kulit. Pembuatan sari ubi jalar ungu dilakukan dengan cara pengupasan kulit ubi jalar ungu, setelah itu dibersihkan dan dihaluskan dan diperas ubinya sampai menjadi sari. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan yaitu tentang pengaruh waktu pengadukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sari ubi jalar ungu untuk pembuatan body scrub dengan konsentrasi sari ubi jalar ungu 40 gram, 50 gram, dan 60 gram sedangkan konsentrasi granul beras ketan 60 gram, 50 gram, dan 40 gram. Pengujian sediaan ini meliputi uji organoleptik. Uji pH, uji tipe emulsi, uji daya sebar, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang memenuhi evaluasi fisik  dan daya sebar adalah dengan perbandingan konsentrasi sari ubi jalar ungu dan granul beras ketan 60 : 40 gram, 50 : 40 gram, dan 60 : 50 gram dengan tekstur semi padat, berwarna coklat dan berbau khas. Hasil uji tipe emulsi menunjukkan bahwa body scrub itu termasuk minyak dalam air dan untuk uji homogenitas body scrub itu homogen. 
Formulasi Body Scrub Sari Ubi Jalar Ungu Dan Beras Ketan Zahrol Hilmi; Syamsul Bahri; Jalaluddin Jalaluddin; Zulnazri Zulnazri; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9875

Abstract

Penelitian tentang formulasi body scrub dari sari ubi jalar ungu sebagai bahan pembuatan body scrub  dengan penambahan  scrubber beras ketan putih. Body scrub adalah sediaan farmasi berupa produk kecantikan yang berfungsi untuk menghaluskan kulit tubuh dan mengangkat sel-sel kulit rusak dengan bantuan bahan scrub. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) varietas ayamurasaki banyak mengandung zat warna, terutama pigmen antosianin yang merupakan antioksidan alami yang dapat mencegah penyakit kanker, jantung, tekanan darah tinggi, dan bahkan dapat menghaluskan kulit. Pembuatan sari ubi jalar ungu dilakukan dengan cara pengupasan kulit ubi jalar ungu, setelah itu dibersihkan dan dihaluskan dan diperas ubinya sampai menjadi sari. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan yaitu tentang pengaruh waktu pengadukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sari ubi jalar ungu untuk pembuatan body scrub dengan konsentrasi sari ubi jalar ungu 40 gram, 50 gram, dan 60 gram sedangkan konsentrasi granul beras ketan 60 gram, 50 gram, dan 40 gram. Pengujian sediaan ini meliputi uji organoleptik. Uji pH, uji tipe emulsi, uji daya sebar, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang memenuhi evaluasi fisik  dan daya sebar adalah dengan perbandingan konsentrasi sari ubi jalar ungu dan granul beras ketan 60 : 40 gram, 50 : 40 gram, dan 60 : 50 gram dengan tekstur semi padat, berwarna coklat dan berbau khas. Hasil uji tipe emulsi menunjukkan bahwa body scrub itu termasuk minyak dalam air dan untuk uji homogenitas body scrub itu homogen. 
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN SUHU PADA TAHAP DEMINERALISASI UNTUK PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH TULANG SOTONG (SEPHIA OFFICINALIS) Emil Izmilia; Suryati Suryati; Masrullita Masrullita; Sulhatun Sulhatun; Rizka Nurlaila
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.10342

Abstract

Kitosan merupakan produk turunan dari polimer kitin, yang sudah mengalami proses deasetilasi. Proses demineralisasi adalah penghilangan kandungan mineral yang terdapat pada tulang sotong. Kandungan mineral dalam tulang sotong adalah CaCO3, mineral yang terkandung dalam tulang sotong ini lebih mudah dipisahkan dibandingkan protein karena mineral hanya terikat secara fisik. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor apa yang mempengaruhi proses pembuatan kitosan dari limbah tulang sotong dengan menggunakan variasi konsentrasi asam sitrat dan suhu pada tahap demineralisasi serta mengkaji karakterisasi apa saja yang terdapat didalam kitosan dari tulang sotong. Uji terhadap kitosan dari limbah tulang sotong ini ialah berupa uji rendemen, uji derajat deasetilasi, uji kelarutan kitosan, uji kadar air dan uji gugus fungsi. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan menggunakan tulang sotong dengan variasi suhu dan waktu pemanasan deasetilasi sebesar 70°C, 80°C, 90°C, 100°C dan waktu 40 menit, 50 menit, 60 menit , 70 menit, namun pada penelitian ini menggunakan tulang sotong dengan variasi konsentrasi asam sitrat dan suhu pemanasan demineralisasi sebesar 40%, 50%, 60% dan 70% dan suhu 50oC, 60oC, 70oC dan 80oC . Maka didapatkan hasil dari penelitian ini yang terbaik berupa: Rendemen dan kelarutan pada konsentrasi asam sitrat 70% suhu 800C sebesar 47,42% dan 85,33%, Kadar air dan derajat deasetilasi pada konsentrasi asam sitrat 40 % suhu 800C sebesar 9,12% dan 77,34%. Serta gugus fungsi pada konsentrasi asam sitrat 40 % suhu 800C dengan gugus fungsi OH ulur pada puncak bilangan gelombang 3534cm-1 , NH2 ulur pada puncak bilangan gelombang 3356 cm-1, Bilangan gelombang 2989cm-1 memperlihatkan gugus fungsi CH ulur, dan bilangan gelombang 1656cm-1 menunjukan gugus fungsi C=O amida.
PEMBUATAN BIOPLASTIK DARI TEPUNG PATI UBI JALAR (Ipomoea batatas) DENGAN PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS TEBU (Saccharum officinarum) dan GLISEROL Intan Sulastri; Suryati Suryati; Azhari Azhari; Sulhatun Sulhatun; Syamsul Bahri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.9844

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang dapat terdegradasi oleh mikro organisme dari sumber senyawa-senyawa dalam tanaman misalnya pati, selulosa, dan lignin. Pembuatan bioplastik ini menggunakan bahan baku berupa pati ubi jalar dan penambahan matrik berupa ampas tebu dan gliserol sebagai plasticizer. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengkaji bagaimana pengaruh penambahan gliserol terhadap campuran pati ubi jalar dan ampas tebu untuk menghasilkan bioplastik. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi dengan menggukan plasticizer berupa sorbitol sedangkan pada penelitian ini menggunakan plasticizer berupa gliserol dengan variasi gliserol yaitu sebanyak 3 ml, 5ml dan 7 ml. Metode yang digunakan dalam pembuatan bioplastik pada penelitian ini yaitu menggunakan metode panas. Pada penelitian ini hasil yang didapatkan nilai biodegredasi tertinggi terjadi pada variasi massa pati ubi jalar dan ampas tebu yaitu (80:20)% dan (90:10)% dengan penambahan gliserol sebanyak 7 ml, 5ml, dan 3 ml dengan nilai biodegredasinya yaitu sebesar 100% dalam waktu 15 hari, dan nilai kuat Tarik maksimum sebesar 1,723 pada variasi massa pati ubi jalar dan ampas tebu yaitu sebesar (70:30)% dengan penambahan gliserol sebanyak 7 ml, serta nilai elongasi maksimum yaitu sebesar 120,47 % pada variasi massa pati ubi jalar dan ampas tebu yaitu sebesar (90:10) dengan penambahan gliserol sebanyak 7ml.
Pengolahan Limbah Kulit Pisang Raja (Musa Acuminata) Untuk Mendapatkan Pektin Nadiratun Nabiwa; Nasrul ZA; Rizka Nurlaila; Ishak Ibrahim; Sulhatun Sulhatun; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.12256

Abstract

Kulit pisang raja merupakan limbah organic yang belum banyak di manfaatkan oleh masyarakat dan memiliki kandungan pektin sekitar 1,92% hingga 3,25% dari berat kering. Ekstrasi pektin dari kulit pisang raja harus di lakukan secara efektif dalam memanfaatkan limbah, penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pektin kulit pisang raja berdasarkan waktu ekstrasi, suhu dan konsentrasi berbeda. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang jadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah bahan baku yang di gunakan berupa kulit pisang raja dengan variasi konsentrasi HCL 0,1N dan HCL 0,15N, waktu ekstrasi 70 menit, 80 menit, dan 90 menit dan suhu ekstrasi 700C, 800C, dan 900C. Pembuatan pektin dilakukan dengan proses ekstrasi refluks yaitu pertama mensupensi bubuk kering kulit pisang raja yang di larutkan ke dalam larutan HCL, kemudian di ekstrasi dengan suhu 700C, 800C, dan 900C. dengan lama waktu ekstrasi 70 menit, 80 menit, dan 90 menit, maka di dapat hasil penelitian yang terbaik pada kosentrasi HCL 0,15, suhu ekstrasi 900C dan waktu ekstrasi 90 menit, yaitu berupa rendemen 31,5%, kadar air 0,7927%, kadar mektosil11,54%, kadar galakturonat 80,25%. Gugus fungsi pektin HCL 0,15N terlihat gugus OH pada area bilangan gugusgelombang 1446,61 cm-1, gugus CH 2.949 cm-1, gugus  CO 1732,08 cm-1, dan gugus aldehid C=O 1244,09 cm-1.
KARAKTERISASI BIOETANOL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT Muhammad Muhammad; Sulhatun Sulhatun; Jalaluddin Jalaluddin; Meriatna Meriatna; Sri Awalin Marpaung
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11620

Abstract

Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri/perkebunan yang berguna sebagai penghasil minyak makan, minyak industri maupun bahan bakar. Salah satu pemanfaatan limbah padat kelapa sawit adalah dengan memanfaatkan pelepahnya menjadi sumber energi terbarukan sebagai bahan bakar alternatif seperti dalam pembuatan bioetanol. Bioetanol merupakan etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pelepah kelapa sawit menjadi bioetanol dengan parameter pengujian kadar bioetanol, densitas, viskositas, dan pH. Pelepah kelapa sawit didelignifikasi menggunakan NaOH 2,5 M selanjutnya dihidrolisih menggunakan H2SO4 2 M lalu difermentasi menggunakan saccharomyces cerevisiae dengan variasi berat 2 gr, 3,5 gr, 5 gr, 6,5 gr, dan 8 gr dan variasi waktu 3 hari, 5 hari, dan 7 hari setelah itu bioetanol yang diperoleh dimurnikan dengan proses distilasi. Kadar bioetanol terendah pada waktu fermentasi 3 hari sebesar 15,6503% dan tertinggi sebesar 40,3773%, untuk waktu fermentasi 5 hari kadar terendah sebesar 16,0684% dan tertinggi sebesar 42, 2380%, untuk waktu fermentasi 7 hari kadar terendah sebesar 20,7628% dan tertinggi sebesar 36,5855%. Densitas bioetanol terendah pada waktu fermentasi 3 hari sebesar 0,9269 gr dan tertinggi 0,9704 gr, untuk waktu fermentasi 5 hari densitas terendah sebesar 0,9127 gr dan tertinggi 0,9698 gr, untuk waktu fermentasi 7 hari densitas terendah sebesar 0,9312 gr dan tertinggi 0,9643 gr. Viskositas bioetanol pada waktu fermentasi 3 hari sebesar 0,66 cP dan tertinggi 0,85 cP, untuk waktu fermentasi 5 hari viskositas terendah sebesar 0,67 cP dan tertinggi 0,89 cP, untuk waktu fermentasi 7 hari viskositas terendah sebesar 0,69 cP dan tertinggi 0,81 cP. pH bioetanol yang diperoleh berkisar antara 6-6,4 untuk waktu fermentasi 3, 5, dan 7 hari. Kesimpulan yang didapat ialah Pelepah kelapa sawit mengasilkan kadar bioetanol tertinggi dengan kadar bioetanol sebesar 42,24 %, berat ragi terbaik dalam proses fermentasi menghasilkan kadar bioetanol tertinggi didapat pada berat 8 gram, dan lamanya masa fermentasi terbaik yang menghasilkan kadar bioetanol tertinggi didapat pada waktu fermentasi selama 5 hari.
PENGARUH PENAMBAHAN PEKTIN DALAM PEMBUATAN SELAI DARI TEMPURUNG KELAPA MUDA Azril Fahmi; Masrullita Masrullita; Suryati Suryati; Muhammad Muhammad; Sulhatun Sulhatun; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i5.12019

Abstract

Selai yaitu hasil olahan makanan yang terbuat dari buah-buahan melalui cara pemasakan dengan memakai pektin. Tempurung kelapa muda belum dipakai menjadi produk olahan yang mempunyai nilai ekonomis. Penelitian ini mempunyai tujuan agar bisa menggunakan limbah tempurung kelapa muda menjadi produk yang bernilai ekonomis dengan  menguji analisis kadar air, analisa angka lepeng total dan analisa arganoleptik. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penambahan massa pektin tempurung kelapa yaitu  4,6,8 dan 10 gram dalam pembuatan selai dari tempurung kelapa muda.   Pembuatan selai  bahan baku tempurung kelapa muda melalui proses penghalusan, selanjutnya dipanaskan, dilakukan pengadukan dan penambahan pektin dengan variasi berat pektin 4, 6, 8 dan 10 gram. Adapun pektin yang digunakan adalah pektin bubuk. Hasil uji menunjukan selai sudah memenuhi SNI No.1/2981/1992 selai. Hasil terbaik diperoleh pada variasi berat pektin 6 gram dengan waktu pengadukan 25 menit dengan kadar air 51,25%. Kadar air pada selai 50,59% - 55,64%, dan jumlah angka lepeng total 2,0 x 6 koloni. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa tempurung kelapa muda dapat dipakai menjadi alternatif pembuatan selai
SINTESIS BIOPLASTIK DARI PATI BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) DENGAN PENAMBAHAN PLASTISIZER GLISEROL Sinta Morina; Sulhatun Sulhatun; Meriatna Meriatna; Agam Muarif; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11934

Abstract

Bioplastik adalah plastik yang dapat digunakan seperti plastik konvensional, tetapi dihancurkan oleh aktivitas mikroorganisme pada produk akhir dan karbon dioksida setelah digunakan dan dilepaskan ke lingkungan. Karena sifatnya yang dapat kembali kealam, bioplastik termasuk bahan plastik yang ramah lingkungan. Dengan menambahkan pati ke dalam polimer sintesis maka diharapkan plastik yang dihasilkan dapat terdegradasi secara alami. Film plastik pati ini dibuat mengunakan pati biji durian, gliserol sebagai plasticizer dan asam asetat sebagai katalis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat pati dan variasi volume gliserol terhadap karakteristik film plastik pati biji durian.Variasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu perbandingan berat pati dan volume gliserol dengan berat pati (2%, 4%, 6%, 8%) dan volume gliserol (3 ml, 6 ml, 8 ml, 10 ml). Penelitian ini sudah pernah dilakukan namun yang menjadi perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah dari segi variabel dan jenis pati yang digunakan. Pada penelitian ini diperoleh hasil uji derajat swelling terbaik pada variasi volume gliserol 3 ml dan 2% pati yaitu sebesar 33,65%, kemudian pada uji biodegradasi diperoleh hasil terbaik pada variasi 8% pati dan 10 ml gliserin dan hasil analisa Tensile Strength diperoleh kekuatan tarik film plastik maksimum terjadi ketika 4% perubahan volume 3 ml gliserin adalah 0,65 MPa.
MODIFIKASI BIOKOMPOSIT KITOSAN-PATI JAGUNG UNTUK PEMBALUT LUKA PRIMER DENGAN ASAM SITRAT DAN PEKTIN Wan Rafly; Suryati Suryati; Masrullita Masrullita; Rizka Nurlaila; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11473

Abstract

Wound dressing merupakan bahan yang menyerap kelembaban yang digunakan untuk memisahkan luka dari lingkungan sekitarnya, sehingga memfasilitasi proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan secara alami. Selama bertahun-tahun, balutan luka telah menjadi bagian penting dalam manajemen luka untuk mempercepat proses penyembuhan. Pembalut luka primer merupakan produk yang berupa lapisan tipis yang berfungsi sebagai pelindung luka yang memiliki beberapa karakteristik biokompotabilitas, rendah toksisitas, aktivitas anti bakteri dan kestablian kimia yang baik sehingga dapat mempercepat penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bahan yang dapat dijadikan pembalut luka antara bahan yang digunakan dalam pembuatan pembalut luka primer yaitu bahan kitosan-pati jagung dengan bahan ikat silang Asam Sitrat dan Pektin. Penelitian yang belum dilakukan adalah dengan membuat pembalut luka dengan modifikasi biokomposit kitosan-pati jagung dengan asam sitrat dan pektin. Penelitian ini terdiri beberapa metode bermula dari persiapan bahan baku, tahap pengolahan biokomposit pembalut luka primer, dan tahap pengujian. Pada uji swelling didapatkan hasil dari biokomposit berbahan kitosan-pati jagung dengan bahan ikat silang Asam Sitrat yang terbaik yaitu pada variasi komposisi (50:50:2) sebesar 100% dan hasil dari biokomposit berbahan kitosan-pati jagung dengan bahan ikat silang pektin pada variasi komposisi (50:50:10) sebesar 784,62%. Pada uji absorbsi didapatkan hasil dari biokomposit berbahan kitosan-pati jagung dengan bahan ikat silang asam sitrat yang terbaik yaitu pada variasi komposisi (50:50:2) sebesar 220,00% dan hasil dari biokomposit berbahan kitosan-pati jagung dengan bahan ikat silang pektin pada variasi komposisi (50:50:10) sebesar 858,33%. Pada uji ketebalan didapatkan hasil dari biokomposit berbahan kitosan-pati jagung dengan bahan ikat silang asam sitrat yang terbaik yaitu pada variasi komposisi (50:50:10) sebesar 1,372 mm dan hasil dari biokomposit berbahan kitosan-pati jagung dengan bahan ikat silang pektin pada variasi komposisi (50:50:10) sebesar 2,346 mm. Lalu, untuk pemeriksaan gugus fungsi (FTIR) pada biokomposit terdeteksi gugus fungsi OH dan gugus fungsi CO, yang menunjukkan sifat hidrofilik pada pembalut luka. Gugus-gugus tersebut juga mengindikasikan bahwa pembalut luka mudah terurai dan ramah lingkungan.
Co-Authors Adriyan Jondra Afifa Luthfia Afra, Khalida Agam Muarif Ahmad Fikri Allawiyah, Annisa Zaen Almia Permata Putri Ariski Saina Ariski Saina Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azhari Azhari Azril Fahmi Cut Rika Saffira Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dina Nasution, Zukhrufi dwi ayu lestari, dwi ayu Eddy Kurniawan Emil Izmilia Eva Nurmaidah Nurmaidah Evi Juliati Faisal Faisal Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Firman Maulana, Firman Fitria, Lisa Fitriyani Sirait Frandica, Dandy Giffary, Muhammad Hajijah Hajijah Halimah, Mustika Ridhatul Hanif, Hanif Hijratul Izzati Ibrahim, Ishak Ida Riski Indah Aprilla Intan Sulastri Irma Yani, Irma Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati, Julinawati Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Khoirun Nisa Kuswandi Kuswandi Leni Maulinda, Leni Likdanawati Lina Sari Silalahi Lirinzha, Rizkha Lukman Hakim Lukman Hakim Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meliyani Harahap, Nazwa Meriatna Meriatna Mira Aulia Moh. Erkamim Muammar Khadafi Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, Muhammad Muliadi Mulyawan, Rizka Mutiara Pujana Pujana Mutiawati Mutiawati Nadiratun Nabiwa Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nia Sagita Lestari Nikmat Wanda Nissah, Khairun Nita Sari Novi Sylvia Novita Dewi Nur rizqi Fattah Lubis Nurdina Hayati Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nurmalita Nurmalita Nurul Fadhillah Nurul Khumaida Nyimas Yanqoritha Pane, Nurul Anisa Pelawi, Erisantana pradana, ardie surya Purwoko, Agus Rahmadhani, Rahmadhani Rati Halimatussakdiyah Raudhatul Ulfa Rauzatun Jannah Reza Abdillah Harahap Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safira, Riska Dwi Safrina Melya Said Thaufik Rizaldi Sarah Sarah Sari, Ava Komala Seli Novianna Brutu Sepriano Sepriano Sinta Morina siregar, annisa febrianti Sitorus, Sarifah Sri Awalin Marpaung Sri Rahayu Retnowulan Sri Santika Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Taufiq Taufiq Tisara Tisara Ulfa, Raudhatul Utari, Paramita Veithzal Rivai Zainal Wan Rafly Wibowo, Rofiq Imam Winalia Agwil Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting Zilrahmi, Zilrahmi Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi