Claim Missing Document
Check
Articles

MODIFIKASI PROSES PEMBUATAN POMADE UNTUK HAIR STYLE DARI MINYAK KEMIRI ( Aleurites Mollocana Wild) Eva Nurmaidah Nurmaidah; Sulhatun Sulhatun; Suryati Suryati; Rizka Nurlaila; Masrullita Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i5.11392

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan ekstrak minyak kemiri (Aulirites Mollocana Wild) menjadi produk kosmetik di kalangan pria yaitu pomade, untuk meningkatkan kualitas pomade. Metodelogi yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode percobaan dengan konsentrasi ekstrak minyak kemiri rendering, roasting, dan sangrai masing-masing 0ml, 5ml, 15ml, dan 25ml, Pembuatan pomade menggunakan bahan baku vaseline putih, cera alba, dan beberapa bahan lainnya. Hasil yang didapatkan pada uji homogenitas memenuhi standar dan di katakan homogen, akan tetapi paling bangus terdapat pada sedian pomade minyak kemiri rendering, roasting, dan sangrai dengan presentase 25%, dan hasil pH yang paling tinggi terdapat pada kemiri roasting yaitu bekisar antara 6,37 sampai 6,83. Penelitian pembuatan pomade ini sudah pernah di lakukan sebelumnya, yang membedakan degan sebelumnya adalah proses minyak kemiri yang digunakan yaitu ada 3 jenis rendering roasting dan sangrai. Daya sebar yang terbaik di dapat pada sedian pomade rendering,roasting, dan sangrai dengan presentase minyak 25% dengan nilai 6,0 cm. Pada uji organoleptik yang paling disukai oleh panelis adalah pomade oil based pada persentase minyak kemiri 25% dengan proses rendering dan yang tidak di sukai oleh penelis adalah pomade oil based pada presentase minyak kemiri 25% dengan proses roasting. Maka penelitian ini menunjukan semakin rendah persentase minyak kemiri yang digunakan, maka daya sebar yang dihasilkan semakin rendah dan tidak memenuhi standar, begitu pula dengan homogenitas semakin tinggi persentase minyak kemiri yang digunakan maka homogenitas yang dihasilkan semakin homogen.
Metode Pembuatan Minyak Kelapa Murni (VCO) Dengan Variasi Crude Enzim Bromelin dan Crude Enzim Papain Ariski Saina Ariski Saina; Suryati Suryati; Sulhatun Sulhatun; Jalaluddin Jalaluddin; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9895

Abstract

Minyak kelapa murni(VCO) merupakan minyak kelapa dengan warna yang jernih, berbau khas, tahan terhadap panas dan proses degredasi lainnya, dan memiliki sifat tidak mudah tengik karena kandungan asam lemak jenuhnya yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh dari penambahan crude enzim bromelin dan crude enzim papain terhadap minyak kelapa murni (VCO) yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi dengan menggunakan variasi enzim bromelin kasar dan enzim papain kasar. Sedangkan pada penelitian ini menggunakan variasi ekstrak crude (mentah) enzim bromelin dan crude enzim papain. Pengujian minyak kelapa murni (VCO ) berupa organoleptik, pengukuran rendemen, dan analisa asam lemak bebas.Dari hasil penelitian minyak VCO diperoleh, untuk organoleptik terdapat pada semua sampel yang sesuai dengan SNI yaitu berwarna putih bening dan tidak berwarna hingga kuning pucat,berbau khas minyak VCO serta memiliki rasa normal khas minyak VCO.Untuk pengukuran rendemen, rendemen tertinggi lebih banyak diperoleh dengan penambahan crude enzim papain sebanyak 40 gr menghasilkan rendemen sebesar 19% sedangkan pada penambahan crude enzim bromelin sebanyak 100 gr menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 16,6 %. Rendemen minyak terendah terdapat pada konsentrasi ekstrak daging nanas 70 gr yaitu 10,4 % dan konsentrasi ekstrak getah pepaya 10 gr yaitu sebesar 13,6 %. Untuk analisa bilangan asam lemak bebas , ALB tertinggi terdapat pada VCO dengan penambahan 70 gr crude enzim bromelin yaitu 0,16 % dan untuk ALB terendah terdapat pada VCO dengan penambahan crude enzim papain sebesar 10 gr yaitu 0,2 %. Berdasarkan hasil pengamatan secara keselurusan dapat disimpulkan bahwa setiap sampel minyak VCO memenuhi karakteristik minyak sesuai SNI 7381-2008 yang memiliki warna putih bening, berbau khas dan memiliki rasa normal khas VCO, rendemen minyak lebih dari 10%, serta bilangan asam tidak melewati 2 %.
FORMULASI, EVALUASI FISIKA DAN UJI STABILITAS POMADE DARI EKSTRAKSI MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana (L.) Wild) Muhammad nur Ichsan Tamiogy; Sulhatun Sulhatun sulhatun; Zulnazri Zulnazri Zulnazri; Rozanna Dewi; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.10084

Abstract

Pomade adalah salah satu inovasi produk kosmetik rambut yang berbentuk padat dengan aroma yang harum karena ditambahkan oil essential. Tujuan membuat produk Pomade terbaik berdasarkan parameter proses terhadap suatu produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam pembuatan pomade pada penelitian ini yaitu menggunakan metode panas. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah perbedaan bahan baku dalam pembuatan pomade, yaitu pengunaan minyak kemiri Hasil dari penelitian ini didapatkan pembuatan Pomade untuk tingkat derajat keasaman (pH) didapatkan semua produk Pomada dengan tingkat keasaman yang sama yaitu 7, untuk organoleptik didapatkan untuk aroma terbaik pada sampel F dengan nilai 57, warna terbaik pada sampel O dengan nilai 60 dan tekstur pada sampel M dengan nilai 60 dan untuk daya sebar terbaik pada sampel N dengan penyebaran 7 cm. Berdasarkan uji organoleptik semakin tinggi dan konsentrasi minyak kemiri yang digunakan maka semakin bagus homogennya suatu produk Berdasarkan uji daya sebar semakin tinggi konsentrasi penggunaan minyak kemiri dan beeswax yang rendah yang digunakan maka semakin signifikan kenaikan daya sebar yang dihasilkan.
PENGARUH KONSENTRASI PELARUT ASAM SITRAT DAN SUHU PADA TAHAP DEMINERALISASI TERHADAP KARAKTERISTIK KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG VANNAMEI (LITOPENEUS VANNAMEI) Hajijah Hajijah; Nasrul ZA; Suryati Suryati; Meriatna Meriatna; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.11116

Abstract

Kitosan merupakan senyawa varian senyawa kitin yang ditemukan dikulit banyak mengandung krustasea salah satunya yaitu udang. Pembuatan kitosan adalah proses yang paling sederhana dan efektif. Kitosan pada penelitian ini yang digunakan adalah kulit udang vannamei. Udang vannamei dapat dibuat kitosan karena mengandung senyawa kitin. penelitian dibuat untuk bertujuan mengkaji pelarut pengaruh konsentrasi asam sitrat dan suhu pada tahap demineralisasi proses dalam pembuatan kitosan dari limbah kulit udang vannamei. Parameter digunakan untuk membuat kitosan dari kulit udang vannamei. Parameter digunakan untuk mengkaji kadar air, rendemen, kelarutan,viskositas, derajat deastilasi, dan gugus fungsi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan HCL sebagai pelarut pada tahap demineralisasi dari konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50% dan suhu 400C, 500C,600C dan 700C. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi pelarut asam sitrat dan suhu dari tahap demeniralisasi pada proses pembuatan kitosan. Hasil pengujian yang terbaik adalah pada konsentrasi pelarut asam sitrat 50% dengan suhu 700C yakni berupa kadar air air sebesar 0,03%, rendemen sebesar 0,25%, kelarutan sebesar 87,9%, viskositas sebesar 3,18%, derajat deastilasi (DD) sebesar 64,58%. Hasil uji FTIR diperoleh gugus fungsi amina ulur vibrasi pada gelombang 3251,98 cm-1, gugus asetamida ulur vibrasi pada gelombang 1660,71 cm-1 dan vibrasi ulur pada gelombang 1259,52 cm-1 menunjukkan pada gugus fungsi asam karboksilat.
Application of Pisang Awak Bunch-Derived Heterogenous Base Catalyst in Transesterification of Palm Oil into Biodiesel Meriatna, Meriatna; Zulmiardi, Zulmiardi; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun; Dina Nasution, Zukhrufi; Rahmadhani, Rahmadhani
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Department of Information Technology, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.396 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v2i1.204

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel for diesel machine comprosied of alkyl monoesters deriving from vegetable oils or animal fats. Cooking oil is an oil originated from vegetable or animal fat which has been priorly purified, where it appears in liquid form at room temperature and is usually used to fry food ingredients. Heterogenous catalyst is a catalyst present in different phase with the reagent in a reaction it catalyzes. Kalium content in banana in a banana bunch is sufficiently high reaching 94.4%. The aim of this study was to utilize banana bunch which has been priorly ashed using furnace at 700°C for 4 hours, thereafter, applied as a heterogenous catalyst in a the preparation process of biodiesel from cooking oil. Processing variables investigated in this research included the influences of the number of catalyst (3, 4, 5, 6, and 7%) and molar rasio of oil and methanol (1:5, 1:6, 1:7, 1:8, and 1:9) against the properties of produced biodiesel, namely density, viscosity, and water content which later compred with Indonesian standard (SNI). From the study, it was obtained maximum yield of 90.97% with methanol:oil rasio of 1:7 at processing temperature of 60°C with reaction time of 90 minutes and catalyst as much as 3 % w/w. The characteristics of the cooking oil-based biodiesel obtained from the a reaction with oil: methanol rasio of 1:6 and catalyst as much as 3% w/w were density 850 kg/m3 and viscosity 621 mm2/s. This research showed that the obtained biodiesel characteristics had been sufficient according to the SNI, and the use of calcinated banana bunch was very potential in the production of biodiesel acting as solid catalyst person.
Preparation and Characterization of Chitosan-Gelatin-Glycerol Biocomposite for Primary Wound Dressing Suryati, Suryati; Meriatna, Meriatna; Sulhatun, Sulhatun; Lestari, Dwi Ayu
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.552 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v2i1.203

Abstract

This study aimed to examine the laboratory-based preparation of chitosan-gelatin bio-composite with the addition of glycerol as an additive to improve its quality which could be further applied for primary wound dressing. The method consisted of three stages; the first was the preparation of raw materials, the second was the preparation of the bio-composites, and the last was the characterization. In this study,chitosan 90.2% DD and gelatine (dissolved in 1% acetic acid) were blended at volume ratios v/v (30:70), and glycerol was added into blended at five different volume 20, 25, 30, 35, 40, 45 (mL) respectively. The biocomposites is then shaped in a glass mold, allowed to at room temperature for 24 hours, and dried in oven at 50oC for 48 hours. The chitosan-gelatin-glycerol bio-composites was smooth, flexible, transparent thin sheet and non-porous. The optimum thickness (4.01 mm) was obtained from a bio-composite with chitosan-gelatin-glycerol ratio of 30:70:45. The same composition rasio was found to have the liquid absorbance reaching 140.34%. The bio-composite with a chitosan-gelatin-glycerol ratio of 30:70:45 also had the highest swelling ability in saline (168.06%). The functional group analysis using Fourier Transform Infrared (FT-IR) spectroscopy revealed the possession of hydroxyl (O-H) and carbonyl (C-O) functional groups suggesting its good biodegradability and environmentally friendly properties. Taken altogether, the results imply the wound dressing bio-composite is hydrophilic. Based on the results of characteristic testing, it is shown that the chitosan-gelatin-glycerol biocomposite has the potential to be applied as a primary wound dressing, which is ideal for wound healing and protection.
Aplikasi Pembuatan Shampo Berbahan Dasar Minyak Kemiri Pada Pesantren Hidayatullah Nisam, Aceh Utara Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna; Sulhatun, Sulhatun; Nurlaila, Rizka; Meriatna, Meriatna; Bahri, Samsul
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i2.13238

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan potensi kekayaan hayati di Aceh Utara. Minyak kemiri adalah bahan organik yang berasal dari biji kemiri. Minyak kemiri mempunyai sifat mudah menguap dibandingkan dengan minyak lain. Minyak kemiri juga sering dimanfaatkan dalam industri sebagai shampo dan minyak rambut. Sejauh ini pemanfaatan kemiri di Aceh Utara hanya sebatas bumbu masak dan sebagai minyak rambut. Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit manusia. Rambut dikenal sebagai mahkota bagi kaum hawa dan tak dipungkiri juga bagi kaum adam, oleh karena itu ketika rambut menjadi rontok akan menjadi suatu masalah yang besar. Untuk mengatasi kerontokan rambut biasanya, minyak kemiri langsung digunakan pada kulit kepala. Namun pengabdian yang dilakukan ini bertujuan membuat shampo organik berbahan dasar kemiri untuk mengatasi kerontokan rambut. Pembuatan shampo ini dilaksanakan di pesantren Hidayatullah Nisam, sebagai wujud  kepedulian terhadap mutu pendidikan anak bangsa khususnya bagi santriwati Hidayatullah yang merupakan pesantren yatim yang berlokasi di kecamatan Nisam, Aceh Utara. Shampo ini dapat diimplementasikan oleh santriwati melalui pelatihan dan bimbingan serta dukungan menyiapkan peralatan untuk proses produksi shampo tersebut dari tim pengabdian masyarakat Universitas Malikussaleh.
KAJIAN AWAL EFEK PENGGUNAAN ASAP CAIR DAN KADAR BELERANG TERHADAP MUTU SALEP KULIT SEBAGAI ANTIFUNGI Desriani, Chintiara; Sulhatun, Sulhatun; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9130

Abstract

Asap cair (Bahasa Inggris: wood vinegar, liquid smoke) merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan asap cair tempurung kemiri sebagai antibiotik dan antifungi untuk salep kulit. Metode yang dipakai yaitu metode pengadukan, yang dilakukan dengan cara mencampurkan semua bahan hingga homogen.
Pemanfaatan Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket yani, irma; masrullita, masrullita; Nasrul Za, Nasrul Za; sulhatun, sulhatun; sylvia, novi; Hasfita, Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.16699

Abstract

Masalah besar di negeri pada masa ini yaitu energi. Keperluan akan energi setiap tahunnya akan meningkat. Pemanfaatan sumber energi alternatif yang potensial di Indonesia adalah biomassa yang sering di temui di lingkungan sekitar. Bahan yang digunakan untuk bahan baku penelitian ini yaitu limbah ampas tebu dan tempurung kelapa. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji apakah briket yang dibuat memiliki kualitas yang baik sesuai dengan SNI. Penelitian ini menggunakan bahan baku ampas tebu (saccharum officinarum L) dan tempurung kelapa dengan perekat tepung tapioka menggunakan variasi konsentrasi perekat 5%, 10% dan 15% serta variasi perbandingan bahan baku 30:70, 50:50 dan 100:0. Pembentukan  briket arang dilangsungkan dengan menggunakan metode karbonasi untuk mengganti bahan membentuk zat arang dengan membakar di area tertutup dengan udara yang minim. Uji proximate dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbandingan ampas tebu dan tempurung kelapa dengan perbandingan bahan baku 50:50 dengan perekat 10% merupakan arang terbaik dengan kualitas: kadar air 5,46%, kadar abu 7,73%, Volatile matter 12,57%, dan nilai kalor yang didapatkan sebesar 5313,09 kal/g. Dari hasil penelitian ini menampilkan bahwasanya arang briket yang didapat bagus dan tidak mudah hancur. Pemilihan limbah ampas tebu dan tempurung kelapa dapat dijadikan bahan baku alternatif dalam pembuatan arang. Pemilihan perekat tepung tapioka dapat dimanfaatkan, karena tepung tapioka benar dapat menaikkan kadar arang briket yang dihasilkan. 
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI PEMBUATAN BRIKET DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Fitria, Lisa; Mulyawan, Rizka; Ishak, Ishak; Sulhatun, Sulhatun; Meriatna, Meriatna; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9274

Abstract

Briket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau biomasa yang kurang termanfaatkan. Diantara jenis limbah biomasa yang memiliki potensi besar seperti ampas tebu, serbuk kayu, kulit jagung, cangkang kelapa sawit dan sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit  yang biasanya banyak terbuang diolah menjadi briket yang bernilai ekonomis dengan parameter pengujian meliputi kadar air, kadar abu dan nilai kalor. Pembuatan briket ini berbahan baku dari cangkang kelapa sawit yang dimulai dengan proses pengarangan kemudian dihaluskan dan disaring dengan ukuran variasi yang ditentukan, kemudian dicampur dengan perekat variasi yang ditentukan dan dicetak lalu dikeringkan dengan sinar matahari selama 1 hari, lalu dikeringkan lagi menggunakan oven selama 1 jam. Pada penelitian ini divariasikan ukuran partikel yaitu 20 mesh, 50 mesh, 80 mesh dan 100 mesh untuk meningkatkan nilai kalor. Adapun perekat yang digunakan adalah tepung singkong dengan variasi perekat masing 5%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa briket sudah memenuhi standar mutu SNI 1/6235/2000 briket arang. Hasil terbaik diperoleh pada variasi 15% perekat tepung singkon dan ukuran partikel 100 mesh dan 80 mesh dengan kadar air masing-masing 4,6006% dan 4,5723%, kadar abu masing-masing sebesar 6,1161% dan 6,5593%, lalu nilai kalor 6.231,25 kal/gr, dan 6.119,47 kal/gr. Dengan melihat hasil penelitian ini bahwa cangkang kelapa sawit dari limbah pabrik kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi salah satu bahan baku alternatif dalam pembuatan briket.
Co-Authors Adriyan Jondra Afifa Luthfia Afra, Khalida Agam Muarif Ahmad Fikri Allawiyah, Annisa Zaen Almia Permata Putri Ariski Saina Ariski Saina Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azhari Azhari Azril Fahmi Cut Rika Saffira Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dina Nasution, Zukhrufi dwi ayu lestari, dwi ayu Eddy Kurniawan Emil Izmilia Eva Nurmaidah Nurmaidah Evi Juliati Faisal Faisal fajarani, auliya Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Firman Maulana, Firman Fitria, Lisa Fitriyani Sirait Frandica, Dandy Giffary, Muhammad Hajijah Hajijah Halimah, Mustika Ridhatul Hanif, Hanif Hijratul Izzati Ibrahim, Ishak Ida Riski Indah Aprilla Intan Sulastri Irma Yani, Irma Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati, Julinawati Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Khoirun Nisa Kuswandi Kuswandi Leni Maulinda, Leni Likdanawati Lina Sari Silalahi Lirinzha, Rizkha Lukman Hakim Lukman Hakim Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meliyani Harahap, Nazwa Meriatna Meriatna Mira Aulia Moh. Erkamim Muammar Khadafi Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, Muhammad Muliadi Mulyawan, Rizka Mutiara Pujana Pujana Mutiawati Mutiawati Nadiratun Nabiwa Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nia Sagita Lestari Nikmat Wanda Nissah, Khairun Nita Sari Novi Sylvia Novita Dewi Nur rizqi Fattah Lubis Nurdina Hayati Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nurmalita Nurmalita Nurul Fadhillah Nurul Khumaida Nyimas Yanqoritha Pane, Nurul Anisa Pelawi, Erisantana pradana, ardie surya Purwoko, Agus Rahmadhani, Rahmadhani Rati Halimatussakdiyah Raudhatul Ulfa Rauzatun Jannah Reza Abdillah Harahap Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safira, Riska Dwi Safrina Melya Said Thaufik Rizaldi Sarah Sarah Sari, Ava Komala Seli Novianna Brutu Sepriano Sepriano Sinta Morina siregar, annisa febrianti Sitorus, Sarifah Sri Awalin Marpaung Sri Rahayu Retnowulan Sri Santika Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Taufiq Taufiq Tisara Tisara Ulfa, Raudhatul Utari, Paramita Veithzal Rivai Zainal Wan Rafly Wibowo, Rofiq Imam Winalia Agwil Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting Zilrahmi, Zilrahmi Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi