Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN PEKTIN DARI LIMBAH KULIT SEMANGKA SUGAR BABY (Citrullus Lanatus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI Pelawi, Erisantana; Ibrahim, Ishak; Muhammad, Muhammad; Sulhatun, Sulhatun; Jalaluddin, Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15372

Abstract

Pektin ialah polimer yang terdiri dari ikatan 1,4-α-glikosidik yang terikat pada asam galakturonat. Buah-buahan dan sayuran adalah salah satu dari sekian banyak makanan yang secara alami mengandung pektin. Lapisan lamella tengah dan dinding sel utama tanaman mengandung komponen serat pektin.. Pektin memiliki kemampuan untuk mengubah karakteristik fungsional produk makanan, termasuk emulsifikasi, pengentalan, dan pembentukan gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter optimal untuk pengaruh variasi waktu dan suhu selama proses ekstraksi terhadap karakteristik pektin akhir. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah variasi suhu ekstraksi dan waktu ekstraksi. Ekstraksi pektin akan dilakukan dengan menggunakan bahan baku kulit buah semangka (Citrullus Lanatus) menggunakan pelarut asam sitrat 7% dan prosedur ekstraksi. Asam sitrat adalah pelarutnya, dan periode ekstraksi adalah 60, 90, 120, dan 140 menit. Kriteria yang diteliti meliputi rendemen, uji FTIR, kandungan asam galakturonat, kandungan metoksil, dan kandungan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi 90°C dan durasi ekstraksi 120 menit memberikan hasil terbaik. Kandungan metoksil, galakturonat, air, dan rendemen pektin yang dihasilkan secara berurutan adalah 8,37%, 94,68%, 6,83%, 26,66%.
PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI ARANG AKTIF UNTUK PENURUNAN KADAR ZAT PEWARNA DALAM AIR fajarani, auliya; Mulyawan, Rizka; Ibrahim, Ishak; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.21986

Abstract

Tebu merupakan tanaman bahan baku pembuatan gula yang hanya dapat ditanam di daerah beriklim tropis yang digunakan untuk pembuatan gula yang menghasilkan ampas tebu sekitar 35-40% dari satu kali proses ekstraksi. Methylene blue dan Rhodamine b merupakan zat warna yang banyak dipakai industri tekstil dan senyawa ini sangat sulit untuk terdegradasi di alam dan berbahaya bagi lingkungan. Adsorpsi merupakan suatu proses penyerapan oleh padatan terhadap zat pewarna yang terjadi pada permukaan zat padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh aktivator NaOH dan HNO3 dalam melakukan aktivasi adsorben terhadap efisiensi dan kapasitas adsorpsi. Pembuatan adsorben dilakukan dengan karbonisasi pada suhu 300oC selama 1 jam kemudian di aktivasi menggunakan larutan NaOH dan HNO3 dengan variasi konsentrasi aktivator masing-masing 0,8%; 1%; 1,2%; 1,4%; 1,6%. Adsorben sebanyak 5 gram dicampur dengan adsorbat methylene blue dan rhodamin b dengan konsentrasi 20 ppm kemudian diaduk selama 60 menit dengan kecepatan pengadukan 200 rpm. Kemudian diuji kadar air, analisa UV-Vis, analisa FT-IR. Uji kadar air sesuai standar SNI 06-3730-1995 dengan nilai 5,86%. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi zat warna methylene blue tertinggi pada aktivator NaOH 1,6% sebesar 0,3977 mg/gr dan 99,44% dan pada aktivator HNO3 1,6% sebesar 0,3974 mg/gr dan 99,34%. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi zat warna rhodamine b tertinggi pada aktivator NaOH 1,6% sebesar 0,3927mg/gr dan 98,18% dan pada HNO3 1,6 % sebesar 0,3969 mg/gr dan 99,22%.  Luas permukaan tertinggi pada adsorben teraktivasi NaOH 1,6% sebesar 1472,27 m2/g. Hasil uji FT-IR menunjukkan bahwa ada gugus fungsi O-H, C-H, C=O, C=C, C-N.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI TANAMAN PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS) SEBAGAI PENYERAP ZAT PEWARNA Esty Febrina; Rizka Mulyawan; Lukman Hakim; Sulhatun Sulhatun; Suryati Suryati; Nurmalita Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.21611

Abstract

Metode adsorpsi menggunakan arang aktif berbahan baku tanaman purun tikus mengandung kadar karbon yang cukup tinggi mencapai 50,68% efektif meningkatkan kapasitas adsorpsi pada zat pewarna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil persen penyerapan terbaik pada aktivator asam maupun basa dari arang aktif purun tikus sebagai penyerapan zat pewarna Methylene Blue dan Rhodamine B. Prosedur penelitian ini melalui proses preparasi bahan baku, pembuatan arang aktif suhu karbonisasi 300oC selama 1 jam. Kemudian diaktivasi (NaOH dan HNO3) selama 24 jam. Kemudian diuji kadar air, menghitung luas permukaan, analisa gugus fungsi dan uji adsorpsi arang aktif terhadap kapasitas penyerapan dan persen penyerapan pada Methylene blue dan Rhodamine B. Kadar air terbaik sesuai SNI 06 - 3730 -1995 pada adsorben teraktivasi NaOH 3% senilai 5,0793%. Luas permukaan terbesar didapat pada adsorben teraktivasi NaOH 3% senilai 368,115 m2/g. Kapasitas dan efisiensi penyerapan Methylene Blue tertinggi pada adsorben NaOH 3% senilai 0,9945 mg/g dan 99,451 %. Sedangkan Rhodamine B tertinggi pada adsorben HNO3 3% senilai 0,9881 mg/g dan 98,810 %. Keseluruhan model adsorpsi mengikuti pola Isotherm Langmuir. Setiap jenis aktivator pada adsorben memiliki karakteristik berbeda sehingga responnya terhadap variasi adsorbat yang diadsorpsi pun berbeda juga.Kata Kunci : Adsorpsi, Aktivasi, Arang aktif, Karbonisasi, dan Purun. 
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN DARI LIMBAH CANGKANG KERANG DARA (ANADARA GRANOSA) DAN ZEOLIT Putroe Zohara Safura; Azhari Azhari; Wiza Ulfa Fibarzi; Suryati Suryati; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.18893

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif mesin diesel yang berbahan dasar minyak nabati atau lemak hewani. Minyak jelantah merupakan bahan baku minyak nabati yang sudah tidak dapat dikonsumsi lagi sehingga biaya produksinya murah dan ketesediaannya melimpah. Saat memproduksi biodiesel, katalis membantu mengurangi energi aktivasi sehingga memungkinkan reaksi terjadi lebih cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisik dan kimia biodiesel yang dihasilkan dari campuran minyak jelantah menggunakan bahan katalis cangkang kerang dara (Anadara Granosa) dan zeolite. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah pencampuran cangkang kerang dara (anadara granosa) dengan zeolit sebagai katalis dalam penelitian biodiesel. Cangkang kerang dara dikalsinasikan selama tiga jam pada suhu 850°C, proses transesterifikasi dilakukan selama 90 menit. perbandingan molar minyak terhadap metanol 1:10 dengan menggunakan perubahan suhu 50°C, 55°C, 60°C dan 70°C serta berat katalis sebesar 3%, 4%, 5%, dan 6% massa minyak. Hasil pengujian biodiesel terbaik dicapai pada suhu 70°C dan berat katalis 4% dengan yield sebesar 78,72%.
ANALISA KARAKTERISTIK SEDIAAN MASKER PEEL-OFF DARI SARI BUAH STRAWBERRT DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH BUBUK CANGKANG TELUR sri juniati; Eddy Kurniawan; Faisal faisal; Sulhatun sulhatun; jalal uddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masker peel-off adalah jenis masker gel yang diaplikasikan pada kulitnya, kemudian didalam jangka waktu tertentu membentuk lapisan film yang tidak terlihat dan elastisitas. Setelah kering, masker ini dapat dilepas dengan mudah tanpa dibilas. Masker wajah memiliki beberapa keuntungan, tergantung pada bahan utama yang digunakan dalam produk tersebut. Ini termasuk membersihkan kulit, mempermudah bekas jerawat, mengurangi pori-pori, dan bahkan menandai area halus di wajah. Bubuk cangkang telur digunakan sebagai zat aktif dalam penelitian ini, dan dmdm hydantoin digunakan sebagai pengawet. Pengujian dilakukan selama satu minggu untuk menganalisis fitur produk dengan menggunakan berbagai perbandingan PVA (Polyvinyl Alcohol) sebanyak 8, 10 , 12 gram, serta CMC (Carboxymethyl Cellulose) sebanyak 0, 1, 3, dan 5 gram. Setiap sediaan dievaluasi berdasarkan beberapa parameter, yaitu pH, daya sebar, organoleptik, waktu kering, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik masker dapat dipengaruhi oleh perbedaan massa bahan. Formula yang menggunakan 10 gram PVA : 1 gram CMC menurunkan standar SNI, dengan pH antara 7,3 dan 7,5, daya sebar 5 sampai 5,1 cm, waktu kering 25 sampai 26 menit, homogenitas baik, dan hasil organoleptik terbaik. Formula ini, dikenal sebagai formula 6, dinyatakan sebagai formula yang paling optimal.
Analisa Pengaruh Konsentrasi Pelarut Dan Suhu Ekstraksi Terhadap karakteristik Pektin Dari Jeruk Bali (Citrus maxima) Nanda Aulia Risma; Agam Muarif; Sulhatun Sulhatun; Fikri Hasfita; Wusnah Wusnah
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.22372

Abstract

Pektin merupakan asam poligalakturonat yang berbentuk rantai panjang dan tidak bercabang serta memiliki gugus metil ester. Pektin membentuk koloid dan gel dalam larutan sehingga dapat digunakan sebagai penstabil dalam industri farmasi dan makanan. Kebutuhan pektin di Indonesia cenderung mengalami peningkatan di setiap tahun. Jeruk bali merupakan tanaman buah yang mengandung banyak komponen nutrisi yang terkandung didalamnya. Sebagian besar komponen jeruk bali terletak dalam kulitnya, diantaranya terdapat senyawa alkaloid, flavonoid, likopen, vitamin C, serta yang paling dominan adalah pektin dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi dan konsentrasi pelarut terhadap pektin yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan pelarut HCl lalu dilakukan pengendapan pektin dengan menambahkan etanol 96% kedalam filtrat pektin dengan perbandingan 1:1 dan didiamkan selama 24 jam, kemudian endapan dicuci menggunakan etanol 96% untuk menghilangkan sisa asam dan dikeringkan dalam oven pada suhu 50oC selama 5 jam untuk mendapatkan pektin kering. Variabel tetap dalam penelitian ini adalah berat bubuk sampel 10 gram dan volume pelarut 250 ml. Varibel bebas dalam penelitian ini yaitu konsentrasi pelarut 0,1N, 0,15N, 0,2N, dan 0,25N dan suhu 60oC, 70oC, 80oC dan 90oC. Karakteristik yang dianalisa adalah yield, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, derajat esterifikasi dan uji FTIR. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi pelarut dan suhu ekstraksi sangat berpengaruh terhadap hasil pektin yang didapatkan. Semakin tinggi konsentrasi pelarut dan suhu ekstraksi maka hasil rendemen, kadar metoksil dan kadar galakturonat akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pektin dengan yield tertinggi 18,8%, kadar air terendah 5,20%, kadar metoksil tertiggi 8,618%, dan kadar galakturonat tertinggi 78,848%. Kata Kunci : Asam Klorida, Ekstraksi, Pektin, Kulit Jeruk Bali, dan Suhu
Application of Pisang Awak Bunch-Derived Heterogenous Base Catalyst in Transesterification of Palm Oil into Biodiesel Meriatna Meriatna; Zulmiardi Zulmiardi; Suryati Suryati; Sulhatun Sulhatun; Zukhrufi Dina Nasution; Rahmadhani Rahmadhani
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.396 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v2i1.204

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel for diesel machine comprosied of alkyl monoesters deriving from vegetable oils or animal fats. Cooking oil is an oil originated from vegetable or animal fat which has been priorly purified, where it appears in liquid form at room temperature and is usually used to fry food ingredients. Heterogenous catalyst is a catalyst present in different phase with the reagent in a reaction it catalyzes. Kalium content in banana in a banana bunch is sufficiently high reaching 94.4%. The aim of this study was to utilize banana bunch which has been priorly ashed using furnace at 700°C for 4 hours, thereafter, applied as a heterogenous catalyst in a the preparation process of biodiesel from cooking oil. Processing variables investigated in this research included the influences of the number of catalyst (3, 4, 5, 6, and 7%) and molar rasio of oil and methanol (1:5, 1:6, 1:7, 1:8, and 1:9) against the properties of produced biodiesel, namely density, viscosity, and water content which later compred with Indonesian standard (SNI). From the study, it was obtained maximum yield of 90.97% with methanol:oil rasio of 1:7 at processing temperature of 60°C with reaction time of 90 minutes and catalyst as much as 3 % w/w. The characteristics of the cooking oil-based biodiesel obtained from the a reaction with oil: methanol rasio of 1:6 and catalyst as much as 3% w/w were density 850 kg/m3 and viscosity 621 mm2/s. This research showed that the obtained biodiesel characteristics had been sufficient according to the SNI, and the use of calcinated banana bunch was very potential in the production of biodiesel acting as solid catalyst person.
Co-Authors Adriyan Jondra Afifa Luthfia Afra, Khalida Agam Muarif Ahmad Fikri Allawiyah, Annisa Zaen Almia Permata Putri Ariski Saina Ariski Saina Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azhari Azhari Azril Fahmi Cut Rika Saffira Desriani, Chintiara Dewi Lestari dwi ayu lestari, dwi ayu Eddy Kurniawan Emil Izmilia Esty Febrina Eva Nurmaidah Nurmaidah Evi Juliati Faisal Faisal fajarani, auliya Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Firman Maulana, Firman Fitria, Lisa Fitriyani Sirait Frandica, Dandy Giffary, Muhammad Hajijah Hajijah Halimah, Mustika Ridhatul Hanif, Hanif Hijratul Izzati Ibrahim, Ishak Ida Riski Indah Aprilla Intan Sulastri Irma Yani, Irma Ishak Ishak Ishak Ishak jalal uddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati, Julinawati Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Khoirun Nisa Kuswandi Kuswandi Leni Maulinda, Leni Likdanawati Lina Sari Silalahi Lirinzha, Rizkha Lukman Hakim Lukman Hakim Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meliyani Harahap, Nazwa Meriatna Meriatna Mira Aulia Moh. Erkamim Muammar Khadafi Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muliadi Mulyawan, Rizka Mutiara Pujana Pujana Mutiawati Mutiawati Nadiratun Nabiwa Nanda Aulia Risma Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nia Sagita Lestari Nikmat Wanda Nissah, Khairun Nita Sari Novi Sylvia Novita Dewi Nur rizqi Fattah Lubis Nurdina Hayati Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nurmalita Nurmalita Nurul Fadhillah Nurul Khumaida Nyimas Yanqoritha Pane, Nurul Anisa Pelawi, Erisantana pradana, ardie surya Purwoko, Agus Putroe Zohara Safura Rahmadhani Rahmadhani Rati Halimatussakdiyah Raudhatul Ulfa Rauzatun Jannah Reza Abdillah Harahap Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safira, Riska Dwi Safrina Melya Said Thaufik Rizaldi Sarah Sarah Sari, Ava Komala Seli Novianna Brutu Sepriano Sepriano Sinta Morina siregar, annisa febrianti Sitorus, Sarifah Sri Awalin Marpaung Sri Juniati Sri Rahayu Retnowulan Sri Santika Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Taufiq Taufiq Tisara Tisara Ulfa, Raudhatul Utari, Paramita Veithzal Rivai Zainal Wan Rafly Wibowo, Rofiq Imam Winalia Agwil Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah Wusnah Wusnah, Wusnah Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting Zilrahmi, Zilrahmi Zukhrufi Dina Nasution Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi