Claim Missing Document
Check
Articles

BUTTER COOKIES SUBTITUSI TEPUNG BIJI DURIAN : MODERNISASI DAN INOVASI KULINER KHAS KOTA SERANG SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH DURIAN Novita Widyastuti Sugeng; Ira Mayasari; Heny Ratnaningtyas
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v6i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima masyarakat, karakter sensorik, kemasan menarik dan untuk mengetahui kandungan gizi butter cookies dengan substitusi tepung biji durian dari sampel terbaik. Metode menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Berdasarkan hasil uji ANOVA, dari segi warna (0,000 < 0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, dari segi rasa (0,224 > 0,05), dari segi aroma (0,608 > 0,05) dan dari segi tekstur (0,712 > 0,05) menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan. Pada uji laboratorium, terpilih sampel terbaik adalah butter cookies dengan 90% tepung biji durian, karena yang banyak disukai oleh panelis dan merupakan makanan sumber energi 539,79 Kkal. Berdasarkan syarat mutu biskuit, kandungan protein butter cookies 90% tepung biji durian berada di bawah syarat mutu biskuit (3,96g/100g ) dan hasil analisis kandungan air butter cookies 90% tepung biji durian telah memenuhi syarat mutu biskuit (4,70g/100g). Takaran saji untuk butter cookies dengan 90% tepung biji durian adalah sebesar 20 gr atau sama dengan 5 keping dengan masing-masing keeping sebesar 4 gr. Kemasan paling banyak disukai yang berbentuk tabung (3,50) ketimbang yang berbetuk box (3,0). Kesimpulan, Butter cookies tepung biji durian dapat diterima masyarakat, tepung biji durian dapat digunakan dalam pembuatan butter cookies dan merupakan makanan sumber energi.
Pelatihan Pembuatan Souvenir Keranjang Ayam Mini Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Matotonan Dan Muntei, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat Novita Widyastuti Sugeng; Ira Mayasari; Heny Ratnaningtyas
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v11i1.1268

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi salah satu program pemerintah untuk menjadikan desa-desa tertinggal menjadi desa yang maju, Dalam perkembangannya beberapa desa yang memiliki potensi mulai berubah, namun jika tidak  diadakan  pemetaan  potensi  yang ada akan  menjadikan  desa wisata dimana saja sama, tanpa ada kekhasan khusus. Potensi wisata yang luar biasa yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Mentawai seharusnya bisa menjadi andalan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat. Sektor pariwisata bisa menjadi sektor penopang pemasukan bagi pendapatan asli daerah. Di era yang semakin maju semakin pula banyak cara dan strategi untuk   mengangkat potensi wisata di kabupaten dengan julukan bumi Sikerei ini.  Salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan adalah souvenir yang dapat dibawa oleh wisatawan setelah mengunjungi kepulauan Mentawai. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini mengenalkan potensi souvenir keranjang ayam mini berbasis kearifan lokal dan mengembangkan kreatifitas souvenir di Desa Matotonan dan Desa Muntei, Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Para peserta yang mengikuti pelatihan di dua desa ini masing-masing berjumlah 25 orang per desa. Metode  yang  diterapkan  pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode presentasi dan demonstrasi. Kedua metode itu dilakukan untuk mengembangkan  desain  dan bentuk produk yang dapat diproduksi oleh masyarakat lokal dengan harga murah, pengerjaan mudah dan berbasis kearifan lokal. Diharapkan masyarakat dapat membuat souvenir keranjang ayam mini dan wisatawan dapat membeli souvenir tersebut sebagai kenangan setelah berkunjung ke kepulauan Mentawai.
Penerapan Metode Yield/Revenue dengan RevPar: Studi Pada Hotel and Convention X Anita Swantari; Haryo Wicaksono; Filma Festivalia; Heny Ratnaningtyas
At-Tadbir : jurnal ilmiah manajemen Vol 5, No 2 (2021): At-Tadbir: jurnal ilmiah manajemen
Publisher : Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.547 KB) | DOI: 10.31602/atd.v5i2.4439

Abstract

This study aims to determine the application of yield/revenue with RevPAR (Revenue Per Available Room). This type of research is quantitative research. The data analysis method in this study uses the trend analysis method. Data sources were obtained from Hotel X & Conventions in the form of daily hotel reports, revenue management forecast reports and pattern reports from January to December 2018. The results show that Yield/Revenue Management has been implemented well at Hotel X & Conventions Kelapa Gading in 2018 by making a RevPAR estimate that is close to the actual, with the difference between the estimated data and the actual data being only 5.34% to 17%. The highest RevPAR was in August 2018 which was Rp. 585,690,- and the lowest was in February 2018 which was Rp. 474,114. The conclusion of this study is that Hotel X & Conventions Kelapa Gading has implemented yield/revenue management well in 2018 by carrying out RevPAR estimates which are almost in accordance with the actual, with the difference between the estimated data and the actual data.Keywords: Yield/Revenue Management, RevPar(Revenue Per Available Room)
Peran Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Generasi Milenial: Studi Jajanan Tradisional Ira Mayasari; Novita Widyastuti Sugeng; Heny Ratnaningtyas
At-Tadbir : jurnal ilmiah manajemen Vol 5, No 2 (2021): At-Tadbir: jurnal ilmiah manajemen
Publisher : Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.104 KB) | DOI: 10.31602/atd.v5i2.4799

Abstract

This study aims to analyze the effect of the marketing mix of traditional snacks on purchasing decisions. The research method uses multiple regression analysis. The population in this study is the millennial generation in Jakarta. While the sample amounted to 114 respondents. The results of the research partially all the variables of the marketing mix of traditional snacks consisting of product, price, place, promotion, physical facilities, people and processes have a significant effect on purchasing decisions. To reach a large market, traditional snacks must be followed by: (1) Good product quality includes appearance, variety, taste and texture; (2) Price affordability; (3) a strategic place to sell traditional snacks such as in traditional markets, cake shops, school canteens, and food stalls near homes; (4) Advertise traditional snacks on Instagram, Facebook and Twitter; (5) The cleanliness of the place to sell traditional snacks must be paid more attention (6) The service quality of people who sell traditional jayanan products must be better; (7) The processing of traditional snacks is modern so it takes a long time. The suggestion from this research is that the promotion of traditional snacks should be improved, especially in developing social media and traditional snacks innovations.Keywords: Product, Price, Place, Promotion, Physical Facilities, People, Process, Purchase Decision
HALAL LABEL: IS IT IMPORTANT IN DETERMINING BUYING INTEREST? Amalia Mustika Inong; Savitri Hendradewi; Heny Ratnaningtyas
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 7, No 1 (2021): Vol 7, No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4941.913 KB) | DOI: 10.34203/jimfe.v7i1.2929

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of the halal label on Korean noodle food on the buying interest of adolescent consumers. The population in this study were teenagers in the city of Jakarta. The number of samples that were successfully processed were 100 teenagers as respondents using random sampling method. This research uses simple regression analysis analysis. Data collection techniques by distributing questionnaires to 100 adolescent respondents in Jakarta. The test results in this study found that the halal label on Korean noodle food had a significant effect on the buying interest of teenage consumers. Halal labels are the basis for purchasing decisions for teenage consumers to fulfill religious beliefs, with the presence of halal labels on Korean noodle foods, it can be ensured that the food consumed is of good quality and good for health, which pays attention to the ingredients. The implication of this research is for business people to consider adding halal labels to their products, especially if they are marketed in countries with a majority Muslim population. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh label halal pada makanan mie Korea terhadap minat beli konsumen remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di kota Jakarta. Jumlah sampel yang berhasil diolah adalah 100 remaja sebagai responden dengan menggunakan metode random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis analisis regresi sederhana. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden remaja di Jakarta. Hasil pengujian dalam penelitian ini menemukan bahwa label halal pada makanan mie Korea berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen remaja. Label halal menjadi dasar keputusan pembelian konsumen remaja untuk memenuhi keyakinan agama, dengan adanya label halal pada makanan mie korea dapat dipastikan makanan yang dikonsumsi berkualitas baik dan baik untuk kesehatan, yang memperhatikan kandungan bahannya. Implikasi penelitian ini adalah bagi para pelaku bisnis harus mempertimbangkan penambahan label halal pada produknya, khususnya jika dipasarkan di negara yang mayoritas berpenduduk muslim.
THE EFFECT OF E-WOM AND TOURISM PRODUCT ATTRIBUTES ON VISITING DECISIONS IN LAKE CIPONDOH TOURIST DESTINATION, TANGERANG CITY, BANTEN PROVINCE Heny Ratnaningtyas; Rahmat Ingkadijaya; Linda Desafitri
JPIM (Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen) Vol 7, No 2 (2022): JPIM (JURNAL PENELITIAN ILMU MANAJEMEN)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jpim.v7i2.1093

Abstract

This study aims to determine the effect of E-WOM and tourism product attributes on visiting decisions. The population in this study were visitors who traveled to Lake Cipondoh, Tangerang City. The sample in this study amounted to 100 respondents. The sampling technique used was accidental sampling. The partial research results of E-WOM and tourism product attributes had a significant effect on visiting decisions. Lake Cipondoh managers are expected to increase visitor enthusiasm by creating websites and social media, then adding attractions and special attractions.
Factors Influencing Changes in Consumer Behavior in Choosing Coffee Outlets in Jakarta During the Covid-19 Pandemic Andhalia Liza Marie; Tri Djoko Sulistyo; Heny Ratnaningtyas
At-Tadbir : jurnal ilmiah manajemen Vol 6, No 2 (2022): At-Tadbir: jurnal ilmiah manajemen
Publisher : Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.123 KB) | DOI: 10.31602/atd.v6i2.6795

Abstract

This study aims to determine the perception of health risks, innovation capabilities, and coffee shop atmosphere on changes in consumer behavior during the Covid-19 pandemic. This study uses a descriptive quantitative approach. The number of samples is 100 respondents, and the sampling technique is purposive sampling—data collection techniques using online questionnaires. The research locations were in five coffee shops: Tak Kie Coffee, Sun Ho Coffee, Djie Coffee, Bakoel Koffie Coffee, and Gondangdia Luwak Coffee. The results showed that the perception of health risks and the atmosphere of the coffee shop had a significant positive effect on changes in consumer behavior. In contrast, innovation capability harms changes in consumer behavior. The dominant result is the atmosphere of the coffee shop, which has a t-count that is greater, 7.259, than the t-table of 1.960 and a significant value is 0.000. This is because coffee shops carry out health protocols such as distance restrictions, maintaining cleanliness, good air circulation, and the availability of outdoor facilities. Coffee shops should maintain health protocols, and visitors should be limited so that consumers can feel safe and comfortable. They should also be able to make coffee while traditionally not selling coffee online so that the aroma and taste are maintained properly and do not change from the original.
PENGARUH CITY BRANDING DAN CITY IMAGE TERHADAP CITY IDENTITY DAN KEPUTUSAN BERKUNJUNG WISATAWAN KE KOTA JAKARTA, INDONESIA Amrullah Amrullah; Nurbaeti Nurbaeti; Heny Ratnaningtyas; David Manumpak; Muh. Rajesh Singh; Joshua Budi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.44960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh city branding dan city image terhadap city identity dan keputusan kunjungan wisatawan ke Kota Jakarta. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif dengan program Smart PLS. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung ke Kota Jakarta. Hasil penelitian, city branding dan city image berpengaruh signifikan terhadap city identity, sedangkan city branding dan city image tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung, kemudian identitas kota berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung. Slogan Enjoy Jakarta akan menjadikan Kota Jakarta memiliki identitas di mata wisatawan, sehingga identitas Kota Jakarta tidak boleh hilang. Salah satu city image Kota Jakarta adalah padatnya penduduk, mengharuskan Pemerintah DKI Jakarta untuk menjaga sisa identitas Kota Jakarta yang dulunya memiliki kota hijau dan ruang terbuka dengan mendirikan wisata mangrove dan taman wisata. Hal ini sangat baik untuk kunjungan wisatawan. Kemacetan akan berdampak pada keengganan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Jakarta. Kota Jakarta hanya dianggap sebagai kota transit sebelum sampai di tempat tujuan wisatanya. Oleh karena itu, harus ada sisa identitas Kota Jakarta yang dipertahankan oleh Pemprov DKI Jakarta. Hal ini akan berdampak pada keputusan untuk mengunjungi wisatawan. Pemerintah DKI Jakarta diharapkan dapat memberikan lebih banyak destinasi wisata yang memperkenalkan budaya Betawi mulai dari kesenian Betawi, rumah adat, pakaian hingga makanan khas Betawi pada setiap acara.
Perencanaan Keuangan Pribadi Untuk Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia Heny Ratnaningtyas; Linda Desafitri Ratu Bilqis; Anita Swantari
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.571 KB) | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v5i2.1770

Abstract

Kebanyakan dari mahasiswa kurang memahami tentang pengetahuan pengelolaan keuangan yang baik di lingkungan mahasiswa, maka pengetahuan dan praktek pengelolaan keuangan yang sehat bagi mahasiswa harus diterapkan meliputi displin menabung, memanfaat sumber penerimaan, mengatur pengeluaran keuangan, membuat rencana anggaran keuangan, membuat pos dana cadangan, belajar untuk berinvestasi dan dapat mengendalikan diri. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pengetahuan kepada mahasiswa cara mengelola keuangan sehingga mereka mengerti dan memahami perencanaan keuangan pribadi dan bijak dalam mengurus finansialnya. Metode pelaksanaannya dengan cara penyuluhan dan konsultasi melalui zoom online dengan 24 mahasiswa Sekolah Tinggi ILmu Ekonomi Bisnis Indonesi. Hal ini dilakukan untuk memudahkan materi yang akan disampaikan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi mahasiswa saat-saat ini. Hasil dari pengabdian ini para mahasiswa sangat merespon positif kegiatan pengabdian ini karena banyak sekali mahasiswa yang bertanya tentang permasalahan keuangan yang sedang dihadapi, kami sebagai pemberi penyuluhan dan konsultasi, sangat antusias dan lancar menjawab pertanyaan tersebut. Dari kegiatan pengabdian ini diharapkan para mahasiswa memulai dengan displin menabung, memanfaatkan pemasukan, mengatur pengeluaran keuangan, membuat renacan anggaran keuangan, membuat pos dana cadangan, belajar investasi dan mengatur keinginan atau mengendalikan diri.
Pengaruh Komponen 4A terhadap Minat Berkunjung Kembali dengan Kepuasan sebagai Variabel Intervening pada Telaga Biru Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Nurbaeti Nurbaeti; Myrza Rahmanita; Amrullah Amrullah; Heny Ratnaningtyas; Elda Nurmalinda
Jurnal Kawistara Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.69846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atraksi, aksesbilitas, amenitas dan ancillary terhadap minat berkunjung kembali dengan kepuasan sebagai variabel intervening pada Telaga Biru Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Metode penelitian ini menggunakan analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah  kaum milenial yang mengunjungi Telaga Biru Cisoka, sedangkan sampel berjumlah 150 responden. Teknik  pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial hanya ancillary yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kaum milenial dan minat berkunjung kembali kaum milenial. Kemudian secara parsial secara parsial hanya ancillary tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali kaum milenial melalui kepuasan kaum milenial. Telaga Biru Cisoka memberikan kepuasan dan minat kunjung kembali karena: (1) adanya atraksi alam berupa keindahan warna telaga dan atraksi buatannya meliputi wisata selfie, ayunan, jungkat-jungkit, flying fox, wahana bebek, penyewaan perahu; (2) karena adanya aksebilitas yang baik dan mudah dijangkau seperti kondisi jalan berbeton dan beraspal, jarak tempuh yang singkat, transportasi yang memadai; (3) adanya amenitas yang cukup meliputi area parkir cukup luas, air bersih yang sudah ada, warung makan. Untuk Pengelola Objek Wisata disarankan menambah atraksi baru, melengkapi dan mengelola serta merawat fasilitas.