Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Pemanenan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Serawak Damai Anggita Perdana; Adolf Pieter Lontoh; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.629 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15027

Abstract

Magang ini dilaksanakan di Kebun Serawak Damai (SDME) dari Maret sampai Juni 2014. Kegiatan magang ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis lapangan, meningkatkan kemampuan manajerial di perkebunan kelapa sawit, serta meningkatkan kemampuan dalam memahami budidaya lapangan produksi secara nyata terutama dalam pemanenan hasil. Kegiatan pemanenan meliputi pemotongan buah di lapangan produksi hingga pengiriman seluruh buah ke pabrik untuk diproses. Kualitas buah hasil panen, mutu hancak, sistem transportasi buah dan kemampuan panen karyawan harian pada Divisi tiga SDME diamati dengan pengambilan contoh data. Data hasil produksi dan produktivitas panen kelapa sawit dianalisis dengan uji t - student, sedangkan transportasi buah dan kemampuan panen karyawan harian dianalisis secara deskriptif. Divisi tiga SDME memiliki produksi bulanan yang tinggi dengan pencapaian rata - rata 128 % terhadap budget produksi. Kemampuan panen rata - rata tenaga kerja sebesar 2.8 ha HK-1. Transportasi buah sering mengalami keterlambat akibat variasi waktu yang dibutuhkan unit untuk memuat buah dan antri di pabrik tidak konsisten.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati Serta Reduksi Pupuk NPK terhadap Ketersediaan Hara dan Populasi Mikroba Tanah Pada Tanaman Padi Sawah Musim Tanam Kedua di Karawang, Jawa Barat Shoni Riyanti; Heni Purnamawati; . Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.317 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15810

Abstract

Penelitian dilakukan di Karawang, Jawa Barat pada bulan Oktober 2010 sampai April 2011. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh aplikasi pembenaman jerami dan pupuk hayati serta pupuk organik dalam mengurangi penggunaan pupuk NPK pada musim tanam kedua. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak yang terdiri atas 13 perlakuan. Perlakuan tersebut adalah P1 = jerami + 0.5 dosis NPK, P2 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk organik granul (POG) + pupuk organik cair (POC), P3 = jerami + 0.5 dosis NPK + POG, P4 = jerami + 0.5 dosis NPK + POG + pupuk hayati 1, P5 = jerami + 0.75 dosis NPK + pupuk hayati 2, P6 = jerami + 0.5 dosis NPK + pukan, P7 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 1, P8 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 2, P9 = jerami + 1 dosis NPK, P10 = tanpa jerami + 1 dosis NPK, P11 = jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 3, P12 = tanpa jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 3, dan P13 = tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pupuk hayati (bio 1, 2, atau 3) dapat meningkatkan ketersediaan hara dan populasi mikroba tanah. Aplikasi ini dipengaruhi jumlah pembentukan batang pada 7 MST dan daun berwarna pada 3 dan 7MST. Jerami + 0.5 dosis NPK + pupuk hayati 2 tidak berbeda signifikan dengan perlakuan 1 dosis NPK.
Periode Kritis Pertumbuhan Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merr) dalam Berkompetisi dengan Gulma Sandry Gultom; Sofyan Zaman; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.873 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15891

Abstract

Periode kritis terhadap persaingan dengan gulma menjadi pertimbangan dalam menentukan kapan saat yang tepat untuk mengendalikan gulma dan tindakan yang tepat dilakukan untuk melakukan pengelolaan gulma. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor, Dramaga, Bogor dengan ketinggian tempat 209 meter diatas permukaan laut pada bulan April-Juli 2016. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 12 taraf perlakuan dengan tiga ulangan. Taraf perlakuan terdiri atas bersih gulma dan bergulma (0-2 MST, 0-4 MST, 0-6 MST, 0-8 MST, 0-10 MST, 0-panen). Penyiangan gulma dilakukan secara manual dan waktunya disesuaikan dengan perlakuan periode kompetisi gulma untuk setiap petak. Berdasarkan hasil penelitian, periode kritis kedelai hitam Mallika adalah 2-6 MST dengan kehilangan hasil panen dari awal tanam hingga panen diperoleh berkisar antara 23.61% hingga 83.54%.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Sistem Tanam Alur dan Pemberian Jenis Pupuk Rizal Mahdi Kurniawan; Heni Purnamawati; Yudiwanti Wahyu E. K
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.803 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.16472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem tanam alur dan pemberian jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian dilaksanakan di KP Leuwikopo IPB Dramaga, Bogor pada bulan Februari - Juni 2013. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu sistem tanam alur sebagai petak utama dan jenis pupuk sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam alur meningkatkan daya hasil pada produktivitas biji kering, produktivitas polong kering, dan bobot kering biji per tanaman lebih baik dibandingkan sistem tanam konvensional. Hal tersebut ditunjukkan dengan perlakuan sistem tanam alur yang memiliki produktivitas 2.93 ton/ha polong kering, sedangkan sistem tanam konvensional sebesar 2.55 ton/ha polong kering. Sistem budidaya kacang tanah pada sistem tanam alur dapat meningkatkan efisiensi tanaman dalam memanfaatkan unsur hara yang telah diberikan baik pupuk organik maupun anorganik, sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah menjadi lebih baik. Pemberian jenis pupuk kandang ayam + Dolomit + NPK memberikan respon terhadap pertumbuhan dan  daya hasil rata-rata tanaman yang lebih baik dibandingkan jenis pupuk lainnya.
Evaluasi Produktivitas Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada Dataran Menengah Fachrul Rohimin Iska; Heni Purnamawati; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.364 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18804

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi produktivitas kacang tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp) pada dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada dataran menengah di Kampung Cisasah Rawasari, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penanaman dilakukan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor. Terdapat lima taraf perlakuan yang digunakan yaitu KT-1, KT-2, KT-6, KT-8 dan KT-9. Perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Analisis data mengunakan uji F dan apabila hasilnya nyata maka pengujian dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Dilakukan juga uji korelasi beberapa peubah dengan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah luas daun, jumlah polong per tanaman, bobot biji kering per tanaman, bobot polong kering per tanaman, hasil biji, hasil polong, serta perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh tanaman dan konduktansi tanaman. Karakter yang berkorelasi positif dan sangat nyata terhadap produktivitas kacang tunggak adalah sudut daun terhadap fotosintesis, sudut daun terhadap konduktansi, fotosintesis terhadap konduktansi, jumlah polong terhadap bobot kering polong, jumlah polong terhadap bobot kering biji, panjang polong terhadap jumlah biji per polong, bobot kering polong terhadap bobot kering biji, jumlah polong terhadap hasil biji, jumlah polong terhadap hasil polong, bobot kering biji terhadap hasil polong.
Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk Kalium pada Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis di BBPP Batangkaluku Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan Muhammad Sukma Alfian; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.652 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24404

Abstract

Pertumbuhan dan mutu hasil jagung manis dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya kesuburan tanah. Pemupukan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Aplikasi pupuk dipengaruhi oleh takaran, cara dan waktu pemberian yang tepat. Penelitian dilaksanakan di BBPP Batangkaluku, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan aplikasi pupuk Kalium terhadap pertumbuhan dan produksi dari tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk KCl dengan 4 taraf (0 kg ha-1, 50 kg ha-1, 100 kg ha-1, 150 kg ha-1) dan faktor kedua waktu aplikasi pupuk dengan 3 taraf (aplikasi saat tanam, aplikasi saat tanam dan 4 MST, dan aplikasi saat tanam, 4 MST dan 7 MST) diulang sebanyak 3 kali. Dosis pupuk KCl berpengaruh nyata dan sangat nyata pada peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kecuali pada tinggi tanaman umur 3 MST, diameter batang umur 6 MST dan jumlah daun umur 3 dan 4 MST. Dosis pupuk KCl berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap semua peubah hasil. Waktu aplikasi tidak berpengaruh nyata pada semua peubah kecuali tingkat kemanisan jagung manis. Interaksi tidak berpengaruh nyata pada semua peubah kecuali pada tinggi umur 6 MST dan tingkat kemanisan. Semua perlakuan yang diberi pupuk KCl lebih baik hasilnya dibanding tanaman yang tidak mendapat perlakuan Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan dan produksi pada  dosis  KCl  50  kg ha-1  tidak  berbeda  nyata  dengan  dosis 100 kg ha-1 dan dosis 150 kg ha-1. Tingkat kemanisan jagung manis tertinggi didapatkan pada interaksi dosis 150 kg ha-1 dengan waktu aplikasi 3 kali.
Pengaruh Metode Pemupukan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas IPB 9G Rika Riyani; Heni Purnamawati
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.135 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30473

Abstract

Padi gogo merupakan budi daya padi di lahan kering. Padi gogo memiliki produktivitas yang masihrendah. Perlakuan metode pemupukan kalium dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan danproduktivitas padi gogo varietas IPB 9G. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dimulai dari November2017 hingga April 2018 di Kebun Percobaan IPB Sawah Baru Lahan Kering. Rancangan perlakuan yangdigunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu metodepemupukan kalium yang terdiri dari 4 taraf yaitu P1 (KCl 100 kg ha-1), P2 (KCl 50 kg ha-1 + KCl 50 kg ha-1),P3 (KCl 50 kg ha-1 + 3 x KNO3 22 kg ha-1), dan P4 (KCl 50 kg ha-1 + 2 x K-Builder 600 ml ha-1) dengan 3kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemupukan kalium berpengaruh nyata terhadappeubah pertumbuhan yaitu tinggi tanaman pada 4 MST, jumlah anakan pada 11 dan 12 MST, skor BaganWarna Daun (BWD) pada 5 MST, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah anakan tidakproduktif, dan tinggi tanaman panen serta berpengaruh nyata pada komponen hasil panen yaitu panjangmalai, bobot gabah ubinan, produktivitas GKP, dan produktivitas GKG. Pemupukan kalium taraf P1, P3, danP4 mampu meningkatkan bobot gabah ubinan, produktivitas GKP, dan produktivitas GKG.
Penentuan Dosis Optimum Pemupukan N, P, dan K pada Sorgum (Sorghum bicolor [L.] Moench) Ratna Suminar; . Suwarto; Heni Purnamawati
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 22 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.579 KB) | DOI: 10.18343/jipi.22.1.6

Abstract

Development of sorghum processing industries is essential in expanding sorghum market as wells as it’s an economic value. Fertilizer is needed in planting. Nitrogen, phosphorus, and potassium availabilities are the most limiting factors for maximum growth and yield. Sorghum (Numbu Variety) was planted to evaluate the maximum and optimum rates of N, P, and K fertilizers. The research was conducted in Cikarawang field, Darmaga, Bogor from MarchJuly 2015 with multi-nutrient response method. Each experiment evaluated different rates of N, P, and K fertilizer with randomized complete block design and three replications. The fertilizer rates were 0, 50, 100, 150, and 200% of recommendation rate (100% N = 120 kg N ha-1, 100% P = 36 kg P2O5 ha-1, and 100% K = 90 kg K2O ha-1). The result showed relative yields of sorghum increased quadratically based on y = -0,0015x2 + 0,4011x + 67,571 for N, y = -0,0012x2 + 0,2917x + 78,457 for P2O5, and y = -0,001x2 + 0,2777x + 74,457 for K2O. The maximum rate for each nutrient was 160,4-43,7-124,9 kg N-P2O5-K2O ha-1. Fertilizer recommendation based on P threshold (no P) was 36,7-0,0-13,7 kg N-P2O5-K2O ha-1, K threshold (no K) was 22,0-0,0-0,0 kg N-P2O5-K2O ha-1, and no fertilizer needed on N threshold. The optimum rate fertilizer based on the yield vs. cost rule, therefore, the most economical recommendation would be 160,4-43,7-124,9 kg N-P2O5-K2O ha-1.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DALAM RANTAI PASOK KOMODITI PISANG DI PROVINSI BENGKULU Odi Andanu; Faqih Udin; Titi Candra Sunarti
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2021.31.2.220

Abstract

A well-being supply chain system will affect on the sustainability of the production and consumer’s satisfaction. Consumer’s need will be fulfilled if the served quality is in the accordance with consumer’s expectations. This study aimed to identify banana supply chains, determine product quality attributes, and strategies for improving the quality of banana products. The methods used were Van der Vorst supply chain management framework, Quality Function Deployment (QFD), and Analytical Hierarchy Process (AHP). The research results exposed that banana supply chain consisted farmers, traders, industries, retailers, and consumers. The dominant quality factors on thise supply chain were the harvest planning (0.24) and harvesting technique (0.19) for fresh bananas; the frying (0.28) and the packaging (0.20) for sale banana; the frying (0.28) and the packaging (0.17) for banana chips. Meanwhile, the quality attributes for fresh bananas were fruit maturity and damage level, for sale bananas were taste and texture, and for banana chips were taste and level of cracked chips. The proposed strategies to improve product quality in the banana comodity supply chain were an increase ability or skill in the production process for each actor (0.25), using standards in the product production process (0.22), make a explicit contractual agreements between actors regarding product quality (0.21), establish a structur farmer group institutions (0.13), optimizing local wisdom (0.10) and the government’s role in assisting farmer and industrial development (0.08). Keywords: banana products,quality improvement, supply chain
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS AGROINDUSTRI KOPI DI PROVINSI BENGKULU Syamsuwarni Rambe; Sapta Raharja; Faqih Udin
AGROINTEK Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v15i3.9307

Abstract

Coffee is one of the leading commodities in Bengkulu Province. The Agricultural Technology Research Center (BPTP 2014) said Bengkulu Province was one of the top three producers of Indonesian coffee, therefore Bengkulu Province was suitable for agro-tourism development, but in its development agro-tourism would be left behind if it could not innovate according to market trends. Research objectives: to find a strategic location for the development of agro-tourism as well as the right strategy in developing agro-tourism based on the coffee agro-industry. The method used: the method of observation / descriptive analysis, the selected districts will be analyzed the development strategy with the SWOT analysis method Result: the calculation of the LQ method shows that Kepahiang Regency was chosen to be the location for agro-tourism development because the LQ value is 1.049, if the LQ value 1 the area is considered capable of exporting products exit the area. The position of developing agro-tourism in Kepahiang district is currently in quadrant II. This position shows that agro-tourism is already strong, but still faces big challenges. Agro-tourism must continue to diversify its strategies in order to face future threats. The results of the SWOT analysis produce 8 alternatives: Maintain the quality of the coffee produced so that consumer confidence is guaranteed, and tourists will come to visit again. 2) Maintaining the beauty around the tea plantations, by cooperating with the tea plantation managers. 3) Looking for investors who want to invest in agro-tourism as partners. 4) Review agro-tourism institutional management, increase promotional activities to increase market demand. 5) Maintaining characteristics and quality to avoid disappointment of coffee consumers. 6) Increasing the number of coffee processing industries due to abundant resources. 7) Increase the number of training sessions in collaboration with the Government and related agencies to improve the skills of both coffee processing workers and coffee farmers. 8) Improve facilities and infrastructure in order to defend agro-tourism from losing visitors.
Co-Authors , Yudiwanti . Sugiyanta, . Adji, Ibnu Surastyo Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Ahmad Ghozi Manshuri Ahmad Ghozi Mansyuri AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaedi Alfian, Muhammad Sukma Alim Setiawan S Anas Dinurrohman Susila Anggita Perdana Arinal H.I. Nurrahma Arinal Haq Izzawati Nurrahma Arraudah, Rahayu Atmaja, ian Surya Fitra Aulia Rahmawati Aulia Rahmawati, Aulia Bagus Arrasyid Darmasandi, Arjuna Puji Desta Wirnas Dian Diani Tanjung Didy Sopandie Dwi Guntoro Edi Santosa Edi Santosa Edi Santosa Eko Sulistyono Elisa Anggraeni Eny Widajati Etty Pratiwi, Etty Evanila Silvia Fachrul Rohimin Iska Fadillah, Resti Fahmi, Muhammad Rasyid Noor Fajri, Atikah Fibrika Rahmat Basuki, Fibrika Rahmat Fitratunnisah Fitri Alfiyah Fitrianingrum Kurniawati, Fitrianingrum Gultom, Sandry Gustiningsih, Dini HAJRIAL ASWIDINNOOR Hartini Kilbaren, Muji Higuchi, Hirokazu Hulu, Versi Putra Jaya Husna Hutabarat, Saut Mangasi Irfan Firmansyah, Irfan Irfan Rabani Iska, Fachrul Rohimin Iskandar Lubis Jaisyurahman, Usamah Juang Gema Kartika Jun-Ichi Sakagami Ketty Suketi Kondo, Tomohiro Kurniawan, Rizal Mahdi Kusumo, Yudiwanti W. E. Liana, Devi Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Lutfy Ditya Cahyanti, Lutfy Ditya Magana, Richard Elisha Marimin , Maryati Sari Maulidiya, Sherly Eka Maya Melati Mentari, Bunga Permata Muhamad Syukur Muhammad Sukma Alfian Muhammad Syukur Munif Ghulamahdi Nofi Anisatun Rokhmah Noveria Sjafrina Nugroho, Sasmoyo Adi Nurgama, Prama Nurul Khumaida Nurul Khumaida Nurul Khumaida Odi Andanu Perdana, Anggita Prama Nurgama Purwono Ratna Suminar Rika Riyani Risna rusdan Riyanti, Shoni Rizal Mahdi Kurniawan Roedhy Poerwanto Safitri Nuraina Saidah, Faza Yasmin Salsabila Sandry Gultom Sapta Raharja Sasmoyo Adi Nugroho Saut Mangasi Hutabarat Shiraiwa, Tatsuhiko Shoni Riyanti Sinaga, Intan Lorenza Siregar, Valdi Muhamad Rafiansyah Siti Marwiyah Slamet Susanto Sofyan Zaman Sri Astuti Rais Sri Ayu Dwi Ayu Dwi Lestari, Sri Ayu Dwi Ayu Dwi Sugiyanta Supijatno Surjono Hadi Sutjahjo Suwarto Suwarto Suwarto Syamsuwarni Rambe Tajuddin Bantacut Taufik Djatna Thresna Suci Riyandhini Titi Candra Sunarti TRI KOESOEMANINGTYAS Trikoesoemaningtyas Ummu Kalsum Ummu Kalsum Usamah Jaisyurahman Velisitas Eklemis, Marta Yuliani Windi Habsari Yandra Arkeman Yandra Arkeman Yudiwanti W. E. Kusumo Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Zuliati, Septiarini