Claim Missing Document
Check
Articles

Distribusi Dan Status Kontaminasi Logam Berat Dalam Sedimen Permukaan Di Pesisir Ranokomea, Poleang Barat, Kabupaten Bombana Pratikino, A. Ginong; Erawan, Muhammad Trial Fiar; Subhan, Subhan; Rahman, Arwan Arif; Kolibongso, Duaitd; Wahyudi, Adi Imam
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.18603

Abstract

Sampel sedimen dikumpulkan dari pesisir Ranokomea dengan tujuan untuk mengetahui distribusi logam berat, hubungan logam berat dengan bahan organik, dan tingkat kontaminasi logam berat dalam sedimen. Konsentrasi logam berat ditentukan menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), hubungan logam berat dengan bahan organik menggunakan analisis korelasi, dan tingkat kontaminasi logam berat ditentukan berdasrkan nilai CF dan I-geo. Konsentrasi logam Cu dan Zn dalam sedimen pada masing-masing stasiun berturut-turut LJ.1 (0.720 ppm, 5.860 ppm), LLJ.1 (0.761 ppm, 6.342 ppm), dan RJ.1 (0.712 ppm, 5.735 ppm), dengan nilai rata-rata konsentrasi logam Cu 0.731 ppm, dan Zn 5.979 ppm, hubungan logam berat dengan bahan organik menunjukan nilai positif, nilai CF yang diperoleh CF<1, dengan nilai rata-rata Cu 0.13 dan Zn 0.085, nilai I-geo yang diperoleh I-geo<0, dengan nilai rata-rata Cu -1.752 dan Zn -0.944. Konsentrasi logam berat Cu dan Zn di lokasi penelitian menunjukkan lebih rendah pada daerah yang jauh dari jetty (kanan jetty), dan tinggi pada daerah lebih dekat dengan muara sungai (kiri jetty) atau RJ.1<LJ.1<LLJ.1, tingginya kandungan bahan organik dalam sedimen diikuti dengan peningkatan konsentrasi logam Cu dan Zn, dan tingkat kontaminasi logam Cu dan Zn dalam sedimen di pesisir Ranokomea masih dalam kategori kontaminasi rendah dan belum tercemar.
ANALISIS POTENSI DAERAH RAWAN ABRASI PANTAI BERDASARKAN PARAMETER FISIKA OSEANOGRAFI DI PESISIR UTARA DAN TIMUR LAUT PULAU WAWONII, SULAWESI TENGGARA Hartomo, La Ode Ibnu; Asmadin, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 7, No 1: Februari 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i1.24336

Abstract

Berdasarkan data risiko bencana Kabupaten Konawe Kepulauan pada kawasan rawan abrasi terdapat tiga dari tujuh kecamatan di pulau seluas 650 Km2 telah mengalami abrasi yang membuat garis pantai semakin menjauh ke darat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pantai, kondisi parameter Fisika Oseanografi serta mengetahui potensi daerah rawan abrasi pantai di pesisir Utara dan Timur Laut Pulau Wawonii. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 bertempat di perairan pesisir  pantai Wawonii Utara dan Timur Laut Konawe Kepulauan dengan 4 titik stasiun. Metode penelitian untuk mengetahui karakteristik pantai dan potensi daerah rawan abrasi pantai menggunakan metode pembobotan atau scoring. Kondisi parameter fisika oseanografi berupa gelombang dan arus menggunakan metode peramalan gelombang berdasarkan data arah dan kecepatan angin bersumber dari ECMWF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua lokasi studi memiliki tipe substrat yang sama yaitu berpasir, keseluruhan bentuk pantai relatif datar, dan jarang atau tidak ditemukannya habitat mangrove. Perairan Wawonii Utara memiliki tinggi gelombang signifikan relatif lebih kecil yaitu 0.54 m dengan periode 4.29 s. Perairan Wawonii Timur Laut menunjukkan tinggi gelombang signifikan sebesar 3.17 m dengan periode gelombang 11.52 s. Kedua perairan memiliki tipe arus sejajar pantai (longshore current). Pada Wawonii Utara kedua titik lokasinya memiliki tingkat kerawanan abrasi dalam kategori sedang dengan skor nilai 13 dan 15 sedangkan pada Wawonii Timur Laut termasuk dalam kategori tinggi dengan skor nilai masing-masing 17 dan 17.Kata Kunci: Wilayah Pesisir, abrasi, Daerah Rawan Abrasi, Fisika Oseanografi, Pulau Wawonii
Struktur Populasi Ikan Endemik Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Yang Diintroduksi Di Perairan Pulau Bokori – Sulawesi Tenggara Subhan Subhan; Muhammad Rais; Asrin Ginong Pratikino; Muhammad Trial Fiar Erawan
Jurnal Kelautan Vol 15, No 1: April (2022)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v15i1.13576

Abstract

ABSTRACTBanggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) has been introduced and has spread around Bokori Island, Southeast Sulawesi. This study aims to determine the population of P. kauderni in the waters of Bokori Island from the aspect of density, body length distribution, and microhabitat. This study used the belt transect method at three observation stations, with three replications for each station to observe of the fish population’s density. Overall, fish density is in the range of 13.67±1.53 individuals/100 m2 to 36.67±4.62 individuals/100 m2. The distribution of fish body size (Total Length/TL) that is observed varies moderately, ranging from 0.5 cm to 5.5 cm. Microhabitat preferences that are associated with fish include sea anemones (57.3%), coral Millepora (28.5%), and sea urchins Diadema (14.2%). Despite the presence of other fish species in the same microhabitat, P. kauderni coexists with other fish species peacefully.Keywords: Pterapogon kauderni, density, body length, microhabitatABSTRAKIkan Banggai cardinal (Pterapogon kauderni) telah diintroduksi dan telah menyebar di sekitar Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi kepadatan, sebaran ukuran tubuh dan mikrohabitat ikan P. kauderni di perairan Pulau Bokori. Pengamatan kondisi populasi ikan menggunakan metode transek sabuk pada 3 stasiun pengamatan, dengan 3 ulangan setiap stasiun. Secara keseluruhan kepadatan ikan berada pada kisaran 13.67±1.53 individu/100 m2 sampai 36.67±4.62 individu/100 m2. Sebaran ukuran tubuh ikan (Panjang Total/TL) yang telah berhasil diamati cukup bervariasi yaitu antara 0.5 cm hingga 5.5 cm. Pilihan mikrohabitat yang berasosiasi dengan ikan antara lain anemon laut (57.3%), karang api dari genus Millepora (28.5%) dan bulu babi genus Diadema (14.2%). Meskipun terdapat jenis ikan lain dalam mikrohabitat yang sama, P. kauderni hidup berdampingan dengan jenis ikan lain tanpa saling mengganggu. Kata kunci: Pterapogon kauderni, kepadatan, ukuran, mikrohabitat
CORAL RECRUITMENT ONTO CONCRETE ARTIFICIAL REEF IN HARI ISLAND, SOUTHEAST SULAWESI Subhan Subhan; Asrin Ginong Pratikino
AQUASAINS Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5432.45 KB)

Abstract

Study on coral recruitment in artificial reefs was carried out in Hari Island, Southeast Sulawesi. Data collection was conducted by calculating the number of genus colony and measuring coral size using visual census method equipped with scuba diving and an underwater camera. The construction of artificial reefs would vertically expand the profile of the survival of juvenile coral recruitment, where 95 new colonies of the recruitment had successfully been observed. Moreover, there were 10 genus of stony coral (Scleractinia) managed to be identified with the abundance proportion of Pocillopora, Acropora, Fungis, Leptoseris, Cynarina, Seriotopora, Acanthastrea, Favites, Montipora, Oxypora. The entire coral recruitment was dominated by genus Pocillopora reaching 80.0%. The coral recruitment in artificial reefs showed that there was potential coral recovery in the island.
Niche Architecture of Thalassina anomala in the Mangrove Ecosystem of Tanjung Tiram Village South Konawe Regency - Southeast Sulawesi Muhammad Fajar Purnama; A. Ginong Pratikino; Abdullah Abdullah; La Ode Alirman Afu; Muhammad Trial Fiar Erawan
AQUASAINS Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.534 KB) | DOI: 10.23960/aqs.v8i2.p841-852

Abstract

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi ekologis Thalassina anomala terutama yang berkaitan dengan arsitektur relung T. anomala dan peranannya terhadap kehidupan (interaksi timbal balik) biota akuatik lainnya yang ada di ekosistem mangrove Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan - Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2019 bertempat di Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara detail arsitektur gundukan T. anomala di ekosistem mangrove Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling atau penetapan stasiun berdasarkan habitat alami lobster lumpur (T. anomala) di alam yakni pada ekosistem mangrove. Pengamatan relung T. anomala dilakukan secara langsung menggunakan metode random sampling. Parameter utama yang diamati pada penelitian adalah arsitektur relung (niche) antara lain tinggi gundukan, diameter atas gundukan, diameter bawah gundukan, kedalaman liang, diameter liang, kemiringan gundukan, kemiringan liang dan arah liang. Hasil pengukuran arsitektur relung lobster lumpur dan parameter lingkungan di analisis nonparametrik menggunakan uji spearmen, demikian juga dengan hubungan antara diameter atas gundukan dan lebar karapas lobster lumpur (T. anomala). Pola distribusi T. anomala pada setiap stasiun memperlihatkan pola yang acak (random). Kepadatan lobster lumpur (mud lobster) tertinggi diperoleh pada stasiun 2 (substrat berlumpur) dengan jumlah 4,5 ind/m2 sedangkan kepadatan terendah (1,5 ind/m2) diperoleh pada stasiun 3 dengan substrat kombinasi (lumpur, pasir dan kerikil). Terdapat korelasi yang sangat signifikan atau signifikan positif antara diameter liang dan lebar karapas (carapace width)  dari T. anomala. 95% dari parameter arsitektur gundukan tersebut memiliki korelasi yang signifikan, artinya hanya terdapat satu parameter yang tidak memiliki korelasi signifikan yakni hubungan antara parameter kemiringan gundukan dengan kemiringan liang (P>0,05). Diantara parameter tersebut tinggi gundukan dengan diameter bawah gundukan memiliki korelasi yang sangat signifikan (0,005<0,01) dan tinggi gundukan dengan kedalaman liang (0,026<0,05).Kata Kunci : Mounds Architecture; Density; Distribution Pattern; Thalassina anomala 
Aksi Pembersihan Pantai dan Transplantasi Karang di Pulau Bokori, Kabupaten Konawe-Sulawesi Tenggara Purnama, Muhammad Fajar; Bahtiar; Sirza, LM. Junaidin; Salwiyah; Pratikino, A. Ginong; Haslianti; Permata Hati, Yustika Intan; Ishak, Ermayanti
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 6 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.685 KB) | DOI: 10.59110/rcsd.51

Abstract

Aksi bersih pantai dan transplantasi karang di Pulau Bokori ini merupakan rangkaian kegiatan dari Dinas Bulanan BKIPM - KKP (Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan - Kementerian Kelautan dan Perikanan). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama bulan April 2019, bertempat di Pulau Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir di sekitar Pulau Bokori tentang dampak negatif kegiatan sampah laut dan rehabilitasi terumbu karang yang telah rusak akibat penambangan dengan cara yang sederhana, mudah dilaksanakan dan relatif murah. Sekitar 180 orang terlibat dalam kegiatan tersebut. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo (FPIK – UHO) menjadi salah satu mitra dalam kegiatan tersebut. Aksi pantai bersih difokuskan pada pengumpulan sampah plastik baik di darat maupun di dasar laut. Hal ini merupakan bentuk komitmen tanggung jawab BKIPM dan FPIK UHO dalam menjaga keindahan bawah laut. Selain itu, kegiatan transplantasi karang juga dilakukan. Sekitar 1.800 spesimen karang dari berbagai spesies ditanam dengan metode transplantasi karang. Pembersihan pantai dan penanaman karang akan dilaksanakan pada tanggal 19 April 2019. Selanjutnya monitoring dan evaluasi keberhasilan hidup dan tumbuh karang akan dilakukan di pantai setiap bulan selama 1 tahun ke depan, sebagai bentuk perlindungan terhadap unit transplantasi yang telah telah ditempatkan secara permanen di bawah laut Pulau Bokori Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.
ANALISIS STOK KARBON ORGANIK PADA PADANG LAMUN DI PERAIRAN MANGKELUNO, KECAMATAN LOHIA, KABUPATEN MUNA-SULAWESI TENGGARA Marheni, Sitti; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47266

Abstract

Isu pemanasan global yang berimplikasi pada terjadinya perubahan iklim saat ini berada pada laju yang menghawatirkan, dimana aktivitas manusia adalah penyumbang gas karbon dioksida (CO2) terbanyak ke udara. Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem perairan, memiliki kemampuan menyerap karbon serta menyimpannya dengan karakteristik unik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kerapatan vegetasi lamun di Perairan Mangkeluno, (2) mengetahui kandungan karbon pada vegetasi lamun di Perairan Mangkeluno, dan (3) mengetahui stok karbon pada vegetasi lamun di Perairan Mangkeluno. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode loss on ignation (LOI). Data yang dihitung adalah tutupan lamun, kerapatan lamun, biomassa lamun, kandungan C-organik, dan stok karbon. Parameter lingkungan yang diamati adalah salinitas, pH, dan suhu. Hasil penelitian menunjukan bahwa tutupan lamun tertinggi terdapat di Stasiun-III yaitu sebesar 58.19 % dan tutupan lamun terendah berada pada Stasiun-I yaitu 17.64 %. Kerapatan lamun tertinggi berada pada Stasiun-III yaitu sebesar 127.11 ind./m2 dan kerapatan lamun yang terendah berada pada Stasiun-I 40.89 ind/m2. Untuk biomassa lamun tertinggi berada pada Stasiun-III yaitu sebesar 25.83 gbk/m2 dan terendah berada pada Stasiun-I sebesar 19.07 gbk/m2. Kandungan C-organik tertinggi berada pada Stasiun-III yaitu sebesar 25.90 % C-org dan kandungan C-organik terendah berada pada Stasiun-I (25.43 % C-org). Stok karbon tertinggi berada pada Stasiun-III sebesar 27.80 (g C/m2) dan terendah di Stasiun-I sebesar 20.49 (g C/m2). Kondisi perairan masih sesuai standar baku mutu air sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan padang Lamun. Kata Kunci : Lamun, Perairan Mangkeluno, loss on ignation.
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Sarman, Sarman; Ramli, Muhammad; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 2: Mei 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i2.27285

Abstract

Kecamatan Kulisusu Utara merupakan salah satu Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Buton Utara yang memiliki luas wilayah 339,64 km2  yang terdiri dari empat belas desa yang mana wilayahnya berhadapan dengan laut banda. Kulisusu Utara memiliki beberapa desa yang berpotensi mengalami abrasi serta kerusakan fasilitas, seperti bangunan rumah, dan akses jalanan. Penelitian ini di lakukan bertujuan untuk menggetahui karakteristik gelombang berupa tinggi, periode dan transformasi gelombang lima tahun berdasarkan kecepatan angin selama tahun (2016-2020) di perairan Kulisusu Utara Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020- Desember 2021 di perairan Kulisusu Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode Sverdrup-Munk-Bretchneider (SMB) untuk mendapatkan informasi kondisi gelombang dominan pada daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perhitungan tinggi gelombang signifikan dan periode gelombang pada arah Timur memiliki tinggi signifikan 3.27 m dan  9.26 detik. Sedangkan tinggi gelombang dan periode gelombang  pada arah Tenggara memiliki tinggi gelombang signifikan 2.93 m dan 7.51 detik. Transformasi gelombang diperoleh dari arah Timur pada saat gelombang merambat dari laut dalam menuju pantai mengalami perubahan tinggi gelombang, kemudian mendekati garis pantai tinggi gelombang akan meningkat sampai akhirnya pecah, serta mengalami pembelokan arah gelombang.Kata kunci: Karakteristik Gelombang, Kulisusu Utara, Metode SBM
STUDI KELIMPAHAN DAN STUKTUR KOMUNITAS IKAN BERUAYA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN SAWAPUDO Pratama, Aan; Ramli, Muhammad; Pratikino, A. Ginong; Afu, Alirman
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47262

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang pantai tropis dan sub tropis dengan produktifitas tinggi. Ikan yang beruaya pada ekosistem mangrove merupakan salah satu organisme yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove dengan jumlah yang terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan dan kondisi ekologi Ikan yang beruaya pada daerah mangrove saat pasang di perairan Sawapudo. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni - Desember 2020 di perairan Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Pengambilan data karang dilakukan dengan menggunakan jaring insang dengan ukuran panjang 25 m dan lebar 2 m, serta ukuran mata jaring 2 inci yang diletakan di bagian luar daerah mangrove pada saat pasang dan diangkat pada saat air mulai surut sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian ditemukan 12 spesies ikan karang target yang berasal dari 12 famili. Mullidae dan Terapontidae merupakan famili ikan target yang mendominasi setiap stasiun. Adapun kelimpahan rata-rata terhadap ikan target tertinggi 0,44 ekor/luas area. Indeks keanekaragaman tergolong dalam kategori rendah, indeks keseragaman tergolong rendah dan indeks dominansi tergolong rendah Kata kunci : Mangrove, Ikan, Kelimpahan, Keanekaragaman, Perairan Sawapudo.
LAJU SEDIMENTASI DI PERAIRAN PESISIR LAGASA, KABUPATEN MUNA, INDONESIA Zamniar, Sitti; Asmadin, Asmadin; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.49182

Abstract

Pembukaan lahan di sepanjang daerah aliran sungai hingga ke muara, termasuk pembangunan jembatan dan reklamasi di wilayah pesisir, dan proses sedimentasi yang ada di lautan dapat meningkatkan laju sedimentasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat laju sedimentasi di perairan pesisir Lagasa. Metode penelitian bersifat survey lapang menggunakan sejumlah instrumen perangkap sedimen (sediment trap) berbahan dasar pipa paralon PVC berukuran diameter masing-masing 0,05 m. Instrumen tersebut dibuat sebanyak 10 buah, ditempatkan di dasar perairan muara sungai hingga ke perairan pesisir selama 30 hari, dua kali pengulangan dengan interval waktu 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju sedimentasi di semua stasiun penelitian berkisar antara 161,26 - 1772,85 gr/m2/hari. Laju sedimentasi berturut-turut dari yang tertinggi ke terendah terletak di Stasiun II (1772,85 gr/m2/hari), Stasiun III (1065,6 gr/m2/hari), Stasiun V (406,07 gr/m2/hari), Stasiun IV (356,76 gr/m2/hari), dan Stasiun I (161,26 gr/m2/hari). Secara keseluruhan tingkat kecepatan arus permukaan laut di area studi cukup lemah hingga kuat berkisar antara 0,009 - 0,056 m/s. Tingkat Sedimentasi yang signifikan dapat meningkatkan pendangkalan pada perairan muara dan wilayah pesisir dalam kurun waktu tertentu. Kata Kunci: Kecepatan Arus Permukaan, Laju Sedimentasi, Perairan Pesisir Lagasa, Kabupaten Muna, Indonesia
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdullah Abdullah Adi Imam Wahyudi Adidharma, Mohammad Afdhal Ahmad Mustafa Amadhan Takwir Amelia, Popi Amrullah, Baso Ansa, Asria Agustina Ari Sandy Muchtar, Ari Sandy Armid Armid, Armid Ashar, Ahmad Aslan, La Ode Muhammad Asmadin Asmadin Azzahrah, Suci Bahdad Bahdad Bahtiar Balubi, Abdul Muis Baru Sadarun Borjus, Borjus Chairun Annisa Aryanti Dedy Oetama Desmari, Tti Disnawati Disnawati, Disnawati Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Emiyarti, . Erawan, Muh Trial Fiar Ermayanti Ishak, Ermayanti Fadila, Siti Nening Fatmawati Fatmawati Fitriani, Wa Hartomo, La Ode Ibnu Hasan, Subaeda Haslianti Hermawati, . Husein, Muhammad Ahmi Indah Fajarwaty, Wd Almasari Ira, . Irawati Irawati Irawati Irawati Izman Fitriadi Jainur, Arin Junaidin Sirza, La Ode Muhammad Khairum Mastu, La Ode Kolibongso, Duaitd La Ode Adi Parman Rudia La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhammad Arsal La Ode Muhammad, Yasir Haya La Ode Wahidin Majid, . Marheni, Sitti Muhaimin Hamzah Muhammad Arsal, La Ode Muhammad Fajar Purnama Muhammad Rais Muhammad Ramli Muhammad Trial Fiar Erawan Muliddin Noverita Dian Takarina Dian Takarina Nurbiah, . Nurfatimah, Faya Masria Nursyafii, Muhamad Permata Hati, Yustika Intan Pratama, Aan Purnama, Muh. Fajar Rahmadani Rahmadani Rahman, Arwan Arif Ramli Ramli Ratna Diyah Palupi Ratna Dyah Palupi Risfandi Romy Ketjulan, Romy ruslan, la ode rusmianto Ruzlim, Ruzlim Safani, Jamhir Salwiyah Saputra Saputra Sarman Sarman Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan, . Sulpadli, Sulpadli Supriatna Supriatna Wa Nurgayah Wa Ode Salma Wijaya, Anung Zamniar, Sitti