Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Keluarga Melalui Keberagaman Berbasis Nilai-Nilai Pancasila untuk Mewujudkan Sekolah Damai di Kota Bekasi Anif Istianah; Cecep Darmawan; Dadang Sundawa; Susan Fitriasari; Sukron Mazid
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan keberagaman yang muncul akibat globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Pola pendidikan keluarga di Indonesia sering kali dipengaruhi oleh budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa, yang berkontribusi pada penurunan persatuan, toleransi, dan kerukunan sosial. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis keluarga-keluarga yang berhasil mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi praktis dan strategis dalam membentuk generasi yang toleran, berkarakter damai, dan siap menghadapi keberagaman dalam masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas nasional tetapi juga menjadi strategi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural. Dengan menjadikan keluarga sebagai unit pendidikan pertama, model ini berkontribusi pada penciptaan lingkungan yang damai, dari lingkup keluarga hingga sekolah, dan pada akhirnya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.
Sariswara dalam dinamika budaya: Analisis nilai budaya dan karakter bangsa Wachid Pratomo; Sapriya Sapriya; Dadang Sundawa; Susan Fitriasari
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 2 (2025): August 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i2.19878

Abstract

The Sariswara method, as a form of literary expression that combines elements of story, song, and language, has an important role in shaping and reflecting the values ​​and character of the nation. This article aims to analyze how the sariswara method represents cultural values ​​and good characters that grow and develop in Indonesian society. Through a qualitative approach and content analysis of several sariswara works, it was found that sariswara is not only a means of entertainment, but also acts as a means of transmitting moral values, ethics, the spirit of collectivity (mutual cooperation), and respect for parents, and love for the homeland. In the context of the dynamics of culture that continues to develop, sariswara shows flexibility and relevance in conveying noble messages in a subtle and touching way. This study confirms that the preservation and strengthening of sariswara has a strategic contribution in maintaining cultural identity and shaping the character of the nation, such as integrating values ​​such as honesty, responsibility, empathy, and love for the homeland with noble morals amidst the challenges of globalization.
Cultivating local wisdom through the Profil Pelajar Pancasila program in Kurikulum Merdeka Belajar Andrie Hasugian; Iim Siti Masyitoh; Susan Fitriasari
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66755

Abstract

There is a transition from the 2013 curriculum to Kurikulum Merdeka at the elementary school level. What commonly occurs is that teachers are more focused on observing changes in the lesson plan format than on the essence of Kurikulum Merdeka. The essential aspect of Kurikulum Merdeka at the elementary school level is the emergence of Pancasila values, where these values must be internalized in children through various activities. One activity that can be used to internalize Pancasila values is traditional games, which are products of the local wisdom of Indonesian society. This study is ethnographic research, so the author gathered more data from online news used as a medium to access information related to Kurikulum Merdeka Belajar. The data were then analyzed using content analysis techniques. The research results indicate that six Pancasila values can be internalized in children through traditional games, namely belief in and devotion to the Almighty, noble character, global diversity, cooperation, independence, creativity, and critical thinking. Second, the internalization of Pancasila values through traditional games is carried out by introducing various classic games to children, demonstrating how to play them, and explaining the rules of the games. Based on these research findings, it can be concluded that the Pancasila values actualized by children in implementing traditional games can contribute to the success of Kurikulum Merdeka implementation while preserving local wisdom in society.   Abstrak Pada tingkat sekolah dasar, kurikulum 2013 saat ini sedang digantikan oleh kurikulum Merdeka. Guru-guru sering kali lebih fokus pada perubahan struktur rencana pembelajaran daripada pada inti yang terdapat dalam kurikulum Merdeka. Fokus utama dari kurikulum Merdeka di sekolah dasar adalah pengenalan nilai-nilai Pancasila, yang harus diinternalisasi oleh anak-anak melalui berbagai kegiatan. Permainan tradisional adalah salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Permainan-permainan ini adalah hasil dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. Karena penelitian ini bersifat etnografi, penulis mendapatkan data dari berita online yang digunakan sebagai media untuk mengakses informasi terkait kurikulum Merdeka belajar. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, anak-anak dapat menginternalisasi enam prinsip Pancasila melalui permainan tradisional, yaitu kemandirian, kreativitas, berpikir kritis, keberagaman global, karakter mulia, keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa, serta kerja sama dan saling mendukung. Kedua, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai permainan tradisional, diajarkan cara memainkannya, dan diberikan penjelasan aturan main untuk memfasilitasi internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui permainan tradisional. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa aktualisasi nilai-nilai Pancasila oleh anak-anak melalui permainan tradisional dapat mendukung implementasi kurikulum Merdeka sambil mempromosikan pelestarian pengetahuan lokal dalam masyarakat. Kata Kunci: Kearifan lokal; kurikulum merdeka; profil pelajar pancasila