Claim Missing Document
Check
Articles

Perkuatan Toleransi Mahasiswa melalui Integrasi Nilai Adat Moi Sorong Papua dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Ihsan, Ihsan; Sapriya, Sapriya; Malihah, Elly; Fitriasari, Susan; Pramita, Roni Andri
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai budaya masyarakat Moi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai strategi untuk memperkuat toleransi mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei, penelitian ini melibatkan mahasiswa, dosen, dan tokoh adat sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung terhadap penerapan nilai-nilai budaya Moi dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya Moi, seperti solidaritas, kebersamaan, dan saling menghormati, secara signifikan meningkatkan sikap toleransi mahasiswa serta memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya mereka. Selain itu, lingkungan pembelajaran berbasis budaya lokal memberikan mahasiswa keterampilan berpikir kritis dan pemahaman lebih mendalam tentang keberagaman dalam konteks akademik dan sosial. Studi ini menegaskan pentingnya dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat adat, untuk memastikan implementasi pendidikan berbasis budaya yang lebih luas dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal tidak hanya dapat diterapkan di masyarakat Moi tetapi juga berpotensi diadopsi dalam berbagai konteks pendidikan lainnya di Indonesia guna membangun masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.
Meningkatkan Creative Citizenship Siswa Melalui Model Pembelajaran Berbasis Otak Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Haddad, Rd. Sugara Mochamad; Karim, Aim Abdul; Komalasari, Kokom; Fitriasari, Susan
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.12199

Abstract

Studi ini menguji efektivitas model Brain-Based Learning yang terintegrasi dengan Heart-Based Learning dalam meningkatkan Creative Citizenship pada siswa Sekolah Menengah Atas kelas 10 dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Validitas konstruk diuji menggunakan Confirmatory Factor Analysis, menghasilkan pemuatan faktor >0,5, nilai analisis faktor 0,737, dan 72,1% total varians yang dijelaskan, mengonfirmasi validitas dan reliabilitas instrumen. Menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan 32 siswa, efektivitas diukur melalui skor N-Gain, menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan rata-rata 0,637 (kategori sedang), dengan sebagian besar siswa mencapai N-Gain >0,7. Hasil uji beda menunjukan adanya perbedaan signifikan antara pre test dan post test yang ditunjukan dengan nilai signifikansi 0.00. Model Brain-based Learning dan Heart-based Learning mendorong partisipasi aktif dalam advokasi sosial, aksi kolektif, dan penciptaan konten digital yang mempromosikan nilai-nilai demokrasi. Hasil menegaskan bahwa mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif meningkatkan keterlibatan siswa dalam kewarganegaraan kreatif. Penelitian interdisipliner ini mengidentifikasi mekanisme pedagogis yang mengoptimalkan fungsi otak sekaligus mengembangkan keterampilan kewarganegaraan yang relevan dengan konteks sosial budaya Indonesia, memperluas paradigma epistemologis dalam pendidikan kewarganegaraan dengan menggabungkan dimensi emosional, moral, dan spiritual ke dalam kerangka pembelajaran berbasis ilmu saraf.
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VIII SMP Negeri 6 Lembang Fitri, Anandia Azzahra Ayu; Komalasari, Kokom; Fitriasari, Susan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Latar belakang masalah mengidentifikasi rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa SMP di bidang ini, seperti yang tercermin dari nilai Ujian Tengah Semester (UTS). Salah satu penyebab utama adalah kurangnya partisipasi dan inisiatif siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, studi ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Lembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa. Kelas eksperimen yang menggunakan model RADEC mengalami kenaikan rata-rata 30,55 poin, sedangkan kelas kontrol hanya 13,65 poin. Hal ini menunjukkan bahwa model RADEC lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional, dengan selisih peningkatan 16,90 poin. Hasil uji hipotesis (uji independent sample t-test) menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada tes akhir (p = <0,001). Kondisi ini menyebabkan Hipotesis Alternatif (H1) diterima dan Hipotesis Nol (H0) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran RADEC berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DIGEST, EXPAND, RIVIEW) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Dewi, Chika Rahmahayu; Karim, Aim Abdul; Fitriasari, Susan
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6013

Abstract

The low level of activity and learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students emphasizes the importance of choosing the right learning model in the teaching and learning process, because this greatly affects the achievement of student learning outcomes, especially in the Pancasila Education subject. Low learning outcomes and lack of student activity are generally caused by the less than optimal use of ineffective learning models by teachers. To overcome these learning problems in class VIII B MTs Yamuallim, the researcher chose to apply the MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) cooperative learning model. This study aims to improve the learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students in the Pancasila Education subject in the 2024/2025 Academic Year, even semester. The method used is Classroom Action Research (CAR) which is carried out in two cycles. Based on the data obtained, the average value of student learning activities in cycle I was 71.49% with classical completeness of 68.52%, while in cycle II the average value was 76.08% with learning completeness reaching 87.04%. This shows an increase in learning outcomes of class VIII B MTs Yamuallim students after the implementation of the MURDER cooperative learning model. Thus, the MURDER cooperative learning model has been proven to have a positive impact on student learning outcomes in the Pancasila Education subject in class VIII B MTs Yamuallim in the 2024/2025 academic year. ABSTRAKRendahnya tingkat aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim menekankan pentingnya pemilihan model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar, karena hal ini sangat mempengaruhi pencapaian hasil belajar peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Hasil belajar yang rendah serta kurangnya keaktifan peserta didik umumnya disebabkan kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang kurang efektif oleh guru. Mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut di kelas VIII B MTs Yamuallim, peneliti memilih untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Tahun Ajaran 2024/2025 semester genap. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai rata-rata aktivitas belajar peserta didik pada siklus I 71,49% dengan ketuntasan klasikal 68,52%, sedangkan pada siklus ke II nilai rata-rata yaitu 76,08% dengan ketuntasan belajar mencapai 87,04%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VIII B MTs Yamuallim setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif MURDER. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif MURDER ini terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII B MTs Yamuallim pada tahun ajaran 2024/2025
Peran Program Buruan Sae Dalam Membangun Civic Ecology Berbasis Karakter Ramah Lingkungan pada Masyarakat Kota Bandung Nurjaenudin, Ripal Ilham; Fitriasari, Susan; Fitria, Ratna
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6764

Abstract

Public environmental awareness is a serious challenge in realizing a sustainable city. In addressing this issue, the City of Bandung launched the Buruan SAE Program which aims to utilize yard land through household-based urban farming practices. This research is motivated by the need for a citizen-based approach in building civic ecology, namely a socio-ecological practice that integrates citizenship values and responsibility towards the environment. The purpose of this study is to examine how the Buruan SAE Program contributes to fostering environmentally friendly character among residents and strengthening civic ecology in the City of Bandung. Data collection techniques were carried out through the stages of observation, interviews and documentation studies from relevant sources. This program can be a great potential for replication in other urban areas as a model of community empowerment based on civic ecology and sustainable environmental character development.
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Abad ke-21 di SMP Daarut Tauhiid Boarding School Saputra, Hari Nugraha; Abdulkarim, Aim; Fitriasari, Susan
Sanskara Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 02 (2024): Sanskara Pendidikan dan Pengajaran (SPP)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/spp.v2i02.309

Abstract

Kebijakan kurikulum merdeka yang dibuat oleh pemerintah merupakan penyederhanaan dari kurikulum sebelumnya yang bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna sesuai dengan zamannya. Apalagi di abad ke-21 peserta didik dituntut untuk memiliki keterampilan berfikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreatifitas yang bisa didapatkan salah satunya di sekolah. Khususnya sekolah berasrama yang memberikan nilai lebih dibandingkan dengan sekolah formal biasanya. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ialah bagaimana penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran abad ke-21 di sekolah berasrama. Metode penelitian yang akan digunakan ialah kepustakaan dengan teknis analisis isi. Hasil dari penelitian ini adalah melalui perpaduan kurikulum merdeka dan kurikulum khas asrama peserta didik dapat memiliki keterampilan abad ke-21.
The Cultivating Siri's Cultural Values in Child Character Building Syahrir, Musdalifah; Sugiati, Andi; Wiranti, Wiranti; Fitriasari, Susan; Suriaman, Suriaman
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 5 No. 3 (2023): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v5i3.3803

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze the cultivation of siri' cultural values in the formation of children's character in Lompo Riaja Village, Tanete Riaja District, Barru Regency, to describe and analyze the factors that support the cultivation of siri' cultural values in the formation of children's character in Lompo Riaja Village, Tanete Riaja District, Barru Regency. This type of research is qualitative research, whereas qualitative research is descriptive research. This research was in Lompo Riaja Village, Tanete Riaja District, Barru Regency. The choice of this research place was based on consideration because in Lompo Riaja Village, the culture of siri' has begun to fade. The research subjects were five parents and five children (sources or informants) who could provide information about problems related to the research to be carried out. The research instruments used were observation sheets, interview guidelines, and documentation. Data collection techniques were observation, interview, and documentation. The analysis techniques used in this research were data reduction, data presentation, conclusions, and verification. Based on the results of research conducted in Lompo Riaja Village, Tanete Riaja Subdistrict, Barru Regency, the results are based on the cultural value of honesty because honesty is one of the primary keys that is considered essential for parents, which will have a major impact on children's future lives. Through honesty, children can interact with their environment well, and good faith will be a guide in influencing the sea of life and leading children's lives in a better direction. The character of children based on siri' cultural values in Lompo Riaja Village, Tanete Riaja Sub-district, Barru Regency is inseparable from the various obstacles faced by parents, where environmental factors and technological developments are one of the main problems that can make children's character change following their surroundings.
Promoting civic engagement among students in the preservation of local culture during a time of disruption Indriyani, Dina; Komalasari, Kokom; Malihah, Elly; Fitriasari, Susan
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v20i1.58790

Abstract

Citizenship education aims to cultivate intelligent and responsible citizens. One essential characteristic of a responsible citizen is their active engagement in civic duties, as demonstrated through their attitudes and behavior. This study examines the level of civic engagement among high school students in preserving local culture during the era of disruption. The research adopts a quantitative descriptive approach and collects data from high school students in Cianjur Regency, Indonesia, using a survey questionnaire. The findings reveal that: (1) the level of civic attitude among students in cultural preservation is sufficient, with a score of 55.12%; and (2) the level of civic behavior, specifically real action taken to preserve local culture, is very low, with a score of 9.22%. This suggests that student involvement in cultural preservation needs to be further developed to safeguard local culture. Therefore, future researchers are advised to devise a Citizenship education learning model that can foster civic engagement among high school students in preserving local culture.
Community Based Citizenship Education: An Ecological Initiative in the Jatiwangi Art Factory Community Alfiansyah, Azis; Danial, Endang; Fitriasari, Susan
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/brxkjn18

Abstract

This study aims to explore the role of the Jatiwangi Art Factory community in fostering citizens' ecological awareness through an approach rooted in local art and culture. Employing a qualitative approach and case study method, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that the Jatiwangi Art Factory has successfully encouraged citizen participation in various environmental programs, notably through the Perhutana initiative a community driven project that establishes an 8-hectare collective forest, collaboratively managed by local residents. The Perhutana program implements a land parceling system in which residents purchase plots, each of which is designated for tree planting. This approach is designed to stimulate citizens’ active involvement in responding to ecological issues in both critical and creative ways. These community-based activities reflect a contextualized model of civic education grounded in real-life practices. The study recommends strengthening the role of local communities in civic education, particularly through artistic, cultural, and indigenous knowledge-based approaches that bridge ecological awareness with civic identity.
Pelatihan praktis model pembelajaran kontekstual berbasis living values activity bagi guru PKn SMP Kabupaten Sumedang Kokom Komalasari; Muhammad Halimi; Susan Fitriasari
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38812

Abstract

Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kemampuan guru secara teoritis dan praktis dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis living values activity. Pelatihan menggunakan pendekatan participant-centered dengan integrasi seminar-workshop-pendampingan. Pelatihan dilaksanakan di SMPN 2 Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan MGMP PPKn SMP Kabupaten Sumedang dengan jumlah peserta sebanyak 109 orang guru PPKn SMP. Hasil pelatihan: 1) desain pelatihan mengintegrasikan seminar dan workshop dengan pendampingan. Kegiatan seminar dan workshop menggunakan model games, role play, case study, simulasi, maupun focused group discussion. Kegiatan pendampingan menggunakan model lesson study; 2) setelah pelatihan guru menunjukkan beberapa kemampuan sebagai berikut: pemahaman teoritis terhadap model, kemampuan mengembangkan RPP model, dan kemampuan menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis living values activity dalam PKn SMP. Kesimpulan: pelatihan praktis melalui pengintegrasian kegiatan seminar, workshop dan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan teoritis dan praktis guru PKn SMP dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual berbasis living values activity.