Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JIPIS

TIPE DAN POLA PEMBENTUKAN SIKAP WATHANIYAH (KEBANGSAAN) YANG DILAKUKAN DI LINGKUNGAN PESANTREN AL-HIKAMUSSALAFIYAH CIPULUS PURWAKARTA Zindan Baynal Hubi
JIPIS Vol 26 No 2: Januari - Juni 2018
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jipis.v26i2.65

Abstract

Pesantren tradisional sebagai sebuah basis kultural Nahdaltul Ulama, selama ini lembaga pendidikan tertua di Indonesia tersebut, didalam konteks akademis seringkali ditampikkan peranannya dan cenderung mempunyai ‘prasangka ilmiah’). Hal itu justru berbanding terbalik dengan pengkajian lembaga pendidikan Islam yang berafiliasi dengan kalangan Islam  modernis. Kalangan pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, padahal didalam konteks sejarah mempunyai peranan yang signifikan, utamanya dalam menanamkan sikap kebangsaan serta persatuan dan kesatuan bangsa. Tercatat didalam sejarah beberapa peristiwa yang diprakaarsai  kelangan tradisionalis pesantren, baik sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia, seperti piagam kebangsaan, resolusi jihad, keputusan muktamar mengenai dasar negara dan sebagainya. Didalam membina  sikap kebangsaan serta persatuan dan kesatuan, uniknya rasa sikap tersebut justru dikuatkan berdasar kepada tradisi ajaran Islam yang selama ini cenderung diperdebatkan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji  lebih jauh bagaimana tipe pola pembentukan sikap wathaniyah (kebangsaan) yang dihabituasikan di lingkungan pesantren, terlebih lagi bagaimana penyelarasan sikap kebangsaan yang dilegitimasikan oleh ajaran Islam tersebut dilingkungan pesantren. Pendekatan peneitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta. Pesantren tersebut dipilih tidak lain merupakan salah satu pesantren tradisional terbesar dan tertua di Jawa Barat berdiri sejak 1840. Kemudian ditengah menurunnya rasa akan sikap kebangsaan serta rasa persatuan dan kesatuan, sudah seharusnya bahwa penanamaran rasa sikap kebangsaan dan penguatan persatuan kesatuan sebagai sebuah bangsa, harus terus dikuatkan kembali terhadap setiap individu..Keywords:Tipe Pola, Nilai Islam, Pesantren
Analisis Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa Secara Kritis Pada Perkembangan Teknologi Berimplikasi Dalam Pembelajaran Ismi Adnin; Hubi, Zindan Baynal
JIPIS Vol. 32 No. 2: Oktober 2023
Publisher : FKIP, UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jipis.v32i2.4535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter rasa ingin tahu peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjung Raja. Penelitian ini intens pada penganalisisan analisis karakter rasa ingin tahu secara kritis terhadap perkembangan teknologi yang berimplikasi dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan meggunakan teknik wawancara, dokuentasi, dan pengamatan secara nyata di SMAN 1 Tanjung Raja. Informan dalam penelitian ini adalah 5 orang peserta didik yang dipilih berdasarkan hasil pengamatan, wakil kurikulum, dan wakil kesiswaan. Informan ini dari kelas XI. Perolehan hasil penelitian yakni bahwa karakter rasa ingin tahu memang sangat penting dimiliki peserta didik terutama terkait dengan perkembangan teknologi yang peggunaannya nanti akan berimplikasi ketika mereka belajar, dan pelaksanaannya perlu dukungan dari tipusan pendidikan, terutama ari lingkungan keluarga dan sekolah, dan harus berkontribusi satu sama lain senhingga karakter rasa ingin tahu dapat dipertahankan, dan ditingkatkan, yang diharapkan dapat berguna bagi kehidupannya sendiri.
PELESTARIAN IDENTITAS BUDAYA TIONGHOA BENTENG DI TENGAH MODERNISASI: STUDI KASUS DI PUSAT KAJIAN TIONGHOA BENTENG TANGERANG Nadya, Aisha; Hubi, Zindan Baynal; Adhari, Nursanda Rizky
JIPIS Vol. 33 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FKIP, UNIVERSITAS ISLAM SYEKH-YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jipis.v33i1.5084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya pelestarian identitas budaya Tionghoa Benteng di tengah arus modernisasi yang kian pesat, dengan fokus pada kegiatan yang dilakukan oleh Pusat Kajian Tionghoa Benteng di Tangerang. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi dan tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan warisan budaya tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus pusat kajian, anggota komunitas Tionghoa Benteng, dan masyarakat umum yang terlibat dalam pelestarian budaya. Observasi partisipatif juga dilakukan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh pusat kajian, serta pengumpulan dokumen berupa arsip, foto, video, dan publikasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahw terdapat  sepuluh hal yang dilakukan oleh komunitas etnis Tionghoa dalam melestarikan budayaya, yaitu: (a) Pernikahan, (b) Bahasa, (c)  Kuliner, (d) Partisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan lokal, (e) Pendidikan, (f) Aktif dalam kegiatan ekonomi lokal, (g) Seni dan budaya , (h) Keterlibatan dalam organisasi sosial dan kemasyarakatan, (i) Adat dan tradisi, (j) sikap keterbukaan dan saling menghormati. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang pelestarian budaya di tengah modernisasi serta memberikan rekomendasi praktis bagi pihak-pihak terkait dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.