Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Media Sosial Terhadap Pembelian Tidak Terencana Pada Toko Retail Dedy Ansari Harahap; Aminuddin Irfani; Huriah Rachmah; Dita Amanah
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v19i2.10306

Abstract

Dampak Pembelian Panik Terhadap Pembelian Tidak Terencana Pada Toko Retail. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelian panik terhadap pembelian tidak terencana pada toko retail. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory. Sampel penelitian terdiri dari 210 responden dan diolah secara statistik dengan metode regresi linier sederhana menggunakan aplikasi SPSS versi 26.0. Itu Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian panik berpengaruh terhadap pembelian tidak terencana pada toko retail. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa rasa cemas dan takut yang dirasakan masyarakat pada masa pendemi terhadap kebutuhan rumah tangganya menyebabkan terjadinya pembelian panik.  Hal ini berkaitan dengan ketersediaan barang dan keperluan masing-masing dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya sehingga menimbulkan kecenderungan pembelian yang tidak terencana pada saat berbelanja di toko retail.
Penerapan Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Santri Mahasiswa Muhammad Yusuf Maulana Reksa; Huriah Rachmah
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v2i2.1484

Abstract

Abstract. X Islamic Boarding School is an Islamic boarding school that prioritizes yellow learning, using the bandongan method, besides that X Islamic Boarding School uses the sorogan method to improve the ability of students to read the yellow book. Therefore, the authors are interested in conducting research on "Application of the Sorogan Method in Improving Reading Ability of the Yellow Book of Santri Students of X Dago Islamic Boarding School Bandung". To achieve maximum results, it is necessary to have an effective yellow book learning, because the method is one of the most important factors in the success of a yellow book learning, without the right method of course it will make the goal of improving the ability to read the yellow book less than optimal. Therefore, the yellow book learning was chosen in the best way. The method used is the method of observation, documentation and interviews. Meanwhile, for data analysis, the author uses a qualitative approach Abstrak. Pondok Pesantren X merupakan Pesantren yang memprioritaskan pembelajaran kuning, dengan menggunakan metode bandongan, selain itu juga Pondok Pesantren X menggunakan metode sorogan guna meningkatkan kemampuan santri membaca kitab kuning. Untuk mencapai hasil yang maksimal perlu adanya pembelajaran kitab kuning yang efektif, karena metode merupakan salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan suatu pembelajaran kitab kuning, tanpa metode yang tepat tentu saja akan membuat tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu pembelajaran kitab kuning dipilih dengan cara yang terbaik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa metode sorogan merupakan salah satu yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kemampuan santri dalam hal membaca kitab kuning, karena metode sorogan didasari dengan tujuan pokok yaitu ketepatan dalam membaca yang tentunya harus sesuai dengan kaidah nahwu-shorof, kepemahaman isi dan mampu mengungkapkan isi bacaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode sorogan di pondok Pesantren X sangat membantu santri dalam meningkatkan kemampuannya membaca kitab kuning.
Analisis Dampak Negatif Gadget terhadap Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 Tahun di Daerah X Mediyana Samrotul Puadah; Huriah Rachmah; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1258

Abstract

Abstract. This research is based on the phenomenon of gadget addiction in children aged 5-6 years, this will actually cause various negative impacts on children, at this age known as the golden age period where children are in the most important phase in their development period. The purpose of this study was to describe: 1) the pattern of gadget use, 2) the attitude of parents towards gadget avid behavior in children and 3) the negative impact of using gadgets on the development of social interaction of children aged 5-6 years in the village of X. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Techniques Data collection is done by interview, observation and document study. The results of this study indicate that in the X area, children are introduced to gadgets at the age of 2-3 years, and what is often accessed is YouTube, games and social media. Parents supervise and make regulations regarding the pattern of gadget use. The negative impacts caused by gadget avid behavior include their children becoming angry and aggressive, lazy to study, lazy to socialize with friends and family, lazy to get along and become more closed to others. Abstrak. Penelitian ini bertolak pada fenomena keranjingan gadget pada anak usia 5-6 tahun, hal ini sejatinya akan menimbulkan berbagai dampak negatif pada anak, pada usia ini dikenal dengan periode golden age dimana anak ada pada fase terpenting dalam periode perkembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) pola penggunaan gadget, 2) Sikap orang tua terhadap perilaku keranjingan gadget pada anak dan 3) Dampak negatif penggunaan gadget terhadap perkembangan interaksi sosial anak usia 5-6 tahun di Desa Saguling Panjang Kawalu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah catatan lapangan, kamera dan alat perekam percakapan. Analisis data berupa unitisasi data, kategorisasi dan penafsiran data serta uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di daerah saguling panjang anak mulai dikenalkan pada gadget di usia 2-3 tahun, dan yang sering di akses adalah youtube, game dan media sosial. Orang tua melakukan pengawasan dan membuat regulasi berkenaan pola penggunaan gadget. Dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku keranjingan gadget antara lain anak-anak mereka menjadi pemarah dan agresif, malas belajar, malas bersosialisasi baik dengan teman maupun keluarga, malas bergaul juga menjadi lebih tertutup pada orang lain.
Peran Orang Tua dalam Menanamkan Perilaku Prososial Anak Usia 4-5 Tahun Siti Nurjanah; Huriah Rachmah; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v2i2.1429

Abstract

Abstract. Socio-emotional development in children aged four to five years is divided into three parts, one of which is prosocial behavior. There is one surah that contains a strict command for a Muslim to behave prosocially is surah al-Ma'un, which clearly means that we must help with useful things. Therefore, one's prosocial behavior must be instilled from an early age. Parental involvement is very important for the growth and development of children, because parents are the closest model to children. Therefore, parental involvement is indispensable in the growth and development of children. The purpose of this study was to find behaviors and causes and to overcome prosocial behavior in children aged 4-5 years. This study uses qualitative research with case study methods on three children aged 4-5 years who attend RA X. Apparently, the environment is very influential on the development of children's prosocial behavior because it has an influence on children to interact with local residents so that when there is interaction, the child's social development will be honed. Through these activities prosocial attitudes will be learned and applied by children to the surrounding community. Abstrak. Perkembangan sosial emosional pada anak usia empat sampai lima tahun dibagi menjadi tiga bagian, salah satunya adalah perilaku prososial. Ada salah satu surah yang memuat perintah keras bagi seorang Muslim untuk berperilaku prososial adalah surah al-Ma’un, yang secara menjelaskan berarti kita harus menolong dengan barang-barang yang berguna. Maka dari hal tersebut perilaku prososial seseorang harus ditanamkan sejak usia dini. Orang tua merupakan pendidik pertama dalam hidup anak, maka peran keluarga dalam mengasuh anak memegang peranan utama. Keterlibatan orang tua sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena orang tua adalah model yang paling dekat dengan anak. oleh karena itu, keterlibatan orang tua sangat diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk menemukan perilaku serta penyebab dan untuk mengatasi perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga orang anak yang berusia 4-5 tahun yang bersekolah di RA X. Ternyata, lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan prilaku prososial anak karena memiliki pengaruh terhadap anak untuk berinteraksi dengan warga sekitar sehingga ketika adanya interaksi tersebut perkembangan sosial anak akan terasah. Melalui kegiatan tersebut sikap prososial akan dipelajari dan diaplikasikan oleh anak kepada masyarakat sekitar.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui Model Discovery Learning Isna Ayu Nurmaidah Isna; Huriah Rachmah; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5662

Abstract

Abstract. The research was conducted at SDN Babakan Sukamulya class IV with the aim of knowing whether there was an increase in student learning outcomes through model discovery learning on Islamic Religious Education subjects and Budi Pekerti (PAIBP). This study uses a quantitative approach, method quasi experiment with a design shape Nonequivalent Control Group Design. The results of research in the experimental class (IVB) and control class (IVA) shows 1) The learning process in the experimental class seen from the preparation of the Learning Implementation Plan (RPP) of 92.30% components are complete, while 7.69% sub components are incomplete. Implementation learning results in a percentage of 90.4% in the very category satisfactory out of 19 sub-indicators with a score of 95, while 2 sub-indicatorsothers get a score of 10 with a percentage of 9.52%; 2) Learning outcomes students experienced an increase after being given the model treatment discovery learning including cognitive with an average before (58.23) after (90.77), affective before (71.9) after (92.45), psychomotor before (73.8) after (86.68). Differences in learning outcomes between control classes and experimentally proven by test analysist, cognitive t count (6,874) > t table (2.018), affective t count (10,145) > t table (2.018), psychomotor t count (3,002) > t table (2.018), so it is concluded that the model discovery learning can improve student learning outcomes PAIBP lessons in class IV; 3) Factors supporting the learning process influenced by school factors, RPP, LKPD, assessment instruments, model sused. The inhibiting factor is the need for adaptation regarding the model learning used as well as field conditioning is required separation between the experimental class and the control class. Abastrak. Penelitian dilakukan di SDN Babakan Sukamulya kelas IV bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui model discovery learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode quasi eksperimen dengan bentuk desain Nonequivalent Control Grup Desain. Hasil penelitian di kelas eksperimen (IVB) dan kelas kontrol (IVA) menujukkan 1) Proses pembelajaran di kelas eksperimen dilihat dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebesar 92,30 % komponen sudah lengkap, sedangkan 7,69% sub komponen belum lengkap. Pelaksanaan pembelajaran mengahasilkan persentase sebesar 90,4% dengan kategori sangat memuaskan dari 19 sub indikator dengan skor 95, sedangkan 2 sub indikator lainnya mendapatkan skor 10 dengan peresentase sebesar 9,52%; 2) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan model discovery learning diantaranya kognitif dengan rata-rata sebelum (58,23) setelah (90,77), afektif sebelum (71,9) setelah (92,45), psikomotor sebelum (73,8) setelah (86,68). Perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan eksperimen dibuktikan dengan analisis uji t, ranah kognitif t hitung (6,874) > t tabel (2,018), ranah afektif t hitung (10,145) > t tabel (2,018), ranah psikomotor t hitung (3,002) > t tabel (2,018), jadi, disimpulkan bahwa model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAIBP di kelas IV; 3) Faktor pendukung proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor sekolah yaitu RPP, LKPD, Instrument penilaian, model yang digunakan. Faktor penghambat yaitu perlunya adaptasi mengenai model pembelajaran yang digunakan serta pengkondisian lapangan diharuskan adanya pemisahan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Pengaruh Keaktifan Siswa dalam Mengikuti Program Gabungan Remaja Islam terhadap Komitmen Beragama Islam Yenifa Nur Annisa Yenifa; Eko Surbiantoro Eko; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5922

Abstract

Abstract. Islamic Senior High School (ISHS) 1 Bandung City has an unresolved problem, namely the existence of juvenile delinquency who are members of the student community. On the other hand, the school has Islamic spiritual extracurricular activities which are superior in terms of the moral development of its members. Based on these problems, the formulation of the problem posed is: "How much influence does student activeness in participating in the Islamic youth association program have on Islamic religious commitment at ISHS 1 Bandung City". The theory of liveliness uses the theory from Sriyono while the theory of Islamic religious commitment from Glock and Stark which is modified by Agus Sofiyandi Kahfi. Based on the theoretical approach, the hypothesis formulated is: "There is a significant influence between student activity in participating in the combined program of Muslim youth on Islamic religious commitment at ISHS 1 Bandung City". The research approach uses a quantitative approach. The population of this study were students who were members of the combined Islamic youth during the 2022/2023 jihad, totaling 80 members. Because the total population is less than 100, the entire population is used as a sample of all elements. The data source for this research is a questionnaire. The analysis technique used is simple linear regression analysis. This technique is to find out how much influence student activity in the combined Islamic youth program has on Islamic religious commitment. The results showed that there was a significant influence of 0.599 (59.9%) between students' activeness in participating in the combined program of Islamic youth on Islamic religious commitment at ISHS 1 Bandung City. So, the hypothesis put forward is that the activeness of students participating in the combined program of Islamic youth towards Islamic religious commitment at ISHS 1 Bandung City has a significant effect and has been tested empirically. Abstrak. MAN 1 Kota Bandung memiliki permasalahan yang belum terselesaikan yaitu terdapat kenakalan remaja yang tergabung dalam komunitas pelajar. Disisi lain, sekolah mempunyai kegiatan ekstrakulikuler kerohanian Islam yang unggul dalam segi pembinaan akhlak anggotanya. Berdasarkan permasalahan tersebut, rumusan masalah yang diajukan adalah: “Seberapa besar pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti program gabungan remaja Islam terhadap komitmen beragama Islam di MAN 1 Kota Bandung”. Teori keaktifan siswa menggunakan teori dari Sriyono sedangkan teori komitmen beragama Islam dari Glock dan Stark yang dimodifikasi oleh Agus Sofiyandi Kahfi. Berdasarkan pendekatan teori, hipotesis yang dirumuskan adalah: “Terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan siswa dalam mengikuti program gabungan remaja Islam terhadap komitmen beragama Islam di MAN 1 Kota Bandung”. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa yang menjadi anggota gabungan remaja Islam masa jihad 2022/2023 berjumlah 80 anggota. Karena jumlah populasi kurang dari 100, maka seluruh populasi dijadikan unsur sampel seluruhnya. Sumber data penelitian ini berupa angket. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Teknik tersebut untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keaktifan siswa dalam program gabungan remaja Islam terhadap komitmen beragama Islam. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh yang signifikan sebesar 0,599 (59,9%) antara keaktifan siswa dalam mengikuti program gabungan remaja Islam terhadap komitmen beragama Islam di MAN 1 Kota Bandung. Maka, hipotesis yang diajukan yaitu Keaktifan siswa mengikuti program gabungan remaja Islam terhadap komitmen beragama Islam di MAN 1 Kota Bandung berpengaruh secara signifikan dan teruji secara empirik.
Implementasi Metode Cerita Islami dalam Menanamkan Moral Keagamaan Siswa Hafizhatul Hilma; Ikin Asikin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6239

Abstract

Abstract. There are several moral dilemmas in this globalization era, such as the association between boys and girls being too open. Initial observations at MI al-Mukhlisin Bojongsoang revealed various undesirable trends, including 10% of pupils who used harsh language, 30% who littered, 10% who joined bad external groups, and 10% who got into arguments with friends. To address this, the Islamic nuanced story method is used by the MI Al-Mukhlisin teacher, Mr. Ahmad as the Islamic Cultural History (SKI) teacher, specifically for the formation and moral development of students, such as the stories of the Prophets and their companions, which are unquestionably true in accordance with al-Mukhlisin. Al-Hadith and the Qur'an. This study employed a descriptive qualitative research methodology focused on schools. students, teachers of Islamic Cultural History (SKI), and administrators. It can be deduced from the preparation of the Islamic tale method used at MI Al-Mukhlisin Bojongsoang to inculcate students' religious values that Mr. Ahmad, a teacher of Islamic Cultural History (SKI), developed Prota, Promissory Notes, KKM, Syllabus, and RPP. Abstrak. Era globalisasi ini banyak terjadi krisis moral, sebagai contohnya adalah pergaulan antara anak laki-laki dan anak perempuan sudah terlewat bebas. Berdasarkan observasi awal di MI al-Mukhlisin Bojongsoang terlihat beberapa fenomena yang kurang baik yaitu terdapat 10% siswa yang berbicara kasar, 30% siswa membuang sampah sembarangan, 10% mengikuti kelompok eksternal yang negatif, dan 10% berkelahi sesama teman. Untuk mengatasi hal tersebut guru MI Al-Mukhlisin yaitu bapak Ahmad selaku guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) menggunakan metode cerita bernuansa Islami dikhususkan sebagai pembentukan dan pembinaan moral terhadap siswa, seperti contohnya kisah para Nabi dan sahabatnya yang tidak diragukan lagi akan kebenarannya sesuai dalam al-Qur’an dan al-Hadist. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan kepada kepala sekolah, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan siswa. Mengenai perencanaan metode cerita Islami dalam menanamkan moral keagamaan siswa yang dilakukan di MI Al-Mukhlisin Bojongsoang dapat disimpulkan bahwa bapak Ahmad selaku guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mempersiapkan Prota, Promes, KKM, Silabus dan RPP in order to carry out learning activities successfully and efficiently. The application of the Islamic story-learning method begins with the opening activity, in which the students sit nicely, then the instructor greets them, leads them in prayer, and takes their attendance. The SKI teachers' biggest hindrance is the necessity of supporting technologies like infocus while learning occurs while watching videos. In addition, associations outside of school have a significant impact on kids' character because a bad association will likewise have a negative effect on children.
Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Menggunakan Metode Tutor Sebaya Indah Novianti Suhara Komar; Fitroh Hayati; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6527

Abstract

Abstract. Education according to its path consists of: formal, informal and non-formal education. Nonformal education (PNF) pathways include life skills education, PAUD, youth education, women's empowerment education, literacy education, family education, skills education and job training/ courses, equality education pursue packages, and other education aimed at developing the abilities of learners. This research study is based on the situation of learners (learning citizens) in equality education institutions that come from various circles. Because of this, PKBM (Community Learning Activity Center) Holis Bandung has its own innovation by applying peer tutor methods in learning so that the results of learning that have been done can increase. This research aims to find out the planning, implementation and evaluation of PAI (Islamic Religious Education) learning using peer tutor methods in improving learners' learning outcomes at PKBM Holis Bandung City. The type of approach used in this study is a qualitative approach with case study methods. Data collection techniques through interviews, observations and documentation studies. Based on the results of data processing, the planning carried out in using peer tutor methods for PAI learning is to prepare RPP (Learning Implementation Plan), lesson schedule, peer tutor method learning planning, media used. While the implementation of PAI learning carried out by peer tutor methods is carried out neatly and neatly, the implementation using the peer tutor method consists of preliminary activities, core activities, closing activities. These activities have been carried out well in accordance with the main purpose of learning using peer tutor methods, namely improving learning outcomes. And for the evaluation carried out, the core tutor provides an assessment based on several aspects, namely the family aspect, the skills aspect, the cognitive aspect. Abstrak. Pendidikan menurut jalurnya terdiri atas: pendidikan formal, informal dan nonformal. Jalur pendidikan nonformal (PNF) meliputi pendidikan kecakapan hidup, PAUD, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keluarga, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja/ kursus, pendidikan kesetaraan kejar paket, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data, perencanaan yang dilakukan dalam menggunakan metode tutor sebaya untuk pembelajaran PAI adalah dengan menyiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), jadwal pelajaran, perencanaan pembelajaran metode tutor sebaya, media yang digunakan. Sedangkan Pelaksanaan pembelajaran PAI yang dilaksanakan dengan metode tutor sebaya terlaksana dengan tersusun dan rapi, pelaksanaan menggunakan metode tutor sebaya terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup. Kegiatan tersebut telah terlaksana dengan baik sesuai tujuan utama pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya yaitu meningkatkan hasil belajar. Dan untuk evaluasi yang dilakukan, tutor inti memberikan penilaian berdasar pada beberapa aspek, ialah aspek kekeluargaan, aspek keterampilan, aspek kognitif.
Implementasi Ketentuan Menutup Aurat di Universitas Islam Bandung Nenti Annisa Putri; Ayi Sobarna; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6865

Abstract

Abstract. This study explains the provisions for covering genitalia at Bandung Islamic University, where the phenomenon that occurred was found to be non-disciplined faculty students who were not dressed in Islamic dress. Therefore, the Chancellor of the Bandung Islamic University issued regulations for students which contain technical dress as contained in the Chancellor's regulation No: 252/F.04/Rek/VI/2022 concerning the use of Islamic clothing for students on the Bandung Islamic University campus. The purpose of this research are: 1) Knowing the extent to which the implementation of the provisions for covering genitalia at Bandung Islamic University, 2) Knowing about the application of the provisions for covering the genitals of the Islamic University of Bandung, and 3) Knowing what are the supporting and inhibiting factors in implementing the provisions for covering genitalia at Bandung Islamic University. This study uses a qualitative approach with a case study research method, using data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation studies. The results of the study explain that the implementation of the provisions for covering genitalia at Unisba has not run optimally, this is because in the implementation of non-honed Faculty female students have not fully implemented the Chancellor's regulations. The supporting factors in the implementation of the provisions for covering genitalia at Unisba are the Chancellor who agrees to the existence of Islamic dress guidelines and outside media who also support this program. While the inhibiting factors in the implementation of the provisions for covering genitalia at Unisba are: 1) Communication, the Ruhul Islam has not fully communicated and disseminated Islamic dress regulations. 2) Resources, lack of adequate human resources to control in the field regarding the application of the use of Islamic dress. 3) Disposition (executive attitude), namely the constraints of students who are still found not wearing Islamic dress while on campus. Abstrak. Penelitian ini menjelaskan tentang ketentuan menutup aurat di Universitas Islam Bandung, dimana fenomena yang terjadi ditemukan mahasiswi fakultas non-dirasah tidak berbusana Islami. Oleh karena itu, Rektor Universitas Islam Bandung mengeluarkan peraturan bagi mahasiswa yang berisi teknis berpakaian yang dimuat dalam peraturan Rektor No: 252/F.04/Rek/VI/2022 tentang penggunaan busana Islami bagi mahasiswa di lingkungan kampus Universitas Islam Bandung. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui sejauh mana implementasi ketentuan menutup aurat di Universitas Islam Bandung, 2) Mengetahui mengenai penerapan ketentuan menutup aurat Universitas Islam Bandung, dan 3) Mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan ketentuan menutup aurat di Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa implementasi ketentuan menutup aurat di Unisba belum berjalan dengan maksimal, hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan di lapangan mahasiswi Fakultas non-dirasah belum sepenuhnya mengimplementasikan peraturan Rektor. Adapun faktor pendukung dalam implementasi ketentuan menutup aurat di Unisba adalah Rektor yang menyetujui adanya pedoman busana Islami dan media pihak luar turut mendukung program ini. Sedangkan faktor penghambat dalam implementasi ketentuan menutup aurat di Unisba yaitu: 1) Komunikasi, pihak Ruhul Islam belum sepenuhnya mengkomunikasikan dan mensosialisasikan terkait peraturan berbusana Islami. 2) Sumber daya, kurangnya sumber daya manusia dalam jumlah yang memadai untuk mengontrol di lapangan terkait penerapan penggunaan busana Islami. 3) Disposisi (Sikap pelaksana), yaitu kendala dari mahasiswa masih ditemukan yang tidak berbusana Islami pada saat berada di lingkungan kampus.
Implikasi Program Kegiatan Keagamaan dalam Pembiasaan Solat Duha dan Baca Al-Qur'an Luthfan Amna Sya'ban Faturrohman; A. Mujahid Rasyid; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7070

Abstract

Abstract. The background of this research is where educators see students who are not accustomed to praying Duha and reading the Qur'an, therefore educators and schools from SMPN 36 Bandung want to implement a program of religious activities in the habit of praying Duha and reading the Qur'an. and for the students. The purpose of this religious activity program is to familiarize and apply it in everyday life for all students. This research uses a qualitative descriptive method to analyze the data use data collection, data reduction and data presentation. Based on the results of data processing, planning is carried out based on evaluation, namely the person in charge of this religious activity program forms an implementing team or often referred to as PPK, the formation of the SMPN 36 Character School Team is tasked with making PPK-based curriculum development documents, implementing quality assurance for the implementation of KDP Jagar is going well in the future, the implementation of this religious activity program is neatly arranged, namely online through software such as Zoom, for the final evaluation of this religious activity program all students are required to write down all religious activities that have been carried out through an assignment book and fill out the final evaluation through the google form that has been provided by the person in charge of the program.Abstrak. Kajian penelitian ini dilatar belakangi pendidik melihat kondisi peserta didik yang belum terbiasa melaksanakan sholat duha dan baca Al-Qur’an, maka dari itu pendidik dan pihak sekolah dari SMPN 36 Bandung ingin menerapkan program kegiatan keagamaan dalam pembiasaan sholat duha dan baca Al-Qur’an bagi peserta didiknya. Tujuan dari program kegiatan keagamaan ini yaitu bertujuan untuk membiasakan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari bagi semua peserta didiknya. Untuk penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, untuk menganilisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Berdasarkan hasil dari pengolahan data, perencanaan yang dilakukan berdasarkan evaluasi, yaitu penanggung jawab dari program kegiatan keagamaan ini membentuk Tim pelaksana atau sering disebut dengan PPK, terbentuknya Tim Sekolah Karakter SMPN 36 ini bertugas untuk membuat dokumen pengembangan kurikulum berbasis PPK, melaksanakan penjaminan mutu pelaksanaan PPK jagar terlaksana dengan baik kedepannya , pelaksanaan dari program kegiatan keagamaan ini tersusun dengan rapi yaitu secara online melalui perangkat lunak seperti zoom, untuk evaluasi akhir dari program kegiatan keagamaan ini semua peserta ddik diwajibkan menulis semua kegiatan keagamaan yang sudah dilaksanakan melalui buku tugas dan mengisi evaluasi akhir melalui google form yang sudah disediakan oleh penanggung jawab dari program tersebut.
Co-Authors 10030218055, Ghina Aulia Khairunnisa A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adena Dwi Fauziah Aep Saepudin Aep Saepudin Afifa Fauziyah Salsabila Aldila Prasetyani Alhamuddin Alisya M Rahmawati Alma Husnul Tazkia Alma Khusnu Tazkia Aminuddin Irfani, Aminuddin Andhita Khaerunnisa Arif Hakim Asep Dudi Suhardini Asri Nuranisa Dewi Ayi Sobarna Baehaqi, Riyandi Benazia Rahma Putri Dedih Surana Dedy Ansari Harahap Desvian Bandarsyah Dewi Mulyani Dewi, Mentari Luthfika Dhisty Rengganis Aprilia Dita Amanah Dwi Nurtifa Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Elmira Yuliana Enoh Enoh Enoh Nuroni Erhamwilda Fitroh Hayati Hafizhatul Hilma Hasna Marwah Hendrawan, Jajang Hendar Hidayat, Nabilla Ikin Asikin Ikin Asikin Indah Novianti Suhara Komar Irma Yulita Silviany Irmana Abdu Al Jabar Isma Monica Isna Ayu Nurmaidah Isna Ayu Nurmaidah Isna Khamila Nisrina Zain Lasmanah Luthfan Amna Sya'ban Faturrohman Makrifatu Nur Afifah Masnipal Marhun Mediyana Samrotul Puadah Muhammad Armel Nursena Muhammad Lucky Fahrezi Muhammad Lucky Fahrezi Muhammad Yusuf Maulana Reksa Mujahid Muslimah, Nurjanatim Muttaqin, Muhammad Rizal Nada Safira Zahra Nan Rahminawati Nenti Annisa Putri Nislenia Salisa Rahmadhani Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Panca Indah Agistiana Pipih Sopiah Rasyid, A. Mujahid Reni Mulyani Revi Rusdatul Jannah Ridwan Ramli Rini Riyani Riski Amilia Risya Jannati Saniyyah Rudy Gunawan Rudy Gunawan Selvia Nur Arifah Septiani Melawati Dewi Shafanissa Alifa Shafira Shelsabila Siti Mariam Siti Mariam Ulfa Siti Nurjanah Siti Nurparikah Sobar Al Ghazal Sugianti, Riestha Surbiantori, Eko Syifa Arintia Putri Syifa Farihah Tari Rosidah Wildan Firdaus wildan Insan Fauzi Yenifa Nur Annisa Yenifa Zahrotun Komariah