Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Program Kampus Mengajar terhadap Keterampilan Kepemimpinan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Bandung Muttaqin, Muhammad Rizal; Rahminawati, Nan; Rachmah, Huriah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12320

Abstract

Abstract. This research aims to determine whether or not there is an influence and how much influence the Teaching Campus Program has on leadership skills. The research method used in this research is a descriptive method with a quantitative approach. The research subjects were students of the Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Tarbiyah & Teacher Training, Bandung Islamic University. The sample in this study amounted to 57 respondents. Data collection techniques in this research used questionnaires, observation and interviews. The data analysis technique in this research is using a simple regression test with the help of SPSS version 26. The results of the research show that there is an influence between the influence of the Teaching Campus Program on leadership skills by 68.5% and the independent variable indicator (X), namely: improving soft skills, literacy, creativity. then the dependent variable indicator (y) is: analytical thinking, problem solving, initiative, communication, collaboration. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dan seberapa besar pengaruh Program Kampus Mengajar terhadap keterampilan kepemimpinan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yakni mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah & Keguruan Universitas Islam Bandung. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket, observasi dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara pengaruh Program Kampus Mengajar terhadap keterampilan kepemimpinan sebesar 68,5% dengan indikator variabel independen (X) yaitu: meningkatkan soft skill, literasi, kreativitas. kemudian dalam indikator variabel dependen (y) yaitu: berfikir analitis, pemecahan masalah, inisiatif, komunikasi, kolaborasi.
Pengaruh Metode Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Wildan Firdaus; Ikin Asikin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12338

Abstract

Abstract. This research was conducted in the Tsanawiyah Ath-Thohiriyyah Madrasah on Akidah Akhlak subjects using cooperative methods of the jigsaw type. The research method used was the quasi-experiment in the form of a non-equivalent control group design. The population in this study was students of classes VIIA and VIIB, i.e., experimental classes (VIIA) and control classes. (VIB). The results of the study showed 1) observed learning implementation of the planning using the Learning Implementation Plan (RPP) with the achievement of a percentage result of 93% entry criteria very good, whereas 1 other component or 7% with criteria is very bad. In the implementation learning that has been carried out in the experimental class of 21 sub-indicators, there are 18 indicators whose entry criteria are very good, with percentages of 85%, whereas 3 other sub-indicators obtained 15%. 2) The learning results of students covered the cognitive field with average results before (60) and after (80), the affective field (80), and the psychomotor field (82). It can be concluded that student learning results on the subject of ethics in the VIIA experience improvement. As for the difference between the average learning outcome between the experimental class and the control class, the results of the analysis were demonstrated by the t test on the cognitive field with the t counting outcome > t table (2.315 > 2.00404), the affective fields > t tables (3.200 > 2.001404), and the psychomotor areas > t counts tables (2.445 > 2.0000404), so it could be concluded that learning using cooperative methods of the Jigsaw type with conventional methods would produce different learning outcomes. Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Ath-Thohiriyyah pada mata pelajaran Akidah Akhlak menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan bentuk Noneequivalent Control group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA dan VIIB yakni untuk kelas ekspeirimen (VIIA) dan kelas kontrol (VIB).. Hasil penelitian memperlihatkan 1) pelaksanaan pembelajaran diamati dari perencanaan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan perolehan hasil persentase 93% masuk kriteria sangat baik. Sedangkan 1 komponen lainnya atau sebesar 7% dengan kriteria sangat tidak baik. Pada pelaksanaan pembelajaran yang telah terlaksana dikelas eksperimen dari 21 sub indikator terdapat 18 indikator masuk kriteria sangat baik dengan persentase sebesar 85%, sedangkan 3 sub indikator lainnya memperoleh sebesar 15%. 2) hasil belajar siswa meliputi ranah kognitif dengan hasil rata-rata sebelum (60) dan sesudah (80), ranah afektif (80) dan ranah psikomotor (82), dapat disimpulkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak di kela VIIA mengalami peningkatan. Adapun perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dibuktikan dengan hasil analisis melalui uji t pada ranah kognitif dengan hasil t hitung > t tabel (2.315 > 2.00404), ranah afektif t hitung > t tabel (3.200 > 2.00404), ranah psikomotor t hitung > t tabel (2,445 > 2.00404), sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan metode kooperatif tipe Jigsaw dengan konvensional akan menghasilkan hasil belajar yang berbeda.
Implementasi Peraturan Bupati Kab. Bandung No. 78 Tahun 2021 Tentang Pembelajaran Pendidikan Keagamaan di Sekolah Dasar Desa Gunungleutik Baehaqi, Riyandi; Rahminawati, Nan; Rachmah, Huriah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12400

Abstract

Abstract. This research is entitled Implementation of District Regent Regulations. Bandung No. 78 of 2021 concerning Religious Education Learning at Gunungleutik Village Elementary Schools, this program was created to overcome Al-Qur'an illiteracy in Bandung Regency through the Koran School program. This research aims to identify the learning and benefits of Koran reading teachers at the Gunungleutik village elementary school in the Bandung Regency Koran School program. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach and the research instruments used are interviews, observation and documentation, data analysis techniques using data reduction, data display, and drawing conclusions and verification. This Quran Reciting School Program has a positive impact on the school, especially PAI teachers, helping to facilitate learning that is not affordable in Islamic Religious Education learning, so Koran Koran teachers provide facilities to provide additional material related to Reading and Writing Memorizing the Al-Qur'an. The shortcomings of this program are clashes in teaching and learning hours, some of which are used by Koran teachers, and the lack of competence of Koran teachers in preparing and developing material. The purpose of the District Regent's Regulations. Bandung No. 78 of 2021 concerning Religious Education Learning in the form of the Koran School program targeting elementary school level students in reducing Al-Qur'an illiteracy, the school is grateful to get the benefits of its students experiencing positive development in reading, writing, and memorizing the Al-Qur'an. and to students. Abstrak. Penelitian ini dengan judul Implementasi Peraturan Bupati Kab. Bandung No. 78 Tahun 2021 Tentang Pembelajaran Pendidikan Keagamaan di Sekolah Dasar Desa Gunungleutik, program ini dibuat untuk mengatasi buta huruf Al-Qur’an di Kabupaten Bandung melalui program Sekolah Mengaji . Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pembelajaran dan manfaat guru ngaji di sekolah dasar desa Gunungleutik dalam program Sekolah Mengaji Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik analisis data menggunakan reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Program Sekolah Mengaji ini berdampak positif terhadap pihak sekolah khususnya guru PAI membantu memfasilitasi pembelajaran yang tidak terjangkau dalam pembelajaran PAI, jadi guru ngaji memberikan fasilitas untuk memberikan tambahan materi terkait Baca Tulis Hafal Al-Qur'an. kekurangan pada program ini bentroknya jam KBM yang sebagian di pakai oleh guru ngaji dan kurangnya kompetensi guru ngaji dalam persiapan dan pengembangan materi. Tujuan dari Peraturan Bupati Kab. Bandung No. 78 Tahun 2021 Tentang Pembelajaran Pendidikan Keagamaan dalam bentuk program Sekolah Mengaji dengan sasaran peserta didik jenjang sekolah dasar dalam mengurangi buta huruf Al-Qur’an, pihak sekolah bersyukur mendapatkan manfaat para peserta didiknya mengalami perkembangan positif dalam membaca, menulis dan menghafal Al-Qur'an pada siswa.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Shelsabila; Eko Surbiantoro; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14605

Abstract

Abstract. This research is motivated by the low learning outcomes of students who have not reached the KKM 70. This research was conducted at SD Negeri Rancatungku 04 which aims to determine the improvement of student learning outcomes by using the scramble type cooperative learning model in Islamic Religious Education and Budi Pekerti subjects. Scramble-type cooperative learning model is an approach that combines elements of games with learning. In this model, students will be given practice questions that generally consist of scrambled words, sentences, or discourse then students must think quickly and creatively in rearranging the scrambled sentences into the correct order. This research uses a quantitative approach with an experimental method with a pre-experimental one group pretest posttest design. The type of sampling uses random samples. In the results of this research involving one class only as an experimental class. These results show that the average pretest results of student learning in the cognitive domain is 51.28 after being given treatment is 76.41. In the spiritual affective domain before being given treatment resulted in an average of 79.21 after being given treatment of 81.92. In the social spiritual affective domain, it shows that the average before being given treatment is 74.08 after being given treatment shows 77.23. The difference in learning outcomes between pretest and posttest scores on t learning outcomes, in the realm of cogni. Abstrak. Penelitiaan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai KKM 70. Penelitiaan ini dilakukan di SD Negeri Rancatungku 04 yang bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Model pembelajaran kooperatif tipe scramble yaitu pendekatan yang menggabungkan unsur permainan dengan pembelajaran. Dalam model ini, para siswa akan diberikan latihan soal yang umumnya terdiri dari kata-kata, kalimat, atau wacana yang diacak kemudian siswa harus berpikir secara cepat dan kreatif dalam menyusun kembali kalimat yang diacak menjadi urutan yang benar. Penelitiaan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dengan bentuk desain pre-eksperimental one group pretest posttest. Jenis pengambilan sampel menggunakan sampel acak. Dalam hasil penelitiaan ini melibatkan satu kelas saja sebagai kelas eksperimen. Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil pretest belajar siswa pada ranah kognitif yaitu 51.28 setalah diberikan perlakuan yaitu 76.41. Pada ranah afektif spiritual sebelum diberikan perlakuan menghasilkan rata-rata 79.21 setelah diberikan perlakuan sebesar 81.92. Pada ranah afektif spiritual sosial menunjukkan bahwa rata-rata sebelum diberi perlakuan yaitu 74.08 setelah diberikan perlakuan menunjukkan 77.23. perbedaan hasil belajar antara nilai pretest dan posttest pada hasil belajar t, pada ranah kognitif t hitung (-4.811 < 3.832), pada ranah afektif spiritual t hitung (6.090 < 7.699), pada ranah afektif sosial (3.025 < 7.124). Dan pada ranah psikomotorik yaitu 4.927. Maka dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble terdapat efektivitas dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Implementasi Program Tahfidz melalui Metode Talaqqi dalam Mengatasi Kesulitan Menghafal Al-Qur’an di SMP Plus Al-Aitaam Ciganitri Bandung Syifa Farihah; Aep Saepudin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14846

Abstract

Abstract. This research was carried out at SMP Plus Al-Aitaam Ciganitri Bandung. This research used a qualitative approach. The results of the research showed (1) Tahfidz Program planning using the Talaqqi Method in overcoming difficulties in memorizing the Al-Qur'an, namely preparing Tahfidz learning activities, targeting student memorization, and delivery of material using the Talaqqi book guidelines from the book Tuhfatul Athfal and the book Al-Jazariyah (2) Implementation of the Thafidz Program through the Talaqqi Method in overcoming difficulties in memorizing the Al-Qur'an is shown through preliminary activities which are started by students carrying out Tahsin first and muroja'ah to improve reading the Al-Qur'an, after that the memorization is carried out in turn to the Tahfidz teacher. (3) Evaluation of the Tahfidz Program through the Talaqqi Method, namely through BTAQ learning to improve the reading of the Al-Qur'an and Tajwid knowledge, and evaluation of the two teachers calling students in turn to test students' memorization by continuing the verses spoken by the teacher and the students continuing. (4) supporting factors and obstacles supporting and inhibiting factors for memorizing the Al-Qur'an. The supporting factors can be family support and good friendships, while the inhibiting factors are that students are lazy about muroja'ah, not being able to read the Al-Qur'an, limited time, similarities in verses. So it can be concluded that the Talaqqi Method is an effective method for overcoming difficulties in memorizing the Al-Qur'an. Abstrak. Penelitian ini di laksanakan di SMP Plus Al-Aitaam Ciganitri Bandung penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif hasil penelitian menunjukan (1) perencanaan Program Tahfidz merencanakan melalui Metode Talaqqi dalam mengatasi kesulitan menghafal Al-Qur’an yaitu penyusunan kegiatan pembelajaran Tahfidz, menargetkan hafalan siswa, dan penyampaian materi menggunakan pedoman buku Talaqqi dari kitab Tuhfatul Athfal dan kitab Al- Jazariyah (2) Pelaksanaan Program Thafidz melaui Metode Talaqqi dalam mengatasi kesulitan menghafal Al-Qur’an ditunjukan melalui kegiatan pendahuluan yang dimulai siswa melaksanakan Tahsin terlebih dahulu serta muroja’ah untuk memperbagus bacaan Al-Qur’an, setelah itu di lakukan menyetorkan hafalan secara bergantian kepada guru Tahfidz. (3) Evaluasi Evaluasi Program Tahfidz Melalui Metode Talaqqi yaitu melalui pembelajaran BTAQ untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan Ilmu Tajwidnya, dan evalauasi kedua guru memanggil siswa secara bergantian untuk mengetest hafalan siswa dengan melanjutkan ayat yang diucapkan oleh guru dan siswa melanjutkannya. (4) faktor pendukung dan hambatan aktor pendukung dan penghambat menghafal Al-Qur’an. Faktor pendukungnya bisa dari dukungan keluarga dan pertemanan yang baik sedangkan faktor penghambat siswa malas muroja’ah, tidak bisa membaca Al-Qur’an, keterbatasan waktu, kesamaan ayat. Jadi dapat disimpulkan Metode Talaqqi merupakan metode yang efektif untuk mengatasi kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an.
Penerapan Metode Kitabah dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Alquran Juz 30 pada Santri di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Baiturrohim Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang Revi Rusdatul Jannah; Asep Dudi Suhardini; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14851

Abstract

Abstract. This research was motivated by the lack of ability to memorize the Koran among students. This can be seen from the data that none of the students achieved the memorization target and when carrying out the Koran memorization test the students still had difficulty reciting the next verse so they needed help from the teacher to continue memorizing the next verse. This research was conducted at Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Baiturrohim Subang on MD III class students to find out whether there was an increase in the ability to memorize the Koran using the kitabah method. This research uses a quantitative approach with a pre-experimental method in the form of a One Group Pretest-Posttest design. The type of sampling in this study used purposive sampling and the samples in this study were MD III class students with a total of 11 students. The average pretest score was 55.31 in the underprivileged category. Meanwhile, the average post-test score was 83.12 in the very capable category. Increased memorization abilities in students can be proven by t-test analysis, namely Sig = 0.000 < 0.05. Based on this, it can be seen that H1 is accepted and H0 is rejected. Thus, it can be concluded that there is an increase in the application of the Kitabah method to the ability to memorize the Koran Juz 30 among students at MDTA Baiturrohim Subang from less capable to very capable. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan menghafal Alquran pada santri. Hal ini terlihat dari data bahwa tidak ada santri yang mencapai target hafalan dan ketika pelaksanaan tes hafalan Alquran para santri masih kesulitan dalam melafalkan ayat berikutnya sehingga perlu dibantu oleh guru untuk melanjutkan hafalan ayat selanjutnya. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Baiturrohim Subang pada santri kelas MD III yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan dalam kemampuan menghafal Alquran dengan menggunakan metode kitabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre eksperimen dengan bentuk desain One Group Pretest-Postest. Jenis pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling purposive dan yang menjadi sampel pada penelitian ini, yaitu santri kelas MD III dengan jumlah santri sebanyak 11 santri. Hasil nilai rata-rata pretest adalah 55. 31 dengan kategori kurang mampu. Sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 83.12 dengan kategori sangat mampu. Peningkatan kemampuan menghafal pada santri dapat dibuktikan dengan analisis uji t, yaitu Sig = 0.000 < 0.05. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan dalam penerapan metode kitabah terhadap kemampuan menghafal Alquran juz 30 pada santri di MDTA Baiturrohim Subang dari kurang mampu menjadi sangat mampu.
Implementasi Program Jumat Mengaji dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa di SDN 2 Suntenjaya Lembang Dhisty Rengganis Aprilia; Ikin Asikin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14998

Abstract

Abstract. This research is motivated by the lack of attention to reading the Qur’an, especially for young people who are starting to lose connection with religion and spirituality, including the Qur’an. Research data shows that 65% of Muslims in Indonesia are still illiterate in Qur’an. This research aims to answer several questions, such as the process of implementing the Friday recite program, the ability to read the Qur'an of students at Public Elementary School 2 Suntenjaya, and supporting and inhibiting factors in implementing the Friday recite program. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Based on the results obtained from the implementation of the Friday recite program in developing students Qur'an reading skills, as follows: 1) The implementation of the Friday recite program is carried out every Friday during the first lesson from 07.15-08.00, before the Qur’an recitation activity, students perform prayer dhuha, then reading the Qur’an together, translate verses, and repeat short letters. 2) The level of students ability to read the Qur’an which is grouped into advanced, skilled and basic levels. 3) Supporting factors for the Friday recite program activities are adequate infrastructure, sufficient time for learning, student motivation and interest that develops during the Friday recite program, a school environment that supports the program and parental support with the Friday recite program. . Factors inhibiting the implementation of the Friday Koran program are the lack of school facilities and infrastructure such as ablution facilities and program implementation areas, a lack of teaching staff in the field of religion, and a lack of guidebooks Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya perhatian terhadap membaca Al-Qur’an, khususnya bagi anak muda yang mulai kehilangan keterkaitan dengan agama dan spiritualitas, termasuk Al-Qur'an. Data riset menunjukkan bahwa 65% umat Islam di Indonesia masih buta aksara Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan seperti, proses pelaksanaan program jumat mengaji, kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di SDN 2 Suntenjaya, dan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pekasanaan program jumat mengaji. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari Guru PAI, Kepala Sekolah, dan Siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari implementasi program jumat mengaji dalam mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, sebagai berikut: 1) Pelaksnaan program jumat mengaji dilaksanakan setiap hari jumat pada jam pelajaran pelajaran pertama dari pukul 07.15-08.00, sebelum kegiatan mengaji siswa melaksanakan shalat dhuha, kemudia membaca Al-Qur’an bersama-sama, menerjemahkan ayat, dan melakukan pengulangan pada surat-surat pendek. 2) Tingkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa yang dikelompokkan menjadi tingkat mahir, terampil dan dasar. 3) Faktor pendukung kegiatan program jumat mengaji berupa sarana prasarana yang cukup, waktu pelaksanaan pembelajaran yang cukup, motivasi dan minat siswa yang berkembang selama program jumat mengaji dilaksanakan, lingkungan sekolah yang mendukung adanya program dan dukungan orang tua dengan adanya program jumat mengaji. Faktor penghambat pelaksanaan program jumat mengaji adalah kurangnya sarana dan prasarana sekolah seperti fasilitas tempat wudhu dan tempat pelaksanaan program, kurangnya tenaga pendidik di bidang agama, dan kurangnya buku pedoman.
Penerapan Metode Small Group Discussion pada Pembelajaran PAI dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Peserta Didik Kelas V MI Nur Al-Hijrah Aldila Prasetyani; A Mujahid Rasyid; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15238

Abstract

Abstract. This research was motivated by the low ability of students to engage in social interactions. This problem is caused by the existence of student groups, which causes other students who do not have groups to tend to dislike interacting and always be alone. This study aims to determine how the planning, implementation, and evaluation of the Small Group Discussion method are carried out, how social interactions occur between students and teachers, and what are the supporting and inhibiting factors of students' social interactions. This research uses a qualitative approach with an ethnographic method. Data collection methods use interviews, observations, and documentation. The results of this study show that the social interaction of students with fifth-grade teachers at MI Nur Al-Hijrah has increased and been well established, as can be seen from PAI learning using the Small Group Discussion method. Students have been active in carrying out social interactions manifested through associative forms of social interaction, namely cooperating in cooperative learning and groups. The implementation of the Small Group Discussion method (planning, implementation, and evaluation) is also in accordance with the applicable rules. Supporting factors for social interaction among fifth-grade students at MI Nur Al-Hijrah include the class meeting program and enjoyable learning activities. Inhibiting factors for social interaction among fifth-grade students at MI Nur Al-Hijrah are the lack of students' ability to engage in social interactions and some teachers still using conventional methods in teaching. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik dalam melakukan interaksi sosial. Masalah ini disebabkan adanya kelompok peserta didik, yang menyebabkan peserta didik lain yang tidak memiliki kelompok cenderung tidak suka melakukan interaksi dan selalu menyendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi metode Small Group Discussion, bagaimana interaksi sosial antar peserta didik dan guru, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi sosial peserta didik dengan guru kelas V MI Nur Al-Hijrah telah meningkat dan terjalin dengan baik, dapat dilihat dari pembelajaran PAI dengan menggunakan metode Small Group Discussion. Peserta didik sudah aktif dalam melakukan interaksi sosial yang diwujudkan melalui interaksi sosial bentuk asosiatif yaitu bekerjasama dalam pembelajaan kooperatif dan kelompok. Penerapan metode Small Group Discussion (perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi) juga sudah sesuai dengan kaidah yang berlaku. Faktor pendukung interaksi sosial pada peserta didik kelas V MI Nur Al-Hijrah di antaranya adalah program class meeting dan kegiatan belajar-mengajar yang menyenangkan. Faktor penghambat interaksi sosial pada peserta didik kelas V MI Nur Al-Hijrah adalah kurangnya kemampuan peserta didik dalam melakukan interaksi sosial dan beberapa guru yang masih menggunakan metode konvensional dalam mengajar.
Implementasi Program Roots dalam Pembentukan Akhlak Kepada Sesama di SMP PGII 2 Kota Bandung Ridwan Ramli; Surbiantori, Eko; Rachmah, Huriah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15293

Abstract

Abstract. The aim of moral formation is to make students become Muslims who have the quality of faith in the Creator, so that it can be applied in social life. Through this Roots Day program, students are taught good morals or attitudes in communicating with friends, in order to create a harmonious classroom sauna. Roots Day is a science-based program that aims to prevent bullying in schools by involving students as agents of change who create a positive atmosphere at school. This research aims to describe (1) to find out the implementation of Roots Day in forming morals towards others, (2) To find out the strategy of the Roots Day program in forming morals towards others, (3) To find out what the inhibiting and supporting factors are in the Roots Day Program in forming morals towards others. The results of the research show that: (1) The Roots Day program is implemented with theatrical performances regarding the dangers of bullying and anti-bullying declarations as a form of creating an anti-bullying zone in schools, (2) The strategy in implementing the Roots Day program is to shape student morals by providing explanations about the dangers. bullying, providing moral education, (3) Supporting factors include providing facilities and budget for Roots Day activities, students' enthusiasm in participating in Roots Day activities and enthusiasm of teachers and school residents in implementing Roots Day. Inhibiting factors include, some teachers have not received special training regarding agents of change in the Roots Day program, bad habits in the home environment that are carried over to school and differences in student characteristics. Abstrak. Tujuan dari pembentukan akhlak adalah untuk membuat siswa menjadi muslim yang memiliki kualitas keimanan kepada pencipta, sehingga dapat di aplikasikan dalam kehidupan sosial. Melalui program Roots Day ini siswa diajarkan akhlak atau sikap yang baik dalam berkomunikasi dengan teman, agar tercipta sauna kelas yang harmonis. Roots day merupakan program berbasis sains yang bertujuan untuk mencegah perundungan di sekolah dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan yang menciptakan suasana positif disekolah. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) untuk mengetahui pelaksanaan Roots Day dalam membentuk akhlak kepada sesama, (2) Untuk mengetahui strategi dari program Roots Day dalam membentuk akhlak kepada sesama (3) Untuk mengetahui apa faktor penghambat dan pendukung dalam Program Roots Day dalam membentuk akhlak kepada sesama. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya: (1) Program Roots Day dilaksanakan dengan penampilan teater mengenai bahaya perundungan dan deklarasi anti perundungan sebagai bentuk mewujudkan zona anti perundungan di sekolah, (2) Strategi dalam pelaksanaan program Roots Day dalam membentuk akhlak siswa dengan cara memberikan penjelasan mengenai bahaya perundungan, memberikan pendidikan akhlak, (3) Faktor pendukung diantaranya memberikan fasilitas dan anggaran dalam kegiatan Roots Day, antusias siswa dalam mengikuti kegiatan Roots Day dan antusian guru serta warga sekolah dalam pelaksanaan Roots Day. Untuk Faktor penghambat diantaranya, sebagian guru belum mendapatkan pelatihan khusus mengenai agen perubahan dalam program Roots Day, kebiasaan buruk di lingkungan rumah yang terbawa ke sekolah dan perbedaan karakteristik siswa.
Efektivitas Metode Insaniyah terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an di SDIT Fithrah Insani Andhita Khaerunnisa; Fitroh Hayati; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15408

Abstract

Abstract. This research explores the issue of Qur'anic illiteracy among Indonesian Muslims, emphasizing the urgency improving Qur'anic literacy. Through the application of the Insaniyah method, this research focuses on improving Qur'an reading skills. The results showed that the process learning Qur'an using the Insaniyah method involved initial activities, core activities, and final activities. The ability to read the Qur'an of students in Fithrah Insani 3 on daily test scores has an average of 85.73 and observation test scores have an average of 86.36, while in Fithrah Insani 2 on daily test scores has an average of 84.96 and observation test scores have an average of 85.38. Hypothesis testing shows the application of the Insaniyah method is effective in improving the ability to read the Qur'an which there is a significant difference in the results of the ability to read the Qur'an. This is evident in the test results on Fithrah Insani 3 students showing = 3.424 with = 2.059 with a Sig value. (2-tailed) 0.002 and Fithrah Insani 2 students showed = 2.777 with = 2.059 with a Sig value. (2-tailed) 0.002. This value shows (less than) <0.05 of the significance level in the paired sample t-test. Then is rejected and is accepted, indicating the influence of the Insaniyah method on the ability to read the Qur'an. Supporting factors for success of the Insaniyah method include additional classes, motivation Al-Qur'an teacher, homeroom teacher, and parents. However, the obstacles faced limited learning space and lack of learning time. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya kesadaran akan permasalahan terkait pemahaman dan praktik membaca Al-Qur’an di kalangan umat Islam. Banyak yang menganggap bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an hanya sebatas kemampuan membaca teks, tanpa memperhatikan metode dan ketentuan yang benar. Data riset menunjukkan 72% Muslim Indonesia mengalami buta aksara Al-Qur’an, menunjukkan kebutuhan akan peningkatan literasi Al-Qur’an. Tujuan penulisan skripsi ini yaitu menganalisis hasil belajar setelah diterapkan metode Insaniyah terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an, dengan maksud meningkatkan literasi Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Insaniyah melibatkan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di Fithrah Insani 3 pada nilai ulangan harian memiliki rata-rata 85,73 dan nilai tes observasi memiliki rata-rata 86,36, sedangkan di Fithrah Insani 2 pada nilai ulangan harian memiliki rata-rata 84,96 dan nilai tes observasi memiliki rata-rata 85,38. Uji hipotesis menunjukkan penerapan metode Insaniyah efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an yang terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil kemampuan membaca Al-Qur’an. Hal ini terbukti dalam hasil pengujian pada siswa Fithrah Insani 3 menunjukkan = 3.424 dengan = 2.059 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,002 dan siswa Fithrah Insani 2 menunjukkan = 2.777 dengan = 2.059 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,002. Nilai ini menunjukkan (kurang dari) < 0,05 dari taraf signifikansi dalam uji paired sample t-test. Maka ditolak dan diterima, menunjukkan adanya pengaruh metode Insaniyah terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an. Faktor pendukung keberhasilan menggunakan metode Insaniyah meliputi kelas tambahan, motivasi guru Al-Qur’an, wali kelas, dan orang tua. Namun, terdapat hambatan seperti keterbatasan tempat belajar dan kurangnya waktu pembelajaran.
Co-Authors 10030218055, Ghina Aulia Khairunnisa A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adena Dwi Fauziah Aep Saepudin Aep Saepudin Afifa Fauziyah Salsabila Aldila Prasetyani Alhamuddin Alisya M Rahmawati Alma Husnul Tazkia Alma Khusnu Tazkia Aminuddin Irfani, Aminuddin Andhita Khaerunnisa Arif Hakim Asep Dudi Suhardini Asri Nuranisa Dewi Ayi Sobarna Baehaqi, Riyandi Benazia Rahma Putri Dedih Surana Dedy Ansari Harahap Desvian Bandarsyah Dewi Mulyani Dewi, Mentari Luthfika Dhisty Rengganis Aprilia Dita Amanah Dwi Nurtifa Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Elmira Yuliana Enoh Enoh Enoh Nuroni Erhamwilda Fitroh Hayati Hafizhatul Hilma Hasna Marwah Hendrawan, Jajang Hendar Hidayat, Nabilla Ikin Asikin Ikin Asikin Indah Novianti Suhara Komar Irma Yulita Silviany Irmana Abdu Al Jabar Isma Monica Isna Ayu Nurmaidah Isna Ayu Nurmaidah Isna Khamila Nisrina Zain Lasmanah Luthfan Amna Sya'ban Faturrohman Makrifatu Nur Afifah Masnipal Marhun Mediyana Samrotul Puadah Muhammad Armel Nursena Muhammad Lucky Fahrezi Muhammad Lucky Fahrezi Muhammad Yusuf Maulana Reksa Mujahid Muslimah, Nurjanatim Muttaqin, Muhammad Rizal Nada Safira Zahra Nan Rahminawati Nenti Annisa Putri Nislenia Salisa Rahmadhani Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Panca Indah Agistiana Pipih Sopiah Rasyid, A. Mujahid Reni Mulyani Revi Rusdatul Jannah Ridwan Ramli Rini Riyani Riski Amilia Risya Jannati Saniyyah Rudy Gunawan Rudy Gunawan Selvia Nur Arifah Septiani Melawati Dewi Shafanissa Alifa Shafira Shelsabila Siti Mariam Siti Mariam Ulfa Siti Nurjanah Siti Nurparikah Sobar Al Ghazal Sugianti, Riestha Surbiantori, Eko Syifa Arintia Putri Syifa Farihah Tari Rosidah Wildan Firdaus wildan Insan Fauzi Yenifa Nur Annisa Yenifa Zahrotun Komariah