Claim Missing Document
Check
Articles

KRITERIA PENANDA SELEKSI PRODUKTIVITAS TERNA DAN ASIATIKOSIDA PADA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) BUDI MARTONO; MUNIF GHULAMAHDI; LATIFAH K. DARUSMAN; SANDRA ARIFIN AZIZ; NURLIANI BERMAWIE
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 16, No 1 (2010): Maret 2010
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v16n1.2010.12-19

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan  seleksi  produktivitas  terna  dan  produktivitasasiatikosida yang tinggi ditentukan oleh kriteria seleksi yang sesuai. Adabeberapa metode yang dapat digunakan untuk mencari kriteria seleksi,salah satu diantaranya adalah dengan memanfaatkan analisis lintas (Pathanalysis). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola hubungan antarkomponen pertumbuhan dengan produksi terna dan produksi asiatikosidaberdasarkan nilai korelasi, pengaruh langsung dan tidak langsung, sertanilai heritabilitas pada 16 nomor koleksi plasma nutfah pegagan. Penelitiandilakukan di KP. Cimanggu, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik(BALITTRO) antara bulan Juli-November 2007, dengan menggunakanrancangan acak kelompok (RAK) yang diulang 2 kali. Intensitas cahayayang digunakan 75%. Komponen pertumbuhan yang diamati meliputijumlah, panjang, dan diameter tangkai daun; jumlah, panjang, lebar, luas,dan tebal daun; serta jumlah sulur. Hasil penelitian menunjukkan bahwapeubah panjang dan diameter tangkai daun; serta panjang, lebar, luas, dantebal daun berkorelasi positif sangat nyata terhadap produksi terna.Berdasarkan analisis lintas, panjang, dan diameter tangkai daun, panjang,lebar, luas, dan tebal daun berpengaruh tidak langsung terhadap produksiterna melalui peubah lainnya. Seleksi terhadap produksi terna secara tidaklangsung dapat dilakukan melalui seleksi panjang dan diameter tangkaidaun, dan panjang, lebar, luas, serta tebal daun. Seleksi genotipe pegagandengan produksi terna yang tinggi melalui panjang dan diameter tangkaidaun; dan panjang, lebar; serta luas daun lebih efektif dibandingkandengan melalui tebal daun karena kelima peubah tersebut mempunyai nilaiheritabilitas yang tinggi. Panjang tangkai daun, luas dan tebal daun, sertajumlah sulur mempunyai korelasi positif nyata dan sangat nyata denganproduksi asiatikosida. Luas daun dan jumlah sulur berpengaruh tidaklangsung terhadap produksi asiatikosida melalui peubah lainnya. Panjangtangkai daun dan tebal daun secara langsung berperan dalam menentukanproduksi asiatikosida. Seleksi produktivitas asiatikosida yang tinggimelalui peubah panjang tangkai daun akan memberikan respon yang lebihcepat karena memiliki nilai heritabilitas yang tinggi.Kata kunci: Centella asiatica (L.) Urban, terna, asiatikosida, analisislintas, heritabilitasABSTRACTCriterion of Marker Selection of Fresh Shoot andAsiaticoside Productivity of Asiatic Pennywort (Centellaasiatica (L.) Urban)Selection of asiatic pennywort for high fresh shoot and asiaticosideproduction is determined by using appropriate selection criterion. Thereare several methods that can be applied, one among those is using the pathanalysis. The research was aimed to study the correlation analysis betweengrowth and production variables, direct and indirect effects, and theheritability of sixteen accessions. The experiment was conducted atCimanggu Experimental Station of Indonesian Medicinal and AromaticCrops Research Institute (ISMECRI) Bogor, Indonesia from July untilNovember 2007. The research was arranged using randomized completeblock design (RCBD) with two replications. Sixteen accessions and 75%light intensity were used. The growth components observed were number,length, and diameter of leaf petiole; number, length, width, area, andthickness of leaf; and number of stolon. The results showed that leafpetiole length and diameter, leaf length, width, area, and thicknesspositively and significantly correlated with fresh shoot production. Theleaf petiole length and diameter, leaf length, width, area, and thicknessindirectly affected fresh shoot production through other variables. The leafpetiole length and diameter; leaf length, width, area, and thickness couldbe indirectly selected as fresh shoot production variables. Selection ofasiatic pennywort genotype with high fresh shoot production through leafpetiole length and diameter; leaf length, width, and area were moreeffective compared to through leaf thickness, because the five variableshave high heritability values. Correlations between leaf petiole length, leafarea and thickness, and number of stolon with asiaticoside production werepositive and significant. The leaf area and number of stolon indirectlyaffected asiaticoside production through other variables. The length andthe thickness of leaf directly influenced the asiaticoside production. Leafpetiole length, which has high heritability value, can be used as variable toselect high asiaticoside production of asiatic pennywort.Key words : Centella asiatica (L.) Urban, shoot production, asiaticoside,path analysis, heritability
Respons Varietas Kedelai Unggul terhadap Cucumber mosaic virus Strain Soybean (CMV-S) Yunita Fauziah Rahim; Tri Asmira Damayanti; Munif Ghulamahdi
Buletin Palawija Vol 18, No 2 (2020): Buletin Palawija Vol 18 No 2, 2020
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v18n2.2020.p105-112

Abstract

ABSTRAK Cucumber mosaic virus strain Soybean (CMV-S) merupakan salah satu jenis virus terbawa benih yang menyebabkan penurunan produksi kedelai dan dominan menginfeksi kedelai di Jawa. Penggunaan varietas kedelai unggul tahan merupakan cara terbaik mengendalikan infeksi virus. Namun, varietas kedelai unggul hasil pemuliaan yang ada saat ini umumnya untuk peningkatan produksi dan belum memprioritaskan  ketahanan terhadap penyakit virus, sehingga diperlukan pengujian respons ketahanan varietas terhadap CMV-S. Varietas unggul yang diuji ketahanannya dalam percobaan di rumah kaca yaitu Argomulyo, Anjasmoro, Burangrang, Cikuray, Detam 1, Detam 2, Grobogan, Sinabung, dan Wilis. Respons ketahanan terhadap CMV-S diukur berdasarkan parameter penyakit (periode inkubasi, tipe gejala, indeks keparahan penyakit, titer virus) dan parameter pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah bunga, indeks sensitivitas cekaman). Data percobaan dianalisis secara deskriptif untuk parameter penyakit dan pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode inkubasi, ekspresi gejala, keparahan dan titer virus CMV-S bervariasi antarvarietas. Infeksi CMV-S dapat menghambat pertumbuhan tanaman pada semua varietas dan jumlah bunga yang lebih sedikit pada varietas Argomulyo, Anjasmoro, Grobogan, Sinabung, dan Wilis. Varietas Grobogan dikategorikan rentan, varietas Argomulyo, Anjasmoro, Cikuray, Sinabung, dan Wilis termasuk toleran, dan varietas Burangrang, Detam 1, dan Detam 2 termasuk tahan terhadap infeksi CMV-S. Indeks sensitivitas cekaman dari varietas kedelai yang diuji beragam, yang menunjukkan perbedaan genetik antarvarietas dalam merespons infeksi CMV-S. Tiga varietas unggul tahan (Burangrang, Detam 1, dan Detam 2) dapat digunakan sebagai tetua pada perakitan varietas tahan terhadap CMV-S.
TANGGAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) PADA APLIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PEMUPUKAN DI TANAH ANDOSOL Budi Hartoyo; Octivia Trisilawati; Munif Ghulamahdi
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v26n2.2015.87-98

Abstract

Penggunaan fungi mikoriza arbuskula (FMA) sebagai agensia hayati pada beberapa jenis tanaman saat ini mulai banyak mendapat perhatian. FMA diyakini berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan, perkembangan, produksi, dan mutu tanaman serta menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap cekaman biotik dan abiotik.  Pupuk anorganik N, P, K digunakan sebagai sumber hara esensial pada budidaya pegagan (Centella asiatica). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran dan efektivitas FMA dan pemupukan terhadap pertumbuhan dan produksi biomasa tanaman pegagan pada tanah Andosol. Percobaan dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor, diulang tiga kali. Faktor pertama ialah perlakuan FMA (inokulasi FMA dan tanpa FMA). Faktor kedua ialah dosis pupuk (5 taraf: tanpa pupuk sebagai kontrol, 25% dosis pupuk optimal, 50% dosis pupuk optimal, 75% dosis pupuk optimal, dan dosis optimal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan FMA nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi pegagan yaitu jumlah stolon primer 26,46%, jumlah buku 12,20% dan jumlah daun pada stolon primer terpanjang 17,94%, serta bobot kering akar 25,76%, terna 17,53% dan total 18,85%. Selain itu, pegagan yang bersimbiosis dengan FMA pada perlakuan tanpa pupuk menunjukkan serapan hara N, P, K lebih tinggi (N 24,4%; P 20,3% dan K 4,2%) dibandingkan tanpa FMA.
PENETAPAN BAHAN DIAGNOSIS STATUS HARA NPK PADA JARINGAN TANAMAN PEGAGAN Hermanto Hermanto; Munif Ghulamahdi; Latifah K. Darusman; Nurliani Bermawie; Atang Sutandi
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n2.2011.%p

Abstract

Studi fisiologi dan agronomi seperti aplikasi teknik pemupukan yang efisien dan rasio-nal diperlukan guna menghasilkan produk-si simplisia dengan kandungan bahan aktif tinggi. Penentuan jaringan daun yang te-pat sebagai bahan diagnostik status hara N, P, dan K guna menetapkan kebutuhan pupuk yang efisien bagi tanaman sangat diperlukan. Untuk itu telah dilakukan pene-litian yang menggunakan model korelasi li-nier sederhana yang dilanjutkan dengan uji korelasi. Penelitian ini dilakukan pada tanaman pegagan (Centella asiatica) akse-si Boyolali di KP. Gunung Putri, Cipanas, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aroma-tik (Balittro) sejak Mei sampai Nopember 2008 dengan jenis tanah Andosol yang berada pada ketinggian tempat 1.500 m dpl. Hasil uji korelasi jaringan daun yang paling tepat sebagai bahan diagnosis sta-tus hara bagi produk simplisia dan asiati-kosida pada tanaman pegagan umur 5 bulan setelah tanam (BST) adalah posisi daun ke-3 untuk analisis hara N, P, dan K. Kandungan asiatikosida pada daun tua (1,92% pada umur 6 BST) lebih tinggi dari pada daun muda (1,05% pada umur 3 BST).
PEMUPUKAN NITROGEN DAN FOSFOR UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN, PRODUKSI BIJI DAN KANDUNGAN THYMOQUINONE JINTAN HITAM Rudi Suryadi; Munif Ghulamahdi; Ani Kurniawati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 1 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v28n1.2017.15-28

Abstract

Nigella sativa L. yang dikenal dengan jintan hitam merupakan tanaman asli daerah Asia Barat dan kawasan Mediterania yang beriklim sub tropis. Bijinya yang berkhasiat sebagai obat dan rempah sudah dimanfaatkan sejak ribuan tahun lalu terutama oleh umat Muslim di Timur Tengah dan Asia Selatan. Penelitian tanaman jintan hitam di daerah tropis sampai saat ini masih terbatas. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi biji dan kandungan bioaktif thymoquinone tanaman jintan hitam. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Manoko, Lembang menggunakan benih berasal dari Arab Saudi. Rancangan yang digunakan adalah petak terbagi, dengan petak utama dua taraf dosis pupuk N (0 dan 120 kg N ha-1) dan anak petak empat taraf dosis pupuk P (0, 60, 120, dan 180 kg P2O5 ha-1) diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, produksi biji dan kandungan thymoquinone. Hasil penelitian menunjukkan pemupukan N dan P masing-masing nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi biji jintan hitam. Pemupukan dengan dosis 120 kg N ha-1 dan 180 kg P2O5 ha-1 mampu meningkatkan produksi biji sebesar 477,48 kg ha-1 dengan kadar thymoquinone 0,0625% dan produksi thymoquinone 29,84 kg ha-1.
Pertumbuhan dan Produksi Galur-Galur Padi Toleran Fe Generasi F8 Hasil Persilangan IR64 x Hawara Bunar di Lahan Pasang Surut, Banyuasin, Sumatera Selatan LA KOLAKA; MUNIF GHULAMAHDI; . MIFTAHUDIN
Jurnal Sumberdaya Hayati Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsdh.1.2.47-53

Abstract

Utilization of marginal lands such as tidal land should be done to increase rice production as a solution of the decreasing productive land. However, rice cultivation in such land will be affected by low soil fertility, soil acidity and Fe toxicity. Fe-tolerant varieties are needed to overcome those problems. The objective of the research was to analyze the growth and production of Fe tolerant rice lines in tidal soil type C, Banyuasin, South Sumatera. Screening for Fe-tolerant character of 54 rice lines from the F8 RIL population derived from a cross between rice var. IR64 and var. Hawara Bunar using hydroponic technique under 1000 ppm Fe resulted 25 Fe-tolerant lines. The field test of 25 putative tolerant rice lines, at the tidal land in Banyuurip, Banyuasin, showed that the most lines grew better than that of var. Hawara Bunar parent. Several lines produced yield higher than that of var. Hawara Bunar parent. The field experiment resulted two rice lines, which were IRH108 and IRH195 that potential for further studies. 
PENGARUH GENOTIP DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI PANEN MUDA DI LAHAN KERING Munif Ghulamahdi; - Nuraeni
Agrovigor Vol 2, No 2 (2009): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v2i2.243

Abstract

The objective of this experiment was to determine of dung fertilizer dosage on two soybean genotypes on dry land. The experiment was conducted in IPB Experimental Station Cikarawang, Bogor, from April to June 2001. This experiment used split plot design with three replication. The mainplot was genotypes consisted of : NS (Nakorn Sawan), and G (Genotype)  10428; and the subplot was dung fertilizer dosage consisted of : 0, 1, 2, 4 ton/ha.   The genotype effected to the stalk dry weight at 4 WAP (Week After Planting), and fresh pod weight per plot The dung fertilizer dosage only effected to the number of fill pod per plant,  and the interaction did not effect to the all variables.
PENGARUH PEMUPUKAN DAN WAKTU PEMANENAN TERHADAP PRODUKSI ANTOSIANIN DAUN DAN KUISERTIN UMBI TANAMAN DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC)1 Mustika Tripatmasari Tripatmasari; Sandra Arifin Aziz; Munif Ghulamahdi
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.67 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1428

Abstract

Daun dewa (Gynura pseudochina (L.) DC) merupakan tanaman obat yang mempunyai beberapa khasiat penting yaitu sebagai penurun panas, anti tumor atau kanker, dan obat kulit. Kandungan kimia daun dewa yaitu antosianin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan: (1) menemukan kombinasi pemupukan dan waktu panen daun dewa yang tepat di lapang untuk menghasilkan senyawa antosianin daun dan kuersetin umbi tinggi; (2) menentukan produksi total senyawa antosianin daun dan kuersetin umbi daun dewa. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah (split plot design), Petak utama adalah Pupuk (P) ditempatkan sebagai (tanpa pemupukan; pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) + NPK (Urea=300kg/ha, SP36=100 kg/ha, KCl=50 kg/ha), pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) + NPK (Urea=300kg/ha, SP36=100 kg/ha, KCl=50 kg/ha) + MgSO4 (50 kg/ha) dan anak petak adalah waktu panen (W) (4, 5.5, 7 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, lebar daun dan luas daun hingga 8 (MST). Perlakuan pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) dan waktu panen 4 bulan nyata meningkatkan bobot basah daun tertinggi (38,83 g) dan meningkatkan produksi total antosianin dauntertinggi (13,41 mg/ tanaman). Perlakuan pupuk kotoran sapi (20 ton /ha) + NPK (300kg/ha urea, 100 kg /ha SP36, 50 kg/ha KCl) nyata meningkatkan rata-rata produksi total quercetin umbi (59.74 mg/tanaman). Semua peubah menunjukkan pola linier negatif setelah umur 16 MSTKata kunci: Gynura pseudochina (L.) DC), pemupukan, waktu panen, antosianin daun, kuersetin umbi
PENGARUH PENGELOLAAN AIR DAN GENOTIPE PADI TERHADAP KERACUNAN BESI DAN PRODUKTIVITAS PADI DI LAHAN PASANG SURUT TIPE LUAPAN B DI SUMATERA SELATAN Siti Maryam Harahap; Munif Ghulamahdi; Sandra Arifin Aziz; Atang Sutandi; , Miftahudin
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n2.2014.p%p

Abstract

The Effect of Water Management and Rice Genotypes to Against Toxicity of Iron and Productivity of Rice in Tidal Land Type B in South Sumatera. Tidal land is one of the alternative land to support increased productivity of rice, but rice productivity in this area is still low, and the land utilization is not optimal yet. One factor is high iron content in the soil that can be toxic to plants. The purposes of this study were (1) to determine the effect of water management and rice genotype, as well as their interaction on the percentage of leaf bronzing, growth and yield of rice in tidal lands, (2) to select an alternative combination of water management and rice genotypes that may increase rice yields in tidal land. This study was conducted from February until June 2013 in the tidal area with type B overflow, Mulia Sari village, Banyu Asin regency, South Sumatera. The experimental design used was a split plot design with three replications. The main plot was water management with four levels, while the subplot was rice genotypes consisted of three genotypes. The results showed that water management and its interactions with plant genotypes had significant effect only on the percentage of bronzing, Fe content in shoot, and Fe content in root crops, while the plant genotype significantly affected all observed variables. The use of genotypes tolerant to iron toxicity (Indragiri) combined with (form stagnant and saturated water management) drainage with intervals of two weeks could give yield 6.8 and 6.2 t/ha respectively.Keywords : Water management, genotype paddy, tidal landABSTRAKLahan pasang surut merupakan salah satu lahan alternatif untuk mendukung peningkatan produksi padi, tetapi produksi padi di lahan ini masih rendah, dan pemanfaatan lahannya belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya senyawa besi dalam tanah yang dapat meracuni tanaman. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh pengelolaan air dan genotipe tanaman padi serta interaksinya terhadap hasil padi di lahan pasang surut, (2) memilih alternatif kombinasi pengelolaan air dan genotipe tanaman padi yang sesuai dan dapat meningkatkan hasil padi di lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari – Juni 2013 di lahan pasang surut tipe luapan B, Desa Mulia Sari, Kabupaten Banyu Asin Sumatera Selatan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah dengan tiga ulangan. Sebagai petak utama adalah pengelolaan air, yang terdiri dari empat taraf, sedangkan sebagai anak petak adalah genotipe padi, yang terdiri dari tiga genotipe (IRH108, IR64 dan Indragiri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan air dan interaksinya dengan genotipe tanaman berpengaruh nyata terhadap persentase bronzing, kandungan Fe di tajuk, kandungan Fe di akar dan hasil tanaman sedangkan genotipe tanaman berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati. Penanaman genotipe tanaman toleran terhadap keracunan besi (genotipe Indragiri) yang dikombinasikan dengan drainase berinterval dua minggu dapat memberikan hasil masing-masing 6,8 dan 6,2 t/ha.
POTENSI KADAR BIOAKTIF YANG TERDAPAT PADA DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol) Bayuanggara Cahya Ramadhan; Sandra Arifin Aziz; Munif Ghulamahdi
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v26n2.2015.99-108

Abstract

Kepel (Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman yang mempunyai khasiat obat dan hingga saat ini belum banyak informasi mengenai kadar bioaktifnya. Bioaktif yang terdapat pada daun kepel salah satunya flavonoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bioaktif daun kepel pada umur daun yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan sejak Juni sampai November 2013 di Arboretum Lanskap IPB (Bogor, Indonesia). Bagian tanaman yang digunakan sebagai sampel yaitu daun muda, sedang dan dewasa. Rata-rata kadar bioaktif daun tanaman kepel pada masing-masing umur daun dibandingkan menggunakan uji t-student’s. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas enzim phenylalanine ammonia lyase (PAL) dan kadar antosianin pada daun muda relatif lebih tinggi dari daun tua dan daun sedang. Daun kepel dewasa memiliki kadar flavonoid dan total klorofil yang paling tinggi dari pada daun sedang dan daun muda. Kadar flavonoid daun kepel menurun, sedangkan kadar antosianin, aktivitas PAL dan total klorofil meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan. Daun kepel yang sudah dewasa dapat digunakan sebagai bahan baku obat.
Co-Authors , Hariyadi , Khaerana , Nirwan - Nuraeni -, Bachtiar . Hamim . Miftahudin A. HAITAMI Achmad Yozar Perkasa, Achmad Yozar AHMAD JUNAEDI Ahmad Rifqi Fauzi Aidi Noor Alce Ilona Noyaa Anas Dinurrohman Susila Andria Afrida Ani Kurniawati Ani Kurniawati Arraudah, Rahayu Atang Sutandi Atmaja, ian Surya Fitra Aziz, Sandra Bachtiar Bachtiar Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bayu Krisnamurthi Bayuanggara Cahya Ramadhan Budi Hartoyo BUDI HARTOYO, BUDI BUDI MARTONO Cahyo, Septian Dwi Danner Sagala Desta Wirnas Didy Sopandie Dwi Guntoro Edi Djauhari Purwakusumah Edi Santosa Eko Sulistyono Endriani , Etty Pratiwi, Etty Faadhilah, Fajar Faqih Udin Farizi, Ahmad Rifqi Firdaus Puja Santana Fred Rumawas HAJRIAL ASWIDINNOOR Hamim Hamim Hamim Hamim Hanessa Putry, Regata Ringga Hardjosoewignyo, Soedarmadi Haridjaja, dan Oteng Haridjaja, Oteng Herawati, Nani Hermanasari, Rini Hermanto Hermanto HESTI PUJIwATI Hesti Pujiwati Hesti Pujiwati Hidayah , Riska Firotul Hizbi, Muhammad Syamil Homma, and Koki Ilona Noyaa, Alce Impron Impron Ince Raden Irdika Mansur Irdika Mansur Iskandar Lubis JAJAH KOSWARA Joedojono Wiroatmodjo Khairil Anwar Koki Homma LA KOLAKA LA KOLAKA, LA LATIFAH K. DARUSMAN Latifah K. Darusman M A Chozin Manullang, Frisca Anggriani Manullang, Nadya Inri MARIA BINTANG Marlin Sefrila Maulana, Arlingga Ichwan Maya Melati Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Miftahudin . MIFTAHUDIN ., MIFTAHUDIN Muhammad Syamil Hizbi Muis, Ridwan Mustika Tripatmasari Tripatmasari Nasution, Siti Nurminah Nurliani Bermawie NURLIANI BERMAWIE Nurul Khumaida Nurwita Dewi Octivia Trisilawati Oteng Haridjaja Pienyani Rosawanti Purwono Purwono Purwono Purwono Purwono, Purwono Purwono, Purwono Ramadhan, Bayuanggara Cahya Rudi Suryadi Rudi Suryadi Sahuri Sahuri, Sahuri Salsabila Sandra A. Aziz Sandra Arifin Aziz Sandra Aziz Sari, Siti Hapita Sefrila, Marlin Selvie Diana Anis Sherly Rahayu Shiraiwa, Tatsuhiko Sintho Wahyuning Ardie Siti Maryam Harahap Siti Maryam Harahap Siti Ria Chaerunisa Sri Astuti Rais Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudradjat , Sugiyanta Sulistyono, dan Eko Suntari Suwarno Suwarno Suwarno, Suwarno Suwarto Suwarto Syarifuddin, Aip Taopik Ridwan Tatsuhiko Shiraiwa Taufan Hidayat Toyip Toyip TRI ASMIRA DAMAYANTI TRI HASTINI TRI KOESOEMANINGTYAS Trikoesoemaningtyas Turhadi Turhadi Ubad Badrudin Untung Susanto Wage Ratna Rohaeni Wahju Qamara Mugnisyah Wahyuni Lestari Willy Bayuardi Suwarno Yartiwi, Yartiwi Yonny Koesmaryono Yudhistira Nugraha Yudi Sastro YULIN LESTARI Yunita Fauziah Rahim Yunita Fauziah Rahim