Claim Missing Document
Check
Articles

Found 44 Documents
Search
Journal : CJPP

HUBUNGAN ANTARA KEJENUHAN DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA ATLET SEPAK BOLA Karisma Ambar Wati; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41205

Abstract

Abstrak Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga prestasi, motivasi pada atlet dibutuhkan sebagai landasan bagi atlet yang ingin berprestasi. Latihan yang repetitif diperlukan agar atlet dapat bertanding secara maksimal, tanpa disadari hal itu justru berdampak pada kejenuhan pada atlet. Kejenuhan pada atlet berpotensi memberi dampak pada motivasi atlet. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejenuhan dengan motivasi berprestasi pada atlet sepak bola. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sehingga dihasilkan sampel sejumlah 35 orang atlet Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) sepak bola dengan rentang usia 19-24 tahun yang berjenis kelamin laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi skala kejenuhan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,847 dan adaptasi skala motivasi berprestasi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,921. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,440 dengan taraf signifikan sebesar 0,008 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara kejenuhan dengan motivasi berprestasi pada atlet sepak bola. Semakin tinggi kejenuhan maka semakin rendah motivasi berprestasi pada atlet sepak bola, begitupun sebaliknya. Atlet yang memiliki kejenuhan menyebabkan ia menjadi malas berlatih dan kehilangan tujuannya untuk berprestasi. Akibatnya, motivasi atlet untuk berprestasipun berpotensi rendah. Kata kunci: Kejenuhan, Motivasi Berprestasi, Sepak Bola. Abstract Football is a sport of achievement, motivation for athletes is needed as a foundation for athletes who want to excel. Repetitive exercise is needed so that athletes can compete optimally, without realizing it, it actually has an impact on saturation of athletes. Saturation in athletes has the potential to have an impact on athlete motivation. Therefore, this study aims to determine the relationship between boredom and achievement motivation in soccer athletes. This research was conducted with quantitative methods. The sampling technique used was accidental sampling, resulting in a sample of 35 athletes from the Football Student Activity Unit (UKM) with an age range of 19-24 years who were male. The instrument used in this study is the adaptation of the saturation scale with a reliability coefficient of 0.847 and the adaptation of the achievement motivation scale with a reliability coefficient of 0.921. The data analysis technique used the product moment correlation test. The results of data analysis showed the correlation coefficient value of -0.440 with a significant level of 0.008 <0.05. Based on these results, it can be concluded that there is a negative relationship between saturation and achievement motivation in soccer athletes. The higher the saturation, the lower the achievement motivation in soccer athletes, and vice versa. Athletes who have saturation cause them to be lazy to train and lose their goal to excel. As a result, the athlete's motivation for achievement has the potential to be low. Keywords: Boredom, Achievement Motivation, Football.
HUBUNGAN ANTARA ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN STUDENT ENGAGEMENT PADA ATLET PELAJAR DI SMA OLAHRAGA JAWA TIMUR Aulia Shafira Hi Hukum; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41252

Abstract

Abstrak Peran ganda atlet pelajar dalam ranah akademik dan olahraga perlu dijalankan dengan seimbang. Penyeimbangan peran tersebut seringkali membuat atlet pelajar menemui dilema. Guna mewujudkan penyeimbangan peran tersebut, atlet pelajar perlu mengembangkan student engagement dalam kegiatannya di sekolah. Salah satu faktor yang memengaruhi student engagement adalah academic self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara academic self-efficacy dan student engagement pada atlet pelajar di Sekolah Menengah Atas Olahraga Jawa Timur. Metode kuantitatif dengan studi korelasional digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Instrumen pada penelitian ini adalah skala student engagement yang disusun berdasarkan Dogan, dan skala academic self-efficacy yang disusun berdasarkan Rowbotham dan Schmitz. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara academic self-efficacy dan student engagement. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,459. Bagi atlet pelajar yang dituntut untuk dapat memenuhi kedua bidang, academic self-efficacy berperan sebagai sumber penggerak atlet pelajar untuk memiliki engagement dalam ranah akademik dan olahraga. Sehingga, atlet pelajar memiliki keterlibatan yang tinggi dalam proses belajar mengajar ranah akademik dan latihan dalam olahraga. Kata Kunci: Academic self-efficacy, student engagement, atlet pelajar Abstract The double identity that student-athlete have in academic and sport must be balance. To balancing that role, student-athlete often have a dilemma. Student-athlete who has a low student engagement would tend to avoiding the tasks in classroom, and that make this role not balance. One of factor that influencing student engagement is academic self-efficacy. The purpose of this study is to determine the relationship between academic self-efficacy and student engagement that owned by students-athletes in Sekolah Menengah Atas Olahraga Jawa Timur. Correlation quantitative method are used in this study. This study is a population research. Instrument in this study are using student engagement scale based on Dogan, and academic self-efficacy scale based on Rowbotham and Schmitz. The data analysis technique using product moment correlation test. The results of this study showed the correlation coefficient value of 0,459. Based on this results, this study indicates that there is a positive correlation between academic self-efficacy and student engagement. For an athletes who have to fulfill their role in sport and academic, academic self-efficacy has the role to increase their motivation in academic and sport. Thus, that make student athletes have engagement in academic and sport. Keywords: Academic self-efficacy, student engagement, student-athletes
HUBUNGAN ANTARA PARENTING STRESS DENGAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL Intan Putri Asiyadi; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41311

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parenting stress dengan parenting self- efficacy pada ibu yang memiliki anak Disabilitas Intelektual (DI). Parenting stress merupakan keadaan tegang dan cemas yang berlebihan terkait dengan peran sebagai orang tua. Kunci utama untuk dapat bertahan dari tantangan dan tuntutan yang dapat memicu parenting stress adalah komitmen orang tua dalam menjalankan praktik parenting, dengan kata lain parenting self- efficacy. Parenting self-efficacy merupakan persepsi orang tua terhadap kemampuan mereka terkait tugas dalam pelaksanaan praktik parenting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan teknik korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak DI usia 6 sampai dengan 12 tahun yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 74 subjek. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi pearson product moment dengan bantuan perangkat lunak komputer. Nilai koefisien korelasi antara variabel parenting stress dengan variabel parenting self-efficacy adalah sebesar -0,494. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang bernilai negatif antara parenting stress dengan parenting self-efficacy pada ibu yang memiliki anak DI. Kata Kunci: parenting stress, parenting self-efficacy, disabilitas intelektual Abstract This research aimed to analyse the relationship between parenting stress and parenting self- efficacy among mothers who have children with intellectual disabilities. Parenting stress is a condition of excessive tension and anxiety associated with parenting. The main key to survive the challenges and demands that can trigger parenting stress is the commitment of parents in carrying out the parenting practices, in other words parenting self-efficacy. Parenting self-efficacy is the perception of parents on their abilities related to tasks in implementing parenting practices. The method used in this research is a quantitative research method, with correlation techniques. The subjects in this research were mothers who had children aged 6 to 12 years who attended Special School (SLB) as many as 74 subjects. The data analysis techniques used is the pearson product moment correlation test with the help of computer software. The value of the correlation coefficient between parenting stress and parenting self-efficacy is -0.494. The results indicate that there is a significant negative relationship between parenting stress and parenting self-efficacy in mothers who have intellectual disabilities. Keywords: parenting stress, parenting self-efficacy, intellectual disability
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Fazaiz Khoirotun Chisan; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41321

Abstract

PERBEDAAN REGULASI EMOSI DI TINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS BOARDING SCHOOL Vika Maurissa Husnianita; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41335

Abstract

PENGARUH INTERVENSI MUSIK TERHADAP KECEMASAN IBU DARI ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19 Hadiatus Sholiha; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41353

Abstract

PERBEDAAN STRATEGI REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA ATLET DAN NON ATLET UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41679

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan strategi regulasi emosi mahasiswa atlet dan non atlet di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa atlet dan non atlet Universitas Negeri Surabaya yang berjumlah 1544 yang terdiri dari 772 mahasiswa atlet dan 772ahasiswa non atlet, rentang usianya antara 18- 25 tahun dengan rata-rata usia 20 tahun. Komposisi subjek sebanyak 604 (9,11%) laki-laki dan 940 (60,88%) perempuan. Dasar pengelompokan pada penelitian ini adalah data dokumentasintuk mengetahui subjek masih mahasiswa aktif dan mahasiswa anggota UKM olahraga Unesa. Alat ukur penelitian yang digunakan ialah skala strategi regulasi emosi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji mann-whitney test . Berdasarkan hasil uji mann-whitney test diketahui bahwa nilai signifikannya sebesar 0,692. Karena nilai signifikan yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 (p>0,05) maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil strategi regulasi emosi yang signifikan antara mahasiswa atlet dengan mahasiswa non atlet. Tidak adanya perbedaan setrategi regulasi emosi yang antara mahasiswa atlet dengan mahasiswa non atlet bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Peneliti menemukan adanya kesamaan karakteristik subjek penelitian karena berada dalam satu instansi pendidikan yang sama sehingga terdapat kemungkinan adanya persamaan cara pandang dan perilaku. Faktor lain penyebab hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya perbedaan strategiegulasi emosi adalah rentan usia yang tidak jauh berbeda, sehingga ada potensi subjek penelitian memiliki kesamaan dalam hal pemahaman dan pengalaman sehingga perbedaan strategi regulasi emosi tidak muncul dalam penelitian ini. Kata kunci: Strategi regulasi emosi, mahasiswa atlet, mahasiswa non atlet. Abstract The current study aimed to compare the differences in emotion regulation strategies used by athlete and non-athlete students at Unesa (State University of Surabaya). This study applied the quantitative method. In total, there were 1544student-athletes and non-athletes of Unesa who participated as the subjects. They consisted of 772 student-athletes and 772 non-athlete students with the age range 18-25. Based on their genders, the composition of subjects was 604 (9.11%) males and 940 (60.88%) females. These subjects were recruited based on two qualifications; they are active students and members of UKM Olahraga (Student Activity Unit-sports division). The data were gained by administering the Emotional Regulation Strategy Scale. Then, all data were analyzed by examining the Mann-Whitney test. The results revealed that there is no significant difference in the results of emotional regulation strategies between student-athletes and non-athlete students. This absence of differences in the strategy of emotional regulation between student-athletes and non-athlete students can be influenced by some factors. The first factor is the educational institution. All subjects were officially registered in the same educational institution i.e. Unesa, therefore, there was the possibility that they also shared similarities in perspective and behavior. The second factor is the age range. The farthest age range was only 7 years, consequently, the subjects tended to have similarities in terms of understanding and experience. As the result, the differences in emotion regulation strategies do not appear in this study. Keywords: Emotion regulation strategies, athlete and non-athlete students
PERBEDAAN KETANGGUHAN MENTAL DITINJAU DARI STATUS ATLET INDIVIDU DAN BEREGU PADA SISWA SMA X Muhammad Vandif Abdurrahman Syah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41691

Abstract

Abstrak Ketangguhan mental adalah suatu hal yang diperlukan oleh atlet pelajar bukan sekedar untuk pertandingan tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan atlet pelajar memiliki tanggung jawab untuk latihan dan bertanding sekaligus bertanggung jawab dalam tugas akademiknya di sekolah. Status atlet disini adalah atlet individu dan beregu yang pada dasarnya diguga memiliki tugas gerak berbeda sehingga perbedaan ini akan mempengaruhi ketangguhan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketangguhan mental pada atlet pelajar ditinjau dari atlet individu dan beregu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimen. Total subjek sebanyak 80 atlet pelajar yang didapatkan menggunakan teknik non-probability purposive sampling dengan memberikan batasan pada populasi berupa siswa aktif SMA X dan tergabung dalam ekstrakurikuler di SMA X sehingga memberikan 30 atlet individu dan 50 atlet beregu. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala ketangguhan mental yang disusun berdasarkan Gucciardi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai sebesar 0.537 dengan rata-rata sebesar 96.27 untuk atlet individu dan 94.12 untuk atlet beregu. Makna dari hasil tersebut yaitu adanya perbedaan pada ketangguhan mental antara atlet indvidu dan beregu pada siswa SMA X tetapi tidak secara signifikan. Hasil ini dapat muncul karena adanya kesamaan pada usia perkembangan dengan rentan usia 16 hingga 20 tahun. Selain itu mereka juga memiliki tugas akademik yang sama sehingga mereka masih berbaur satu sama lain. Kata kunci: ketangguhan mental, atlet pelajar, individu, beregu Abstract Mental toughness is something that student athletes need not only for competitions but also for everyday life. This is because student athletes have the responsibility to practice and compete as well as to be responsible for their academic duties at school. The status of athletes here are individual and team athletes who are basically assumed to have different motion tasks so that this difference will affect their mental toughness. This study aims to determine differences in mental toughness in student athletes in terms of individual and team athletes. The method used in this research is non-experimental quantitative. The total subjects obtained were 80 subjects using non-probability purposive sampling technique by limiting the population in the form of active students of SMA X and joining extracurricular activities at SMA X so as to provide 30 individual athletes and 50 team athletes. The instrument in this study used a mental toughness scale based on Gucciardi. The data analysis technique used in this study was the independent sample t-test. The results showed a value of 0.537 with an average of 96.27 for individual athletes and 94.12 for team athletes. The meaning of these results is that there is a difference in mental toughness between individual and team athletes in SMA X students but not significantly. This result may arise because of the similarity in the developmental age with the age range of 16 to 20 years. In addition, they also have the same academic duties so they still mingle with each other. Keywords: mental toughness, student athlete, individual, team
PERBEDAAN KEPERCAYAAN DIRI ATLET LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UKM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Andre Silatia Deta Pradigdo; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41911

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri mahasiswa atlet perempuan danaki-laki di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 80 yang terdiri dari 40 mahasiswa atlet perempuan dan 40 mahasiswa atlet laki-laki, rentang usianya antara 18- 24 tahun dengan rata-rata usia 20 tahun. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data dokumentasi untuk mengetahui subjek masih mahasiswa aktif dan mahasiswa anggota UKM olahraga Unesa dan data primer berupa instrumen skala kepercayaan diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diketahui bahwa nilai T hitung pada hasil kepercayaan diri sebesar 0,447 dengan nilai signifikansi sebesar 0,657. Nilai T table dengan taraf signifikansi 5% dan df= 48 adalah 0,679. Karena nilai T hitung < T table (0,447<0,679) dan nilai signifikansi 0,657 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat berbedaan hasil kepercayaan diri antara atlet perempuan dan atlet laki-laki. Nilai rata-rata hasil kepercayaan diri pada atlet perempuan sebesar 110,32 dan atlet laki-laki sebesar 111,32. maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil kepercayaan diri antara mahasiswa atlet perempuan dan atlet laki-laki. Faktor lain penyebab hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya perbedaan kepercayaan diri adalah rentang usia yang tidak jauh berbeda, sehingga ada potensi subjek penelitian memiliki kesamaan dalam hal pemahaman dan pengalaman sehingga perbedaan kepercayaan diri tidak muncul dalam penelitian ini. Kata Kunci: Kepercayaan diri, atlet perempuan dan atlet laki-laki Abstrack This study aimed to know the difference of self-confidence between female and male athlete students at State University of Surabaya. This study used quantitative study methods. The subjects in this study were 80 consisting of 40 female athlete students and 40 male athlete students. The range of age was between 18-24 years with average was 20 years old. Data collection techniques in this study used secondary data, namely documentation data to find out the subject was still an active student and student member of the Unesa sports UKM and primary data was the form of a confidence scale instrument. The data analysis technique was the independent sample t-test. Based on the results of the independent sample t-test, it is known that the calculated T value on the results of self-confidence is 0.447 with a significance value of 0.657. The value of T table with a significance level of 5% and df = 48 is 0.679. Because the calculated T value < T table (0.447 <0.679) and the significance value is 0.657 > 0.05, it can be concluded that there is no difference in self-confidence results between female athletes and male athletes. The average value of self-confidence results in female athletes is 110.32 and male athletes is 111.32. it can be said that there is no difference in self-confidence results between female athletes and male athletes. Another factor causing the results of the study that showed no difference in self-confidence was the age range which was not much different, so there was potential for research subjects to have similarities in understanding and experience so that differences in confidence did not appear in this study. Keyword: self-confidence, female athletes and male athletes
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Martha Paula Veronika Kogoya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41917

Abstract

Abstrak Masa pandemi covid-19 membuat mahasiswa harus melakukan pembelajaran online sehingga muncul beberapa kendala yang memungkinkan munculnya perilaku prokrastinasi akademik. Mahasiswa terganggu untuk memilih melakukan faktor lain daripada menghadapi tanggungjawab akademik. Perilaku prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa berusia 18-21 tahun, sedang melakukan pembelajaran online dan berada di Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Prosedur accidental sampling dilakukan dengan menyebarkan intrumen secara daring dalam waktu 14 hari sehingga didapatkan sampel penelitian. Penelitian ini memiliki sampel berjumlah 161 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Regulasi Emosi yang disusun berdasarkan teori dari Gross dan Jhon. Skala Prokrastinasi Akademik disusun berdasarkan teori dari Mccloskey dan Scielzo. Teknik analisis data menggunakan uji regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai F sebesar 6,289 dengan nilai korelasi (R) sebesar -0,195. Maknanya adalah ada pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik dimana semakin rendah regulasi emosi maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil analisis data lainnya didapatkan nilai uji R square sebesar 0,038. Maknanya adalah regulasi emosi memiliki pengaruh sebesar 3,8% terhadap prokrastinasi akademik. Melalui regulasi emosi, mahasiswa mampu mengendalikan emosi negatif yang muncul ketika menghadapi tugas akademik sehingga dapat menurunkan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiwa. Kata Kunci : Regulasi emosi, prokrastinasi akademik, mahasiswa, pandemi covid-19 Abstract The covid-19 pandemic period forced students to do online learning so that several obstacles emerged that allowed the emergence of academic procrastination behavior. Students are disturbed to choose to do other factors rather than face academic responsibilities. Academic procrastination behavior is influenced by several factors, one of which is emotion regulation. This study aims to determine the effect of emotional regulation on academic procrastination in students during the covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach method. The sample of this study is students aged 18-21 years, currently doing online learning and residing in Surabaya. The sampling technique used was the accidental sampling technique. The accidental sampling procedure was carried out by distributing the instrument online within 14 days so that the research sample was obtained. This study has a sample of 161 students. The measuring instrument used in this research is the Emotion Regulation Scale which is based on the theory of Gross and John. The Academic Procrastination Scale is based on the theory of McCloskey and Scielzo. The data analysis technique used a simple regression test. Based on the results of the analysis, the F value was 6.289 with a correlation value (R) of -0.195. The meaning is that there is an influence of emotional regulation on academic procrastination where the lower the emotional regulation, the higher the level of academic procrastination in students. The results of other data analysis obtained an R square test value of 0.038. The meaning is that emotion regulation has an influence of 3,8% on academic procrastination. Through emotion regulation, students can control negative emotions that arise when facing academic assignments so that they can reduce the level of academic procrastination in students. Keywords: Emotional regulation, Academic procrastination, Students, Covid-19 pandemic
Co-Authors Achmad Ma'mun Murod Agviananda Condroning Manah Ahmad Munir Ainul Fahmiya Aisy Annimar Ajeng Putri Pratiwi Andi Ledy Permata Putri Andre Silatia Deta Pradigdo Andryanna Carey Oktavia Andy Ledy Permata Putri Andy Ledy Permata Putri ANGELA PUTRI LARASWATI Anung Priambodo Arfin Nurma Halida Arifah Kaharina Aulia Shafira Hi Hukum Bachtiar Syaiful Bachri Bachtiar Syaiful Bachri Cici Fauziah Agustin Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damayanti, Elok Damian Mahesa Nurwandono Dandy Aulia Rachman Desi Nurwidawati Diana Rahmasari Diana Wahyu Kurnia Eka Putri Dwi Nona Kristanti Edy Mintarto Edy Mintarto Eko Wahyu Nurdiansyah Elok Faiqoh Maulidiyah Elza Pristikasari Eva Nur Rachmaningdiah Evi Septiani Lauw Faridha Nurhayati Fatkur Rohman Kafrawi Fazaiz Khoirotun Chisan FEBY FITRI WINDA K Fitria Ardini Frysta Dwi Permadani Galih Wahyu Pradana Gilang Aji Permana Gretty Wida Kinanthi Hadiatus Sholiha Hadiatus Sholiha HENDRATNO HIMAWAN WISMANADI I Ketut Budayasa Ilham Andrian Noviansyah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Imam Marsudi Inar Garmarini Intan Putri Asiyadi Ira Darmawanti Isnanda Nur Lailiyah Ivania Ardiningrum Ivania Ardiningrum Jefri Setyawan Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya Jenny Indra Sabilla Karisma Ambar Wati Khoirul Nisa KHOIRUNNISA Khusnul Khotimah KUSUMA DWI PUTRA Kususanto Ditto Prihadi Lestari Retnawati LIES AMIN LESTARI Lusia Estu Ariningtyas Mailinda Anis Zulaiha Martha Paula Veronika Kogoya Maya Nisaul Magfiroh Mila Ayu Octavianti Putri Mochammad Rafliliya Triananda Putra Muhamad Enrico Guteres Muhammad Aufa Al Farisi Ann Haba Sauda Muhammad Faz'ul Akbar Muhammad Jaka Permata Adji Muhammad Reza MUHAMMAD SYAFIQ Muhammad Vandif Abdurrahman Syah Mustaji Mustaji Mustaji Mustaji Nabila Rachman Nabila Rachman NADIA ADVENTIN SUSANTO Navda Sevi Liona Navylia Tirta Kencana Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi NICO ARI KRISTIANTO Nofy Ongko Novarida Maulidya Nur Ahmad Arief Nur Fadhilah Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurmala Deviyanti Nurul Iskandar nurul khotimah Oce Wiriawan Olievia Prabandini Mulyana Pratiwi Wahyunissa Pusparani Prisma Adi Satriya Qonita Dian Parahita Rachma Hasibuan Rachman Widohardhono Rachman Widohardhono RATIH LANGENATI Reza Asep Adi Purnomo Riza Noviana Khoirunnisa Rizky Putra Santosa Ruqoyyah Fitri Salmi Purnama Yanti Sapto Wibowo Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Siti Ina Savira Siti Jaro'ah Siti Jaro'ah Slamet Setyawan Soetam Rizky Wicaksono Stefanni Fanni Stefanni Okta Anggraeni Sugiman Sugiman Syarofina Izna Maulidah Syifaul Adhimah Tasya Aqilla Zahra Sitepu Thohir, Mohamad Tisa Alif Karina Umi Anugerah Izzati Vika Maurissa Husnianita Wafiq Alfina Oktafiani Yohana Wuri Satwika Yulia Trisdiana ‪Bachtiar Sjaiful Bachri