Potensi pengembangan budidaya ikan nila di Jawa Barat dilakukan dalam upaya pemenuhan permintaan pasar dengan harga yang bersaing sehingga memberikan manfaat bagi pembudidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen produktivitas ikan nila berdasarkan indikator sosial ekonomi (Studi Kasus di Provinsi Jawa Barat, Indonesia). Metode penelitian menggunakan survei dengan deskripsi kuantitatif. Lokasi penelitian di Jawa Barat, meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang merupakan daerah sentra produksi ikan nila. Waktu penelitian Agustus 2023 – Januari 2024. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Data primer menggunakan kuesioner kepada responden yaitu pembudidaya ikan nila sebanyak 40 responden dengan menggunakan purposive sampling berdasarkan pengalaman produksi budidaya ikan nila. Alat analisis yang digunakan regresi liner berganda dan matriks indikator sosial ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian faktor yang mempengaruhi manajemen produktivitas ikan nila (Y) berdasarkan uji F seluruh variabel berpengaruh secara simultan terhadap produktivitas budidaya ikan nila yaitu usia pembudidaya (X1) , luas lahan budidaya (X2) , harga jual per musim tebar (X3), jumlah produksi per musim tebar (X4), harga pakan (X5), jumlah pakan per musim tebar (X6), harga benih (X7), jumlah benih per musim tebar (X8), dan masa budidaya (X9). Berdasarkan uji T secara parsial variabel yang berpengaruh terhadap produktivitas budidaya ikan nila (Y) yaitu usia pembudidaya (X1), luas lahan(X2), Harga Pakan (X5) dan jumlah pakan (X6). Indikator sosial ekonomi pembudidaya ikan nila meliputi kemampuan beradaptasi terhadap fluktuasi harga pakan sedangkan faktor luas lahan menjadi tanggungan resiko tertinggi, sehingga diperlukan kebijakan pemerintah daerah untuk melakukan tata kelola lahan potensial yang berkelanjutan. The potential for developing tilapia cultivation in West Java is carried out to fulfill market demand at competitive prices to provide benefits to fish farmers. This research aims to analyze tilapia productivity management based on socio-economic indicators (Case Study in West Java Province, Indonesia). The research method uses surveys with quantitative descriptions. The research locations are in West Java, including Tasikmalaya City, Bandung Regency, and Subang Regency, a central area for tilapia fish production. The research period will be August 2023 – January 2024. Data sources use primary and secondary data. Primary data uses a questionnaire to respondents, namely 40 tilapia fish farmers using purposive sampling, based on tilapia fish farming production experience. Based on the results of the study, factors that influence tilapia productivity management (Y) based on the F test, all variables simultaneously influence tilapia cultivation productivity, namely the age of the farmer (X1), the area of cultivation land (X2), the selling price per stocking season (X3), the amount of production per stocking season (X4), the price of feed (X5), the amount of feed per stocking season (X6), the price of seeds (X7), the number of seeds per stocking season (X8), and the cultivation period (X9). Based on the partial T-test, the variables that influence tilapia cultivation productivity (Y) are the age of the farmer (X1), the area of land (X2), the price of feed (X5), and the amount of feed (X6). The socio-economic indicators of tilapia farmers include the ability to adapt to fluctuations in feed prices, while the land area factor is the highest risk bearer, so regional government policies are needed to implement potential sustainable land management.