Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

SIGNIFIKANSI MEDIA AUDIO VISUALTERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN FIQIH Mufida, Laily; Afandi; Hibrul Umam
GAHWA Vol. 1 No. 2 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v1i2.247

Abstract

Berdasarkan pengamatan, salah satu rendahnya kemampuan siswa disebabkan karena strategi pembelajaran yang digunakan kurang tepat. Selama ini hanya menggunakan metode mengajar konvensional. Salah satu media pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berfikir dan keterampilan serta belajar mandiri yang dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa adalah Audio Visual. Untuk itu, terdapat 2 rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana penggunaan media Audio Visual di Madrasah Diniyah Sabielul Faizin Blega Bangkalan? Bagaimana hasil belajar mata pelajaran Fiqih siswa kelas II Madrasah Diniyah Sabielul Faizin Blega Bangkalan? Adakah signifikansi media Audio Visual terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran Fiqih pada siswa kelas II Madrasah Diniyah Sabielul Faizin Blega Bangkalan? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi yaitu suatu penelitian yang tujuannya mencari hubungan antara dua hal, dua variabel atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penggunaan media Audio Visual dalam pembelajaran Fiqih terhadap hasil belajar siswa kelas II di Madrasah Diniyah Sabielul Faizin. Hal ini terbukti dengan hasil korelasi antara variabel X dan Y, dimana hasilnya rxy (0,652) lebih besar dari r tabel (rt) pada taraf signifikasi 5% (0,468) dan 10% (0,590). Sedangkan Ukuran pengaruh penggunaan media Audio Visual dalam pembelajaran Fiqih terhadap hasil belajar siswa kelas II di Madrasah Diniyah Sabielul Faizin, maka dengan memperhatikan besarnya rXY yaitu 0,630, yang besarnya berada pada rentangan antara 0,60-0,799, berarti korelasi antara variabel X dan variabel Y merupakan korelasi positif yang kuat
Child-Friendly Education Model for Violence Prevention in Islamic Boarding Schools Sayyi, Ach.; Muslimin, Abdul Azis; Afandi; Fithriyah, Imaniyatul; Al-Manduriy, Shahibul Muttaqien; Ghaleb Alanesi, Abdul Salam Hamood
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 4 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i4.187

Abstract

This study originates from the rise in violence within faith-based educational institutions, especially Islamic boarding schools (Pesantren). This highlights the urgent need to develop educational approaches that prioritize child protection. Islamic Boarding School have significant cultural and spiritual authority, giving them the potential to pioneer child-friendly education principles. This research aims to formulate and examine a child-friendly Islamic education model for violence prevention at Islamic Boarding School. A qualitative case study approach was used. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Analysis involved data description and categorization, thematic analysis and pattern recognition, theoretical interpretation, critical evaluation, model construction, validation, testing for credibility, and synthesis. Findings show the child-friendly Islamic Boarding School model is shaped by institutional policies like a “No Bullying” regulation. It also features ethical-spiritual values such as isthar (respect), tawadhu’ (humility), and pangabekti (devotion). Character habituation happens through riyadlah and mujahadah activities. Digital innovation, via the Ma’lūmat Santri application, strengthens participatory supervision that involves parents. This model reduces violence, reinforces character education, and enriches Islamic education theory based on humanistic values.
STRENGTHENING TOLERANCE BASED ON RELIGIOUS EDUCATION THROUGH MULTICULTURAL COMMUNICATION IN PRIMARY SCHOOLS Afandi; Siri, Abu; Bhattacharya, Shilpi
Al-Mudarris: Journal Of Education Vol. 8 No. 2 (2025): edisi OKTOBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/e5d8yq41

Abstract

This research aims to analyze and develop a strategy for strengthening tolerance based on religious education through a multicultural communication approach in  Primary Schools. In the context of Indonesia's diverse society, religious education plays a crucial role in fostering mutual respect and reinforcing the values of togetherness among students. This study employs a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative methods, to explore the relationship between religious instruction, tolerance, and intercultural communication in schools. Quantitative data were obtained through student surveys to measure their level of tolerance, while qualitative data were collected through in-depth interviews with teachers and students to understand the dynamics of multicultural communication in religious teaching. The research findings indicate that the integration of tolerance values into religious subject matter, supported by effective multicultural communication, can enhance students' understanding and acceptance of cultural diversity within the school environment. Furthermore, this study also reveals that inclusive communication strategies and multicultural-based teaching materials have a positive impact on students' attitudes towards differences. These findings are expected to serve as a reference for developing religious education programs that not only build students' spiritual depth but also strengthen harmony and social solidarity in a pluralistic society.
Love Curriculum in Islamic education: Fostering Tolerance and Religious Moderation Fahruddin, Ahmad Hanif; Afandi, Afandi; Rahman, Mufiqur; Masrufah, Masrufah; Mo’tasim, Mo’tasim; Musthofa, Indhra
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v7i2.2519

Abstract

This study explores the implementation of the Love Curriculum, with a particular focus on its integration at Pesantren Al-Amien Prenduan. Using a qualitative approach with document analysis, field observations, and semi-structured interviews with teachers and students, the study investigates how the Love Curriculum’s nine core values empathy, compassion, tolerance, justice, respect, humanity, cooperation, responsibility, and creativity are practiced within pesantren education. The findings reveal that Al-Amien embeds these values not only in formal classroom learning but also in dormitory life, communal worship, and student organizations, creating an environment that nurtures students’ intellectual, moral, and spiritual growth. The novelty of this study lies in its examination of how pesantren education, traditionally rooted in Islamic values, adapts and operationalizes a state-issued curriculum to promote religious moderation, multiculturalism, and the Profil Pelajar Pancasila. Unlike previous studies that analyze tolerance education primarily in public schools, this research demonstrates that pesantrens can serve as unique models for integrating love-based pedagogy with religious and national identity. The study concludes that the Love Curriculum at Al-Amien contributes to countering intolerance, strengthening national commitment, and cultivating inclusive, socially responsible graduates thereby offering a replicable model for Indonesian and global Islamic education in the era of rapid social change.
Internalisasi Nilai Wahdatul Ulum dalam Pengembangan Manajemen Diri Abd. Latif R; Afandi
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan paradigma Wahdatul Ulum dalam manajemen diri perspektif pendidikan Islam. Wahdatul Ulum merupakan konsep penyatuan ilmu yang mengintegrasikan Islamic Studies dengan Islamic Science, menolak dikotomi ilmu agama dan ilmu umum dengan keyakinan bahwa seluruh pengetahuan bersumber dari Allah SWT. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi implementasi Wahdatul Ulum dalam tiga aspek fundamental manajemen diri: memperkukuh akidah Islam, melaksanakan ibadah berkualitas, dan mengukuhkan akhlakul karimah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, menganalisis literatur primer dan sekunder melalui teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Wahdatul Ulum dalam manajemen diri memberikan kontribusi signifikan dalam tiga dimensi. Pertama, memperkukuh akidah melalui pemahaman bahwa seluruh ilmu berorientasi pada pengenalan dan penghambaan kepada Allah, membentuk kesadaran tauhid yang menjadi poros pengembangan diri. Kedua, meningkatkan kualitas ibadah dengan menjadikan ilmu sebagai landasan pemahaman makna dan esensi setiap ritual, serta memperluas konsep ibadah mencakup seluruh aktivitas kehidupan yang diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketiga, mengukuhkan akhlakul karimah sebagai wujud nyata integrasi ilmu, iman, dan amal yang membentuk kepribadian beradab dan bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen diri berbasis Wahdatul Ulum tidak hanya berorientasi pada kesuksesan duniawi, tetapi juga membentuk insan kamil yang memiliki keseimbangan spiritual, intelektual, dan moral sesuai tujuan pendidikan Islam