Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Prosentase Solvent Non Polar dalam Campuran Pelarut terhadap Pemisahan Senyawa Non Polar dari Minyak Nyamplung Desy Anggraini; Della Istianingsih; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.006 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5553

Abstract

Minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum oil) dikenal sebagai minyak yang tidak dapat dikonsumsi. Oleh sebab itu, penelitian tentang minyak ini kebanyakan hanya terfokus pada konversi minyak menjadi biodiesel. Pada penelitian ini, diharapkan agar trigliserida (senyawa non polar) terpisah dengan resin beracun yang ada di dalam minyak nyamplung itu sendiri, dengan tujuan agar minyak nyamplung bisa dikonsumsi oleh manusia. Minyak nyamplung sendiri disinyalir mengandung senyawa anti HIV dan anti tumor yang sangat berfungsi bagi manusia. Resin beracun yang terdapat dalam minyak ini diidentifikasi sebagai phthalic acid ester (PAE). Trigliserida dalam minyak nyamplung sendiri berkisar antara 70-80%, sehingga jika trigliserida ini dapat terpisah dengan baik dari PAE atau komponen lain yang berbahaya dalam minyak nyamplung, bukan tidak mungkin minyak nyamplung nantinya akan dapat dikonsumsi oleh manusia. Proses isolasi trigliserida dimulai dengan memisahkan senyawa yang diinginkan dari lipid menggunakan ekstraksi pelarut-pelarut dengan dua macam variable solvent yaitu : n-hexane-methanol serta petroleum eter-methanol. Pemilihan pelarut berdasarkan atas nilai kepolaran yang dimilikinya karena solvent yang saling larut tidak dapat digunakan dalam ekstraksi ini. Rasio jumlah solvent non polar dan polar ini juga divariasikan, yaitu : 100:0, 75:25, 50:50 dan 0:100.
Pemisahan Campuran Etanol-Oktanol-Air dengan Metode Distilasi dalam Structured Packing Adesya Abdullah; Rahmatunnisa Nur Salikha; Tri Widjaja; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.264 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6495

Abstract

Keberadaan bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan bahan bakar berbahan fosil sudah menjadi suatu kebutuhan utama masyarakat dunia, namun keberadaannya saat ini semakin menipis. Salah satu potensi yang relatif besar adalah pengembangan bioetanol menggunakan metode fermentasi ekstraktif. Hasil bioetanol dari metode fermentasi ekstraktif masih rendah, yaitu sekitar 15% sehingga diperlukan penelitian untuk pemurniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kadar etanol tertinggi dengan metode distilasi dalam structured packing. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel suhu 80ᵒC pada porositas 20%, 40% dan 60% didapatkan kadar etanol sebesar 88,24% ; 91,95% dan 85,85%.
Pengaruh Fermentasi pada Pembuatan Mocaf (Modified Cassava Flour) dengan menggunakan Lactobacillus Plantarum terhadap Kandungan Protein Jeffry Tandrianto; Doniarta Kurniawan Mintoko; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.651 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6497

Abstract

Mocaf adalah tepung singkong yang dibuat dengan menggunakan prinsip modifikasi sel singkong secara fermentasi. Proses fermentasi singkong menghasilkan tepung dengan karakteristik kandungan protein yang tinggi dan HCN yang lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh fermentasi pada pembuatan mocaf (modified cassava flour) dengan menggunakan ragi roti (Saccharomyces cereviseae), ragi tempe (Rhizopus oryzae) dan Lactobacillus plantarum terhadap kandungan zat nutrisi dan anti nutrisi.. Dari hasil penelitian didapatkan pada variabel waktu fermentasi 0, 12, 24, 36, 48, 60 dan 72 jam, kadar protein mengalami kenaikan (2,78%; 2,7975%; 2,8074%; 2,8148%; 3,0217%; 3,1237%; 3,39%.
Identifikasi kandungan Squalene dari Minyak Nyamplung (calophyllum inophyllum) Teguh Saputra; Anggita Claratika; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.592 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6551

Abstract

Sebuah studi baru mencatat temuan yang mengkhawatirkan. Sekitar 100 juta ekor ikan hiu mati setiap tahunnya. Berbagai eksploitasi telah dilakukan untuk keperluan manusia, salah satunya dengan memperdagangkan minyak hati ikan hiu, yang disebut squalene. Squalene kini menjadi salah satu bahan mahal untuk pembuatan kosmetik dan pelembap, serta kerap dijual dalam bentuk pil sebagai suplemen dan mampu mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari indentifikasi kandungan squalene (senyawa non polar) dari minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum). Identifikasi dilakukan melalui hasil ekstraksi multi stage 8 kali dilanjutkan dengan metode stirred batch-wise. Ekstraksi dilakukan sebagai alternatif saponifikasi. Metode stirred batch-wise dilakukan pada suhu -6°C sebanyak 5 batch dan dicampur menjadi satu sampel. Setelah sampel diuji dengan TLC dan GC-MS, komponen squalene dapat teridentifikasi dan ter-recovery 100% dengan kadar 1,71 %.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI MENGGUNAKAN Lactobacillus plantarum TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN PADA TEPUNG MOSOF (Modified Sorghum Flour) Faza Aruni; Ira Dwitasari; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.888 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6553

Abstract

Sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah beras dan terigu. Ketika permintaan pasar semakin meningkat sedangkan ketersediaan bahan terbatas akan terjadi permasalahan baru yaitu kelangkaan bahan pangan tersebut. Salah satu alternatif pemecah masalah kelangkaan bahan pangan adalah melalui substitusi dengan sorgum atau sering disebut dengan MOSOF (modified sorghum flour). Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan salah satu sumber karbohidrat. Pada proses fermentasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan protein terhadap waktu fermentasi. Pada penelitian kali ini fermentasi dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme yaitu Lactobacillus plantarum. Dari hasil uji counting chamber ditetapkan jumlah sel mikroorganisme yang digunakan sebanyak 107 sel/ml, pada bakteri Lactobacillus plantarum pemanenan starter dilakukan pada jam ke 2,5. Dari data hasil laboratorium didapatkan data untuk sorgum yang difermentasi menggunakan Lactobacilus plantarum menurunkan protein dari 9,819 + 0,766 menjadi 7,428 + 0,931 %.
Food Grade Ehanol Production With Fermentation And Distillation Process Using Stem Sorghum Yuliana Setyowati; Aniendia Candra Suminta; Tri Widjaja; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.465 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i1.8361

Abstract

10% -12% of sugar in its stem which is the optimum sugar concentration in fermentation process for bioethanol production. Sorghum has a high potential to be developed as a raw material for food-grade ethanol production which can be used to support food-grade ethanol demand in Indonesia through a fermentation process. This research focused on the effect of microorganism varieties in the fermentation process which are mutant Zymomonas mobilis (A3), Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis mixture. The Research for purification process are separated into two parts, distillation with steel wool structured packing and dehydration process using molecular sieve and eliminating impurities using activated carbon. The research can be concluded that the best productivity shown in continuous fermentation in the amount of 84.049 (g / L.hr) using the mixture of Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis. The highest percentage of ethanol yield produced in batch fermentation using the mixture of Saccharomyces cerevisiae and Pichia stipitis that is equal to 51.269%. And for the adsorption, the best result shown in continuous fermentation by using Zymomonas Mobilis of 88.374%..
Pembuatan Insoluble Sulfur dari Olahan Limbah Sulfur PT. Pertamina RU IV Cilacap Zikrina Istighfarah; Risanti Delphia; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16485

Abstract

Limbah atau produk samping yang dihasilkan dari pabrik kilang minyak dan gas adalah H2S, CO2 dan lain-lain yang disebut gas asam. Kandungan gas-gas tersebut di dalamnya sangat berbahaya sehingga tidak diperbolehkan untuk langsung dibuang ke lingkungan. Sangat diperlukan beberap perlakuan khusus untuk menguraikan gas buang tersebut. Proses yang paling sering digunakan adalah Amine Gas Ttreating diikuti Claus Process. Produksi insoluble sulfur dapat diperoleh melalui beberapa tahapan yaitu pelelehan dan penguapan sulfur dengan vaporizer, proses pencampuran sulfur vapor dengan larutan pendingin (quenching), dan pemisahan insoluble sulfur. Pengolahan sulfur dari limbah kilang minyak ini terdapat di salah satu kilang Pertamina RU IV Cilcacap. Kebutuhan insoluble sulfur Indonesia pada tahun 2022 adalah sebesar 52.239,9029 ton. Kapasitas produksi soluble sulfur PT. Pertamina RU IV adalah 64 metrik ton/hari atau sama dengan 19.200 ton/tahun. Sehingga kapasitas pabrik insoluble sulfur yang akan didirikan disesuaikan dengan bahan baku yang tersedia tersebut. Pabrik ini direncanakan memproduksi insoluble sulfur sebesar 18.000 ton/tahun atau 25% dari kebutuhan nasional. Pabrik beroperasi secara kontinyu selama 24 jam/hari, 300 hari operasi /tahun. Menurut analisis ekonomi pendirian pabrik insoluble sulfur memerlukan biaya investasi modal tetap (fixed capital) sebesar Rp 383.112.945.565,79, modal kerja (working capital) Rp 67.608.0166.864,55, investasi total Rp 450.721.112.430,34, biaya produksi per tahun Rp 309.955.658.674,86, dan hasil penjualan pertahun Rp 648.522.979.452. Dari analisa ekonomi didapatkan BEP 37,53%, POT sesudah pajak 4,412 tahun. Dari segi teknik dan ekonomi, pabrik insoluble sulfur ini layak untuk didirikan.
Pra Desain Pabrik Lube Base Oil dari Oli Bekas dengan Proses Ekstraksi Solvent Amirut Tahfifah; Hilda Dwi Lestari; Setiyo Gunawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.153 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16857

Abstract

Minyak pelumas dasar  merupakan bahan baku dari pembuatan minyak pelumas atau oli yang digunakan untuk berbagai jenis permesinan baik berat maupun ringan. Sebagian besar pelumas terdiri dari lube base oil 80% dan 20% merupakan aditive. Minyak pelumas, baik yang berasal dari ekstraksi  crude oil atau yang berasal dari minyak sintetis telah digunakan secara luas dalam dunia industri, dari proses pelumasan, transfer panas, metal cutting dan sebagainya. Dari proses pengaplikasian tersebut, minyak pelumas yang digunakan  akan terkontaminasi dan atau terdegradasi. Minyak inilah yang selanjutnya disebut minyak pelumas bekas (used oil). Hal ini secara otomatis memunculkan permasalahan baru dengan hadirnya limbah minyak peIumas atau oli bekas yang sangat melimpah tersebut. sehingga akan berdampak bagi kesehatan dan lingkungan. Minyak pelumas bekas mengandung sejumlah zat yang bisa mengotori udara, tanah, dan air. Di Indonesia terdapat beberapa perusahaaan yang telah memproduksi minyak pelumas dari baik dari crude oil maupun dari oli bekas. Menurut Kemenperin (2008 - 2012), impor lube base oil ataupun minyak pelumas terus mengalami peningkatan. Melihat banyaknya penggunaan minyak pelumas bekas yang tersedia di Indonesia dan kebutuhan akan minyak pelumas yang semakin meningkat, maka direncanakan akan didirikan pabrik pengolohan lube base oil (minyak pelumas dasar) dari oli bekas. Selain untuk memenuhi kebutuhan, proses ini juga untuk mengurangi jumlah limbah oli bekas yang merupakan limbah B3. Terdapat beberapa  proses pembuatan minyak pelumas dasar dari oli bekas ini, diantaranya proses hidrotreathing dan ekstraksi solvent. Pada proses hidrotreathing, minyak pelumas dasar dipisahkan dari fraksi unsaturated melalui reaksi hidrogenasi. Pada proses ini digunakan gas hidrogen. Sedangkan pada proses ekstraksi solvent, minyak pelumas bekas diekstraksi menggunakan pelarut organik untuk memisahkan fraksi minyak pelumas dasar dan unsaturated/sludge nya. Dari masing- masing proses tersebut, dapat dihasilkan produk samping yang juga bernilai ekonomi tinggi. Diantaranya adalah asphalt, fuel oil, dsb. Pabrik Minyak pelumas dasar direncanakan berdiri pada tahun 2019 yang berlokasi di Cilegon dengan kapasitas produksi adalah sebesar 30700 kL/tahun dengan menggunakan bahan baku Minyak pelumas bekas     sebesar 54.101.520 kg /tahun, N-Metil-2-Pyrrolidone 69.068.471 kg/tahun, Larutan NaOH 48% 1.127 kg/tahun. Pabrik lube base oil ini direncanakan beroperasi secara kontinyu selama 24 jam dengan waktu produksi 330 hari/tahun. Operasi pabrik lube base oil ini memiliki perencanaan sebagai berikut: modal tetap (FCI) sebesar Rp.               72.968.078.246, modal kerja                sebesar Rp. 12.876.719.692, investasi total (TCI) sebesar Rp. 85.844.797.937, Internal Rate of Return sebesar 46,7 %, Pay Out Time sebesar 2,74  tahun, dan  BEP sebesar 22,86 %
Pra Desain Pabrik Margarin dari Kacang Tanah dengan Proses Hidrogenasi BErkapasitas 3856 Ton/Tahun Lalitya Syifalia; Abdul Karim Amarullah; Setiyo Gunawan; Hakun Wirawasista Aparamarta
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.454 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24273

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan perancangan pabrik margarin dari kacang tanah dengan proses hidrogenasi berkapasitas produk sebesar 3.856 ton/tahun, waktu operasi 24 jam dan 330 hari/tahun. Tujuan perancangan pabrik margarin ini adalah untuk memenuhi 5% dari total kebutuhan margarin dalam negeri. Pabrik margarin ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Alasan pemilihan tempat ini adalah karena potensi bahan baku yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan ketersediaan bahan baku kacang tanah untuk pabrik margarin, dekat dengan pasar, dan sarana-prasarana yg mendukung. Pembuatan margarin dari minyak kacang tanah ini dipilih proses hidrogenasi. Proses dalam pabrik ini terdiri dari 4 tahap utama yaitu tahap persiapan bahan baku, tahap pressing, pemurnian, hidrogenasi, dan emulsifikasi. Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 70% biaya investasi dan modal pinjaman sebesar 30% biaya investasi dengan bunga sebesar 10,25% per tahun. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil investasi Rp 139.24.579.000,00, dengan IRR 14,4 %, POT 6 tahun dan BEP 62,05 %.
Pengolahan Tepung Sagu dengan Fermentasi Aerobik menggunakan Rhizopus sp. Claudya Patricia Caesy; Christa Kathleen Sitania; Setiyo Gunawan; Hakun Wirawasista Aparamarta
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.658 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28811

Abstract

Tepung sagu dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mensubsitusi kebutuhan tepung terigu di Indonesia. Hal ini didorong oleh kebutuhan tepung terigu yang semakin tinggi dalam industri pangan. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut Indonesia harus mengimpor gandum yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Sehingga menimbulkan ketergantungan komoditi pangan terhadap negara lain. Sagu dipilih karena Indonesia memiliki hutan sagu terluas di dunia yakni seluas 1,2 juta hektar (ha) atau setara dengan 52% dari areal sagu dunia. Berdasarkan hasil uji proksimat, kandungan protein tepung sagu adalah 1,11 %, sedangkan protein tepung sagu yang difermentasi meningkat sebanyak lima sampai delapan kali. Menurut SNI 3751:2009, komposisi proksimat tepung terigu memiliki kadar protein minimal 7,0%, kadar air maksimal 14,5%, dan kadar abu maksimal 0,6%. Sedangkan, proksimat sagu setelah fermentasi secara aerob memiliki kadar protein 8,0%, kadar air 13,41%, dan kadar abu 0,35%. Sehingga berdasarkan data komposisi proksimat tersebut, tepung sagu memiliki potensi untuk menjadi alternatif tepung terigu, baik sebagai bahan subsitusi maupun bahan yang digunakan bersamaan dengan tepung terigu dalam pembuatan berbagai macam pengolahan pangan. Pabrik sagu ini akan didirikan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Riau merupakan daerah penghasil sagu terbanyak di Indonesia dengan angka produksi mencapai 246.000 ton per tahun. Proses pembuatan tepung sagu dengan proses fermentasi dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu tahap pengolahan bahan baku, fermentasi, dan pengolahan produk. Pabrik pengolahan tepung sagu ini direncanakan beroperasi secara semi-kontinyu selama 24 jam dengan waktu produksi 330 hari/tahun. Berdasarkan analisa ekonomi yang telah dilakukan diperoleh internal rate of return sebesar 31% dengan pay out time selama 3,39 tahun dan break even point sebesar 21,54%. Ditinjau dari uraian di atas, maka secara teknis dan ekonomis, pabrik pengolahan tepung sagu layak untuk didirikan.
Co-Authors Abdul Karim Amarullah Adesya Abdullah Agus Rubiyanto Ahmad Muklason Aini Rakhmawati Ali Mufid Amani Salsabil Husodo Amelinda Angelina Aminuyati Amirotus S, Farah Amirut Tahfifah Anggita Claratika Aniendia Candra Suminta Anil Kumar Anal Annas Wiguno Annas Wiguno, Annas Anugraha, Rendra Panca Anwar, Hazrul Aparamarta, Hakun Wirasasista Aparamarta, Hakun Wirawasista Aparamarta, Hakun Wirawasista Ardy Maulidy Navastara Ari Prabowo Ari Prabowo, Ari Ary Yusen Pratama Asalil Mustain Asalil Mustain Assidiqie, Gloria Islamy Atika Tri Antari Awaludin Rauf Firmansyah Awaludin Rauf Firmansyah Bambang Srijanto Baydillah, Pramudja Bayu Biru Chandra Brilian Prima Anindita Budi, Endah Christa Kathleen Sitania Claudia Gadizza Perdani, Claudia Gadizza Claudya Patricia Caesy Darmawan, Raden Darmawan, Raden Debra Arlin Puspasari Della Istianingsih Desy Anggraini Dian, Nurul Huda Fauzan Naufal Doniarta Kurniawan Mintoko Eskalalita, Eskalalita Eunike Rhiza Febriana Setyadi Fabroyir, Hadziq Fadlilatul Taufany Fahmi Fahmi Fahmi, Fahmi Fahmi, Mohammad Zakki Fajrin, Alifah Nur Aini Faza Aruni Felycia Edi Soetaredjo Filan Setiawan Francis Sjarifudin Gadizza, Claudia Gede Wibawa Gede Wibawa Gunarto, Chintya Gunawan Gunawan Hadryan Ivander Hakun Wirawasista Hakun Wirawasista Hakun Wirawasista Aparamarta Hanny F. Sangian Hapsari, Dara Puspita Hartono, Sandy Budi Hasan Ikhwani Hellen Kartika Dewi Hilda Dwi Lestari Husodo, Amani Salsabil Ilham Muttaqin Zarkasie Indah, Nindia Noor Indraswari, Rarasmaya Indriana Purwaningsih Indriana Purwaningsih Ira Dwitasari Ira Dwitasari Irnia Nurika Ismadji, Suryadi Istianah, Nur Ita Ulfin Jeffry Tandrianto Junaidi Kristian Junaidy Kristian Junaidy Kristian Juwari Juwari Juwari Juwari Khoiriah, Ulfah Lailatul Kuswandi, Kuswandi Lailatul Qadariyah Lalitya Syifalia Lie, Jenni Mahardika, Gading Bagus Mahmudah , Liayati Maifiah, Mohd Hafidz Mahamad Majidah, Lailiyah Mashuri Mashuri Mawarni, Ruli Retno Mochammad Ainun Hikam Mochammad Ainun Hikam Mohammad Fandy Ardhilla Mohammad Fandy Ardhilla Muzakhar, Syah Sultan Ali Muzakhar, Syah Sultan Ali Nahara, Anisa Ridha Nasori, Nasori Neza Anizar Noviyanto Noviyanto, Noviyanto Nur Aini Rakhmawati Nur Istianah Nurul Jadid Nurul Rahmawati Pambudi, Alfian Wisnu Pamungkasa, Raditya Yudhi Penny Diana Puspitawaty Perdani, Claudia Prasiefa, Mizanurafi’ Ghifarhadi Puspitasari, Nathania Puspitasari, Nurrisma Puspitawaty, Penny Diana Putri, Malfa Liya Putro, Jindrayani Nyoo Raden Darmawan Raden Darmawan Raden Darmawan Rahadiantino, Lienggar Rahmatunnisa Nur Salikha Rendra Panca Anugraha Rima Nur Febriani Risanti Delphia Rohmah, Aisyah Alifatul Zahidah Rona Bening Larasati Safitri, Amelia Saifuddin Saifuddin Santoso, Shella Permatasari Sari, Citra Yulia Setyabudi, Latif Shade Rahmawati Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Siregar, Albar Sutan Bahari Sjarief Widjaja Sukma Rahma Sukma Rahma Sukmawati Rahma Sumarno . Sumarno Sumarno Supriono, Bambang Suryadi Ismadji Suyatno Suyatno Teguh Saputra Theresia Rosiana Tri Widjaja Uli A, Veny Wardani, Ratri Puspita Wenny Irawaty Wijaya, Christian Wijaya, Christian Julius William Ekaputra Taifan Wuwuh Wijang Prihandini Yi Hsu Ju Yoga Widhia Pradhana Yuliana Setyowati Yuliana, Maria Yusmiati, Siti Nur Husnul Yustianingsih, Lidia Zikrina Istighfarah Zuhdan, Muhammad J.