Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Berkelanjutan Sistem Jaminan Halal Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Setiyo Gunawan; Juwari; Hakun Wirawasista Aparamarta; Raden Darmawan; Aini Rakhmawati
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.035 KB)

Abstract

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) telah disahkan dan resmi berlaku per tanggal 17 Oktober 2019. Dalam UU JPH tersebut sifat sertifikasi halal yang semula bersifat voluntary (sukarela) bagi pelaku usaha, telah berubah menjadi mandatory (wajib). Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga termasuk dalam ruang lingkup kebijakan jaminan produk halal tersebut. Kota Surabaya memiliki pertumbuhan UMKM yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Kebijakan mandatory sertifikasi halal tersebut memiliki problematika tersendiri bagi UMKM di Surabaya yakni (1) Pemahaman tentang regulasi dan syarat pendaftaran sertifikasi halal yang masih minim, (2) Pengetahuan dasar terkait pentingnya memenuhi persyaratan Sistem Jaminan Halal (SJH) agar produk dinyatakan halal dirasa masih kurang, dan (3) Pembiayaan sertifikasi halal yang masih memberatkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, Pengabdian Masyarakat ini merumuskan solusi dengan beberapa tahap melalui pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi sertifikat halal. Berdasarkan capaian indikator kesiapan mitra dalam pendaftaran sertifikasi halal dan hasil diskusi dengan tim internal, maka terdapat 11 UMKM yang diberikan rekomendasi dan fasilitasi pendaftaran sertifikasi halal gratis. Adapun 10 UMKM lainnya belum dapat direkomendasikan karena terkait dengan belum dimilikinya ijin edar yang juga menjadi salah satu persyaratan dalam pengajuan pendaftaran sertifikasi halal.
Percepatan Pemulihan Ekonomi Surabaya dengan Pendampingan Fasilitasi Sertifikasi Halal Setiyo Gunawan; Juwari; Hakun Wirawasista Aparamarta; Annas Wiguno; Rendra Panca Anugraha; Penny Diana Puspitawaty; Ari Prabowo
Sewagati Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3489.212 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i2.473

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat (Abmas) ini adalah memberikan layanan pendampingan fasilitasi sertifikasi halal dengan kategori baik pernyataan pelaku usaha (self declare) maupun regular, yang merupakan salah satu cara yang diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi di Surabaya. Hal ini tentu sejalan dengan visi pemerintah yang terus berupaya mendorong Indonesia untuk menjadi produsen produk halal dunia. Sertifikasi halal yang semula voluntary (sukarela), kini telah berubah menjadi mandatory (wajib). Pemberlakuan sertifikasi halal tersebut dilakukan secara bertahap yang dimulai dari produk makanan dan minuman pada tanggal 17 Oktober 2019 dan non-pangan dimulai pada tanggal 17 Oktober 2021. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi 6 tahapan, yaitu seleksi pelaku usaha mikro dan kecil, seleksi mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), workshop kader penggerak halal, pendampingan penyusunan dokumen manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), pendaftaran sertifikasi halal, dan pemberian plakat logo binaan pusat kajian halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Berdasarkan capaian indikator kesiapan mitra dalam pendaftaran sertifikasi halal dan hasil diskusi dengan tim internal, maka terdapat 11 UMKM yang diberikan rekomendasi dan fasilitasi pendaftaran sertifikasi halal gratis. Adapun 4 UMKM lainnya belum dapat direkomendasikan karena belum memenuhi persyaratan, seperti penggunaan air isi ulang dan daging dari pasar yang belum mempunyai sertifikasi halal.
Proses Sertifikasi Halal Self Declare di Sentra Wisata Kuliner Convention Hall Surabaya dan UMKM di Wilayah Benowo Surabaya: Studi Perbandingan: Analisis Perbandingan Proses Sertifikasi Halal Self-Declaring di Sentra Wisata Kuliner Convention Hall Surabaya dan UMKM di Benowo Surabaya Nasori, Nasori; Puspitasari, Nurrisma; Saifuddin, Saifuddin; Gunawan, Setiyo; Rubiyanto, Agus
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.803

Abstract

Sertifikasi halal adalah serangkaian proses untuk memperoleh sertifikat halal, sedangkan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat Islam. Pendampingan sertifikasi halal dilakukan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada pada Sentra Wisata Kuliner (SWK) Convention Hall dan UMKM di daerah Benowo. Tahapan pendampingan Sertifikasi Halal di Convention Hall meliputi 5 tahap yaitu musyawarah bersama pengurus Sentra Wisata Kuliner Convention Hall Surabaya, pendataan UMKM yang mengikuti program sertifikasi halal, pendampingan dalam melakukan pengisian website oss dan sihalal, proses verifikasi dan validasi (verval) di tempat produksi setiap UMKM, dan terakhir proses penerbitan sertifikat halal oleh Komite Fatwa Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur. Sedangkan tahapan pendampingan Sertifikasi Halal di Benowo meliputi 4 tahap yaitu sosialisasi dan pendataan UMKM yang mengikuti program sertifikasi halal, pendampingan dalam melakukan pengisian website oss dan sihalal, proses verifikasi dan validasi (verval) di tempat produksi setiap UMKM, dan terakhir proses penerbitan sertifikat halal oleh Komite Fatwa BPJPH Jawa Timur. Untuk sentra wisata kuliner Convention Hall Surabaya hanya 4 UMKM yang telah masuk proses komite fatwa. Sedangkan, UMKM di wilayah Benowo total ada 10 UMKM atau keseluruhan UMKM telah berhasil masuk ke proses komite fatwa dan menunggu sertifikat halal terbit.
Peran Suplai Daging dalam Sertifikasi Halal Self Declare pada Percepatan Pemulihan Ekonomi di Kelurahan Bulak-Surabaya Gunawan, Setiyo; Juwari; Aparamarta, Hakun Wirawasista; Wiguno, Annas; Anugraha, Rendra Panca; Puspitawaty, Penny Diana; Prabowo, Ari
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.949

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat (Abmas) ini adalah mempelajari peran suplai daging segar dalam kesuksesan pendampingan fasilitasi sertifikasi halal dengan pernyataan pelaku usaha (self declare), yang merupakan salah satu cara yang diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi di Kelurahan Bulak, Kota Surabaya. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi 6 tahapan, yaitu seleksi pelaku usaha mikro dan kecil, seleksi mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN), workshop kader penggerak halal, pendampingan penyusunan dokumen manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), pendaftaran sertifikasi halal, dan pemberian plakat logo binaan pusat kajian halal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam kaitannya dengan bahan yang digunakan harus dipastikan kehalalannya, para pelaku usaha mengalami kesulitan menemukan daging segar halal bersertifikat halal di pasar. Hal ini mengakibatkan sekitar 53% pelaku usaha tidak bisa menikmati program sertifikasi halal gratis 2023. Tempat potong hewan tradisonal yang ada dipasar ternyata tidak ada ijinnya. Kendala kebijakan pemerintah lainnya, yaitu limbah yang sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Tempat potong hewan tradisonal bisa menjadi sumber kontaminasi penyakit karena kemungkinan ternak yang dibawa untuk dipotong berasal dari suatu daerah yang sedang ada dalam keadaan infeksi subklinis suatu penyakit. Sedangkan, kewenangan untuk mengatur tempat potong hewan tradisonal agar bisa menjadi dan memenuhi standard Rumah Potong Hewan (RPH) ada di pemerintah kabupaten/kota.
Gerakan 1000 Sertifikat Halal untuk Mendukung Kewajiban Sertifikat Halal 2024 Rakhmawati, Nur Aini; Gunawan, Setiyo; Indraswari, Rarasmaya; Ulfin, Ita; Rahadiantino, Lienggar; Qadariyah, Lailatul; Muklason, Ahmad; Mashuri, Mashuri; Fabroyir, Hadziq; Putri, Malfa Liya; Eskalalita, Eskalalita
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.959

Abstract

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran kunci dalam kontribusi terhadap perekonomian negara. UMKM Indonesia menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional secara signifikan. Produk makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh umat Muslim harus memenuhi standar halal, sesuai dengan ajaran agama Islam. Hal ini memunculkan pentingnya sertifikasi halal untuk UMKM di Indonesia. Kegiatan penyuluhan sertifikasi halal berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sambil memastikan kepatuhan terhadap prinsip kehalalan dalam produksi dan konsumsi produk. Gerakan 1000 Sertifikasi Halal ITS dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal; Pelatihan Kader Penggerak Halal UMKM; dan Pendaftaran Sertifikasi Halal UMKM. Merek UMKM yang paling banyak didapatkan sertifikasi adalah dapur, bakery, cookies, cake dan lain-lain. Produk UMKM yang banyak dilakukan sertifikasi halal ITS, seperti kue, keripik, kacang, roti, donat, jus, dan lain-lain. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman UMKM mengenai Kaidah Halal. Data nama pendamping paling banyak mampu mendampingi UMKM untuk mendapat sertifikasi halal adalah sebanyak 83 UMKM dengan 6 UMKM tiap bulannya, lalu 75 UMKM dengan 5 UMKM perbulannya, dan terbanyak ketiga dengan total 54 UMKM dengan 11 UMKM per bulannya.
Comparison Study of Halal Management System in Indonesia and Malaysia Yustianingsih, Lidia; Mufid, Ali; Maifiah, Mohd Hafidz Mahamad; Gunawan, Setiyo
Halal Research Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.v4i1.1027

Abstract

Halal standards between countries were varied, potentially leading to differences in halal product status decisions. In developing global halal standards, Indonesian and Malaysian halal standards were often used as references. This research aimed to gain a deeper understanding of the halal management systems in Indonesia and Malaysia in order to identify differences and similarities in halal regulations and management, including animal slaughtering practices. The halal management systems in Indonesia and Malaysia are mainly comparable. Some non-conforming differences include the certification procedure, certificate validity period, the halal products category, and the number of internal halal committees. Some essential differences are the halal certificate compulsoriness, stunning regulation, and the product name, brand, or synonym considered to be halal. The additional procedure used after slaughter, thoracic sticking, has become an emerging issue in developing a Mutual Recognition Agreement (MRA) of halal certificates for domestic products between Indonesia and Malaysia.
A Comparison of Halal Product Standards in Indonesia and the Kingdom of Saudi Arabia Khoiriah, Ulfah Lailatul; Prasiefa, Mizanurafi’ Ghifarhadi; Gunawan, Gunawan; Gunawan, Setiyo
Halal Research Vol 4 No 2 (2024): July
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.v4i2.1029

Abstract

In the era of globalization and increasingly fierce economic competition, halal industry opportunities are an important focus of the government in understanding the dynamics of  the global market. The rapid growth of the Muslim market is partly due to the high birth rate  of Muslims compared to the birth rate in Western countries. This high growth has the potential to drive an increase in the market as well as the global economy because Muslims generally seek Halal products that are made following Islamic principles. The government continues to strive to develop this industry and make various regulations to regulate the entire process that occurs. Halal standards that apply in each country are, of course, different, and tailored to the conditions and needs of the country. The main purpose of this research is to analyze and compare the practice and regulation of halal products in Indonesia and Saudi Arabia. Based on comparative and qualitative analysis, it can be concluded that halal policies in Indonesia and Saudi Arabia have several significant differences, such as halal policies, procedures and provisions in halal certification, types of halal mandatory products, and slaughter criteria.
Application of Milkfish Bone-Based Gelatin as an Alternative to Non-halal Gelatin Setyabudi, Latif; Pambudi, Alfian Wisnu; Gunawan, Setiyo
Halal Research Vol 4 No 2 (2024): July
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j22759970.v4i2.1732

Abstract

Collagen partially hydrolyzes to produce gelatin that functions as a gelling and non-gelling agent for various industries. Currently, Indonesia cannot produce its own gelatin, so to meet its needs, Indonesia imports 100%. However, many imported gelatins are still made from pork, so they need to be replaced to ensure that the gelatin is halal . This paper discusses the substitution of pork-based gelatin with milkfish bones. The general process for making gelatin from milkfish bones involves extracting, drying, demineralizing, degreasing, and determining the gelatin yield. Brackish water fish collagen, including milkfish, contains approximately 12–14 kDa parvalbumin, suggesting the potential for allergic reactions among consumers. Meanwhile, the critical point for halal gelatin extracted from milkfish bones is the origin of the milkfish bones and the use of citric acid as an extractor. Although there are still weaknesses, gelatin from milkfish can replace pork-based gelatin, and it can have a positive impact on the Indonesian economy by reducing gelatin imports.
Optimization of Esterification in the Synthesis of Surfactants Feedstock from Polar Lipid Fraction of Crude Palm Oil Muzakhar, Syah Sultan Ali; Assidiqie, Gloria Islamy; Siregar, Albar Sutan Bahari; Aparamarta, Hakun Wirasasista; Fahmi, Fahmi; Gunawan, Setiyo
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v4i1.19220

Abstract

Surfactants (monoglycerides and diglycerides) can be obtained by converting triglycerides and glycerol with a NaOH as catalyst. A low free fatty acids (FFA) content starting material is needed due to the formation of soap as side product. The aim of this research was to optimize the esterification of (Polar lipid fraction) PLF to eliminate the FFA content with ZnCl2 as catalyst. Optimization was conducted on the variables of duration (ranging from 40 to 80 min) and reaction temperature (210–250°C) using the Response Surface Method with Central Composite Design with starting FFA content of 28.4%. It was found that an FFA content of 0.285% and a yield of 97.25% were achieved at a temperature of 258.3°C and a heating duration of 59.71 min. Moreover, the influence of temperature and heating duration during the esterification reaction on the FFA content was highly significant, as indicated by the P-Value of 0.00000102. Meanwhile, the influence of temperature and heating duration during the esterification reaction on the yield is not significant (P-Value = 0.130).
Optimum and Green Fabrication of MIL-100(Fe) for Crystal Violet Dye Removal from Aqueous Solution Wijaya, Christian Julius; Soetaredjo, Felycia Edi; Yuliana, Maria; Santoso, Shella Permatasari; Hartono, Sandy Budi; Irawaty, Wenny; Lie, Jenni; Putro, Jindrayani Nyoo; Gunarto, Chintya; Puspitasari, Nathania; Ismadji, Suryadi; Gunawan, Setiyo
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.93323

Abstract

MIL-100(Fe) was prepared and subsequently used to remove crystal violet dye from aqueous solutions simulating dye-containing wastewater in the environment. In the future, it is aimed that MIL-100(Fe) can be used in managing dye-containing wastewater in the environment and reducing the negative impacts it can cause. Here, MIL-100(Fe) fabrication needs to be optimized to obtain optimum process conditions, which are environmentally friendly and can produce MIL-100(Fe) with the best characteristics. This study focused on optimizing the fabrication of MIL-100(Fe), which is a type of MOF with good chemical stability, thermal stability, and flexible structure. In this study, the room-temperature fabrication of MIL-100(Fe) was established using a ligand-to-metal molar ratio of 0.95 and an acetic acid concentration of 5.1 vol% for 6.2 h. The optimum MIL-100(Fe) was tested for crystal violet removal and provided an optimum removal capacity of 182.66 ± 3.81 mg/g. Statistical approaches are used to investigate the independent parameters and their interactions contributing to MIL-100(Fe) formation.
Co-Authors Abdul Karim Amarullah Adesya Abdullah Agnes Tuti Rumiati Agus Rubiyanto Ahmad Muklason Aini Rakhmawati Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah Alawiyyah, Mujtahidatul Ali Mufid Amani Salsabil Husodo Amelinda Angelina Aminuyati Amirotus S, Farah Amirut Tahfifah Anggita Claratika Aniendia Candra Suminta Anil Kumar Anal Annas Wiguno Annas Wiguno, Annas Anugraha, Rendra Panca Anwar, Hazrul Aparamarta, Hakun Wirasasista Aparamarta, Hakun Wirawasista Aparamarta, Hakun Wirawasista Ardy Maulidy Navastara Ari Prabowo Ari Prabowo, Ari Armono, R Haryo Dwito Ary Yusen Pratama Asalil Mustain Asalil Mustain Assidiqie, Gloria Islamy Atika Tri Antari Awaludin Rauf Firmansyah Awaludin Rauf Firmansyah Bambang Srijanto Baydillah, Pramudja Bayu Biru Chandra Brilian Prima Anindita Budi, Endah Cahyadini, Sarah Christa Kathleen Sitania Claudia Gadizza Perdani, Claudia Gadizza Claudya Patricia Caesy Darmawan, Raden Darmawan, Raden Debra Arlin Puspasari Della Istianingsih Desy Anggraini Dian, Nurul Huda Fauzan Naufal Doniarta Kurniawan Mintoko Eskalalita, Eskalalita Eunike Rhiza Febriana Setyadi Fabroyir, Hadziq Fadlilatul Taufany Fahmi Fahmi Fahmi, Fahmi Fahmi, Mohammad Zakki Fajrin, Alifah Nur Aini Faza Aruni Felycia Edi Soetaredjo Filan Setiawan Francis Sjarifudin Gadizza, Claudia Gede Wibawa Gede Wibawa Gunarto, Chintya Gunawan Gunawan Hadryan Ivander Hakun Wirawasista Hakun Wirawasista Hakun Wirawasista Aparamarta Hanny F. Sangian Hapsari, Dara Puspita Hartono, Sandy Budi Hasan Ikhwani Hellen Kartika Dewi Hilda Dwi Lestari Husodo, Amani Salsabil Ilham Muttaqin Zarkasie Indah, Nindia Noor Indraswari, Rarasmaya Indriana Purwaningsih Indriana Purwaningsih Ira Dwitasari Ira Dwitasari Irnia Nurika Ismadji, Suryadi Istianah, Nur Ita Ulfin Jeffry Tandrianto Junaidi Kristian Junaidy Kristian Junaidy Kristian Juwari Juwari Juwari Juwari Khoiriah, Ulfah Lailatul Kuswandi, Kuswandi Lailatul Qadariyah Lalitya Syifalia Lie, Jenni Mahardika, Gading Bagus Mahmudah , Liayati Maifiah, Mohd Hafidz Mahamad Majidah, Lailiyah Mashuri Mashuri Mawarni, Ruli Retno Mochammad Ainun Hikam Mochammad Ainun Hikam Mohammad Fandy Ardhilla Mohammad Fandy Ardhilla Muthmainnah, Melania Suweni Muntini Muzakhar, Syah Sultan Ali Muzakhar, Syah Sultan Ali Nahara, Anisa Ridha Nasori, Nasori Neza Anizar Noviyanto Noviyanto, Noviyanto Nur Aini Rakhmawati Nur Istianah Nurul Jadid Nurul Rahmawati Pambudi, Alfian Wisnu Pamungkasa, Raditya Yudhi Penny Diana Puspitawaty Perdani, Claudia Prasiefa, Mizanurafi’ Ghifarhadi Puspitasari, Nathania Puspitasari, Nurrisma Puspitawaty, Penny Diana Putri, Malfa Liya Putro, Jindrayani Nyoo Raden Darmawan Raden Darmawan Raden Darmawan Rahadiantino, Lienggar Rahmatunnisa Nur Salikha Rendra Panca Anugraha Rima Nur Febriani Risanti Delphia Rona Bening Larasati Safitri, Amelia Saifuddin Saifuddin Santoso, Shella Permatasari Sari, Citra Yulia Setyabudi, Latif Shade Rahmawati Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Siregar, Albar Sutan Bahari Sjarief Widjaja Sukma Rahma Sukma Rahma Sukmawati Rahma Sumarno . Sumarno Sumarno Supriono, Bambang Suryadi Ismadji Suyatno Suyatno Teguh Saputra Theresia Rosiana Tri Widjaja Uli A, Veny Wardani, Ratri Puspita Wenny Irawaty Wijaya, Christian Wijaya, Christian Julius William Ekaputra Taifan Wuwuh Wijang Prihandini Yi Hsu Ju Yoga Widhia Pradhana Yuliana Setyowati Yuliana, Maria Yusmiati, Siti Nur Husnul Yustianingsih, Lidia Zikrina Istighfarah Zuhdan, Muhammad J.