Claim Missing Document
Check
Articles

Continuous Heavy Rainfall and Wind Velocity During Flowering Affect Rice Production Herdhata Agusta; Edi Santosa; Dulbari Dulbari; Dwi Guntoro; Sofyan Zaman
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 44, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v44i2.2539

Abstract

To mitigate the impact of extreme weather incidents, rice cultivars Way Seputih (WS) and Way Apo Buru (WAB) were evaluated under simulation of continuous wind and rainfall treatments. The research was conducted from July to October 2017 at Leuwikopo Experimental Farm, Bogor, Indonesia. For 15 days at day time, flowering rice hills were treated with about 100 mm/h water shower (Experiment-1), and with 0, 10-15, 20-25 and 35-40 km/h wind velocity (Experiment-2). Results showed that wind and rainfall treatments reduced rice production; the effect depended on the genotypes and flowering stage. Rain treatment from panicle emergence to 50%-emerged increased the number of unfilled grains by 154.6-182.3% and 55.7-101.9% in WS and WAB cultivars, respectively. Rain treatment at 100%-emerged had no effect on WS, but it increased unfilled grain (163.5%) and decreased grain index (12.9%) in the WAB cultivar. Wind speed at 35-40 km/h promoted a high percentage of grain drop (25.7%) and unfilled grains (77.3%), and low grain index (20.8 g) in WS genotype. WAB was more tolerant of wind stress than the WS. The present experiment showed that genotype had different responses to wind and rain treatments implying different mitigation strategies should be applied through genotype selection.
EFIKASI HERBISIDA KOMBINASI TETRIS DAN BASAGRAN TERHADAP GULMA UMUM PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH TABELA Mahfudz Mahfudz; Dwi Guntoro; Dita Nurul Latifah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.535 KB)

Abstract

An experiment was carried out to investigate the efficacy of herbicide combinations between Tetris and Basagran for weed eradication, especially for Leptochloa chinensis and Echinochloa crus-galli, in rice plant using direct planting system. This experiment was done between May and September 2011 in Biromaru, District of Sigi, Central Sulawesi. There were 12 treatments tested and arranged in a randomized block design, namely: Tetris 0.75 l/ha + Basagran 2 l/ha, Tetris 0.75 l/ha + Basagran 3 l/ha, Tetris 1 l/ha + Basagran 2 l/ha, Tetris 1 l/ha + Basagran 3 l/ha, Tetris 1.2 l/ha + Basagran 2 l/ha, Tetris 1.2 l/ha + Basagran 3 l/ha, Tetris 1 l/ha + Invest 400g + 2.4D 0.8 l/ha, RiceStar-Xtra 0.5 l/ha + 2.4D 0.8 l/ha, Cliper 0.5 l/ha + 2.4D 0.8 l/ha, Rumpas 0.3 l/ha + 2.4D 0.8 l/ha, Pyzaro 1 l/ha + 2.4D 0.8 l/ha, and control (without herbicide). Each of these treatments was replicated three times and applied at 10 and 20 days after planting. The results indicated that all the herbicide combinations were able to eradicate total and dominant weeds in the tested rice field. The dominant weeds that were eradicated including grass weed (Ischaemum rugosum, Leptochloa chinensis and Echinochloa crus-galli), “teki” (Cyperus iria and Fymbristilis miliacea) as well as a broadleaf weed (Ludwigia octovalvis). It was also found that the application of Tetris and Basagran combination in a rice plantation using the direct planting system at 10 days after planting was more effective than at 20 days after planting, and the recommended ranges of combination is between 0.75+2 l/ha and 1+2 l/ha.
Dominansi dan Potensi Resistensi Gulma Eleusine indica terhadap Herbisida Glifosat di Kebun Pendidikan Kelapa Sawit Jonggol, Jawa Barat Kukuh Nugraha; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46451

Abstract

Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida berbahan aktif sama secara berulang dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi gulma terhadap herbisida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap dominansi gulma dan potensi resistensi gulma terhadap herbisida glifosat di Kebun Percobaan Kelapa Sawit Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai September 2020. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu identifikasi gulma dominan dan pengujian bioassay potensi resistensi gulma dominan. Identifikasi gulma dominan dilakukan dengan metode kuadrat yaitu dengan cara memotong gulma setinggi permukaan tanah pada tiga blok yaitu blok 1, blok 2, dan blok 3 dan setiap blok diambil sebanyak 20 titik contoh dengan menggunakan kuadran berukuran 100 cm x 100 cm. Pengujian potensi resistensi gulma dilakukan dengan metode bioassay dengan penyemprotan herbisida glifosat dengan dosis 0, 1/16X, 1/8X, 1/4X, 1/2X, X, 2X, 4X (x = dosis rekomendasi herbisida glifosat). Nisbah resistensi dihitung dari nilai perbandingan Lethal Dose50 gulma yang diduga resisten dengan gulma sensitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma dominan dipengaruhi oleh linghkungan tumbuh. Gulma dominan pada lahan curam dan intensitas cahaya rendah yaitu Ottochloa nodosa dan pada lahan landai hingga datar dan intensitas cahaya sedang hingga tinggi yaitu Eleusine indica. Berdasarkan bioassay diperoleh informasi bahwa gulma spesies E. indica pada blok 5 menunjukkan adanya indikasi resistensi rendah yang ditunjukkan dengan Lethal Dose50 sebesar 5.35. Kata kunci: bioassay, dosis, kimiawi, pengendalian, vegetasi
Keefektifan Bioherbisida Berbahan Baku Teki (Cyperus rotundus) untuk Mengendalikan Beberapa Jenis Gulma pada Pertanaman Padi Sawah Muhammad Ridwan; Dwi Guntoro; Muhamad Achmad Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46452

Abstract

Produksi padi di lapangan pada umumnya masih berada di bawah potensi produksinya. Salah satu faktor penyebabnya adalah persaingan antara tanaman padi dan gulma. Inovasi yang dapat diterapkan dalam pengendalian gulma adalah aplikasi bioherbisida. Bioherbisida yang digunakan adalah bioherbisida dari senyawa alelopati yang dihasilkan tumbuhan. Senyawa alelopati dapat menekan bahkan mematikan tumbuhan lain di sekitarnya. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku bioherbisida adalah gulma teki (Cyperus rotundus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioherbisida berbahan baku teki (Cyperus rotundus L.) di lahan pertanaman padi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol tanpa penyiangan (P0), kontrol penyiangan manual (P1), bioherbisida granul 22.5 kg tepung ha-1 (P2), bioherbisida granul 45 kg tepung ha-1 (P3), bioherbisida granul 67.5 kg tepung ha-1 (P4), bioherbisida larutan 45 kg tepung ha-1 (P5), herbisida pratumbuh Oksifluorfen 2.0 L ha-1 (P6). Hasil percobaan menunjukan bahwa aplikasi bioherbisida teki formulasi granul dosis 45 kg ha-1, dosis 67.5 kg ha-1, dan formulasi larutan dosis 45 kg ha-1 dapat menekan pertumbuhan gulma Ludwigia octovalvis, Pistia stratiotes, dan Paspalum distichum dibandingkan dengan kontrol penyiangan manual di lahan pertanaman padi. Aplikasi bioherbisida teki dapat meningkatkan hasil panen dan tidak menimbulkan toksisitas terhadap tanaman padi. Kata kunci: alelopati, bioherbisida, toksisitas
Potensi Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solms-Laub.) sebagai Bioherbisida untuk Mengendalikan Gulma pada Padi Sawah Wahyu Utomo; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 1 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i1.46587

Abstract

Biomassa gulma eceng gondok (Eichhornia crassipes) mengandung zat allelopati yang dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak eceng gondok sebagai bioherbisida untuk mengendalikan gulma pada padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada November 2016 hingga Agustus 2017 di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Ecotoxicology Waste and Bioagents, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor, dan empat ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak yang diuji yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% (bobot/volume). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol biomass eceng gondok dapat menekan pertumbuhan gulma spesies Echinochloa colonum, Ludwigia octovalvis, dan Fimbristylis miliacea. Konsentrasi ekstrak 25% memperlihatkan penekanan pertumbuhan gulma uji yang tertinggi. Gejala kerusakan gulma yang ditimbulkan yaitu klorosis dan nekrosis. Kata kunci: alelopati, klorosis, methanol
Efektivitas Waktu Pemberian Bioherbisida Ekstrak Tetracera indica (L.) Merr. pada Pengendalian Gulma Pertanaman Brokoli Fahrul Rozy Pohan; Dwi Guntoro; Muhamad Achmad Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 2 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i2.47136

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L.) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam famili kubis-kubisan. Kebutuhan brokoli di Indonesia semakin meningkat setiap tahun tetapi, mutu brokoli harus ditingkatkan dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia khususnya pada pengendalian gulma. Tetracera indica (L.) Merr. berpotensi sebagai bioherbisida karena mengandung zat alelopati. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh waktu pemberian ekstrak Tetracera indica (L.) Merr. terhadap efektivitas pengendalian gulma pada tanaman brokoli. Penelitian dilaksanakan di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mulai Januari-April 2019. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal. Faktor perlakuan adalah waktu aplikasi ekstrak T. Indica (0, 1, 2, 3 MST) disertai kontrol dan penyiangan manual. Setiap bedengan disemprot dengan dosis 100 kg ha-1 hingga volume semprot 400 L ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Tetracera indica berpotensi sebagai bioherbisida pada fase pascatumbuh (post-emergence) gulma tanaman brokoli. Waktu aplikasi 3 MST mampu menekan pertumbuhan gulma dan tidak berpengaruh terhadap brokoli. Kata kunci: alelopati, bobot gulma, brokoli, waktu aplikasi
UJI PENGARUH EKSTRAK TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI Sangrani Annisa Dewi MA. Chozin, Dwi Guntoro
AGRONOMIKA Vol 12 No 01 (2017): Agronomika Vol. 12 No. 01 Februari – Juli 2017
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan gulma merupakan salah satu faktor penentu besarnya produktivitas tanaman kedelai di lapang. Adanya kompetisi terhadap faktor pertumbuhan antara gulma dengan tanaman kedelai dapat menurunkan hasil panen tanaman kedelai. Percobaan bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak teki dari berbagai aksesi terhadap pertumbuhan gulma pada lahan pertanaman kedelai yang disusun dengan menggunakan Racangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan yang diujikan adalah ekstrak teki dari enam aksesi berbeda yaitu Cikarawang-Darmaga, Babakan-Darmaga, Ciawi, Megamendung, Cisarua, dan Cianjur pada konsentrasi 1.5 kg  L-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak teki dari berbagai aksesi efektif menekan pertumbuhan gulma pada lahan pertanaman kedelai sampai 2 minggu setelah tanam (MST).
Evaluasi Arachis pintoi sebagai Biomulsa dalam Memperbaiki Kesuburan Tanah pada Pertanaman Jagung di Kemiringan Lahan yang Berbeda Ade Sumiahadi; Muhamad Ahmad Chozin; Dwi Guntoro
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 4 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.28.4.591

Abstract

Expanding agricultural land by using sloping dry land can be detrimental to the environment due to soil erosion and degradation. However, cover crops can be one of the technologies applied to reduce these risks. Arachis pintoi is one of cover crops that can be used as bio mulch on agricultural land. The study aimed to evaluate the effect of A. pintoi bio mulch on soil nutrient contents and maize plant growth at different slopes. A nested randomized block design was used in the study. Two levels of land used as the main factor and the type of mulch consisting of five levels (without mulch with weeding, without mulch without weeding, silver-black plastic mulch, straw mulch, and A. pintoi bio mulch) were used as the second factor. The results showed that A. pintoi bio mulch significantly increased the P content of the soil and could potentially increase several other macronutrients, especially C-organic, N, and Ca. The use of A. pintoi bio mulch with a cover technique that was left to cover the entire soil surface suppressed the growth and yield of maize plants compared to the control treatment. Keywords: cover crops, mulch, ornamental peanut, soil fertility, rice straw
Respons Pertumbuhan 16 Genotipe Teh (Camellia sinensis var. Assamica) Terhadap Pupuk Cair Anorganik Pasca Tercekam Durotun Nafisa; Heri Syahrian; Vitria Puspitasari Rahadi; Adolf Pieter Lontoh; Dwi Guntoro; M. Khais Prayoga
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v2i1.175

Abstract

Pembibitan merupakan fase paling rentan pada tanaman, sehingga membutuhkan pemeliharaan yang tepat. Pertumbuhan bibit teh dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal seperti genotipe tanaman dan kondisi tanah. Kekurangan unsur hara dapat menyebabkan tanaman mengalami penghambatan pertumbuhan. Pemupukan menjadi salah satu cara untuk memulihkan kembali tanaman yang mengalami defisiensi unsur hara, oleh karena itu dilakukan pengujian pemulihan beberapa genotipe bibit tanaman teh yang telah mengalami cekaman unsur hara karena tidak mendapatkan pemeliharaan yang optimal dengan pengaplikasian pupuk anorganik cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan 16 genotipe teh terhadap pupuk anorganik cair pasca tercekam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) satu faktor dengan tiga kali ulangan. Perlakuannya yaitu 16 genotipe teh yang berbeda dengan pemupukan menggunakan pupuk anorganik cair (Glow Green) satu taraf dosis (6 ml/L) setiap dua minggu sekali. Karakter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNJ. Hasil dari penelitian ini adalah perbedaan genotipe teh yang diuji berpengaruh terhadap perbedaan respons pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun namun tidak terdapat perbedaan yang nyata pada penambahan pertumbuhan setiap karakter pasca pemupukan pada setiap minggunya. Ke 16 genotipe teh yang diuji secara umum memberikan respons yang sama terhadap pengaplikaisan pupuk anorganik cair pasca tercekam.
Response of four local cassava accessions to bio-mulch application time Suwitono, Bayu; Chozin, Muhamad Achmad; Guntoro, Dwi; Suwarto, Suwarto
Kultivasi Vol 22, No 2 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i2.44256

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is widely planted on marginal land with low soil fertility. During the initial growth phase, cassava often loses competition against weeds. Legume cover crops are widely used to increase soil fertility, prevent erosion, and suppress weeds. This study aimed to determine the effect of Arachis pintoi bio-mulch application time on the growth and yield of cassava. This study was conducted using a factorial randomized block design. The first factor was four cassava accessions: Ketan Malang, Genjah Bayam, IR Jonggol, and Mangu. The second factor was six levels of bio-mulch planting time: manual weeding (without bio-mulch applications), bio-mulch planting at the same time as cassava planting, and four, eight, and twelve weeks before cassava planting. The observations included plant height, stem diameter, number of tubers, tuber weight, tuber length, plant biomass, dry matter, and productivity. The results showed that all cassava accessions responded similarly to the planting time of A. pintoi bio-mulch. Different bio-mulch application time was insignificant in the cassava growth, except for the number of tubers and tuber diameter. The twelve weeks before cassava planting tends to reduce the results of cassava accessions.Keywords: Arachis pintoi, cover crop, dry land, growth, yield
Co-Authors , Erinnovita , Purwono , Sarwono ,, Usman ,, Yuniarti -, Bachtiar . Yusak Abdul Harris Burhan Achmad Yozar Perkasa, Achmad Yozar Achmad Zakaria Achmad Zakaria Ade Sumiahadi Ade Sumiahadi, Ade Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter AHMAD JUNAEDI Alghifari, Ahmad Fadli Anas Dinurrohman Susila Andreas Kefi Andriyani, Yuni Ani Kurniawati Anung Wahyudi Asrul Saputra Atang Sutandi Bachtiar Bachtiar Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bilkis, Faras Gaitsa Budi Tjahjono Bukhori, Anwar Desembardi, Faried Desyandri Desyandri Dewi, Sangrani Annisa Dini Dwirestina Dita Nurul Latifah Dulbari, Dulbari Durotun Nafisa Dwiwanti Sulistyowati Dwiwanti Sulistyowati Edi Santosa Eko Sulistyono Eny Widajati Evar, Fitrawaty Orista Fahrul Rozy Pohan Faqih Udin Faried Desembardi Ferdinans, Ferdinans Fredinan Yulianda Harisman, Muhammad Ikhsan Hariyadi Herdhata Agusta Heri Syahrian Iqbal Iqbal Irawan, Riko Irdika Mansur Irianto, M. Yuli Jafarudin, Ahmad Januar Kanny, Putri Irene Kansa Dianti Putri Karlin Agustina Khalida, Rahmi Kukuh Nugraha Kusuma, Ayu Vandira Candra Luh Putu Ratna Sundari M A Chozin M. Khais Prayoga M.A. Chozin Mahfudz Mahfudz Manalu, Pinondang Maryati Sari Maya Melati Maya Melati Mia Audina, Mia Muhamad Achmad Chozin Muhamad Achmad Chozin Muhamad Ahmad Chozin Muhamad Syukur Muhammad Ahmad Chozin Muhammad Ridwan Muhammad Rusmin Muhammad Syukur Munif Ghulamahdi Muntoyib, Junaidi Murtilaksono, dan Kukuh Mutaqin, Enjen Zaenal Neshi Claudia Ramadhanti Norul Dewi Susanti Oktavian, Aldi Pasaribu, Pesta Maria Hotnauli Polansky, Seken Rianto, Dwi Fajar Rizqullah, Ramadaniarto Roudho, Zahrotur Rusdi, Achmad Sari, Indah Fatika Sarjono, Arif Sarjono, Arif Seken Polansky Simangunsong, Yosua Pratama Sinaga, Intan Lorenza Sintho Wahyuning Ardie SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofyan Zaman Sudradjat SUGENG SUDIATSO Sugiyanta Sujinah Sujinah Sukmawati, Riska Sulistiani, Ade Irma Supijatno Suryana Suwarto Suwarto Suwitono, Bayu Tri Sugiarto, Anto Trisnani Yuda Fitri Trisnani Yuda Fitri Vitria Puspitasari Rahadi Wahyu Utomo Yaqin, Roelly Ainul Yonny Koesmaryono Yosua Pratama Simangunsong Yursida Yursida Yusak, . Zarwazi, Lalu Muhamad