Claim Missing Document
Check
Articles

Allelopathic potential of Asystasia gangetica: A study on growth and production of sweet corn Yaqin, Roelly Ainul; Santosa, Edi; Guntoro, Dwi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i3.59421

Abstract

Coromandel, or Chinese violet (Asystasia gangetica), is an invasive weed on many plantations in Indonesia, especially oil palm plantations. The A. gangetica is suspected to produce allelopathic compounds. However, the evaluation of the effect of A. gangetica on plant growth is still rare. The research objective was to evaluate the effect of allelopathic compounds of A. gangetica on the growth and production of sweet corn as a test plant. An experiment with a randomized complete block design and four replications was conducted from March to September 2022 at the Agribusiness and Technology Farm IPB. The treatment was the A. gangetica population consisted of 0 (control), 1, 2, 4, 8, and 16 individuals per pot. A. gangetica were initially planted from seeds, and the stems were slashed 5 cm above the soil surface two months after planting. One week after cutting, sweet corn seeds were planted and maintained until harvest 72 days after planting. The results showed that the allelopathic effect of A. gangetica was evident in growth of sweet corn plant. Increasing number of A. gangetica per pot increased the allelopathic effect. The most significant effect was from 16 populations per pot, which significantly reduced the growth of sweet corn height, stem diameter, leaf size (length and width), leaf number, and color. The particular population per pot also decreased sweet corn yield, i.e., weight per cob with and without husk, and cob diameter by 18.95%, 22.0%, and 19.37%, respectively. The level of sweetness decreased by 31.24% after sweet corn was planted in the remnant of 16 individuals A. gangetica per pot. Nevertheless, A. gangetica did not significantly affect leaf area index, cob length, and sweet corn biomass, including shoot and root dry weight at harvest. It would be interesting to evaluate the effect of A. gangetica in the field. Keywords: allelopathy; Brix; indole-3-carboxaldehyde; secondary metabolites; weeds
Keefektifan Ekstrak Tetracera indica (L.) Merr. dengan berbagai Dosis sebagai Bioherbisida untuk Mengendalikan Gulma Eleusine indica dan Digitaria sanguinalis pada Pertanaman Brokoli Manalu, Pinondang; Guntoro, Dwi; Sugiyanta
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48636

Abstract

Penggunaan bioherbisida merupakan salah satu cara pengendalian gulma yang ramah lingkungan. Tetracera indica berpotensi sebagai bioherbisida karena mengandung flavonoid dan derivatnya. Tujuan penelitian mengetahui dosis ekstrak T. indica yang efektif untuk mengendalikan gulma pada skala lapangan yaitu pada tanaman brokoli. Penelitian dilaksanakan di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Laboratorium Ecotoxycology Waste and Bioagents, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB pada Oktober 2018 hingga Mei 2019. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan empat ulangan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan Uji F dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α=5%. Percobaan terdiri atas tujuh perlakuan yaitu ekstrak T. indica dengan dosis 20 kg ha-1, 40 kg ha-1, 60 kg ha-1, 80 kg ha-1, 100 kg ha-1, penyiangan manual, dan kontrol tanpa penyiangan. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ekstrak T. indica dapat mengendalikan gulma Eleusine indica. Aplikasi ekstrak T. indica tidak mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, dan fitotoksisitas pada tanaman brokoli. Aplikasi ekstrak T. indica juga mempengaruhi bobot panen secara nyata dibandingkan dengan kontrol, namun tidak mempengaruhi diameter dan bobot biomassa brokoli. Kata kunci: alelokimia, kompetisi, pratumbuh, rumput, sayuran
Potensi Ekstrak Daun Eucalyptus pellita F. Muell sebagai Bioherbisida Pascatumbuh Audina, Mia; Guntoro, Dwi
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51585

Abstract

Penggunaan bioherbisida untuk mengendalikan gulma merupakan salah satu upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan. Zat alelopati tumbuhan dapat dijadikan sebagai bioherbisida yang ramah lingkungan. Daun Eucalypthus pellita mengandung zat alelopati yang dapat digunakan sebagai bioherbisida. Penelitian laboratorium dilaksanakan untuk mengungkap potensi zat alelopati dari ekstrak daun E. pellita sebagai bioherbisida pasca tumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2016 di Laboratorium Ekotoksikologi Limbah dan Agen Hayati, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian dan Green House Kebun Percobaan Cikabayan Institut Pertanian Bogor. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan satu faktor dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas lima konsentrasi yaitu 0 (kontrol), 100, 200, 300, dan 400 g L-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak daun E. pellita dapat menghambat pertumbuhan tinggi, jumlah daun, fitotoksisitas dan meningkatkan persentase kerusakan pada gulma Asystasia gangetica dan Borreria alata pada konsentrasi 30% dan gulma Cyperus brevifolius pada konsentrasi 40%. Ekstrak daun E. pellita tidak mempengaruhi pertumbuhan spesies Eleusin indica. Kata kunci: alelopati, gulma daun lebar, pengendalian, rumput, ekstraksi air
Co-Authors , Erinnovita , Purwono , Sarwono ,, Usman ,, Yuniarti -, Bachtiar . Yusak Abdul Harris Burhan Achmad Yozar Perkasa, Achmad Yozar Achmad Zakaria Achmad Zakaria Ade Sumiahadi Ade Sumiahadi, Ade Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter AHMAD JUNAEDI Alghifari, Ahmad Fadli Anas Dinurrohman Susila Andreas Kefi Andriyani, Yuni Ani Kurniawati Anung Wahyudi Asrul Saputra Atang Sutandi Bachtiar Bachtiar Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bilkis, Faras Gaitsa Budi Tjahjono Bukhori, Anwar Desembardi, Faried Desyandri Desyandri Dewi, Sangrani Annisa Dini Dwirestina Dita Nurul Latifah Dulbari, Dulbari Durotun Nafisa Dwiwanti Sulistyowati Dwiwanti Sulistyowati Edi Santosa Eko Sulistyono Eny Widajati Evar, Fitrawaty Orista Fahrul Rozy Pohan Faqih Udin Faried Desembardi Ferdinans, Ferdinans Fredinan Yulianda Harisman, Muhammad Ikhsan Hariyadi Herdhata Agusta Heri Syahrian Iqbal Iqbal Irawan, Riko Irdika Mansur Irianto, M. Yuli Jafarudin, Ahmad Januar Kanny, Putri Irene Kansa Dianti Putri Karlin Agustina Khalida, Rahmi Kukuh Nugraha Kusuma, Ayu Vandira Candra Luh Putu Ratna Sundari M A Chozin M. Khais Prayoga M.A. Chozin Mahfudz Mahfudz Manalu, Pinondang Maryati Sari Maya Melati Maya Melati Mia Audina, Mia Muhamad Achmad Chozin Muhamad Achmad Chozin Muhamad Ahmad Chozin Muhamad Syukur Muhammad Ahmad Chozin Muhammad Ridwan Muhammad Rusmin Muhammad Syukur Munif Ghulamahdi Muntoyib, Junaidi Murtilaksono, dan Kukuh Mutaqin, Enjen Zaenal Neshi Claudia Ramadhanti Norul Dewi Susanti Oktavian, Aldi Pasaribu, Pesta Maria Hotnauli Polansky, Seken Rianto, Dwi Fajar Rizqullah, Ramadaniarto Roudho, Zahrotur Rusdi, Achmad Sari, Indah Fatika Sarjono, Arif Sarjono, Arif Seken Polansky Simangunsong, Yosua Pratama Sinaga, Intan Lorenza Sintho Wahyuning Ardie SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofyan Zaman Sudradjat SUGENG SUDIATSO Sugiyanta Sujinah Sujinah Sukmawati, Riska Sulistiani, Ade Irma Supijatno Suryana Suwarto Suwarto Suwitono, Bayu Tri Sugiarto, Anto Trisnani Yuda Fitri Trisnani Yuda Fitri Vitria Puspitasari Rahadi Wahyu Utomo Yaqin, Roelly Ainul Yonny Koesmaryono Yosua Pratama Simangunsong Yursida Yursida Yusak, . Zarwazi, Lalu Muhamad