Claim Missing Document
Check
Articles

Kelimpahan Vegetasi dan Simpanan Biji Gulma pada Pertanaman Jagung Berbeda Sejarah Pola Tanam di Lahan Kering Kefi, Andreas; Guntoro, Dwi; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.525 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.28383

Abstract

Weed management is an important aspect in the dry land; however, weed resides in dry land like East Nusa Tenggara is rarely reported. The study aimed to evaluate weed species and its seed bank on maize fields from the different history of cropping patterns in order to develop effective weed control. The research was conducted in April-June 2019 at farmer fields at Kupang District, East Nusa Tenggara, Indonesia. Weeds were evaluated from four maize fields experienced a different history of cropping pattern (L1, L2, L3, and L4), and its seed bank from the depth of 0-10, 11-20, 21-30, and 31-40 cm were evaluated using seedling emergence method. The evaluation revealed 13 species at which 4 species exclusively were found in vegetation analysis, 2 species in the seed bank and 7 species in both vegetation and seed bank analysis. Dominant weed at podzolic L2 and L3 that experienced fallow for two months was Chloris barbata, while without fallow of podzolic L1 and grumusol L4 were Digitaria adscendens and Mazus japonicus, respectively. Cropping history and soil depths affected weed density, but depths of 0-20 cm had the highest density irrespective preceding the cropping pattern. Research implies both vegetation and seed bank analysis should be addressed and integrated in weed management. Keywords: dry land, fallow, weed management, East Nusa Tenggara, vegetation analysis
Keefektifan Bioherbisida Berbahan Baku Tepung Umbi Teki (Cyperus rotundus L.) pada Berbagai Formulasi dan Dosis M.A. Chozin; Dwi Guntoro; Suwarto; Sulistiani, Ade Irma
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.682 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.29311

Abstract

Teki (Cyperus rotundus L.) merupakan salah satu gulma berbahaya pada komoditi hortikultura karena mengandung alelokimia yang dapat menghambat perkecambahan tumbuhan. Alelopati tersebut berpotensi untuk digunakan sebagai bioherbisida pratumbuh untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan rumput. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan bioherbisida berbahan baku umbi teki pada berbagai formulasi dan dosis. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2019 di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan, IPB University, Bogor, untuk penanaman biji gulma. Penelitian menggunakan rancangan rancangan acak lengkap faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah formulasi umbi teki (F1: tepung umbi teki, F2: tepung umbi teki + aquades, F3: tepung umbi teki + aquades + surfaktan, F4: maserat, F5: maserat + surfaktan, dan F6: pellet), dan faktor kedua adalah dosis (D1: 22.50 kg tepung ha-1, D2: 45 kg tepung ha-1, dan D3: 67.50 kg tepung ha-1) sehingga terdapat 18 unit perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua formulasi bioherbisida berbahan baku tepung umbi teki efektif menekan perkecambahan. Formulasi pellet merupakan formulasi yang direkomendasikan karena dalam pengaplikasiannya lebih mudah dan efisien. Dosis efektif untuk menekan perkecambahan dan pertumbuhan kecambah tanaman uji adalah 45 kg tepung ha-1. Kata kunci : A. gangetica, A. gangeticus, E. crus-galli, maserasi, pellet
Agroecology and Uses of Galinsoga parviflora as Indigenous Vegetable in Highland of Kuningan, Banjarnegara and Wonosobo, Indonesia Santosa, Edi; Zaman, Sofyan; Guntoro, Dwi; Susila, Anas Dinurrohman
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.078 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32800

Abstract

Mondreng (Galinsoga parviflora Cav.) adalah gulma kosmopolitan dan secara tradisional digunakan sebagai sayuran di dataran tinggi Jawa. Penelitian bertujuan mengevaluasi agroekologi dan pemanfaatan G. parviflora sebagai sayuran indigenous di Jawa. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kuningan, Banjarnegara, dan Wonosobo dari Juni 2015 hingga Juli 2017. Peta distribusi diambil dari penelusuran lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan ada dua spesies Galinsoga berdasarkan daun dan batang, yaitu G. parviflora dan G. quadriradiata. G. parviflora merupakan sayuran di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, tetapi tidak di Kabupaten Kuningan. Galinsoga termasuk satu dari 13 jenis sayuran tradisional; pucuk muda dengan bunga dikonsumsi setelah dimasak atau direbus, dan kadang-kadang digunakan sebagai diuretik. Sayuran Galinsoga berkontribusi rendah terhadap rumah tangga, namun peranannya dalam hubungan sosial antar tetangga relatif penting. Perlu dilakukan studi kandungan nutrisi untuk meningkatkan pemanfaatannya. Kata kunci: Asteraceae, Dieng, gulma, jukut saminggu, mondreng
Pemanfaatan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson sebagai Biomulsa untuk Meningkatkan Laju Infiltrasi pada Lahan Kelapa Sawit Menghasilkan Khalida, Rahmi; Dwi Guntoro; Hariyadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.507 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.37818

Abstract

Penanaman tanaman penutup tanah atau biomulsa dilakukan sebagai upaya konservasi lahan untuk meningkatkan ketersediaan air tanah. Asystasia gangetica merupakan tumbuhan yang berpotensi sebagai biomulsa pada lahan kelapa sawit menghasilkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi A. gangetica dalam peningkatan ketersediaan air melalui peningkatan laju infiltrasi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan IPB pada Agustus 2020 hingga Januari 2021. Perlakuan terdiri atas tanpa biomulsa, A. gangetica, Ageratum conyzoides, Borreria alata dan Arachis pintoi yang dirancang menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor dengan lima ulangan. Masing-masing biomulsa ditanam pada plot berukuran 5 m x 2 m. Hasil penelitian menunjukkan A. gangetica memiliki pertumbuhan paling baik dan mampu menutup tanah lebih cepat dibandingkan biomulsa lainnya. A. gangetica dapat meningkatkan laju infiltrasi sebesar 42% dibandingkan tanpa biomulsa dengan kapasitas infiltrasi sebesar 20.42 cm per jam pada 20 minggu setelah tanam (MST). Kata kunci: ketersediaan air, konservasi lahan, tanaman penutup tanah
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Berbagai Populasi Gulma Chloris barbata (Poaceae) Kefi, Andreas; Guntoro, Dwi; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.856 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39708

Abstract

Rumput cakar ayam (Chloris barbata Sw.) merupakan gulma dominan pada pertanaman jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih jarang diteliti. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh populasi C. barbata pada tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan pada Oktober 2019 sampai Januari 2020 di Kebun IPB Cikabayan, Bogor, Indonesia menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima ulangan. Benih jagung ditanam pada lima populasi C. barbata yaitu 0 (tanpa gulma), 15, 30, 45, dan 60 individu per polibag berukuran 30 cm x 30 cm yang diisi media 5 kg. Biji gulma diperoleh dari lahan petani di Kabupaten Kupang, NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Kehadiran gulma menekan tinggi dan bobot kering (BK) tanaman jagung mulai 4 minggu setelah tanam (MST). Pada 4 MST, populasi 15 individu menekan tinggi tanaman dan 30 individu menekan BK total tanaman jagung. Populasi 15 individu menekan diameter batang, luas dan lebar daun, kehijauan daun, dan BK total tanaman jagung, sedangkan jumlah dan panjang daun menurun oleh perlakuan 30 individu pada 8 MST. Bobot tongkol dengan dan tanpa klobot, serta panjang tongkol berkurang oleh perlakuan 45 individu per polibag yakni menjadi sebesar 48.3%, 49.0%, dan 77.7% relatif terhadap kontrol. Perlu penelitian lebih lanjut mekanisme penghambatan C. barbata pada tanaman jagung. Kata kunci: alelopati, jagung, kompetisi, Nusa Tenggara Timur, rumput cakar ayam
Pergeseran Dominasi Gulma Kebun Kelapa Sawit IPB Jonggol, dan Kemungkinan Resistensi terhadap Herbisida Glifosat Bilkis, Faras Gaitsa; Muhamad Achmad Chozin; Dwi Guntoro
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.588 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39921

Abstract

Telah dilakukan analisis vegetasi secara berkala di kebun kelapa sawit IPB Jonggol pada tanaman menghasilkan umur 1 tahun (2016), tanaman menghasilkan umur 3 tahun (2018), dan tanaman menghasilkan umur 5 tahun (2020). Penelitian terdiri atas dua percobaan. Percobaan I untuk mengetahui pergeseran gulma dominan dan percobaan II untuk mengetahui kemungkinan terjadinya resistensi gulma terhadap herbisida glifosat. Percobaan I adalah analisis vegetasi menggunakan metode kuadran 1 m x 1 m pada 5 blok, dan 20 sampel diambil secara acak dari setiap blok sehingga terdapat 100 sampel pengamatan. Percobaan II adalah penanaman biji gulma dari jenis gulma terpilih pada percobaan I, dan sebagai kontrol menggunakan biji gulma dari percobaan I yaitu dari gulma berasal dari lokasi yang tidak pernah mendapatkan herbisida. Asam amino yang diamati berhubungan dengan cara kerja glifosat yaitu fenilalanin, tirosin, L-triptofan. Hasil analisis vegetasi menunjukkan telah terjadi pergeseran gulma dominan. Tahun 2016 didominasi Rolandra fruicosa dan Melastoma malabathricum, tahun 2018 di domimasi Ottochloa nodosa, tahun 2020 O. nodosa dan Cyrtoccum patens. Asystasia gangetica terus meningkat populasinya. Nisbah resistensi, gulma uji O. nodosa dan C. patens termasuk resistensi rendah. Kandungan fenilalanin, tirosin dan L-triptofan gulma uji O. nodosa lebih tinggi dari gulma susceptible O. nodosa. Kata kunci: analisis vegetasi, asam amino, gulma dominan, nisbah resistensi
Mutation site identification confers glyphosate resistance in goosegrass (Eleusine indica L. Gaertn) from Jonggol, Bogor, Indonesia Ferdinans, Ferdinans; Guntoro, Dwi; Ardie, Sintho Wahyuning
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.132 KB) | DOI: 10.24831/ija.v51i1.45944

Abstract

Glyphosate resistance is a serious problem in weed control, especially in oil palm plantations. However, evaluation of suspected resistant weeds such as Eleusine indica L. Gaertn at the gene level is still scarce in Indonesia. Here, target-site resistance to glyphosate of the EPSPS gene was evaluated. The objective of this study was to identify glyphosate resistance caused by mutation points in goosegrass biotypes from oil palm plantation in Jonggol, West Java, Indonesia. Bio-assay analysis was carried out by planting goosegrass in pots. Glyphosate was applicated using eight-level, namely 0, 0.125x, 0.25x, 0.5x, x, 2x, 4x, and 8x, where x was the recommended dose (972 g ha-1) for three replications. Weed damage was evaluated from plant biomass and then regression analysis was performed to obtain the LD50 and resistance index. The E. indica from block V had a reduced sensitivity status with 2.343 value of resistance index, and those from Block II biotype had a sensitive status with 1.588 resistance index. Alignment of the EPSPS gene showed no mutation was observed at two target-points, indicating that increasing resistance of E. indica in the study site could be controlled by other factors. Nevertheless, E. indica of block V biotype had a resistance potential due to the highest LD50. It is necessary to evaluate further the possibility of mutation in other target-points of the EPSPS gene. Keywords: bio-assay; EPSPS; LD50; resistance index; sequencing; target-site resistance
Dominance of Cyperus kyllingia Endl. at guava orchard and its possible resistance to glyphosate Ferdinans, Ferdinans; Guntoro, Dwi; Sudradjat
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.616 KB) | DOI: 10.24831/ija.v51i1.45945

Abstract

Weed resistance, indicated by increasing the level of herbicide for control, might arise due to the continuous use of similar herbicides in the long term without any herbicide rotation. The objective of this research was to evaluate the status of dominant weeds in a guava orchard to determine weed control strategies. The research was carried out from November 2020 to June 2021 at Agribusiness Technology Park IPB, Bogor. Vegetation analysis to define dominance was carried out at 4 blocks using the square method. In each block, five sampling points were randomly selected. Seeds of C. kyllingia were collected and planted as many as 25 seedlings in polybags. Glyphosate herbicide was applied onto C. kyllingia in 3 replications using 9 doses, i.e., 0 (D0), 60.75 (D1), 121.5 (D2), 243 (D3), 486 (D4), 972 (D5), 1944 (D6), 3888 (D7), and 7776 g ha-1 (D8). C. kyllingia mortality percentages were analyzed using linear regression to obtain LD50. The results showed that the dominant weed was C. kyllingia. Block 4 showed the highest significant LD50 value at 759.11 g ha-1 with a resistance index of 2.67 (reduced sensitivity). The presence of dominant C. kyllingia was identified only at block 4, indicating the dominance could correlate with increasing resistance of the particular weed. Keywords: doses; EPSPS; glyphosate; LD50; sedges; vegetation analysis
Allelopathic potential of apus bamboo leaf extract towards Asystasia gangetica and Cyperus rotundus Muntoyib, Junaidi; Alghifari, Ahmad Fadli; Roudho, Zahrotur; Oktavian, Aldi; Irawan, Riko; Guntoro, Dwi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i2.53766

Abstract

Weeds pose a significant challenge in agricultural activity by competing with cultivated crops for essential resources. The conventional use of chemical herbicides has demonstrated adverse impacts on the environment and human health, prompting a shift toward exploring bioherbicides. This study aimed to assess the inhibitory effects of Apus bamboo (Gigantochloa apus Kurz) leaf extract on the pre-germination phase of Brassica juncea, Asystasia gangetica, and Cyperus rotundus through bioassay and pot experiment. The research design employed a completely randomized design (CRD) with a single factor representing the concentrations of Apus bamboo leaf extract (% w/v). The concentrations tested were 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Each concentration was replicated three times, resulting in 15 experimental units. Bioassay results revealed the capacity of Apus bamboo leaf extract to inhibit and disrupt B. juncea seed germination. The pot experiment results demonstrated the inhibitory effects of the extract, significantly affecting A. gangetica germination and population, A. gangetica total fresh and dry weight, and C. rotundus total dry weight. The extract exhibited strong inhibition, starting at a concentration of 15% for A. gangetica and 10% for C. rotundus. The findings suggested that Apus bamboo leaf extract holds significant potential as a bioherbicide. Keywords: allelochemical; bioherbicide; inhibitory effect; weed control Keywords: allelochemical; bioherbicide; inhibitory effect; weed control
Application of phosphorous fertilizer to increase the production of several parijoto (Medinilla speciosa Blume) accessions Sari, Indah Fatika; Chozin, Muhammad Ahmad; Guntoro, Dwi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i3.58995

Abstract

Parijoto fruit (Medinilla speciosa Blume) is a plant known as a medicinal plant in Indonesia. Parijoto fruit production is still low. Phosphorous (P) fertilization can enhance fruit production, but the optimal dosage for parijoto has yet to be determined. The research objective was to obtain the P fertilizer dosage to improve the production of several parijoto accessions. The research was conducted from January to June 2023 at Agribusiness and Technology Park IPB. The study used a split-plot randomized complete block design with four replications. The main plot's accession factor consisted of Bogor, Kudus, and Nganjuk. The fertilizer dosage per polybag, as the subplot, consisted of without P2O5 (P0), 1.8 g P2O5 (P1), 3.6 g P2O5 (P2), 5.4 g P2O5 (P3), 7.2 g P2O5 (P4), 9.0 g P2O5 (P5). The results showed that applying P fertilizer at 7.2 g P2O5 produced the highest fruit weight per plant for the Bogor and Nganjuk accessions. For the Kudus accession, it was at a fertilization dosage of 5.4 grams of P2O5. There was an interaction between accession and P dosage on fruit weight per plant. Keywords: dosage; fruit production; medical plant
Co-Authors , Erinnovita , Purwono , Sarwono ,, Usman ,, Yuniarti -, Bachtiar . Yusak Abdul Harris Burhan Achmad Yozar Perkasa, Achmad Yozar Achmad Zakaria Achmad Zakaria Ade Sumiahadi Ade Sumiahadi, Ade Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter AHMAD JUNAEDI Alghifari, Ahmad Fadli Anas Dinurrohman Susila Andreas Kefi Andriyani, Yuni Ani Kurniawati Anung Wahyudi Asrul Saputra Atang Sutandi Bachtiar Bachtiar Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bilkis, Faras Gaitsa Budi Tjahjono Bukhori, Anwar Desembardi, Faried Desyandri Desyandri Dewi, Sangrani Annisa Dini Dwirestina Dita Nurul Latifah Dulbari, Dulbari Durotun Nafisa Dwiwanti Sulistyowati Dwiwanti Sulistyowati Edi Santosa Eko Sulistyono Eny Widajati Evar, Fitrawaty Orista Fahrul Rozy Pohan Faqih Udin Faried Desembardi Ferdinans, Ferdinans Fredinan Yulianda Harisman, Muhammad Ikhsan Hariyadi Herdhata Agusta Heri Syahrian Iqbal Iqbal Irawan, Riko Irdika Mansur Irianto, M. Yuli Jafarudin, Ahmad Januar Kanny, Putri Irene Kansa Dianti Putri Karlin Agustina Khalida, Rahmi Kukuh Nugraha Kusuma, Ayu Vandira Candra Luh Putu Ratna Sundari M A Chozin M. Khais Prayoga M.A. Chozin Mahfudz Mahfudz Manalu, Pinondang Maryati Sari Maya Melati Maya Melati Mia Audina, Mia Muhamad Achmad Chozin Muhamad Achmad Chozin Muhamad Ahmad Chozin Muhamad Syukur Muhammad Ahmad Chozin Muhammad Ridwan Muhammad Rusmin Muhammad Syukur Munif Ghulamahdi Muntoyib, Junaidi Murtilaksono, dan Kukuh Mutaqin, Enjen Zaenal Neshi Claudia Ramadhanti Norul Dewi Susanti Oktavian, Aldi Pasaribu, Pesta Maria Hotnauli Polansky, Seken Rianto, Dwi Fajar Rizqullah, Ramadaniarto Roudho, Zahrotur Rusdi, Achmad Sari, Indah Fatika Sarjono, Arif Sarjono, Arif Seken Polansky Simangunsong, Yosua Pratama Sinaga, Intan Lorenza Sintho Wahyuning Ardie SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofyan Zaman Sudradjat SUGENG SUDIATSO Sugiyanta Sujinah Sujinah Sukmawati, Riska Sulistiani, Ade Irma Supijatno Suryana Suwarto Suwarto Suwitono, Bayu Tri Sugiarto, Anto Trisnani Yuda Fitri Trisnani Yuda Fitri Vitria Puspitasari Rahadi Wahyu Utomo Yaqin, Roelly Ainul Yonny Koesmaryono Yosua Pratama Simangunsong Yursida Yursida Yusak, . Zarwazi, Lalu Muhamad