Kajian ini bermaksud untuk menjabarkan persoalan miskonsepsi dalam pembelajaran pada kelas tinggi di sekolah dasar seperti Bahasa Indonesia, IPS, IPA, PKN dan Matematika yang terjadi sekolah dasar melalui pendekatan studi pustaka. Permasalahan miskonsepsi terkait pemahaman yang keliru yang dilakukan oleh guru terhadap penerapan strategi pembelajaran, rancangan pembelajaran, gaya belajar siswa, materi pembelajaran, media dan metode serta penilaian/evaluasi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah systematic study of literature dengan mengumpulkan data berupa telaah terhadap artikel-artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa miskonsepsi terhadap pembelajaran pada kelas tinggi adalah faktor internal dari siswa itu sendiri dalam memahami materi pembelajaran, fisik dan psikis siswa yang mempengaruhi kognitif dan mental siswa. Sedangkan faktor eksternal dapat terjadi dari lingkungan sekolah terkait guru, fasilitas sekolah, buku dan bahan ajar, kurikulum dan rancangan pembelajaran serta peran keluarga dan lingkungan masyarakat . Solusi yang dapat diterapkan adalah menerapkan metode, model serta media pembelajaran yang bervariatif serta interaktif, penyesuaian materi dengan pengalaman nyata kehidupan sehari-hari siswa, menjelaskan secara detail terkait materi pembelajaran dengan mempersiapkan materi dan mempelajari dari berbagai sumber, melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui kegiatan eksperimen ataupun observasi dengan kolaborasi, menggunakan media konkret untuk mengurangi keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta penyediaan bahan ajar yang mendukung dan perlunya revisi atau mengkaji ulang terkait kesalahan miskonsepsi materi buku ajar dan penyesuaian kurikulum antara tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Guru mempersiapkan instrumen evaluasi dengan media digital teruntuk penilaian diagnostik awal siswa untuk mengetahui potensi dari kemampuan awal siswa yang perlu dikembangkan dan diperbaiki.